cover
Contact Name
Azis
Contact Email
azis.nasam@gmail.com
Phone
+6285241915730
Journal Mail Official
jurnalkanturunawolio@gmail.com
Editorial Address
Jl. Yos Sudarso No.43, Wale, Kec. Wolio, Kota Bau-Bau, Sulawesi Tenggara 93711
Location
Kota bau bau,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
Administratio Jurnal Ilmiah Ilmu Administrasi Negara
ISSN : 2302254X     EISSN : 29634628     DOI : https://doi.org/10.55340/administratio
Administratio Jurnal Ilmiah Ilmu Administrasi Negara merupakan jurnal yang dikelola oleh Program Studi Ilmu Administrasi Negara, Program Pascasarjana, Universitas Dayanu Ikhsanuddin Baubau. Jurnal ini sebagai wahana informasi ilmiah bidang ilmu administrasi dan kebijakan publik baik di level nasional maupun regional. Lembaga Jurnal Administratio Jurnal Ilmiah Ilmu Administrasi Negara terbit tiga nomor dalam satu tahun (April, Agustus, dan Desember).
Articles 74 Documents
Upaya Pemerintah dalam Pengembangan Pariwisata di Kota Baubau La Ode Syaiful Islamy Hisanuddin; Wa Ode Arsyiah; Laode Muhammad Arsal; Zulfan Jamal Akbar
Administratio Jurnal Ilmiah Ilmu Administrasi Negara Volume 13, Nomor 3, Desember 2024
Publisher : Program Studi Ilmu Administrasi Negara, Program Pascasarjana, Universitas Dayanu Ikhsanuddin, Baubau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55340/administratio.v13i3.1743

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskrisikan Upaya Pemerintah Dalam Pengembangan Pariwisata Di Kota Baubau. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah pengamatan, wawancara dan dokumentasi. Analisis data yaitu menggunakan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukan Upaya Pemerintah Dalam Pengembangan Pariwisata Di Kota Baubau yaitu 1) melakukan perencanaan, pariwisata harus melihat potensi yang ada dalam pariwisata. Dalam melakukan perencanaan harus melibatkan semua unsur dari unsur pemerintah, swasta atau LSM maupun unsur masyarakat. Dinas pariwisata berencana membangun SDM Pariwisata dengan melakukan pelatihan-pelatihan dilingkup kampus bagi mahasiswa agar mengenal potensi-potensi pariwisata Kota Baubau 2) Penetapan regulasi yang ditetapkan oleh pemerintah melalui dinas pariwisata telah merancang “Dokumen Revisi Rencana Induk Pengembangan Pariwisata Daerah (RIPPARDA) Kota Baubau. 3) Sosialisasi terhadap pengembangan pariwisata kota Baubau sekaligus mengedukasi dengan mengadakan pelatihan Pariwisataan. 4) Pemasaran Objek Wisata cara yang dianggap mampu menarik perhatian wisatawan dengan melakukan promosikan melalui media sosial karena dijaman sekarang ini masyarakat atau wisatawan tidak terlepas dari media sosial.
Implementasi Kebijakan Elektronifikasi Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan (EBPHTB) pada Badan Pendapatan Daerah Kota Baubau Nurnaningsih Nurnaningsih
Administratio Jurnal Ilmiah Ilmu Administrasi Negara Volume 13, Nomor 3, Desember 2024
Publisher : Program Studi Ilmu Administrasi Negara, Program Pascasarjana, Universitas Dayanu Ikhsanuddin, Baubau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55340/administratio.v13i3.1744

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi kebijakan Elektronifikasi Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (EBPHTB) di Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Baubau. Kebijakan EBPHTB diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan transparansi dalam pengelolaan pendapatan daerah dari sektor hak atas tanah dan bangunan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif, dengan pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan analisis dokumen terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi kebijakan EBPHTB di Kota Baubau mengalami sejumlah tantangan, termasuk keterbatasan infrastruktur teknologi informasi, kurangnya pemahaman masyarakat tentang mekanisme elektronifikasi, serta perlunya peningkatan kapasitas sumber daya manusia di lingkungan Bapenda. Meskipun demikian, upaya untuk mengintegrasikan sistem elektronik dalam pengelolaan EBPHTB telah menunjukkan hasil positif, seperti peningkatan akurasi data dan kemudahan akses bagi masyarakat. Penelitian ini mengusulkan perlunya sosialisasi yang lebih intensif serta pengembangan infrastruktur yang mendukung agar kebijakan EBPHTB dapat diimplementasikan secara optimal dan memberikan dampak yang signifikan terhadap peningkatan pendapatan daerah.
Evaluasi Pengelolaan Dana Desa dalam Pembangunan Wisata di Desa Banabungi Kecamatan Pasarwajo Kabupaten Buton Rosanti Rosanti
Administratio Jurnal Ilmiah Ilmu Administrasi Negara Volume 15, Nomor 1, April 2026
Publisher : Program Studi Ilmu Administrasi Negara, Program Pascasarjana, Universitas Dayanu Ikhsanuddin, Baubau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55340/administratio.v15i1.2105

