cover
Contact Name
Ghullam Hamdu
Contact Email
ghullamh2012@upi.edu
Phone
+6285294819001
Journal Mail Official
pedadidaktika.jurnal@gmail.com
Editorial Address
Jalan Dadaha Nomor 18 Kota Tasikmalaya
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar
Core Subject : Education, Social,
Bahasa SD, Matematika SD, IPA SD, PKN SD, IPS SD, Seni SD, Penjaskes SD, Karakter SD, serta Bimbingan dan Konseling SD
Articles 465 Documents
KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS SISWA KELAS III SEKOLAH DASAR DALAM MENGENAL DAN MENGGAMBAR JENIS-JENIS SUDUT Ami Nur Fahmi; Karlimah Karlimah; Rosarina Giyartini
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 4, No 1 (2017): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (860.933 KB) | DOI: 10.17509/pedadidaktika.v4i1.7180

Abstract

Penelitian ini difokuskan untuk menganalisis  kemampuan komunikasi matematis siswa kelas III Sekolah Dasar dalam mengenal dan menggambar jenis-jenis sudut. Metode penelitian ini adalah analisis kualitatif. Lokasi dan subjek penelitian ini adalah Sekolah Dasar Negeri Mugarsari dengan partisipan siswa dan guru kelas III Sekolah Dasar Negeri Mugarsari. Instrumen utama dalam penelitian ini adalah peneliti sendiri, untuk melengkapi dan mengantisipasi adanya kebiasan data, digunakan instrumen tambahan yaitu observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Analisis data yang dilakukan adalah analisis isi berupa deskriptif kualitatif yaitu mendeskripsikan kemampuan komunikasi matematis siswa dalam mengenal dan menggambar jenis-jenis sudut, dan mendeskripsikan upaya guru dalam memberi fasilitas belajar mengenai kemampuan komunikasi matematis siswa dalam mengenal dan menggambar jenis-jenis sudut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah proses pembelajaran mengenal dan menggambar jenis-jenis sudut ada indikator kemampuan komunikasi matematis yang muncul, yaitu memahami, menginterpretasikan ide matematik tentang jenis-jenis sudut yang disajikan dalam bentuk tulisan atau visual. Indikator yang belum muncul yaitu menggunakan bahasa atau kalimat melalui lisan dan tulisan untuk menyajikan ide tentang jenis-jenis sudut, serta menyatakan ide matematik tentang jenis-jenis sudut dengan tulisan, mendemonstrasikan dan menggambarkan dalam bentuk visual. Hal tersebut terjadi karena upaya guru dalam memberi fasilitas belajar mengenai kemampuan komunikasi matematis siswa dalam mengenal dan menggambar jenis-jenis sudut tidak maksimal.Kata Kunci: komunikasi matematis, mengenal jenis-jenis sudut, menggambar jenis-jenis sudut.
Pengaruh Permainan Tradisional Boy-boyan Berbasis Metode Sokratik Terhadap Motivasi Belajar Siswa Gita Mustika; Lutfi Nur
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 9, No 4 (2022): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (854.674 KB) | DOI: 10.17509/pedadidaktika.v9i4.54030

Abstract

PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA VISUAL TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI PETA Ayi Badruzaman; Sadjaruddin Nurdin; Seni Apriliya
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 2, No 1 (2015): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (788.15 KB) | DOI: 10.17509/pedadidaktika.v2i1.5794

Abstract

Permasalahan yang peneliti temukan adalah rendahnya hasil belajar siswa dalam pembelajaran IPS materi peta. Untuk mengatasi masalah tersebut, peneliti menerapkan penggunaan media visual pada pembelajaran IPS pada materi peta. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan media visual terhadap hasil belajar siswa dalam pembelajaran IPS materi peta. Penelitian ini dilakukan di SD Negeri 2 Karangsambung Kecamatan Cibeureum Kota Tasikmalaya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode pre-eksperimen dengan desain penelitian  one group pretes-posttes design. Subyek penelitian ini adalah 32 siswa kelas IV, yang terdiri dari 17 orang siswa laki-laki dan 15 orang siswa perempuan. Pengumpulan data melalui nilai pretes dan postes peningkatan hasil belajar siswa pada pokok bahasan membaca peta lingkungan setempat (kabupaten/kota dana provinsi) dengan menggunakan skala sederhana. Tes yang diberikan terdiri dari 15 soal bentuk pilihan ganda. Untuk pengujian sampel digunakan uji normalitas dan uji hipotesis dengan uji-t. Setelah dilakukan penelitian maka didapatlah temuan dari analisis dan pengolahan data. Temuan tersebut menyatakan bahwa postes medapatkan kenaikan rata-rata yang tinggi daripada nilai pretes. Kenaikan rata-rata nilai pretes dan postes cukup signifikan dari 1373.33 menjadi 2746.67. Kesimpulan dari penelitian ini adalah adanya perbedaan rata-rata data hasil belajar siswa dari yang menggunakan media visual dengan yang tidak menggunakan media visual.
Analisis Penerapan Kata Baku dan Tanda Baca dalam Menulis Kembali Isi Cerita Fiksi Elsa Nurannisa; Dian Indihadi; Ghullam Hamdu
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 8, No 2 (2021): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (363.272 KB) | DOI: 10.17509/pedadidaktika.v8i2.36311

