cover
Contact Name
Siti Nurul Rofiqo Irwan
Contact Email
rofiqoirwan@ugm.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
vegetalika.faperta@ugm.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Vegetalika
ISSN : 23024054     EISSN : 26227452     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Vegetalika ISSN (Cetak): 2302-4054 dan ISSN (Online): 2622-7452 adalah open access jurnal yang mempublikasikan artikel-artikel ilmiah berupa gagasan dan hasil penelitian. Topik publikasi berkaitan dengan disiplin ilmu Agronomi mencakup Manajemen dan Produksi Tanaman, Hortikultura, Ekologi Tanaman, Fisiologi Tanaman, Genetika dan Pemuliaan, Teknologi Benih, Bioteknologi Tanaman, dan Biostatistika.
Arjuna Subject : -
Articles 438 Documents
Keragaman Fisikokimia Beberapa Populasi Tanaman Garut di Kabupaten Jember Kacung Hariyono; Vega Kartika Sari; Riza Yuli Rusdiana; Indri Fariroh; Widya Kristiyanti Putri; Didik Pudji Restanto
Vegetalika Vol 12, No 1 (2023): In Publish
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/veg.78023

Abstract

Garut (Maranta arundinacea L.) merupakan tanaman perenial yang umbinya dapat dimanfaatkan sebagai sumber pangan alternatif, pakan, dan bahan baku industri. Tanaman garut di Kabupaten Jember masih sebagai tanaman liar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keragaman fisikokimia garut dari beberapa kecamatan di Kabupaten Jember. Variabel fisikokimia yang diamati meliputi kadar air, sukrosa, protein terlarut, antioksidan, flavonoid, phenolic, gula reduksi, dan karbohidrat. Data yang diperoleh dianalisis korelasi dan biplot. Hasil korelasi menunjukkan semakin tinggi kadar air maka semakin rendah kandungan sukrosa pada umbi garut (r= -0.480), juga dengan kandungan protein terlarut (r=-0.515) dan gula reduksi (r=-0.698). Semakin tinggi kandungan sukrosa pada umbi garut maka semakin tinggi pula kandungan protein terlarut (r=0.515), phenolik (r=0.513) dan gula reduksi (r=0.657). Berdasarkan hasil analisis biplot, total keragaman fisikokimia garut di Kabupaten Jember sebesar 58.6%. Kandungan flavonoid memiliki nilai keragaman kecil dibanding variabel lainnya. Umbi garut yang diperoleh dari Kecamatan Wuluhan (Desa Tanjangrejo dan Glundengan) memiliki kandungan gula reduksi dan protein terlarut rendah, dan umbi garut dari Kecamatan Sumbersari (Desa Kranjingan) memiliki kandungan antioksidan dan karbohidrat paling tinggi.
Karakterisasi Morfologi Pisang di Kabupaten Kampar Provinsi Riau Putri Lukmana Sari; Zulkifli MS; Noer Arif Hardi; Daru Akbar
Vegetalika Vol 12, No 1 (2023): In Publish
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/veg.79546

Abstract

Pisang (Musa spp.) merupakan buah paling penting di hampir setiap negara termasuk Indonesia. Pisang  juga merupakan tanaman penting di dunia dan sumber pendapatan di banyak negara berkembang. Keanekaragaman pisang setiap daerahnya memiliki keunggulan masing-masing. Informasi terkait keragaman genetik tanaman sangat penting karena keragaman genetik yang tinggi merupakan salah satu kunci sukses dalam pengembangan tanaman. Terutama dalam penyediaan informasi pemuliaan tanaman. Bahan yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 6 aksesi pisang. Setiap spesies terdiri atas 3 individu yang diperoleh dari hasil eksplorasi di Kabupaten Kampar Provinsi Riau. Alat yang digunakan dalam penelitian ini antara lain adalah stapler, alat tulis, kertas label, kamera, dan penggaris. Pengamatan dan pertelaan morfologi mengikuti Musa Descriptor List. Deskripsi morfologi karakter kualitatif dari 6 populasi pisang telah berhasil didapatkan dan telah disajikan di dalam pembahasan. Hubungan kekerabatan berdasarkan penanda morfologi menggunakan 30 karakter kualitatif menunjukkan koefisien kemiripan genetiknya berkisar antara 0,28-0,60 yang terbagi dua yaitu Klaster A (A1; Pisang 40 Hari, Barangan Medan, Cavendish, Lilit, A2; Ambon) dan B (Pisang Kepok Taiwan). Perbedaan jenis pisang yang tumbuh menunjukkan pisang di Kabupaten Kampar memiliki keragaman morfologis yang cukup tinggi. Pengelompokan pisang pada penelitian ini dipengaruhi oleh persamaan karakter yang dimiliki oleh setiap aksesi yang pada akhirnya mengelompok berdasar persamaan spesiesnya. Dari penelitian ini, diharapkan dapat mengetahui keanekaragaman genetik dan hubungan kekerabatan pisang yang tumbuh di Kabupaten Kampar untuk nantinya akan didapatkan tetua pisang yang bagus sebagai bahan persilangan dan menghasilkan pisang yang potensial di masa mendatang.
Karakterisasi Fungsi dan Peran Domain Enzim Sucrose Phosphate Synthase Tebu Melalui Studi Delesi Mutagenesis Widhi Dyah Sawitri; Bambang Sugiharto
Vegetalika Vol 12, No 1 (2023): In Publish
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/veg.81130

