cover
Contact Name
Munifah Abdat
Contact Email
munifahabdat_dr@usk.ac.id
Phone
+6281317577701
Journal Mail Official
cakradonyadentaljournal@gmail.com
Editorial Address
FKG USK Darussalam Banda Aceh Aceh
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Cakradonya Dental Journal
ISSN : 2085546X     EISSN : 26224720     DOI : 10.24815/cdj.v
Core Subject : Health,
Cakradonya Dental Journal (CDJ) is a scientific journal publishes twice a year, on February and August. CDJ publishes conceptual articles from original research results that are relevant to the fields of medicine, dental care, oral health, general dentistry, dental materials, and public health. CDJ also publishes literature reviews and case reports.
Articles 524 Documents
PERAN EKSTRAK DAUN WUNGU (GRAPTOPHYLLUM PICTUM L. GRIFF) TERHADAP ADHESI STREPTOCOCCUS MUTANS PADA NEUTROFIL Atik Kurniawati; Sulistiyani -; Arina Nur Rahmah
Cakradonya Dental Journal Vol 11, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : FKG Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/cdj.v11i2.16156

Abstract

Streptococcus mutans (S. mutans) merupakan bakteri utama penyebab karies gigi yang mampu mendemineralisasi email, menginvasi dentin yang dapat berlanjut menjadi inflamasi pulpa (pulpitis). Streptococcus mutans menginvasi inang diawali dengan melakukan adhesi (perlekatan). Proses ini merupakan langkah awal dalam proses inflamasi. Oleh karena itu, adhesi Streptococcus. mutans pada sel inang perlu dicegah agar tidak terjadi infeksi oleh bakteri. Neutrofil merupakan sel pertahanan pertama yang datang pada proses inflamasi. Salah satu upaya untuk mencegah terjadinya adhesi tersebut bisa menggunakan bahan alami yang bersifat anti-inflamasi, salah satunya yaitu daun wungu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak daun wungu (EDW) terhadap adhesi bakteri Streptococcus. mutans pada neutrofil dan perbedaan indeks adhesi dalam berbagai konsentrasi dengan eksperimental laboratoris menggunakan the post test only control group design. Sampel terbagi menjadi 5 kelompok (klp): klp I/kontrol (tanpa inkubasi EDW), klp II (EDW 3,125%), klp III (EDW 6,25%), klp IV (EDW 12,5%), dan klp V (EDW 25%). Isolat neutrofil diinkubasi dengan EDW selama 3 jam, kemudian dipapar S. mutans selama 4 jam. Indeks adhesi dihitung berapa rata-rata jumlah S. mutans yang menempel pada 100 neutrofil. Simpulan penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun wungu berpotensi menurunkan indeks adhesi Streptococcus mutans. Kata kunci: adhesi, S. mutans, neutrophil, daun wungu
ANALISIS PERMUKAAN RESIN KOMPOSIT NANOFILLER SETELAH PERENDAMAN DALAM MINUMAN BERSODA DAN MINUMAN KEMASAN RASA JERUK Viona Diansari; Iin Sundari; Hariyanti Siregar
Cakradonya Dental Journal Vol 11, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : FKG Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/cdj.v11i2.16154

