cover
Contact Name
Yudhi Nugroho Adi
Contact Email
library@tekomuniversity.ac.id
Phone
+628128000110
Journal Mail Official
library@telkomuniversity.ac.id
Editorial Address
Jl. Telekomunikasi - Ters. Buah Batu Bandung 40257 Indonesia
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
eProceedings of Engineering
Published by Universitas Telkom
ISSN : 23559365     EISSN : -     DOI : https://doi.org/10.34818/eoe.v9i5.18452
Merupakan media publikasi karya ilmiah lulusan Universitas Telkom yang berisi tentang kajian teknik. Karya Tulis ilmiah yang diunggah akan melalui prosedur pemeriksaan (reviewer) dan approval pembimbing terkait.
Articles 8,304 Documents
Usulan Kebijakan Perawatan Dan Biaya Pada Mesin 1110 Jc Dengan Menggunakan Metode Reliabilty Centered Maintenance (rcm) Dan Cost Of Unreliability (cour) (studi Kasus: Pt. Xyz) Lalu Galeh Inggil Fatristya; Fransiskus Tatas Dwi Atmaji; Endang Budiasih
eProceedings of Engineering Vol 5, No 2 (2018): Agustus 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK PT XYZ merupakan salah satu perusahaan industri pupuk yang ada di Indonesia yang terletak di daerah Karawang, Jawa Barat. Aktivitas produksi pada perusahaan berlangsung selama 24 jam. Untuk mengetahui kebijakan maintenance dan biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan pada mesin 1110 JC maka digunakan metode Realibity Centered Maintenance (RCM) dan Cost of Unreliability (COUR). Dengan metode Realibity Centered Maintenance (RCM) dapat diketahui kebijakan maintenance yang optimal seperti penjadwalan maintenance dan biaya perawatan mesin. Metode lain yaitu Cost of unreliability (COUR) untuk mengidentifikasi biaya kerugian yang dikeluarkan oleh perusahaan atas kerusakan komponen pada mesin 1110 JC. Berdasarkan hasil perhitungan dan pengukuran dengan menggunakan metode RCM diperoleh kebijakan maintenance untuk komponen pada mesin 1110 JC adalah scheduled oncondition task sebanyak 9 yang terdapat pada komponen Stator sebanyak 4, Rotor sebanyak 3 dan Gear Couling sebanyak 2. Kemudian untuk Scheduled discard task sebanyak 2 yang terdapat komponen Mechanical Seal. Interval waktu perawatan didapatkan berbeda-beda berdasarkan task masing-masing. Biaya perawtan usulan diperoleh Rp.37.399.066.865 dimana biaya tersebut lebih kecil dari biaya perawatan existing. Kemudian metode COUR biaya yang disebabkan berdasarkan corrective time Rp.17.716.712.514 dan Rp.29.439.880.650 berdasarkan downtime. Kata Kunci – Preventive Maintenance, Realibity Centered Maintenance, Cost of unreliability ABSTRACK PT XYZ is one of fertilizer industry companies in Indonesia located in Karawang, West Java. The company production activity lasts for 24 hours. To identify maintenance and cost policy expended by company on Machine 1110 JC, Reliability Centered Maintenance (RCM) method and Cost of unreliability (COUR) are used. Centered Maintenance (RCM) method can identify the optimum maintenance policy like maintenance scheduling and cost of machine maintenance. Other method, namely; Cost of unreliability (COUR) is used to identify the loss cost expended by company for the damaged component on the machine 1110 JC. Based on the calculation and measurement by using RCM method, it is found that the maintenance policy for the component on