Abstract

Sucrose phosphate synthase (SPS) berperan penting untuk biosintesis sukrosa pada tanaman. SPS tanaman dibagi menjadi beberapa domain diantaranya bagian domian N-terminal, domain C-terminal, dan domain glycosyltransferase (GT). Namun, fungsi domain N-terminal dan C-terminal masih belum jelas. Oleh karenanya, dilakukan studi karakterisasi fungsi masing-masing domain SPS melalui penghilangan domain N-terminal (∆N), C-terminal (∆C), dan kedua domain tersebut (∆NC). Mutan ∆N, ∆C, dan ∆NC diekspresikan melalui sistem rekombinan E. coli dan dilakukan purifikasi protein secara parsial untuk menghilangkan sebagian protein kontaminan. Protein rekombinan mutan dikonfirmasi ekspresinya melalui teknik western blot dan dilakukan uji aktivitas enzim. Hasil studi menunjukkan bahwa ekspresi dan aktivitas enzim mutan ∆N meningkat. Sebaliknya, pada mutan ∆C dan ∆NC terjadi penurunan aktivitas enzim, bahkan mendekati kondisi tidak aktif. Hal ini mengindikasikan bahwa bagian domain C-terminal SPS tanaman memiliki peran yang sangat krusial untuk sintesis sukrosa. Melalui studi ini dapat diketahui bahwa domain N-terminal diindikasikan berperan dalam regulasi alosterik enzim, sedangkan domain C-terminal diasumsikan berkaitan dengan reaksi katalitik enzim.
Aplikasi Pupuk NPK Pada Tanaman Bawang Merah di Kabupaten Cirebon Kiki Kusyaeri Hamdani; Heru Susanto; Agus Nurawan; Saiful Rodhian; Sarwendah Puji Rahayu
Vegetalika Vol 12, No 2 (2023): In Publish
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/veg.77700

Abstract

Pemupukan merupakan pemberian hara diantaranya ke dalam tanah untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan tanaman bawang merah. Saat diaplikasikan, penggunaan pupuk NPK majemuk lebih praktis dibandingkan pupuk tunggal. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh pupuk NPK majemuk terhadap hasil tanaman bawang merah di Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Cirebon. Penelitian dilaksanakan di lahan sawah irigasi, Desa Pabuaran Lor, Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Cirebon pada bulan Juni sampai September 2019. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan sembilan perlakuan dan tiga ulangan. Setiap perlakuan terdiri dari dosis pupuk NPK (NPK 16-16-16 dan NPK 15-9-20) dan waktu aplikasinya. Data dianalisis dengan sidik ragam dengan uji lanjut Duncan Multiple Range Test pada taraf kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil bawang merah per hektar paling tinggi diperoleh pada perlakuan pupuk NPK 16-16-16 dengan dosis 650 kg ha-1 (350 kg ha-1 umur 0 HST dan 300 kg ha-1 umur 15 HST) dan NPK 15-9-20 dengan dosis 300 kg ha-1 (150 kg ha-1 umur 15 HST dan 150 kg ha-1 umur 35 HST) yaitu 22,60 ton ha-1 sedangkan bobot umbi per tanaman paling tinggi dihasilkan oleh perlakuan pupuk NPK 16-16-16 pada dosis 650 kg ha-1 (250 kg ha-1 umur 10 HST, 200 kg ha-1 umur 15 HST, dan 200 kg ha-1 umur 35 HST) dan NPK 15-9-20 pada dosis 200 kg ha-1 (100 kg ha-1  umur 25 HST dan 100 kg ha-1 umur 35 HST). terbaik diperoleh pada perlakuan pupuk NPK 16-16-16 dengan dosis 650 kg ha-1 (250 kg ha-1 umur 10 HST, 200 kg ha-1 umur 15 HST, dan 200 kg ha-1 umur 35 HST) dan NPK 15-9-20 pada dosis 200 kg ha-1 (100 kg ha-1 umur 25 HST dan 100 kg ha-1 umur 35 HST) dengan hasil yaitu bobot umbi per tanaman sebesar 68,67 g.
Pendugaan Daya Gabung Umum dan Daya Gabung Khusus Jagung Manis dengan Persilangan Dialel Metode Griffing-1 Bambang Supriyanta; Mukhlis Syahril Pratama; Nailan Nabila
Vegetalika Vol 12, No 2 (2023): In Publish
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/veg.77955