Abstract

Resin komposit jenis nanofiller memiliki sifat fisik dan mekanik yang lebih baik dari jenis resin komposit lain. Paparan asam secara terus-menerus dalam waktu lama mengakibatkan perubahan mikrostruktur yang berpengaruh pada sifat fisik dan mekanik resin komposit. Penelitian ini bertujuan mengamati gambaran Scanning Electron Microscope (SEM) permukaan resin komposit nanofiller sebelum dan setelah perendaman dalam minuman bersoda dan minuman kemasan rasa jeruk. Sebuah penelitian eksperimental laboratoris yang menggunakan 4 spesimen dibagi dalam 2 kelompok perlakuan. Kelompok 1 perendaman dalam minuman bersoda (cola) dan kelompok 2 perendaman dalam minuman kemasan rasa jeruk (Buavita jeruk). Spesimen direndam selama 6 hari yang setara dengan konsumsi cola dan buavita selama 1,5 tahun. Perubahan mikrostruktur permukaan resin komposit nanofiller diamati menggunakan Scanning Electron Microscope Hitachi TM3000. Gambaran SEM mikrostruktur permukaan resin komposit dianalisis secara kualitatif kemudian dihitung jumlah porus dan dianalisis menggunakan Paired t-test dan Unpaired t-test. Hasil analisis paired t-test menunjukkan perbedaan bermakna antara jumlah porus sebelum dan setelah perendaman dalam cola dan buavita jeruk. Hasil analisis Unpaired t-test menunjukkan perbedaan yang tidak bermakna antara jumlah porus dalam perendaman cola dan buavita jeruk. Disimpulkan bahwa minuman bersoda dan kemasan rasa jeruk, keduanya, dapat menyebabkan terjadinya perubahan mikrostruktur permukaan resin komposit nanofiller berupa peningkatan jumlah porus.Kata kunci: Resin komposit nanofiller, Scanning Electron Microscope, porusitas
PENGARUH KOMBINASI EKSTRAK KULIT BUAH DURIAN DAN ITRACONAZOLE DALAM MENGHAMBAT PERTUMBUHAN Candida albicans Siti Rusdiana Puspa Dewi; Lizzana Farianty; Ahdiyat Sukmawan
Cakradonya Dental Journal Vol 11, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : FKG Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/cdj.v11i2.16155

Abstract

Itraconazole merupakan salah satu obat sintetik yang memiliki keterbatasan dalam menghambat pertumbuhan Candida albicans (C. albicans). Kulit buah durian (Durio zibethinus L.) merupakan salah satu tanaman yang memiliki efek antifungal karena mengandung senyawa organik seperti flavonoid, tanin, dan saponin yang mampu menghambat pertumbuhan C. albicans. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menetapkan potensi pengaruh pemberian kombinasi ekstrak kulit buah durian dengan dan tanpa itraconazole terhadap pertumbuhan C. albicans in vitro. Penelitian ini menggunakan metode checkerboard dengan 6 jenis konsentrasi ekstrak kulit buah durian dan 5 jenis konsentrasi iatraconazole dalam menentukan KHM kombinasi. KHM kombinasi bahan uji diuji pada media SDA untuk menetapkan pengaruh kombinasi bahan uji terhadap C. albicans melalui zona hambat yang dibandingkan dengan itraconazole (kontrol positif), ekstrak kulit buah durian, dan akuades (kontrol negatif). Hasil dari penelitian ini menunjukkan pemberian bahan uji kombinasi berpotensi menghambat pertumbuhan C. albicans tanpa dipengaruhi oleh konsentrasi bahan uji. Semakin tinggi konsentrasi kulit buah durian atau itraconazole, maka semakin meningkat pula daya hambat pertumbuhan C. albicans. Kesimpulan dari penelitian ini adalah kombinasi ekstrak kulit buah durian dengan itraconazole berpotensi menghambat pertumbuhan C. albicans in vitro.Kata Kunci: Candida albicans, ekstrak kulit buah durian, itraconazole
DAYA HAMBAT EKTRAK DAUN JARAK PAGAR (Jatropha curcas L) TERHADAP PERTUMBUHAN Candida albicans Susi susi; Gusti Revilla; Fitri Anggini; Putri Ovieza Maizar
Cakradonya Dental Journal Vol 11, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : FKG Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/cdj.v11i2.16153

Abstract

Candida albicans merupakan jamur flora normal bersifat opportunistik didalam rongga mulut yang dapat menyebabkan terjadinya denture stomatitispada daerah rongga mulut. Penelitian ini bertujuan untuk menetapkan potensi hambat ekstrak daun jarak pagar terhadap pertumbuhan Candida albicans (ATCC 10231) pada permukaan akrilik. Desain penelitian eksperimental laboratorium dengan Post test only with control group. Sampel 20 buah pelat resin akrilik heat cured yang dikontaminasikan dengan suspensi Candida albicans (0.5X108 cfu/ mL) dan diinkubasi secara aerob, selama 24 jam. Sampel dibagi menjadi 4 kelompok dan direndam selama 8 jam dalam ekstrak daun jarak pagar konsentrasi 10% (G1), 15% (G2), 20% (G3) dan akuades (G4). Ekstrak daun jarak pagar dibuat secara maserasi dengan etanol 96%. Koloni masing-masing sampel dihitung dengan Tally counter. Data dianalisis dengan One Way Anova (p0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah koloni Candida albicans terkecil ditemukan pada kelompok konsentrasi 20% dibandingkan dengan kelompok kontrol. Hasil analisa One Way Anova menunjukkan adanya perbedaan jumlah koloni Candida albicans antar kelompok (p0.05). Hasil Uji Least Significance Different terdapat perbedaan bermakna antara kelompok kontrol dengan kelompok konsentrasi 15%, dan 20% (p0.05). Kesimpulan ekstrak daun jarak pagar dapat menghambat pertumbuhan Candida albicans pada pemukaan akrilikKata kunci: Candida albicans, ekstrak daun jarak pagar, maserasi
TINGKAT PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG EFEK RADIASI SINAR-X DI BIDANG KEDOKTERAN GIGI PADA SAAT KEHAMILAN (Studi Dilakukan Di Praktek Bidan Swasta Desa Suka Damai Kecamatan Lueng Bata Banda Aceh) Kemala Hayati; Rizki Zuliati
Cakradonya Dental Journal Vol 11, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : FKG Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/cdj.v11i2.16150