machine 1110 JC is 9 times scheduled on condition; 2 times on stator, 3 times on Rotor, and 2 times on Gear Coupling. Then, the machine also requires 2 times maintenance on Scheduled discard task located on Mechanical Seal component. The maintenance interval time is identified different based on each task. The maintenance cost proposed is Rp.37.399.066.865 in which it is less than the existing maintenance cost. Then the COUR cost is Rp.17.716.712.514 in corrective time-based and Rp.29.439.880.650 in downtimebased. Keywords – Preventive Maintenance, Realibity Centered Maintenance, Cost of unreliability
Perancangan Alat Ukur Konsentrasi Gas Metan Dari Anaerobic Baffled Reactor (abr) Semi-kontinyu Dengan Substrat Susu Basi Aditya Pratama Rusdiyono; Muhamad Ramdlan Kirom; Ahmad Qurthobi
eProceedings of Engineering Vol 4, No 1 (2017): April, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Biogas dapat diperoleh dengan proses anaerob. Anaerob merupakan salah satu cara produksi biogas menggunakan bakteri anaerobik, yang tumbuh tanpa gas oksigen. Gas metana adalah salah satu gas yang dihasilkan dari produksi biogas sebagai penyebab utama terjadinya efek rumah kaca. Sehingga tingkat konsentrasi gas metana (CH4) yang dihasilkan dari produksi biogas harus selalu diketahui. Data konsentrasi gas metana (CH4) sulit didapatkan, karena saat ini peralatan untuk mengukur tingkat konsentrasi gas metana (CH4) sangat terbatas. Salah satu upaya yang dilakukan untuk mengatasi permasalahan di atas, yaitu dengan melakukan pengukuran konsentrasi gas metana menggunakan sebuah alat ukur. Pada penelitian ini dibuat seperangkat sistem pengukuran konsentrasi gas metana (CH4) pada biogas dari hasil fermentasi susu basi dalam anaerobic Baffled Reactor pada volume 15 liter dengan alat ukur yang dirancang menggunakan sensor MQ-4 sebagai pembaca konsentrasi gas metana (CH4) berupa persentase pada serial monitor. Alat ukur yang telah dibuat ini kemudian dilakukan karakterisasi agar layak digunakan sebagai alat ukur konsentrasi gas metana (CH4). Hasil pengukuran melalui serial monitor dalam persentase. Sistem pengukuran ini menggunakan alat ukur konsentrasi gas metana yang dirancang pada Arduino Uno sebagai pengontrol dari sinyal masukan dan keluaran serta untuk kalibrasi sistem dilakukan dengan cara membandingkan hasil pengukuran alat ukur yang dibuat dengan alat ukur gas cromatograph GC 8A sebagai nilai akhir dari kosentrasi gas metana. Kata Kunci : Biogas, Konsentrasi Gas metana (CH4), Sensor MQ-4, Anaerobic baffled reactor.
Perbaikan Proses Bisnis Ukm Pelangi Rasa Untuk Memenuhi Kriteria Cppb-irt Dan Sertifikasi Halal Menggunakan Metode Bpi Raden Roro Asri Ismaya Putri; Yati Rohayati; Atya Nur Aisha
eProceedings of Engineering Vol 2, No 2 (2015): Agustus, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Untuk mendapatkan SPP-IRT dan Logo Halal, suatu UKM harus memiliki proses bisnis yang sesuai agar seluruh kegiatan produksi dapat berjalan secara terstruktur dan terstandardisasi. Namun, untuk memperoleh proses bisnis yang sesuai perlu dilakukan identifikasi pemenuhan kriterua CPPB-IRT dan sertifikasi Halal pada kondisi eksisting. Hasil evaluasi pemenuhan kriteria CPPB-IRT dan sertifikasi Halal menjadi landasan untuk menentukan proses bisnis yang