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui nilai daya gabung umum, nilai daya gabung khusus, dan kombinasi persilangan antar genotipe jagung manis (Zea mays saccharate) terbaik. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) terdiri dari satu faktor dengan tiga ulangan. Perlakuan terdiri dari 10 genotipe, yaitu SB 1-3, KD 1-1, dan 7/5 1-B sebagai tetua, SB 1-3 x KD 1-1, SB 1-3 x 7/5 1-B, KD 1-1 x 7/5 1-B sebagai F1, KD 1-1 x SB 1-3, 7/5 1-B x SB 1-3, 7/5 1-B x KD 1-1 sebagai F1 resiproknya, dan varietas Talenta sebagai pembanding. Data dianalisis keragamannya menggunakan analisis varians (ANOVA). Apabila ada perbedaan signifikan, dilanjutkan dengan analisis dialel metode Griffing-1. Hasil penelitian menunjukkan karakter tinggi tanaman, diameter batang, jumlah daun, dan anthesis silking interval lebih dominan dipengaruhi oleh varian dominan. Sedangkan pada karakter panjang tongkol tanpa kelobot, diameter tongkol tanpa kelobot, bobot tongkol tanpa kelobot, jumlah biji per baris, kadar kemanisan, dan umur panen lebih banyak dipengaruhi oleh varian aditif. Nilai Daya Gabung Umum terbaik dihasilkan dari tetua SB 1-3 dan 7/5 1-B pada lima karakter yang dievaluasi. Nilai Daya Gabung Khusus terbaik dihasilkan dari persilangan SB 1-3 x KD 1-1 dan SB 1-3 x 7/5 1-B pada enam karakter yang dievaluasi. Kombinasi persilangan SB 1-3 x 7/5 1-B merupakan persilangan terbaik yang mempunyai potensial hasil tinggi seperti varietas pembanding.
Fungsi Ekologis Tanaman di Taman Kearifan (Wisdom Park) UGM Julia Wahyu Anida; Siti Nurul Rofiqo Irwan; Taufan Alam
Vegetalika Vol 12, No 2 (2023): In Publish
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/veg.78487

Abstract

Taman Kearifan lokal UGM memiliki fungsi ekologis sebagai pengendali iklim mikro. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fungsi ekologis tanaman yaitu penurun suhu, kontrol kelembaban, kontrol kecepatan angin, dan peredam kebisingan di Taman Kearifan UGM.  Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari-Maret 2022. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei dengan sampel kuadran. Data dianalisis menggunakan Key Performance Index (KPI) dan Uji T-Test. Tanaman di dalam taman menurunkan suhu udara dan meningkatkan kelembaban sebesar 2-3oC dan 6-10% dibandingkan di luar taman. Kecepatan angin, dan tingkat kebisingan di dalam taman lebih rendah dibandingkan di luar, sebesar 0,84-1,21 m/s, dan 14,5-16 dB. Terdapat empat kategori tanaman yang dinilai, yaitu sangat sesuai, sesuai, kurang sesuai, dan tidak sesuai. Kategori dinilai berdasarkan tanaman yang diamati dibandingkan dengan parameter.Tanaman yang tergolong sangat sesuai dalam menurunkan suhu, kontrol kelembaban, dan mengurangi kebisingan adalah loa (Ficus racemosa) dan trembesi (Samanea saman); buah nona (Annona squamosa) dan trembesi (Samanea saman); serta beringin (Ficus benjamina) dan kapuk randu (Ceiba pentandra). Tanaman kategori sangat sesuai dan sesuai pada fungsi ekologis kontrol kelembaban, peredam kebisingan, kontrol kecepatan angin, dan penurun suhu sejumlah 2 dan 20 tanaman, 2 dan 19 tanaman, 0 dan 16 tanaman, serta 2 dan 11 tanaman. Walaupun tanaman kategori sangat sesuai dan sesuai dalam fungsi ekologis penurun suhu dan kontrol kecepatan angin jumlahnya sedikit, tanaman tersebut tetap berpengaruh pada iklim mikro di dalam Taman Kearifan UGM, karena satu tanaman dengan kategori sangat sesuai dan sesuai lebih dapat menaungi lingkungan sekitarnya dibanding beberapa tanaman dengan kategori kurang sesuai.
Pengaruh Pupuk Kandang Sapi dan Pupuk KCl Terhadap Produksi Tanaman Mentimun (Cucumis sativus L.) Putri Khomisya Permata Sari; Zulkifli MS; Putri Lukmana Sari; Ernita MP
Vegetalika Vol 12, No 2 (2023): In Publish
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/veg.79177