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan peserta didik dalam menggunakan kata baku dan tanda baca di dalam kegiatan menulis cerita di kelas IV SDN Balekambang 01. Pentingnya penggunaan kata baku dan tanda baca dalam menulis melatarbelakangi adanya ppenelitian ini. Penulisan cerita fiksi perlu memperhatikan kata baku dan penggunaan tanda baca, agar suatu tulisan dapat dipahami isinya oleh pembaca. Penelitian ini merupakan penelitian dengan metode kualitatif deskriptif. Teknik penggambilan data yang dilakukan yaitu dengan wawancara kepada guru kelas IV untuk mengetahui bagaimana proses pembelajaran mengenai kata benda dan tanda baca yang diterapkan, dan tes untuk mengetahui kemampuan peserta didik dalam kegiatan menulis menggunakan kata baku dan tanda baca. Hasil penelitian menunjukan bahwa penggunaan kata baku jenis kata benda dan penggunaan tanda baca banyak di temukan kesalahan. sebanyak 40,06 %  siswa melakukan kesalahan terhadap penerapan kata benda , sebanyak 68,32% siswa melakukan kesalahan dalam penerapan tanda baca titik dan sebanyak 22,06% siswa melakukan kesalahan dalam penerapan tanda baca koma. Faktor penyebab terjadinya kesalahan terdapat dua faktor yaitu faktor eksternal dan faktor internal.
Analisis Kemampuan Siswa dalam Menyelesaikan Soal Matematika pada Materi Bangun Datar dengan Taksonomi SOLO (Structure Of Observed Learning Outcome) di Sekolah Dasar Ayu Febiyanti; Oyon Haki Pranata; Ghullam Hamdu
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 7, No 2 (2020): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/pedadidaktika.v7i2.26374

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian analisis kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal matematika pada materi bangun datar dengan taksonomi SOLO (Structure Of Observed Learning Outcome) di Sekolah Dasar. Penelitian ini dilaksanakan bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan siswa kelas IV SD Negeri Mancogeh dalam menyelesaikan soal matematika pada materi bangun datar ditinjau dari kualitas respon siswa berdasarkan taksonomi SOLO. Penelitian ini menggunakan metode deskripsi analisis kualitatif. Taksonomi SOLO (The Structure of the Observed Learning Outcome) atau struktur hasil belajar yang dapat diamati adalah salahsatu alat yang sederhana dan mudah untuk mengetahui kualitas respon nyata dari siswa dan analsis kesalahan. Taksonomi SOLO terdapat lima level perkembangan kemampuan berpikir siswa yakni prastructural, unistructural, multisutructural, relational, dan extended abstract. Lokasi dilaksanakannya penelitian ini yaitu di SD Negeri Mancogeh Kecamatan Cipedes Kota Tasikmalaya. Terdapat 31 siswa kelas IV B yang menjadi subjek penelitian ini. Hasil penelitian ini menunjukan persentase kualitas respon siswa dalam menyelesaikan tes tertulis soal bangun datar diantaranya pada level prastructural sebanyak 2 siswa atau sebesar 6,45%, level unistructural sebanyak 10 siswa atau sebesar 32,26%, level multisructural sebanyak 11 siswa atau sebesar 35, 48%, relational sebanyak 8 siswa atau sebesar 25,81% dan pada level extended abstract tidak ada siswa yang termasuk kedalamnya. Secara keseluruhan, kualitas respon siswa kelas IV B dalam menyelesaikan soal matematika berada pada level multistructural dimana siswa sudah bisa memahami soal dan dapat merencanakan dengan tepat tetapi belum bisa menyelesaikan soal dengan baik dan benar.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NUMBERED HEADS TOGETHER (NHT) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA TENTANG GAYA MAGNET DI SEKOLAH DASAR Ruliya Muhajirin; Rustono W S; Yasbiati Yasbiati
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 4, No 1 (2017): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (787.047 KB) | DOI: 10.17509/pedadidaktika.v4i1.7293