Abstract

Radiasi sinar-X merupakan suatu bentuk gelombang elektromagnetik yang dapat melewati ruang hampa dan mendispersi energi. Pemanfaatan radiasi sinar-X di bidang kedokteran gigi salah satunya yaitu untuk penegakan diagnosis. Selain bermanfaat, radiasi sinar-X juga dapat menimbulkan risiko berupa kerusakan pada sel, jaringan, dan organ. Risiko tersebut dapat terjadi pada operator ataupun pasien, termasuk ibu hamil yang menjalani perawatan dengan menggunakan radiasi sinar-X. Risiko radiasi sinar-X pada ibu hamil dapat disebabkan karena kurangnya pengetahuan tentang risiko radiasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat tingkat pengetahuan ibu hamil tentang efek radiasi sinar-X di bidang kedokteran gigi pada saat kehamilan di praktik bidan swasta Desa Suka Damai Kecamatan Lueng Bata. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Pengambilan subjek menggunakan metode purposive sampling dan sesuai dengan kriteria inklusi. Pengumpulan data dilakukan dengan pembagian kuisioner kepada subjek penelitian yang telah diberi informed consent. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan ibu hamil sebanyak 30 subjek tentang efek radiasi sinar-X di bidang kedokteran gigi pada saat kehamilan di praktik bidan swasta Desa Suka Damai Kecamatan Lueng Bata Banda Aceh dengan kategori baik adalah 20%, cukup 36,7%, kurang 16,7%, dan buruk 26,7%, sehingga dapat disimpulkan bahwa tingkat pengetahuan ibu hamil tersebut dominan dalam kategori cukup.Kata Kunci: Radiasi Sinar-X Kedokteran Gigi, Ibu Hamil, Pengetahuan
STATUS KEBERSIHAN MULUT BERDASARKAN INDEKS ORAL HYGIENE INDEX SIMPLIFIED (OHI-S) PADA SISWA SEKOLAH USIA 9, 10 DAN 11 TAHUN Ayub Irmadani Anwar; Munifah Abdat; Aldy Anzhari Ayub; Meilisa Yusrianti
Cakradonya Dental Journal Vol 11, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : FKG Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/cdj.v11i2.16149

Abstract

Penyakit gigi dan mulut di Indonesia umumnya terkait dengan masalah kebersihan mulut. Salah satu penyebab masalah kesehatan gigi dan mulut di masyarakat adalah faktor perilaku yang mengabaikan kebersihan gigi dan mulut. Penelitian ini bertujuan untuk untuk memperoleh gambaran mendalam dari status kebersihan rongga mulut pada siswa sekolah usia sembilan, sepuluh, dan sebelas tahun. Metode penelitian ini dengan jenis penelitinan observasional deskriptif dengan desain cross sectional. Penelitian dilakukan di Sekolah Dasar Negeri Mattoangin I dan Sekolah Dasar Inpres Bertingkat Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa status kebersihan gigi dan mulut siswa dikategorikan sebagai kriteria baik. Berdasarkan jenis kelamin menunjukkan nilai rata-rata DI-S yang lebih tinggi diperoleh pada siswa laki-laki dibandingkan dengan siswa perempuan. Nilai rata-rata CI lebih tinggi pada siswa perempuan dibandingkan dengan siswa laki-laki. Nilai rata-rata OHI-S tertinggi ditemukan pada siswa laki-laki dibandingkan dengan siswa perempuan. Kesimpulan penelitian ini bahwa berdasarkan OHI-S, siswa berada dalam kriteria yang baik, dan kelompok usia sebelas tahun dalam kriteria menengah. Tingkat kebersihan mulut didasarkan pada OHI-S dimana siswa laki-laki dan siswa perempuan dalam kriteria yang baik.Kata kunci : Status Oral Hygiene, DI-S, CI-S, OHI-S
STUDI KASUS: FRENEKTOMI SEBAGAI TERAPI PENDAHULUAN SEBELUM PERAWATAN ORTODONTIK Laporan Kasus Sulistiawati -; Ina Hendiani
Cakradonya Dental Journal Vol 11, No 1 (2019): Februari 2019
Publisher : FKG Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/cdj.v11i1.13630

