cover
Contact Name
Putu Indah Lestari
Contact Email
lppm@undhirabali.ac.id
Phone
+62361426450
Journal Mail Official
sintesa@undhirabali.ac.id
Editorial Address
Jalan Raya Padang Luwih Tegaljaya Dalung Kuta Utara, Bali, Indonesia
Location
Kab. badung,
Bali
INDONESIA
Seminar Ilmiah Nasional Teknologi, Sains, dan Sosial Humaniora (SINTESA)
ISSN : -     EISSN : 28100840     DOI : -
Prosiding SINTESA merupakan sebuah forum ilmiah berupa seminar nasional bagi dosen dan peneliti dalam mendiseminasikan atau memublikasikan hasil penelitian serta pemikiran kritis dalam bidang teknologi, sains, dan sosial humaniora. Wadah berbagi pengetahuan, best practices, serta inspirasi bagi para peneliti sebagai wadah untuk berkolaborasi, mendiseminasikan karya ilmiah, inovasi, dan aplikasi Iptek yang bermanfaat dan berdampak bagi ilmu pengetahuan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 79 Documents
Search results for , issue "Vol 1 (2018): PROSIDING SINTESA" : 79 Documents clear
IKLAN LAYANAN KESEHATAN MASYARAKAT: KAJIAN SEMIOTIK I Made Suwitra; Nyoman Suarjana
Seminar Ilmiah Nasional Teknologi, Sains, dan Sosial Humaniora (SINTESA) Vol 1 (2018): PROSIDING SINTESA
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1390.076 KB)

Abstract

ABSTRAKIklan layanan kesehatan masyarakat (ILKM) cenderung bertujuan untuk memberikan informasi, mengingatkan, menambah nilai, mempengaruhi, dan bahkan mengubah sikap masyarakat untuk hidup sehat. Namun tidak banyak iklan layanan kesehatan masyarakat bersifat persuasif sehingga tidak cukup berkontribusi maksimal dalam mengajak masyarakat untuk hidup sehat. Oleh karena itu di dalam penelitian ini, iklan layanan kesehatan masyarakat yang cukup sering ditayangkan di media televisi menarik untuk diteliti karena memiliki karakteristik berbeda. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui bagaimana gaya bahasa, makna, dan ideologi iklan layanan kesehatan masyarakat (ILKM). Hasil penelitian ini menunjukan bahwa; Gaya bahasa Iklan Layanan Kesehatan Masyarakat (ILKM), secara diksi atau pilihan kata yang digunakan cenderung bersifat tak resmi, bentuknya umum, singkat dan dapat dipahami oleh masyarakat terpelajar biasa. Dilihat dari sudut nada yang terkandung, narasi teks memiliki gaya bahasa sederhana, biasanya cocok untuk memberi instruksi, perintah, pelajaran, perkuliahan, dan sejenisnya; seperti ujaran yang disampaikan singkat, padat dan jelas, dan bernada himbauan. Dari sisi makna, secara semiotik pemaknaan muncul dari hubungan antara penanda (signifier) dan petanda (signified). Pemaknaan yang muncul dari hubungan tersebut merupakan pemaknaan konotasi. Ideologi yang melatarbelakangi tayangan Iklan Layanan Kesehatan Masyarakat (ILKM), bersumber pada konotasi yang dihasilkan. Penyampaian secara imperatif dan pemakaian simbol, warna, latar temperatur (tanda) seperti termometer misalnya, realisasi makna yang mendominasi adalah makna yang mendekati kewaspadaan dan bahaya bagi kesehatan, seperti warna kuning, putih, dan merah, di samping juga ada warna-warna lain. Hasil penelitian ini menemukan bahwa ILKM berkenaan dengan kebersihan, kesehatan, kewaspadaan, kehati-hatian, kepedulian, kebersamaan, perencanaan, kesejahteraan, dan kebahagiaan.Kata kunci: ILKM, gaya bahasa,makna, ideologiABSTRACTPublic health service advertisements (PHSA) tend to provide information, remind, add value, influence, and even change people's attitudes to healthy living. However, not many public health service advertisements are persuasive, so they do not contribute enough to encourage people to live healthy lives. Therefore, in this research, public health service advertisement which is quite often aired on television media interesting to be examined since it has different characteristic. The purpose of this study was to determine the style of language, meaning, and public health service advertising ideology. The results of this study showed that; The Public Health Service Ads (PHSA) language style, diction or word choice used tends to be informal, general, brief and understandable by ordinary learned societies. Regarding the tone contained, the narrative text had a simple language style, usually suitable to give instructions, commands, lessons, lectures, and the like such as speech delivered briefly, solid and clear, and appealed. From the meaning point of view, semiotic meaning came from the relation between signifier and signified. The meaning that emerged from the relationship was the meaning of connotation. The ideology that lied behind the impressions of Public Health Service Ads (PHSA), sourced from the resulting connotation. The way to express imperatively as well as the use of symbols, colors, backgrounds (sign) such as thermometers; for instance, the realization of meaning that dominated was the meaning of approaching alertness and danger on health, such as yellow, white, and red, in addition there were other colors. This has determined that PHSA concerned with hygiene, health, precautions, caution, caring, togetherness, planning, prosperity, and happiness.Keywords: PHSA, language style, meaning, ideology
PENCEGAHAN BROWNING PADA EKSPLAN IN VITRO UNTUK PERBANYAKAN TANAMAN Lilium longiflorum Ni Kadek Dwipayani Lestari; Ni Wayan Deswiniyanti; Ida Ayu Astarini; Luh Made Arpiwi
Seminar Ilmiah Nasional Teknologi, Sains, dan Sosial Humaniora (SINTESA) Vol 1 (2018): PROSIDING SINTESA
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (848.917 KB)

