cover
Contact Name
Siti Nurul Rofiqo Irwan
Contact Email
rofiqoirwan@ugm.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
vegetalika.faperta@ugm.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Vegetalika
ISSN : 23024054     EISSN : 26227452     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Vegetalika ISSN (Cetak): 2302-4054 dan ISSN (Online): 2622-7452 adalah open access jurnal yang mempublikasikan artikel-artikel ilmiah berupa gagasan dan hasil penelitian. Topik publikasi berkaitan dengan disiplin ilmu Agronomi mencakup Manajemen dan Produksi Tanaman, Hortikultura, Ekologi Tanaman, Fisiologi Tanaman, Genetika dan Pemuliaan, Teknologi Benih, Bioteknologi Tanaman, dan Biostatistika.
Arjuna Subject : -
Articles 479 Documents
Pengaruh Konsentrasi Pupuk Silika terhadap Kualitas Bunga Krisan Potong (Chrysanthemum morifolium Ramat.) Tipe Standar Daffa Ramzy Syah Allaam; Aziz Purwantoro; Dyah Weny Respatie
Vegetalika Vol 14, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/veg.90127

Abstract

Krisan (Chrysanthemum morifolium Ramat.) merupakan salah satu komoditas florikultura yang memiliki nilai ekonomi tinggi karena banyak dimanfaatkan sebagai bunga pajang. Untuk meningkatkan kualitas dan hasil yang optimal terutama pada vase life atau masa pajang maka perlu dilakukan intervensi budidaya, seperti pemupukan silika. Pemupukan silika dapat meningkatkan aktivitas fisiologis, pertumbuhan, hasil, dan kualitas tanaman krisan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan konsentrasi pupuk silika yang terbaik terhadap kualitas bunga krisan potong tipe standar. Penelitian dilaksanakan pada bulan Oktober 2022 – Maret 2023. Penelitian terbagi menjadi dua tahap, yaitu penelitian lapangan dan penelitian laboratorium. Penelitian lapangan dilaksanakan di Asosiasi Tanaman Hias Bunga dan Daun Potong Asthabunda sedangkan penelitian laboratorium dilaksanakan di Laboratorium Manajemen Produksi Tanaman, Sub Laboratorium Ilmu Tanaman, dan Sub Laboratorium Ekologi Tanaman, Fakultas Pertanian, Universitas Gadjah Mada. Penelitian menggunakan rancangan acak kelompok lengkap (RAKL) satu faktor dengan tiga ulangan. Faktor perlakuan adalah konsentrasi pupuk silika yang dilakukan dalam penelitian di lahan dengan tiga aras konsentrasi, yaitu 0 mg.L-1, 50 mg.L-1, dan 100 mg.L-1. Hasil penelitian menunjukkan pemberian pupuk silika dengan konsentrasi 100 mg.L-1 memberikan peningkatan pertumbuhan dan kualitas bunga krisan, seperti tinggi tanaman, diameter batang, kekerasan batang, diameter tangkai bunga, diameter bunga mekar, dan vase life dibandingkan dengan kontrol.
Evaluasi Segregan Transgresif pada Dua Populasi Cabai Rawit (Capsicum frutescens L.) Abdul Hakim; Muhamad Syukur; Yudiwanti Wahyu
Vegetalika Vol 13, No 4 (2024)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/veg.93776

