PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar
Bahasa SD, Matematika SD, IPA SD, PKN SD, IPS SD, Seni SD, Penjaskes SD, Karakter SD, serta Bimbingan dan Konseling SD
Articles
465 Documents
PENGARUH MODEL KOOPERATIF TIPE NUMBERED HEADS TOGETHER (NHT) TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA PEMBELAJARAN IPS SD
Mutia Rahmawati;
Sumardi Sumardi;
Nana Ganda
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 5, No 2 (2018): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (415.125 KB)
|
DOI: 10.17509/pedadidaktika.v5i2.7308
Penelitian ini dilatar belakangi oleh hasil studi yang dilakukan oleh peneliti di lapangan, yang menunjukkan bahwa masih rendahnya minat siswa terhadap pembelajaran IPS karena kurangnya model pembelajaran yang digunakan dalam proses pembelajaran sehingga berakibat kurangnya pemahaman siswa. Model pembelajaran yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa salah satunya adalah dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Heads Together (NHT). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh sebelum dan sesudah model pembelajaran kooperatif tipe NHT. Lokasi penelitian yang diambil adalah SD Negeri 2 Cibunigeulis yang berada di kecamatan Bungursari Kota Tasikmalaya. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah quasy experimental design dengan jenis non-equevalent control group desaign. Populasi penelitian ini adalah SD Negeri 2 Cibunigeulis, dengan sampel kelas V-A sebagai kelas eksperimen dengan jumlah 25 orang siswa dan kelas V-B sebagai kelas kontrol dengan jumalah 25 orang siswa. Teknik pengumpulan data yang dilakukan menggunakan teknik tes, sedangkan teknik analisis data yang digunakan menggunakan teknik analisis statistik dan teknik analisis inferensial. Dari hasil pengolahan dan analisis data terdapat informasi mengenai perbedaan hasil belajar siswa yang menggunakan model pembelajaran konvensional (kelas kontrol), dengan hasil belajar siswa dengan mengguanakan model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Heads Together (kelas eksperimen). Terbukti dari hasil posttest dimana pada kelas kontrol berada pada kategori tinggi, sedangkan pada kelas eksperimen hasil posttest berada pada kategori sangat tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe NHT di SD Negeri 2 Cibunigeulis berpengaruh terhadap hasil belajar siswa pada pembelajaran IPS.
PENGARUH MODEL MIND MAPPING TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI MENELADANI PATRIOTISME PAHLAWAN
Anggi Purwa Nugraha;
Rustono WS;
Nana Ganda
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 3, No 1 (2016): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (308.301 KB)
|
DOI: 10.17509/pedadidaktika.v3i1.5097
Penelitian ini dilatarbelakangi atas dasar yang diperoleh di lapangan yaitu pada mata pelajaran IPS di Sekolah Dasar kerap kali dianggap sebagai mata pelajaran yang sulit karena harus menghapal berbagai materi pelajaran serta membuat malas ketika harus membaca materi pelajaran yang begitu banyak. Untuk mengatasi permasalahan tersebut maka pemilihan model pembelajaran haruslah model pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan siswa. Berdasarkan latar belakang tersebut pada penelitian ini peneliti memiliki tujuan untuk mengukur pengaruh model Mind Mapping terhadap hasil belajar siswa pada pembelajaran IPS di Sekolah Dasar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode pre-eksperimen dengan desain one group pre-test post-test. Sumber data pada penelitian ini adalah hasil belajar siswa pada pembelajaran IPS materi meneladani patriotisme pahlawan di kelas IV SD Negeri Sukamukti. Instrument yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes hasil belajar dengan bentuk pilihan ganda. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh kesimpulan bahwa (1) terdapat perbedaan hasil belajar siswa pada pembelajaran IPS materi meneladani patriotisme pahlawan sebelum dan sesudah menggunakan model Mind Mapping, (2) hasil uji normal gain menunjukan adanya perbedaan yang signifikan antara hasil belajar siswa dalam pembelajaran IPS materi meneladini patriotisme pahlawan sebelum dan sesudah mengunakan model Mind Mapping yaitu, diperoleh dengan rata-rata 2.7561 yang termasuk ke dalam kategori peningkatan tinggi, dan (3) hasil uji hipotesis diperoleh nilai t hitung t tabel (6,948 2,086) dan signifikansi 0,05 (0,000 0,05), hal ini menyatakan H0ditolak dan Haditerima. Jadi, dapat disimpulkan bahwa model Mind Mapping terdapat pengaruh terhadap hasil belajar siswa pada pembelajaran IPS materi meneladani patriotisme pahlawan.
