cover
Contact Name
Yudhi Nugroho Adi
Contact Email
library@tekomuniversity.ac.id
Phone
+628128000110
Journal Mail Official
library@telkomuniversity.ac.id
Editorial Address
Jl. Telekomunikasi - Ters. Buah Batu Bandung 40257 Indonesia
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
eProceedings of Engineering
Published by Universitas Telkom
ISSN : 23559365     EISSN : -     DOI : https://doi.org/10.34818/eoe.v9i5.18452
Merupakan media publikasi karya ilmiah lulusan Universitas Telkom yang berisi tentang kajian teknik. Karya Tulis ilmiah yang diunggah akan melalui prosedur pemeriksaan (reviewer) dan approval pembimbing terkait.
Articles 8,304 Documents
Analisis Risiko Operasional Teknologi Informasi Menggunakan Cobit 5 For Risk Pada Dinas Komunikasi Dan Informatika Kota Tangerang Selatan I Putu Yogi Nugraha; Rokhman Fauzi; Yuli Adam Prasetyo
eProceedings of Engineering Vol 8, No 2 (2021): April 2021
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Kebutuhan komunikasi yang instan menjadi hal yang sangat diperlukan dalam urusan pemerintahan guna menunjang banyaknya permintaan pelayanan. Selain itu, peningkatan keamanan informasi juga perlu dilakukan agar informasi dan data yang ada terjamin kerahasiaannya, keutuhannya, dan ketersediaannya. DISKOMINFO Tangerang Selatan merupakan unsur pelaksana otonom daerah yang salah satu tugasnya adalah menjaga keamanan asset informasi, dalam menjalankan tugasnya akan muncul risiko-risiko keamanan informasi yang mengancam keamanan asset informasi. Untuk menemukan risiko tersebut maka dilakukan evaluasi keamanan informasi. Tujuan penelitian ini adalah membuat rancangan evaluasi keamanan informasi di DISKOMINFO Tangerang Selatan dengan mengacu pada kerangka kerja COBIT 5 for Risk dan menggunakan proses COBIT 5 Domain EDM dan APO. Sistematika penelitian ini terdiri dari tahap analisis konteks, tahap analisis eksisting, tahap perancangan, dan tahap akhir. Hasil penelitian menunjukkan DISKOMINFO Tangerang Selatan sudah menerapkan prinsip COBIT 5 for Risk proses untuk menanggulangi beberapa risiko, penerapan domain APO dan EDM juga cukup baik namun harus ada yang diperbaiki. Penilaian proses pada kedua domain masih berada di tingkat 1 (performed process) dengan persentase EDM03 57% dan APO12 62% dan terasuk dalam kategori level Largely achieved. Ditemukan 10 kasus risiko di berbagai level kategori, kemudian dihasilkan tujuh usulan rekomendasi kebijakan yang dapat membantu DISKOMINFO Tangerang Selatan dalam menangani risiko yang ada. Kata kunci : COBIT 5, DISKOMINFO, Kemanan Informasi, Teknologi Informasi. ISSN : 2355-9365 e-Proceeding of Engineering : Vol.8, No.2 April 2021 | Page 2723Abstract The need for instant communication is indispensable in government affairs to support the many requests for service. In addition, it is also necessary to increase information security so that the information and data that is available are guaranteed its confidentiality, integrity and availability. DISKOMINFO Tangerang Selatan is a regional autonomous implementing element whose duties are to maintain the security of information assets. In carrying out its duties, information security risks will arise that threaten the security of information assets. To find these risks, an information security evaluation is conducted. The purpose of this study is to design an information security evaluation at DISKOMINFO Tangerang Selatan by referring to the COBIT 5 for Risk framework and using the COBIT 5 Domain EDM and APO processes. The systematics of this research consists of the context analysis stage, the existing analysis stage, the design stage, and the final stage. The results showed that DISKOMINFO Tangerang Selatan has applied the COBIT 5 for Risk principle to overcome several risks, the application of the APO and EDM domains is also quite good, but there must be improvements. The assessment process in both domains was still at level 1 (performed process) with the percentage of EDM03 57% and APO12 62% and included in the Largely achieved level category. Found 10 risk cases at various level categories, then produced seven policy recommendations that can help DISKOMINFO Tangerang Selatan in dealing with existing risks. Keywords: COBIT 5, DISKOMINFO, Information Security, Information Technology.
