PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar
Bahasa SD, Matematika SD, IPA SD, PKN SD, IPS SD, Seni SD, Penjaskes SD, Karakter SD, serta Bimbingan dan Konseling SD
Articles
465 Documents
Efektivitas Penggunaan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Team Accelerated Instruction pada Materi Kelipatan Persekutuan Terkecil (KPK)
Rosi Nurmalasari Eka Saputri;
e kosasih
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 5, No 1 (2018): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (572.541 KB)
|
DOI: 10.17509/pedadidaktika.v5i1.7296
Penelitian ini membahas tentang efektivitas penggunaan model kooperatif tipe team accelerated instruction pada materi KPK kelas IV. Untuk mengetahui efektivitas penggunaan model kooperatif ini, dilakukan penelitian di kelas IV SD Negeri 1 Urug. Latar belakang penelitian ini adalah kurangnya penggunaan model pembelajaran variatif dan masih banyak siswa yang memiliki nilai kurang dari kriteria ketuntasaan minimal (KKM ≥ 59) pada pembelajaran matematika khususnya pada materi KPK. Metode penelitian yang digunakan adalah pre-eksperimental tipe one group pretest-posttest. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas IV SD Negeri 1 Urug yang berjumlah 25 siswa terdiri dari 10 siswa laki-laki dan 15 siswa perempuan. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan soal matematika pilihan ganda kemudian data dianalisis dengan menggunakan statistik deskriptif dan statistik inferensial. Berdasarkan hasil analisis data, hasil belajar siswa sebelum menggunakan model team accelerated instruction menunjukkan lebih dari 80% siswa memperoleh nilai di bawah KKM. Setelah dilakukan pembelajaran dengan menggunakan model, hasil belajar yang diperoleh siswa mengalami peningkatan. Lebih dari 90% siswa memperoleh nilai di atas KKM. Berdasarkan hasil analisis statistik perbedaan rata-rata nilai pretest-posttest, diketahui bahwa perolehan nilai –t hitung -t tabel. Hal ini menunjukan bahwa terdapat perubahan signifikan yang mengindikasikan keefektifan penggunaan model kooperatif tipe team accelerated instruction pada pembelajaran matematika materi KPK di SD Negeri 1 Urug.
Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Permainan Monopoli Pada Pelajaran IPS SD
Lailia Kurniawati;
Nana Ganda;
Ahmad Mulyadiprana
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 8, No 4 (2021): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (981.217 KB)
|
DOI: 10.17509/pedadidaktika.v8i4.41752
Media pembelajaran menempati posisi yang cukup penting sebagai salah satu komponen sistem pembelajaran karena keberhasilan pembelajaran salah satunya ditentukan oleh media pembelajaran. Pada pembelajaran IPS masih kurang dalam menggunakan media sehingga siswa merasa mudah bosan dan kurang minat dalam belajar. Selain itu, dalam mata pelajaran IPS didominasi oleh teks bacaan yang berisi materi. Apabila hanya membaca dan menghafalkan, maka pembelajaran akan monoton dan membuat siswa mudah bosan. Akibatnya hasil belajar siswa menjadi kurang optimal. Oleh karena itu, posisi media pembelajaran perlu dioptimalkan dengan memahami media apa yang akan dipakai pada sistem pembelajaran nantinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan permainan monopoli sebagai media pembelajaran dalam pembelajaran IPS. Metode penelitian yang digunakan adalah metode Design Based Research (DBR). Monopoli merupakan permainan menggunakan papan di mana pemain berlomba mengumpulkan poin melalui sistem permainan dengan memasukan petak pertanyaan yang akan dijawab oleh peserta permainan. Media pembelajaran adalah alat, metode dan teknik yang digunakan untuk mengefektifkan dan sebagai perantara interaksi antara pengajar dengan pembelajar untuk mencapai tujuan pembelajaran. IPS sebagai program pendidikan yang mengintegrasikan secara interdisiplin konsep ilmu-ilmu sosial dan humaniora yang bertujuan untuk membangun pengetahuan dan keterampilan dasar yang berguna bagi diri dan peserta didik dalam kehidupan sehari-hari, serta sebagai bekal melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi perlu menggunakan media pembelajaran seperti permainan monopoli, sehingga diharapkan dapat meningkatkan minat belajar siswa.