Abstract

Frenektomi frenulum labialis superior sering kali dilakukan untuk mengatasi masalah diastemasentral. Bedah frenektomi ini diharapkan akan memperbaiki estetik pasien dan biasanya diikutidengan perawatan ortodontik. Pasien wanita berusia 19 tahun datang ke Klinik Residen PeriodonsiaFakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran dirujuk dari Klinik Ortodonsia untuk dilakukanfrenektomi, setelah dilakukan pemeriksaan diketahui terdapat aberansia frenulum labialis superioryang menjadi penyebab diastema sentral. Pada kasus ini dilakukan bedah frenektomi dengan teknikklasik menggunakan hemostat dan skalpel dengan tujuan memperbaiki perlekatan frenulum labialissuperior yang menyebabkan diastema sentral. Perdarahan yang terjadi saat bedah dapat dikontroldengan baik. Hasil perawatan menunjukkan perlekatan frenektomi diperbaiki dan diikuti denganperawatan ortodontik untuk menutup diastema sentral.Kata kunci: Aberansia frenulum labialis superior, diastema sentral, frenektomi, teknik klasik
PERAWATAN APEKSOGENESIS GIGI INSISIVUS PERMANEN DENGAN AKARMASIH TERBUKA DISERTAI PULPA TERBUKA KARENA TRAUMA (LaporanKasus) Maulidar -
Cakradonya Dental Journal Vol 11, No 1 (2019): Februari 2019
Publisher : FKG Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/cdj.v11i1.13629

Abstract

Pasien umur 9,8 tahun, dirujuk dari bagian umum untuk penambalan giginya yang patah akibatterjatuh 14 hari lalu. Pemeriksaan klinis gigi 21 mengalami fraktur 2/3 korona. Pemeriksaan subjektifpasien tidak merasakan sakit atau ngilu. Pemeriksaan objektif hasil perkusi negatif, palpasi negatif, tesdingin negatif, kegoyangan negatif dan tes bur positif. Pemeriksaan radiografis apeks belum tertutupsempurna dan tidak ada kelainan periapeks. Diagnosis gigi 21 adalah pulpitis reversibel. Rencanaperawatannya adalah apeksogenesis. Pada kunjungan pertama dilakukan prosedur pulpotomi dangkaldengan hidroksida kalsium. Pada kontrol 3 bulan kemudian, kondisi klinis baik dan secara radiografisterlihat ada penutupan apeks, Ca(OH)2 dibersihkan dan gigi diberi SIK dan kemudian direstorasidengan resin komposit Kelas IV dengan retensi pin. Kunjungan ketiga (1 minggu kemudian), tidakada keluhan. Kontrol terakhir (11 bulan setelah kunjungan pertama) tidak ditemukan keluhan secaraklinis dan secara radiografis apeks makin menutup, tetapi ada perubahan warna komposit di servikal.Kesimpulan: perawatan pulpotomi dangkal pada gigi vital dengan apeks yang belum menutupsempurna dan pulpa terbuka akibat terkena trauma dapat berhasil dengan baik.Kata Kunci : apeks terbuka, pulpotomi dangkal, apeksogenesis
GAMBARAN PERLEKATAN BAKTERI Staphylococcus aureus PADA BERBAGAI BENANG BEDAH (STUDI KASUS PADA TIKUS WISTAR) Teuku Ahmad Arbi; Putri Rahmi Noviyandri; Novita Vindy Valentina
Cakradonya Dental Journal Vol 11, No 1 (2019): Februari 2019
Publisher : FKG Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/cdj.v11i1.13628

