cover
Contact Name
Achmad Riyanto
Contact Email
ariyanto@ub.ac.id
Phone
+62341-562454
Journal Mail Official
jtresda@ub.ac.id
Editorial Address
Jl. MT. Haryono No.167, Ketawanggede, Kec. Lowokwaru, Kota Malang, Jawa Timur 65145
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 27982386     EISSN : 27983420     DOI : https://doi.org/10.21776/ub.jtresda
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air is a scientific journal published regularly twice per year by Water Resources Engineering Department, Universitas Brawijaya. The paper submitted in this journal covers the fields of Water Resources Information System, Water Resources Conservation, Water Resources Utilization and Efficiency, Water Structure Engineering Planning and Water Resources Engineering Basic Knowledge. The submitted paper can be a summary of research reports or scientific literature review. The language used in this journal is either English or Indonesian.
Articles 14 Documents
Search results for , issue "Vol. 6 No. 2 (2026): In Press" : 14 Documents clear
Studi Perencanaan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro Low Head di Saluran Irigasi Kedungkandang Kota Malang Fatian, Ceryl Amin; Juwono, Pitojo Tri; Sisinggih, Dian
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 6 No. 2 (2026): In Press
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2026.6.2.58

Abstract

Penelitian perencanaan mikro hidro low head di Saluran Irigasi Kedungkandang, Kota Malang, dikaji untuk menyediakan dasar teknis dan ekonomi yang belum tersedia sebelumnya. Analisis hidrologi dari data debit sebelas tahun menunjukkan debit andalan 0,405 m³/detik, sedangkan head efektif rata-rata mencapai 3,23 meter. Dengan parameter tersebut, turbin Crossflow dipilih sebagai unit konversi energi yang paling sesuai. Perhitungan menghasilkan daya output sekitar 8,52 kW dan produksi energi tahunan 72.597,75 kWh. Kajian ekonomi menunjukkan kebutuhan investasi Rp 633.761.758 dan biaya operasi tahunan Rp 25.350.470. Dengan suku bunga 8,5%, diperoleh BCR 1,32, NPV Rp 272.946.092, dan IRR 16,27%, dengan periode pengembalian sekitar lima tahun dua bulan. Hasil ini menunjukkan bahwa proyek mikro hidro low head di lokasi studi layak secara teknis dan ekonomis.
Dam Construction Impacts on Flow Stability: Evidence of a Hydrological Regime Shift in the Bulango Watershed, Gorontalo Djuraini, Moh. Fahry
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 6 No. 2 (2026): In Press
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2026.6.2.59

Abstract

Dam construction is known to alter downstream hydrology, yet the early construction phase remains understudied, particularly in tropical monsoon basins where short hydrological records limit attribution. This study quantifies the initial hydrological response of the Bulango River, Gorontalo, during the onset of Bulango Ulu Dam construction (2019) using daily and monthly discharge data from 2014–2024. A combined analysis employing the Modified Mann–Kendall trend test, Pettitt change-point detection, and 33 Indicators of Hydrologic Alteration (IHA) was used to distinguish gradual climatic tendencies from abrupt construction-driven disturbances. After correcting for serial correlation, no significant long-term trend was detected, indicating that the apparent decline in discharge reflects natural hydrological persistence rather than climate-driven change. In contrast, the Pettitt test revealed a statistically robust regime shift in March 2019, coinciding with major river-diversion and excavation activities. IHA results show that although seasonal timing remains largely intact, short-duration hydrologic components have become notably unstable, with significant increases in low-pulse frequency and flow reversals. Overall, the river exhibits a 72.4% degree of hydrological alteration, indicating high-level disturbance during the construction phase. These findings provide one of the first empirical demonstrations that dam construction can induce measurable hydrological alteration well before impoundment, underscoring the need for early-phase monitoring and adaptive construction practices to reduce downstream ecological risks. The pre-impoundment baseline established here serves as a critical reference for evaluating future operational impacts once the reservoir becomes fully functional.
Permodelan Fluida Dinamik pada Pelimpah Bendungan Karangnongko menggunakan Aplikasi AutoDesk CFD Shadra, Ken Haidar; Sisinggih, Dian; Sajali, Amar
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 6 No. 2 (2026): In Press
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2026.6.2.60

