cover
Contact Name
Ikhwannur Adha
Contact Email
ikhwannur.adha@upnyk.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jigpangea@upnyk.ac.id
Editorial Address
Jurusan Teknik Geologi Jl. Padjajaran, Sleman, Yogyakarta, Indonesia. 55283
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Geologi pangea
ISSN : 2356024X     EISSN : 2987100X     DOI : https://doi.org/10.31315
Jurnal Ilmiah Geologi Pangea (JIG Pangea) is an Indonesian scientific journal published by the Geological Engineering Department, Faculty of Mineral and Technology, UPN "Veteran" Yogyakarta. The journal receives Indonesian or English articles. Those articles are selected and reviewed by our professional editors and peer reviewers. The published article in JIG Pangea covers all geoscience and technology fields including Geology, Geophysics, Petroleum, Mining, and Geography. The subject covers a variety of topics including : geodynamics, sedimentology and stratigraphy, volcanology, engineering geology, environmental geology, hydrogeology, geo-hazard and mitigation, mineral resources, energy resources, medical geology, geo-archaeology, applied geophysics and geodesy.
Articles 219 Documents
3D ROCKTYPE DAN FZI MODELING RESERVOAR KARBONAT, FORMASI BERAI, CEKUNGAN BARITO, PROVINSI KALIMANTAN TIMUR Juni Prasetiya; Sugeng Sapto Surjono; Jarot Setyowiyoto
Jurnal Ilmiah Geologi PANGEA Vol 5, No 2 (2018): Jurnal Ilmiah Geologi PANGEA
Publisher : PROGRAM STUDI TEKNIK GEOLOGI FAKULTAS TEKNOLOGI MINERAL UPN VETERAN YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jigp.v5i2.9669

Abstract

Distribusi tipe batuan karbonat Formasi Berai di cekungan Barito telah dinilai menggunakan kombinasi data log sumur, analisis inti dan inversi seismik. Pemodelan objek 3D dari distribusi fasies menunjukkan tiga unit utama sub-karbonat yang terbentuk dalam kronostratigrafi yang berbeda di dalam geometri karbonat pada formasi Berai yang disebut sebagai Platform A, Platform B dan Platform C. Sementara itu, klasifikasi rocktype telah dilakukan dengan menggunakan rentang yang berbeda dilihat dari parameter nilai petrofisika (RHOB, NPHI dan GR) dari enam objek jenis batuan yang berbeda menurut klasifikasi Dunham (1962). Hasil analisis Rock Physics menunjukkan cut-off petrofisik dari masing-masing jenis batuan yang terdapat pada formasi Berai yang memiliki kesamaan dengan kondisi tipe batuan sebenarnya yang diperoleh dari deskripsi data batuan inti (core). Hanya ada empat jenis objek batuan yang terklasifikasi dari hasil eksperimen tersebut. Berai karbonat terdiri dari Packstone yang sangat dominan dalam volume, berturut-turut diikuti oleh Grainstone, Mudstone dan Wackstone. Dengan kata lain, pendekatan petrofisika dapat digunakan untuk mengkategorikan variasi jenis batuan lapangan karbonatDeskripsi prospek gas di dalam reservoir Berai karbonat yang dihasilkan dari penelitian ini tercermin dalam nilai FZI terbesar, resistivitas MSFL rendah dan nilai saturasi air terkecil (Sw). Model estimasi co-kriging 3D menunjukkan distribusi gas berdasarkan tiga parameter di atas mirip dengan profil uji DST. gas play yangterbaik dan distribusi gas terbesar terperangkap di dalam reservoir karbonat Platform A sebagai produk packstone (PRT kelas 3) di mana terdeposit pada transisi reff flat dan lingkungan lagoon. Gas-gas lain terletak dekat dengan asosiasi Adang Fault dan akumulasi hidrokarbon di area prospek ini juga dapat berasal dari migrasi ke atas di Formasi Tanjung ke Lapisan karbonat Platform A
GEOLOGI DAN STUDI KENDALI STRUKTUR TERHADAP ALTERASI HIDROTERMAL DESA JERUK DAN SEKITARNYA, KECAMATAN BANDAR, KABUPATEN PACITAN, PROVINSI JAWA TIMUR Leon Canavarro; Suprapto Suprapto; Hendaryono Hendaryono
Jurnal Ilmiah Geologi PANGEA Vol 5, No 2 (2018): Jurnal Ilmiah Geologi PANGEA
Publisher : PROGRAM STUDI TEKNIK GEOLOGI FAKULTAS TEKNOLOGI MINERAL UPN VETERAN YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jigp.v5i2.9664

