cover
Contact Name
Yudhi Nugroho Adi
Contact Email
library@tekomuniversity.ac.id
Phone
+628128000110
Journal Mail Official
library@telkomuniversity.ac.id
Editorial Address
Jl. Telekomunikasi - Ters. Buah Batu Bandung 40257 Indonesia
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
eProceedings of Engineering
Published by Universitas Telkom
ISSN : 23559365     EISSN : -     DOI : https://doi.org/10.34818/eoe.v9i5.18452
Merupakan media publikasi karya ilmiah lulusan Universitas Telkom yang berisi tentang kajian teknik. Karya Tulis ilmiah yang diunggah akan melalui prosedur pemeriksaan (reviewer) dan approval pembimbing terkait.
Articles 8,304 Documents
Perancangan Dan Realisasi Antena Mikrostrip Dual Band Menggunakan Slot Berbentuk U Untuk Aplikasi Wifi Yosefariko Yosefariko; Tengku A Riza; Yuyu Wahyu
eProceedings of Engineering Vol 2, No 2 (2015): Agustus, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Wifi (Wireless Fidelity) merupakan teknologi komunikasi wireless yang banyak digunakan saat ini,baik di perkantoran,pusat perbelanjaan maupun cafe-cafe. Wifi menggunakan antena sebagai alat penerima dan pengirim informasi. Pada Tugas Akhir ini dirancang dan direalisasikan antena mikrostrip dual band menggunakan slot berbentuk U untuk aplikasi Wifi.Substrat yang digunakan adalah FR4 dengan nilai permitivitas relatif 4.4 , menggunakan teknik pencatuan Single Feed Proximity.Untuk penentuan dimensi antena sebelum direalisasikan dilakukan cara perhitungan secara teoritis dan proses optimasi dengan simulator. Untuk proses simulasi antena ini menggunakan CST Studio Suite 2010. Hasil realisasi menunjukkan bahwa antena bekerja pada frekuensi 2.4 Ghz 2.382-2.434 GHz and frekuensi 3.563-3.638 GHz.Pola radiasi antena ini adalah unidirectional dengan polarisasi antena berbentuk elips mendekati linear. Kata Kunci : Mikrostrip,Dual Band, Slot U, Wifi
Antena Tekstil Segi Empat Dan Artificial Magnetic Conductor Pada Frekuensi 2,45 Ghz Untuk Aplikasi Kesehatan Adha Suhariyono; Trasma Yunita; Levy Nur Olivia
eProceedings of Engineering Vol 5, No 1 (2018): April 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telemedicine adalah aplikasi pengobatan klin is yang memanfaatkan telepon, internet, dan jaringan ko munikasi lain untuk memberikan informasi medis. Seh ingga dengan informasi med is tersebut, dapat digunakan untuk konsultasi kesehatan, dan juga dapat digunakan untuk pros edur medis. Oleh karena itu untuk menyediakan layanan tersebut diperlukan sebuah trasmisi yang memiliki kemampuan seperti, transfer rate yang baik dan memiliki flexib ilitas yang tinggi. Dengan kemunculan teknologi tekstile wearable antenna, memungkinkan pembuatan antena dari bahan tekstil sehingga nyaman, dan fleksibel untuk digunakan dalam ap likasi telemedice. Sehingga dalam tugas akhir ini dirancang sebuah antena tekstil wearable patch rektangular pada frekuensi 2,45 GHz yang menggunakan bahan 3 lapis cordura fabric sebagai substrat dan untuk perancangan patch dan groundplane menggunakan bahan copper tape. Dimana untuk teknik pencatuannya mengunakan metode strip line, dan untuk tahap optimasi juga ditambahkan metode inset feed yang bertujuan untuk meningkatkan bandwith, dan meningkatkan nilai VSW R. Dari hasil pengukuran antena didapatkan hasil VSWR < 1,6 pada frekuensi 2,45 GHz dan bandwidth > 50 M Hz. Gain antena antena saat kondisi off body berada di 9,08 dB dan gain antena saat on body didapatkan sebesar 9,18 M Hz. Pola radiasi antena saat off body menjadi bidirectional dan polarisasi elips. Penyerapan medan elektro magnetik (SAR) saat antena didekatkan dengan tubuh adalah 1,057 W/Kg tetapi dengan sarat jarak antara antena dengan tubuh adalah 2 cm. Untuk mengurangi efek radiasi di tambahkan AMC yang berfungsi juga sebagai reflektor. Ukuran dimensi antena didapatkan melalui perh itungan teori yang kemudian d isimulasikan dengan menggunkan sofware simulasi.
