cover
Contact Name
Azis
Contact Email
azis.nasam@gmail.com
Phone
+6285241915730
Journal Mail Official
jurnalkanturunawolio@gmail.com
Editorial Address
Jl. Yos Sudarso No.43, Wale, Kec. Wolio, Kota Bau-Bau, Sulawesi Tenggara 93711
Location
Kota bau bau,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
Administratio Jurnal Ilmiah Ilmu Administrasi Negara
ISSN : 2302254X     EISSN : 29634628     DOI : https://doi.org/10.55340/administratio
Administratio Jurnal Ilmiah Ilmu Administrasi Negara merupakan jurnal yang dikelola oleh Program Studi Ilmu Administrasi Negara, Program Pascasarjana, Universitas Dayanu Ikhsanuddin Baubau. Jurnal ini sebagai wahana informasi ilmiah bidang ilmu administrasi dan kebijakan publik baik di level nasional maupun regional. Lembaga Jurnal Administratio Jurnal Ilmiah Ilmu Administrasi Negara terbit tiga nomor dalam satu tahun (April, Agustus, dan Desember).
Articles 52 Documents
Silo Birokrasi dalam Penanggulangan Stunting di Kabupaten Buton Selatan Arwim, La Ode Agusalim
Administratio Jurnal Ilmiah Ilmu Administrasi Negara Volume 13, Nomor 2, Agustus 2024
Publisher : Program Studi Ilmu Administrasi Negara, Program Pascasarjana, Universitas Dayanu Ikhsanuddin, Baubau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55340/administratio.v13i2.1701

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menggambarkan silo birokrasi penanggulangan stunting di Kabupaten Buton Selatan berdasarkan perilaku fragmentasi vertikal dan horizontal, yaitu kurangnya kerja sama, kolegalitas, rasa saling menghormati, dan kepercayaan satu sama lain dalam suatu organisasi. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif. Data primer dan sekunder adalah sumber data yang digunakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penanggulangan stunting di Kabupaten Buton Selatan memiliki kolaborasi yang buruk antara organisasi perangkat daerah karena lebih berfokus pada kompetisi daripada berorientasi pada tim. Tidak ada kolaborasi tim, yang menyebabkan rasa tidak memiliki, dan kurangnya rasa saling menghormati dalam penanganan stunting karena sebagian organisasi perangkat daerah lebih fokus pada proses daripada penanganan stunting itu sendiri.
Komunikasi Aktor Implementor Kebijakan Penghapusan Sanksi Administrasi Piutang Pbb-P2 Pada Bapenda Kota Baubau Nadimin, Arni
Administratio Jurnal Ilmiah Ilmu Administrasi Negara Volume 13, Nomor 2, Agustus 2024
Publisher : Program Studi Ilmu Administrasi Negara, Program Pascasarjana, Universitas Dayanu Ikhsanuddin, Baubau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55340/administratio.v13i2.1702

Abstract

Salah satu kebijakan Pemerintah kota Baubau dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan meningkatkan kesadaran/kepatuhan wajib pajak adalah Peraturan Walikota Baubau Nomor 54 tahun 2023 tentang penghapusan sanksi administratif terhadap denda Pajak Bumi dan Bangunan perdesaan dan Perkotaan kepada wajib Pajak PBB P2. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis proses implementasi kebijakan Penghapusan Sanksi Administrasi Piutang PBB-P2 Pada Bapenda Kota Baubau yang meliputi. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif. Data dikumpulkan melalui proses wawancara, observasi dan dokumentasi. Data dianalisis melalui tahap pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan pengambilan kesimpulan atau verifikasi data. Komunikasi antar implementor kebijakan dilakukan secara intens, sehingga berbagai kendala yang terkait pelaksanakan kebijakan dapat di minimalisir. Informasi implementasi kebijakan penghapusan sanksi administrasi PBB-P2 kepada pelaksana kebijakan, kelompok sasaran dan pihak lain yang berkepentingan baik secara langsung maupun tidak langsung, kejelasan kebijakan yang telah ditransmisikan kepada pelaksana, target grup dan pihak lain secara jelas sehingga mereka mengetahui apa yang menjadi maksud, tujuan dan sasaran serta substansi dari kebijakan publik tersebut.konsisistensi kebijakan jelas.
Pengembangan Kapasitas Organisasi Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Laboratorium Lingkungan Kota Baubau Nur, Sri Muliati; Rahmawati, Rahmawati; Ramadhan, Syahril
Administratio Jurnal Ilmiah Ilmu Administrasi Negara Volume 13, Nomor 2, Agustus 2024
Publisher : Program Studi Ilmu Administrasi Negara, Program Pascasarjana, Universitas Dayanu Ikhsanuddin, Baubau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55340/administratio.v13i2.1703