Abstract

Benang bedah memiliki peran yang penting dalam intervensi bedah yaitu untuk menyatukan tepitepiluka, meningkatkan penyembuhan luka, dan memberikan kontrol perdarahan. Walaupun begitu,keberadaan benang bedah dapat meningkatkan kerentanan terhadap infeksi pada luka. Infeksi initerjadi akibat kontaminasi dari mikroorganisme yang berinteraksi dengan benda asing pada lukaseperti benang bedah. Infeksi pada luka atau area bedah ini dikenal sebagai surgical site infection(SSI). Benang bedah sudah lama dihubungkan dengan awal terjadinya SSI. Staphylococcus aureusmerupakan bakteri yang paling sering diisolasi dari kejadian SSI. Untuk itu tujuan dari penelitian iniadalah untuk melihat perlekatan S. aureus terhadap beberapa benang bedah yang umum digunakan,yaitu silk, vycril, catgut, dan nylon. Staphylococcus aureus yang melekat pada benang bedah ditelitidengan metode pengenceran bertingkat/lempeng sebar dan dihitung dengan menggunakan metodestandard plate count. Jumlah koloni S. aureus yang melekat pada benang bedah yang ditemukan padabenang bedah silk sebesar 2.4x104 Cfu/ml, vycril sebesar 6.0x104 Cfu/ml, catgut sebesar 18.6x104Cfu/ml, dan nylon sebesar 2.6x104 Cfu/ml. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa jumlah koloni S.aureus pada seluruh benang dikatakan aman, tidak meningkatkan risiko SSI karena jumlah S. aureusmasih dibawah 105 mikroorganisme per gram jaringan. Selain itu, jumlah kolonisasi S. aureus padabenang bedah ini dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti bahan pelindung yang melapisi suatubenang, bahan benang, dan konfigurasi fisikalnya.Kata Kunci: Benang bedah, Staphylococcus aureus, SSI
STUDI KEKASARAN PERMUKAAN ANTARA RESIN AKRILIK HEAT CURED DAN TERMOPLASTIK NILON YANG DIRENDAM DALAM KOPI ULEE KARENG (Coffea robusta) Iin Sundari; Liana Rahmayani; Deliga Serpita
Cakradonya Dental Journal Vol 11, No 1 (2019): Februari 2019
Publisher : FKG Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/cdj.v11i1.13631

Abstract

Resin akrilik heat cured merupakan material yang paling sering digunakan dalam pembuatan basisgigi tiruan. Seiring perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, termoplastik nilon juga menjadipilihan bagi material basis gigi tiruan. Material basis gigi tiruan mempunyai kekurangan pada sifatfisiknya, diantaranya adalah kekasaran permukaan. Kekasaran permukaan dapat terjadi pada resinakrilik heat cured dan termoplastik nilon diantaranya disebabkan karena terpaparnya material denganlarutan yang mengandung asam, salah satunya adalah kopi. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahuiperbedaan kekasaran permukaan antara resin akrilik heat cured dan termoplastik nilon sebelum dansetelah direndam dalam larutan kopi Ulee Kareng (Coffea robusta). Jumlah spesimen pada penelitianini ada 8 spesimen, 4 resin akrilik heat cured Meliodent dan 4 termoplastik nilon BIO TONE denganukuran 20x20x2 mm. Spesimen direndam dalam larutan kopi selama 4 hari (mensimulasikanmengkonsumsi larutan kopi selama 1 tahun) dengan larutan kopi diganti setiap hari. Kekasaranpermukaan sebelum dan setelah perendaman diukur menggunakan alat surface roughness tester. Hasiluji t berpasangan pada kedua kelompok menunjukkan perbedaan bermakna kekasaran permukaansebelum dan setelah perendaman (p0.05), hasil uji t tidak berpasangan antara resin akrilik heat cureddan termoplastik nilon sebelum perendaman menunjukkan terdapat perbedaan bermakna (p0.05) dansetelah perendaman juga menunjukkan perbedaan bermakna (p0.05). Nilai kekasaran permukaanresin akrilik heat cured lebih tinggi dibandingkan termoplastik nilon setelah direndam dalam kopiUlee Kareng (Coffea robusta).Kata Kunci: Resin akrilik, termoplastik nilon, kopi