Abstract

Secara geografis daerah penelitian terletak pada koordinat (UTM-WGS84-Zona 49S) 524225 mE – 529225 mE dan 916325 mN – 9121325 mN mU. Sedangkan secara administratif daerah penelitian masuk ke dalam Kecamatan Bandar, dan Nawangan, Kabupaten Pacitan, Provinsi Jawa Timur. Berdasarkan analisis aspek-aspek geomorfologi, pola pengaliran daerah penelitian dapat dibagi menjadi duayaitu pola pengaliran Rectangular dan pola pengaliran Parallel pada tiga Daerah Aliran Sungai yaitu DAS Jeruk (Rectangular), DAS Kali Ngambo (Rectangular), dan DAS Bandar (Parallel). Bentuk lahan terbagi menjadi tujuh satuan yaitu Perbukitan Lava (V1), Perbukitan Intrusi (V2), Lembah Intrusi (V3), Bukit Intrusi (V4), Perbukitan Kubah (S1), Lembah Sesar (S2), dan Perbukitan Denudasional (D1).Stratigrafi daerah penelitian dapat dibagi menjadi tujuh satuan batuan dari tua ke muda, yaitu satuan breksi Jajar (Oligosen Akhir), satuan lava Jajar (Oligosen Akhir), satuan batupasir Sidodadi (Oligosen Akhir-Miosen Awal), Satuan batupasir Watupudi (Miosen Awal), litodem dasit, litodem andesit dan satuan endapan aluvial (recent). Struktur geologi daerah penelitian meliputi kekar, sesar, dan kedudukan perlapisan batuan yang membentuk kubah. Sesar daerah penelitian dapat dibagi menjadi delapan kelompok yaitu Kelompok Sesar Jambu-SugihanNalangan, Kelompok Sesar Bendo-Sidodadi, Kelompok Sesar Bendo-Kaliwungu, Kelompok Sesar NalanganBuluh, Kelompok Sesar Sugihan-Nglangan, Kelompok Sesar Jajar-Sidodadi yang berumur Miosen Awal, serta Kelompok Sesar Jajar-Bangunsari, Sesar Sempu dan Sesar Jajar yang berumur Miosen Tengah. Daerah penelitian telah mengalami alterasi yang intens dan membentuk himpunan mineral tertentu, zonasi alterasi hidrotermal dapat dibagi menjadi lima, yaitu zona alterasi silisik (kuarsa ± silika ± pirit), filik (kuarsa + serisit/illit + pirit), argilik (illit + haloysit ± kuarsa), argilik lanjut (silika + haloysit + alunit), dan propilitik (klorit + kalsit + haloysit). Persebaran alterasi hidrotermal dipengaruhi oleh struktur geologi berupa sesar yang berumur Miosen Awal (pre-syn), sedangkan sesar yang berumur Miosen Tengah (post) tidak mempengaruhi persebaran alterasi hidrotermal. Tipe endapan hidrotermal di daerah penelitian merupakan epitermal sulfidasi rendah.Kata - kata kunci : alterasi hidrotermal, zona alterasi, silisik, filik argilik
IDENTIFIKASI DAERAH PROSPEK PANASBUMI BERDASARKAN ANALISIS KELURUSAN DAN FAULT FRACTURE DENSITY (FFD) LAPANGAN PANASBUMI GUNUNG UNGARAN, KABUPATEN SEMARANG, PROVINSI JAWA TENGAH Brany Kurnianto; Dwi Fitri Yudiantoro; Dyah Rini Ratnaningsih
Jurnal Ilmiah Geologi PANGEA Vol 8, No 2 (2021): Jurnal Ilmiah Geologi PANGEA
Publisher : PROGRAM STUDI TEKNIK GEOLOGI FAKULTAS TEKNOLOGI MINERAL UPN VETERAN YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jigp.v8i2.9648

