cover
Contact Name
Siful Arifin
Contact Email
saifuleman@gmail.com
Phone
+6282333101186
Journal Mail Official
jurnalkariman@gmail.com
Editorial Address
Kompleks PP Al-Karimiyyah Beraji Gapura Sumenep
Location
Kab. sumenep,
Jawa timur
INDONESIA
Kariman: Jurnal Pendidikan Keislaman
ISSN : 2303338X     EISSN : 25498487     DOI : https://doi.org/10.52185/kariman
Core Subject : Religion, Education,
Focus and Scope The journal focuses its scope on the issues of Education and Islamic Studies. We invite scientists, scholars, researchers, as well as professionals in the field of Islamic Education to publish their researches in our Journal. The journal publishes high quality empirical and theoretical research covering all aspects of Education and Islamic Studies. Education: Islamic Education, Philosophy of Education, Education Policy, Gender and Education, Comparison of Education, Education and Science, Nusantara Education, Pesantren Education, Education and Social Transformation, Leadership of Education, Figure of Education, Education Management, Curriculum of Education, Innovation of Education, Madrasah Education Islamic Studies: Covering all aspects of Islam and the Islamic world in the fields of philosophy, history, religion, political science, international relations, psychology, sociology, anthropology, economics, the environment.
Articles 222 Documents
PEMAKAIAN BAHASA MADURA DI KALANGAN PEMUDA MADURA YANG MERANTAU DI JAKARTA Wildan Alfaizi
Kariman: Jurnal Pendidikan dan Keislaman Vol. 5 No. 2 (2017): Pendidikan dan Keislaman
Publisher : Institut Kariman Wirayudha Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (331.671 KB) | DOI: 10.52185/kariman.v5i2.21

Abstract

Bahasa Madura adalah bahasa yang secara aktif dipakai oleh penuturnya. Baik dalam lingkup keluarga maupun dalam lingkungan sosial masyarakat. Namun dengan perkembangan jaman dan derasnya arus globalisasi banyak bahasa-bahasa nasional dan local (bahasa daerah) yang sudah mengalami peregeseran bahkan kematian. Maka disini di perlukan peran para pemuda. karena pada merekalah bahasa local dalam konteks ini bahasa madura dibebankan untuk dipertahankan. Jika ingin melihat masa depan Madura, maka lihatlah bagaimanan pemudanya menggunakan bahasa daerahnya. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa Dalam pergaulan, pemuda madura yang merantau ke Jakarta mempunyai kecenderungan untuk memakai bahasa madura disesuaikan dengan konteks mitra tuturnya. Misalnya, pemuda Madura berkomunikasi dengan mitra tutur yang juga berasal dari Madura maka mereka cenderung menggunakan bahasa Madura sebagai bahasa tutur. Atau misalnya berada dilingkungan komunitasi orang Madura yang merantau di ibu kota, maka dengan sendirinya bahasa Madura yang tak lain bahasa ibu akan tetap dijadikan sebagai bahasa pertama, kemudian bahasa Indonesia sebagai bahasa kedua. Akan tetapi ada sebagian kecil pemuda Madura yang enggan menggunakan bahasa Madura sebagai bahasa tuturnya walaupun yang bersangkutan berkomunikasi dengan penutur bahasa Madura juga. Akan tetapi secara umum dalam keseharian Pemuda madura yang berkomunikasi dengan menggunakan bahasa Madura karena lingkungannya bersama orang-orang madura, maka mereka akan menggunakan bahasa madura sebagai bahasa pengantar sehari-hari.
THARIQ DALALAH AL-NASH MENURUT ABD AL-WAHHAB KHALLAF Akhmad Farid Mawardi Sufyan
Kariman: Jurnal Pendidikan dan Keislaman Vol. 5 No. 2 (2017): Pendidikan dan Keislaman
Publisher : Institut Kariman Wirayudha Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (717.541 KB) | DOI: 10.52185/kariman.v5i2.22