Abstract

Kemajuan seleksi menunjukkan sejauh mana nilai peningkatan yang diperoleh dari karakter yang diseleksi. Kemajuan seleksi dipengaruhi oleh intensitas seleksi, ragam dan heritabilitas. Percobaan ini bertujuan untuk memperoleh kandidat genotipe segregan transgresif pada populasi terseleksi cabai rawit. Hasil dari penelitian ini pada populasi F3-285290 dan F3-C321290 nilai kemajuan seleksinya positif untuk semua karakter kecuali untuk umur berbunga dan umur panen. Nilai heritabilitas populasi F3-285290 termasuk dalam kategori sedang untuk karakter bobot per buah, panjang tangkai buah dan jumlah buah per tanaman. Sedangkan nilai heritabilitas pada populasi F3-321290 yang termasuk kategori tinggi terdapat pada karakter umur panen, bobot per buah, panjang buah, diameter buah dan panjang tangkai buah. Genotipe segregan transgresif pada populasi F3-285290 terdapat pada karakter panjang buah, tebal daging buah dan panjang tangkai buah. Genotipe yang terverifikasi segregan transgresif hanya pada karakter panjang buah yang terdapat pada tiga genotipe yaitu F3-285290-205, F3-285290-248 dan F3-285290-257. Pada populasi F3-321290 genotipe segregan transgresif terdapat pada karakter tebal daging buah, panjang tangkai buah dan bobot buah per tanaman. Genotipe yang terverifikasi segregan transgresif hanya pada karakter bobot buah per tanaman yang terdapat pada dua genotipe yaitu F3-321290-33 dan F3-321290-293. Adanya informasi segregan transgresif pada kegiatan pemuliaan cabai rawit ini dapat dijadikan sebagai akselerasi dalam memperoleh kandidat calon varietas. 
Optimalisasi Limbah Sorgum Lokal Sumba Sebagai Pupuk Organik dan Pengaruhnya Terhadap Sifat Kimia Tanah Uska Peku Jawang; Febyningsi Rambu Ladu Mbana; Darius Meta Yewa; Arman Kambaru Windi; Ones Pajaru Mbita; Frans Meta Pangga Liau
Vegetalika Vol 14, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/veg.99287

Abstract

Masalah  yang  muncul  saat musim tanam di tingkat  petani  adalah  terbatasnya  ketersediaan  pupuk,  maka  pemenuhan  kebutuhan pupuk  wajib  dilakukan. Langkah konkret  yang  diambil  yaitu  dengan  memanfaatkan  potensi  bahan  organik  lokal,  guna  membuat  pupuk.  Sorgum  merupakan  jenis serealia yang  memiliki  potensi  yang  dapat  dikembangkan  melalui  limbah  hasil  produksi.  Sumba  Timur  memiliki  keanekaragaman  sorgum  yang  dapat  memberikan  potensi  bahan  organik  untuk  bahan  dalam  pembuatan  pupuk  organik  yang  berkualitas.  Penelitian  ini  merupakan penelitian eksperimen  dengan  dua  tahapan  yaitu  mengomposkan  limbah  empat  jenis  sorgum  lokal  dan  2)  pemberian  perlakuan  kompos  limbah  sorgum  ke  tanah.  Kelima  jenis  kompos  dianalisis  untuk  mengetahui  kualitas  pupuk  berdasarkan  SNI  19-7030-2004.  Pupuk  hasil  kompos  dari  beberapa  limbah  sorgum di  aplikasikan  ke  tanah  untuk  melihat  pengaruh  terhadap  sifat kimia tanah  dengan menggunakan  rancangan  acak  lengkap.  Rancangan  perlakuan  yaitu  6  perlakuan  dan  diulang  sebanyak 4 kali.  Jenis  perlakuan  yaitu  S0: kontrol, S1:  kompos Jarada  Anahida,  S2:  kompos Jarabi  Anahida,  S3:  kompos  Jaraga  Anahida,  S4: kompos  Jarala  Anahida,  dan  S5: Jarahammu  Anahida.  Pada  uji  kualitas  pupuk  parameter  ujinya adalah  temperatur,  warna, aroma,  pH, kadar air, bahan organik,  nitrogen,  fosfor, kalium dan  C/N  rasio. Uji  pengaruh  kompos pada  sifat  kimia  tanah  parameter yang  diuji  yaitu  pH,  c-organik, nitrogen,  fosfor, kalium dan  kapasitas  tukar  kation.  Berdasarkan  hasil  pengujian  terhadap  kelima  jenis  pupuk  kompos  lokal  berbahan  dasar  limbah  sorgum  yang memenuhi  standar  SNI  19-7030-2004 yaitu  kompos  Jarabi  Anahida.  Keempat  jenis  kompos  Jarada  Anahida,  Jaraga  Anahida, Jarala  Anahida, dan Jarahammu Anahida belum memenuhi SNI. Parameter uji yang  mempengaruhi  ketidaksesuaian  dengan  SNI  pupuk kompos  yaitu  warna,  pH  dan  bahan  organik. Kompos  berpengaruh  terhadap  sifat  kimia  tanah  pada  pH  terjadinya  penurunan  pH sedangkan  pada C-organik, N-total, P, K  dan KTK  mengalami  peningkatan.  Kompos  yang  berpengaruh  terhadap sifat  kimia tanah dengan nilai tertinggi yaitu  pemberian kompos Jarahammu Anahida  (S5). Rekomendasi  perbaikan untuk  dapat  meningkatkan  kualitas pupuk  kompos  yaitu dengan memperhatikan bahan organik yang digunakan, media dan lama  mengomposkan.  
Tanggapan Pertumbuhan dan Hasil Varietas Jagung Hibrida terhadap Pemupukan Nitrogen dalam Sistem Agroforestri Surya Adam Yoga Aditya; Dody Kastono; Taufan Alam
Vegetalika Vol 14, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/veg.99532