Purwarupa Sistem Sonar Untuk Deteksi Objek Bawah Air Astenio Fahreza Dwiyuda; Erfansyah Ali; Edwar Edwar
eProceedings of Engineering Vol 7, No 2 (2020): Agustus 2020
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sound Navigation and Ranging (SONAR) adalah teknologi untuk mendeteksi objek dan mengukur jarak dengan menggunakan gelombang suara atau akustik sebagai medianya. SONAR menggunakan metode perkiraan waktu kedatangan dari gelombang echo yang terkirim untuk mengetahui jarak terhadap objek tersebut. Salah satu penerapan sistem SONAR adalah pada kapal selam. Dari penerapan sistem SONAR yang ada, mayoritas sistem membutuhkan lebih dari satu transduser dan peletakannya berbeda-beda. Tujuan dari peletakan yang berbeda tersebut adalah meningkatkan kemampuan kerja, terutama sudut pancar dari transduser tersebut. Tugas Akhir ini mengusulkan untuk menggunakan sebuah motor stepper pada transdusernya dengan tujuan sistem mampu melakukan pemindaian secara berotasi satu putaran penuh. Sistem SONAR pada Tugas Akhir ini menggunakan mikrokontroler untuk membangkitkan frekuensi kerja sebesar 60KHz. Sistem SONAR ini mampu mendeteksi target mulai dari jarak 70 cm hingga 600 cm dan mampu menampilkan hasil dalam peta dua dimensi, lengkap dengan informasi mengenai jarak dan sudut. Pada jarak 70 cm, akurasi sistem mampu mendeteksi hingga 100 persen. Namun seiring dengan meningkatnya jarak, akurasi sistem mulai berkurang. Tingkat akurasi sistem bervariasi antara 87.23% hingga 97.5%. Bahkan pada jarak 120 cm sudut 180° dan 470 cm sudut 45°, sistem mengalami kesalahan atau kelebihan deteksi dengan margin kesalahan masing masing 1.67% dan 3.19%. Namun, kelebihan ini jarang terjadi dan penyebabnya adalah modul AJ-SR04M sebagai menjadi modul pengukur jarak yang terkadang mengalami kesalahan.Kata Kunci: Sistem Sonar, Deteksi Objek Bawah Air, Mikrokontroler, Motor Stepper
Prastudi Pemantauan Bioaerosol Di Dalam Ruangan Dan Analisisnya Ahmad Harun Firdaus; Amaliyah Rohsari Indah Utami; Indra Chandra
eProceedings of Engineering Vol 7, No 1 (2020): April 2020
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Bioaerosol adalah mikroorganisme dengan ukuran 0,02-100 µm yang berada di udara. Manusia banyak melakukan aktivitas di dalam ruang, sehingga kualitas udara dalam ruang merupakan faktor penting yang harus diperhatikan. Bioaerosol di dalam ruang, dapat berupa bakteri, virus, fungi, dan alergen seperti parasit debu yang dapat bersumber dari bangkai dan kotoran tungau. Dampaknya terhadap kesehatan terutama berupa iritasi, infeksi, dan alergi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengetahui hubungan parameter non-biologi (RH, T, CO2, PM2.5) terhadap parameter biologi berupa konsentrasi bakteri (CFU/m3 ) di dalam ruangan. Lokasi pengukuran dilakukan di tiga ruangan yang berada di Fakultas Teknik Elektro, Universitas Telkom, Bandung. Mekanisme pengambilan sampel biologi di setiap lokasi dilakukan secara paralel dengan parameter non-biologi secara paralel pada jam operasional kampus, masing-masing selama dua menit dengan tiga kali pengulangan menggunakan alat impaktor SKC BioStage Standar 400 holes dengan media NA Tryipticase Soy Agar pada cawan petri. Kemudian sampel diidentifikasi dan dihitung jumlah koloni bakteri menggunakan alat Colony Counter. Bakteri tersebut diidentifikasi dengan cara pemberian media enrichment menggunakan Trypticase Soy Broth dan lempeng agar darah 5%, kemudian dilakukan pengecakan gram, setelah itu diberikan media diferensial meggunakan Manitol Salt Agar dan MacConekey’s Agar. Rerata konsentrasi bioaerosol pada ketiga ruangan adalah 5583 CFU/m3 , 1890 CFU/m3 , dan 1278 CFU/m3 . Model regresi linier menunjukan terdapat korelasi yang positif terhadap parameter RH, T, dan CO2 dengan konsentrasi bioaerosol. Korelasi yang lemah pada PM2.5 dapat diakibatkan oleh bakteri di udara berdiri sebagai agregat atau menempel pada partikel non-biologi, sehingga ukuranya > 2,5 µm. Rerata konsentrasi bioaerosol pada ruangan 1, 2, dan 3 adalah 5583 CFU/m3 , 1890 CFU/m3 , dan 1278 CFU/m3 . Ketiga lokasi tersebut tidak memenuhi persyaratan kualitas