Pengaruh Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing Dengan Pendekatan Konstruktivisme Terhadap Konsep Diri Akademik Siswa Pada Pembelajaran IPA
Dyah Ayu Paramita
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 1, No 1 (2014): Pedadidaktika
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (260.719 KB)
|
DOI: 10.17509/pedadidaktika.v1i1.4119
Pembelajaran dengan pendekatan konstruktivisme menyatakan adanya pengaruh interaksi sosial terhadap perkembangan pengetahuan siswa. Konsep diri akademik juga dipengaruhi oleh faktor interaksi sosial karena menyangkut rasa keberhargaan diri siswa selama pembelajaran. Oleh sebab itu dilakukan studi kuasi eksperimen mengenai pengaruh model pembelajaran inkuiri terbimbing dengan pendekatan konstruktivisme terhadap konsep diri akademik siswa. Sebanyak 63 siswa di Kelas V di salah satu sekolah dasar di Kabupaten Ciamis dilibatkan dalam penelitian dengan metode kuasi eksperimen, nonequivalent control group design. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan hasil post test dan normal gain untuk kelas kontrol dan kelas eksperimen dengan peningkatan normal gain sebesar 0,13.
Analisis Kemampuan Komunikasi Matematis Siswa Sekolah Dasar pada Penyelesaian Soal Cerita Faktor Persekutuan Terbesar (FPB)
Widia Apriyanti Dwi Rahayu;
Karlimah Karlimah
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 7, No 3 (2020): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (629.961 KB)
|
DOI: 10.17509/pedadidaktika.v7i3.26323
Penelitian ini dilakukan berdasarkan dari hasil studi pendahuluan mengenai hasil pekerjaan siswa dalam menyelesaikan soal cerita mengenai Faktor Persekutuan Terbesar (FPB) yang belum menunjukkan langkah-langkah yang sistematis. Maka dari itu, untuk mendapatkan informasi secara keseluruhan perlu dilakukan penelitian mengenai kemampuan komunikasi matematis siswa kelas IV sekolah dasar pada penyelesaian soal cerita faktor persekutuan terbesar (FPB). Tujuan dari penelitian ini secara umum yaitu untuk mendeskripsikan kemampuan komunikasi matematis siswa kelas IV sekolah dasar pada penyelesaian soal cerita faktor persekutuan terbesar (FPB). Manfaat dari penelitian ini diharapkan dapat dijadikan sebagai bahan evaluasi dalam upaya meningkatkan dan mengembangkan kemampuan komunikasi matematis siswa dalam menyelesaikan faktor persekutuan terbesar (FPB). Metode penelitian yang digunakan yaitu metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Penelitian ini melibatkan siswa dan guru kelas IV sekolah dasar. Penelitian dilaksanakan di rumah masing-masing siswa SDN 1 Sidamulya, Kec. Jalaksana, Kab. Kuningan. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah tes, wawancara, dan dokumentasi hasil kerja siswa. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis konten menurut Krippendorf. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar siswa sudah memiliki kemampuan menuliskan permasalahan dengan bahasa sendiri sebagai bentuk pemahaman pada soal cerita faktor persekutuan terbesar (FPB) dan kemampuan menuliskan sistematika penyelesaian perhitungan soal cerita faktor persekutuan terbesar (FPB). Sedangkan kemampuan menuliskan perencanaan penyelesaian soal cerita faktor persekutuan terbesar (FPB) dengan bahasa sendiri belum ditunjukkan dalam hasil pekerjaan siswa.