Abstract

The main issue with hybrid maize is its low nitrogen uptake, ranging from 30% to 50%. This study aims to improve nitrogen fertilization efficiency by selecting hybrid maize varieties in an agroforestry system. The research was conducted from January to April 2024 at the Menggoran Forest Management Resort (RPH Menggoran), Playen, Gunungkidul, Yogyakarta. A split-plot experimental design was employed, with 15 hybrid maize varieties as the main plot and urea fertilization as the subplot. The results revealed that nitrogen fertilization in the agroforestry system increased grain weight by 25%–68% compared to no fertilization. The highest grain weight was observed in the Pertiwi 6 and KS-89 Monster varieties, even without nitrogen fertilization. Meanwhile, the ADV Jago, Bomber R101, Turbo B-59, Si Tampan, and Twinn 1 varieties produced high grain weights when nitrogen fertilizer was applied.
Keragaman Genetik Aksesi Tanaman Kunyit (Curcuma longa L.) Berdasarkan Penanda Molekuler Simple Sequence Repeat (SSR) Muthia Hanin Afidani; Noor Farid; Eka Oktaviani
Vegetalika Vol 14, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/veg.99927

Abstract

A plant breeding program for turmeric (Curcuma longa L.) development is required to fulfil the pharmaceutical industry's demand. Understanding genetic diversity is the initial step in selecting the parents in plant breeding. Selection assisted by molecular markers, specifically Simple Sequence Repeat (SSR), can be used to obtain genetic information. However, genetic information on turmeric based on SSR markers in Indonesia is still limited. This study aimed to determine the genetic diversity and relationship of six accessions of turmeric using 4 (four) SSR primers. This study was conducted from October 2023 to January 2024 at the Laboratory of Plant Breeding and Biotechnology, Faculty of Agriculture, Universitas Jenderal Soedirman. The result showed that the CuMiSat-19, CuMiSat-20, and CuMiSat-29 primers were informative based on the electrophoresis band polymorphism. The CuMiSat-19 primer generated the highest PIC value (0,88), followed by CuMiSat-20 (0,80) and CuMiSat-29 (0,74). While CuMiSat-23 did not produce polymorphism, the PIC value was 0. The dendrogram classified six turmeric accessions into the two clusters with a Jaccard correlation coefficient range of 0.11-0.33. Cluster I consisted of accession A (Ponorogo), accession C (Gresik), accession D (Indramayu), and accession B (Semarang). Cluster II grouped accession E (Banyumas) and accession F (Bogor). Based on the polymorphism and similarity coefficient, turmeric accessions have a wide range of genetic diversity. Turmeric in different clusters is a potential germplasm that can be utilized to broaden genetic diversity in plant breeding programs.
Optimasi Waktu Aplikasi Dan Jenis Trichoderma Terhadap Pertumbuhan Tanaman Jagung Dan Perkembangan Penyakit Hawar Pelepah (Rhizoctonia Solani) Pada Jagung Varietas Lokal Momala Rida Iswati; Nurul Khozib; Angry Pratama Solihin; Asnawi Asnawi
Vegetalika Vol 14, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/veg.100118