bilogi udara dalam ruangan. Kata kunci : Bioaerosol, kualitas udara dalam ruang, bakteri di udara. Abstract Bioaerosol is microorganisms with the size of 0,02-100 µm in the air. Humans do a lot of activities in the room, so the indoor air quality is importan factor that must be consider. Bioaerosol formed of bacteria, viruses, fungi and allergance such as dust parasites that can be sourced from dead carcasses and dust mites. The impact on health mainly in the form of irritation, infection, and allergance. This study aims to identify and determine the relationship of non-bilogical parameters (RH, T, CO2, PM2.5) to biological parameter in the form of bacterial colony forming unit per volume (CFU/m3 ). Location where the air sampled was taken in three places of Gedung Deli, Universitas Telkom, Bandung. Biological sampling mechanism at each location was carried out in parallel with non-biological parameters in parallel during campus operational hours, each for two minutes with three repetition using the Standard SKC BioStage 400 holes with natrium agar Trypticase Soy Agar on a petri dish. Then the sample was identified and counted for total colonies using colony counter. These bacteria were identified by enrichment media using Trypticase Soy Broth and Blood Agar 5%, then gram cheking was perfomed, after which diferential media were used Manitol Salt Agar and MacConekey Agar. The mean bioaerosol concentration in three rooms were 5583, 1890, and 1278 CFU/m3 . The linear regression model shows that there is a positive correlation with the parameters of RH, T, and CO2 with the concentration of bioaerosol. Weak correlations at PM2.5 can be caused by bacteria in the air standing as aggregates or sticking to non-biological particles, so the size are >2.5 µm. The mean concentration of bioaerosol in rooms 1, 2 and 3 were 5583 CFU/m3 , 1890 CFU/m3 , and 1278 CFU/m3 . All three locations did not meet the quality requirements for indoor air biology. Keywords: Bioaerosol, indoor air quality, airborne bacteria
Implementasi Finite State Machine Untuk Npc Pada Game 2d Side-scroll Shooter Aditya Enggar; Purba Daru Kusuma; Ratna Astuti
eProceedings of Engineering Vol 9, No 3 (2022): Juni 2022
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pada penelitian tugas akhir ini adalah dengan menerapkan salah satu kecerdasan buatan sebagai landasan dari aksi atau pergerakan NPC dalam game side-scroller shooter sehingga dapat menambahkan pengalaman player saat bermain dengan NPC. Algoritma yang digunakan adalah finite-state machine yang dimana dalam algoritma tersebut terdapat empat dasar atau landasan dari cara kerja yaitu state atau keadaan, event atau kejadian, transition atau transisi, dan action atau aksi. Penelitian ini diharapkan dapat menerapkan algoritma finite-state machine yang diimplementasikan kedalam NPC agar dapat menghasilkan beberapa suatu aksi yang beragam agar game lebih bervariatif dan menantang. Berdasarkan penelitian yang dilakukan bahwa hasil yang didapatkan dari aksi yang dilakukan beberapa jenis NPC telah sesuai antara state yang dibuat sampai pada action yang dihasilkan untuk merespon tingkah laku dari player. Pengujian tingkat kesulitan dari NPC dilakukan dengan melihat data responden sebanyak 35 orang dan mendapatkan hasil yaitu bahwa sebanyak 18 responden atau 51% responden menilai bahwa NPC yang dihadapi dalam game adalah sulit, dan sebanyak 14 responden atau 40% responden menilai tingkat kesulitan NPC biasa saja, dan sebanyak 3 responden atau 9% menilai tingkat kesulitan NPC adalah mudah. Hasil pengujian terhadap 35 responden yang terdiri dari 28 orang (berumur 21 sampai 25 tahun), 5 orang (berumur 16 sampai 20 tahun), 1 orang (berumur 10 sampai 15 tahun), dan 1 orang (berumur 26 sampai 30 tahun). bahwa sebanyak 49.8% pemain suka terhadap tema game Unknown Space Cave dan tertarik untuk memainkan game Unknown Space Cave, dan sebanyak 49.8% pemain merasa kesulitan saat melawan enemy dari game Unknown Space Cave. Kata kunci : Game, NPC, Side scroller shooter, Finite State Machine