Perancangan Service Transition Pada Layanan It Pusair Dengan Menggunakan Framework Itil Versi 3 Vera Ananda; Murahartawaty Murahartawaty; Ade Karma
eProceedings of Engineering Vol 2, No 2 (2015): Agustus, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan Teknologi Informasi (IT) dalam instansi harus memiliki tata kelola IT yang terencana sehingga dapat memastikan penggunaan IT memenuhi kebutuhan bisnis guna mendukung tercapainya tujuan instansi. Pusat Penelitian dan Pengembangan Sumber Daya Air (PT. XYZ) merupakan intstansi pemerintah non-profit yang berfokus pada penyedia layanan penelitan. Penyampaian kualitas layanan merupakan fokus utama bagi PT. XYZ. Infrastruktur IT merupakan aset PT. XYZ yang dapat menunjang kegiatan operasional. Berdasarkan daftar keluhan user diketahui terdapat gangguan terhadap layanan IT pada PT. XYZ yang disebabkan oleh kerusakan maupun penurunan fungsi kerja infrastruktur IT. Berdasarkan buku output pengelolaan jaringan Local Area Network (LAN) dan internet 2014 ditemukan kendala PT. XYZ dalam hal pengelolaan infrastruktur IT yakni kondisi dan data infrastruktur IT tidak terdokumentasi dengan baik. Berdasarkan kebutuhan PT. XYZ dilakukan perancangan IT governance berbasis IT Service Management (ITSM) yang menyediakan standar untuk mengoptimalkan kualitas layanan IT. Information Technology Infrastructure Library (ITIL) merupakan framework berbasis layanan yang dapat dijadikan panduan dalam perancangan IT governance PT. XYZ. Maka dari itu, perancangan change management dan service asset and configuration management ITIL versi 3 (2011) dilakukan. Penelitian ini menghasilkan standard operational procedure (SOP) serta template laporan akhir change management, template request for change, dan standard operational procedure (SOP) serta template laporan akhir service asset and configuration management. Kata Kunci : IT governance, ITIL, ITSM, service transition, change management, service asset and configuration management.
Klasifikasi Kepadatan Lalu Lintas Berbasis Multitracking Object Dengan Menggunakan Metode Particle Filter Hafidz Al Djohari; Tjokorda Agung Budi Wirayuda; Bedy Purnama
eProceedings of Engineering Vol 2, No 2 (2015): Agustus, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak— Penentuan kepadatan lalu lintas menggunakan kamera saat ini digunakan hanya sebatas pengawasan secara visual. Namun sebenarnya terdapat parameter yang menjadi acuan baku untuk menentukan karakteristik kepadatan arus lalu lintas salah satunya kecepatan rata-rata tiap kendaraan. Hal ini sudah diatur dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor : KM 14 Tahun 2006. Untuk menentukan kecepatan kendaraan digunakan metode object tracking untuk mendapatkan jumlah frame yang dilalui tiap objek dari batas yang sudah ditentukan. Praticle Filter digunakan sebagai metode object tracking karena dapat memperkecil wilayah telusur objek terutama dengan menggunakan particle filter berbasis warna. Selain itu juga dibutuhkan metode untuk mendeteksi kendaraan yang digunakan sebagai acuan dari particle filter. Meotde yang digunakan untuk menangani masalah pendeteksian objek menggunakan Gaussian Mixture Model, metode ini memiliki hasil keluaran berupa citra hitam putih dengan citra putih merupakan citra yang dideteksi sebagai objek. Partikel yang menempel pada tiap objek digunakan untuk mendapatkan titik centroid. Titik centroid dari tiap objek diambil sebagai acuan posisi. Dengan menggabungkan dua metode ini didapatkan tingkat akurasi dalam menghitung jumlah kendaraan sebesar 91,22% dan akurasi dalam menentukan kecepatan kendaraan sebesar 94,41% sedangkan justifikasi tingkat kepadatan memiliki kecocokan yang tinggi dan tingkat kecocokan terhadap pelayanan arus lalu lintas sebesar 66,67% dari video yang diujikan. Kata kunci : kepadatan lalu lintas, jalan tol, object tracking, vehicle tracking, vehicle counting, particle filter. Abstract— Determination of the density of traffic using the current camera used was limited to visual inspection. But actually there are parameters that become the standard reference for determining the characteristics of traffic density is a average speed of each vehicle. It is already stipulated in the Regulation of the Minister of Transportation No. KM 14 of 2006. To determine the vehicle speed object tracking method is used to get the number of frames that traversed each object of a specified limit. Praticle Filter is used as a method of object tracking because it can reduce the search area, especially by using color-based particle filter. It also needed a method to detect the vehicle used as a reference of the particle filter. Meotde used to deal with object detection using Gaussian Mixture Models, this method has the output in the form of a black and white image with a white image is an image that is detected as an object. Particles which attached to each object is used to get the centroid point. The centroid of each object taken as a reference position. By combining these two methods, obtained accuracy in counting the number of vehicles amounted to 91.22% and the accuracy in determining the speed of vehicles by 94.41% while the justification density has a high compatibility and suitability to service traffic flows amounted to 66.67% of the video being tested. Keywords: traffic density, road tolls, object tracking, vehicle tracking, vehicle counting, particle filter.