Abstract

Rekahan adalah media terbaik bagi fluida panas bumi untuk muncul ke permukaan sebagai manifestasi panasbumi. Sistem rekahan juga media terbaik untuk air meteorik dapat masuk ke dalam suatu sistem panasbumi sebagai pendukung potensi panasbumi dan memenuhi siklus penting dalam sistem panas bumi yang berkelajutan (sustainable). Sistem rekahan ini dapat diidentifikasi dengan kelurusan citra Landsat. Kelurusan–kelurusan yang diperoleh dari hasil analisis citra Landsat sangat membantu dalam analisis struktur geologi sehingga perlu diketahui bagian mana dalam konsesi daerah telitian yang memiliki struktur geologi paling intensif dan pola umum dari struktur utama yang berkaitan dengan pembentukan sistem panasbumi Gunung Ungaran. Peta kerapatan kelurusan atau Fault Fracture Density (FFD) akan sangat membantu dalam analisis struktur geologi kepanas-bumian sehingga dapat digunakan untuk mengidentifikasi zona-zona prospek panasbumi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi struktur permukaan daerah panas bumi berdasarkan densitas kelurusan, anomali magnetik, dan manifestasi panas bumi di permukaan. Struktur permukaan dianalisis melalui kerapatan lineament di permukaan dengan metode FFD. Lineament ini diasumsikan berasosiasi dengan fracture atau fault di daerahpanas bumi yang umumnya tertutup oleh manifestasi permukaan sehingga sulit teridentifikasi. Fault dan fracture ini diasumsikan sebagai bidang lemah yang menjadi jalur pergerakan fluida termal sehingga dapat menjadi petunjuk bagilokasi daerah permeabel atau reservoir. Berdasarkan metoda FFD yang dikompilasikan dengan data anomali geokimia Hg dan CO2 diketahui bahwa daerah prospek panas bumi berada di daerah Gedongsongo dan Nglimut.Kata Kunci: struktur, lineament, FFD, GIS, geothermal.
GEOLOGI DAN ELEMEN ARSITEKTURAL SATUAN BATUPASIR KABUH DI PILANGSARI, KECAMATAN GESI, KABUPATEN SRAGEN, PROVINSI JAWA TENGAH Matheus Vito Krisnanto; Ediyanto Ediyanto; Conrad Danisworo
Jurnal Ilmiah Geologi PANGEA Vol 5, No 2 (2018): Jurnal Ilmiah Geologi PANGEA
Publisher : PROGRAM STUDI TEKNIK GEOLOGI FAKULTAS TEKNOLOGI MINERAL UPN VETERAN YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jigp.v5i2.9670