Perbaikan Kualitas Pelayanan Dengan Pendekatan Fuzzy-servqual Dan Importance Performance Analysis Pada Objek Wisata Pantai Pangandaran Asri Sukma Isabari; Husni Amani; Boby Hera Sagita
eProceedings of Engineering Vol 8, No 5 (2021): Oktober 2021
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pantai Pangandaran memiliki keindahan pantai, cagar alam, flora dan fauna serta menawarkan keindahan alamnya termasuk menyediakan fasilitas dan pelayanan bagi para turis. Fasilitas serta pelayanan yang disediakan tidak memenuhi kepuasan pengunjung berdasarkan berbagai keluhan pengunjung. Oleh karena itu pihak Dinas Pariwisata dan Kebudayaan selaku pengelola objek wisata Pantai Pangandaran harus dapat memperbaiki serta meningkatkan pelayanan yang masih menjadi keluhan bagi pengunjung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepuasan pengunjung terhadap pelayanan yang diberikan oleh pengelola objek wisata Pantai Pangandaran menggunakan metode Fuzzy-Servqual dan Imprtance Performance Analysis (IPA). Hasilnya menunjukkan dari 25 indikator pengukuran memiliki nilai negatif, artinya pengunjung tidak puas dengan pelayanan yang diberikan oleh pengelola objek wisata Pantai Pangandaran. Selanjutnya berdasarkan analisis IPA diperoleh indikator-indikator yang harus diperbaiki seperti kebersihan laut dan pantai, ketersediaan money changer, koneksi internet dan ketersediaan layanan bantuan medis dalam keadaan darurat. Kata Kunci: Pariwisata, Kepuasan Pengunjung, Service Quality, Importance Performance Analysis.
Analisis Produksi Energi Listrik Sistem Sedimen Sel Tunam Mikroba Dengan Menggunakan Limbah Cair Tahu Sebagai Substrat Elza Anggia Putri; M. Ramdlan Kirom; Endang Rosdiana
eProceedings of Engineering Vol 8, No 1 (2021): Februari 2021
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Energi fosil membutuhkan alternatif berupa energi yang dapat diperbarui. Saat ini energi terbarukan yang sedang dikembangkan yaitu sel tunam mikroba (STM) yang merupakan sistem yang dapat menghasilkan listrik dari substrat dengan kandungan bahan organik yang dioksidasi oleh mikroorganisme sebagai katalis. Di Indonesia banyak tersebar industri kecil pembuatan tahu yang tidak memiliki saluran pembuangan limbah yang memenuhi standar baku mutu, sehingga pembuangan limbah secara langsung ke sungai atau badan air dapat menimbulkan pencemaran. Penggunaan limbah cair tahu selain untuk mengurangi pembuangan limbah yang dapat menjadi polutan dipilih karena masih mengandung bahan organik berupa protein, karbohidrat, dan lemak yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi untuk metabolisme bakteri. Penelitian kali ini menggunakan tipe reaktor single chamber yang berjenis sedimen sel tunam mikroba. Sedimen terdiri dari lumpur sawah disekitar Telkom University yang dicampur dengan bahan organik berupa limbah cair tahu dari Pabrik Tahu Jl. Nyalindung di daerah Dago, Bandung. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa reaktor I yang berisi lumpur sawah sebanyak 800 ml memiliki rata rata tegangan, arus, dan rapat daya yang paling besar selama 15 hari penelitian yaitu dengan nilai masing masing 0,573 V, 0,306 mA, dan 745,762 mW/m2. Pada penelitian ini adaptasi mikroorganisme pada lumpur sawah sebagai sumber bakteri akan lebih lama apabila volume limbah cair tahu yang ditambahkan lebih banyak dibandingkan volume lumpur sawah, karena penambahan limbah cair tahu memiliki pH rendah sehingga mikroorganisme membutuhkan waktu beradaptasi dengan kondisi baru agar didapatkan kondisi optimum untuk aktivitas metabolisme berlangsung sehingga dapat menghasilkan elektron. Kata kunci: sel tunam mikroba, sedimen, lumpur sawah, limbah cair tahu. Abstract Fossil energy needs an alternative which can be renewable. Currently, the renewable energy that is being developed is the microbial fuel cell (MFC), which is a system that can generate electricity from a substrate containing organic material which is oxidized by microorganisms as a catalyst. In Indonesia, a lot of small industries of tofu factory do not have sewage drains which meet quality standards, so their direct disposal of waste into rivers or water bodies can cause pollution. The