cover
Contact Name
Siful Arifin
Contact Email
saifuleman@gmail.com
Phone
+6282333101186
Journal Mail Official
jurnalkariman@gmail.com
Editorial Address
Kompleks PP Al-Karimiyyah Beraji Gapura Sumenep
Location
Kab. sumenep,
Jawa timur
INDONESIA
Kariman: Jurnal Pendidikan Keislaman
ISSN : 2303338X     EISSN : 25498487     DOI : https://doi.org/10.52185/kariman
Core Subject : Religion, Education,
Focus and Scope The journal focuses its scope on the issues of Education and Islamic Studies. We invite scientists, scholars, researchers, as well as professionals in the field of Islamic Education to publish their researches in our Journal. The journal publishes high quality empirical and theoretical research covering all aspects of Education and Islamic Studies. Education: Islamic Education, Philosophy of Education, Education Policy, Gender and Education, Comparison of Education, Education and Science, Nusantara Education, Pesantren Education, Education and Social Transformation, Leadership of Education, Figure of Education, Education Management, Curriculum of Education, Innovation of Education, Madrasah Education Islamic Studies: Covering all aspects of Islam and the Islamic world in the fields of philosophy, history, religion, political science, international relations, psychology, sociology, anthropology, economics, the environment.
Articles 222 Documents
PERAN DAN TANGGUNG JAWAB GURU DALAM MEMBENTUK ETIKA, MORAL DAN AKHLAK SISWA SEBAGAI BAGIAN DARI ANGGOTA MASYARAKAT Samsuni Samsuni
Kariman: Jurnal Pendidikan dan Keislaman Vol. 2 No. 1 (2014): Pendidikan dan Keislaman
Publisher : Institut Kariman Wirayudha Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (135.122 KB) | DOI: 10.52185/kariman.v2i1.31

Abstract

Merebaknya isu-isu moral di kalangan remaja seperti penggunaan narkoba, tawuran pelajar, pornografi, perkosaan, merusak milik orang, merampas, menipu, mencari bocoran soal ujian, perjudian, pelacuran, pembunuhan, dan lain-lain sudah menjadi masalah sosial yang sampai saat ini belum dapat diatasi secara tuntas. Akibat yang ditimbulkan cukup serius dan tidak dapat lagi dianggap sebagai suatu persoalan sederhana, karena sudah menjurus kepada tindak kriminal. Kondisi ini sangat memprihatinkan masyarakat khususnya para orang tua dan para guru (pendidik), sebab pelaku-pelaku beserta korbannya adalah kaum remaja, terutama para pelajar dan mahasiswa.
MODEL PEMBELAJARAN TUNTAS (MASTERY LEARNING) DALAM PENCAPAIAN STANDAR KOMPETENSI SISWA PADA PEMBELAJARAN AL-QUR’AN HADIS DI MADRASAH ALIYAH SE KABUPATEN SUMENEP Ainul Yaqin
Kariman: Jurnal Pendidikan dan Keislaman Vol. 2 No. 1 (2014): Pendidikan dan Keislaman
Publisher : Institut Kariman Wirayudha Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (167.503 KB) | DOI: 10.52185/kariman.v2i1.32

Abstract

Perubahan kurikulum dari berbasis isi (content-based curriculum) menjadi kurikulum berbasis kompetensi (competency-based curriculum) mengakibatkan perubahan paradigma dalam proses pembelajaran yaitu apa yang harus diajarkan (isi) menjadi apa yang harus dikuasai siswa (kompetensi). Indikator keberhasilan pembaharuan kurikulum itu ditunjukkan dengan adanya perubahan pola kegiatan dan pendekatan pembelajaran, termasuk pembelajaran Al-Qur’an Hadis. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan model pembelajaran tuntas (mastery learning) dalam pembelajaran Al-Qur’an Hadis (baik perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, hasil belajar dan tindak lanjut) di Madrasah Aliyah se Kabupaten Sumenep. Pendekatan yang digunakan deskriptif kualitatif dan pengumpulan datanya menggunakan metode observasi, wawancara, dokumentasi dan triangulasi. Analisis data yang digunakan adalah deskriptif analitis dan interpretatif, dengan model analisis interaktif mengacu kepada model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beberapa Madrasah Aliyah di Kabupaten Sumenep selama ini telah mengimplementasikan model pembelajaran tuntas (mastery learning) sebagai upaya pencapaian SK dalam pembelajaran (Al-Qur’an Hadis), terutama semenjak diberlakukannya KBK tahun 2004 dan KTSP tahun 2006, namun pelaksanaannya belum maksimal dan perlu peningkatan lebih lanjut. Secara implementatif, strategi model pembelajaran tuntas (mastery learning) sangat memperhatikan perbedaan individu (individual difference), ditandai dengan adanya program tindak lanjut berupa program perbaikan (remedial), pengayaan (enrichment), dan percepatan (acceleration). Menjadi suatu keniscayaan (necessary being) untuk dilakukan agar siswa mencapai SK secara tuntas.
FUNGSI KEMASYARAKATAN BAHASA DALAM PERSPEKTIF KAJIAN SOSIOLOGI-LINGUISTIK Wildan Alfaizi
Kariman: Jurnal Pendidikan dan Keislaman Vol. 2 No. 1 (2014): Pendidikan dan Keislaman
Publisher : Institut Kariman Wirayudha Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (133.114 KB) | DOI: 10.52185/kariman.v2i1.33