akan diperbaiki. Dalam penelitian ini perbaikan proses bisnis dilakukan dengan metode Business Process Improvement (BPI). Metode BPI mencakup analisis aktivitas yang dilanjutkan dengan penyederhanaan menggunakan 12 tools streamlining. Hasil analisis aktivitas yang dilakukan menunjukkan terdapat 14 aktivitas RVA, 84 aktivitas BVA, dan 3 aktivitas NVA. Selanjutnya, dilakukan streamlining terhadap aktivitas BVA dan RVA menggunakan Standardization, Beraucracy Elimination, Automation, serta Supplier Partnership. Sementara aktivitas NVA akan dieliminasi dalam rancangan proses bisnis usulan. Dari hasil penyederhanaan tersebut, akan dirancang Standard Operating Procedure (SOP) Pengelolaan UKM Pelangi Rasa agar lebih mudah dipahami pemilik dan pegawai UKM. Penelitian ini menghasilkan empat rancangan SOP yang dapat diimplementasikan untuk kegiatan pembelian atau pengadaan bahan baku, produksi, audit internal, serta sanitasi dan perawatan. Kata kunci : Proses bisnis, CPPB-IRT, Sertifikat halal, BPI, SOP
Perbaikan Standard Operating Procedure (sop) Prosedur Tindakan Perbaikan Dan Pencegahan Di Pt.dmc Berdasarkan Requirement Klausul 8.5.2 Dan 8.5.3 Iso 9001:2008 Menggunakan Metode Business Process Improvement Tito Try Arto; Marina Yustiana Lubis; Rio Aurachman
eProceedings of Engineering Vol 2, No 3 (2015): Desember, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT. DMC adalah perusahaan yang bergerak didalam bidang industri tekstil yang berfokus pada produksi benang.. DMC bertekad untuk menjadi perusahaan tekstil terbaik, hal ini tertuang didalam kebijakan mutu perusahaan, salah satu upaya yang dilakukan oleh PT.DMC dalam mewujudkan tujuan perusahaan tersebut adalah dengan menyatakan komitmennya untuk menerapkan Sistem Manajemen Mutu yang sesuai dengan persyaratan ISO 9001:2008. Dalam sistem manajemen mutu berdasarkan ISO 9001:2008, diperlukan adanya suatu prosedur standar yang ditujukan untuk melakukan tindakan perbaikan dan tindakan pencegahan untuk dapat menghilangkan permasalahan yang terjadi dan mungkin terjadi pada perusahaan. Saat ini PT.DMC telah memiliki dan menjalankan SOP untuk tindakan perbaikan dan tindakan pencegahan, namun prosedur-prosedur tersebut masih belum sesuai dengan persyaratan ISO 9001:2008. Dalam penelitian ini penulis melakukan perancangan SOP tindakan perbaikan dan tindakan pencegahan berdasarkan Klausul 8.5.2 dan 8.5.3 ISO 9001:2008 untuk memperbaiki SOP aktual perusahaan. Data yang digunakan adalah SOP aktual perusahaan dan persyaratan yang tercantum pada klausul 8.5.2 dan 8.5.3 ISO 9001:2008. Data tersebut digunakan untuk melakukan pengolahan data dengan mengidentifikasi gap antara persyaratan klausul 8.5.2 dan 8.5.3 ISO 9001:2008 dengan kondisi prosedur aktual perusahaan. Setelah itu dilakukan analisis aktivitas dan streamlining menggunakan metode BPI. Kemudian dilakukan analisis, desain dan verifikasi hingga didapatkan SOP usulan yang sesuai dengan persyaratan klausul 8.5.2 dan 8.5.3 ISO 9001:2008. Rancangan yang diusulkan dalam penelitian ini adalah SOP tindakan perbaikan dan SOP tindakan pencegahan yang sudah sesuai dengan requirement ISO 9001:2008. Kata Kunci : SOP (Standard Operating Procedure), ISO 9001:2008, BPI (Business Process Improvement), Tindakan Perbaikan, Tindakan Pencegahan.