Abstract

Di antara sekian banyak perbedaan yang mengemuka adalah perbedaan dalam kesimpulan hukum Islam. Terutama halnya dalam masa>il furu>iyah (masalah yang tidak prinsip) sebagaimana yang direkam jelas oleh khazanah klasik keislaman dalam karya kepustakaan ulama-ulama terdahulu. Bahkan seiring perkembangan zaman dengan perubahan pola hidup masyarakat dan kemajuan tekhnologi, perbedaan-perbedaan tersebut menjadi semakin nyata. Sebab bagaimanapun, rumusan fiqh para mujtahid (beserta para pengikutnya) yang dikonstruksi ratusan tahun yang lalu tentu tidak memadai untuk menjawab semua persoalan. Thariq Dalalah Al-Nash menurut Abd al-Wahhab Khallaf adalah Iba>rah al-Nash, Isya>rah al-Nash, Dala>lah al-Nash dan Iqtidla> al-Nash
EFEKTIVITAS PELATIHAN MINDFULNESS UNTUK MENINGKATKAN PSYCHOLOGICAL WELL-BEING IBU BEKERJA YANG MENGALAMI WORK-FAMILY CONFLICT Ruth Natalia Susanti
Kariman: Jurnal Pendidikan dan Keislaman Vol. 5 No. 2 (2017): Pendidikan dan Keislaman
Publisher : Institut Kariman Wirayudha Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (225.11 KB) | DOI: 10.52185/kariman.v5i2.23

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui efektivitas pelatihan mindfulness untuk meningkatkan psychological well-being ibu bekerja yang mengalami work-family conflict. Hipotesis dalam penelitian ini adalah pelatihan mindfulness efektif dalam meningkatkan psychological well-being ibu bekerja yang mengalami work-family conflict. Ibu bekerja mengalami work-family conflict dalam penelitian ini adalah wanita yang bertanggung jawab sebagai istri dan ibu, sekaligus bekerja di luar rumah yang mengalami ketidakseimbangan antara pekerjaan dan keluarga. Subjek penelitian ini adalah empat orang ibu bekerja dengan skor tinggi work-family conflict dan skor rendah psychological well-being yang mengikuti pelatihan mindfulness. Data penelitian didapatkan dari skala work-family conflict dan skala psychological well-being. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif desain ekperimen one group pretest posttest design. Hasil analisis data dengan Wilcoxon Signed-Rank Test, didapatkan nilai z sebesar -2.000 dengan p = 0.046 (p<0.005) yang berarti ada pengaruh signifikan pelatihan mindfulness dalam meningkatkan psychological well-being ibu bekerja yang mengalami work-family conflict.Hal ini berarti dengan pelatihan mindfulness yang bertujuan meningkatkan kesadaran atau mindful, dengan memberi perhatian terhadap pengalaman saat ini secara disengaja, tanpa penilaian agar mampu merespon dengan penerimaan, membuat ibu bekerja yang mengalami ketidak seimbangan peran antara keluarga dan pekerjaan, dapat meningkatkan psychological well-beingnya, yang ditandai dengan meningkatkan penerimaan diri, lebih mampu membina hubungan positif dengan orang lain, lebih memiliki kemandirian, dapat lebih efektif mengatur lingkungannya, memiliki tujuan hidup yang lebih jelas, serta terus mengembangkan dirinya.
POLITIK PENERAPAN HUKUM ISLAM DI INDONESIA Jamiliya Susantin
Kariman: Jurnal Pendidikan dan Keislaman Vol. 5 No. 2 (2017): Pendidikan dan Keislaman
Publisher : Institut Kariman Wirayudha Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (325.633 KB) | DOI: 10.52185/kariman.v5i2.24