Abstract

Abstrak Penelitian ini berdasarkan permasalahan yang ditemukan di lapangan yaitu dalam proses pembelajaran pada umumnya menggunakan metode konveksional, oleh karena itu model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Heads Together dapat dijadikan model pembelajaran yang bervariasi pada pembelajaran IPA. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Heads Together untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada materi gaya magnet di kelas V SDN 2 Sindangpalay Kecamatan Indihiang Kota Tasikmalaya. Jenis metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu quasi eksperimen dengan Nonequivalent Control Group Pretest-Posttest Design. Dari analisi data berupa hasil belajar siswa pada materi gaya magnet di kelas kontrol dengan pembelajaran tanpa menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Heads Together memperoleh nilai rata-rata pretest 41,90, nilai rata-rata posttest 65,17 dan rata-rata normal gain 0,40 dengan kategori kurang efektif. Sedangkan hasil belajar siswa pada materi gaya magnet di kelas eksperimen dalam proses pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Heads Together memperoleh nilai rata-rata pretest 55,35, nilai rata-rata posttest 81,96 dan nilai rata-rata normal gain 0,59 dengan kategori cukup efektif. Berdasarkan uji beda rata-rata normal gain antara kelas kontrol dengan kelas eksperimen diperoleh hasil dengan nilai Sig.(2-tailed) sebesar 0,000 sesuai dengan ketentukan jika nilai Sig 0,05 maka H0 ditolak dan Ha diterima artinya terdapat perbedaan rata-rata nilai normal gain antara kelas kontrol dengan kelas eksperimen. Kata kunci : Numbered Heads Together, hasil belajar siswa, dan gaya magnet.
Analisis Rencana Pelaksanaan Pembelajaran dalam Pembelajaran Menulis Narasi di SD Windi Anggriani; Dian Indihadi
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 5, No 1 (2018): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (410.95 KB) | DOI: 10.17509/pedadidaktika.v5i1.7129