Abstract

Bendungan Karangnongko yang terletak pada perbatasan Kabupaten Bojonegoro dan Kabupaten Blora di Sungai Bengawan Solo memiliki Pelimpah yang terdiri dari 9 pelimpah dengan pintu radial, pelimpah bebas, dan 2 pipa PLTM. Bendungan Karangnongko dibangun sebagai penyuplai air irigasi, air baku, pembangkit listrik tenaga mikrohidro, dan pengendalian banjir. Dalam proses perencanaannya, diperlukan analisa desain menggunakan uji model untuk mengetahui karakteristik alirannya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi hidrolika aliran di atas pelimpah Bendungan Karanongko menggunakan pendekatan teoritis dan permodelan Computational Fluid Dynamics (CFD), kemudian dilakukan perbandingan kondisi hidrolika aliran di atas pelimpah antara pendekatan teoritis dan permodelan CFD dengan uji model fisik. Kedua metode tersebut dibandingkan menggunakan metode Root Mean Square Error untuk mengetahui kemiripan kedua metode tersebut. Analisis menggunakan skema debit banjir rancangan Q100, Q1000, dan QPMF dengan setiap debit banjir menggunakan skema bukaan 9 pintu yang memiliki ketinggian bukaan menyesuaikan debit yang lewat. Perbandingan ketiga metode tersebut dilakukan dengan menggunakan metode Root Mean Square Error untuk menilai keakuratan tiap metode.
Studi Manajemen Konstruksi Pada Proyek Pembangunan Dermaga Landing Craft Machine (LCM) Pelabuhan Bajoe Kabupaten Bone Nabila Mutia Putri; Suwanto Marsudi; Evi Nur Cahya
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 6 No. 2 (2026): In Press
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2026.6.2.61

Abstract

Pembangunan Dermaga LCM di Pelabuhan Bajoe, Kabupaten Bone, dilaksanakan sebagai upaya untuk menjamin keberlanjutan layanan penyeberangan akibat kerusakan pada dermaga utama tipe Movable Bridge (MB) yang berpotensi menghambat mobilitas penumpang serta distribusi logistik. Keberhasilan pelaksanaan proyek ini sangat bergantung pada penerapan manajemen konstruksi yang sistematis, khususnya dalam perencanaan penjadwalan dan pengendalian sumber daya guna mencapai efisiensi waktu dan biaya. Penelitian ini bertujuan menganalisis alternatif percepatan pelaksanaan proyek untuk memperoleh solusi yang paling optimal dari sisi durasi dan biaya. Dua opsi percepatan yang dianalisis termasuk penambahan jam kerja tenaga kerja dan penambahan jumlah alat berat pada kegiatan yang berada di lintasan kritis. Analisis yang dilakukan menunjukkan bahwa penambahan jam kerja dapat menghasilkan penghematan biaya sebesar 4,16% dengan percepatan durasi sebesar 12,50%. DI sisi lain, penambahan alat berat memberikan penghematan biaya sebesar 4,62% dengan percepatan durasi sebesar 2,78%. Berdasarkan hasil tersebut, setiap alternatif memiliki keunggulan sesuai dengan sasaran percepatan, di mana lembur lebih efektif dalam mempercepat durasi penyelesaian proyek, sementara penambahan alat berat lebih unggul dalam pengendalian biaya.
Perencanaan Struktur Bangunan Dolphin Protector Moveable Bridge Kapasitas 5.000 GRT di Dermaga III Pelabuhan Ketapang Banyuwangi Jawa Timur Dibrata Putra, Muhamad Ekira Wikrama; Suwanto Marsudi; Evi Nur Cahya
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 6 No. 2 (2026): In Press
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2026.6.2.64

Abstract

Perencanaan Dolphin Protector Moveable Bridge Dermaga III Pelabuhan Ketapang Banyuwangi dilakukan sebagai upaya peningkatan kapasitas pelabuhan untuk melayani kapal dengan bobot hingga 5.000 GRT dalam mendukung arus penyeberangan Ketapang–Gilimanuk. Studi ini menggunakan data sekunder yang meliputi data batimetri, oseanografi, geoteknik, dan angin untuk merencanakan desain struktur yang aman dan efisien. Analisis dilakukan terhadap tinggi gelombang rencana, elevasi muka air laut, perhitungan tiang pancang, pile cap, serta jenis dan kapasitas fender yang digunakan. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa struktur tiang pancang dengan kedalaman 48 meter dan diameter 0,8 meter dinyatakan aman dengan daya dukung ultimate sebesar 476,64 ton. Pile cap dengan mutu beton K-400 juga memenuhi kriteria kekuatan lentur dan geser berdasarkan SNI 2847:2019. Total Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang diperoleh untuk pembangunan struktur ini mencapai Rp 3.539.185.000,00. Hasil penelitian ini diharapkan menjadi dasar perencanaan teknis dan acuan pengambilan keputusan pembangunan infrastruktur pelabuhan yang berstandar dan berkelanjutan.
Perencanaan Drainase Berwawasan Lingkungan Untuk Menangani Genangan Di Kawasan Jatirahayu Kota Bekasi Febrian, Aliffio; Sumiadi; Mirdeklis Beselly Putra, Sebrian
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 6 No. 2 (2026): In Press
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2026.6.2.62

