Kariman: Jurnal Pendidikan Keislaman
Focus and Scope The journal focuses its scope on the issues of Education and Islamic Studies. We invite scientists, scholars, researchers, as well as professionals in the field of Islamic Education to publish their researches in our Journal. The journal publishes high quality empirical and theoretical research covering all aspects of Education and Islamic Studies. Education: Islamic Education, Philosophy of Education, Education Policy, Gender and Education, Comparison of Education, Education and Science, Nusantara Education, Pesantren Education, Education and Social Transformation, Leadership of Education, Figure of Education, Education Management, Curriculum of Education, Innovation of Education, Madrasah Education Islamic Studies: Covering all aspects of Islam and the Islamic world in the fields of philosophy, history, religion, political science, international relations, psychology, sociology, anthropology, economics, the environment.
Articles
222 Documents
PEMANFAATAN TEKHNOLOGI INFORMASI DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
Siti Hairiyah
Kariman: Jurnal Pendidikan dan Keislaman Vol. 6 No. 1 (2018): Pendidikan dan Keislaman
Publisher : Institut Kariman Wirayudha Sumenep
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (325.758 KB)
|
DOI: 10.52185/kariman.v6i1.11
Tekhnologi informasi tentu sangatlah penting untuk dimanfaatkan dalam segala aspek kehidupan manusia melihat keadaan zaman sekarang ini yang semakin canggih. Pemanfaatan tekhnologi informasi dalam pembelajaran diharapkan akan lebih mempermudah pemahaman siswa dalam proses pembelajaran khususnya pendidikan agama islam. Mengingat alokasi waktu yang ada untuk pendidikan agama islam sangat sedikit maka penerapan tekhnologi dalam pembelajaran akan banyak membantu baik terhadap guru atau siswa. Apabila guru agama hanya menguasai ilmu agama saja maka tidak menutup kemungkinan guru tersebut akan mengalami kemunduran atau tidak berkembang. Untuk mengatasi kemunduran tersebut maka guru agama harus menguasai sains dan teknologi yang nantiya dapat direalisasikan dalam proses pembelajaran.
PERAN LEMBAGA PAUD BAGI KESIAPAN SISWA UNTUK MEMASUKI SEKOLAH DASAR
Kutsiyyah Kutsiyyah
Kariman: Jurnal Pendidikan dan Keislaman Vol. 6 No. 1 (2018): Pendidikan dan Keislaman
Publisher : Institut Kariman Wirayudha Sumenep
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (328.794 KB)
|
DOI: 10.52185/kariman.v6i1.12
Lembaga pendidikan anak usia dini merupakan lembaga pra sekolah yang bertujuan membina, menstimulasi & menyiapkan anak untuk lebih bisa mandiri serta membantu menumbuhkembangkan potensi-potensi yang mereka miliki. Lembaga PAUD sudah mulai banyak diselenggaran bahkan di desa-desa. Hal ini seiring waktu dapat memunculkan kesadaran bersama akan pentingnya pendidikan anak usia dini untuk menyiapkan mereka pada jenjang berikutnya secara khusus dan menyiapkan mereka untuk menghadapi tantangan masa depan secara umum untukm enjadi generasi yang unnggul. Beberapa mungkin terdapat hambatan-hambatan dapam pendidikan anak usia dini, namun melalui kerjasam atau kemitraan oleh beberapa elemen masyarakat, hal tersebut dapat diminimalisir bahkan bisa membantu lembaga-lembaga PAUD menjadi lebih baik serta memberi kesadaran akan pentingnya pendidikan untuk generasi sejak belia.
KONSEP MA’RIFAT Al-GHZALI DAN RELEVANSINYA TERHADAP PENDIDIKAN ISLAM
Mukhlis Mukhlis
Kariman: Jurnal Pendidikan dan Keislaman Vol. 6 No. 1 (2018): Pendidikan dan Keislaman
Publisher : Institut Kariman Wirayudha Sumenep
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (306.831 KB)
|
DOI: 10.52185/kariman.v6i1.13
Makrifat adalah untuk mengetahui terhadap rahasia-rahasia Tuhan dengan menggunakan hati sanubari. Dengan demikian tujuan yang ingin dicapai oleh makrifat ini adalah untuk mengetahui secara mendalam tentang rahasia-rahasia yang terdapat dalam diri Tuhan. Di kalangan para sufi ada perbedaan pendapat mengenai kedudukan makrifat. Al-Ghazali misalnya berpendapat bahwa makrifat adalah untuk mengetahui rahasia Allah dan mengetahui peraturan-peraturan Tuhan tentang segala yang ada. Alat untuk memperoleh makrifat bersandar pada sir-qolb dan roh. Dalam kaitannya terhadap pendidikan islam Al-Ghazali mempunyai pandangan berbeda dengan kebanyakan ahli filsafat pendidikan Islam mengenai tujuan pendidikan. Beliau menekankan tugas pendidikan adalah mengarah pada realisasi tujuan keagamaan dan akhlaq, dimana fadlilah (keutamaan) dan taqorrub kepada Allah merupakan tujuan yang paling penting dalam pendidikan.