Abstract

ABSTRAKTanaman Lilium longiflorum pada umumnya diperbanyak dengan menggunakan pemisahan umbi, namun terdapat kendala yaitu tanaman yang diperbanyak terbatas, memerlukan lahan dan tergantung kondisi cuaca dengan waktu yang relatif cukup lama. Maka, diperlukan metode baru yaitu salah satunya metode kultur in vitro karena metode ini tidak tergantung pada lahan, cuaca dan dapat memperbanyak tanaman dengan jumlah yang banyak dan cepat ,namun metode ini pun memiliki kelemahan yaitu adanya kontaminasi serta terjadi browning pada eksplan, maka diperlukan suatu metode untuk mengatasinya. Penelitian ini bertujuan mengetahui metode eliminasi browning yang efektif diantara perlakuan perendaman eksplan dalam asam askorbat dan asam sitrat. Pengamatan meliputi waktu rata-rata eksplan mengalami browning, intensitas browning seluruhnya atau sebagian dan persentase eksplan browning hingga 35 hari setelah tanam (HST). Berdasarkan hasil yang diperoleh dari perlakuan perendaman asam sitrat 500 mg/l dan asam askorbat 300 mg/l selama 30 menit dapat menurunkan waktu inisiasi browning hingga 88 % pada eksplan daun muda, 100 % pada eksplan pedicel dan 64 % pada eksplan ovarium. Menurunkan intesitas browning pada eksplan daun muda dan ovarium. Menurunkan persentase browning sebesar 80% pada eksplan daun, 0% pada eksplan pedicel dan 36% pada eksplan ovarium.Kata kunci : browning, eksplan, asam sitrat, asam askorbat, liliumABSTRACTLilium longiflorum plants are generally propagated by using bulbs, but there are some so-called limited-multiplied plants, broad conditions and depending on the conditions for a long time. So, a new method is needed, which is one of the culture methods in vitro because this method does not depend on the land, weather and can multiply plants in large and fast numbers, but this method also has weaknesses, such as mathematics and browning occurs in explants, so some things required. methods to overcome them. This study aims to eliminate the effect of effective skin color between soaking treatment in ascorbic acid and citric acid. Observations include the average time of brown, brown, or part and all explants explants to reach 35 days after planting (HST). The results obtained from soaking citric acid 500 mg / l and ascorbic acid 300 mg / l for 30 minutes can reduce browning initiation time by 88% on young leaf explants, 100% on pedicel explants and 64% on ovarian explants. Reduces browning intensity on young leaf and ovarian explants. Reducing the amount of browning by 80% on leaf explants, 0% on pedicel explants and 36% on ovarian explants.Keywords: browning, explants, citric acid, ascorbic acid, lilium
REKAYASA ULANG PROSES BISNIS PEMBAYARAN BIAYA PENDIDIKAN PADA STMIK BUMIGORA MATARAM Pahrul Irfan; Lalu Zazuli Azhar Mardedi
Seminar Ilmiah Nasional Teknologi, Sains, dan Sosial Humaniora (SINTESA) Vol 1 (2018): PROSIDING SINTESA
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1318.511 KB)