Power Combiner 3-way Untuk Aplikasi Electronic Support Measures 2-18 Ghz (uwb) Rizal Ritaudin; Heroe Wijanto; Yuyu Wahyu
eProceedings of Engineering Vol 5, No 1 (2018): April 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Electronic Support Measures (ESM) adalah sebuah peralatan elektronik yang berfungsi untuk menerima sinyal gelombang elektromagnetik, kemudian sinyal tersebut diproses dan dianalisa dengan tujuan untuk mendeteksi dan membuat pengukuran terhadap pancaran gelombang elektromagnetik dari sistem radar disekitarnya. Frekuensi kerjanya berada pada 2-4 GHz (S-Band), 4-8 GHz (C Band) dan 8-18 GHz (X Ku-Band).Dalam tugas akhir ini, telah dirancang dan direalisasikan sebuah komponen pasif yang terdapat pada aplikasi Electronic Support Measures (ESM) . Dengan banyaknya antena susunan maka dibutuhkan suatu komponen pasif yaitu power combiner. Frekuensi kerja alat tersebut 2-18 GHz yang mempunyai tiga input dan satu output . Alat tersebut dirancang menggunkan software CST Microwave Studio.Adapun hasil pengukuran dari 3-way power combiner pada 2-18 Ghz yaitu didapatkan nilai untuk parameter S11 pada 2 GHz yaitu -9.184 dB, 10 GHz sebesar -17.374 dB dan 18 GHz sebesar -12.638 dB, nilai untuk parameter S22 pada 2 GHz yaitu -6.864 dB, 10 GHz -20.635 dB, 18 GHz -10.524 dB, nilai untuk parameter S33 2 GHz -8.827 dB, 10 GHz -16.125 dB, 18 GHz -12.480 dB, nilai untuk parameter S44 pada 2 GHz yaitu -6.864 dB, 10 GHz -20.635 dB,  18 GHz -10.524 dB. Nilai untuk parameter S12 pada 2 GHz yaitu -5.003 dB, 10GHz -5.115 dB,  18 GHz -6.184 dB, Nilai untuk parameter S13 pada 2 GHz yaitu -5.259 dB, 10 GHz -5.497 dB,18 GHz -6.269 dB, Nilai untuk parameter S14 pada 2 GHz yaitu -4.901 dB, 10 GHz -4.976 dB, 18 GHz -5.923 dB, Nilai untuk parameter S21 pada 2 GHz yaitu –4.153 dB, 10 GHz -5.274 dB, 18 GHz -5.759 dB, Nilai untuk parameter S31 pada 2 GHz yaitu -5.341 dB, 10 GHz -6.171 dB, 18 GHz -6.613 dB, Nilai untuk parameter S41 pada 2 GHz yaitu -4.178 dB, 10 GHz -5.547 dB, 18 GHz -5.880 dB. Nilai untuk parameter S23 pada 2 GHz yaitu-9.739 dB, 10 GHz -20.033 dB, 18 GHz -24.165 dB, Nilai untuk parameter S34 pada 2 GHz yaitu -10.821 dB, 10GHz -20.932 dB, 18 GHz -46.673 dB, Nilai untuk parameter S24 pada 2 GHz yaitu -6.643 dB, 10 GHz -12.589dB, 18 GHz -25.086 dB, Nilai untuk parameter S32 pada 2 GHz yaitu -10.383 dB, 10 GHz -11.659 dB, 18 GHz-10.995 dB, Nilai untuk parameter S43 pada 2 GHz yaitu -13.636 dB, 10 GHz -11.931 dB, 18 GHz -14.807 dB,dan Nilai untuk parameter S42 pada 2 GHz yaitu -10.305 dB, 10 GHz -11.367 dB, 18 GHz -11.511 dB.