Abstract

Kawasan Jatirahayu RW 023, Kecamatan Pondok Melati selalu mengalami banjir tiap tahun. Hal ini diperkirakan akibat dari kurangnya kapasitas sistem drainase, terutama dalam menghadapi pesatnya perubahan tata guna lahan dan perubahan iklim. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja sistem drainase eksisting dan merencanakan penanganan genangan berbasis drainase berwawasan lingkungan dengan pendekatan Nature-Based Solution (NbS). Metode penelitian meliputi analisis hidrologi dan pemodelan hidraulika menggunakan aplikasi EPA SWMM 5.2 dengan kala ulang hujan 10 tahun. Hasil simulasi menunjukkan bahwa sistem drainase eksisting belum mampu menampung debit banjir rencana, ditandai dengan 5 titik genangan dengan volume total 3.270 m³ dan tingkat efektivitas sistem sebesar 50%. Upaya penanganan dilakukan melalui rehabilitasi saluran dan pembangunan sumur resapan. Alternatif I mampu mereduksi volume genangan hingga 82% dengan biaya yang lebih ekonomis, sehingga direkomendasikan sebagai solusi penanganan genangan di lokasi penelitian.
Perencanaan Sistem Jaringan Distribusi Air Bersih Di Desa Ringinsari Kecamatan Sumbermanjing Wetan Kabupaten Malang Tualang Noer Carstenza; Ussy Andawayanti; Anggara Wiyono Wit Saputra
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 6 No. 2 (2026): In Press
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2026.6.2.63

Abstract

Desa Ringinsari merupakan salah satu wilayah rawan air yang belum terjangkau oleh sistem penyediaan air bersih dari instansi pemerintah dengan sebagian besar masyarakatnya yang masih menggunakan sumur konvensional untuk memenuhi kebutuhan airnya dan seringkali mengalami kekeringan pada musim kemarau. Penelitian ini bertujuan untuk merencanakan sistem jaringan distribusi air bersih di Desa Ringinsari guna menyelesaikan permasalahan kekurangan air yang ada dengan memanfaatkan Sumber Air Kaligoro. Digunakan metode aritmatik, geometrik, dan eksponensial untuk merencanakan pemenuhan kebutuhan air hingga proyeksi 21 tahun kedepan dengan menggunakan pendekatan perangkat lunak WaterCAD V8i untuk analisis hidrolikanya. Hasil perencanaan menunjukkan bahwa Sumber Air Kaligoro dapat memenuhi kebutuhan air Desa Ringinsari hingga tahun 2045 dengan kecepatan aliran air dalam pipa yang berkisar diantara 0,033 – 1,065 m/dt dan headloss gradient yang berkisar diantara 0,026 – 14,049 m/km serta tekanan air dalam pipa yang berkisar diantara 0,55 – 7,95 atm. Didapatkan pula nilai Rencana Anggaran Biaya (RAB) realisasi rencana sistem jaringan distribusi air bersih di Desa Ringinsari sebesar Rp. 7.786.823.000.
Studi Penjadwalan Konstruksi Pekerjaan Main Dam Dan Bangunan Pelimpah Bendungan Beton Padat Gilas (RCC) Di Muara Juloi Kalimantan Tengah Dengan Menggunakan Microsoft Project 2021 Afina, Bima Putra; Marsudi, Suwanto; Fidari, Jadfan Sidqi
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 6 No. 2 (2026): In Press
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2026.6.2.65

Abstract

Penelitian ini membahas penyusunan penjadwalan konstruksi pada pekerjaan main dam dan bangunan pelimpah Bendungan Muara Juloi dengan menggunakan Microsoft Project Manager 2021 sebagai alat bantu pengolahan data durasi, sumber daya, dan biaya. Analisis dilakukan melalui perhitungan volume pekerjaan, produktivitas alat berat, kebutuhan tenaga kerja, serta estimasi biaya berdasarkan Analisis Harga Satuan Pekerjaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa total Rencana Anggaran Biaya (RAB) awal proyek pada bagian pekerjaan main dam dan bangunan pelimpah adalah sebesar Rp3.493.946.689.724,00 dan setelah dilakukan pemerataan sumber daya terjadi efisiensi sebesar 0,070%. Studi ini juga mengidentifikasi kebutuhan sumber daya berupa 249 tenaga kerja dari berbagai keahlian serta sejumlah alat berat utama seperti excavator, dump truck, agitator truck, dan vibrator roller yang disesuaikan dengan karakteristik pekerjaan lapangan. Analisis percepatan jadwal dengan metode crashing menunjukkan bahwa penambahan jam lembur mampu menurunkan durasi sebesar 4,89%, sementara penambahan alat berat memberikan reduksi durasi sebesar 6,81%. Kombinasi kedua metode menghasilkan percepatan paling signifikan dengan penurunan durasi sebesar 9,86% dari total durasi awal. Hasil penelitian ini mengonfirmasi bahwa integrasi analisis sumber daya, durasi, dan biaya melalui perangkat lunak penjadwalan mampu meningkatkan efisiensi pelaksanaan proyek serta memberikan dasar pengambilan keputusan yang lebih efektif dalam pengelolaan konstruksi bendungan berskala besar.
Perencanaan Normalisasi dan Tanggul Sebagai Pengendalian Banjir Pada Sungai Kedunglarangan di Kabupaten Pasuruan -, Muhammad Hilmi Hakim Arif; Dian Sisinggih; Linda Prasetyorini
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 6 No. 2 (2026): In Press
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2026.6.2.67