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengembangan sumber daya pegawai, penguatan organisasi dan reformasi kelembagaan pada UPTD Laboratorium Lingkungan Kota Baubau. Desain penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif. Data penelitian terdiri dari data primer dan data sekunder yang dikumpulkan melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Informan dipilih dengan menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan dngan mengumpulkan data, kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan kapasitas UPTD Laboratorium baik dari dimensi pengembangan sumber daya manusia, penguatan organisasi dan reformasi kelembagaan belum dilakukan dan belum ada peningkatan jumlah. Pada dimensi pengembangan sumber daya manusia belum ada pelatihan terencana dan belum ada peningkatkan jumlah pegawai melalui rekrutmen pegawai. Pada aspek penguatan organisasi, belum dilakukan penataan struktur organisasi sesuai pedoman laboratorium yang berlaku, belum ada ketersediaan anggaran untuk penguatan berbagai infrastruktur laboratorium dan belum ada peningkatan kualitas layanan pengujian melalui akreditasi. Terakhir, pada dimensi reformasi kelembagaan, belum ada pembaharuan hirarki kelembagaan dalam konteks hubungan kerja dan wewenang.
Strategi Pengembangan Pariwisata: Model Pentahelix Pada Objek Wisata Waburi Park Desa Gaya Baru Kabupaten Buton Selatan Aulia, Ulfa
Administratio Jurnal Ilmiah Ilmu Administrasi Negara Volume 13, Nomor 2, Agustus 2024
Publisher : Program Studi Ilmu Administrasi Negara, Program Pascasarjana, Universitas Dayanu Ikhsanuddin, Baubau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55340/administratio.v13i2.1704

Abstract

Pembangan pariwisata dibutuhkan kesipan dukungan berbagai stakeholder, guna meningkatkan kualitas layanan pariwisata. Salah satu Strategi Pengembangan Pariwisata adalah Model Pentahelix. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan strategi pengembangan objek wisata Waburi Park melalui kolaborasi aktor pentahelix. Maksud penelitian ini untuk mengetahui strategi pengembangan objek wisata Waburi Park melalui model Pentahelix dalam meningkatkan daya tarik perekonomian Desa Gaya Baru. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kombinasi (mixed methods) dengan pendekatan yang menggabungkan metode penelitian kuantitatif dan kualitatif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah menyebar kuesioner, wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa strategi pengembangan pariwisata melalui model pentahelix pada objek wisata Waburi Park adalah mengembangkan dan mempertahankan kondisi bangunan wisata buatan Waburi Park, menjaga fasilitas agar tetap lestari, menyediakan paket wisata, memaksimalkan segala potensi seperti keunggulan dan keunikan Waburi Park untuk menghadapi persaingan antar kompetitor, mengakselerasi kolaborasi aktor Pentahelix.
Implementasi Kebijakan Standar Nasional Rehabilitasi Sosial Di Kota Baubau Nuhdin, Wahyuni
Administratio Jurnal Ilmiah Ilmu Administrasi Negara Volume 13, Nomor 2, Agustus 2024
Publisher : Program Studi Ilmu Administrasi Negara, Program Pascasarjana, Universitas Dayanu Ikhsanuddin, Baubau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55340/administratio.v13i2.1705

