cover
Contact Name
Ari Zulsafar
Contact Email
journals@telkomuniversity.ac.id
Phone
+6282262130800
Journal Mail Official
library@telkomuniversity.ac.id
Editorial Address
Jl. Telekomunikasi Terusan Buah Batu, Bandung, Provinsi Jawa Barat, 40257
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
eProceedings of Management
Published by Universitas Telkom
ISSN : 23559357     EISSN : -     DOI : https://doi.org/10.34818/eoe
Core Subject : Economy, Science,
merupakan media publikasi karya ilmiah lulusan Universitas Telkom yang berisi tentang kajian management. Karya Tulis ilmiah yang diunggah akan melalui prosedur pemeriksaan (reviewer) dan approval pembimbing terkait.
Articles 1,862 Documents
Representasi Femininitas Shasa Zhania Di Media Sosial Tiktok Putri, Aprilia Permata; Nugrahani, Rah Utami; Pradana, Yoka
eProceedings of Management Vol. 11 No. 6 (2024): Desember 2024
Publisher : eProceedings of Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Femininitas merupakan kata yang identik dengan perempuan, sering kali diartikan sebagai kondisi menjadiperempuan. Media sosial TikTok dengan pengguna yang didominasi oleh perempuan kini menjadi wadahmengekspresikan femininitas cenderung dikonstruksi oleh Influencer. Metode yang digunakan adalah SemiotikaRoland Barthes dengan data primer yaitu lima konten paling popular dan menunjukkan ketiga aspek femininitasBartky yaitu bentuk tubuh, sikap, dan penampilan. Tujuan penelitian adalah untuk memahami dan menganalisis tandatandadan simbol dalam konten Media Sosial TikTok Shasa Zhania yang merepresentasikan femininitas. Hasilpenelitian menunjukkan bahwa konten Shasa Zhania merepresentasikan ketiga praktik femininitas Bartky. Pada aspekbentuk tubuh, Shasa menunjukkan tubuh ramping dan proporsional. Aspek sikap ditunjukkan melalui ekspresiemosional, keceriaan, keibuan, dan penerimaan terhadap peran gender tradisional. Dalam aspek penampilan, ShasaZhania memperlihatkan proses riasan wajah dan styling rambut yang detail, menciptakan standar kecantikan bagipengikutnya. Lalu aspek hubungan asmara juga konsisten hadir dalam kontennya, mencerminkan materi femininitasdi media sosial melalui keterlibatan pasangan. Penelitian menunjukkan bahwa konten TikTok Shasa Zhaniamenampilkan praktik disiplin tubuh dan objektifikasi perempuan, mengungkap pencapaian femininitas yang disengajadan dikonstruksi sesuai praktik femininitas menurut Bartky. Kata Kunci-femininitas, influencer, Shasa Zhania, norma gender, media sosial, standar kecantikan, representasifemininitas
Representasi Krisis Moralitas Pada Series Dahmer – Monster: The Jeffrey Dahmer Story Analisis Semiotika Ferdinand de Saussure Ahmad, Annisa Nuraini; Nuraeni, Reni
eProceedings of Management Vol. 11 No. 6 (2024): Desember 2024
Publisher : eProceedings of Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam industri media, produksi serial saat ini semakin marak dibuat. Dalam bentuk ini memungkinkan dapatmenyampaikan narasi yang lebih mendalam terkait sebuat peristiwa sehingga pesan dapat diterima dengan berkesanoleh audiens. Serial Dahmer – Monster tidak hanya menyajikan sebuah peristiwa mengerikan berdasarkan peristiwanyata, tetapi juga mengundang audiensnya untuk mengetahui latar belakang yang dialami oleh sang penjahat. Metodepenelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif yang mana data berupa kata-kata dangambar yang kemudian dideskripsikan dari aspek tanda semiotika dalam sejumlah adegan tersebut juga ditunjukkanmelalui pesan-pesan yang dimaknai secara semiotik berdasarkan teori Ferdinand de Saussure, penelitian ini bertujuanmenemukan adanya representasi krisis moralitas dalam serial ini. Dengan menelusuri hubungan antara