Abstract

Pemberian pupuk anorganik secara terus-menerus pada budidaya mentimun dapat menurunkan kualitas tanah dan hasil produksi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh interaksi antara pupuk kandang sapi dan pupuk KCl terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman mentimun (Cucumis sativus). Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial yang terdiri dari dua faktor yaitu dosis pupuk kandang sapi (0, 0,75, 1,5, 2,25 kg/petak) dan pupuk KCl (0, 1,9, 3,75, dan 5,6 g/tanaman). Penelitian ini dilakukan dengan 16 kombinasi perlakuan dengan 3 ulangan. Beberapa parameter yang diamati dalam penelitian ini antara lain umur berbunga, umur berbuah, umur panen, jumlah buah per petak, bobot buah per petak, panjang buah terpanjang, bobot buah per petak, dan jumlah sisa buah. Data dianalisis secara statistik dan dilanjutkan dengan uji BNJ pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi pupuk kandang sapi dan KCl berpengaruh terhadap semua parameter pengamatan. Praktik terbaik adalah pemberian pupuk kandang sapi 2,25 kg/petak dan KCl 5,6 g/tanaman. Kotoran sapi berpengaruh terhadap semua parameter pengamatan. Berdasarkan penelitian kami, menunjukkan bahwa perlakuan terbaik adalah 2,25 kg/petak. Pengaruh utama KCl berpengaruh pada semua parameter pengamatan. Perlakuan terbaik 5,6 g/tanaman. Penelitian ini diharapkan bisa memberikan informasi kepada masyarakat, terkait pemanfaatan kotoran sapi dan dosis pupuk kcl terbaik untuk digunakan pada tanaman semusim.
Pengaruh Campuran Kompos pada Media Tanam Pakis terhadap Pertumbuhan Seedling Anggrek Dendrobium Sp. Nur Rokhimah Hanik; Ratna Dewi Eskundari; Tri Wiharti; Riska Satya Graha Putrimulya
Vegetalika Vol 12, No 2 (2023): In Publish
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/veg.80237

Abstract

Pakis merupakan media tanam terbaik untuk anggrek, karena dilindungi maka diperlukan solusi untuk mengurangi atau mengganti media pakis dengan campuran kompos. Pada penelitian ini dipilih kompos kulit kacang tanah dan kompos jerami sebagai campuran media. Selain mengurangi media pokok,  kompos juga dapat berfungsi sebagai pupuk. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui; 1. pengaruh campuran kompos pada media tanam terhadap pertumbuhan seedling anggrek Dendrobium sp 2. jenis kompos dan komposisi campuran, pada media tanam untuk pertumbuhan seedling anggrek Dendrobium sp. Waktu penelitian 2,5 bulan, objek penelitian adalah Dendrobium sp. anggrek berumur 12 bulan, lokasi penelitian di Desa Gabahan, RT 05 RW 12, Jombor Sukoharjo. Rancangan penelitian acak kelompok dengan 5 perlakuan. Perlakuan Penanaman seedling anggrek dengan media pakis dicampur kompos kulit kacang tanah 1/2 bagian (A), media dicampur kompos kulit kacang tanah 1/3 bagian (B), media dicampur kompos jerami 1/2 bagian (C), media dicampur kompos jerami 1/3 bagian (D), dan perlakuan dengan media pakis sebagai kontrol (E).  Variabel yang diamati adalah jumlah daun, panjang daun, luas daun, jumlah batang, serta tinggi tanaman yang diukur 12 minggu setelah penanaman. Analisis data menggunakan Uji Varian (Uji ANOVA/Kruskal Wallis) dilanjutkan dengan Uji DMRT atau Uji Median Mood. Pemberian campuran kompos pada media tanam baik kompos kulit kacang tanah maupun kompos jerami berpengaruh terhadap pertumbuhan seedling anggrek Dendrobium sp pada variabel panjang daun dan tinggi tanaman. Sedangkan pada variabel jumlah daun, luas daun dan jumlah batang tidak terdapat pengaruh yang signifikan.  Perlakuan campuran kompos B dengan campuran kompos kulit kacang tanah 1/3 bagian memberikan pengaruh paling baik pada variabel pertumbuhan panjang daun, jumlah daun, luas daun, serta jumlah batang. Pengaruh campuran kompos jerami 1/2 maupun 1/3 bagian media terhadap pertumbuhan seedling anggrek kalah bagus dibanding dengan kompos kulit kacang tanah.
Peningkatan Viabilitas dan Vigor Benih Kakao (Theobroma cocoa L.) Menggunakan Campuran Rizobakteri dan Mikoriza Faradilla Faradilla; F. Silvi Dwi Mentari; Nur Hidayat; Reza Wahyudi; La Mudi; Gusti Ayu Kade Sutariat
Vegetalika Vol 12, No 2 (2023): In Publish
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/veg.81318