Abstract

ABSTRAKProses pembayaran biaya pendidikan pada STMIK Bumigora Mataram selama ini masih dilakukan secara manual yaitu mulai dari mahasiswa mengambil blangko pembayaran di bagian keuangan lalu membayar secara tunai pada bank yang di tunjuk dan menyerahkan bukti pembayaran pada bagian keuangan dan akademik. Proses ini membutuhkan waktu 1 jam 30 menit. Tujuan dari penelitian ini adalah melakukan rekayasa ulang proses bisnis terhadap proses pembayaran biaya pendidikan pada STMIK Bumigora mataram sehingga dapat meningkatkan efisiensi proses yang ada selama ini menjadi lebih efektif dan efisien. Adanya penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan dan pertimbangan pihak perguruan tinggi dalam penerapan rencana strategis pengembangan (TIK) pada STMIK Bumigora Mataram. Dengan adanya rekayasa ulang proses bisnis diperoleh perubahan yang radikal terhadap proses pembayaran biaya pendidikan pada STMIK Bumigora Mataram. Hasil dari penelitian ini berupa perancangan desain sistem informasi berdasarkan usulan proses bisnis yang dirancang. Dari hasil perancangan proses rekayasa ulang bisnis diperoleh waktu dan proses yang lebih cepat yaitu menjadi 7 menit.Kata Kunci: Rekayasa Ulang Proses Bisnis, Business Process Reengineering, Pembayaran SPPABSTRACTThe payment process for education cost’s components at STMIK Bumigora Mataram is still done manually, starting from students taking payment forms in the department of finance and paying in cash at the designated bank and submitting proof of payment in both of finance and academic departments. This process takes minimum 2 until 6 hours. The purpose of this research is to reengineering the business process for the payment process of the education cost’s components at STMIK Bumigora Mataram so that it can improve the efficiency of the existing process so far, so it can be more effective and efficient. This research is expected to be suggestion and consideration of the universities in the implementation of the strategic development plan (ICT) in STMIK Bumigora Mataram.By conducted business processes reengineering is obtained radical changes. This is proofed by faster time and process is obtained after business process reengineering, which is 10-30 minutes.Results of this study are designing information system design based on proposed business processes.Keywords: Business Process Reengineering, Tuition Payments, Education Cost Components
TABLETOP DISASTER EXERCISE (TDE) SEBAGAI MEDIA UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI SIMULASI TANGGAP DARURAT BENCANA Widya Addiarto; Shinta Wahyusari
Seminar Ilmiah Nasional Teknologi, Sains, dan Sosial Humaniora (SINTESA) Vol 1 (2018): PROSIDING SINTESA
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (365.755 KB)

