Jurnal Tahsinia
Jurnal Tahsinia [ISSN (e): 2797-5452 | ISSN (p): 2685-2047] adalah media untuk mempublikasikan hasil penelitian yang berkaitan dengan topik ilmu pendidikan yang diterbitkan oleh STIT Rakeyan Santang Karawang. Jurnal ini terbit 2 (dua) kali dalam setahun yaitu April dan Oktober. Jurnal Tahsinia menerima manuskrip atau naskah artikel dalam bidang ilmu pendidikan yang mencakup : 1) Administrasi/Manajemen Pendidikan, 2) Pendidikan Agama Islam, 3) Pendidikan Ekonomi, 4) Pendidikan Fisika, 5) Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, 6) Bimbingan dan Konseling, 7) Pendidikan luar Sekolah, 8) Pendidikan luar Biasa, 9) Teknologi Pendidikan, 10) Pendidikan Geografi, 11) Pendidikan Bahasa, dan lainnya.
Articles
12 Documents
Search results for
, issue
"Vol 5 No 8 (2024): November"
:
12 Documents
clear
KAJIAN PENDIDIKAN ISLAM PADA ASPEK AKADEMIK, AKHLAK, DAN SPIRITUAL SISWA DI ERA MODERN
Nestu Adidarma, Ridha;
Yayu Purwanti, Neng;
Hoirunisa, Yuni;
Maspuroh, Maspuroh
Tahsinia Vol 5 No 8 (2024): November
Publisher : STIT Rakeyan Santang Karawang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.57171/jt.v5i8.175
Pendidikan merupakan kebutuhan dasar manusia yang berfungsi sebagai panduan untuk menjalani kehidupan dan memenuhi tanggung jawab kepada Sang Pencipta. Dalam konteks Islam, pendidikan tidak hanya berfokus pada transfer pengetahuan, tetapi juga pada pembentukan karakter dan moral yang berlandaskan Al-Qur'an dan Sunnah. Kemajuan teknologi modern menghadirkan tantangan, terutama bagi generasi muda yang terpengaruh oleh budaya materialisme sehingga sering mengabaikan nilai-nilai spiritual. Oleh karena itu, pendidikan Islam diharapkan dapat memberikan solusi melalui pendekatan holistik yang mengintegrasikan nilai-nilai Islam ke dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran pendidikan Islam dalam mengembangkan aspek akademik, moral, dan spiritual siswa di era modern. Metode penelitian yang digunakan adalah dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan Islam mencakup aspek-aspek fundamental, termasuk tujuan, peserta didik, pendidik, proses pembelajaran, dan kurikulum yang relevan dengan perkembangan zaman. Penelitian ini menekankan pentingnya nilai-nilai pendidikan Islam dalam kehidupan masyarakat dan spiritualitas.
PENERAPAN MINDFUL EATING SEBAGAI PENGUAT BUDAYA MAKAN SEHAT BAGI SISWA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA
Alda Fajar Ain, Yeremia;
Antony, Rian
Tahsinia Vol 5 No 8 (2024): November
Publisher : STIT Rakeyan Santang Karawang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.57171/jt.v5i8.451
Banyak anak-anak dan remaja sudah terbiasa mengkonsumsi makanan cepat saji yang berpengaruh terhadap kondisi kesehatan mereka. Dipicu dari permasalahan tersebut, peneliti terdorong untuk melakukan penelitian kualitatif dengan tujuan untuk mendeskripsikan pengalaman guru SMP Santa Maria Surabaya dalam menerapkan praktik mindful eating sebagai upaya mengontrol kebiasaan konsumsi junk food dan dampaknya terhadap siswa. Subjek dalam penelitian ini adalah guru-guru yang berkarya di bawah naungan Yayasan Paratha Bhakti Surabaya. Penelitian kualitatif ini menggunakan pendekatan Interpretative Phenomenological Analysis (IPA) atas data yang dihasilkan melalui metode wawancara mendalam. Penelitian menghasilkan empat data penting. Pertama adalah pengetahuan guru mengenai junk food dan jenis-jenisnya. Kedua adalah faktor yang mempengaruhi konsumsi junk food. Ketiga adalah pemaknaan dan praktik terhadap pengalaman melaksanakan mindful eating dalam kebiasaan makan. Serta munculnya perilaku baru setelah menerapkan mindful eating secara konsisten. Temuan ini memberikan dampak yang penting bagi pengembangan praktik mindful eating di sekolah untuk mempromosikan kebiasaan makan dan gaya hidup yang lebih sehat khususnya pada remaja.