use of tofu wastewater in addition to reduce the disposal of waste which can become pollutants was chosen because tofu wastewater still contains organic materials which are protein, carbohydrates and fats which can be used as an energy source for bacterial metabolism. This research used a single chamber reactor type, which is a type of sediment microbial fuel cell. The sediment consists of paddy mud around Telkom University mixed with organic material in the form of tofu wastewater from the Tofu Factory Jl. Nyalindung in Dago, Bandung. The results of the study showed that reactor I containing 800 ml of paddy mud had the greatest average voltage, current, and power density during the 15 days of the research, with respective values of 0.573 V, 0.306 mA, and 745.762 mW/m2. In this research, the adaptation of microorganisms in paddy mud as the source of bacteria will take longer time if the added volume of tofu wastewater is more than the volume of paddy mud, because the addition of tofu liquid waste has a low pH, so microorganisms need time to adapt to new conditions in order to obtain the optimum conditions for metabolism activity so that it can produce electrons. Keywords: microbial fuel cell, sediment, paddy mud, tofu wastewater
Analisis Performa Network Cloud Dengan Metode Quality Of Services Pada Penyedia Teknologi Layanan Cloud Computing Microsoft Azure Dan Amazon Web Services Abel Nathalia Widyastoro; Rd Rohmat Saedudin; Ahmad Almaarif
eProceedings of Engineering Vol 7, No 2 (2020): Agustus 2020
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Beberapa tahun terakhir ini merupakan era layanan cloud dan mulai terlihat adanya pergeseran penggunaan layanan ke cloud. Penerapan cloud sendiri didasarkan pada penerapan teknik virtualisasi sehingga client tidak lagi menjadi sumber komputasi, melainkan dikerjakan pada suatu server yang berada pada jaringan internet (cloud). Teknologi cloud membutuhkan akses internet yang cepat dan dukungan transmisi data yang cepat pula. Hal ini menjadi tantangan baru yang diangkat oleh layanan cloud yaitu manajemen Quality of Service (QoS), yang harus menjamin bahwa setiap pengguna mendapatkan layanan aplikasi atau layanan cloud computing yang selalu tersedia dan sesuai dengan kebutuhan dari pelanggan. Tulisan ini akan berfokus pada pengujian performa network antara dua penyedia layanan cloud besar di dunia, yaitu Microsoft Azure dan Amazon Web Services. Metode yang digunakan dalam perbandingan tingkat performa adalah Quality of Services dengan parameter yang diuji adalah jitter, data loss, latency, dan throughput. Hasil yang didapat dari penelitian ini adalah perbandingan performa network dari masing-masing penyedia layanan cloud berdasarkan pengujian yang telah dilakukan sehingga dapat membantu pengguna yang akan memilih layanan cloud. Kata Kunci : Quality of Service, cloud computing. Abstract The last few years have been the era of cloud services and are starting to appear shift in service usage to the cloud. The cloud application itself is based on the application of virtualization techniques so that the client is no longer a source of computing, but is done on a server that is on an internet network (cloud). Cloud technology requires fast internet access and support for fast data transmission. This is a new challenge raised by cloud services namely Quality of Service (QoS) management, which must guarantee that each users get application services or cloud computing services that are always on available and according to the needs of customers. This paper will focus on testing network performance between two major cloud service providers in the world, namely Microsoft Azure and Amazon Web Services. The method used in the comparison of performance levels is Quality of Services with the parameters tested are jitter, data loss, latency, and throughput. The results obtained from this study are the comparison of the network performance of each cloud service provider based on the testing that has been done so that it can help users who will choose cloud services. Keyword : Quality of Service, cloud computing.