Abstract

Secara geografis daerah penelitian terletak pada koordinat koordinat UTM X= 496500-501500, dan Y= 9191000-9186000. Secara administratif daerah penelitian masuk ke dalam wilayah Kecamatan Gesi, Kabupaten Sragen, Provinsi Jawa Tengah. Metode penelitian dilakukan dengan pemetaan geologi dan analisa studio maupun laboratorium, untuk mendapatkan informasi umum geologi berupa keadaan geomorfologi, pola pengaliran, struktur geologi dan stratigrafinya. Geomorfologi pada daerah penelitian terbagi menjadi 7 satuan bentuk lahan antara lain satuan bentuk lahan perbukitan homoklin, lereng homoklin, lembah homoklin, tubuh sungai, gosong sungai, bukit sisa, dataran denudasi. Sedangkan pola pengaliran yang berkembang yaitu, dendritik, subdendritik, paralel, dan subparalel. Secara stratigrafi dibagi menjadi 6 satuan batuan dari tua ke muda yaitu satuan napal Kalibeng, satuan breksi Banyak, satuan batugamping Klitik, satuan batulempungkarbonatan Pucangan, dan satuan batupasir Kabuh serta endapan aluvial. Struktur geologi yang berkembang dimulai pada Kala Pliosen hingga Plistosen dengan antiklin menunjam Tanggan berarah barat-timur, kemudian diikuti dengan sesar naik Tanggan, dan diakhiri sesar mendatar kanan Jatitengah berarah baratlaut-tenggara, sesar mendatar kiri Tanggan berarah timurlaut-baratdaya, dan kekar. Satuan batupasir Kabuh yang tersusun oleh batupasir, tuf, konglomerat, dan batulempung terendapkan pada lingkungan darat dan memiliki struktur sedimen khas pada litologi batupasir berupa silangsiur, yang dapat memberikan informasi vektor dari arah arus purba, sehingga dapat memberikan gambaran untuk mengetahui bentukkan sungai berkelok. Kumpulan titik lokasi pengamatan, analisa profil dan deskripsi litologi memberi gambaran tentang kumpulan litofasies yang kemudian membentuk elemen arsitektural yang berkembang diantaranya channel, lateral accretion, overbank fines, crevasse-splay, dan gravel bar.Kata-kata kunci : Satuan batupasir Kabuh, litofasies, dan elemen arsitektural
GEOLOGI DAN ANALISIS KESTABILAN LERENG DINDING BARAT DAERAH BATU HIJAU, KECAMATAN SEKONGKANG, KABUPATEN SUMBAWA BARAT, PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT Lua Nafsiah Hafizah A. Abdan; Basuki Rahmad; Puji Pratiknyo
Jurnal Ilmiah Geologi PANGEA Vol 5, No 2 (2018): Jurnal Ilmiah Geologi PANGEA
Publisher : PROGRAM STUDI TEKNIK GEOLOGI FAKULTAS TEKNOLOGI MINERAL UPN VETERAN YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jigp.v5i2.9665

Abstract

Sistem penambangan dengan metode tambang terbuka meliputi kegiatan pembongkaran lapisan penutup menjadi lereng-lereng bertingkat. Hal ini menyebabkan terjadinya perubahan gaya pada lereng dan perubahankekuatan massa batuan. Perubahan gaya yang terjadi menyebabkan kesetimbangan lereng terganggu dan adanya pelepasan beban dalam bentuk longsoran. Lokasi pemetaan geologi di lakukan di pit Batu Hijau dan analisisgeologi teknik dilakukan di lereng barat yang terbagi menjadi 10 segmen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui geologi daerah penelitian, potensi longsor dan nilai faktor keamanan pada dinding lereng barat daerah penelitian. Metode yang digunakan yaitu pemetaan geologi, line mapping, analisis petrografi, analisis struktur geologi, analisis kinematik berdasarkan data orientasi kekar dan sesar, dan metode kesetimbangan batas. Berdasarkan hasil pengamatan di lapangan, satuan batuan daerah penelitian dibagi menjadi Satuan Andesit Batu Hijau, Satuan Diorit Batu Hijau, dan Satuan Tonalit Batu Hijau. Dari hasil himpunan mineral yang ditemui, daerah penelitian terbagi menjadi 4 zona alterasi yaitu alterasi Magnetit ± Biotit, Kuarsa + Serisit ± Pirit, Klorit + Epidot, dan Kaolinit ± Klorit. Berdasarkan analisis kinematik, di identifikasi kemungkinan longsoran berupa longsoran bidang dan longsoran baji di segmen seluruh segmen. Hasil Perhitungan kesetimbangan batas dan permodelan slide memperlihatkan nilai faktor keamanan rata-rata yang didapat sebesar 1.39 atau memiliki faktor keamanan yang stabil (Bowles, 1991).Kata kunci : Geologi, Kestabilan Lereng, Analisis Kinematik, Faktor Keamanan
Hubungan Tekstur Urat Kuarsa dan Kimia Bijih Endapan Emas Epitermal di Daerah Mekarbakti, Kecamatan Bungbulang, Kabupaten Garut, Provinsi Jawa Barat Satriadi Abdullah; Arifudin Idrus; Nurkhamim Nurkhamim; Rangga Bintang Ardaraja
Jurnal Ilmiah Geologi PANGEA Vol 10, No 1 (2023): Jurnal Ilmiah Geologi PANGEA
Publisher : PROGRAM STUDI TEKNIK GEOLOGI FAKULTAS TEKNOLOGI MINERAL UPN VETERAN YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jigp.v10i1.9620