penanda danpetanda dari scene-scene yang ada, penelitian ini menghasilkan petanda dan penanda bahwa krisis moralitasdirepresentasikan melalui series dalam petanda berupa scene (color and light, shot size) dan dialog, serta petandaberupa Jeffrey Dahmer yang kecanduan alkohol dan penggunaan obat-obatan terlarang sebagai alat melemahkankorbannya, serta adanya perilaku seksual menyimpang dan menyoroti tentang faktor internal yakni kondisi keluargaJeffrey yang pecah. Kata Kunci-representasi, krisis moral, jeffrey dahmer, semiotika Ferdinand de Saussure
Representasi Perempuan Berdaya Pada Film Female Action Heroes Sri Asih 2022 (Analisis Semiotika John Fiske) Ramadhani, Delphi; Pramiyanti, Alila; Pasaribu, Anggian Lasmarito
eProceedings of Management Vol. 11 No. 6 (2024): Desember 2024
Publisher : eProceedings of Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Film sebagai salah satu bentuk media dapat berperan untuk menyampaikan pesan perempuan berdaya padamasyarakat, khususnya pada perempuan itu sendiri. Media dapat berguna untuk menyampaikan citra positifperempuan dan bagaimana partisipasi perempuan di lingkup masyarakat. Karena media akan membawa banyakpengaruh pada masyarakat, maka media akan sangat berperan dalam mengangkat isu perempuan berdaya demiterwujudnya pemberdayaan sosial dan juga ekonomi perempuan. Sebagai media komunikasi massa, film Sri Asihmerepresentasikan sosok superhero perempuan dengan kekuatan luar biasa yang dapat menghancurkan stereotipgender dan melakukan perlawanan terhadap aturan- aturan yang membelenggu perempuan. Film ini bertujuan untukmemaparkan representasi atau pemaknaan perempuan berdaya pada film Sri Asih dengan tiga level semiotika JohnFiske yakni level realitas, level representasi dan level ideologi. Metode penelitian yang digunakan adalah metodepenelitian kualitatif dan paradigma konstruktivis dengan analisis teori semiotika John Fiske. Setelah melakukanpenelitian, penulis menemukan bahwa perempuan berdaya digambarkan lewat karakter Alana dan Ibu dimana merekamenyiratkan sifat dan tindakan perempuan yang berani, dapat melakukan perlawanan, dapat memutuskan keputusansendiri dan membebaskan diri mereka dari diskriminasi yang menimpa mereka. Kata Kunci-representasi, perempuan berdaya, film, semiotika John Fiske
Strategi Komunikasi Organisasi PM XTC Dalam Membangun Citra Positif Di Lingkungan Masyarakat Kabupaten Bandung Rumanggit, Amrico Afgan; Wijaksono, Dimas Satrio
eProceedings of Management Vol. 11 No. 6 (2024): Desember 2024
Publisher : eProceedings of Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mengubah citra sebuah organisasi pada umumnya merupakan hal yang sulit, terutama bagi kelompok yang memilikilatar belakang yang kontroversial, seperti Exalt to Creativity (XTC) di Kabupaten Bandung, yang dulunya dikenalsebagai geng motor yang memiliki perilaku kekerasan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimanastrategi komunikasi ketua organisasi PM XTC di Kabupaten Bandung dalam membangun citra positif komunitas.Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif, dengan 5 informan yang diwawancarai, diobservasi, dandidokumentasikan, serta triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa XTC berhasil menggunakanvisualisasi dan interaksi digital untuk merehabilitasi reputasi mereka, mempengaruhi narasi publik, dan memberikandampak positif bagi masyarakat. Strategi komunikasi yang digunakan meliputi pemilihan pesan yang cermat dankonsistensi identitas visual, yang membantu menghilangkan stigma negatif dan memperkuat citra baru mereka sebagaiagen perubahan sosial. Hasil penelitian ini menegaskan bahwa pendekatan komunikasi yang terencana danpenggunaan media sosial dapat menjadi instrumen yang efektif untuk mendefinisikan kembali identitas organisasi danmenciptakan integrasi komunitas yang baik. Temuan ini memiliki implikasi substansial bagi organisasi lain yangberusaha mengubah citra mereka dan menggunakan teknologi digital untuk alasan yang sama. Kata Kunci-Exalt to Creativity (XTC), strategi komunikasi, citra organisasi