Abstract

Penelitian ini mengevaluasi manajemen Dana Desa yang dialokasikan untuk pengembangan fasilitas pariwisata di area Kumele Lakua, Desa Banabungi, sebagai upaya peningkatan ekonomi lokal. Menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan pejabat desa dan masyarakat, observasi lapangan, serta analisis dokumen perencanaan desa. Analisis data dilakukan dengan model interaktif, serta kerangka evaluasi yang mencakup kesesuaian (suitability), efektivitas (effectiveness), efisiensi (efficiency), dan keberlanjutan (sustainability). Temuan menunjukkan kesesuaian program yang tinggi berkat perencanaan partisipatif dan selaras dengan prioritas desa, serta efisiensi optimal pada implementasi fisik melalui pemanfaatan sumber daya lokal dan semangat gotong royong. Namun, efisiensi tata kelola terhambat oleh minimnya transparansi, dibuktikan dengan ketiadaan papan informasi publik anggaran Dana Desa. Dari sisi efektivitas, peningkatan ekonomi belum signifikan karena objek wisata belum memiliki sistem retribusi resmi yang berkontribusi optimal terhadap Pendapatan Asli Desa, serta utilisasi fasilitas oleh pelaku usaha lokal masih terbatas. Potensi keberlanjutan program cukup baik, didukung kegiatan pemeliharaan rutin dan partisipasi masyarakat tinggi, meskipun terancam oleh sengketa lahan. Studi menyimpulkan bahwa manajemen Dana Desa pada pengembangan pariwisata Banabungi umumnya baik dalam aspek fisik dan partisipatif, namun memiliki kelemahan serius pada akuntabilitas dan manfaat ekonomi. Direkomendasikan peningkatan transparansi anggaran, inovasi atraksi pariwisata, serta penguatan kelembagaan untuk pembentukan sistem retribusi yang legitim.
Pengembangan Objek Wisata Kali Lantariri Pendekatan 4A Di Kecamatan Wolowa Kabupaten Buton Sahrul Sahrul; Ilham Ilham; Nurhayati Nurhayati
Administratio Jurnal Ilmiah Ilmu Administrasi Negara Volume 15, Nomor 1, April 2026
Publisher : Program Studi Ilmu Administrasi Negara, Program Pascasarjana, Universitas Dayanu Ikhsanuddin, Baubau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55340/administratio.v15i1.2106

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengembangan Objek Wisata Kali Lantariri di Kecamatan Wolowa Kabupaten Buton berdasarkan pendekatan 4A (attraction, accessibility, amenity, dan ancillary). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, dengan teknik penentuan informan menggunakan purposive sampling. Analisis data dilakukan meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, serta diuji melalui teknik triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan yang dilakukan oleh Pemerintah Desa telah mengacu pada komponen 4A, namun implementasinya belum optimal. Pada aspek attraction, pengembangan masih bertumpu pada potensi alam tanpa diversifikasi atraksi. Pada aspek accessibility, akses utama relatif baik, namun akses internal masih terbatas. Pada aspek amenity, fasilitas pendukung belum memadai dan menjadi kendala utama dalam meningkatkan kenyamanan wisatawan. Sementara itu, pada aspek ancillary, belum terdapat kelembagaan pengelola wisata yang profesional serta keterbatasan kapasitas sumber daya manusia dalam pelayanan wisata. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengembangan objek wisata Kali Lantariri masih menghadapi kendala struktural dan manajerial, sehingga diperlukan strategi yang lebih terintegrasi, khususnya dalam penguatan fasilitas, kelembagaan, dan partisipasi masyarakat. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam pengembangan kajian pariwisata berbasis desa dengan menegaskan pentingnya implementasi konsep 4A secara seimbang dan berkelanjutan.
Peran Dinas Sosial Dalam Pendistribusian Bantuan Sosial Berupa Program Keluarga Harapan (Pkh) Di Kota Baubau Yusrida Yusrida; Ambarwati Ambarwati; Dea Aprilia; Wa Ode Arsiyah
Administratio Jurnal Ilmiah Ilmu Administrasi Negara Volume 15, Nomor 1, April 2026
Publisher : Program Studi Ilmu Administrasi Negara, Program Pascasarjana, Universitas Dayanu Ikhsanuddin, Baubau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55340/administratio.v15i1.2107