Abstract

Bahasa adalah alat yang sistematis untuk menyampaikan gagasan, ide atau perasaan dengan memakai tanda, simbol, bunyi atau gesture yang berkaitan dengan mimik yang disepakati dan mengandung makna yang dapat dipahami. Sehingga dengan hal itu bahasa dapat dikatakan bersifat arbitrer. Dalam kajian sosiologi Linguistik, bahasa tidak didekati sebagaimana dalam kajian linguistik teoretis, melainkan di dekati sebagai sarana interaksi dan alat komunikasi di dalam lingkungan masyaraka, baik Interaksi sosial dalam masyarakat satu bahasa, dwibahasa maupun multibahasa. dengan tersedianya beberapa bahasa atau ragam bahasa menuntut tiap-tiap penutur mampu memilih secara tepat bahasa atau ragam bahasa yang sesuai dengan situasi lingkungan masyarakat. Oleh karena itu, Tulisan ini mencoba untuk membahas tentang Fungsi Kemasyarakatan Bahasa dalam perspektif Kajian Sosiologi-Linguistik. pokok pembahasan dari tulisan ini adalah menjawab lima permasalahan yang berkaitan dengan fungsi kemasyarakatan bahasa yaitu Masyarakat Bahasa, Bahasa Kemasyarakatan, Hubungan bahasa dan masyarakat, Faktor-faktor yang mempengaruhi pemakaian bahasa pada masyarakat, Bahasa dan tingkatan sosial masyarakat serta Fungsi Kemasyarakatan bahasa. Dengan tulisan ini di harapkan dapat menjadi sumber inspirasi dalam mengkaji Bahasa dan ilmu Linguistik. Khususnya dalam kajian Sosiologi-Linguistik atau Sosiolingustik.
IMPLEMENTASI KEARIFAN LOKAL DALAM SEKOLAH BERTARAF INTERNASIONAL Shidqiyah Shidqiyah
Kariman: Jurnal Pendidikan dan Keislaman Vol. 2 No. 1 (2014): Pendidikan dan Keislaman
Publisher : Institut Kariman Wirayudha Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (193.111 KB) | DOI: 10.52185/kariman.v2i1.34

Abstract

Amanat UUD Negara Republik Indonesia 1945 menyatakan bahwa sistem pendidikan nasional harus menjamin pemerataan kesempatan pendidikan, peningkatan mutu serta relevansi dan efisiensi manajemen untuk menghadapi tantangan sesuai dengan tuntutan perubahan kehidupan local, nasional, dan global sehingga perlu dilakukan pembaruan pendidikan secara terarah, terencana, dan kesinambungan. Dalam konteks perubahan kehidupan yang semakin mengglobal saat ini, Negara dihadapakan pada persaingan dan tantangan yang semakin berat. Tidak hanya tantangan yang bersifat local saja, tetapi juga persaingan dengan Negara-negara lainnya yang lebih maju. Karenanya, dengan dasar amanat UUD 1945 diatas, Negara mewujudkan pendidikan Bertaraf Internasional sebagaimana tertuang UU No. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Sekolah Bertaraf Internasional adalah sekolah yang sudah memenuhi Standar Nasional Pendidikan (SNP) yang kemudian diperkaya dengan keunggulan mutu (kurikulum) tertentu yang diimpor dari Negara anggota OECD dengan tujuan peninggkatan kualitas pendidikan serta meningkatkan daya saing. Namun, dalam pelakasanaanya Sekolah Bertaraf Internasional menimbulkan pro-kontra dikalangan masyarakat. Adanya Sekolah Bertaraf Internasional ini ditenggarai akan menimbulkan diskriminasi, kastanisai, dan komersialisasi pendidikan. Yang paling mengkhawatirkan adalah dengan adanya penambahan kurikulum dan mind set akan persaingan Internasional sebagai focus pendidikan akan menyebabkan terkikisnya karakter dan kearifan lokal (local wisdom) pada diri siswa peserta didik. Kearifan lokal adalah kekayaan sekaligus kekuatan yang luar biasa yang dimiliki oleh bangsa ini untuk bersaing dengan Negara lain, sehingga keberadaanya haruslah ditularkan, dilestarikan, diinternalisasikan dalam setiap jiwa bangsa ini. Karenanya, didalam sistem Sekolah Bertaraf Internasioal harus diterapkan dan ditekankan kurikulum yang ideal, sinergi dengan kearifan local, selain juga yang berkualitas Internasional.
INCREASING STUDENTS’ SPEAKING ABILITY AND ACTIVE PARTICIPATION IN THE CLASSROOM THROUGH THINK-PAIR-SQUARE STRATEGY Zainollah Zainollah
Kariman: Jurnal Pendidikan dan Keislaman Vol. 2 No. 1 (2014): Pendidikan dan Keislaman
Publisher : Institut Kariman Wirayudha Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (156.98 KB) | DOI: 10.52185/kariman.v2i1.35