Abstract

Negara Indonesia merupakan salah satu negara yang pembentukan hukum nasionalnya diwarnai oleh hukum agama Islam sehingga menciptakan cabang hukum yang bercorak religius. Politik hukum setidaknya mencakup tiga hal: pertama, kebijakan negara yang akan diberlakukan atau tidak diberlakukan dalam rangka mencapai tujuan negara; kedua, latar belakang politik, ekonomi, sosial budaya (poleksosbud) atas lahirnya politik hukum; ketiga, penegakan hukum di dalam kenyataan lapangan. Oleh sebab itu penerapan suatu hukum sejak pembentukannya sangat dipengaruhi oleh habitat dimana hukum itu berada.
KEPUASAN KERJA DENGAN EMPLOYEE ENGAGEMENT PADA KARAYAWAN PT.TRIPLAST AGUNG SEJAHTERA Tatik Mariyana
Kariman: Jurnal Pendidikan dan Keislaman Vol. 5 No. 2 (2017): Pendidikan dan Keislaman
Publisher : Institut Kariman Wirayudha Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (217.371 KB) | DOI: 10.52185/kariman.v5i2.25

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk dapat mengetahui apakah ada hubungan antara komunikasi internal dan kepuasan kerja dengan employee engagement pada karyawan PT.Triplast Agung Sejahtera. Subyek penelitian ini adalah karyawan produksi berjumlah 40 orang. Analisis data menggunakan analisis regresi ganda dengan menggunakan SPSS 16 di peroleh F = 7,562; P = 0,002 < 0,05, berarti ada hubungan yang signifikan antara komunikasi internal dan kepuasan kerja dengan employee engagement. Jadi hipotesis yang diajukan terbukti, sementara RSquare sebesar 0,290. Hal ini bermakna bahwa variable komunikasi internal dan kepuasan kerja member sumbangan sebesar 29% terhadap perubahan variable employee engagement. Artinya masih terdapat 71% variable lain yang tidak terukur dalam penelitian ini yang dapat memberikan pengaruh perubahan variable employee engagement.
FILOLOGI DALAM PEMBELAJARAN BAHASA ARAB Anwar Rudi
Kariman: Jurnal Pendidikan dan Keislaman Vol. 5 No. 2 (2017): Pendidikan dan Keislaman
Publisher : Institut Kariman Wirayudha Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (628.017 KB) | DOI: 10.52185/kariman.v5i2.26

Abstract

Teks/ naskah klasik yang dalam istilah pesantren disebut kitab kuning, manuskrip, kutub at turath, makhtutot, merupakan khazanah intelektual muslim yang tak ternilai harganya dan dirasa perlu dijaga kelestariannya agar tidak hilang ditelan zaman meski sudah banyak lembaga pendidikan Islam yang telah beralih atau menggantinya dengan karya-karya ulama kontemporer. Diantara cara melestarikannya adalah dengan tetap mengkaji ulang dan meneliti teks tersebut meskipun bukan teks aslinya. Dengan cara ini maka akan diketahui biografi pengarang, sejarah, adat istiadat dan budayanya. Filologi merupakan bidang studi kebahasaan yang terfokus dan beraspek pada kajian naskah/ teks lama. Dapat disimpulkan pula bahwa filolog (ahli filologi) adalah ahli bahasa. Para filolog pertama disebut juga kaum gramatici dari Alexandria. Dalam pengertian demikian, kegiatan utama filologi ditujukan kepada bahasa. Filologi sendiri dipandang sebagai pengetahuan tentang bahasa. Meski secara umur tergolong ketinggalan zaman, namun teks/ naskah klasik kontribusinya sangat besar bagi yang tekun mempelajarinya, bahkan bisa dikatakan masih sangat relevan di zaman seperti sekarang ini. Dengan filologi; (i) pengetahuan tentang studi bahasa bisa meningkat. (ii) bisa mengungkap nilai-nilai budaya lama sebagai alternatif pengembangan kebudayaan modern. (iii) budaya dan warisan leluhur senantiasa tetap lestari dan tidak tergerus modernisasi.
STRATEGI PERGURUAN TINGGI ISLAM DI LINGKUNGAN PONDOK PESANTREN MENGHADAPI TANTANGAN ERA GLOBAL Hafid Hafid
Kariman: Jurnal Pendidikan dan Keislaman Vol. 2 No. 1 (2014): Pendidikan dan Keislaman
Publisher : Institut Kariman Wirayudha Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (166.225 KB) | DOI: 10.52185/kariman.v2i1.27