Sistem Antena Pemancar Multiple Input Miltiple Output (MIMO) 2x2 Dengan 2 Elemen Array Untuk Base Tranceiver Station (BTS) Sistem Pemantau Sungai Citarum Pada Industrial, Scientific, And Medical (ISM) Band 5725-5875 Mhz Adnan Adzhani; Rina Pudji Astuti; Trasma Yunita
eProceedings of Engineering Vol 9, No 6 (2022): Desember 2022
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak—Perangkat monitoring BTS sungai Citarum memerlukan sistem transmisi yang bisa mengirimkan data secara real time. Oleh karena itu dibutuhkan sistem antena yang mampu mengakomodasikan persyaratan tersebut. Untuk meningkatkan kinerja dari antena salah satunya dengan menggunakan teknik MIMO. Teknik MIMO menggunakan lebih dari satu antena baik disisi pemancar mauupun disisi penerima. Antena mikrostrip memiliki beberapa kelebihan, antara lain memiliki harga yang relatif murah untuk biaya fabrikasinya, ukurannya relatif kecil, dan hampir mampu bekerja disemua frekuensi kerja karena memiliki frekuensi yang fleksibel, menggunakan ISM Band yang bekerja pada rentang frekuensi 5725 MHz sampai 5875 MHz. Pada penelitian ini Sistem Antena Pemancar MIMO 2x2 dengan 2 elemen array patch rectangular dengan arah orientasi antena 90° (Posisi 2) yang paling sesuai dengan spesifikasi yang diinginkan dengan menghasilkan VSWR 1,0858 yang bekerja pada rentang frekuensi 5,669-5,979 GHz, bandwidth 310 MHz, dan gain 5,931 dB. Pola radiasi yang dihasilkan adalah unidirectional dan polarisasi yang dihasilkan adalah elips. Kata Kunci— MIMO, Array, Gain, Bandwidth, Polarisasi, Pola Radiasi
Analysis Perbandingan Kinerja Load Balace Metode PCC Dan Metode ECMP Pada Mikrotik Routers Umar Ali Ahmad; Aliwarman Tarihoran; Yuliantho Mardiansyah
eProceedings of Engineering Vol 8, No 6 (2021): Desember 2021
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada era Big Data, data merupakan hal yang sangat penting bagi perusahaan, institusi maupun pemerintahan. Pada era ini, big data dapat diaplikasikan sebagai tolak ukur pengambilan keputusan strategi bisnis yang didasari oleh informasi yang tersedia dalam big data. Dalam implementasinya, big data memerlukan tempat penyimpanan yang memadai dan tentunya dengan biaya yang tidak sedikit. Untuk mengoptimalkan penyimpanan (storage) diperlukan cara khusus agar dapat meminimalisir biaya yang dikeluarkan dan dapat mengoptimalkan server yang ada. High Availibility merupakan sebuah konsep yang menjadikan suatu server akan tetap dapat melayani traffic meskipun mengalami gangguan pada server fisik maupun virtual. Salah satu solusi untuk mendapatkan kualitas layanan internet yang lebih baik adalah dengan memanfaatkan teknologi load balancing.Kita dapat menggunakan lebih dari satu koneksi internet dari penyedia layanan internet yang berbeda yang kemudian di seimbangkan dengan teknologi Load Balancing. Load balancing metode ECMP (Equal Cost Muli Path) dan Metode PCC (Per Connection Classifier) merupakan contoh metode load balancing yang sering diterapkan pada jaringan komputer. Permasalahan yang kita hadapi adalah, diantara meode load balancing tersebut masing-masing mempunyai beberapa kelebihan dan kekurangan Pada dasarnya penggunaan Metode ECMP dan PCC memiliki karakteristik yang berbeda beda Tetapi untuk penggunaanya Metode PCC nya lah yang sangat baik digunakan karna nilai packet loss yg dihasilkan lebih sedikit daripada ECMP Kata Kunci : Infrastruktur Jaringan, Fiber Optic, Network Development Life Cycle
Implementasi Sistem Path Planning Dan Routing Untuk Mobile Robot Berbasis Visible Light Communication Rizki Amirullah; Angga Rusdina; Denny Darlis