Implementasi Dan Analisis Pengukuran Semantic Relatedness Menggunakan Random Walks Berbasis Wordnet Muhammad Kenzi; Moc. Arif Bijaksana; Adiwijaya Adiwijaya
eProceedings of Engineering Vol 2, No 3 (2015): Desember, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengukuran semantic relatedness merupakan suatu pekerjaan untuk memperkirakan kedekatan arti dari pasangan kata. Pekerjaan ini dengan mudah bisa dilakukan oleh manusia berdasarkan pengalaman dan wawasannya, namun komputer hanya bisa melakukannya dengan mengukur nilai keterkaitannya dengan bantuan pemahaman arti kata seperti kamus, tesaurus, dan ensiklopedia. Salah satu contoh bantuannya yang sering dipakai pada pekerjaan ini yaitu WordNet yang akan digunakan pada pengerjaan tugas akhir ini. Pekerjaan ini akan mempermudah pekerjaan Natural Language Processing, seperti pendeteksi plagiarisme antara dua data teks yang berbeda. Pada tugas akhir ini pengukuran semantic relatedness dilakukan pada sebuah model graph yang dibangun dengan bantuan WordNet. Setiap kata dan arti-artinya di dalam WordNet akan dijadikan sekumpulan node yang saling terhubung melalui beberapa tipe edge berdasarkan suatu relasi yang menghubungkannya. Tiap tipe edge tersebut memiliki cara pembobotan yang berbeda-beda. Pembobotan tersebut akan mempengaruhi hasil dari pengukuran semantic relatedness.Graph yang telah dibangun tersebut adalah untuk menjalankan metode pengukuran semantic relatedness yang dinamakan random walks. Graph akan menjadi tempat berjalannya partikel yang berasal dari random walks. Partikel tersebut akan berjalan dari node ke node lainnya yang terhubung berdasarkan probabilitas berpindahnya. Probabilitas kepindahannya tersebut hanya dipengaruhi oleh node yang sedang disinggahi partikel, hal ini lah yang membuat random walk ini disebut sebagai Markov chain. Hasil dari semantic relatedness melalui sistem yang dibuat dengan menggunakan dataset Rubenstein dan Goodenough mendapatkan hasil evaluasi menggunakan Pearson correlation coefficient dengan nilai tertinggi 0.477. Kata kunci: semantic relatedness, WordNet, Natural Language Processing, random walks, graph, Markov chain, Pearson correlation coefficient
Perancangan Jaringan Fiber To The Home (ftth) Menggunakan Gigabitpassive Optical Network(gpon) Untuk Perumahan Jingga Bandung Ivan Demak Lamsihar; Sugito Sugito; R. Bambang Cahyo Widodo
eProceedings of Engineering Vol 2, No 3 (2015): Desember, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perumahan Jingga yang terletak di Bandung Selatan merupakan perumahan menengah ke atas, namun jaringan akses yang digunakan masih menggunakan kabel tembaga dari MSAN sampai pengguna, hal ini dinilai kurang memadai dalam layanan tripley play, untuk mendukung layanan triple play PT Telkom menargetkan seluruh jaringan kabel tembaga sudah tergantikan oleh jaringan kabel optic terutama jaringan FTTH (Fiber To The Home) melalui proyek TITO (Trade in Trade off). Pada tugas akhir ini peneliti akan merancang jaringan akses Fiber To The Home (FTTH) pada Teknologi Gigabit Passive Optical Network (GPON). Lokasi yang dijadikan studi kasus adalah Perumahan Jingga. Pada tugas akhir ini dimulai dengan pengumpulan data-data. Perancangan jaringan Fiber To The Home (FTTH) yaitu dengan penentuan perangkat berupa spesifikasi perangkat, tata letak dan jumlah perangkat yang digunakan dan disimulasikan menggunakan optysistem .Kemudian dianalisis berdasarkan parameter yang telah ditetapkan berupa SNR (Signal to Noise Ratio), BER (Bit Error Rate), Link Power Budget dan Rise Time Budget yang memenuhi