Pengaruh Kecerdasan Emosional terhadap Prestasi Belajar Matematika Siswa Kelas V Sekolah Dasar Negeri 1 Manonjaya
Titing Sulastri;
Yusuf Suryana;
Syarip Hidayat
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 8, No 1 (2021): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (830.412 KB)
|
DOI: 10.17509/pedadidaktika.v8i1.32916
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kecerdasan emosional terhadap prestasi belajar matematika siswa kelas V Sekolah Dasar Negeri 1 Manonjaya. Hipotesis yang di uji yaitu: terdapat pengaruh kecerdasan emosional terhadap prestasi belajar matematika siswa kelas V SDN 1 Manonjaya. Populasi dalam penelitian menggunakan seluruh siswa kelas V di Sekolah Dasar Negeri 1 Manonjaya yang berjumlah 41 siswa terdiri dari 21 siswa kelas VA dan 20 siswa kelas VB. Jenis penelitian adalah ex post facto. Pendekatan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah kecerdasan emosional sedangkan prestasi belajar matematika sebagai variabel terikat. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan angket kecerdasan emosional dan dokumentasi prestasi belajar matematika. Teknik analis data dilakukan dengan menggunakan analisis deskriptif dan analisis inferensial dengan teknik analisis regresi sederhana. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa tingkat kecerdasan emosional siswa secara umum termasuk dalam kategori sedang dengan presentase 63.4 %. Sedangkan gambaran hasil belajar matematika siswa secara umum termasuk dalam kategori sedang dengan presentase 61,0 %. Dari hasil analisis inferensial menggunakan regresi linier sederhana, diperoleh persamaan Y = 70,636 + 0.081X. Dari hasil uji signifikan diperoleh nilai signifikan sebesar 0,028 dimana nilai signifikan 0,05 (0,028 0,05), dengan demikian Ha diterima dan Ho ditolak. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu terdapat pengaruh kecerdasan emosional terhadap prestasi belajar matematika
Pengembangan Bahan Ajar Pembelajaran Menulis Berbasis Kearifan Lokal Melalui Permainan Bahasa di Sekolah Dasar
Nita Mildasari;
Hodidjah Hodidjah;
Aan Kusdiana
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 6, No 1 (2019): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (458.821 KB)
|
DOI: 10.17509/pedadidaktika.v6i1.12843
Bahan ajar memiliki peranan penting dalam kegiatan pembelajaran, yaitu membantu guru dalam melaksanakan proses pembelajaran di kelas. Studi pendahuluan di SD Laboratorium UPI Kampus Tasikmalaya menunjukkan bahwa guru belum maksimal dalam mengorganisisr KD yang berbasis kearifan lokal melalui permainan bahasa, sedangkan visi dari SD tersebut adalah sekolah unggul yang berbasis kearifan lokal. Pembelajaran berbasis kearifan lokal akan memberikan wawasan kepada siswa terkait budaya daerah. Sesuai dengan usianya, siswa SD berada pada tahap senang bermain. Oleh karena itu, selain berbasis kearifan lokal, pembelajaran bisa dilakukan melalui permainan. Kenyataannya, guru juga belum menemukan bahan ajar yang dipandang efektif untuk melaksanakan proses pembelajaran berbasis kearifan lokal melalui permainan bahasa. Peneliti memberi solusi untuk pemecahan masalah tersebut yaitu dengan mengembangkan bahan ajar pembelajaran menulis berbasis kearifan lokal melalui permainan bahasa, pengembangan bahan ajar disesuaikan dengan KD pembelajaran bahasa Indonesia aspek menulis, serta kesesuaiannya dengan karakteristik dan kebutuhan siswa. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini yatu untuk mendeskripsikan aspek yangdibutuhkan dalam mengembangkan bahan ajar, rancangan, implementasi, serta refleki dari bahan ajar. Metode penelitian yang digunakan yaitu Design Based Research (DBR) dengan prosedur penelitian menurut Reeves. Pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, observasi, dan angket. Rancangan produk dinyatakan layak di implementasikan di SD Laboratorium UPI Kampus Tasikmalaya setelah dilakukan uji validasi oleh para ahli. Secara umum, produk layak digunakan sebagai bahan ajar yang membantu guru dalam melaksanakan pembelajaran berbasis kearifan lokal melalui permainan bahasa. Refleksi dari pengembangan produk yakni menghasilkan bahan ajar berbentuk buku dengan judul Pembelajaran Melengkapi Pantun Rumpang Kearifan Lokal Melalui Permainan Ular Tangga Menulis Pantun Rumpang.
