cover
Contact Name
Munifah Abdat
Contact Email
munifahabdat_dr@usk.ac.id
Phone
+6281317577701
Journal Mail Official
cakradonyadentaljournal@gmail.com
Editorial Address
FKG USK Darussalam Banda Aceh Aceh
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Cakradonya Dental Journal
ISSN : 2085546X     EISSN : 26224720     DOI : 10.24815/cdj.v
Core Subject : Health,
Cakradonya Dental Journal (CDJ) is a scientific journal publishes twice a year, on February and August. CDJ publishes conceptual articles from original research results that are relevant to the fields of medicine, dental care, oral health, general dentistry, dental materials, and public health. CDJ also publishes literature reviews and case reports.
Articles 524 Documents
Penilaian Komunikasi Interpersonal Dokter Gigi Muda Dengan Pasien Prostodonsia Di Rumah Sakit Gigi Mulut (RSGM) Universitas Syiah Kuala Liana Rahmayani; Cut Fera Novita; Rahmaini -
Cakradonya Dental Journal Vol 5, No 2 (2013): Desember 2013
Publisher : FKG Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Komunikasi interpersonal berperan penting dengan perawatan kesehatan gigi dan mulut yang dilakukan dokter gigi terhadap pasien secara individual. Komunikasi interpersonal dokter gigi muda dengan pasien prostodonsia di RSGM tidak terlepas dari perilaku, empati maupun tampilan dokter gigi muda saat memberikan perawatan kepada pasien. Beberapa penelitian sebelumnya membuktikan bahwa komunikasi interpersonal dapat meningkatkan kepuasan dan mengurangi kecemasan pasien saat melakukan perawatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menilai komunikasi interpersonal anatar dokter gigi muda dengan pasien prostodonsia di RSGM Universitas Syiah Kuala Banda Aceh. Metode penelitian adalah deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Subjek penelitian ini sebanyak 60 orang. Hasil penelitian menunjukkan komunikasi interpersonal dokter gigi muda denganpasien prostodonsia yang menilai cukup baik sebanyak 2 orang (3,3%), subjek yang menilai baiksebanyak 28 orang (46,7%) dan yang menilai sangat baik sebanyak 30 orang (50%). Berdasarkan hasil penelitian ini menunjukkan bahwa komunikasi interpersonal dokter gigi muda dengan pasien prostodonsia di RSGM Universitas Syiah Kuala sangat baik.
Pengaruh Durasi Perendaman Resin Akrilik Heat Cured Dalam Larutan Sodium Hipoklorit 0,5% Terhadap Perubahan Dimensi Diana Setya Ningsih; Liana Rahmayani; Prabowo Bomazdicahyo
Cakradonya Dental Journal Vol 5, No 2 (2013): Desember 2013
Publisher : FKG Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Resin akrilik heat cured sering digunakan sebagai basis gigi tiruan. Resin akrilik heat cured memiliki kemampuan menyerap larutan sehingga menyebabkan kenaikan berat dan ekspansi linier. Basis gigi tiruan resin akrilik dapat dibersihkan dengan larutan sodium hipoklorit 0,5%. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh lama perendaman resin akrilik heat cured dalam larutan sodium hipoklorit 0,5% selama 1, 3, 5, dan 7 hari terhadap perubahan dimensi. Penelitian ini menggunakan 15 spesimen resin akrilik heat cured (merek Meliodent, diameter = 50 1 mm dan tebal = 0,5 0,1 mm) yaitu 10 spesimen direndam dalam larutan sodium hipoklorit 0,5% dan 5 spesimen dalam akuades (kontrol). Perendaman dilakukan selama 1, 3, 5 dan 7 hari. Penelitian ini merupakan eksperimental laboratoris dengan menggunakan neraca analitik digital dan jangka sorong digital untuk mengukur perubahan dimensi pada spesimen resin akrilik heat cured. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan Repeated ANOVA. Hasil analisis menunjukkan ada perbedaan bermakna perubahan dimensi setelah direndam dalam larutan sodium hipoklorit 0,5% selama 1, 3, 5, dan 7 hari (p 0,05). Analisis Pairwise Comparisons menunjukkan ada perbedaan bermakna perubahan dimensi resin akrilik heat cured setelah perendaman selama 1 hari (p 0,05) dibandingkan perendaman selama 3, 5, dan 7 hari (p 0,05). Kesimpulan penelitian ini adalah ada pengaruh lama perendaman resin akrilik heat cured dalam larutan sodium hipoklorit 0,5% terhadap perubahan dimensi.