ANALISIS PROBLEMATIKA OTONOMI PENDIDIKAN
Amiruddin Amiruddin
Kariman: Jurnal Pendidikan dan Keislaman Vol. 6 No. 1 (2018): Pendidikan dan Keislaman
Publisher : Institut Kariman Wirayudha Sumenep
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (261.206 KB)
|
DOI: 10.52185/kariman.v6i1.14
Tulisan ini merupakan analisis dampak dari penerapan otonomi pendidikana. Dalam beberapa hal, otonomi pendidikan memang berdampak baik karena pendidikan dapat dijalankan berdasarkan kearifan lokal (local wisdom). Tetapi sisi yang lain justru berdampak buruk terhadap lembaga pendidikan dan juga masyarakat. Dampak buruk itu antara lain: terjadinya kastanisasi pendidikan dan akan berdampak bagi integrasi bangsa. Kastanisasi pendidikan dapat terjadi karena lembaga pendidikan diberikan keleluasaan dalam mengelola pendidikan. Sehingga lembaga pendidikan akan terkotak-kotakkan menjadi sekolah unggul dan tidak unggul, sekolah orang kaya dan miskin. Selain itu, otonomi juga akan menyuburkan praktik pendidikan pendidikan yang tidak sesuai dengan ruh pendidikan nasional yang berpijak pada pancasila dan undang-undang. Otonomi pendidikan akan menyuburkan ideologi yang berseberangan dengan ideologi bangsa.
ANALISA KESIAPAN KOGNITIF SISWA SD/MI
Nisrina Hikmawati
Kariman: Jurnal Pendidikan dan Keislaman Vol. 6 No. 1 (2018): Pendidikan dan Keislaman
Publisher : Institut Kariman Wirayudha Sumenep
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (473.806 KB)
|
DOI: 10.52185/kariman.v6i1.15
Perkembangan kognitif anak usia SD/MI menurut teori Piaget merupakan operasional konkret. Tahap ini merupakan tahap peralihan atau transisi dari pra-operasional menuju operasional formal. Idealnya siswa pada usia ini harus berada pada level operasional konkret awal-operasional konkret akhir-operasional formal awal. Rentang pendidikan pada masa ini cukup panjang (6 tahun) sehingga menjadi moment optimal untuk meningkatkan kemampuan kognitif dan juga kemampuan yang lain. Penelitian ini bersifat library research yang bertujuan untuk memberikan konsep karakteristik perkembangan kognitif anak usia SD/MI, factor-faktor yang mempengaruhinya dan bagaimana cara mengukurnya. Hasilnya diperoleh konsep dan teori perkembangan kognitif anak yang paling banyak diadopsi oleh system pendidikan yaitu Teori Piaget dan sebagai revisi digunakan juga Teory Vygitsky serta muncul persepsi baru tentang teori pemrosesan informasi. Ketiganya dimodifikasi dan berusaha diterapkan dalam pendidikan era ini. Perkembangan kognitif dapat diukur dengan beberapa metode yaitu Tes Intelegensi (Tes IQ), NST (Nijmeegse Schoolbekwaamheid Test), dan Test of Piaget’s Logical Operation (TLO). Ketiga metode tes tersebut dapat di terapkan pada anak usia SD/MI dengan modifikasi untuk mengetahui bahwa siswa berada di level ideal.