Media Mock-Up Pada Pembelajaran Tematik Berbasis Outdoor Learning di Sekolah Dasar
Inna Meilinda;
Ghullam Hamdu;
Seni Apriliya
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 4, No 2 (2017): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (458.483 KB)
|
DOI: 10.17509/pedadidaktika.v4i2.7319
Pembelajaran tematik adalah pembelajaran yang memberikan kesempatan kepada siswa untuk memperoleh pemahaman belajar secara utuh. Pengunaan media dapat menjadi faktor untuk meningkatkan kualitas pembelajaran tematik sebagai penyampai materi pelajaran. Penelitian ini adalah penelitian pengembangan yang difokuskan pada pengembangan media mock-up untuk pembelajaran tematik berbasis outdoor learning di sekolah dasar. Penelitian ini dilakukan karena terbatasnya media untuk pembelajaran tematik di sekolah dasar. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan penggunaan media pada pembelajaran tematik di SD, mendeskripsikan rancangan media mock-up, mendeskripsikan kelayakan dan uji coba berulang terhadap media mock-up dan mendeskripsikan produk akhir mock-up. Untuk mencapai tujuan tersebut, digunakan metode penelitian Design-Based Research model Reeves. Penelitian ini melibatkan guru dan siswa kelas IV SD sebagai subjek penelitian. Dari hasil wawancara di lima sekolah yang telah menggunakan kurikulum tematik yaitu SDN Angkasa, SDN 1 Bojong, SDN 2 Cibeureum, SDN Sukamulya dan SDN Rancabendem diketahui bahwa selama pembelajaran tematik: metode ceramah masih dominan, pembelajaran dengan menggunakan media belum komprehensip dan ketersediaan media pembelajaran tematik di sekolah belum memadai. Rancangan pengembangan media adalah media tiga dimensi jenis mock-up dilakukan mengikuti tahapan ASSURE. Media dinyatakan layak melalui validasi ahli untuk selanjutnya diujicobakan di dua SD yaitu SDN Sukamulya dan SDN Rancabnedem. Dari kedua uji coba diperoleh saran positif dan negatif sebagai refleksi media. Produk akhir berupa media pembelajaran mock-up tema selalu berhemat energi dengan subtema manfaat energi untuk kelas IV Sekolah Dasar yang dilengkapi dengan buku panduan penggunaan.
PENERAPAN METODE POSTER COMMENT UNTUK MENINGKATKAN BERPIKIR KREATIF SISWA PADA PEMBELAJARAN IPS DI KELAS IV
Ajeng Noerjannah;
Yusuf Suryana;
Sumardi Sumardi
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 3, No 2 (2016): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (417.718 KB)
|
DOI: 10.17509/pedadidaktika.v3i2.5156
Penelitian ini berjudul “Penerapan Metode Poster Comment untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa dalam Pembelajaran IPS Kelas IV”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada atau tidaknya peningkatan kemampuan berpikir siswa terhadap pembelajaran IPS. Dalam pembelajaran IPS sangat jarang terlihat kemampuan berpikir kreatif siswa muncul. Karena kadang kemampuan berpikir kreatif umunya digunakan dalam pembelajaran Kesenian, Matematika, dan Ilmu Pengetahuan Alam saja. Dengan menggunakan metode poster comment peningkatan kemampuan berpikir kreatif siswa dapat mengalami peningkatan. Manfaat dari penelitian ini adalah untuk memberitahu adanya peningkatan kemampuan berpikir kreatif siswa melalui tes uraian (essay) yang menjadi instrumen dalam penelitian ini. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen yaitu pre-experimental design (nondesign) menggunakan bentuk One-Group Pretest-Posttest Design . Melalui prettest tes yang digunakan sebelum penulis melakukan perlakuan terhadap siswa. Dan memberikan perlakuan dalam pembelajaran dengan menggunakan poster comment, setelah itu melakukan posttest. Dari hasil pengolahan data dan analisis yang dilakukan penulis terhadap perbedaan peningkatan kemampuan berpikir kreatif siswa dengan menggunakan poster comment terdapat perbedaan antara perolehan nilai pretest dan posttest. Normal gain pada data yang telah dihitung berada pada kategori sedang. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pada penggunaan metode poster comment untuk meningkatkan kemampuan berpikir kreatif siswa di SD Negeri 1 Sindangrasa berpengaruh.
