cover
Contact Name
Andin Sefrina
Contact Email
andinsefrina09@gmail.com
Phone
+628156973254
Journal Mail Official
serulingmashealthjournal@gmail.com
Editorial Address
Jln.Raya Maos No.505, Kecamatan Maos, Kabupaten Cilacap
Location
Kab. cilacap,
Jawa tengah
INDONESIA
Serulingmas Health Journal (SHJ)
ISSN : -     EISSN : 28090128     DOI : -
Core Subject : Health,
Serulingmas Health Journal (SHJ) merupakan jurnal yang berisi artikel hasil penelitian, dan atau kajian pustaka dalam bidang ilmu kesehatan secara umum. Tujuan utama penerbitan jurnal SHJ adalah menyediakan sarana publikasi bagi para dosen, akademisi dan peneliti untuk berbagi pengetahuan dan pemikiran di bidang Ilmu Kesehatan.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol. 2 No. 2 (2022): Desember" : 6 Documents clear
SUPERVISI KEPERAWATAN REFLEKTIF MENINGKATKAN KEPUASAN KERJA PERAWAT Ike Puspitaningrum; Evi Supriatun; Sally Yustinawati Suryatna; Sukma Diani Putri; Nafisah Itsna Hasni
Serulingmas Health Journal Vol. 2 No. 2 (2022): Desember
Publisher : Stikes Serulingmas Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (228.13 KB)

Abstract

Latar belakang: Kepuasan kerja perawat dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya adalah supervisi. Supervisi model reflektif berdampak positif terhadap peningkatan mutu pelayanan keperawatan, yang juga dapat meningkatkan kepuasan kerja perawat. Supervisi model reflektif dapat membantu perawat memahami situasi kerja, dan pada akhirnya meningkatkan fungsi asuhan, sehingga dapat menjadi komponen penting atau standar praktik profesional bagi perawat. Tujuan: Melakukan studi literatur tentang supervisi model reflektif keperawatan kaitannya dengan kepuasan kerja perawat. Metode: Kajian pustaka dilakukan menggunakan database jurnal PubMed, Plos One, UniSA dan Proquest. Kata kunci yang digunakan yaitu clinical supervision OR reflective supervision AND supervision model AND nurse job satisfaction. Kriteria inklusi mengatur artikel yang diterbitkan dalam 5 tahun terakhir, bahasa Inggris, dan teks lengkap gratis. Kriteria pengecualian artikel/jurnal yang hanya diterbitkan dalam bentuk abstrak dan tidak terindeks pada jurnal nasional dan internasional. Hasil: Hasil identifikasi ditemukan 5 artikel yang membahas tentang peningkatan kepuasan kerja perawat menggunakan supervisi keperawatan reflektif. Hasil penelitian menunjukkan supervisi keperawatan reflektif dapat meningkatkan kepuasan kerja dan meningkatkan hubungan interpersonal antara supervisor dengan perawat. Kesimpulan: Supervisi keperawatan reflektif dapat meningkatkan kepuasan kerja perawat dengan pendekatan reflektif atau memberikan umpan balik dalam memecahkan masalah pekerjaan, sehingga perawat dapat menyelesaikan pekerjaannya yang dapat meningkatkan masalah kepuasan kerja.
Gambaran Gula Darah Sewaktu pada Karyawan Politeknik Negeri Indramayu Sukma Diani Putri; Sari Artauli Lumban Toruan
Serulingmas Health Journal Vol. 2 No. 2 (2022): Desember
Publisher : Stikes Serulingmas Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (146.677 KB)

Abstract

Menurut data dari Dinas Kesehatan tahun 2020, Indramayu sebagai salah satu kabupaten di Indonesia memiliki jumlah penderita DM lebih tinggi dibandingkan dengan penyakit tidak menular lainnya. Pengukuran gula darah sewaktu merupakan salah satu tes diagnostik DM. Karyawan Politeknik Negeri Indramayu merupakan sangat jarang melakukan tes diagnostik kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kadar gula darah puasa sewaktu pada karyawan Politeknik Negeri Indramayu. Penelitian ini adalah observasional deskriptif dengan responden karyawan Politeknik Negeri Indramayu. Responden merupakan karyawan Politeknik Negeri Indramayu terdiri dari 19 laki-laki dan 13 perempuan dengan rentang usia 27 sampai dengan 55. Hasil penelitian mendapatkan data 28 responden (87,5%) memiliki kadar gula darah sewaktu normal, 4 responden (12,5%) memiliki kadar gula darah sewaktu tinggi (hiperglikemia). Hasil pengukuran kadar gula darah puasa sewaktu mendapatkan nilai maksimum 265 mg/dL, nilai minimum 70 mg/dL, nilai median 101,5 mg/dL, nilai rata-rata 108 mg/dL. Sebagian besar responden masih dalam usia muda dewasa sehingga memiliki kadar gula darah sewaktu normal.
EVALUASI PERENCANAAN DAN PENGADAAN OBAT DI PUSKESMAS PURWOJATI KABUPATEN BANYUMAS Aperilia Maeka Putri; Supriani Supriani; Triyo Nova
Serulingmas Health Journal Vol. 2 No. 2 (2022): Desember
Publisher : Stikes Serulingmas Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (144.338 KB)

