cover
Contact Name
Ghullam Hamdu
Contact Email
ghullamh2012@upi.edu
Phone
+6285294819001
Journal Mail Official
pedadidaktika.jurnal@gmail.com
Editorial Address
Jalan Dadaha Nomor 18 Kota Tasikmalaya
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar
Core Subject : Education, Social,
Bahasa SD, Matematika SD, IPA SD, PKN SD, IPS SD, Seni SD, Penjaskes SD, Karakter SD, serta Bimbingan dan Konseling SD
Articles 465 Documents
Peranan Papagon Hirup Pamali dalam Menumbuhkan Karakter Cinta Lingkungan Anak Usia Sekolah Dasar di Kampung Naga Aziz Muhammad Lutfhi; Elan Elan
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 8, No 1 (2021): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (518.573 KB) | DOI: 10.17509/pedadidaktika.v8i1.32740

Abstract

Berbagai problematika yang terjadi berkaitan dengan lingkungan hidup pada dasarnya disebabkan oleh perilaku masyarakat yang semakin meninggalkan identitas budayanya (cultural identity). Sehingga mereka tidak memiliki falsafah hidup (papagon hirup) yang mampu menjadi sistem kontrol terhadap nilai dan norma yang ada di masyarakat. Jika kita lihat di Kampung Naga memiliki falsafah hidup “pamali” mampu menjadi sistem kontrol perilaku berupa budaya dan kepercayaan yang diwariskan secara turun temurun. Selain itu, Papagon hirup pamali memiliki fungsi menumbuhkan karakter cinta lingkungan pada masyarakat Kampung Naga bahkan sejak usia sekolah dasar. Penelitian ini mengkaji tentang peranan kearifan lokal dalam menumbuhkan karakter cinta lingkungan khususnya pada anak usia sekolah dasar di Kampung Naga. Metode yang digunakan adalah Mini - Ethnography Case Study. Subjek penelitian adalah tokoh adat, masyarakat, dan lingkungan alam Kampung Naga. Data dalam penelitian ini diperoleh dari hasil observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukan : 1). Papagon hirup pamali merupakan budaya dan tradisi yang dijadikan pedoman bagi masayarakat Kampung Naga dalam kehidupan yang harmoni bersama alam. 2). Pantangan dan larangan pada papagon hirup pamali dapat menciptakan masyarakat yang memiliki karakter cinta lingkungan. 3). Papagon hirup pamali dapat diinternalisasikan ke dalam konsep dasar pendidikan karakter cinta lingkungan di Sekolah Dasar.
Penggunaan Media Kartu Huruf dalam Peningkatan Pemahaman Penggunaan Huruf Kapital dalam Menulis Teks Deskripsi Ari Wahyu Lestari; Dian Indihadi
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 6, No 1 (2019): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1208.047 KB) | DOI: 10.17509/pedadidaktika.v6i1.12671

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh hasil studi pendahuluan peneliti yang dilakukan di lapangan menunjukkan bahwa pembelajaran Bahasa Indonesia khususnya mengenai pemahaman penggunaan huruf kapital dalam menulis teks deskripsi karena bersifat abstrak. Pembelajaran Bahasa Indonesia yang abstrak menyebabkan siswa SD yang berada pada tahap konkret memerlukan alat bantu berupa media yang dapat memperjelas apa yang akan disampaikan oleh guru. Hal ini yang mendorong peneliti untuk melakukan penelitian yang ditujukan untuk membuat siswa lebih memahami penggunaan huruf kapital dalam menulis teks deskripsi yaitu dengan menggunakan media kartu huruf. Penelitian ini berjudul “Penggunaan Media Kartu Huruf dalam Peningkatan Pemahaman Penggunaan Huruf Kapital dalam Menulis Teks Deskripsi” dengan tujuan untuk memperoleh informasi dan data mengenai bagaimana pengaruh media kartu huruf terhadap materi teks deskripsi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pre-eksperimen dengan sampel kelas III B SD N 2 Sukamaju. Instrumen yang digunakan yaitu soal berbentuk penugasan. Dari hasil pengolahan dan analisis data terdapat informasi mengenai penggunaan media kartu huruf dalam peningkatan pemahaman penggunaan huruf kapital dalam menulis teks deskripsi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil belajar siswa relative meningkat setelah menggunakan kartu huruf dalam pembelajara. Hal tersebut dibuktikan dengan adanya peningkatan rata-rata pretest yang awalnya 51,88 meningkat menjadi 72,33. Berdasarkan hasil uji-t diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,000 0,05 sehingga Ho ditolak dan Ha diterima. Ini membuktikan bahwa Ha (Hipotesis Alternatif) diterima, sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat peningkatan pemahaman penggunaan hururf kapital dalam menulis teks deskripsi menggunakan huruf kapital.
PENGEMBANGAN MEDIA POP UP BOOK PADA PEMBELAJARAN IPS TENTANG KERAJAAN DAN PENINGGALAN SEJARAH ISLAM DI INDONESIA DI KELAS V SEKOLAH DASAR Melinda Alfiani Nur; Rustono W S; Dindin Abdul Muiz Lidinillah
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 4, No 2 (2017): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (475.164 KB) | DOI: 10.17509/pedadidaktika.v4i2.7292