Strategi Komunikasi Pemasaran Brand Skintific Melalui Media Sosial Tiktok @Skintific_Id Gifty, Halfa Pramudya; Nugrahani, Rah Utami
eProceedings of Management Vol. 11 No. 6 (2024): Desember 2024
Publisher : eProceedings of Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teknologi telah memberikan dampak yang signifikan terhadap komunikasi, terutama di era digital. Dalamlingkungan bisnis yang kompetitif saat ini, produsen dan distributor harus lebih kritis dan fleksibel dalammenerapkan strategi perubahan. Salah satu strategi tersebut adalah memanfaatkan platform media sosial sepertiTikTok, yang memungkinkan konsumen untuk berinteraksi dengan audiens mereka melalui konten yang kreatif daninteraktif. Skintific, merek perawatan kulit asal Kanada, menggunakan TikTok untuk mempromosikan produkmereka dan memberikan informasi yang komprehensif di situsnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuipenerapan strategi komunikasi pemasaran melalui media sosial TikTok @skintific_id. Metode yang digunakandalam penelitian ini adalah pendekatan secara kualitatif. Paradigma yang digunakan dalam penelitian ini adalahParadigma Non-Positivistik. Teknik pengumpulan data menggunakan dokumentasi dan wawancara. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa kampanye pemasaran melalui TikTok yang digunakan oleh @skintific_id tidak hanyameningkatkan brand awareness tetapi juga mendorong interaksi yang lebih aktif antara merek dan konsumen. Kata Kunci-TikTok, media sosial, komunikasi pemasaran, Skintific
Strategi Marketing Public Relations Wellborn Company Melalui Instagram Guna Mendukung Kreativitas Konsumen Dalam Mengenakan Produk Fashion Lokal (Studi Kasus pada Akun Instagram @wellborncompany) Rahman, Isya Alif; Christin, Maylanny
eProceedings of Management Vol. 11 No. 6 (2024): Desember 2024
Publisher : eProceedings of Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gaya berpakaian <Hypebeast= serta viralnya jenis konten <Berapa Harga Outfit Lo?= dapat menjadi rintangan bagibeberapa masyarakat Indonesia untuk berkreasi dalam mengenakan produk-produk fashion lokal, karena tren gayaberpakaian yang sedang populer adalah mengenakan pakaian bermerek internasional dengan harga yang mahal.Wellborn Company sebagai salah satu produsen fashion lokal mencoba mengusung strategi marketing public relationskreatif dengan harapan menjadi solusi alternatif guna mendukung kreativitas konsumen untuk lebih berkreasi dalammengenakan produk-produk fashion lokal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui implementasi teori pull,push, and pass strategy dalam menarik perhatian publik, mendorong keberhasilan pemasaran, serta menciptakan opinipublik yang menguntungkan, yang dilakukan oleh Wellborn Company melalui akun Instagram @wellborncompanyguna mendukung kreativitas konsumen dalam mengenakan produk fashion lokal. Penelitian ini dilakukan secarakualitatif deskriptif. Pengambilan sumber data dilakukan melalui wawancara dan observasi dengan informan dalambidang kreatif, bagian marketing Wellborn Company, serta konsumen produk-produk Wellborn Company.Pengambilan sumber data juga dilakukan melalui dokumentasi pada data-data pendukung yang relevan untukmendukung data wawancara dan observasi sebelumnya. Hasil penelitian menunjukkan terdapat beberapa jenis kontenyang diunggah oleh Wellborn Company guna menarik perhatian publik. Tanggal-tanggal penting digunakan olehWellborn Company sebagai momentum untuk mendorong keberhasilan pemasaran. Campaign DIY Daily Bagmenjadi salah satu cara untuk menciptakan opini publik yang menguntungkan, sekaligus menjadi konten yangditujukan guna mendorong kreativitas konsumen dalam mengenakan produk fashion lokal. Campaign DIY Daily Bagsendiri menghasilkan impresi yang baik di benak konsumen.Kata Kunci-marketing public relations, kreativitas konsumen, pull, push, and pass theory