Abstract

Pengelolaan obat merupakan suatu rangkaian kegiatan yang salah satunya menyangkut aspek perencanaan dan pengadaan obat yang dikelola secara optimal untuk menjamin ketersediaan obat. Rendahnya tingkat ketersediaan obat di fasilitas kesehatan dipengaruhi ketepatan perencanaan dan proses pengadaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses perencanaan dan pengadaan obat di Puskemas Purwojati. Penelitian ini merupakan jenis penelitian observasional dengan metode kuantitatif deskriptif. Sumber informasi berasal dari data retrospektif tahun 2021. Jumlah populasi obat sebesar 97 item obat. Data yang diperoleh dianalisis dengan indikator dan dibandingkan dengan standar tabel indikator perencanaan dan pengadaan obat. Hasil penelitian yang diperoleh di Puskesmas Purwojati menunjukkan pada tahap perencanaan masih terdapat indikator yang belum sesuai dengan standar, yaitu pada indikator tingkat ketersediaan obat hasil yang diperoleh sebesar 83,51% standar pembandingnya yaitu 90% dan indikator ketepatan perencanaan obat hasil yang diperoleh sebesar 87,89%, standar pembandingnya yaitu 100%-120%. Pada indikator kesesuaian item obat dengan doen sudah sesuai hasil yang diperoleh 60,82% dari standar pembanding yaitu 49%. Pada tahap pengadaan semua indikator sudah sesuai, indikator alokasi dana pengadaan obat hasil yang diperoleh sebesar 79,11% dimana standar alokasi dana pengadaan obat berkisar antara 30-40%, pada indikator frekuensi pengadaan tiap item obat pada kategori rendah terdapat 39 item sedang 8 item dan berlebih 0 item pada indikator ini menunjukkan sudah sesuai, sedangkan untuk kategori frekuensi kurang lengkapnya surat pesanan terdapat 3x kesalahan faktur, tetapi menurut pudjaningsih nilai pembanding yang ditetapkan 1-9 kali, ini menunjukkan pada indikator frekuensi kurang lengkapnya surat pesanan sudah sesuai.
EVALUASI PENDISTRIBUSIAN DAN PENYIMPANAN OBAT DI PUSKESMAS PURWOJATI KABUPATEN BANYUMAS Dhina Astuti; Supriani Supriani; Triyo Nova
Serulingmas Health Journal Vol. 2 No. 2 (2022): Desember
Publisher : Stikes Serulingmas Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (178.002 KB)

Abstract

Pengelolaan obat merupakan suatu rangkaian kegiatan yang salah satunya menyangkut aspek pendistribusian dan penyimpanan obat yang dikelola secara optimal untuk menjamin ketersediaan, pemerataan dan keterjangkauan obat. Rendahnya tingkat ketersediaan obat di fasilitas kesehatan dipengaruhi ketepataan perencanaan dan gangguan suplai obat pada proses pendistribusian dan penyimpanan obat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pendistribusian dan penyimpanan obat di Puskesmas Purwojati. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan metode kuantitatif deskriptif. Sumber informasi berasal dari data retrospektif tahun 2021 dan data cross sectional tahun 2022. Jumlah populasi sebesar 97 item obat. Data yang diperoleh dianalisis dengan indikator dan dibandingkan dengan standar menurut Pudjaningsih (1996) dan Depkes RI (2002). Hasil penelitian yang diperoleh di Puskesmas Purwojati menunjukan bahwa pada tahap pendistribusian yaitu pada indikator Kecocokan antara obat dengan kartu stok hasil yang diperoleh sebesar 28% dengan standar 100%, Turn Over Ratio (TOR) sebesar 3,13 kali dengan standar 10-23 kali, pada persentasi nilai obat rusak/ED sebesar 5,8% dengan standar ≤0,2%, persentasi stok mati dengan hasil yang diperoleh 13,9% dengan standar 0%. Untuk tahap penyimpanan pada indikator sistem penataan di gudang sudah sesuai dengan abjad/alfabetis, sediaan obat di Gudang yang tidak sesuai dengan FIFO sebesar 61,85% dan tidak sesuai FEFO sebesar 72,16%, sediaan obat di Ruang IGD yang tidak sesuai dengan FIFO sebesar 0% dan tidak sesuai FEFO sebesar 0%, sediaan obat di Ruang VK yang tidak sesuai dengan FIFO sebesar 85,71% dan tidak sesuai FEFO sebesar 85,71%, sediaan obat di Ruang Khusus (Kulkas) yang tidak sesuai FIFO sebesar 100% dan tidak sesuai FEFO sebesar 100%.
BIAYA PENGGUNAAN OBAT ANTIHIPERTENSI TUNGGAL PADA PASIEN BPJS RAWAT JALAN DI RSUD CILACAP Priyo Agung Laksana; Bambang Purwoko; Triyo Nova
Serulingmas Health Journal Vol. 2 No. 2 (2022): Desember
Publisher : Stikes Serulingmas Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (223.51 KB)