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Implementasi Kebijakan Standar Nasional Rehabilitasi Sosial di Kota Baubau khususnya bagi gepeng dan pemulung. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui metode wawancara, dokumentasi dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan implementasi Kebijakan Standar Nasional Rehabilitasi Sosial khususnya bagi gepeng dan pemulung di Kota Baubau sudah berjalan. walaupun intensitas program masih cukup rendah. Aspek sumber daya (sumber daya manusia, alokasi anggaran, sarana prasarana), komunikasi antar organisasi, disposisi implementor kebijakan rehabilitasi sosial di Kota Baubau masih rendah sehingga capaian yang dihasilkan belum seperti yang diharapkan. Implementor memikul beban kerja yang yang dilematis, jangkauan kerja yang luas, serta lemah akses dan kekuatan dalam memprioritaskan program. Ketidakpastian dan ketidakstabilan lingkungan sosial, ekonomi dan politik turut memberi dampak cukup besar pada implementasi kebijakan rehabilitasi sosial di Kota Baubau.
Pengaruh Kinerja Organisasi Terhadap Tingkat Kepuasan Pengguna Data pada Badan Pusat Statistik Kabupaten Buton Amsil, La Ode Muhammad
Administratio Jurnal Ilmiah Ilmu Administrasi Negara Volume 13, Nomor 3, Desember 2024
Publisher : Program Studi Ilmu Administrasi Negara, Program Pascasarjana, Universitas Dayanu Ikhsanuddin, Baubau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55340/administratio.v13i3.1737

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan pengaruh kinerja organisasi terhadap kepuasan pengguna data pada Badan Pusat Statistik Kabupaten Buton. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan sumber data yaitu data primer dan data sekunder,dengan menggunakan teknik pengumpulan data secara observasi, kuisioner, wawancara, dan dokumentasi.Teknik data di analisis deskriptif kualitatif dan deskripsi kuantitatif berupa analisis kuisioner dari responden berdasarkan skala Likert dan uji validitas reliabilitas serta analisis indeks kepuasan pelanggan dan analisi regresi. Hasil penelitian menunjukan bahwa kinerja Badan Pusat Statistik Kabupaten Buton sudah sangat baik berdasarkan hasil analisis terhadap variable indicator kinerja pegawai.dengan lima aspek penilaian yang tertuang dalam kuisioner yakni produktifitas, kualitas layanan, responsivitas, responsibilitas, dan akuntabilitas. Demikian halnya dengan kepuasan pengguna data di BPS Kabupaten Buton,melalui pengukuran Indeks Kepuasan Pelanggan dengan lima variable indicator tingkat kepuasan pelanggan yakni tangible, empaty, responsiviness, reliability,dan assurance secara umu menunjukan responden puas dengan kinerja pelayanan pegawai BPS Kabupaten Buton. Hal ini menunjukan pengaruh yang kuat dan signifikan, hubungan yang positif antara kinerja dan kepuasan pengguna data di BPS Kabupaten Buton.
Implementasi Nilai Budaya Gau Satoto Pada Masyarakat Desa Ambeua Raya Kecamatan Kaledupa Kabupaten Wakatobi Wulandari, Astri; Arsyiah, Wa Ode; Majid, Abdul
Administratio Jurnal Ilmiah Ilmu Administrasi Negara Volume 13, Nomor 3, Desember 2024
Publisher : Program Studi Ilmu Administrasi Negara, Program Pascasarjana, Universitas Dayanu Ikhsanuddin, Baubau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55340/administratio.v13i3.1738