Abstract

Gold deposits in the West Java area, especially South Garut, enter the hydrothermal system due to Quaternary volcanic activity (Gaffar, 2017). Quartz is the main component of hydrothermal system deposits. Quartz veins have an important role in texture formation which can be used to determine the formation process and texture correlation with ore minerals (Dong et al, 1995). Quartz texture relationship in the study area is interesting to study because it becomes a reference in determining the prospect zone for the presence of precious metals as well as a reference for further exploration. For this reason, the purpose of this study was to determine the relationship between quartz texture and the presence of precious metals and base metals in the study area. The research area is in the Mekarbakti Village area, Bungbulang District, Garut Regency, West Java Province. The study area is included in the Jampang formation which is not aligned with the younger undecomposed unit (Qtv), the lithology of the study area is andesite lava, andesite breccia, lapilli, tuff, andesite intrusion and volcanic deposits. This study uses 3 methods, namely detailed field observations, ore microscopy analysis on seven samples DER_004, DER_005, DER_031, DER_001, DER_003, DER_014, DER_030 and analysis of Fire Assay Atomic Absorption Spectrophotometry (FA-AAS) and Inductively Coupled Plasma – Optical Emission Spectrometry. (ICP-OES) on seven samples DC_000087, DC_000073, DC_000030, DC_000053, DC_000048, MC_000081, DC_000082. From the results of field activities and laboratory analysis, the texture of the research area is divided into seven textures, namely cockade, lattice bladed, saccharoidal, banded comb, brecciated, colloform. The geochemistry of the ore in the study area has a fairly high grade and is associated with quartz vein textures, including brecciated Au texture 3.21 ppm, Ag 74.7 ppm, collorform Au texture 2.605 ppm, Ag 22.9 ppm, lattice bladed Au texture 1.625 ppm, Ag 2.3 ppm, saccharoidal Au texture 1.465 ppm, Ag 1.2 ppm, banded texture Au 1.257 ppm, Ag 2.3, cockade texture Au 0.079 ppm, Ag 2.7 ppm and comb texture Au 0.021 ppm, Ag 1 ppm, on the texture the presence of precious metals was observed and abundant base metals. The texture of the quartz veins in the study area, when compared with the calcifications of Morison, et al 1990, falls into the crystalline quartz zone and the crusstiform – colloform zone.
Analisis Kelayakan Air Tanah Berdasarkan Sifat Fisik dan pH Dusun Kajor Kulon, Desa Selopamioro, Bantul, DIY Ghaly Yana Putra; Abdullah Khafid Ma'ruf; Heza Putra Maulana Aji Sakti; Aditya Salfa Nur Rahman Pratama
Jurnal Ilmiah Geologi PANGEA Vol 10, No 1 (2023): Jurnal Ilmiah Geologi PANGEA
Publisher : PROGRAM STUDI TEKNIK GEOLOGI FAKULTAS TEKNOLOGI MINERAL UPN VETERAN YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jigp.v10i1.10062