Abstract

Maize sheath blight disease caused by Rhizoctonia solani is one of the important maize plant diseases and threatens the potential of local maize production. One of the control efforts is with the biological agent Trichoderma. The type and time of application of Trichoderma are the keys to effective control. This study aims to identify the combination of treatments between the type and time of optimal Trichoderma application. This study was conducted using a Completely Randomized Design (CRD) with a treatment combining the type of Trichoderma (T1 = T. asperellum TZ11MO1, T2 = T. harzianum) with the treatment time (W1 = before planting, W2 = after planting) so that the combination of treatments becomes T1W1, T1W2, T2W1, T2W2 added with positive (K+) and negative (K-) controls and repeated four times. The results showed that the combination of treatments of the type and time of application of Trichoderma had the same effect on the growth of maize plants and the T1W1 treatment showed the best effect as a biological agent on the incubation period, disease incidence and intensity of R. solani sheath blight disease attacks on the Momala variety.
Evaluasi Kompetisi Model Tumpang Gilir Cabai Rawit dengan Jagung dan Aplikasi Konsorsium Agens Hayati Nindy Sevirasari; Endang Sulistyaningsih; Budiastuti Kurniasih; Suryanti Suryanti; Arif Wibowo; Tri Joko
Vegetalika Vol 14, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/veg.101401

Abstract

Praktik budidaya yang intensif pada tumpang gilir antara cabai rawit–jagung perlu dilakukan evaluasi untuk mengetahui keunggulan lahan dan kompetisi di antara dua spesies yang berbeda. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui nilai kompetisi dan keunggulan lahan dari model tanam tumpang gilir cabai rawit–jagung dan aplikasi agens hayati. Penelitian dilakukan di Magelang, Jawa Tengah, Indonesia pada Mei 2019–Januari 2020. Penelitian menggunakan metode penelitian kuantitatif yang disusun dalam Rancangan Acak Kelompok Lengkap dua faktor; faktor pertama yaitu model tanam tumpang gilir (2 baris dan 3 baris cabai rawit) dan faktor kedua yaitu aplikasi agens hayati (dengan dan tanpa aplikasi agens hayati). Monokultur cabai dan jagung tanpa aplikasi agensi hayati merupakan kontrol. Data dianalisis menggunakan Analisis Varians dan Uji Lanjut Duncan's multiple range tests pada α = 5%. Tumpang gilir dinilai berdasarkan Nisbah Kesetaraan Lahan, Nisbah Kesetaraan Lahan berdasarkan Waktu, Agresivitas, Rasio Kompetisi, dan Kehilangan Hasil Aktual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Model tanam 2 dan 3 baris cabai rawit pada pola tanam tumpang gilir cabai rawit dengan jagung dan pemberian agens hayati menghasilkan nilai Nisbah Kesetaraan Lahan dan Nisbah Kesetaraan Lahan Berdasarkan Waktu > 1. Cabai rawit memilki indeks Agresivitas dan Rasio Kompetisi yang lebih besar daripada jagung, namun memiliki nilai Kehilangan Hasil Aktual yang tinggi jika ditanam pada pola tumpang gilir tidak disertai pemberian agens hayati. Dari metode yang diterapkan pada penelitian ini, maka tumpang gilir cabai rawit dengan jagung model 2 baris dengan pemberian agens hayati direkomendasikan karena layak diterapkan dan menguntungkan untuk diusahakan terutama bagi pertanian skala kecil.
Alelopati dan Masa Depan Bioherbisida Berbasis Tumbuhan: Pengaruh Genetik dan Lingkungan – Sebuah Tinjauan Hariy Laksamana; Atika Suri; Indra Purnama
Vegetalika Vol 14, No 3 (2025)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/veg.101403

Abstract

Weeds remain a persistent challenge in agriculture, significantly reducing crop productivity by competing for essential resources such as light, water, and nutrients. Although synthetic herbicides are widely used for weed control, their long-term application raises serious environmental and health concerns. As a sustainable alternative, plant-based bioherbicides that harness allelopathy—the natural chemical interactions among plants—are gaining attention. This review explores recent findings on the allelopathic potential of invasive and native plant species, focusing on key allelochemicals such as flavonoids, phenolics, and terpenoids that exhibit phytotoxic effects on weed species. Genetic factors, including specific quantitative trait loci (QTLs) and metabolic pathways involved in allelochemical production, are also discussed as critical determinants of allelopathic expression. Furthermore, environmental conditions such as temperature, soil composition, and light regimes can influence the efficacy and persistence of allelopathic compounds in the field. Understanding the synergistic interaction between genetics and environmental variables is essential for the development and optimization of effective, eco-friendly bioherbicides. This review highlights the current challenges and prospects in integrating allelopathy into weed management strategies for sustainable agriculture.
Evaluasi Pertumbuhan dan Produktivitas Tiga Calon Kultivar Hibrida Jagung Manis (Zea mays L. Var. Saccharata) Hafinda Niantama; Erlina Ambarwati, S.P., M.P.; Rani Agustina Wulandari
Vegetalika Vol 14, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/veg.101451