Abstract

ABSTRAKTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas media Tabletop Disaster Exercise dalam meningkatkan skill komunikasi. Desain penelitian yang digunakan adalah quasy experiment dengan menggunakan pre-post test with control group design. Teknik pengambilan sampel adalah purpossive sampling dan didapatkan jumlah responden sebesar 36 yang dibagi menjadi 2 kelompok yaitu kelompok kontrol dan perlakuan. Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon dan didapatkan ada perbedaan kemampuan komunikasi (ρ = 0,000) sedangkan pada kelompok kontrol hasil didapatkan perbedaan kemampuan komunikasi (ρ = 0,000). Hasil uji Mann Whitney yaitu terdapat perbedaan kemampuan komunikasi dari responden antara kelompok perlakuan dengan kelompok kontrol dengan nilai signifikansi ρ = 0,033. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa baik pada kelompok perlakuan dan kontrol sama-sama dapat meningkatkan kemampuan komunikasi dari masing-masing responden, akan tetapi dari analisis kedua metode didapatkan hasil yang signifikan yang menunjukkan adanya perbedaan antara media Tabletop Disaster Exercise dengan metode konvensional.Kata kunci: tabletop disaster exercise, komunikasi, bencanaABSTRACTThis study aims to determine the effectivity of Tabletop Disaster Exercise in improving communication skills. The research design used quasy experimental with two groups pre-post test design. 36 subjects in total (2 groups of 18 members) was selected using purpossive sampling. Data were analyzed using Wilcoxon test and Mann whittney test. The results showed there were differences in communication skills (ρ = 0,000) while in the results of the control group, there were differences in communication skills (ρ = 0,000). The result of the Mann Whitney test showed there were differences in respondents’s skill between the treatment group and the control group with a significance value (ρ = 0.033). Thus it can be concluded that both the treatment and control groups can equally improve the communication skills of each respondent, but from the analysis of both methods, significant results are showed by the differences between TDE and conventional methods.Keywords: tabletop disaster exercise, communication, disaster
PENGARUH LINGKUNGAN KERJA TERHDAP KINERJA PEGAWAI PADA VILLA XYZ JIMBARAN Bambang Wijayanto
Seminar Ilmiah Nasional Teknologi, Sains, dan Sosial Humaniora (SINTESA) Vol 1 (2018): PROSIDING SINTESA
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (750.885 KB)

Abstract

ABSTRAKLingkungan kerja yang mendukung dapat mendorong produktivitas seorang pegawai. Yang memiliki peranan penting di dalam menciptakan lingkungan kerja yang baik adalah Human Resource Department di dalam suatu perusahaan. Lingkungan kerja dapat mempengaruhi produktivitas pegawai, menciptakan pegawai yang bermutu, meningkatkan prestasi pegawai dan meningkatkan semangat pegawai untuk menciptakan sikap loyal terhadap perusahaan, maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian tentang pengaruh lingkungan kerja terhadap kinerja pegawai pada villa XYZ. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Jenis penelitian ini adalah penelitian korelasi, yang bertujuan untuk mengetahui pola dan keeratan hubungan di antara dua variabel atau lebih. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh lingkungan kerja (variabel independen) terhadap kinerja karyawan (variabel dependen). Kesimpulan yang didapat dari penelitian ini adalah terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara lingkungan kerja dengan kinerja karyawan pada Vila XYZ Jimbaran. Kinerja karyawan pada Villa XYZ Jimbaran 45,2% dipengaruhi oleh lingkungan kerja.Kata kunci: lingkungan kerja, kinerja pegawaiABSTRACTA supportive work environment can encourage the productivity of an employee. Which has an important role in creating a good work environment is the Human Resource Department within a company. The work environment can affect employee productivity, create quality employees, improve employee performance and increase employee morale to create loyalty towards the company, so the authors are interested in conducting research on the influence of the work environment on employee performance at XYZ villas. The approach used in this study using a quantitative approach. This type of research is correlation research, which aims to determine the pattern and closeness of the relationship between two or more variables. The purpose of this study is to determine whether there is an influence of the work environment (independent variables) on employee performance (dependent variable). The conclusion obtained from this study is that there is a positive and significant relationship between the work environment and employee performance at Jimbaran XYZ Villa. Employee performance at Villa XYZ Jimbaran 45.2% is influenced by the existing work environment.Keywords: work environment, employee performance
MITOLOGI BARONG DALAM MERCHANDISE BALI UNITED I Gusti Ngurah Wirawan; I Putu Arya Janottama
Seminar Ilmiah Nasional Teknologi, Sains, dan Sosial Humaniora (SINTESA) Vol 1 (2018): PROSIDING SINTESA
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1066.277 KB)