Abstract

Dusun Kajor Kulon memiliki beberapa destinasi wisata, seperti Air Terjun Kedung Tolok dan Goa Cerme sehingga dirasa perlu untuk menganalisis kelayakan air Dusun ini agar dapat digunakan oleh khayalak ramai yang datang ke tempat-tempat wisata tersebut. Penelitian ini berfokus untuk menganalisis kelayakan air tanah untuk konsumsi dan penggunaan harian pada Dusun Kajor Kulon berdasarkan parameter fisik, seperti bau, warna, TDS, DHL, dan parameter pH, serta melakukan pemetaan MAT untuk mengetahui arah aliran air tanah. Secara geologi, Dusun ini berada pada Formasi Nglanggeran dengan litologi lava dan breksi vulkanik yang di atasnya terendapkan formasi Sambipitu dan Wonosari yang terdiri dari batuan karbonat diatasnya. Nilai MAT tertinggi berada pada sumur 14 dengan elevasi 158.225 mdpl dan terendah pada sumur 6 dengan elevasi 30.012 mdpl. Hasil analisis kelayakan memperlihatkan sumur 8, 9, dan 13 tidak layak untuk keseharian karena pH yang melewati batas minimum, sedangkan hampir seluruh sumur dinilai tidak layak untuk konsumsi kecuali sumur 16 dan 2. Oleh karena itu, disarankan beberapa tindakan pada air tanah sebelum digunakan, seperti penyulingan atau dimasak terlebih dahulu.
Karakteristik Geologi, Alterasi Hidrotermal Dan Mineralisasi Daerah Penyompa, Kecamatan Rantau Pulut, Kabupaten Seruyan, Provinsi Kalimantan Tengah. Satriadi Abdullah; Arifudin Idrus; Nurkhamim Nurkhamim; Kris Ramlan; Arfan Siregar
Jurnal Ilmiah Geologi PANGEA Vol 10, No 1 (2023): Jurnal Ilmiah Geologi PANGEA
Publisher : PROGRAM STUDI TEKNIK GEOLOGI FAKULTAS TEKNOLOGI MINERAL UPN VETERAN YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jigp.v10i1.9633

Abstract

The characteristics of the ore deposit will be greatly influenced by the geological conditions of the area. Surface manifestations of an ore deposit can be identified by the presence of alteration and mineralization zones. The study of alteration zones and mineralization will assist in making an exploration plan for an ore deposit. The purpose of this study is to determine the geological conditions in more detail, and the potential for ore deposits in the study area by alteration, mineralization, and rock geochemistry. Field data collection techniques include geological mapping, and laboratory analysis includes geochemical analysis using the Fire Assay Atomic Absorption Spectrophotometry (FA-AAS) method. The study shows that the lithology of the study area is volcanic rocks composed of andesitic intrusive rocks, diorite rocks, granite rocks, and pyroclastic rocks in the form of breccias. Hydrothermal alteration that develops in the study area can be divided into four zones of alteration type, namely: silicification zone (quartz ± kaolin ± pyrite), argillic zone (kaolin ± quartz), inner propylitic zone (quartz ± chlorite ± epidote ± albite ± pyrite), and outer propylitic zone (quartz ± chlorite ± epidote). Based on the lithology and type of alteration found, it is known that the type of deposit in the study area is part of Cu-Au porphyry deposits in the retrograde and post-mineral alteration stages based on the model of Corbett (1854). Mineralization potential in the study area includes pyrite-sulfide potential, hematite potential with paramagnetic properties, and hematite oxide potential. The results of the geochemical analysis showed that the research area had the highest levels of 0.02 ppm Au, 0.8 ppm Ag, 20 ppm Cu, and Fe <100 ppm.
RETRACTION: KAJIAN GEOLOGI DAN STABILITAS LERENG DENGAN FINITE ELEMENT METHODE (FEM) UNTUK PEMBANGUNAN DAN PENGEMBANGAN PERUMAHAN: BUKIT PANDHAWA GODEAN SLEMAN Guntor Surto Putro; Muhammad Nurjati Setiawan; Antu Ridha Falkhan Barizi; Jatmiko Setiawan
Jurnal Ilmiah Geologi PANGEA Vol 10, No 1 (2023): Jurnal Ilmiah Geologi PANGEA
Publisher : PROGRAM STUDI TEKNIK GEOLOGI FAKULTAS TEKNOLOGI MINERAL UPN VETERAN YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jigp.v10i1.10066