DINAMIKA MONEY POLITIC DALAM PEMILIHAN KEPALA DESA: Kajian Tentang Penerapan Good Governance
Musayyidi Musayyidi
Kariman: Jurnal Pendidikan dan Keislaman Vol. 6 No. 1 (2018): Pendidikan dan Keislaman
Publisher : Institut Kariman Wirayudha Sumenep
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (205.946 KB)
|
DOI: 10.52185/kariman.v6i1.16
Spirit demokrasi terangkum dalam nilai-nilai persamaan dan kebebasan. Prinsip tersebut tidak dapat dipisahkan dan menjadi ciri penting sebuah negara demokratis (Cholisin, 2007: 83). Oleh karenanya selama prinsip tersebut masih tetap dipertahankan maka sampai kapanpun demokrasi akan bergerak dinamis sesuai dengan perkembangan zaman. Harapan yang besar terhadap demokrasi desa melalui Pilkades yang didasari oleh konsepsi politik das sollen, secara faktual menemui tantangan yang luar biasa. Beberapa Pilkades yang dilaksanakan di berbagai daerah di Indonesia sarat dengan permasalahan. Salah satu tantangan besar demokratisasi dalam lingkup desa adalah merebaknya politik uang (money politics) dalam Pilkades. Tidak berbeda jauh dengan Pemilihan Kepala Daerah yang sarat dengan permainan uang untuk mengegolkan dukungan kepada calon yang diajukan partai politik, Pilkades juga disinyalir sarat dengan praktek-praktek penggunaan uang untuk memobilisasi dukungan terhadap calon-calon yang bersaing memperebutkan jabatan puncak dalam pemerintahan desa.
MENGURAI BASIS FILOSOFIS PENDIDIKAN ISLAM
Siful Arifin
Kariman: Jurnal Pendidikan dan Keislaman Vol. 5 No. 2 (2017): Pendidikan dan Keislaman
Publisher : Institut Kariman Wirayudha Sumenep
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (328.291 KB)
|
DOI: 10.52185/kariman.v5i2.17
Secara umum, rancang bangun filosofi pendidikan Islam tidak jauh berbeda dengan pendidikan lainnya. Yakni, mencakup ontologi, epistemologi dan aksiologi. Namun setelah diteliti, diurai dan diambil suatu simpulan, ditemukan beberapa perbedaan yang mendasar antara bangunan filosofi tersebut. Misalnya, dari aspek epistemologi, pendidikan Islam berlandaskan pada al-Qur’an dan hadith / sunnah. Dari aspek ontologi, filosofi pendidikan Islam tidak hanya fokus pada suatu realitas yang riil (nyata) tapi juga un-riil-abstrak. Sedangkan dari aspek aksiologi, filosofi pendidikan tidak hanya mengacu kepada satu sudut pandang nilai tapi mengacu pada beberapa sudut pandang, diantaranya adalah nilai-nilai kemanusiaan (moral), maupun nilai ketuhanan (agama) dan lain sebagainya. Bangunan filosofis pendidikan Islam tersebut kemudian melahirkan beragam pemikiran dalam bidang pendidikan Islam, diantaranya adalah: Aliran agamis-konservatif (al-muhafidz), Religius-rasional (al-diniy al-’aqlaniy), Pragmatis-instrumental (al-dhara’iy). Tiga aliran pendidikan Islam tersebut akan dibahas dalam paper ini.
PEMIKIRAN PENDIDIKAN ISLAM KONTEMPORER MENURUT SYED MUHAMMAD NAQUIB AL-ATTAS
Musayyidi Musayyidi
Kariman: Jurnal Pendidikan dan Keislaman Vol. 5 No. 2 (2017): Pendidikan dan Keislaman
Publisher : Institut Kariman Wirayudha Sumenep
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (191.239 KB)
|
DOI: 10.52185/kariman.v5i2.18
Pendidikan Islam masih sering hanya dimaknai secara parsial dan tidak integral (mencakup berbagai aspek kehidupan), sehingga peran pendidikan Islam di era global sering dipertanyakan. Masih terdapat pemahaman dikotomis keilmuan dalam pendidikan Islam. Pendidikan Islam sering hanya difahami sebagai pemindahan pengetahuan (knowledge) dan nilai-nilai (values) ajaran Islam yang tertuang dalam teks-teks agama, sedangkan ilmu-ilmu sosial (social sciences guestiswissenchaften) dan ilmu-ilmu alam (nature sciences/ naturwissenchaften) dianggap pengetahuan yang umum (sekular). Padahal Islam tidak pernah mendikotomikan (memisahkan dengan tanpa saling terkait) antara ilmu-ilmu agama dan umum. Semua ilmu dalam Islam dianggap penting asalkan berguna bagi kemaslahatan umat manusia. Menurut Al-Attas (1984) percabangan sistem pendidikan tersebut di atas (tradisional-modern) telah membuat lambang kejatuhan umat Islam. Jika hal itu tidak ditanggulangi maka akan mendangkalkan dan menggagalkan perjuangan umat Islam dalam rangka menjalankan amanah yang telah diberikan Allah SWT. Allah telah menjadikan umat manusia di samping sebagai hamba-Nya juga sebagai khalifah di muka bumi, sehingga peranannya disamping mengabdikan diri kepada Allah juga harus bisa mewarnai dunia empiris.