Perubahan pH Saliva Buatan Setelah Diinteraksikan Dengan Candida Albicans, Streptococcus Mutans, dan Aggregatibacter Actinomycetemcomitans Basri A. Gani; Cut Soraya; Sunnati -; Abdillah Imron Nasution; Nurfal Zikri; Rina Rahadianur
Cakradonya Dental Journal Vol 5, No 2 (2013): Desember 2013
Publisher : FKG Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Saliva merupakan cairan eksokrin yang mengandung unsur protein dan antibodi seperti sIgA laktoferin peroksidase, albumin, polipeptida dan oligopeptida yang berperan pada pertahanan mukosa rongga mulut dan gigi guna mencegah infeksi oral mikropatogen seperti C. albicans, S. mutans, dan A. actinomycetemcpmitans. Patogenesis ketiga oral mikropatogen tersebut diawali dengan mempengaruhi perubahan pH saliva sebagai langkah invasi dan infeksi pada mukosa oral dan pelikel gigi. Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui perubahan pH saliva buatan setelah diinteraksikan dengan S. mutans, C. albicans,dan A. Actinomycetemcpmitans. Materi penelitian ini berupa Streptococcus mutans strain ATCC 31987, Candida albicans strain ATCC 10231, Aggregatibacter actinomycetemcomitans strain ATTC 702358, dan saliva buatan. Untuk mengetahui perubahan pH saliva, maka ketiga mikrobiota tersebut dikultur dan untuk menguji perubahan pH saliva dilakukan uji interaksi ketiga mikroorganisme tersebut dalam saliva buatan selama 24 jam dengan pengaturan pH saliva sebagai indikator hasil penelitian. Hasil penelitian menunjukkan interaksi S. mutans, C. albicans, dan A. actinomycetemcomitans dalam saliva buatan mampu mereduksi perubahan pH saliva mengarah ke pH netral dengan kontrol perlakuan pH saliva 4, 5, 6, 8, dan pH 9 secara statistik tidak tidak menunjukkan perbedaan bermakna (p0,05), begitu juga ketika dilakukan interakasi diantara masing-masing mikroorganisme tersebut dalam saliva buatan menunjukkan adanya perbedaan bermakna (p0,05). Hasil penelitian memperlihatkan aktivitas biologi S. mutans, C. albicans, dan A. actinomycetemcomitans dalam saliva buatan mampu merubah pH Saliva sekaligus mempertahankan pH netral, ini menggambarkan bahwa mikrobiota tersebut saling mendukung dan bekerjasama dalam mempengaruhi siklus biologi rongga mulut dengan pH saliva sebagai indikator.
Apex Resection and Retrograde Filling After Enucleation of Radicular Cyst : A Case Report Teuku Ahmad Arbi; Abdul Latif
Cakradonya Dental Journal Vol 5, No 2 (2013): Desember 2013
Publisher : FKG Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Radicular cyst is a cyst at the apex of a non-vital tooth and is a sequel of pulp inflammation. The associated tooth is usually asymptomatic. Acute infectious episodes may cause pain. The lesion appears as a sharply circumscribed radiolucent lesion around the apex of the associated tooth. Several treatment options exist for such cysts. Many small cysts resolve with endodontic therapy (root canal treatment) of the involved tooth. Those lesions should be monitored to ensure such resolution. Cysts that fail to resolve with such therapy should be surgically removed. This is often accompanied by an apex resection of the tooth involved. This entails cutting off the end of the tooth and sealing, preventing the leakage of root canal filling. We present a case of Indonesian female, 24 years old with radicular cyst at second left maxillary incisor. The teeth was already performed root canal treatment, but the cyst did not decreased in size and the teeth was mobile. We decided to perform enucleation and apex resection of involved teeth. A mucoperiosteal flap over the cyst is raised a window is opened in the bone to give adequate access. The cyst is carefully separated from its bony wall. The entire cyst is removed intact. The apex was cutting off 3 mm and MTA was place at the orifice of the root. The edge of bony cavity are smoothened off, free bleeding is controlled and cavity is irrigated to remove debris. Mucoperiosteal flap is replaced back and sutured in place. Three weeks after surgery, the patient has no complain on operation area, the tooth was not mobile and no pain. Radiographic evaluation shows that the operation area is healing successfully.