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi nilai budaya gau satoto pada masyarakat di desa Ambeua Raya Kecamatan Kaledupa Kabupaten Wakatobi. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Implementasi Nilai Budaya Gau Satoto Pada Masyarakat Desa Ambeua Raya Kecamatan Kaledupa Kabupaten Wakatobi belum maksimal, dapat dilihat pada 1) To carry out (melaksanakan), belum sepenuhnya terlibat karena belum adanya peran tokoh dan belum adanya media informasi. 2) To accomplish (mencapai), masih banyak masyarakat yang tidak paham makna gau satoto sehingga belum menentukan indikator yang akan dicapai. 3) To fulfill (memenuhi), masyarakat belum terlihat berniat untuk memenuhi kebutuhan dan harapannya di dalam gau satoto, masyarakat tidak terpaku dengan hal tersebut dan tidak memprioritaskan tujuannya dalam gau satoto. 4) To produce (menghasilkan), masyarakat sangat berat sekali menghasilkan perubahan karena keterbatasan pemahaman dan belum adanya peran tokoh adat sehingga hanya menganggap gau satoto sebagai simbol biasa dan penerapannya belum maksimal. 5) To complete (menyelesaikan), masyarakat belum memberikan hasil perubahan dan tujuan sesuai yang di inginkan, masyarakat tidak bisa menentukan tujuan yang akan dicapai agar bisa membawa implementasi nilai budaya gau satoto ke tahap penyelesaian.
Implementasi Kebijakan Penyaluran Bantuan Sosial Tunai pada Masa Pandemi Covid 19 di Kabupaten Buton Ismail, Ismail
Administratio Jurnal Ilmiah Ilmu Administrasi Negara Volume 13, Nomor 3, Desember 2024
Publisher : Program Studi Ilmu Administrasi Negara, Program Pascasarjana, Universitas Dayanu Ikhsanuddin, Baubau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55340/administratio.v13i3.1740

Abstract

Tujuan penelitian adalah untuk mendiskripsikan Implementasi Kebijakan Penyaluran Bantuan Sosial Tunai (BST) Pada Masa Pandemi Di Kabupaten Buton berdasarkan dimensi: Organisasi, intrepretasi dan pelaksanaan. Metode yang digunakan adalah deksriptif kualitatif. Peneliti bereran sebagai instrument utama dalam mengumpulkan, menyajikan dan menganalisis data. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi dan dokumnetasi. Teknis analisis data dilakukan dengan cara reduksi data, penyajian data dan ferivikasi data. Hasil penelitian menunjukan bahwa impelementasi kebijakan bantuan sosial tunai dilakukan dengan 3 aspek yaitu (1) organisasi pelaksana implementasi kebijakan penyaluran bantuan sosial tunai melibatkan kantor pos sebagai penyalur, pemerintah daerah mengawasi proses penyaluran dan dana bersumber dari pemerintah pusat. Adapun sumber daya manusia melibatkan Dinas Sosial, TNI Polri, kejaksaan dan Kantor Pos. (2) Intrepretasi kebijakan menunjukan adanya pemahaman yang sama antar pelaksana dan penerima terhadap perannya masing-masing. (3) penerapan bantuan sosial tunai dilakukan dengan melibatkan berbagai stakeholder dengan pemberian jadwal penerima bantuan, namun mendadak dan penerima bantuan masih menggunakan data sebelumnya.
Implementasi Kebijakan Pemungutan Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) di Badan Pendapatan Daerah Kota Baubau Suriani, Lilis; Arsyiah, Wa Ode
Administratio Jurnal Ilmiah Ilmu Administrasi Negara Volume 13, Nomor 3, Desember 2024
Publisher : Program Studi Ilmu Administrasi Negara, Program Pascasarjana, Universitas Dayanu Ikhsanuddin, Baubau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55340/administratio.v13i3.1741