Abstract

Penggunaan benih bermutu rendah akan berdampak terhadap penurunan produksi tanaman. Oleh karena itu, guna mendukung peningkatan mutu benih tanaman agar menghasilkan bibit yang bermutu tinggi. Penggunaan rizobakteri dan mikoriza secara tunggal telah mampu memberikan efek yang signifikan dalam mendukung pertumbuhan dan hasil tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan viabilitas dan vigor benih kakao menggunakan campuran rizobakteri dan mikoriza. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni sampai Juli 2022 yang bertempat di Laboratorium Agronomi Program Studi Budidaya Tanaman Perkebunan Politeknik Pertanian Negeri Samarinda. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap dengan 9 perlakuan dan setiap perlakuan diulang 3 kali sehingga diperoleh 27 unit percobaan. Variabel pengamatan dari penelitian ini meliputi: daya berkecambah (%), keserempakan tumbuh (%), indeks vigor (%), kecepatan tumbuh relatif (% etmal-1) dan T50 (hari). Data hasil pengamatan dianalisis menggunakan analisis ragam (Anova). Hasil analisis yang menunjukkan pengaruh nyata dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT)α=0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa campuran rizobakteri dan mikoriza terbukti efektif meningkatkan perkecambahan bibit tanaman kakao. Perlakuan campuran rizobakteri isolat P01 dan dosis mikoriza 50 g memberikan hasil terbaik terhadap peningkatan daya berkecambah hingga mencapai 33.33%, indeks vigor sebesar 100.05%, keserempakan tumbuh sebesar 52,17%, kecepatan tumbuh relatif sebesar 46.21% dan T50 sebesar 25.03% bila dibandingkan dengan tanpa rizobakteri dan tanpa mikoriza (R0M0). Berdasarkan hal ini tentunya, campuran rizobakteri dan mikoriza dapat digunakan untuk meningkatkan pertumbuhan bibit tanaman kakao.
Dampak Interferensi Gulma terhadap Kualitas dan Hasil Bawang Merah (Allium cepa L. Aggregatum Group) Valentina Dwi Suci Handayani; Endang Sulistyaningsih
Vegetalika Vol 12, No 2 (2023): In Publish
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/veg.84131

Abstract

Produktivitas bawang merah nasional masih di bawah potensi hasil yang diharapkan. Tidak optimalnya produktivitas bawang merah disebabkan interferensi gulma. Interferensi gulma dapat menjadi penyebab kehilangan hasil pada proses budidaya karena adanya kompetisi dan dampak dari alelopati. Penelitian ini bertujuan untuk melihat dampak interferensi gulma terhadap kualitas dan hasil bawang bawang merah. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan tiga blok sebagai ulangan. Perlakuan yang diujikan adalah pengendalian gulma dan tanpa pengendalian. Hasil penelitian menunjukkan pengendalian gulma pada lahan pertanian menyebabkan perubahan kelimpahan dan keragaman komunitas gulma. Pengendalian gulma pada saat 3 dan 6 minggu setelah tanam (mst) menyebabkan perbedaan kelimpahan gulma dan perubahan  dominasi gulma yaitu dari rumputan menjadi daun lebar yang terjadi pada pengamatan 6 mst dan 9 mst. Kelimpahan dan dominansi gulma berdampak pada penurunan diameter umbi, bobot segar umbi dan bobot umbi bawang merah kering jemur (susut bobot). Pengendalian gulma pada lahan pertanian dapat mencegah kehilangan hasil bawang merah dengan rerata 3 ton/ha dibandingkan lahan tanpa pengendalian.