Profil Jaringan Lunak Dan Keras Wajah Lelaki Dan Perempuan Dewasa Etnis Aceh Berdasarkan Keturunan Campuran Arab, Cina, Eropa Dan Hindia Komalawati -; Etty Indriaty; Al Supartinah
Cakradonya Dental Journal Vol 5, No 2 (2013): Desember 2013
Publisher : FKG Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Profil Jaringan Lunak Dan Keras Wajah Lelaki Dan PPenelitian ini bertujuan untuk menentukan karakteristik bentuk wajah etnis Aceh pada ukuran dan perbandingan profil jaringan lunak dan jaringan keras wajah lelaki dan perempuan dewasa Aceh berdasarkan keturunan campuran Arab, Cina, Eropa dan Hindia yang ada di Nanggroe Aceh Darussalam. Keturunan Arab diseleksi berdasarkan daerah Aceh Besar dan Banda Aceh, keturunan Cina di seleksi pada daerah Aceh Utara dan Aceh Timur, keturunan Eropa di seleksi pada daerah Aceh Barat dan Aceh Selatan, keturunan Hindia di seleksi pada daerah Aceh Sigli dan Aceh Pidie. Pendekatan sefalogram lateral sejumlah 273 lembar terdiri dari subjek 130 lelaki dan 143 perempuan, umur 17 21 tahun dengan oklusi normal, klas I Angle, wajah simetris, jarak tumpang gigit 2-4 mm dan dua generasi keturunan keatas. Analisis Downs dipakai untuk menentukan derajat retrusi atau protrusi mandibula dan maksila dengan mengukur sudut fasial dan sudut konveksity, garis estetik Riketts di gunakan untuk menentukan posisi jaringan lunak bibir terhadap profil wajah secara keseluruhan. Analisis of varian 2 jalur digunakan untuk menentukan taraf signifikansi asal keturunan jenis kelamin antara lelaki dan perempuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa profil wajah adalah lurus (orthognathi) dan tidak terdapat perbedaan yang signifikan (p 0,05) antara bentuk profil jaringan lunak dan keras wajah suku Aceh keturunan Arab, Cina, Eropa dan Hindia, baik pada lelaki maupun pada perempuan. Kesimpulan: Etnik Aceh berasal dari ras Mongoloid subras Deutero-Melayid mempunyai profil jaringan lunak dan keras wajah lurus (orthognathi), sama seperti ras Kaukasian.rempuan Dewasa Etnis Aceh Berdasarkan Keturunan Campuran Arab, Cina, Eropa Dan Hindia
Indek Sefalik Dan Basis Kranium Anak Retardasi Mental Dan Hubungannya Dengan IQ (Intelligence Quetiont) Dewi Elianora; Iwa Sutardjo; Bambang Udji Rianto
Cakradonya Dental Journal Vol 5, No 2 (2013): Desember 2013
Publisher : FKG Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah lama diketahui bahwa subjek dengan retardasi mental berhubungan dengan misshapen crania, microcephaly dan dysmorphic features. Telah diketahui juga bahwa ukuran kepala berhubungan dengan intelegensia yang rendah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat hubungan antara ukuran indek sefalik dan basis kranium dengan IQ, dengan cara membandingkan antara anak retardasi mental dengan anak normal. Penelitian ini terdiri dari 168 anak umur 7-12 tahun. 84 anak retardasi mental dan 84 anak normal yang diambil secara random dari SLBN dan SDN Yogyakarta. Subyek terdiri dari laki-laki dan perempuan dengan jumlah yang sama. Usia tujuh tahun dipilih karena 7 tahun merupakan usia maksimal pertumbuhan otak. Data dibagi menjadi ukuran indek sefalik dan radiographik sefalometri lateral. Indek sefalik didapatkan mengunakan rumus : Maksimal lebar kepala / maksimal panjang kepala x 100. Berdasarkan rumus ini diklasifikasikan menjadi dolichocephalic, mesocephalic, dan brachycephalic. Penilaian IQ dilakukan di Bagian Psikologi UGM, Penilaian sefalometri secara komputerisasi dilakukan di Bagian Radiologi. Semua subyek telah mengisi informed concern. Data dianalisa dan hasilnya dibandingkan antara kedua grup. Hasilnya 63 % anak retardasi mental sedang didapatkan brachycephalic. Umumnya ukuran lebar dan panjang kepala menunjukkan indikasi mikrosefali. Analisa sefalometri menunjukkan bahwa komponen garis dan sudut ((S-N, S-Ar dan NSAr) lebih pendek pada anak retardasi mental daripada anak normal. Hasilnya menunjukkan perbedaan signifikan pada S-N dan Ar, tidak berbeda pada sudut NSAr. Kesimpulan pada penelitian ini adalah indek sefalik dan basis kranium anak retardasi mental didapatkan lebih pendek dari anak normal. Brachycephalic (pendek dan datar) mengambarkan bahwa nak retardasi mental mempunyai IQ rendah. Basis kranial anak retardasi mental kurang berkembang, ini diasumsikan berhubungan dengan gangguan pertumbuhan otak dan ada kaitannya dengan IQ.