Abstract

Sungai Kedunglarangan di Kabupaten Pasuruan merupakan wilayah dengan tingkat kerawanan banjir yang tinggi. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh intensitas curah hujan yang besar, karakteristik topografi dataran rendah di bagian hilir, serta pengaruh aliran balik (backwater) akibat pasang surut laut. Studi ini bertujuan merumuskan alternatif pengendalian banjir melalui penerapan normalisasi sungai dan pembangunan tanggul sebagai upaya peningkatan kapasitas aliran. Analisis hidrologi menggunakan data tahun 2003 – 2024 dan distribusi Log Pearson Tipe III menghasilkan rencana debit terbesar pada kala ulang 50 tahun, yaitu 651,84 m³/det, yang diperoleh melalui pendekatan HSS Nakayasu. Pemodelan hidrolika menggunakan HEC-RAS 1D untuk kondisi eksisting menunjukkan terjadinya limpasan pada debit Q2th, sejalan dengan sejarah banjir tinggi di Kecamatan Bangil (0,3 – 0,5 m). Kondisi ini menunjukkan perlunya peningkatan kapasitas penampang dan perlindungan tepi sungai. Upaya pengendalian yang diusulkan meliputi normalisasi bagian dan pembangunan tanggul sepanjang ±18 km. Hasil analisis kestabilan menggunakan Metode Bishop menunjukkan bahwa tanggul dengan tinggi 2 m memiliki Faktor Keamanan kritis sebesar 1,85, berada di atas batas minimal yang direkomendasikan (FoS ? 1,5). Simulasi pasca perencanaan menampilkan bahwa kombinasi normalisasi dan tanggul mampu menampung debit hingga Q50, menurunkan luas keseluruhan, serta mempertahankan muka air dalam batas aman.
Evaluasi Sistem Jaringan Distribusi Air Bersih Daerah Layanan Tandon Istana Dieng PDAM Tugu Tirta Kota Malang Perdana, Bisma; Moch. Sholichin; Riyanto Haribowo
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 6 No. 2 (2026): In Press
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2026.6.2.66

Abstract

Peningkatan jumlah penduduk dan perkembangan wilayah perkotaan menyebabkan kebutuhan air bersih terus meningkat, sehingga diperlukan sistem distribusi yang andal dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja sistem jaringan distribusi air bersih serta merencanakan pengembangannya di daerah layanan Tandon Istana Dieng PDAM Tugu Tirta Kota Malang. Metode yang digunakan meliputi analisis kebutuhan air bersih pada kondisi eksisting tahun 2024, evaluasi hidrolik jaringan distribusi menggunakan perangkat lunak WaterCAD V8i, proyeksi kebutuhan air hingga tahun 2045, serta perhitungan rencana anggaran biaya (RAB). Hasil analisis menunjukkan bahwa kebutuhan air bersih pada kondisi eksisting sebesar 19,037 lt/dt dan meningkat menjadi 34,275 lt/dt pada jam puncak tahun 2045 seiring pertumbuhan penduduk hingga 11.962 jiwa. Simulasi hidrolik menunjukkan bahwa tekanan, kecepatan aliran, headloss gradient, dan sisa klor bebas pada kondisi eksisting maupun pengembangan umumnya telah memenuhi ketentuan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No. 18 Tahun 2007. Namun demikian, diperlukan perbesaran enam pipa distribusi eksisting untuk menunjang pemenuhan kebutuhan air secara optimal. Pengembangan jaringan direncanakan menggunakan pipa PVC dengan total panjang 932 m, sementara tandon dan pompa eksisting masih layak digunakan. Estimasi biaya pengembangan jaringan distribusi air bersih sebesar Rp2,55 miliar menunjukkan bahwa rencana pengembangan layak secara teknis dan ekonomis.

Page 1 of 2 | Total Record : 14