Abstract

ABSTRAKBali United merupakan klub sepakbola profesional Indonesia asal Bali yang berlaga di Liga 1 Indonesia Go-Jek 2018. Bali United bermarkas di stadion Kapten I Wayan Dipta, Kabupaten Gianyar, Provinsi Bali. Julukan Serdadu Tridatu disematkan pada klub ini dan Semeton Dewata julukan bagi para fans fanatik Bali United. Pihak manajemen Bali United menempuh berbagai upaya untuk menambah nilai jual klub dan mendekatkan diri dengan Semeton Dewata melalui merchandise. Merchandise merupakan media promosi yang cukup memberi kesan pada konsumen. Dalam dunia desain komunikasi visual, marchendise dikategorikan sebagai bagian pertama klasifikasi produk reproduksi hasil akhir media. Menariknya lagi dalam merchandise Bali United menerapkan mitologi Barong. Hal tersebut menjadi daya tarik tersendiri untuk dapat dikaji lebih dalam lagi sesuai dengan keilmuan desain komunikasi visual. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriftif kualitatif yang kemudian hasil dari analisa data digunakan sebagai referensi dalam pengkajian estetika media komunikasi visual. Data-data dalam bentuk primer dan sekunder dikumpulkan melalui teknik observasi, wawancara, kepustakaan, dokumentasi dan internet. Tujuan dari penelitian ini mengetahui bentuk, estetika dan makna mitologi Barong yang terkandung didalam merchandise Bali United. Berdasarakan prinsip desain komunikasi visual dengan menggunakan pendekatan estetika dan semiotika. Hasilnya dapat digunakan sebagai refrensi serta pengayaan bahan ajar pada mata kuliah Estetika Visual.Kata Kunci : Bali United, Merchandise, Barong, Estetika dan SemiotikaABSTRACTBali United is an Indonesian professional soccer club from Bali that competes in League 1 Indonesia Go-Jek 2018. Bali United is based at Captain I Wayan Dipta stadium, Gianyar Regency, Bali Province. Nickname Serdadu Tridatu is pinned on this club and Semeton Dewata is a nickname for the fanatical fans of Bali United. The management of Bali United took various efforts to add to the club's selling value and get closer to Semeton Dewata through its merchandise. Merchandise is a promotional medium that gives the impression to consumers. In the world of visual communication design, merchandise is categorized as the first part of the classification of reproductive products from the end results of the media. Interestingly, the Bali United merchandise applies Barong mythology. This is the main attraction to be studied more in accordance with the scientific design of visual communication. This study uses a qualitative descriptive approach which then the results from data analysis is used as a reference in the aesthetic assessment of visual communication media. Data in primary and secondary forms are collected through observation, interview, literature, documentation and internet techniques. The purpose of this study is to find out the form, aesthetics and meaning of Barong mythology contained in Bali United merchandise. Based on the principles of visual communication design using aesthetic and semiotic approaches. The results can be used as references and enrichment of teaching materials in Visual Aesthetic courses.Keywords: Bali United, Merchandise, Barong, Aesthetics and Semiotics
THE RELATIONSHIP BETWEEN NUTRITION KNOWLEDGE AND MOTHERS’ BEHAVIOUR IN PROCESSING FOOD AT BANGGAI ISLAND, CENTRAL SULAWESI Laurensi Sasube; Aldian Hein Luntungan
Seminar Ilmiah Nasional Teknologi, Sains, dan Sosial Humaniora (SINTESA) Vol 1 (2018): PROSIDING SINTESA
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (719.56 KB)