Abstract

This study is categorized as classroom action research (CAR). This study proposed Think-Pair-Square as strategy in English language teaching and learning of speaking at the second grade of MTs Mambaul Ulum Bata-Bata Palengaan Pamekasan. This strategy is aimed at solving the students’ problems on speaking ability and active participation in the classroom. Based on the preliminary study, the students’ problems in speaking skill grouped into several problems: (1) lack of vocabularies (2) lack of ideas to speak (3) afraid to speak (4) lack of self-confidence. Therefore, the criteria of success were directed to the mentioned problems. The result of the research showed that by implementing Think-Pair-Square strategy in English language teaching and learning of speaking skill in the classroom, the students speaking ability is increased and students’ active participation during the speaking activities in the classroom is very highly positive and increased.
في الحلقة الأولى من التعليم الأساس تكنولوجيا تعلّم اللغة العربية Taufiqurrahman Taufiqurrahman
Kariman: Jurnal Pendidikan dan Keislaman Vol. 2 No. 1 (2014): Pendidikan dan Keislaman
Publisher : Institut Kariman Wirayudha Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (244.738 KB) | DOI: 10.52185/kariman.v2i1.36

Abstract

وردت آراء كثيرة لعلماء عرب وغربيين في تفسير أصل اللغات واختلفوا في ذلك، أما العلماء الغربيون فقالوا: إنها هبة الله إلى أهل الأرض ميّز بها الإنسان من سائر المخلوقات, أي إنّها من أصل إلهي، ومن قائل: إنها من صنع الإنسان واختراعاته، وقد أخذ بالرأي الأول الفيلسوف الفرنسي روسو، حين اعترف في رسالته التي ظهرت سنة (1750م ـ 1164هـ) بالأصل الإلهي حيث قال: "لقد تكلّم آدم وتكلّم جيداً، والذي علّمه الكلام هو الله نفسه" (3 بشرـ قضايا لغوية 116)، أما الفريق الثاني فقد تبناه العالم هيدر، الذي استدلّ على بطلان نظرية الأصل الإلهي، بما يوجد في اللغة الإنسانية من عيوب اللغة وبين مصدرها الإلهي، ثم جاء علماء فقه اللغة المحدثون فقالوا: "إن الإنسان لا يفكّر حتى فيما بينه وبين نفسه، إلا في أثواب من اللغة" (مجلة الأمة ربيع الأول 1402 مقال د.عبد العظيم ديب).
SUSUNAN REDAKSI DAN DAFTAR ISI admin admin
Kariman: Jurnal Pendidikan dan Keislaman Vol. 6 No. 1 (2018): Pendidikan dan Keislaman
Publisher : Institut Kariman Wirayudha Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (231.993 KB) | DOI: 10.52185/kariman.v6i1.37

Abstract

Susunan Redaksi dan Daftar isi
ETIKA ISLAM: Sebuah Kajian Sintesis Multidisipliner Nur Rahmad Yahya Wijaya
Kariman: Jurnal Pendidikan dan Keislaman Vol. 6 No. 1 (2018): Pendidikan dan Keislaman
Publisher : Institut Kariman Wirayudha Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (410.33 KB) | DOI: 10.52185/kariman.v6i1.38