Abstract

Pembiayaan kesehatan di Indonesia semakin meningkat, maka diperlukan analisis efektivitas biaya. Analisis efektivitas biaya merupakan metode farmakoekonomi dalam pengambilan keputusan obat-obatan agar lebih efektif secara manfaat dan biaya. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui obat antihipertensi yang paling cost-effectiveness di RSUD Cilacap. Jenis penelitian deskriptif kualitatif dan penelitian dilakukan secara cross sectional dan retrospektif. Sampel yang digunakan adalah pasien hipertensi rawat jalan di RSUD Cilacap sejumlah 92 pasien. Penelitian ini menggunakan metode farmakoekonomi analisis efektivitas biaya/CEA. Data yang diambil meliputi: data riwayat pasien hipertensi ,data obat antihipertensi dan data biaya terapi hipertensi. Hasil penelitian menunjukkan effektivas terapi obat amlodipin 5mg 77,78%, amlodipin 10 mg 74,04%, valsartan 75%, bisoprolol 2,5 mg 66,67%, bisoprolol 10 mg 50%, candesartan 8 mg 61,54 %, candesartan 16 mg 40% , ramipril 10 mg 66,67%. Berdasarkan nilai ACER amlodipin 5 mg lebih cost-effective dengan nilai Rp. 955,66 dibandingkan dengan obat amlodipin 10 mg Rp. 1.000,26, valsartan Rp. 1.091,93, bisoprolol 2,5 mg Rp. 1.137,37, bisoprolol 5 mg Rp. 1.482,80, candesartan 8 mg Rp. 1.241,79, candesartan 16 mg Rp. 1.991,50 dan ramipril 10 mg Rp. 1.703,31. Sehingga obat amlodipin paling cost-effectiveness dibandingkan dengan obat antihipertensi lainnya.
POLA PEMETAAN DAN KESESUAIAN PENGOBATAN ANTIHIPERTENSI PASIEN HIPERTENSI RSUD dr.GONDO SUWARNO TAHUN 2021 Fatmawati Fatmawati; Iswandi Iswandi; Sumaryana Sumaryana
Serulingmas Health Journal Vol. 2 No. 2 (2022): Desember
Publisher : Stikes Serulingmas Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (290.645 KB)

Abstract

Tekanan darah tinggi atau sering disebut hipertensi merupakan kondisi ketika tekanan di dalam pembuluh darah meningkat. Hipertensi terjadi pada ± 50 juta orang di Amerika Serikat dan ± 1,5 miliar orang di seluruh dunia. Mengingat tingginya prevalensi hipertensi, penanganan yang benar sangat diperlukan untuk mengendalikan hipertensi. Salah satu penanganannya dengan pemberian obat antihipertensi. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pola pemetaan dan kesesuaian pengobatan antihipertensi pada pasien hipertensi di Instalasi Rawat Inap RSUD dr. Gondo Suwarno Kabupaten Semarang tahun 2021. Penelitian ini termasuk penelitian deskriptif yang dilakukan secara retrospektif dengan mengumpulkan data rekam medis pasien hipertensi. Analisis hasil pada pola peresepan meliputi jenis kelamin, usia pasien, jenis dan golongan obat, dosis obat, serta kesesuaian pengobatan berdasarkan JNC VIII dilakukan dengan menggunakan metode analisis secara deskriptif. Untuk jenis dan golongan obat yang sering digunakan pada terapi pengobatan tunggal pasien hipertensi tanpa/dengan komplikasi yaitu golongan CCB amlodipine. Sedangkan untuk kombinasi yang sering diberikan yaitu golongan CCB amlodipine dengan golongan ARB candesartan. Kesesuaian pengobatan yang mendapatkan terapi sesuai dengan guideline JNC 8 memiliki peluang 0,2 kali lebih besar dalam mencapai target tekanan darah dibandingkan kelompok yang menerima terapi tidak sesuai dengan guideline JNC 8.

Page 1 of 1 | Total Record : 6