Studi Fenomenologi Pengalaman Cyber Harassment Pada Cosplayer Di Kota Bandung Amanda, Fitri; Pramiyanti, Alila
eProceedings of Management Vol. 11 No. 6 (2024): Desember 2024
Publisher : eProceedings of Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kekerasan Berbasis Gender Online (KBGO) adalah kekerasan berbasis gender yang dilakukan melalui internet. Salahsatu bentuk KBGO yang umum ditemui adalah cyber harassment atau pelecehan daring yang mencangkup tindakanseperti pelecehan verbal melalui komentar atau pesan, diskriminasi, serta ujaran kebencian. Sebagai salah satukomunitas yang aktif di internet atau media sosial, cosplayer tidak luput dari potensi menjadi korban harassment baikdi internet maupun di dunia nyata Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana pengalaman cyber harassmentyang dialami oleh para cosplayer di Kota Bandung. Penulis menggunakan metode kualitatif dengan pendekatanfenomenologi dengan tujuan untuk mengkaji dan memahami lebih dalam bagaimana cyber harassment yang informanterima. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat beragam bentuk cyber harassment yang diterima olehpara informan, baik itu berupa tulisan maupun visual. Cyber harassment tulisan dapat berupa body shaming dankomentar-komentar negatif yang merendah para korban hingga ajakan untuk melakukan sexting, kemudian cyberharassment visual korban menerima foto-foto tidak senonoh hingga foto alat vital pelaku. Selain itu, dampak yangterjadi pada informan setelah mengalami cyber harassment adalah mendapatkan dampak atau kerugian psikologis dansensor diri, namun beberapa korban mengakui bahwa cyber harassment tidak mempengaruhi mereka. Kata Kunci-cyber harassment , Kekerasan Berbasis Gender Online (KBGO) , cosplayer
Orientasi Percakapan dan Konformitas Antara Orangtua-Anak Saat Pembelajaran Jarak Jauh Anshari, Ahmad; Christin, Maylanny
eProceedings of Management Vol. 11 No. 6 (2024): Desember 2024
Publisher : eProceedings of Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Wabah COVID-19 membuat metode pembelajaran jarak jauh menjadi suatu keharusan oleh komunitas pendidikan.Dalam pelaksanaannya, hal ini menuntut para guru dan peserta didik untuk berinteraksi dan mentransfer ilmu secaraonline. Adanya kebijakan ini memungkinkan pula orang tua untuk memperkuat perannya dan menjadi pendidik utamabagi anak-anaknya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan mengenai orientasi percakapan dan konformitasyang dibangun antara orangtua dan anak saat melaksanakan pembelajaran jarak jauh. Metode penelitian yangdigunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Data diperoleh dari hasilwawancara dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa orientasi percakapan orangtua memiliki dampaksignifikan pada tingkat konformitas anak selama pembelajaran jarak jauh. Dukungan emosional, bimbingan akademis,dan keterlibatan aktif orangtua menjadi kunci dalam membentuk pengalaman belajar yang positif bagi anak. Hasilpenelitian juga menemukan bahwa faktor-faktor seperti ketersediaan sumber daya teknologi, dukungan emosionalorangtua, keterlibatan dalam proses pembelajaran, lingkungan belajar di rumah, dan pemahaman terhadap materipembelajaran memainkan peran penting dalam membentuk tingkat konformitas anak. Dapat disimpulkan bahwaKonformitas yang dibangun melalui orientasi percakapan yang positif dan faktor-faktor pengaruh tersebutmemberikan kontribusi positif terhadap prestasi belajar anak selama pembelajaran jarak jauh. Anak-anak yang merasadidukung cenderung menunjukkan progres yang lebih baik dalam pemahaman materi dan penyelesaian tugas. Kata Kunci-orientasi percakapan, konformitas, orang tua, anak