pada jaringan optik dengan standar PT. Telkom. Hasil analisa untuk jarak ONT terjauh, nilai downlink masing-masing parameter menghasilkan nilai Pr=- 23.8683 dBm, rise time total sebesar 0.2514 ns dengan menggunakan pengkodean NRZ, SNR sebesar 32.91 dB dengan BER 4.0943 x 10−110 , sedangkan pada uplinkmasing-masing parameter menghasilkan nilai Pr sebesar - 23.9913 dBm, rise time total sebesar 0.25 ns dengan menggunakan pengkodean NRZ atau RZ, SNRpada36.79 dB dengan BER 9.4477 x 10-264. Hasil ini menunjukkan link memenuhi kelayakan standard ITU-T yaitu pada batas Pr sebesar [-28 ; -8] dBm, SNR dengan batas minimal PT.Telkom yaitu 21.5 dB, dan nilai BER yang juga memenuhi standard BER untuk link optik maksimal 10-6 [3]. Kelayakan juga ditunjukkan pada hasil simulasi downlink dengan Pr sebesar -21,291 dan BER 2,0476 x 10-263, serta pada uplink, dengan Pr sebesar -21,512 dan BER 0. Kata kunci : Fiber To The Home (FTTH), Gigabit Passive Optical Network (GPON), Optysistem
Klasifikasi Jenis Kulit Wajah Pria Berdasarkan Tekstur Menggunakan Metode Gray Level Co-occurrance Matrix (glcm) Dan Support Vector Machine (svm) Teuku Firaz Bintang Nusantara; Ratri Dwi Atmaja; Azizah Azizah
eProceedings of Engineering Vol 5, No 2 (2018): Agustus 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Wajah merupakan salah satu aspek terpenting pada penampilan seseorang. Pada dasarnya, selain sebagai tanda pengenal alami, wajah merupakan angggota tubuh yang menjadi daya tarik bagi lawan jenis. Namun wajah juga seringkali mengalami kesalahan dalam perawatannya, dikarenakan setiap jenis kulit wajah yang berbeda haruslah dilakukan perawatan yang berbeda pula. Pada tugas akhir ini, dibangun suatu program yang dapat mengklasifikasikan jenis kulit wajah. Sebelum proses klasifikasi, citra terlebih dahulu diakusisi, kemudian dilanjutkan dengan proses preprocessing dan ekstrasi ciri. Pada proses ektraksi ciri, digunakan metode Gray Level Co-occurrence Matrix (GLCM) dan pada proses klasifikasi, digunakan metode Support Vector Machine (SVM) dengan multiclass One-Againts-All (OAA). Pada pengujian ini, digunakan 100 sample citra, dimana setiap 5 titik daerah wajah yaitu dahi, hidung, dagu, pipi kanan dan pipi kiri terdiri dari 20 citra yang diklasifikasi menjadi 2 kelas, yaitu kering dan berminyak. Pengujian dilakukan pada 9 pria, dengan komposisi masing-masing kelas memiliki 3 pria dengan kulit wajah kering, 3 pria dengan kulit wajah berminyak, dan 3 orang pria dengan kulit wajah kombinasi. Parameter yang digunakan pada ekstrasi ciri GLCM dan klasifikasi SVM yaitu parameter orde dua (energi dan homogenitas), arah keabuan 45o , d = 1 piksel, kernel polynomial dan Kernel Option = 9, sehingga didapatkan akurasi terbaik sebesar 88.89% dan waktu komputasi 4 detik. Kata kunci: GLCM, SVM, kulit wajah, klasifikasi, ekstrasi ciri. Abstract Face is one of important aspect of a person's appearance. Except for personal identifier, face is body part, that make someone take an interest from their opposite gender. But people often treat their facial skin not properly, even though there are many type of facial skin that need differently treatment. In this research, the author builds a program that able to classify the type of facial skin. Firstly, system process the acquired image into preprocessing and feature extraction. After that, the image processed and classified. Gray Level Co-occurrence Matrix (GLCM) is the method that used for feature extraction and Support Vector Machine (SVM) method is used for classification. On training section, there are 100 sample