Abstract

ABSTRACTThe skills of mothers in processing healthy food determines the quality of children's nutritional intake. In addition, nutritional knowledge is sufficient to play a role in producing maternal skills in processing food. This study aims to analyze the relationship between the level of mother’s knowledge and skills in processing healthy food in Banggai Islands, Central Sulawesi. This type of this research is cross sectional. The level of mother's knowledge and skills in processing healthy food is obtained from the questionnaires distributed. The relationship between the two variables was seen based on the correlation test. The results showed that 76.6% had a level of knowledge that was still lacking in nutrition, where 14.9% had a enough level of nutrition knowledge and the other 8.5% have a good level of knowledge, and besides, mothers with healthy food processing skills have quite a lot of quantity with 63.8% of them who always use fresh ingredients in processing food. The results of this study indicate that there is no correlation between the level of maternal knowledge and maternal skills in processing healthy food on Banggai Island, Central Sulawesi (p>0,05)Keywords: mothers’ nutrition knowledge, behaviour , processing foodABSTRAKKeterampilan ibu dalam mengolah makanan yang sehat mendeterminasi kualitas asupan gizi anak. Disamping itu, pengetahuan gizi yang bai berperan dalakm menghasilkan keterampilan ibu dalam mengolah makanan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat pengetahuan ibu dan keterampilan dalam mengolah makanan yang sehat di kepulauan Banggai, Sulawesi tengah. Jenis penelitian ini yaitu cross sectional. Tingkat pengetahuan ibu dan keterampilan mengolah makanan sehat diperoleh dari kuisioner yang dibagikan. Hubungan antara kedua variable dilihat berdasarkan uji korelasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 76.6% memiliki tingkat pengetahuan gizi kurang, dimana 14,9% memiliki tingkat pengetahuan gizi yang cukup dan 8,5% lainnya memilki tingkat pengetahuan gizi yang baik. Ibu dengan keterampilan mengolah makanan yang sehat memiliki kuantitas yang cukup banyak yaitu 63,8%, diantaranya yang selalu menggunakan bahan segar dalam mengolah makanan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara tingkat pengetahuan gizi ibu dengan keterampilan ibu dalam mengolah makanan yang sehat di pulau Banggai, Sulawesi Tengah (p>0,05)Kata kunci: pengetahuan gizi ibu, perilaku, pengolahan makanan
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KETERLAMBATAN PENGEMBALIAN REKAM MEDIS HIGH CARE UNIT OLEH PERAWAT DI RUMAH SAKIT TINGKAT II UDAYANA DENPASAR Ni Putu Ulan Yunda Dewi; Agus Donny Susanto; Made Nyandra
Seminar Ilmiah Nasional Teknologi, Sains, dan Sosial Humaniora (SINTESA) Vol 1 (2018): PROSIDING SINTESA
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (408.829 KB)