Victim Blaming Pada Perempuan Sebagai Korban Non- Consensual Dissemination Of Intimate Images (Analisis Framing Kasus Rebecca Klopper Pada Detik.Com Dan Tribunnews.Com) Nurfauziyah, Jihan; Pramiyanti, Alila; Pasaribu, Anggian Lasmarito
eProceedings of Management Vol. 11 No. 6 (2024): Desember 2024
Publisher : eProceedings of Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyebaran konten berbasis foto atau video yang dilakukan tanpa adanya persetujuan di internet dinamakan sebagaiNon-Consensual Dissemination Intimate Images (NCII). Perilaku NCII ini tergolong pada kekerasan berbasis genderonline yang seringkali perempuan yang menjadi korbannya. Seperti kasus yang menimpa Rebecca Klopper pada bulanMei 2023 lalu, dirinya menjadi korban dari penyebaran video ilegal di internet yang akhirnya menjadi topikpemberitaan di portal media online. Tujuan dari penelitian ini untuk melihat bagaimana media Detik.com danTribunnews.com membingkai Rebecca Klopper yang menjadi korban dari kekerasan Non-Consensual DisseminationIntimate Images (NCII) sehingga memberikan pengaruh victim blaming pada korban. Metode penelitian yangdigunakan adalah metode analisis framing Zhongdang Pan & Kosicki. Hasil penelitian menunjukan adanyakecenderungan portal berita Detik.com dan Tribunnews.com dalam menggiring opini sehingga menyebabkan perilakuvictim blaming atau menyalahkan korban pada kasus Rebecca Klopper. Kata Kunci-framing, media online, kekerasan seksual, menyalahkan korban
Wacana Gerakan Perempuan Melawan Sistem Patriarki (Analisis Wacana Kritis Sara Mills) Aulia, Mia; Pramiyanti, Alila; Pasaribu, Anggian Lasmarito
eProceedings of Management Vol. 11 No. 6 (2024): Desember 2024
Publisher : eProceedings of Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Langgengnya sistem patriarki yang sudah menjadi budaya dalam masyarakat memiliki anggapan bahwa hanya lakilakiyang dianggap memiliki kekuatan lebih dari perempuan. Patriarki juga menyebabkan kekerasan terhadapperempuan. Kekerasan ini dapat berupa fisik, psikologis, maupun seksual, dan kerap kali dilakukan oleh laki-laki yangmerasa memiliki hak untuk melakukan kekerasan terhadap perempuan. Salah satu cara untuk melawan budayapatriarki adalah dengan mendukung dan mengkampanyekan feminisme. Film memiliki peran penting dalammembentuk persepsi sosial tentang feminisme, seperti film <Barbie 2023= yang mengangkat isu feminisme liberal danmenggambarkan gerakan perempuan terhadap sistem patriarki. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatifdengan metode analisis wacana kritis Sara Mills pada tiga tingkatan level: kata, kalimat, dan wacana. Hasil penelitianmenunjukkan adanya bentuk gerakan perempuan terhadap sistem patriarki yang sesuai dengan lima prinsip feminismekekuasaan milik Naomi Wolf. Bentuk perlawanan yang dilakukan Para Barbie perempuan juga ditemukan melaluivisual, posisi kamera, dan gerakan perempuan membentuk karakter serta menjadi bukti dominasi perempuan terhadaplaki-laki. Selain itu, menunjukkan adanya perbedaan realitas di Barbie Land dengan Dunia Nyata. Kata Kunci-film, perjuangan perempuan, feminisme

Page 86 of 187 | Total Record : 1862