Pengembangan Multimedia Interaktif Pelaksanaan Pembelajaran Outdoor Tema Daerah Tempat Tinggalku Berabasis STEM di SD
Sriayu Anisa Toip;
Ghullam Hamdu;
Elan Elan
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 5, No 4 (2018): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (590.552 KB)
|
DOI: 10.17509/pedadidaktika.v5i4.13118
Penelitian ini dilatarbelakangi dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam bidang pendidikan. Kegiatan belajar mengajar sesungguhnya tidak terus menerus dilaksanakan didalam kelas, namun dapat memanfaatkan lingkungan sekitar sebagai sumber belajar. Pelaksanaan pembelajaran outdoor belum sepenuhnya dilaksanakan dengan baik dibeberapa sekolah, padahal pembelajaran outdoor memberikan banyak dampak positif terhadap perkembangan peserta didik. Hal itu disebabkan belum banyak digunakannya media sumber belajar yang memberikan informasi dan pengetahuan mengenai pelaksanaan pembelajaran outdoor. Dengan demikian, dengan adanya perkembangan teknologi, peneliti mencoba mengatasi masalah tersebut dengan mengembangkan produk multimedia interaktif. Penelitian pengembangan ini menghasilkan produk berupa multimedia interaktif pelaksanaan pembelajaran outdoor tema daerah tempat tinggalku berbasis STEM di SD. Tujuannya adalah memberikan referensi alternatif belajar sehingga memudahkan guru dalam merancang pembelajaran outdoor berbasis STEM. Penelitian pengembangan ini menggunakan metode penelitian design based research dengan tahapan identifikasi dan analisis masalah, mengembangkan solusi berdasarkan perolehan informasi, melakukan proses berulang untuk menguji dan memperbaiki produk, dan refleksi. Pengujian dan pengambilan data untuk dijadikan konten multimedia interaktif dilakukan di SDN 2 Cibunigeulis. Setelah konten diolah, selanjutnya melakukan validasi ke beberapa ahli bidang multimedia interaktif, video pelaksanaan pembelajaran dan konten pembelajaran lalu kemudian diperbaiki. Setelah perbaikan, produk diuji sebanyak dua kali kepada responden yaitu guru dan calon guru. Tahapan terakhir, melakukan refleksi dari perbaikan produk sehingga kelayakan produk akhir yang digunakan yaitu multimedia interaktif pelaksanaan pembelajaran outdoor tema daerah tempat tinggalku berbasis STEM diSD.
Peningkatan Pemahaman Konsep Materi Simetri Lipat melalui Penerapan Model Pembelajaran Learning Cycle 5E
Siti Sopi Sarinengsih;
Epon Nuraeni L;
Oyon Haki Pranata
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 5, No 2 (2018): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (455.535 KB)
|
DOI: 10.17509/pedadidaktika.v5i2.7303
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kurangnya pemahaman konsep siswa terhadap materi simetri lipat dikarenakan kegiatan pembelajaran yang selalu digunakan kurang memperhatikan perkembangan berpikir siswa, kurangnya keterlibatan siswa dalam pembelajaran, dan kurang optimalnya penggunaan media pembelajaran. Untuk mengatasi hal tersebut, maka diperlukan sebuah model pembelajaran yang berpusat pada siswa dan sesuai dengan kriteria yang telah disebutkan, yaitu model pembelajaran Learning Cycle 5E. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan proses pembelajaran pada materi simetri lipat dengan menggunakan model pembelajaran Learning Cycle 5E, memperoleh gambaran peningkatan pemahaman konsep materi simetri lipat menggunakan model pembelajaran Learning Cycle 5E, dan mengetahui perbedaan peningkatan pemahaman konsep materi simetri lipat antara kelas yang menggunakan model pembelajaran Learning Cycle 5E dengan kelas yang tidak menggunakan model pembelajaran Learning Cycle 5E. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian quasi experimen dengan desain Nonequivalent Control Group. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas IV SDN IPK Mohammad Toha Kecamatan Singaparna Kabupaten Tasikmalaya dengan teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu sampel jenuh yang terdiri dari kelas kontrol dan kelas eksperimen. Peneliti menggunakan instrumen tes sebagai alat utama pengumpul data dan instrumen observasi sebagai bukti bahwa kegiatan penelitian sesuai dengan model pembelajaran yang digunakan. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah pelaksanaan pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran Learning Cycle 5E dapat terlaksana sesuai dengan fase-fasenya, peningkatan pemahaman konsep materi simetri lipat yang menggunakan model pembelajaran Learning Cycle 5E terbukti berkategori tinggi, dan terdapat perbedaan yang signifikan antara pemahaman konsep materi simetri lipat kelas eksperimen dan pemahaman konsep materi simetri lipat kelas kontrol.