Abstract

(Artikel ini telah terbit pada Prosiding Sriwijaya Geology Festival 2021 tanggal 21 September 2021 ISBN : 978-979-587-999-2) Penelitian Kajian Geologi dan Stabilitas Lereng di Kawasan Bukit Pandhawa, Kecamatan Godean dilakukan untuk mengetahui gambaran detail geologi wilayah perumahan yang akan dikembangkan, kajian stabilitas lereng diperlukan karena pengupasan lereng yang beresiko longsor. Litologi yang dijumpai pada daerah ini berupa batupasir dari Formasi Nanggulan berumur Eosen (42-39,4 juta tahun yang lalu), breksi dari Formasi Kebo-Butak yang berumur Oligosen (33.9-23,3 juta tahun yang lalu) dan yang paling muda yaitu batuan beku intrusi diorit berumur Miosen Awal (25,2-16,2 juta tahun yang lalu) dan berdasarkan analisa petrografi didapatkan nama batuan Argilaceous Lithic Wacke (Gilbert, 1954) dan  batuan beku diorit. Struktur geologi yang berkembang pada daerah penelitian berupa kekar dan sesar. Struktur geologi berupa kekar memiliki arah umum sekitar barat-timur, utara-selatan, timurlaut-baratdaya dan tenggara-baratlaut. Struktur geologi berupa sesar memiliki arah umum bidang sesar relative timurlaut-baratdaya. Penelitian Stabilitas lereng pada daerah penelitian menggunaan metode elemen hingga (FEM dengan tujuan mengetahui nilai faktor keamanan, bidang gelincir, model longsoran dan desain lereng yang diolah dengan software Phase 2. Dengan mengetahui model longsoran peneliti membuat penanggulangan longsor sederhana serta merekomendasikan tindak lanjut bagi pengembang terhadap pembangunan dan pengembangan perumahan. 
Analisis Proksimat dan Peringkat Batubara Formasi Sinjin di Daerah Siduung Kecamatan Segah, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur Wahyu Sugiarto; Conradus Danisworo; T Listiyani R. A.; Ev. Budiadi
Jurnal Ilmiah Geologi PANGEA Vol 10, No 1 (2023): Jurnal Ilmiah Geologi PANGEA
Publisher : PROGRAM STUDI TEKNIK GEOLOGI FAKULTAS TEKNOLOGI MINERAL UPN VETERAN YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jigp.v10i1.10004

Abstract

Formasi Sinjin merupakan salah satu formasi yang terdapat pada Sub Cekungan Berau yang mempunyai potensi keterdapatan batubara. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi keberadaan batubara pada Formasi Sinjin dengan menggunakan metode pemetaan geologi, pemboran dan analisa kualitatif batubara. Pada pemetaan geologi dijumpai 6 singkapan batubara dengan ketebalan berkisar 0,08 hingga ± 1 meter, dan 8 singkapan non batubara, yaitu batulempung, batupasir dan batugamping. Kualitas batubara pada Formasi Sinjin ditunjukan oleh nilai rerata Kelembaban Air Total (Total Moisture) 48,3 %, Air Terperangkap (Inherent Moisture) 16,3 %, Kandungan Abu (Ash Content) 5,9 %, Zat Terbang (Volatile Matter) 39,8 %, Karbon Padat (Fixed Carbon) 38,1 %, Kandungan Sulfur (Total Sulphur) 0,06 %, dan nilai kalori (Calorific Value) 5236 Kcal/kg (adb).