Abstract

Plant characteristics are typically qualitative and quantitative traits that can be used as a standard for comparing other plants. The purpose of this study is to evaluate the growth and yield performance of three sweet corn promising hybrid cultivars and determine which sweet corn promising hybrid cultivars perform similarly to five commercial sweet corn hybrids as a control. The research was conducted at Karang Asam, Sendangtirto, Berbah, Sleman on November 2023–January 2024. The genotypes tested included three promising sweet corn hybrid cultivars, ANPF1 01, ANPF1 02, and ANPF1 03, as well as five commercial sweet corn hybrids used as control cultivars: Talenta, Jambore, So Sweet, Royal 76, and RS 8. The genotypes were distributed in a randomized complete block design with four replications. The data were analyzed using analysis of variance (ANOVA). If there were any significant differences, Tukey's HSD test was used at a 95% confidence level. The results showed that the promising hybrid cultivars ANPF 01, ANPF 02, and ANPF 03 performed similarly in terms of growth, yield, and quality (sweetness) to the five control commercial hybrids. ANPF 01, ANPF 02, and ANPF 03 are potential hybrid cultivars that could increase the diversity of sweet corn hybrid cultivars.
Pewarisan Karakter Kualitatif Populasi F2 Persilangan Seroja IPB X Peter Pepper dalam Rangka Perakitan Cabai Hias di Universitas Siliwangi Abdul Hakim; Gilang Vaza Benatar; Leny Yuliyani
Vegetalika Vol 14, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/veg.101473

Abstract

Cabai, selain dimakan, dapat pula berfungsi sebagai tanaman hias yang mempunyai nilai keindahan. Berbagai nilai estetika yang dapat diambil antara lain adalah karakter pemendekan ruas, posisi bunga, dan warna buah muda. Pola warisan karakter itu diperlukan untuk pelaksanaan kegiatan seleksi. Informasi itu dimanfaatkan agar proses seleksi menjadi lebih efisien. Ciri pemendekan ruas pada tanaman cabai akan menjadikan bentuk tajuknya menjadi perdu, hal ini tentunya sangat menarik karena buah cabai akan terkelompok, posisi bunga dan warna buah muda juga dapat meningkatkan keindahan tanaman cabai hias. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan informasi mengenai pola pewarisan karakter kualitatif yang berhubungan dengan pemendekan ruas, posisi bunga, dan warna buah muda sebagai kriteria seleksi dalam proses pemilihan calon cabai hias. Tanaman yang digunakan dalam penelitian ini adalah populasi tetua betina (P1) Seroja IPB yang memiliki karakter pemendekan ruas, posisi bunga tegak, dan warna buah hijau kekuningan, sedangkan tetua jantan (P2) Peter Pepper memiliki karakter buah berwarna hijau tua dan bentuk buah yang unik. Populasi dari tanaman cabai yang digunakan terdiri dari P1, P2, F1, dan F2. Analisis data dilakukan dengan uji Chi-kuadrat untuk menetapkan rasio Mendel dalam populasi F2. Temuan penelitian mengindikasikan semua karakter yang dipengaruhi oleh satu gen. Seluruh karakter diatur oleh satu gen dengan rasio 3 (dominan): 1 (resesif). Karakter pemendekan ruas, posisi bunga tegak, dan warna buah hijau tua adalah karakter yang bersifat resesif. Karakter resesif ini akan berguna sebagai kriteria seleksi karena tanaman hasil seleksi yang ditanam di generasi berikutnya tidak akan mengalami segregasi, sehingga tanaman akan lebih cepat seragam.