Peran Kegiatan Ekstrakurikuler untuk Meningkatkan Prestasi Belajar Seni Musik
Rizkiana Pratama;
Epon Nur'aeni L;
Resa Respati
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 8, No 4 (2021): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (781.466 KB)
|
DOI: 10.17509/pedadidaktika.v8i4.41900
Pada dasarnya lembaga pendidikan pasti menginginkan agar setiap siswanya dapat mencapai prestasi yang memuaskan, prestasi yang dicapai peserta didik merupakan alat ukur dan harapan utama untuk mengetahui keberhasilan seorang pendidik. Untuk lebih meningkatkan prestasi belajar siswa maka dibutuhkan satu kegiatan ekstrakurikuler sebagai penunjang disetiap lembaga pendidikan. Melalui kegiatan ekstrakurikuler siswa dapat menyalurkan bakat, minat dan potensi yang dimiliki peserta didik. Hasil yang dicapai siswa setelah mengikuti kegiatan ekstakurikuler akan berdampak pada prestasi belajar khususnya pada mata pelajaran seni musik, biasanya siswa yang aktif dalam kegiatan ekstrakurikuler akan terampil dalam berorganisasi, bersosialisasi, memecahkan masalah sesuai karakteristik ekstrakurikuler yang diikuti, sehingga ia mempunya pengalaman serta wawasan dalam berorganisasi. Selain mendapat pengalaman organisasi, ia juga mendapatkan pengalaman ilmu tentang musical.Pendidikan seni musik tentunya memiliki manfaat yang sangat baik bagi peserta didik, selain untuk menambah pengetahuan, tentunya anak bisa memiliki kemampuan untuk mengembangkan kreativitas atau bakat atas apa yang ia miliki sehingga ia bisa menunjukkan musikalitasnya. Hal itu tidak menutup kemungkinan untuk anak bisa meraih prestasi di bidang seni khususnya seni musik dalam perlombaan. Tujuan penelitan ini untuk menelaah tentang peran kegiatan ekstrakurikuler dalam meningkatkan prestasi belajar siswa dalam belajar seni musik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yakni analisis deskripsi. Pengumpulan data yang digunakan adalah dengan study literature dengan mencari informasi pada jurnal, artikel, buku, serta referensi lainnya. Banyak informasi yang dapat dijadikan referensi untuk peran ekstrakurikuler untuk meningkatkan prestasi belajar seni musik.
ANALISIS TINDAK TUTUR ILOKUSI DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS
Robi Kuswara;
Dian Indihadi;
Seni Apriliya
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 1, No 1 (2014): Pedadidaktika
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (395.053 KB)
|
DOI: 10.17509/pedadidaktika.v1i1.4696
Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan jenis ilokusi beserta jenis kalimat dalam tindak tutur guru dan respons (perlokusi) beserta jenis kalimat dalam tuturan siswa terhadap tindak tutur ilokusi guru dalam pembelajaran bahasa Inggris di kelas V SD Negeri 1 Panumbangan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Instrumen yang digunakan adalah HP Nokia 5800 Express Music, pedoman wawancara, dan pedoman observasi. Hasil penelitian ini ditemukan jenis Ilokusi Asertif, Direktif, Komisif, dan Ekspresif dengan kalimat Deklaratif, Interogatif, dan Imperatif dalam tindak tutur guru. Ditemukan juga respons siswa meliputi respons nonverbal dan verbal dengan jenis kalimat Deklaratif dan Interogatif dalam tuturan siswa.