eProceedings of Engineering Vol 8, No 5 (2021): Oktober 2021
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi robot pada saat ini sangatlah berpengaruh bagi kehidupan masyarakat milenial sekarang. Terkhusus pada bidang robot yang berkembang dan selalu dimanfaatkan atas kontribusinya untuk menjadi solusi penyelesaian masalah, peran dan fungsi robot yang diharuskan untuk mempermudah pekerjaan manusia adalah hal yang penting, karena di zaman sekarang banyak pekerjaan manusia yang bisa digantikan oleh robot salah satunya yaitu mobile robot dengan sistem autonomous, robot yang bisa bergerak sendiri dengan sistem yang sudah ditetapkan dan diatur sedemikian rupa untuk menghemat waktu dan efisiensi. Tugas akhir ini mengimplementasikan sebuah sistem untuk mobile robot bergerak sesuai jalur yang sudah ditentukan dan pemilihan rute jalur terpendek. Proses pemanduannya menggunakan rangkaian lampu LED sebagai pengirim sinyal dan photodiode sebagai penerima data navigasi. Robot yang diterapkan pada tugas akhir ini dapat mendeteksi sinyal lampu yang dikirimkan oleh LED dan menerima data koordinat secara realtime dengan rata-rata 1,76 detik, robot bergerak dengan posisi dan tujuan yang diatur dari lampu dengan nilai error rata-rata 4,35% dan selisih jarak 2,98 cm dari jarak awal, pencarian rute terpendek dengan A* bekerja secara langsung pada saat ada rintangan dan tata letak jalur yang sudah ditentukan. Hasil Tugas Akhir ini bisa dilihat bahwa path planning dengan VLC ini dapat di implementasikan pada di mobile robot yang ada pada dunia indsutri, kesehatan dll. Kata Kunci : Visible Light Communication, Path planning, Algoritma A*

Filter by Year

2014 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 12 No. 6 (2025): Desember 2025 Vol. 12 No. 5 (2025): Oktober 2025 Vol. 12 No. 4 (2025): Agustus 2025 Vol. 12 No. 3 (2025): Juni 2025 Vol. 12 No. 2 (2025): April 2025 Vol. 12 No. 1 (2025): Februari 2025 Vol. 11 No. 6 (2024): Desember 2024 Vol. 11 No. 5 (2024): Oktober 2024 Vol. 11 No. 4 (2024): Agustus 2024 Vol. 11 No. 3 (2024): Juni 2024 Vol. 11 No. 2 (2024): April 2024 Vol. 11 No. 1 (2024): Februari 2024 Vol. 10 No. 6 (2023): Desember 2023 Vol. 10 No. 5 (2023): Oktober 2023 Vol 10, No 5 (2023): Oktober 2023 Vol. 10 No. 4 (2023): Agustus 2023 Vol 10, No 3 (2023): Juni 2023 Vol. 10 No. 3 (2023): Juni 2023 Vol. 10 No. 2 (2023): April 2023 Vol 10, No 2 (2023): April 2023 Vol. 10 No. 1 (2023): Februari 2023 Vol 9, No 6 (2022): Desember 2022 Vol. 9 No. 5 (2022): Oktober 2022 Vol 9, No 5 (2022): Oktober 2022 Vol. 9 No. 4 (2022): Agustus 2022 Vol 9, No 4 (2022): Agustus 2022 Vol 9, No 3 (2022): Juni 2022 Vol 9, No 2 (2022): April 2022 Vol 9, No 1 (2022): Februari 2022 Vol 8, No 6 (2021): Desember 2021 Vol. 8 No. 5 (2021): Oktober 2021 Vol 8, No 5 (2021): Oktober 2021 Vol 8, No 4 (2021): Agustus 2021 Vol 8, No 3 (2021): Juni 2021 Vol. 8 No. 2 (2021): April 2021 Vol 8, No 2 (2021): April 2021 Vol 8, No 1 (2021): Februari 2021 Vol 7, No 3 (2020): Desember 2020 Vol 7, No 2 (2020): Agustus 2020 Vol 7, No 1 (2020): April 2020 Vol 6, No 3 (2019): Desember 2019 Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019 Vol 6, No 1 (2019): April 2019 Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018 Vol 5, No 2 (2018): Agustus 2018 Vol 5, No 1 (2018): April 2018 Vol 4, No 3 (2017): Desember, 2017 Vol 4, No 2 (2017): Agustus, 2017 Vol 4, No 1 (2017): April, 2017 Vol 3, No 3 (2016): Desember, 2016 Vol 3, No 2 (2016): Agustus, 2016 Vol 3, No 1 (2016): April, 2016 Vol 2, No 3 (2015): Desember, 2015 Vol 2, No 2 (2015): Agustus, 2015 Vol 2, No 1 (2015): April, 2015 Vol 1, No 1 (2014): Desember, 2014 More Issue