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Dinas Sosial dalam distribusi bantuan sosial melalui Program Keluarga Harapan (PKH) di Kota Baubau. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi dengan informan yang terdiri dari pegawai Dinas Sosial dan masyarakat penerima manfaat. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran Dinas Sosial dalam distribusi bantuan sosial PKH mencakup tiga fungsi utama, yaitu sebagai regulator, dinamisator, dan fasilitator. Sebagai regulator, masih ditemukan permasalahan ketidaktepatan data penerima bantuan, seperti data ganda dan tidak valid. Sebagai dinamisator, upaya pemberdayaan melalui pelatihan belum sepenuhnya efektif karena belum berbasis kebutuhan masyarakat. Sementara itu, sebagai fasilitator, penyediaan layanan sosial melalui Puskesos dan SLRT telah berjalan, namun belum optimal dalam menjangkau seluruh masyarakat. Penelitian ini menegaskan bahwa efektivitas distribusi bantuan sosial tidak hanya ditentukan oleh kebijakan, tetapi juga oleh kualitas implementasi di tingkat daerah, khususnya dalam aspek validasi data, pendekatan partisipatif, dan optimalisasi layanan sosial.
Pengelolaan Alokasi Dana Desa Studi di Bahari Kecamatan Sampolawa Kabupaten Buton Selatan Darfin Darfin; La Didi; Wa ode Arsyiah
Administratio Jurnal Ilmiah Ilmu Administrasi Negara Volume 14, Nomor 1, April 2025
Publisher : Program Studi Ilmu Administrasi Negara, Program Pascasarjana, Universitas Dayanu Ikhsanuddin, Baubau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55340/administratio.v14i1.2042

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengelolaan alokasi dana desa di Desa Bahari, Kecamatan Sampolawa, Kabupaten Buton Selatan, dengan menitikberatkan pada aspek kinerja, partisipasi masyarakat, transparansi, dan akuntabilitas. Peneliti memakai cara kualitatif deskriptif. Mereka mewawancarai orang, mengamati, dan mempelajari dokumen. Subjek penelitian adalah perangkat desa dan warga. Hasilnya menunjukkan pengelolaan dana desa bermacam-macam. Beberapa program berjalan bagus. Namun, program lain belum maksimal. Partisipasi warga saat rencana dan pengambilan keputusan masih sedikit. Akibatnya, warga kurang terlibat mengawasi pemakaian dana. Transparansi dan pertanggungjawaban dana desa juga masih sulit. Ini karena warga kurang paham soal cara dan pembagian anggaran. Sistem pengawasan yang lemah membuat potensi penyelewengan naik. Ini juga mengurangi kepercayaan publik.. Oleh karena itu, penelitian ini merekomendasikan penguatan kapasitas aparatur desa, peningkatan transparansi informasi keuangan, serta pelibatan aktif masyarakat dalam perencanaan, monitoring, dan evaluasi guna mewujudkan tata kelola dana desa yang akuntabel dan berkelanjutan.
Peran Dinas Pariwisata Dalam Meningkatkan Kunjungan Wisatawan Pada Objek Wisata Batu Sori di Kota Baubau Femi Fadila Samsu; Sitti Salsabila Suufi; Tasya Xielienia; Wa Ode Arsyiah
Administratio Jurnal Ilmiah Ilmu Administrasi Negara Volume 14, Nomor 1, April 2025
Publisher : Program Studi Ilmu Administrasi Negara, Program Pascasarjana, Universitas Dayanu Ikhsanuddin, Baubau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55340/administratio.v14i1.2044

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran Dinas Pariwisata dalam meningkatkan kunjungan wisatawan pada objek wisata Batu Sori di Kota Baubau. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri dari kepala dinas, staff, masyarakat. Peran dinas pariwisata memiliki tiga indikator  yaitu: (1) Motivator, Dinas Pariwisata Kota Baubau telah menyelenggarakan sosialisasi dan pendampingan kepada masyarakat tentang meningkatkan kunjungan wisatawan untuk dapat memperbaiki fasilitas yang ada di sekitaran wisata Batu Sori Kota Baubau, walaupun dari dinas terkait belum melaksanakan kegiatan tersebut karena masih kurangnya kesadaran tentang pentingnya pariwisata; (2) Fasilitator, Dinas Pariwisata Kota Baubau belum menambahkan fasilitas di sekitar objek wisata karena terkendala dengan anggaran, namun Dinas Pariwisata terus membenahi apa yang kurang dan apa yang belum maksimal dalam Objek Wisata Batu Sori tersebut; dan (3) Dinamisator, Dinas pariwisata bersinergi dengan OPD lain, unutuk memaksimalkan pengembangan Objek Wisata Batu Sori Kota Baubau.
Kualitas Pelayanan Publik Pada Kantor Camat Pasarwajo Kabupaten Buton Emmy Sugiarty; La Ode Syaiful Islamy H.; Wa Ode Arsyiah
Administratio Jurnal Ilmiah Ilmu Administrasi Negara Volume 14, Nomor 1, April 2025
Publisher : Program Studi Ilmu Administrasi Negara, Program Pascasarjana, Universitas Dayanu Ikhsanuddin, Baubau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55340/administratio.v14i1.2045