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi kebijakan pemungutan bea perolehan hak atas tanah dan bangunan (BPHTB) di Badan Pendapatan Daerah Kota Baubau. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kualitatif yang mengumpulkan data dengan cara observasi, wawancara kepada informan. Data ditabulasi sesuai kebutuhan dan selanjutnya data dianalisis secara kualitatif deskriptif meliputi reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan sehingga dapat menghasilkan suatu pemahaman, dinyatakan serta buktikan dengan teknik analisis data dan keabsahan data temuan. Hasil penelitian ini menunjukan implementasi kebijakan pemungutan bea perolehan hak atas tanah dan bangunan (BPHTB) di Kota Baubau (1) Pengorganisasian (organization) Bapenda memiliki 3 bidang yaitu Bidang Pendataan dan Pelayanan, Bidang Penetapan dan Pengolahan data dan Bidang Penagihan. Terkait SDM, Kota Baubau telah mengutus Staf ASN untuk mengikuti Pendidikan profesi Keahlian di bidang BPHTB. Dalam pengelolaan BPHTB, Bapenda telah memiliki sistem aplikasi yang merupakan rekomendasi Direktorat Jenderal Pajak yaitu E-BPHTB, dukungan dari pemerintah, sokongan regulasi dan payung hukum sebagai landasan untuk penetapan BPHTB. Bapenda aktif melakukan sosialisasi penyesuaian BPHTB karena tentu dengan hal ini masyarakat akan lebih memahami dan mengerti tentang pentingnya penerimaan dari sektor BPHTB; (2) Interpretasi (intrepretation) dalam komunikasi selain sosialisasi, Bapenda juga melakukan langkah seperti rapat dengan para Camat dan Lurah se Kota Baubau untuk memberikan penjelasan kepada masyarakat tentang pentingnya membayar kewajiban Pajak BPHTB; dan Aplikasi (application), dalam prosedur kerja dan SOP sangat jelas karena sebelum melakukan implementasi kebijakan penyesuaian BPHTB Bapenda telah memiliki data yang valid.
Pemberdayaan Masyarakat Petani Kopi Dalam Meningkatkan Ekonomi Masyarakat Desa Kaongkeongkea Kecamatan Pasarwajo Kabupaten Buton Achmad, Mutiara Prastika; Arsyiah, Wa Ode; Jasir B., Jasir B.
Administratio Jurnal Ilmiah Ilmu Administrasi Negara Volume 13, Nomor 3, Desember 2024
Publisher : Program Studi Ilmu Administrasi Negara, Program Pascasarjana, Universitas Dayanu Ikhsanuddin, Baubau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55340/administratio.v13i3.1742

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana Pemberdayaan Masyarakat Petani Kopi Dalam Meningkatkan Ekonomi Masyarakat Desa Kaongkeongkea Kecamatan Pasarwajo Kabupaten Buton. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan penekatan deskriptif dengan teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 1) Bina Manusia yaitu kesadaran masyarakat petani kopi dalam mengembangkan potensi sumber daya manusia di Desa Kaongkeongkea belum optimal karena beberapa petani kopi masih tergolong acuh dengan tanaman kopinya, dengan melakukan pembinaan atau pelatihan tanaman kopi menggunakan metode sambung pucuk kemudian lahan perkebunan kopi perlu diperhatikan agar tidak terjadi tumpang sari. 2) Bina Lingkungan yaitu Kesadaran dalam melestarikan lingkungan dan mempertahankan ciri khas tanaman kopi masyarakat di Desa Kaongkeongkea cukup baik dengan mengadakan kerja bakti setiap minggu, kemudian dengan tetap mempertahankan perlakuan pasca panen masih terus di lakukan. 3) Bina Usaha dalam meningkatkan taraf hidup belum maksimal perlu dilakukan pembinaan atau pelatihan terkait pemberdayaan tanaman kopi dan kegiatan produksi tanaman kopi di Desa Kaongkeongkea masih kurang maksimal. Bina Lembaga untuk BUMDES di desa Kaongkeongkea dalam produksi dan pemasaran kopi belum optimal perlu memperhatikan pengembangan produksi dan pemasaran tanaman kopi di Desa Kaongkeongkea agar dapat berjalan dengan baik.