TINGKAT PENGETAHUAN KESEHATAN GIGI DAN MULUT PADA GURU DAN MURID SDN 16 (UKGS) DAN SDN 46 (TANPA UKGS) DI KOTA BANDA ACEH Cut Fera Novita; Her wanda; Muh ajir
Cakradonya Dental Journal Vol 9, No 2 (2017): Desember 2017
Publisher : FKG Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/cdj.v9i2.10025

Abstract

Knowledge in the field of oral health provides an understanding of how to do maintenance and prevention of dental and oral diseases. Teachers can act as a source of information for students so that they are expected to have sufficient knowledge about dental and oral health applied in the UKGS program. The purpose of this study was to find out how the level of oral and dental knowledge in teachers and students in primary schools with UKGS and without UKGS. The type of research is descriptive. The sampling technique used total sampling method with total research subjects that fulfilled inclusion criteria of 39 teachers and 80 students, consisting of 24 teachers and 64 students in SDN 16 (UKGS) and 15 teachers and 16 students in SDN 46 (without UKGS). Measurement of dental and oral health knowledge was done by using questionnaire. The results showed that the level of knowledge of dental and mouth health of teachers and students at SDN 16 (UKGS) and SDN 46 (without UKGS) had good category with 87.5% percentage for teachers and 82.8% for pupils in SDN 16 (UKGS ) and 80% for teachers and 68.8% for students in SDN 46 (without UKGS). Keywords: UKGS, knowledge, teachers, students
STUDI KUALITATIF TENTANG PELAKSANAAN PROGRAM PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) TATANAN RUMAH TANGGA Munifah Abdat; Sudarti Kresno
Cakradonya Dental Journal Vol 9, No 1 (2017): Juni 2017
Publisher : FKG Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/cdj.v9i1.9880

Abstract

Derajat kesehatan dipengaruhi oleh faktor lingkungan dan perilaku maka upaya peningkatan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) melalui pemberdayakan masyarakat mutlak diperlukan guna tercapainya paradigma sehat. Tujuan penelitian ini adalah diperolehnya informasi yang mendalam tentang proses pelaksanaan kegiatan PHBS tatanan rumah tangga dan kosan di lingkungan kampus UI Kota Depok dalam rangka pengembangan program PHBS di masa yang akan datang. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi deskriptif. Pengambilan data dilakukan dengan wawancara mendalam dan observasi terhadap informan penelitian yaitu ibu rumah tangga, mahasiswa kos, petugas puskesmas pengelola program PHBS dan tokoh masyarakat. Analisis data hasil wawancara menggunakan tahapan analisis berdasarkan Colaizzi. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa upaya menggerakkan kegiatan PHBS yang menitikberatkan kepada pengelolaan sumber daya manusia justru belum dijalankan. Peran serta masyarakat dalam upaya kesehatan masih rendah, ditambah belum tersedianya petugas khusus baik tenaga formal maupun tidak formal untuk menggerakkan masyarakat dalam kegiatan PHBS secara kontinu. Diperoleh kesimpulan bahwa penggerakkan dan pelaksanaan kegiatan PHBS tatanan rumah tangga di lingkungan kampus belum maksimal, terbatas kepada pelaksanaan yang bersifat empowerment.Kata Kunci: program PHBS, tatanan rumah tangga
KONSENTRASI HAMBAT DAN BUNUH MINIMUM EKSTRAK SERAI (Cymbopogon citratus) TERHADAP Candida albicans Afrina .; Abdillah Imron Nasution; Nur Rahmania