Respon Siswa Sekolah Dasar terhadap Program Belajar dari Rumah (BDR) di TVRI
Tesa Esti Rahayu;
Oyon Haki Pranata;
Nana Ganda
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 8, No 2 (2021): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (670.864 KB)
|
DOI: 10.17509/pedadidaktika.v8i2.35341
Penelitian ini didasarkan pada proses pembelajaran yang berpindah dari sekolah menjadi di rumah akibat adanya pandemi covid-19. Penelitian berkaitan dengan respon siswa terhadap program belajar dari rumah (BDR) bertujuan mengukur respon siswa sekolah dasar terhadap program BDR di TVRI. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah observasi, wawancara dan penyebaran angket/kuisioner. Subjek penelitian adalah siswa SDN Cipari Kecamatan Karangnunggal sebanyak 30 orang dengan kisaran usia 9-11 tahun. Respon siswa yang diteliti ditinjau dari tiga dimensi, yaitu kognitif, afektif dan konatif. Respon kognitif merupakan respon yang berhubungan dengan persepsi mengenai objek sikap. Respon afektif mencakup sikap siswa berkaitan dengan rasa senang atau tidak senang. Sementara respon konatif berhubungan dengan perilaku nyata yang meliputi tindakan atas perbuatan. Peneliti melihat interaksi siswa dalam proses pembelajaran program BDR di TVRI kemudian siswa menerima umpan balik terhadap hasil non tes berupa kuisioner yang berisi pilihan pernyataan baik positif atau negative yang skala bernilai 1–4. Respon siswa dibagi kedalam empat kategori yaitu sangat lemah (25% ≤ %NRS 43%), lemah (43% ≤ %NRS 62%), kuat (62% ≤ %NRS 81%) dan sangat kuat (81% ≤ %NRS 100%). Hasil penelitiannya menunjukan respon siswa positif dimana presentase pada dimensi kognitif menunjukan respon pada kategori kuat sebesar 79,12%, pada dimensi afektif menunjukan repon pada kategori kuat sebesar 78,08%, dan pada dimensi konatif menunjukan respon kategori kuat dengan presentase sebesar 79,16%.
Analisis Soal Pilihan Ganda dengan Menggunakan Pemodelan RASCH untuk Mengukur Kemampuan Siswa dalam Mengurutkan Bilangan Pecahan di Sekolah Dasar
Efty Hatining Tyas;
Ghullam Hamdu;
Oyon Haki Pranata
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 7, No 2 (2020): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.17509/pedadidaktika.v7i2.24773
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh sulitnya menentukan nilai pecahan dengan pembilang dan penyebut berbeda ketika akan mengurutkan bilangan pecahan. Hal ini menjadi suatu masalah yang perlu dianalisis. Analisis ini dilakukan untuk mengetahui kualitas soal dan kemampuan siswa dalam mengurutkan bilangan pecahan. Suatu tes bisa menginformasikan kualitas soal dan juga prestasi siswa. Tes dilaksanakan dengan mendistribusikan sebanyak 20 butir soal pilihan ganda tentang mengurutkan bilangan pecahan kepada 56 siswa pada salah satu Sekolah Dasar di Kota Tasikmalaya. Hasil tes dianalisis dengan menggunakan Pemodelan RASCH dengan bantuan aplikasi perangkat lunak Winstep versi 3.75. Hasil penelitian menunjukkan bahwa analisis menggunakan Pemodelan RASCH menjelaskan kualitas butir soal pilihan ganda dan kemampuan siswa dalam mengurutkan bilangan pecahan. Kualitas butir soal pilihan ganda tentang mengurutkan bilangan pecahan berdasarkan tingkat kesulitannya diklasifikasikan menjadi empat yaitu soal sangat sulit, soal sulit, soal mudah dan soal sangat mudah. Dari 20 soal pilihan ganda terdapat enam soal sangat sulit, tiga butir soal sulit, empat butir soal mudah, dan tujuh soal sangat mudah. Sedangkan kemampuan siswa dikategorikan menjadi tiga yaitu kategori abilitas tinggi, abilitas sedang dan abilitas rendah. Dari 56 siswa Sekolah Dasar kategori abilitas tinggi diperoleh sebanyak 10 orang, kategori abilitas sedang sebanyak 15 orang, dan kategori abilitas rendah sebanyak 31 orang.