Evaluasi E-Learning Menggunakan Value Model ( Studi Kasus : Pembelajaran Jarak Jauh Telkom University ) Hamdi Hamdi; Dana Sulistiyo Kusumo; Dawam Dwi Jatmiko Suwawi
eProceedings of Engineering Vol 2, No 1 (2015): April, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pesatnya kemajuan teknologi informasi memberi pengaruh pada perkembangan dibidang pendidikan salah satunya yaitu penerapan E-Learning. Universitas Telkom sebagai salah satu institusi pendidikan di Indonesia menyelenggarakan pembelajaran jarak jauh bertujuan untuk mempermudah akses pendidikan untuk mahasiswa magister. Akan tetapi belum tersedianya informasi mengenai kelebihan dan kekurangan e-learning tersebut menyebabkan sulitnya melakukan perbaikan pada kualitas e-learningi. Maka dari itu perlu dilakukan evaluasi untuk menentukan prioritas peningkatan dari e-learning Telkom University. Evaluasi akan menggunakan metodologi value model yang dikembangkan berdasarkan empat teori yaitu information system evaluation, technology acceptance model, information success model dan e service. Dimana value model ini terdiri dari 3 layer yaitu efisiensi, efektivitas dan dampak perilaku penguna dimasa depan. Metode ini digunakan untuk mengubah data evaluasi ke bentuk bisnis analisis. Ada sembilan langkah yang akan dilakukan antara lain menentukan value model, mengumpulkan data evaluasi pengguna, menghitung cronbach alpha, menghitung rata rata untuk dimensi dan sub dimensi, esitmasi regresi, analisis korelasi dari nilai dimensi, membuat high level value model, analisis korelasi dari nilai sub dimensi dan terakhir mengidentifikasi prioritas peningkatan. Hasil penelitian berupa analisis terhadap kelebihan dan kekurang pembelajaran jarak jauh Universitas Telkom selama ini serta analisis prioritas peningkatannya. Kata kunci : Evaluasi, Value Model, E Learning, PJJ Universitas Telkom
Implementasi Pid Untuk Mencampur Oktan Bahan Bakar Minyak Daniel Busisa; Mas Sarwoko Suraatmadja; Erwin Susanto
eProceedings of Engineering Vol 3, No 1 (2016): April, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan zaman yang sangat cepat terutama di bidang otomotif membuat kebutuhan penting dari sebuah kendaraan roda empat maupun roda dua adalah mengenai bahan bakar minyak yang digunakan. Secara awam orang berpikiran menggunakan bahan bakar minyak beroktan tinggi lebih baik bagi mesin kendaraan tetapi terkendali dengan harga yang lebih tinggi dibandingkan bahan bakar beroktan rendah. Begitu pula di dunia balap, banyak lembaga-lembaga balap nasional maupun internasional mengadakan event balap mobil dan mereka menentukan sendiri oktan bahan bakar mobil yang di gunakan sebagai standar. Sebagai tolak ukur di Indonesia bahan bakar yang di jual oleh pemerintah ada premium oktan 88, pertamax beroktan 92 dan pertamax plus beroktan 95. Sedangkan even-event balap memberikan standar oktan bahan bakar di angka 90 atau 93, dan karena belum adanya alat pencampuran bahan bakar yang menghasilkan oktan 90 atau ini secara otomatis di Indonesia, sehingga penulis ingin membuat alat tersebut. Dalam pengerjaan tugas akhir ini penulis menggunakan metoda PID dengan menggunakan mikrokontroler, jadi pada pengerjaannya akan diberikan batasan pengukuran oktan yaitu pada rentang 88 dan 92 dan di masukkan kategori cukup atau kurang atau lebih. Pada pengerjaan tugas akhir ini hasil yang di inginkan adalah penulis dapat mencampurkan 2 jenis oktan bahan bakar minyak dan outputnya sesuai dengan oktan yang di inginkan dan pada volume yang di inginkan juga. Kata kunci: PID, Sensor Ultrasonik, Motor Servo, Oktan, Premium 88, Pertamax 92
Evaluasi E-learning Readiness Universitas Telkom Dengan Menggunakan McKinsey 7s Model Tigor Nugroho; Hetti Hidayati; Dawam Suwawi
eProceedings of Engineering Vol 1, No 1 (2014): Desember, 2014
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam pembangunan maupun pengembangan e-learning, tahapan readiness merupakan tahapan yang sangat penting dalam menentukan keberhasilan e-learning. Keberhasilan e-learning bukan hanya dinilai dari sistem e-learning-nya saja tetapi dari seluruh komponen. Walaupun dalam e-learning readiness untuk sistemnya telah dirancang dengan baik, bukan berarti penerapan e-learning dapat berjalan dengan baik. Banyak institusi pendidikan yang gagal dalam penerapan e-learning dikarenakan kurangnya kesiapan dari struktur institusi dalam menangani pembangunan ataupun pengembangan elearning. Evaluasi readiness ini mengusulkan sebuah kerangka kerja baru untuk menilai kesiapan struktur institusi pada Universitas Telkom, dalam melaksanakan sistem e-learning dengan menggunakan McKinsey 7s