INTERNALISASI NILAI PENDIDIKAN UKHUWAH ISLAMIYAH, MENUJU PERDAMAIAN (SHULHU) DALAM MASYARAKAT MULTIKULTURAL PERSPEKTIF HADIS
Ali Ridho
Kariman: Jurnal Pendidikan dan Keislaman Vol. 5 No. 2 (2017): Pendidikan dan Keislaman
Publisher : Institut Kariman Wirayudha Sumenep
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (555.655 KB)
|
DOI: 10.52185/kariman.v5i2.19
Tulisan ini menggunakan pendekatan pustaka (library) dan bertujuan untuk menjawab sebuah fenomena yang terjadi akhir-akhir ini yang menyedot energi masyarakat, yang memecah belah tali persaudaraan (ukhuwah). energi yang seharusnya digunakan untuk hal yang positif namun beralih pada hal-hal yang negatif. Dalam kontestasi politik di Jakarta, kompleksitas dualisme kelompok terlihat terang benderang, hitrogenitas etnis dan isu agama menjadi instrument untuk mencapai tirani dan kekuasaan. bagaimana Jakarta sebagai ibu kota Indonesia menjadi barometer dan indikator tingkat etika kedewasaan masyarakat bangsa dalam sebuah Negara. Tafsir Multikulturalisme untuk mencapai kesadaran majmuk menerima perbedaan menjadi keraguan dan tanda tanya ketika berhadapan dengan isu politik dan kekuasaan. Aksi damai menolak pemimpin non muslim membanjiri jalan memenuhi Monumen Nasional menjadi viral dan menjadi konsen utama (headline) insan jurnalisme yang berhari-hari. Tulisan ini berkesimpulan bahwa, untuk mencapai perdamaian (shulhu), persaudaraan (ukhuwah) harus dikontruksi sesuai dengan pesan profetik yaitu harus bertendensi ukhrawi. Karena tidak bisa dipungkiri persaudaraan yang terjalin pada zaman saat ini justru lebih materialistik pragmatis. Dalam Islam, konsep Pendidikan Ukhuwwah adalah meluruskan hati (tandzim al-qolb) serta mencitai saudara kita hanya karena Allah, dengan tiga bentuk Persaudaraan (ukhuwah); Ukhuwah Islamiyah, Ukhuwah Wathaniyah, dan Ukhuwah Basyariyah.
SAHABAT YANG DITERIMA RIWAYATNYA: Kajian tentang Kualitas Pribadi dan Kapasitas Intelektual (Ke-dlabit-an dan ‘Adalat al-Shahabah)
MUjiburrohman Mujiburrohman
Kariman: Jurnal Pendidikan dan Keislaman Vol. 5 No. 2 (2017): Pendidikan dan Keislaman
Publisher : Institut Kariman Wirayudha Sumenep
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (519.824 KB)
|
DOI: 10.52185/kariman.v5i2.20
Tulisan ini menggunakan metode penelitian pustaka (libraray research) dan bertujuan untuk mengungkap para shahabat yang diterima riwayatnya: kajian tentang kualitas pribadi dan kapasitas intelektual (ke-dlabit-an dan ‘Adalat al-Shahabah) Dalam hadis, dijelaskan tentang urgensi sahabat berkaitan dengan rangkaian periwayatan hadis. Yang mana, sahabat mempunyai peranan penting dalam upaya mentransfer informasi relegius pada priode selanjutnya, sehingga dapat dikatakan, tanpa sahabat maka informasi agama tidak akan sampai pada priode selanjutnya, bahkan sampai saat ini. Dalam kajian ini menyimpulkan adanya dua pandangan besar dalam periwayatan hadis. Pertama menganggap bahwa sahabat mempunyai kualitas pribadi yang sangat mumpuni yang tidak bisa diragukan dengan apapun. Sedangkan yang kedua, adanya klasifikasi serta klarisifikasi tingkat kualitas pribadi sahabat yang dipengaruhi oleh banyak faktor. Kualitas hadis yang diriwayatkan oleh para sahabat bukan hanya beracuan pada kualitas pribadi (‘adil) saja, namun kapasitas pribadi (dhabith) seorang perawi menjadi sesuatu yang sangat urgen demi implementasi sebuah ajaran yang benar dan bertanggung jawab.