Abstract

ABSTRACTThe delay in returning the High Care Unit medical record is the return of medical records from the High Care Unit installation to the medical record unit in excess of the time specified in the hospital Standard Procedures Operating which is 2x24 hours. Based on preliminary observations of the data taken in September 2017, the highest percentage of the return of medical records exceeding 2x24 hours was in the High Care Unit with a total of 17 (89.5%). This study aims to determine the relationship between nurses' workloads, nurses' awards, and nurses' working conditions with the delay in returning the High Care Unit medical records by nurses at the Udayana Level II Hospital in Denpasar. The study design was quantitative analytic descriptive with cross sectional type with a sample of 14 High Care Unit nurses. The results of this study indicate that there is a relationship between the nurse workload p 0.006, the nurse award p 0.018, the working condition of the nurse p 0.040 with the delay in returning the High Care Unit medical record. The conclusions in this study indicate that there is a relationship between the workload of nurses, nurses' awards, the working conditions of nurses with the delay in returning the High Care Unit medical records.Keywords : Delay in returning the High Care Unit medical record, Workload, Award, Working ConditionsABSTRAKKeterlambatan pengembalian rekam medis High Care Unit adalah pengembalian rekam medis dari instalasi High Care Unit ke unit rekam medis melebihi waktu yang telah di tetapkan pada Standar Prosedur Operasional rumah sakit yaitu 2x24 jam semua rekam medis pasien pulang ke urusan rekam medis. Berdasarkan observasi awal data yang digunakan yaitu bulan September 2017, pengembalian rekam medis > 2x24 jam paling tinggi persentase terdapat di High Care Unit dengan 17(89,5%). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan beban kerja perawat, penghargaan perawat, kondisi kerja perawat dengan keterlambatan pengembalian rekam medis High Care Unit oleh perawat di Rumah Sakit Tingkat II Udayana Denpasar. Rancangan penelitian adalah deskriptif analitik kuantitatif dengan jenis cross sectional dan sampel penelitian 14 orang perawat High Care Unit. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada hubungan beban kerja perawat p 0,006, penghargaan perawat p 0,018, kondisi kerja perawat p 0,040 dengan keterlambatan pengembalian rekam medis High Care Unit. Kesimpulan dalam penelitian ini menunjukkan bahwa ada hubungan beban kerja perawat, penghargaan perawat, kondisi kerja perawat dengan keterlambatan pengembalian rekam medis High Care Unit.Kata kunci : Keterlambatan pengembalian rekam medis High Care Unit, Beban Kerja, Penghargaan, Kondisi Kerja
ANALISIS DETERMINASI SIKAP MENGELUH, PELUANG SUKSES KELUHAN, DAN KEPERCAYAAN DIRI TERHADAP PERILAKU KOMPLAIN PASIEN PADA UPT. KESMAS DI KECAMATAN SUKAWATI, GIANYAR, BALI Ni Putu Cempaka Dharmadewi Atmaja; Ni Made Satya Utami
Seminar Ilmiah Nasional Teknologi, Sains, dan Sosial Humaniora (SINTESA) Vol 1 (2018): PROSIDING SINTESA
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (689.966 KB)