PENERAPAN TAHSIN 40 MENIT DALAM MENGATASI RENDAHNYA KUALITAS BACAAN AL-QUR’AN KELAS X ATU 2 DI SMK NEGERI 2 CILAKU
Latipah, Euis;
Siti Nur Fauziah, Eva
Tahsinia Vol 5 No 8 (2024): November
Publisher : STIT Rakeyan Santang Karawang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.57171/jt.v5i8.452
Membaca Al-Quran merupakan salah satu bakat yang harus dimiliki peserta didik, khususnya di lembaga-lembaga Islam. Namun siswa kelas X ATU 2 menunjukkan kemampuan membaca Al-Qur'an yang kurang baik, berdasarkan observasi yang dilakukan di SMK Negeri 2 Cilaku. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji bagaimana metode Tahsin 40 menit dapat digunakan untuk mengatasi permasalahan tersebut. Pendekatan kualitatif deskriptif digunakan dalam penelitian ini, dan data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pendekatan Tahsin 40 menit bekerja dengan baik untuk meningkatkan pemahaman siswa terhadap Al-Qur'an. Batasan waktu dan frekuensi keterlibatan siswa di kelas merupakan dua hal yang perlu diperhatikan.
PENERAPAN SISTEM POIN REWARD SEBAGAI CARA MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA SDK SANTA MARIA KOTABARU
Advent Panggabean, Putri
Tahsinia Vol 5 No 8 (2024): November
Publisher : STIT Rakeyan Santang Karawang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.57171/jt.v5i8.460
Motivasi belajar merupakan faktor krusial dalam keberhasilan pendidikan. Motivasi sangat dibutuhkan dalam pendidikan. Dengan adanya motivasi membuat siswa merasa terdorong dalam pendidikan. Motivasi juga berfungsi untuk menginspirasi dalam mencapai kesuksesan. Namun, tidak semua siswa memiliki motivasi yang sama. Apalagi pada zaman ini siswa yang sedang menjalani pendidikan di tingkat sekolah dasar didominasi generasi yang disebut dengan generasi Alpha yang memiliki perbedaan cukup signifikan dengan generasi terdahulu. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan tentang penerapan sistem poin reward sebagai cara meningkatkan motivasi belajar siswa SDK Santa Maria Kotabaru. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian adalah guru yang ada di SDK Santa Maria Kotabaru dan pernah melakukan sistem poin reward dalam proses pembelajaran di kelas. Data dikumpulkan dengan teknik wawancara. Menggunakan teknik analisis data model Miles dan Huberman yang meliputi pengumpulan data, reduksi data, dan penyajian data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru sependapat penerapan sistem poin reward ini dapat meningkatkan motivasi belajar siswa di SDK Santa Maria Kotabaru. Penerapan sistem poin reward ini harus disesuaikan dengan kemampuan siswa sehingga tidak terjadi kecemburuan antar siswa.
BUDAYA KOLABORASI SEBAGAI CARA UNTUK MENGEMBANGKAN KREATIVITAS GURU DALAM MENGAJAR
Andriastuti, Marita
Tahsinia Vol 5 No 8 (2024): November
Publisher : STIT Rakeyan Santang Karawang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.57171/jt.v5i8.461
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kemampuan kolaborasi dapat diterapkan di berbagai tingkatan, termasuk di bidang organisasi dan pendidikan. Di dalam organisasi, kolaborasi begitu penting karena karyawan tidak dapat bekerja sendiri-sendiri untuk mencapai tujuan organisasi. Pemimpin dalam organisasi tersebut harus mampu membentuk sebuah tim solid yang bisa diandalkan. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui budaya kolaborasi sebagai cara untuk mengembangkan kreativitas guru dalam mengajar. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang dilakukan oleh penulis menggunakan metode wawancara ini bertujuan untuk mendapatkan penguatan terkait pentingnya kolaborasi sebagai salah satu cara untuk dapat meningkatkan kreativitas guru. Wawancara yang dilakukan terhadap lima informan berfokus pada lima hal penting yaitu terkait pemahaman informan tentang kolaborasi, cara menumbuhkan budaya kolaborasi, bentuk kreativitas dalam mengajar yang muncul dengan adanya budaya kolaborasi serta tantangan-tantangan yang dihadapi dalam membangun budaya kolaborasi. Dari lima data utama tersebut dapat disimpulkan bahwa budaya kolaborasi bisa menjadi cara untuk meningkatkan kreativitas guru khususnya dalam mengajar. Segala upaya perlu diperjuangkan agar kolaborasi mampu menjadi budaya di sebuah sekolah. Bentuk-bentuk kolaborasi yang bermacam-macam akan memperkaya guru dari segi ide, strategi, pemilihan lingkungan belajar serta cara penyelesaian suatu masalah di kelas. Oleh karena itu, budaya kolaborasi ini perlu dipublikasikan secara lebih sehingga semakin banyak sekolah menjadikan kolaborasi sebagai budaya positif.