of image that taken from 5 parts of face (forehead, nose, chin, right cheek and left cheek). Then 20 image from each parts of face classified into dry skin and oily skin. The test using 9 men that classified into 3 dry facial skin, 3 oily facial skin and 3 combination facial skin. The test using the GLCM method which used feature extraction based on texture with two order of parameter (the energy and homogenity), direction of 45°, d = 1 pixel, kernel polynomial, and Kernel Option =9, so the author can obtain the best accuracy of 88.89% and 4 second for computational time. Keyword : GLCM, SVM, Facial Skin, Classification, feature extraction
Analisis Perbandingan Performansi Penanggulangan Inter Carrier Interference Di Ofdm Menggunakan Konvensional Zero Forcing Equalizer Dan Enhanced Zero Forcing Equalizer Rizky Wahyudi; Arfianto Fahmi; Afief Dias Pambudi
eProceedings of Engineering Vol 3, No 1 (2016): April, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

OFDM (Ortogonal Frecuency Division Multiplexing) memiliki efisiensi spektral yang sangat tinggi dan tahan terhadap frequency selective fading. Teknologi ini memang mempunyai banyak kelebihan tetapi disisi lain juga memiliki kekurangan. Salah satu kekurangan OFDM adalah rentan terhadap carrier frequency offset (CFO) yang disebabkan respon kanal. Hal ini menyebabkan terjadinya inter carrier interference (ICI) sehingga menyebabkan kehilangan ortogonalitas. Penelitian ini membahas metode penanggulangan ICI menggunakan estimasi matriks kanal dan ekualisasi zero forcing (ZF). Sedangkan enhanced zero forcing dilakukan dengan interpolasi matriks estimasi sehingga menyederhanakan invers matriks dan mempersingkat waktu komputasi. Hasil simulasi yang didapatkan berupa meningkatnya performansi OFDM dengan zero forcing yaitu sebesar 2 dB dengan BER 10-3 sehingga performansi semakin membaik. Setelah itu dibandingkan performansi enhanced zero forcing equalizer terjadi peningkatan 0,5 dB dari OFDM konvensional dan terjadi penurunan kompleksitas invers matriks kanal, konvensional zero forcing mempunyai waktu komputasi invers 0,002 detik sedangkan enhanced zero forcing sebesar 0,0012 detik. Kata kunci : OFDM,ICI, CFO,Zero Forcing
Analisis Dan Simulasi Spectrum Sensing Menggunakan High Order Statistical Analysis Dengan Metode Ekstraksi Ciri Bicoherence Clay Creezelly Andre Talakua; Kris Sujatmoko; Afief Dias Pambudi
eProceedings of Engineering Vol 2, No 1 (2015): April, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Spektrum frekuensi merupakan sumber daya terbatas. Pemborosan spektrum frekuensi merupakan sebuah problema meskipun sudah regulasi telah ditetapkan untuk memaksimalkan pemanfaatan spektrum frekuensi. Cognitive radio merupakan sistem komunikasi cerdas yang mampu memaksimalkan penggunaan spektrum frekuensi. Spectrum sensing yang ada pada cognitive radio memampukan untuk mendeteksi aktivitas primary user sebagai sumber daya yang dapat dieksploitasi oleh secondary user. Penerapan High Order Statistical Analysis memungkinkan untuk digunakan pada spectrum sensing. Bicoherence akan digunakan sebagai metode ekstraksi ciri untuk mengkalkulasi dan pemetaan spektrum frekuensi. Kelebihan dari High Order Statistics dan bicoherence untuk spectrum sensing adalah kemampuannya untuk menekan Gaussian noise pada lingkungan dengan signal-to-noise ratio rendah. Hasil keluaran sistem mampu menunjukan aktivitas frekuensi primary user. Kemampuan sistem untuk mendeteksi sinyal primary user diwakili oleh Probability Detection. Nilai Probability detection ≥ 0.9 pada sistem diperoleh mulai dari SNR 0 dB hingga pada SNR -12 dB. Nilai tersebut semakin mengecil seiring bertambah rendahnya nilai SNR. Kata kunci : Spectrum sensing, high order statistical analysis, bicoherence