Abstract

The learning implementation plan is a guide that teachers use to teach in the classroom. To be used as a reference in teaching. The learning implementation plan should always be prepared before the lesson begins. Each subject that will be taught the teacher to prepare the implementation plan of learning one of them in learning to write narration. This makes the researcher interested to know the implementation plan of learning narrative writing by paying attention to writing process. The purpose of this study is generally to describe the learning of narrative writing in the implementation plan of learning in primary school. The method used in this research is qualitative descriptive approach because the researcher want to get the description of the plan of the implementation of learning narrative writing in elementary school. This research was conducted at 12 elementary schools of Mitra Pendidikan Universitas Indonesia Tasikmalaya Campus which is SDN 2 Sukamaju, SDN 1 Nagarawangi, SDN Mugarsari, SDN 2 Sindangpalay, SDN Sukamenak Indah, SDN 2 Setiamulya, SDN Sukamulya, SDN Karangsambung, SDN Pahlawan, SDN Mangkubumi, SDN Gunungpereng, SDN Sambongpermai in tasikmalaya city with the subject of research plan of learning implementation in class V. Data collection techniques used in the form of observation and study of the documentation. Based on the results of data analysis obtained from the implementation plan of learning narrative writing by using the process of narration in class V is still low. This is seen five indicators studied are only three indicators that often appear. The most indicators appear in the selection indicators and the main ideas to describe topics based on themes, the correction of the writing framework, the writing of the blur (draft) in accordance with the contents of the writing based on the completeness of language, while the rarely indicator indicator of topic determination narrative based on themes and improvements ( Perevisian) errors of writing results based on the findings of errors in outlining ideas based on the draft that has been madeRencana pelaksanaan pembelajaran adalah suatu pedoman yang digunakan guru untuk mengajar dikelas. Untuk dijadikan acuan dalam mengajar. Rencana pelaksanaan pembelajaran harus selalu disiapkan sebelum pembelajaran dimulai. Setiap mata pelajaran yang akan diajarkan guru mempersiapkan rencana pelaksanaan pembelajaran salah satunya dalam pembelajaran menulis narasi. Hal ini menjadikan peneliti tertarik untuk mengetahui rencana pelaksanaan pembelajaran menulis narasi dengan memperhatikan proses menulis. tujuan dari penelitian ini secara umum untuk mendeskripsikan pembelajaran menulis narasi dalam rencana pelaksanaan pembelajaran di sekolah dasar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan deskriptif kualitatif karena peneliti ingin mendapatkan gambaran rencana pelaksanaan pembelajaran menulis narasi di sekolah dasar. Penelitian ini dilaksanakan di 12 Sekolah Dasar Mitra Universitas Pendidikan Indonesia Kampus Tasikmalaya yaitu SDN 2 Sukamaju, SDN 1 Nagarawangi, SDN Mugarsari, SDN 2 Sindangpalay, SDN Sukamenak Indah, SDN 2 Setiamulya, SDN Sukamulya, SDN Karangsambung, SDN Pahlawan, SDN Mangkubumi, SDN Gunungpereng, SDN Sambongpermai di kota tasikmalaya dengan subjek penelitian rencana pelaksanaan pembelajaran di kelas V. Teknik pengumpulan data yang digunakan berupa observasi dan studi dokementasi. Berdasarkan hasil analisis data yang diperoleh dari rencana pelaksanaan pembelajaran menulis narasi dengan menggunakan proses narasi di kelas V masih rendah. Hal ini terlihat lima indikator yang diteliti hanya tiga indikator yang sering muncul. Indikator paling banyak muncul pada indikator pemilihan dan penyusunan gagasan utama untuk mendeskripsikan topik berdasarkan tema, pengoreksian kerangka tulisan, penulisan buram (draf) sesuai kerangka isi tulisan berdasarkan kelengkapan kebahasaan, sedangkan indikator yang jarang muncul yaitu indikator penentuan topik karangan narasi berdasarkan tema dan perbaikan (perevisian) kesalahan hasil tulisan berdasarkan temuan kesalahan dalam menjabarkan ide gagasan berdasarkan draf yang telah dibuat.
Hasil Tulisan Teks Fiksi Deskriptif Peserta Didik di Sekolah Dasar Nenden Damayanti; Dian Indihadi
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 8, No 3 (2021): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (758.126 KB) | DOI: 10.17509/pedadidaktika.v8i3.39239

Abstract

Keterampilan menulis harus dimiliki setiap peserta didik, sebab sebagian besar tugas belajar diberikan dalam bentuk tulisan. Menulis teks deskriptif terdapat pada Kompetensi Dasar (KD) 3.1 dan Kompetensi Inti (KI) tema 1 kelas 5 pembelajaran 6 yang berisi kegiatan pembelajaran sebagai berikut : a). Menyusun cerita dengan menentukan ide pokok terlebih dahulu dan b). Menemukan ide pokok masing-masing paragraf. Tujuan dari penelitian ini yakni untuk mendeskripsikan ide pokok tulisan dalam teks fiksi (deskriptif) peserta didik. Mendeskripsikan kalimat pengembang dalam tulisan teks fiksi (deskriptif) peserta didik. Serta mendeskripsikan relevansi ide pokok dengan kalimat pengembang pada setiap paragraf  yang ada di dalam teks fiksi (deskriptif). Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Hal ini karena data dihasilkan langsung dari subjek yang diteliti kemudian dianalisis sebagaimana adanya dan dideskripsikan melalui kata-kata. Berdasarkan penelitian ini dihasilkan sebanyak 30 tulisan peserta didik. Berdasarkan tulisan tersebut, data pertama dan kedua menunjukan 8 peserta didik belum optimal dalam menulis teks fiksi (deskriptif). Karena pada data pertama hanya 1 peserta didik yang mendapatkan skor melebihi KKM dan hanya 1 peserta didik yang mencapai KKM yaitu dengan nilai 7. Sedangkan pada data ketiga menunjukan bahwa hanya 4 peseta didik yang belum optimal dalam menulis teks fiksi (deskriptif).    Hal ini karena 4 peserta didik tersebut nilainya belum mencapai KKM yaitu minimal 7. Dengan demikian disimpulkan bahwa peseta didik belum optimal dalam menulis teks fiksi (deskriptif).
Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Konsep Perubahan Wujud Benda Siswa Sekolah Dasar melalui Metode Eksperimen Iis Sulastri
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 7, No 3 (2020): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (758.394 KB) | DOI: 10.17509/pedadidaktika.v7i3.28022