Abstract

Tulisan ini merupakan penelusuran terhadap ukuran etis bagi perbuatan moral yang dicari lewat berbagai kajian, baik dari Barat, maupun dari Islam sendiri. Pertanyaannya adalah apa ukuran yang paling tepat bagi perbuatan moral? Dan, apakah penjelasannya dapat ditelusuri hanya melalui akal saja, ataukah juga memerlukan penjelasan dari wahyu? Kajian Etika Islam ini bukan hanya menguraikan perdebatan di dalam wacana Filsafat Barat, tetapi juga Filsafat Islam; bukan hanya di dalam Etika Barat, tetapi juga di dalam bidang Etika Islam klasik yang termuat di dalam perdebatan teologis Ilm al-Kalam dan Filsafat Islam Abad Pertengahan. Selanjutnya, kaidah kedaruratan Usul al-Fiqh dan Etika Teleologis dapat memberikan penjelasan bagaimana kasus-kasus pelik dan dilematis di dalam realitas pengalaman empiris dapat diselesaikan. Kajian Etika Islam ini disebut multidisipliner karena menggunakan berbagai pendekatan melalui berbagai disiplin keilmuan, dan disebut sintesis karena mengambil ide-ide terbaik yang ditawarkan di dalam pemikiran-pemikiran etika yang dibahas di dalam tulisan ini, dan menggabungkannya menjadi suatu kesatuan yang utuh dan padu.
REVITALISASI KELUARGA SEBAGAI LINGKUNGAN PENDIDIKAN Siful Arifin
Kariman: Jurnal Pendidikan dan Keislaman Vol. 5 No. 1 (2017): Pendidikan dan Keislaman
Publisher : Institut Kariman Wirayudha Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (527.796 KB) | DOI: 10.52185/kariman.v5i1.40

Abstract

Salah satu faktor terwujudnya pendidikan yang baik dan berkualitas adalah tersedianya lingkungan pendidikan yang kondusif dan edukatif. Dalam ilmu pendidikan, ada tiga lingkungan pendidikan yang menjadi pusat pendidikan bagi anak didik yakni, lingkungan keluarga, sekolah dan masyarakat. Dari tiga lingkungan pendidikan tersebut, lingkungan keluarga merupakan salah satu lingkungan pendidikan yang masih perlu perbaikan dan perlu dilakukan optimalisasi dan revitalisasi terhadap eksistensi, peran dan fungsi keluarga dalam upaya membentuk pendidikan yang berkualitas. Dalam paper ini, akan diuraikan upaya dan usaha revitalisasi yang dimaksud. Setelah melakukan pengamatan dan analisis, minimal ada 3 upaya revitalisasi yang bisa dilakukan dalam upaya mengembalikan fungsi keluarga sebagai lingkungan pendidikan yakni salah satu diantaranya adalah: Re-vitalisasi peran dan fungsi orang tua, re-vitalisasi suasana dan lingkungan keluarga, serta re-vitalisasi hubungan antara keluarga, sekolah dan masyarakat.
PEMIKIRAN PENDIDIKAN AHMAD HASSAN Amiruddin Amiruddin
Kariman: Jurnal Pendidikan dan Keislaman Vol. 5 No. 1 (2017): Pendidikan dan Keislaman
Publisher : Institut Kariman Wirayudha Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (286.311 KB) | DOI: 10.52185/kariman.v5i1.41

Abstract

Tokoh Persis yang berperan besar dalam pengajaran dan dakwah adalah Ahmad Hassan. Ahmad Hassan adalah ilmuwan Persis, seorang mujtahid dan sosok ulama yang mandiri dan serba bisa. Sejak tahun 1924, Pemikiran pendidikan Ahmad Hassan bisa dilihat dalam membuat rumusan tujuan pendidikan, rumusan tentang guru dan murid serta metode pelaksanaan dan evaluasi pendidikan. Menurut Pemikiran Hassan, pendidikan harus mampu melahirkan siswa yang pandai berdakwa dan berakhlak mulia sebagaimana telah diajarkan dalam al-Qur’an dan hadis. Sedangkan Untuk menjadi guru, seseorang harus mempunyai keilmuan yang berkualitas dan telah mengamalkan ilmu-ilmu yang akan diajarkan kepada siswa serta tidak mengahrapkan gaji. Untuk menjadi peserta terdapat syarat yang harus dipenuhi; mau beribadah hanya kepada Allah dan mau berdakwah setelah lulus pendidikan. Metode pengajaran yang diterapkan adalah diskusi, Tanya jawab, ceramah, dan debat. Sedangkan evaluasi berbentuk lisan dan tulisan.

Page 4 of 23 | Total Record : 222