Analisis Soal HOTS Materi Geometri dalam Buku Teks Matematika Kelas IV SD
Hana Sarida Nursyifa;
Dindin Abdul Muiz Lidinillah;
E. Kosasih
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 7, No 4 (2020): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (751.366 KB)
|
DOI: 10.17509/pedadidaktika.v7i4.26576
Higher Order Thinking Skills (HOTS) menjadi hal yang diperhatikan dan menjadi prioritas dalam kurikulum pendidikan. Hal ini berkaitan dengan tujuan pembelajaran pada abad 21 ini yaitu meningkatkan dan mengembangkan HOTS siswa. Buku merupakan penunjang dalam pembelajaran karena memuat bahan untuk meningkatkan penalaran, pengetahuan dan keterampilan, baik itu uraian materi pun dengan soal-soal latihan untuk mengukur hasil belajar siswa. Sejalan dengan itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis soal HOTS materi geometri dalam buku teks matematika kelas IV SD. Sumber data yang digunakan yaitu dua buku teks matematika kelas IV SD dengan dua penerbit yang berbeda yaitu penerbit Gelora Aksara Pratama dan Bumi Aksara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis konten (content analysis). Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu framework (kerangka analisis) dan human instrument (peneliti sendiri). Kerangka analisis berupa indikator HOTS berdasarkan tingkat kognitif Taksonomi Bloom revisi yaitu C4 menganalisis, C5 mengevaluasi dan C6 mencipta. Hasil analisis menunjukan bahwa soal HOTS materi geometri dalam buku teks matematika kelas IV SD penerbit Gelora Aksara Pratama yaitu berjumlah 59 soal dari 295 soal, atau sekitar 20%. Sedangkan untuk buku teks matematika kelas IV SD penerbit Bumi Aksara, terdapar 45 soal termasuk dalam kategori HOTS dari 141 soal materi geometri dalam buku tersebut atau sekitar 32%. Dengan demikian, soal HOTS materi geometri dalam kedua buku teks matematika kelas IV SD tersebut masih berada di bawah 50%, artinya masih banyak soal yang hanya mengukur kemampuan mengetahui, memahami dan menerapkan.
Analisis Kemampuan Komunikasi Matematis Siswa Kelas II Sekolah Dasar Pada Penyelesaian Soal Cerita Perkalian Bilangan Cacah
Rini Nurhartianti;
Karlimah Karlimah
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 5, No 2 (2018): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (421.492 KB)
|
DOI: 10.17509/pedadidaktika.v5i2.7140
Tujuan pembelajaran matematika salah satunya adalah dapat menyelesaikan soal cerita perkalian dengan penyelesaian yang sistematis. Langkah-langkah dalam menyelesaikan soal cerita dapat menggunakan pendekatan pemecahan masalah menurut Polya. Berdasarkan langkah-langkah penyelesaian masalah, siswa dituntut untuk dapat menyelesaikan soal cerita perkalian bilangan cacah dengan langkah yang sistematis agar memiliki kemampuan komunikasi matematis yang baik. Temuan awal menunjukkan bahwa kemampuan komunikasi matematis siswa kelas III sudah muncul namun belum lengkap. Atas dasar hal tersebut, peneliti tertarik untuk mengetahui kemampuan komunikasi matematis dilihat dari hasil kerja siswa di kelas sebelumnya yaitu di kelas II, pada penyelesaian soal cerita perkalian bilangan cacah. Secara umum tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kemampuan komunikasi matematis siswa kelas II Sekolah Dasar pada penyelesaian soal cerita perkalian bilangan cacah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif dengan strategi fenomenologi karena peneliti ingin mengetahui gambaran kemampuan komunikasi matematis siswa kelas II Sekolah Dasar pada penyelesaian soal cerita perkalian bilangan cacah. Penelitian ini dilaksanakan di SD Negeri Pahlawan yang berada di kecamatan Tawang kota Tasikmalaya dengan partisipan siswa kelas II Sekolah Dasar. Teknik pengumpulan data yang digunakan berupa tes dan triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa indikator kemampuan komunikasi matematis yang muncul dengan kategori tinggi yaitu kemampuan dalam menuliskan soal cerita perkalian bilangan cacah ke dalam kalimat dan bentuk lain, sedangkan kemampuan dalam menuliskan sistematika penyelesaian perhitungan soal cerita perkalian bilangan cacah termasuk kategori sedang. Secara keseluruhan siswa kelas II sudah memiliki kemampuan komunikasi matematis dengan kriteria sangat baik.