Abstract

Abstrak Pembelajaran IPA di Sekolah Dasar sebagai pengembang informasi ilmu pengetahuan dan teknologi, serta tuntutan desentralisasi pendidikan. Refleksi awal yang dilakukan penulis, yaitu tuntutan nyata di lapangan, mengenai pembelajaran IPA pada konsep perubahan wujud benda, sebagaimana tuntutan kurikulum KTSP.Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah meningkatkan pemahaman konsep perubahan wujud benda siswa Kelas 4 SDN 3 Salakaria. Hipotesis dalam penelitian ini yaitu apabila pembelajaran konsep perubahan wujud benda siswa kelas 4 SDN 3 Salakaria menggunakan metode eksperimen, maka pemahaman siswa akan meningkat. Perbaikan ini dilakukan melalui Penelitian Tindakan Kelas dengan mengambil subjek penelitian ialah 22 siswa kelas 4 SD Negeri 3 Salakaria.Tindakan penelitian dilakukan dalam 2 siklus yang setiap siklus terdiri dari 2 pertemuan ( @ 35 menit ). Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi dan tes. Untuk pengolahan data menggunakan analisisa deskripsi kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman konsep perubahan wujud benda siswa kelas 4 SDN 3 Salakaria, terjadi peningkatan dari tiap-tiap siklusnya. Hasil tes sebelum perbaikan menunjukkan rata-rata kelas 48,18 dengan ketuntasan 14 %.  Pembelajaran siklus I, rata-rata kelas menjadi 71,36 dengan ketuntasan 45 %, sedangkan pembelajaran siklus II rata-rata 82,73 dengan ketuntasan 91 %. Hal ini menunjukkan bahwa melalui penggunaan metode eksperimen dapat meningkatkan pemahaman konsep perubahan wujud benda siswa kelas 4 SDN 3 Salakari.
PENGARUH METODEBERMAIN PERAN TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERIPERJUANGAN MEMPERTAHANKAN KEMERDEKAAN Rina Hendriani; Sumardi Sumardi; Nana Ganda
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 4, No 2 (2017): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (585.868 KB) | DOI: 10.17509/pedadidaktika.v4i2.7344

Abstract

Peneliti melakukan studi pendahuluan di SDN 1 Gunungpereng terkait permasalahan yang dihadapi pada pembelajaran IPS. Peneliti menemukan beberapa permasalahan seperti pembelajaran konvensional masih dominandigunakanoleh guru, kurangnyaminat belajar IPS pada siswa dan hasil belajar IPS masih kurang optimal. Tujuandaripenelitianiniadalahuntuk mengetahui hasil belajar siswa yang menggunakan metode bermain perandalampembelajarannya, hasilbelajarsiswa yang tidak menggunakan metode bermain peran dalam pembelajarannya dan untuk mengetahui pengaruh metode bermain peran terhadap hasil belajar siswa pada materi perjuangan mempertahankan kemerdekaan di kelas V SDN 1 Gunungpereng. Metode penelitian yang digunakanadalah metode eksperimen dengan pendekatan kuantitatif dan desain penelitiannyaadalahQuasi Eksperimental Design. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas V SDN 1 Gunungpereng yang berjumlah 50 orang dan sampel dalampenelitian ini adalah 25 orang siswa kelas V-A sebagai kelas eksperimen dan 25 orang siswa kelas V-C sebagai kelas kontrol. Kelas kontrol merupakan kelas yang tidak menggunakan metode bermain peran dalam pembelajarannya, sedangkan kelas eksperimen merupakan kelas yang menggunakan metode bermain peran dalam pembelajarannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil belajar siswa pada pembelajaran IPS di kelas kontrol memperoleh hasil pre test dengan rata-rata skor 8,80 dan rata-rata skor post test di kelas kontrol setelah dilakukan pembelajaran adalah 12,56. Adapun rata-rata pre test siswa di kelas eksperimen adalah 8,64 dan rata-rata skor post test di kelas eksperimen setelah dilakukan pembelajaran adalah 15,48. Sehingga dapat diketahui bahwa hasil belajar siswa yang menggunakan metode bermain peran lebih baik daripada pembelajaran yang tidak menggunakan metode bermain peran. Selain itu, pada uji perbedaan rata-rata skor post test pada kedua kelas, diperoleh nilai Sig. 0,05 adalah 0,001 0,05 maka Ho ditolak dan Ha diterima. Hasiltersebutmenunjukkanbahwaterdapat pengaruh metode bermain peran terhadap hasil belajar siswa pada materi perjuangan mempertahankan kemerdekaan.