Deteksi Luas Hutan Mangrove Di Pantai Bali Dengan Metode Discrete Cosine Transform Dan Fuzzy Logic Dewa Gede Eduard Pramana Morton; Bambang Hidayat; I Nyoman Apraz Ramatryana
eProceedings of Engineering Vol 2, No 2 (2015): Agustus, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Mangrove memiliki banyak kegunaan, maka dari itu penghitungan luas hutan mangrove merupakan hal yang penting dilakukan untuk mengetahui kondisi hutan demi mencegah adanya penurunan luas hutan yang kini semakin menurun. Sistem ini menggunakan dua aplikasi Matlab dan Google Earth. Proses uji dimulai dari akuisisi citra uji dengan menggunakan bantuan aplikasi Google Earth dan kemudian dilakukan preprocessing, segmentasi dan kemudian diklasifikasi dengan metode Fuzzy Logic untuk menentukan masing- masing kelas yang sebelumnya sudah dilakukan ekstraksi ciri dengan menggunakan metode DCT (Discrete Cosine Transform). Berdasarkan hasil penelitian, untuk menghitung luas hutan mangrove dengan ekstraksi ciri menggunakan metode DCT dan klasifikasi menggunakan metode Fuzzy Logic diperoleh tingkat akurasi sebesar 94.638% dengan menggunakan red channel serta ukuran kotak 8x8 piksel dan nilai epoch 50. Waktu komputasi untuk menghitung luas diperoleh 8.79 detik. Kata Kunci: Hutan Mangrove, Matlab, Google Earth, Discrete Cosine Transform, Fuzzy Logic.

Page 87 of 831 | Total Record : 8304


Filter by Year

2014 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 12 No. 6 (2025): Desember 2025 Vol. 12 No. 5 (2025): Oktober 2025 Vol. 12 No. 4 (2025): Agustus 2025 Vol. 12 No. 3 (2025): Juni 2025 Vol. 12 No. 2 (2025): April 2025 Vol. 12 No. 1 (2025): Februari 2025 Vol. 11 No. 6 (2024): Desember 2024 Vol. 11 No. 5 (2024): Oktober 2024 Vol. 11 No. 4 (2024): Agustus 2024 Vol. 11 No. 3 (2024): Juni 2024 Vol. 11 No. 2 (2024): April 2024 Vol. 11 No. 1 (2024): Februari 2024 Vol. 10 No. 6 (2023): Desember 2023 Vol. 10 No. 5 (2023): Oktober 2023 Vol 10, No 5 (2023): Oktober 2023 Vol. 10 No. 4 (2023): Agustus 2023 Vol. 10 No. 3 (2023): Juni 2023 Vol 10, No 3 (2023): Juni 2023 Vol 10, No 2 (2023): April 2023 Vol. 10 No. 2 (2023): April 2023 Vol. 10 No. 1 (2023): Februari 2023 Vol 9, No 6 (2022): Desember 2022 Vol. 9 No. 5 (2022): Oktober 2022 Vol 9, No 5 (2022): Oktober 2022 Vol 9, No 4 (2022): Agustus 2022 Vol. 9 No. 4 (2022): Agustus 2022 Vol 9, No 3 (2022): Juni 2022 Vol 9, No 2 (2022): April 2022 Vol 9, No 1 (2022): Februari 2022 Vol 8, No 6 (2021): Desember 2021 Vol 8, No 5 (2021): Oktober 2021 Vol. 8 No. 5 (2021): Oktober 2021 Vol 8, No 4 (2021): Agustus 2021 Vol 8, No 3 (2021): Juni 2021 Vol. 8 No. 2 (2021): April 2021 Vol 8, No 2 (2021): April 2021 Vol 8, No 1 (2021): Februari 2021 Vol 7, No 3 (2020): Desember 2020 Vol 7, No 2 (2020): Agustus 2020 Vol 7, No 1 (2020): April 2020 Vol 6, No 3 (2019): Desember 2019 Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019 Vol 6, No 1 (2019): April 2019 Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018 Vol 5, No 2 (2018): Agustus 2018 Vol 5, No 1 (2018): April 2018 Vol 4, No 3 (2017): Desember, 2017 Vol 4, No 2 (2017): Agustus, 2017 Vol 4, No 1 (2017): April, 2017 Vol 3, No 3 (2016): Desember, 2016 Vol 3, No 2 (2016): Agustus, 2016 Vol 3, No 1 (2016): April, 2016 Vol 2, No 3 (2015): Desember, 2015 Vol 2, No 2 (2015): Agustus, 2015 Vol 2, No 1 (2015): April, 2015 Vol 1, No 1 (2014): Desember, 2014 More Issue