Model Framework. Model ini berorientasi pada stakeholder yang menangani sistem elearning mulai dari tingkat atas (secara struktural institusi) hingga pelaksana sistem e-learning. McKinsey 7s model memiliki tujuh dimensi dalam melakukan evaluasi. Adapun tujuh dimensi itu adalah strategy, structure, systems, style/culture, staff, skills dan shared values. Beberapa pertanyaan akan diajukan kepada stakeholder melalui wawancara dan kuisoner. Kemudian, hasil dari wawancara dan kuisoner tersebut akan dianalisis menggunakan metode Aydin dan Tasci. Output dari metode ini akan berupa informasi yang menampilkan nilai-nilai dari setiap dimensi. Berdasarkan nilai yang diperoleh, akan terlihat dimensi apa saja yang perlu ditingkatkan lagi dalam institusi. Hasil yang diharapkan akan berupa gagasan ataupun ide yang dapat digunakan untuk meningkatkan kesiapan struktural institusi dalam membangun ataupun mengembangkan e-learning. Kata kunci: e-learning, Mc Kinsey 7s Model Framework, Aydin dan Tasci
Analisis Perbandingan Kinerja Sistem Mc-cdma Menggunakan Algoritma Maximal Ratio Combining Pada Kanal Rayleigh Dan Rician Gilang Wicahyo; Achmad Ali Muayyadi; Nur Andini
eProceedings of Engineering Vol 3, No 2 (2016): Agustus, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

MC-CDMA (Multi-Carrier Code Division Multiple Access) merupakan salah satu teknologi komunikasi bergerak yang mampu mengakomodasi kebutuhan masyarakat yang beragam. MC-CDMA adalah salah satu teknik multiple access yang menggunakan kombinasi CDMA dan OFDM (Orthogonal Frequency Division Multiplexing). Sistem ini terbukti telah mampu meningkatkan performansi CDMA dalam komunikasi bergerak dan mampu menangani multipath fading dengan menggunakan teknik combining di sisi penerima. Dalam Tugas Akhir ini dilakukan analisis kinerja sistem MC-CDMA menggunakan algoritma MRC (Maximal Ratio Combining) pada kanal Rayleigh dan Rician. Hasil simulasi yang didapatkan berupa perbandingan kinerja sistem MC-CDMA menggunakan teknik MRC pada kanal Rayleigh dan Rician berupa grafik BER (Bit Error Rate) terhadap Eb/No dengan variable yang berbeda yaitu jumlah subcarrier, variasi pergerakan user, penggunaan mapper yang berbeda, penggunaan teknik combining yang berbeda, dan variasi jumlah user. Kata Kunci: MC-CDMA, MRC, Rayleigh, Rician, BER, Eb/No
Analisis Penilaian Kesiapan & Implementasi Sistem Informasi B - M@X Dengan Itil Versi 3 Pada Domain Service Transition & Service Operation Studi Kasus : Pt.Pln Regional Jawa Barat Dan Banten Nadya Annisa; Angelina Kurniati; Shinta Puspitasari
eProceedings of Engineering Vol 1, No 1 (2014): Desember, 2014
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

B-m@x adalah salah satu hasil inovasi dari PT.PLN yang digunakan untuk membatu petugas lapangan dalam melakukan baca meter, yang telah diimplementasikan sejak April 2013. Aplikasi ini melibatkan beberapa bagian kerja dalam menjalankannya, antara lain bagian server data, back office unit setiap area dan petugas lapangan. Penerapan aplikasi ini masih digunakan untuk daerah Jawa Barat dan Banten, Pada pelaksanaannya PT. PLN masih mengalami permasalahan, salah satu yang sering terjadi keterlambatan dalam pengiriman data baca meter. Berbagai faktor terjadi yang menyebabkan hal ini terjadi. Untuk mencapai target agar nantinya dapat di implementasikan pada regional yang lebih besar dan penggunaan yang maksimal, perlu dilakukan evaluasi service management sistem informasi B- m@x. Sesuai dengan SK DIR PT PLN, proses, pengembangan dan pemeliharaan sistem teknologi informasi hanya dapat dilaksanakan setelah dilakukan pengujian dan analisa resiko terhadap sistem teknologi informasi eksiting maupun terhadap bisnis perorangan. Untuk itu perlu dilakukan audit sistem informasi b-m@x menggunakan Information Technology Infrastructure Library (ITIL) versi 3 yang memiliki focus pada pengembangan tata kelola teknologi informasi khususnya dalam hal layanan (IT service)Selain itu, ITIL sangat tepat digunakan sebagai panduan dalam mengembangkan sebuah teknis pelaksanaan, karena sifatnya best practice dan memiliki library yang terinci untuk mengembangkan langkah- langkah dalam prosedur.Best Practice adalah suatu cara yang paling efisien (upaya paling sedikit) dan efektif (hasil terbaik) untuk menyelesaikan suatu tugas, berdasarkan suatu prosedur yang dapat dilakukan berulang yang mana telah terbukti berhasil digunakan banyak pihak dalam jangka waktu yang cukup lama. Standar prosedur layanan teknologi informasi berbasis ITIL versi 3 menjadi referensi dalam pendefinisian dan implementasi proses-proses layanan teknologi informasi B-m@x.