Cakradonya Dental Journal Vol 9, No 1 (2017): Juni 2017
Publisher : FKG Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/cdj.v9i1.9879

Abstract

Candida albicans merupakan spesies yang paling banyak terdapat di rongga mulut sebagai flora normal dan juga sangat berkaitan dengan candidiasis terutama oral candidiasis. Oral candidiasis adalah infeksi oportunistik yang paling umum berdampak pada mukosa rongga mulut. Serai (Cymbopogon citratus) memiliki kandungan kimia yang terdiri dari alkaloid, tanin, dan terpenoid yang dapat menghambat pertumbuhan jamur C.albicans. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Konsentrasi Hambat Minimum (KHM) dan Konsentrasi Bunuh Minimum (KBM) ekstrak serai terhadap C. albicans. Ekstrak Serai dalam konsentrasi 6,25%, 12,5%, 25%, 50%, 75%, dan 100% dibuat secara maserasi menggunakan pelarut etanol 96%.Pengujian untuk menilai KHM dan KBM ekstrak serai terhadap C.albicans dengan metode dilusi yang terdiri dari kelompok perlakuan, kelompok kontrol negatif (aquades) dan kelompok kontrol positif (flukonazol). KHM dan KBM diketahui dengan menghitung jumlah koloni pada media SDA. Data dianalisis dengan uji One Way ANOVA yang kemudian dilanjutkan dengan uji Kruskal Wallis. Tidak ada perbedaan bermakna antara kelompok perlakuan. Konsentrasi yang efektif dalam menghambat C. albicans adalah pada konsentrasi 25% dan Konsentrasi Bunuh Minimum didapatkan pada konsentrasi 100% dengan tidak ada pertumbuhan koloni C. albicans pada media SDA.Kata Kunci: Candida albicans, Oral Candidiasis, serai
HUBUNGAN STATUS GIZI TERHADAP KESEJAJARAN GIGI ANTERIOR MANDIBULA BERDASARKAN PENGUKURAN LITTLES IRREGULARITY INDEX PADA SISWA SMPN 5 PADANG Catur Hadi Arief Dermawan; Aida Fitriana; Yustini Alioes
Cakradonya Dental Journal Vol 9, No 1 (2017): Juni 2017
Publisher : FKG Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/cdj.v9i1.9878

Abstract

Maloklusi merupakan kelainan pada oklusi gigi yang menjadi masalah kesehatan masyarakat. Ketidaksejajaran gigi anterior mandibula merupakan maloklusi yang sering terjadi, hal ini akan mengakibatkan beberapa gangguan seperti kurang estetik, sulit membersihkan sisa makanan, resesi gusi dan lain lain. Maloklusi dapat disebabkan karena asupan gizi yang tidak adekuat, karena asupan gizi penting untuk pertumbuhan tulang dan gigi. Tujuan dari penelitian ini untuk melihat hubungan antara status gizi terhadap kesejajaran gigi anterior mandibula pada siswa SMPN 5 Padang. Penelitian menggunakan analitik observasional dengan pendekatan crossectional, dilakukan di SMPN. Pemilihan sample dengan metode purposive sampling sebanyak 60 orang. Untuk melihat status gizi digunakan Indeks Massa Tubuh menurut umur, sedangkan tingkat kesejajaran gigi anterior mandibula diukur dengan menggunakan metode Littles Irregularity Index. Berdasarkan analisis continuity correctionChi-square terdapat hubungan yang bermakna antara status gizi dengan kesejajaran gigi anterior mandibula dengan nilai p=0,000. Status gizi normal memiliki hubungan terhadap peningkatan kesejajaran gigi anterior mandibula, sedangkan malnutrisi cenderung sebaliknya yang dilihat dari terdapat atau tidaknya gigi berjejal siswa SMPN.Kata kunci: Gizi, massa tubuh, Littles Irregularity.