Abstract

Pondok pesantren sebagai lembaga pendidikan yang berbasis pedesaan dalam era global tetap eksis menjalankan tugas pokok dan fungsinya. Akan tetapi pondok pesantren membuka diri dengan sistem pendidikan klasikal modern sudah mulai menghadapi problema-problema. Termasuk perkembangan yang terakhir dengan pendirian perguruan tinggi Islam. Satu sisi menguntungkan pada pondok pesantren dengan dinamika itu, dan sisi yang lain membutuhkan strategi kongkrit agar pondok pesantren tidak kehilangan jati dirinya. Keberadaan kedua lembaga yakni pondok pesantren dan perguruan tinggi Islam memiliki perbedaan mendasar tetapi saat ini sudah mulai saling berdekatan dan saling membutuhkan. Perguruan tinggi Islam memiliki keunggulan rasionalitas dan pondok pesantren menekankan pada aspek spiritual dan lemah secara intelektual. Sinergi keduanya akan membentuk sebagai fenomena pascamodern.
PERUBAHAN DALAM DUNIA PONDOK PESANTREN Sahnawi Sahnawi
Kariman: Jurnal Pendidikan dan Keislaman Vol. 2 No. 1 (2014): Pendidikan dan Keislaman
Publisher : Institut Kariman Wirayudha Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (143.118 KB) | DOI: 10.52185/kariman.v2i1.28

Abstract

Pondok Pesantren merupakan lembaga pendidikan yang telah banyak memberikan sumbangan bagi lahirnya generasi pembangunan dalam segala bidang. Hal itu dapat dibuktikan dengan peran dan kiprah para alumninya ditengah-tengah kehidupan berbangsa, bernegara dan bermasyarakat. Persoalan-persoalan kemasyarakan, keagamaan dan kebangsaan tidak hanya direspon dengan konsep, melainkan juga telah mampu dicarikan solusi alternative terbaik sebagai landasan operasionalnya. Tak heran jika alumni Pondok Pesantren dapat hidup di berbagai aspek kehidupan sesuai dengan tuntutan kebutuhan zaman. Keahlian, keterampilan dan kelihaian ini dicapai melalui proses belajar mandiri selama berada di Pondok Pesantren. Dengan hanya berbekal patuh dan tawadlu’ kepada Kyai, dikerjakannya seluruh tugas yang dibebankan walaupun berada diluar nalar dan keahliannya. Sudah pasti hal-hal seperti terurai di atas itu hanya akan berjalan dilingkungan pondok pesantren dengan system manajemen baik pula. Akan tetapi perkembangan zaman telah menggeser peran dan fungsinya kea rah yang lebih ‘pragmatis’ dengan ‘idealisme sempit’.
MODEL PEMBELAJARAN CIRLC UNTUK PEMBELAJARAN KMQT-TPJ Miftahol Arifin
Kariman: Jurnal Pendidikan dan Keislaman Vol. 2 No. 1 (2014): Pendidikan dan Keislaman
Publisher : Institut Kariman Wirayudha Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (149.199 KB) | DOI: 10.52185/kariman.v2i1.29