Filter by Year

2014 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 12 No. 6 (2025): Desember 2025 Vol. 12 No. 5 (2025): Oktober 2025 Vol. 12 No. 4 (2025): Agustus 2025 Vol. 12 No. 3 (2025): Juni 2025 Vol. 12 No. 2 (2025): April 2025 Vol. 12 No. 1 (2025): Februari 2025 Vol. 11 No. 6 (2024): Desember 2024 Vol. 11 No. 5 (2024): Oktober 2024 Vol. 11 No. 4 (2024): Agustus 2024 Vol. 11 No. 3 (2024): Juni 2024 Vol. 11 No. 2 (2024): April 2024 Vol. 11 No. 1 (2024): Februari 2024 Vol. 10 No. 6 (2023): Desember 2023 Vol. 10 No. 5 (2023): Oktober 2023 Vol 10, No 5 (2023): Oktober 2023 Vol. 10 No. 4 (2023): Agustus 2023 Vol 10, No 3 (2023): Juni 2023 Vol. 10 No. 3 (2023): Juni 2023 Vol. 10 No. 2 (2023): April 2023 Vol 10, No 2 (2023): April 2023 Vol. 10 No. 1 (2023): Februari 2023 Vol 9, No 6 (2022): Desember 2022 Vol. 9 No. 5 (2022): Oktober 2022 Vol 9, No 5 (2022): Oktober 2022 Vol. 9 No. 4 (2022): Agustus 2022 Vol 9, No 4 (2022): Agustus 2022 Vol 9, No 3 (2022): Juni 2022 Vol 9, No 2 (2022): April 2022 Vol 9, No 1 (2022): Februari 2022 Vol 8, No 6 (2021): Desember 2021 Vol 8, No 5 (2021): Oktober 2021 Vol. 8 No. 5 (2021): Oktober 2021 Vol 8, No 4 (2021): Agustus 2021 Vol 8, No 3 (2021): Juni 2021 Vol. 8 No. 2 (2021): April 2021 Vol 8, No 2 (2021): April 2021 Vol 8, No 1 (2021): Februari 2021 Vol 7, No 3 (2020): Desember 2020 Vol 7, No 2 (2020): Agustus 2020 Vol 7, No 1 (2020): April 2020 Vol 6, No 3 (2019): Desember 2019 Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019 Vol 6, No 1 (2019): April 2019 Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018 Vol 5, No 2 (2018): Agustus 2018 Vol 5, No 1 (2018): April 2018 Vol 4, No 3 (2017): Desember, 2017 Vol 4, No 2 (2017): Agustus, 2017 Vol 4, No 1 (2017): April, 2017 Vol 3, No 3 (2016): Desember, 2016 Vol 3, No 2 (2016): Agustus, 2016 Vol 3, No 1 (2016): April, 2016 Vol 2, No 3 (2015): Desember, 2015 Vol 2, No 2 (2015): Agustus, 2015 Vol 2, No 1 (2015): April, 2015 Vol 1, No 1 (2014): Desember, 2014 More Issue