TEKNIK DISCOVERY LEARNING PADA MATERI BAGIAN TUBUH TUMBUHAN SUMBER KEHIDUPAN (IPA) DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA DI SDN 9 PADANG CERMIN
Mayasari, Annisa;
Nur Sholihat, Rizqy;
Tiara, Anisa
Tahsinia Vol 5 No 8 (2024): November
Publisher : STIT Rakeyan Santang Karawang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.57171/jt.v5i8.462
Pelajaran IPA diajarkan kepada siswa sekolah dasar di kelas IV adalah bagian tubuh tumbuhan. Meskipun demikian, hasil laporan terbaru menunjukkan bahwa siswa justru mengalami kendala dalam mempelajari materi tentang bagian tubuh tumbuhan. Eksplorasi ini diharapkan dapat menentukan hasil belajar peserta didik yang meningkat dengan menggunakan pendekatan pembelajaran wahyu pada bagian tubuh tumbuhan yang merupakan sumber kehidupan (IPA) di SDN 9 Padang Cermin. Penelitian ini melibatkan 22 siswa kelas IV, 10 diantaranya laki-laki dan 12 diantaranya perempuan. Eksplorasi ini menggunakan jenis penelitian kegiatan wali kelas yang diselesaikan dalam dua siklus. Tiap siklusnya dilakukan sebanyak 4 tahap, yaitu penataan, pelaksanaan, persepsi dan refleksi. Data diperoleh yakni hasil belajar peserta didik dengan teknik persepsi dan tes, kemudian informasi tersebut diuraikan secara menarik. Nilai tuntas peserta didik pada pra siklus yaitu 27,27 persen, namun meningkat menjadi 77,27 persen di siklus satu dan kembali menjadi 100 persen di siklus dua. Jadi, penerapan teknik pembelajaran discovery dapat lebih mengembangkan nilai prestasi peserta didik untuk pelajari bagian-bagian tubuh tumbuhan yang merupakan sumber kehidupan (sains).
ANALISIS PENGGUNAAN KAHOOT OLEH GURU DAN SISWA SMA SANTA MARIA 1 CIREBON
Yopi Wardana, Oktavianus
Tahsinia Vol 5 No 8 (2024): November
Publisher : STIT Rakeyan Santang Karawang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.57171/jt.v5i8.557
Pembelajaran dalam dunia pendidikan senantiasa berkembang sejalan dengan perkembangan media yang beragam. Penggunaan media dapat mendukung untuk terciptanya proses pembelajaran yang baik. Kahoot menjadi salah satu pilihan media yang dapat digunakan oleh guru. Interaksi antara guru dan siswa juga penting dalam mendukung pembelajaran. Media yang tepat dapat mendukung tercapainya tujuan pembelajaran yang diharapkan dan meningkatkan motivasi siswa. Penggunaan media Kahoot oleh guru dan siswa penting untuk dikaji lebih dalam. Penelitian ini secara khusus mengkaji lebih dalam mengenai pemanfaatan Kahoot dalam proses pembelajaran. Penekanan dalam penelitian ini terkait antara interaksi guru dan siswa lewat media pembelajaran Kahoot. Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pemanfaatan Kahoot sebagai media pembelajaran dengan pengalaman pembelajaran siswa. Metode dalam penelitian ini adalah kualitatif, dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara. Instrumen yang digunakan adalah pedoman wawancara. Sumber data berasal dari informan guru dan siswa. Pemilihan informan menggunakan teknik purposive sampling. Dan analisis kualitatif menggunakan model Miles & Huberman. Hasil menunjukkan ada 4 aspek yang disorot, yaitu: 1) impresi, 2) motivasi, 3) partisipasi, dan 4) pemahaman materi. Impresi yang ada menunjukkan hal yang baik. Tingkat motivasi siswa meningkat. Partisipasi dalam pembelajaran juga tinggi. Namun dalam pemahaman materi, tidak semua jenis materi pelajaran dan mata pelajaran cocok menggunakan Kahoot.
PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM LINGKARAN GLOBALISASI DI LEMBAGA PENDIDIKAN
Bahrun Mustajib, Anwar;
Novitasari, Dwi;
Saefudin, Ahmad
Tahsinia Vol 5 No 8 (2024): November
Publisher : STIT Rakeyan Santang Karawang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.57171/jt.v5i8.558
Pendidikan mempunyai keutamaan dalam kehidupan manusia, yang merupakan bagian integral dari proses kehidupan manusia. Selain itu, manusia memiliki kebutuhan yang sangat penting dalam kehidupan mereka. Untuk itu harus berfungsi secara optimal untuk mengendalikan system Pendidikan guna memenuhi kebutuhan manusia. Dengan berlandaskan ajaran agama yang selalu meningkat, supaya Pendidikan lebih optimal dan bisa mengembangkan potensi dalam diri terlebih dalam era globalisasi saat ini. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengembangan pembelajaran pendidikan agama islam dalam lingkaran globalisasi di lembaga Pendidikan. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa globalisasi akan selalu menjadi bagian dari kehidupan kita, memaksa kita untuk beradaptasi dengan kehadirannya baik dalam lingkup sosial maupun pribadi. Tidak terkecuali sistem pendidikan Islam pada masa kini. Pendidikan Islam mempunyai sejumlah permasalahan yang secara signifikan mempengaruhi kualitas pendidikan yang dihasilkannya. Inilah sebabnya mengapa pendidikan Islam harus membangun kembali landasan teoritis dan praktis sistem pendidikan Islam.
PERAN PEMBELAJARAN INFORMATIKA DALAM MENUMBUHKAN PEMAHAMAN LITERASI DIGITAL PADA SISWA
Hadi Putranto, F. Kurniawan
Tahsinia Vol 5 No 8 (2024): November
Publisher : STIT Rakeyan Santang Karawang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.57171/jt.v5i8.592
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi peran pembelajaran informatika dalam menumbuhkan pemahaman literasi digital pada siswa. Subjek dalam penelitian ini adalah guru-guru yang berkarya di SMP Stella Duce 1 Yogyakarta. Proses analisa dari penelitian kualitatif ini dilakukan dengan menggunakan prinsip-prinsip dari Miles dan Huberman. Proses analisa data tersebut terdiri dari reduksi data dari data condensation, data display, dan conclusion and verifications. Penelitian menghasilkan tiga data penting. Pertama adalah peran penting pembelajaran informatika bagi siswa di tengah arus digitalisasi. Kedua adalah strategi efektif guru dalam menumbuhkan pengetahuan tentang berselancar di media sosial dalam pembelajaran. Ketiga adalah karakter conviction siswa yang harus dimiliki agar memanfaatkan media sosial dengan maksimal. Para guru menjadi teladan karakter di media sosial bagi para siswa selama proses belajar.
PERAN PROGRAM KESEJAHTERAAN PSIKOLOGI DALAM MENGATASI STRES DAN BURNOUT GURU DI LEMBAGA PENDIDIKAN
Afifah, Hasna;
Nugraha, Mulyawan Sofwandy
Tahsinia Vol 5 No 8 (2024): November
Publisher : STIT Rakeyan Santang Karawang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.57171/jt.v5i8.603
Kepuasan kerja guru dan staf di sekolah atau madrasah memiliki dampak signifikan terhadap kinerja mereka, di mana kesejahteraan psikologis yang seimbang menjadi kunci untuk mengurangi stres dan burnout. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pentingnya program-program kesejahteraan dalam meningkatkan kesehatan mental tenaga pendidik dan staf, serta menciptakan lingkungan kerja yang positif. Kualitatif deskriptif menjadi pilihan metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini, pelaksanaan penelitian dilakukan selama satu bulan. Penelitian diawali dengan peninjauan lapangan serta program kesejahteraan. Dengan menggunakan konsep PERMA, yang terdiri dari Positive Emotion, Engagement, Relationships, Meaning, dan Achievement, penelitian ini menunjukkan bahwa setiap elemen berkontribusi pada peningkatan motivasi, komitmen, dan hubungan positif di antara tenaga kependidikan. Pengakuan atas pencapaian dan penghargaan yang diberikan secara transparan dapat meningkatkan rasa percaya diri dan kinerja individu. Hasil penelitian ini menekankan bahwa penerapan program kesejahteraan yang efektif tidak hanya bermanfaat bagi individu, tetapi juga dapat meningkatkan kinerja dan keberhasilan organisasi secara keseluruhan, sehingga penting bagi lembaga pendidikan untuk mengimplementasikan strategi yang mendukung kesejahteraan psikologis guru dan staf.