Abstract

Kualitas pelayanan publik mencerminkan kemampuan pemerintah dalam memberikan layanan yang efektif dan memuaskan bagi masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas pelayanan publik di Kantor Camat Pasarwajo Kabupaten Buton. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan materi audio visual. Analisis data dilakukan melalui tahap pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas pelayanan publik di Kantor Camat Pasarwajo Kabupaten Buton belum optimal. Pada dimensi tangible, masih ditemukan kurangnya kedisiplinan petugas serta keterbatasan informasi persyaratan pelayanan. Dimensi reliability menunjukkan belum semua pegawai terampil menggunakan alat bantu pelayanan, khususnya komputer. Pada dimensi responsiveness, ketepatan waktu pelayanan belum berjalan dengan baik. Sementara itu, dimensi assurance menunjukkan pelayanan telah memiliki jaminan waktu dan tidak dipungut biaya. Pada dimensi empathy, petugas bersikap ramah dan sopan, namun masih ditemukan sikap mendahulukan kepentingan pribadi serta perlakuan diskriminatif dalam pelayanan.
Partisipasi Publik Dalam Pengelolaan Pariwisata Sudi Wisata Pantai Lagunci Desa Bahari 3 Buton Selatan Riyana B. Makian; La Didi; Wa Ode Arsyiah
Administratio Jurnal Ilmiah Ilmu Administrasi Negara Volume 14, Nomor 1, April 2025
Publisher : Program Studi Ilmu Administrasi Negara, Program Pascasarjana, Universitas Dayanu Ikhsanuddin, Baubau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55340/administratio.v14i1.2046

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis partisipasi masyarakat dalam pengelolaan pariwisata Pantai Lagunci di Desa Bahari 3, Kabupaten Buton Selatan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap masyarakat lokal, pengelola wisata, dan pemerintah desa, kemudian dianalisis menggunakan analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat telah berpartisipasi dalam pengambilan keputusan, perencanaan, serta pemanfaatan hasil pengelolaan pariwisata, terutama dalam kegiatan operasional, ekonomi, dan pelestarian budaya lokal. Namun, partisipasi masyarakat dalam pengambilan keputusan masih bersifat pasif dan masyarakat belum dilibatkan secara resmi dalam proses evaluasi pengelolaan pariwisata. Kondisi ini menunjukkan bahwa pengelolaan pariwisata Pantai Lagunci masih didominasi oleh pendekatan top-down dan belum sepenuhnya menerapkan prinsip pariwisata berbasis masyarakat. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan keterlibatan masyarakat secara aktif dan inklusif pada seluruh tahapan pengelolaan pariwisata guna mendukung keberlanjutan dan pemerataan manfaat bagi masyarakat lokal.
Pemberdayaan Masyarakat Petani Rumput Laut di Desa Kancebungi Kecamatan Mawasasangka Kabupaten Buton Tengah Wa Ode Siti Selly Mandalina
Administratio Jurnal Ilmiah Ilmu Administrasi Negara Volume 14, Nomor 1, April 2025
Publisher : Program Studi Ilmu Administrasi Negara, Program Pascasarjana, Universitas Dayanu Ikhsanuddin, Baubau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55340/administratio.v14i1.2047

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Pemberdayaan Masyarakat Petani Rumput Laut di Desa Kancebungi Kecamatan Mawasangka Kabupten Buton Tengah. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa proses pemberdayaan masyarakat di Desa Kancebungi adalah sebagai berikut; proses enabling merupakan usaha pemerintah daerah maupun desa agar potensi masyarakat petani rumput laut bisa berkembang meskipun belum pernah terlaksana sehingga tidak ada inovasi untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi dari hasil rumput laut masyarakat petani rumput laut di sana. Berikutnya yaitu proses empowering yakni bantuan pendidikan dan kesehatan serta tersedianya akses internet namun kemajuan ekonomi masyarakat petani rumput laut belum maksimal karena kurangnya informasi dari pemerintah desa dan daerah. Pemerintah desa sudah mengusulkan permohonan kepada pemerintah daerah namun yang dipenuhi berupa bantuan peralatan untuk mengolah rumput laut dari anggaran dana desa. Terakhir adalah proses protecting yaitu usaha untuk melindungi dan membela kepentingan masyarakat petani rumput laut di Desa Kancebungi dengan diterbitkannya peraturan daerah melalui RPJMD juga kerja sama dengan berbagai instansi untuk mengembangkan SDM demi tercapainya tujuan yang diinginkan yaitu meningkatnya pertumbuhan ekonomi pada sector kelautan dan perikanan di Desa Kancebungi.