Abstract

ABSTRAKPerilaku komplain adalah sikap terhadap ketidakpuasan yang dirasakan konsumen terhadap pembelian produk. Perilaku komplain masyarakat terhadap proses layanan dapat dijadikan motivasi bagi perusahaan atau organisasi untuk dapat meningkatkan kualitas layanannya. Hasil observasi ditemukan bahwa masyarakat jarang melakukan keluhan secara langsung ke UPT. Kesmas, sehingga UPT. Kesmas kurang memahani kebutuhan masyarakat yang sebenarnya.. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji dan menganalisis pengaruh sikap mengeluh, peluang kesuksesan keluhan dan kepercayaan diri terhadap perilaku komplain pasien. Penelitian ini dilakukan di UPT Kesmas Sukawati I dan UPT Kesmas Sukawati II yang terdapat di Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar, Bali. Jumlah sampel sebanyak 100 orang, diambil dengan menggunakan teknik purposive sampling. Metode pengumpulan data dengan kuesioner dan teknik analisis yang digunakan adalah regresi linear berganda, Uji t dan Uji F. Berdasarkan hasil analisis ditemukan bahwa sikap mengeluh berpengaruh tidak signifikan terhadap perilaku komplain. Sedangkan peluang sukses keluhan dan kepercayaan diri mempunyai hubungan positif dan signifikan terhadap perilaku komplin, menunjukan bahwa terdapat hubungan yang searah antara peluang sukses keluhan dan kepercayaan diri terhadap perilaku komplain.Kata kunci: Sikap mengeluh, peluang sukses keluhan, kepercayaan diri dan perilaku komplain.ABSTRACT Complaint behavior is an attitude towards consumers' dissatisfaction with the purchase of a product. The behavior of public complaints about the service process can be used as motivation for companies or organizations to be able to improve the quality of their services. The observation find people rerely do complaint directly to UPT Kesmas, so thatUPT Kesmas do not understand about the real needs of the company. The purpose of this study was to examine and analyze the effect of complaining attitudes, the chances of success of complaints and confidence in the behavior of patient complaints. This research was carried out at UPT Kesmas Sukawati I and UPT Kesmas Sukawati II in Sukawati District, Gianyar Regency, Bali. The number of samples was 100 people, taken using purposive sampling technique. Data collection methods with questionnaires and analysis techniques used are multiple linear regression, t test and F test. Based on the results of the analysis found that the attitude of complaining has no significant effect on complaints behavior. While the chances of success of complaints and self-confidence have a positive and significant relationship to complex behavior, indicating that there is a unidirectional relationship between the chances of successful complaints and confidence in complaint behavior. Keywords: complaining attitudes, the chances of success of complaints, confidence, behavior of patient complaints
PERSPEKTIF SUMBER DAYA MANUSIA PARIWISATA DI ERA REVOLUSI INDUSTRI 4.0 Syech Idrus
Seminar Ilmiah Nasional Teknologi, Sains, dan Sosial Humaniora (SINTESA) Vol 1 (2018): PROSIDING SINTESA
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (744.887 KB)

Abstract

ABSTRAKPerkembangan teknologi membawa atmosfir perubahan pada semua aspek kehidupan manusia terutama perubahan pola hubungan manusia, tadinya saling berjabat tangan saat bertransaksi, berhadap-hadapan wajah (face to face) berubah drastis transaksi hanya cukup dengan sentuhan melalui layar hand phone, berkomunikasi tidak cukup mendengarkan suara tetapi bisa juga saling bertatapan wajah melalui screen to screen, dengan dalih mudah dan efesien. Ini merupakan pertanda telah hadir era revolusi industri keempat atau industry 4.0. Kemajuan ilmu pengetahuan di bidang teknologi turut memberi warna tersendiri bagi perkembangan dunia usaha, sebab beberapa jenis industri telah menggunakan teknologi internet dalam proses produksinya tidak terkecuali industri dibidang pariwisata, cukup dengan mesin pencari google bertipe voice search atau aplikasi tertentu sudah bisa mem-bantu untuk menemukan yang dibutuhkan, seperti hotel, travel, restoran, bahkan jarak tempuh suatu destinasi wisata, harga makan dan minuman dan lain sebagainya dapat ditemukan dengan cepat. Timbul kecemasan jika penerapan teknologi ini akan mereduksi manusia sebagai tenaga kerja, terlebih lagi tenaga kerja dalam bidang pariwisata.Kata kunci: Perspektif, Sumber Daya Manusia Pariwisata, Industry 4.0ABSTRACTThe development of technology brings an atmosphere of change in all aspects of human life, especially changes in human relations patterns, formerly shaking hands when transacting, face to face changing dramatically enough transactions by touch through cellphone screens, communicating not enough listening voice but can also face each other face to face through screen to screen, with the pretext of easy and efficient. This is a sign that there has been a fourth industrial revolution era or industry 4.0. The progress of science in the field of technology also gives its own color for the development of the business world, because some types of industries have used internet technology in the production process, including the industry in tourism, with the google search engine type voice search or certain applications can help find what is needed, such as hotels, travel, restaurants, even the distance of a tourist destination, the price of food and drinks and so on can be found quickly. Anxiety arises if the application of this technology will reduce humans as labor, moreover the workforce in the field of tourism.Keywords: Perspective, Human Resources Tourism, Industry 4.0