Abstract

Optimalisasi pembentukan insan al-Kamil salah satunya dapat dilakukan dengan cara membentuk kepribadian peserta didik yang islami. Pembentukan tersebut dapat dilakukan dengan cara membiasakan membaca Al-Qur’an, memahami artinya, dan mentadabburi maksudnya mulai sejak dini . Pembiasaan ini tidak cukup dilakukan dengan program ekstrakurikuler maupun tugas mandiri akan tetapi harus dijadikan mata pelajaran muatan lokal sebagai komitmen pembentukan insan al-Kamil melalui pengambangan kurikulum muatan lokal. Mata pelajaran tersebut salah satunya disebut KMQT-TPJ (Khatam Membaca Al-Qur’an dan Terjemahannya-Tiga Puluh Juz). Permasalahannya bagaimana KMQT-TPJ itu dilakukan agar dapat dilaksanakan secara efektif sesuai dengan kalender pendidikan dan sebaran hari efektif belajar pada setiap semester. Guru sebagai pelaksana dan pengembang kurikulum harus mampu menentukan strategi dan model pembelajaran yang inovatif. Salah satu strategi belajar yang sesuai dengan KMQT-TPJ adalah Model Pembelajaran CIRLC (Cooperative Integrated Reading, Listening and Composition). CIRLC adalah model pembelajaran CIRC (Cooperative Integrated Reading and Composition) yang dimodifikasi. Menurut Slavin, CIRC adalah sebuah program yang komprehensif untuk mengajar pelajaran membaca, menulis, dan seni berbahasa.
PEMIKIRAN CENDEKIAWAN MUSLIM TERHADAP PEMIKIRAN ISLAM MODERN Hosnan Hosnan
Kariman: Jurnal Pendidikan dan Keislaman Vol. 2 No. 1 (2014): Pendidikan dan Keislaman
Publisher : Institut Kariman Wirayudha Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (150.733 KB) | DOI: 10.52185/kariman.v2i1.30

Abstract

Abstraksi: Manusia dengan akalnya adalah penentu dalam perkembangan kehidupan setelah adanya patokan-patokan Nash. Tetapi patokan ini terutama yang diberikan Al-Quran masih bersifat global, hal ini bertujuan untuk memberikan kekuasaan bagi manusia menyesuaikan dengan realitas keadaan dan zaman yang terus berubah. Keteladanan ulama-ulama terdahulu seperti imam Abu Hanifah, Ahmad bin Hambal, Malik bin Anas, Muhammad Al-Syafi’ie, Al-Makmun, Abu Yusuf Al-Kindi, Abu Nasr Muhammad Al-Farabi, Abu Ali Husein Ibnu Sina, Al-Ghazali dan lainnya, mencerminkan pemikiran yang senantiasa membumi berdasarkan pemikiran yang berpijak kepada Al-Quran, Al-Hadits, dan konsensus para sahabat pilihan yang kemudian berkembang pesat sehingga melahirkan pemikiran yang bercorak Bayani, Irfani, dan pemikiran Burhani, yang merupakan kunci keberhasilan dan kecemerlangan pemikiran dan peradaban Islam pada zamannya. Sebagaimana pernah dicontohkan pada masa Golden Age of Science In Islam antara tahun 650 M sampai tahun 1300M. Tonggak dan kunci dari maraknya pemikiran dan peradaban Islam adalah tradisi kebebasan berfikir dan independensi ulama dari ranah politik. Ulama menurut Ibnu Khaldun adalah sosok yang mampu melakukan analisis dan menangkap makna-makna yang tersirat, baik dalam ranah social maupun teks keagamaan. Dalam sejarah peradaban dan pemikiran Islam telah membuktikan lahirnya peradaban yang sangat Adiluhung dan membawa pencerahan yang dapat dirasakan masyarakat di seantero dunia, buah dari itu semua, pemikiran islam telah menjadi gerbang pencerahan bagi Eropa dan Barat serta melahirkan ulama-ulama, para cendekiawan modern seperti, Jamaluddin Al-Afgani, Moh. Abduh, Rasyid Ridho, Abul A’la Al-Maududi, Sayyid Quthb, Hasyim Asy’ari, Ahmad Dahlan, Moh. Iqbal, Thaha Husain dan lainnya.

Page 3 of 23 | Total Record : 222