Abstract

Abstrak Proses dan hasil belajar yang baik dapat dicapai melalui interaksi antara guru dan siswa melalui berbagai faktor, salah satunya yakni penggunaan media pembelajaran. Penggunaan media dalam kegiatan pembelajaran dimaksudkan agar proses KBM menjadi lebih efektif. Namun faktanya dari hasil studi pendahuluan ke salah satu sekolah dasar di Kota Tasikmalaya yakni SDN Mugarsari diperoleh informasi terkait penggunaan media yang hanya sebatas pada buku paket saja. Berdasarkan hal tersebut, peneliti bermaksud melakukan penelitian pengembangan yang pada akhirnya menghasilkan produk yang berupa media pop up book pada pembelajaran IPS tentang kerajaan dan peninggalan sejarah islam di indonesia dengan menggunakan metode design based research model reeves. Subjek penelitian ini adalah guru dan siswa kelas V yang berjumlah 50 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara, observasi, judgement, dan dokumentasi. Rancangan produk dinyatakan layak setelah dilakukan uji validasi oleh ahli dan kegiatan uji coba sebanyak 2 kali di kelas yang berbeda. Uji coba tahap 1 dilakukan di kelas V A dan uji coba tahap 2 dilakukan di kelas V B. Hasil uji coba menunjukkan bahwa media yang dikembangkan sudah baik dan dapat menjadi sebuah solusi alternatif bagi guru dalam menyampaikan materi pembelajaran. Produk akhir berupa media pop up book pada pembelajaran IPS tentang kerajaan dan peninggalan sejarah Islam di Indonesia yang dilengkapi dengan buku panduan, lks, dan rpp. Keywords: Pop up book, pembelajaran IPS tentang kerajaan dan peninggalan sejarah Islam di Indonesia, design based research.
Pengembangan Media Komik Pada Materi Pecahan Senilai Kelas IV SD Siti Hajar Mutmainnah; Oyon Haki Pranata
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 9, No 3 (2022): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (868.106 KB) | DOI: 10.17509/pedadidaktika.v9i3.53444

Abstract

ANALISIS KESALAHAN PENGGUNAAN TANDA BACA TANYA DAN TANDA BACA TITIK PADA TEKS DIALOG SISWA Sucipto Salam Salam; Sumardi Sumardi; Hodidjah Hodidjah
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 3, No 2 (2016): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (368.006 KB) | DOI: 10.17509/pedadidaktika.v3i2.5147

Abstract

Penelitian yang dilakukan merupakan analisis terhadap penggunaan tanda baca, khususnya bentuk kesalahan penggunaan tanda baca tanya dan tanda baca titik. Bentuk kesalahan penggunaan tanda baca tersebut di analisis dari teks dialog yang dibuat oleh siswa kelas VI SD Negeri Mangkubumi Kota Tasikmalaya. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan bentuk kesalahan penggunaan tanda baca tanya dan tanda baca titik pada teks dialog siswa, beserta dengan penyebab terjadinya kesalahan penggunaan tersebut. Penelitian ini dilaksanakan selain sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar sarjana, juga merupakan suatu bentuk penggambaran kemampuan siswa kelas VI dalam penggunaan tanda baca tanya dan tanda baca titik pada teks dialog yang telah dibuatnya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode analisis deskriptif dengan menggunakan  pendekatan kualitatif. Setelah semua tahap penelitian dilaksanakan, hasil dari penelitian ini yaitu: pertama, bentuk kesalahan penggunaan tanda baca tanya yang ditemukan dalam teks dialog siswa adalah (1) tidak dipakai di akhir kalimat tanya, (2) penggunaan tanda tanya di akhir kalimat tanya lebih dari satu, (3) dipakai di akhir kalimat pernyataan. Kedua, bentuk kesalahan tanda baca titik yaitu: (1) tidak dipakai di akhir kalimat pernyataan, (2) dipakai di akhir kalimat tanya, (3) dipakai di akhir kalimat seruan. Ketiga, yang menjadi penyebabnya adalah: (1) kurangnya pemahaman siswa mengenai penggunaan tanda baca yang baik dan benar khususnya dalam penggunaan tanda baca tanya dan tanda baca titik, (2) kurang dibiasakannya menulis dengan penggunaan tanda baca yang baik dan benar.
Analisis Penanaman Nilai-Nilai Karakter Melalui Kegiatan Kewirausahaan “Market Day” di SD IT Abu Bakar Ash-Shiddiq Feby Febriyanti; Ahmad Mulyadiprana; Akhmad Nugraha
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 8, No 1 (2021): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (773.102 KB) | DOI: 10.17509/pedadidaktika.v8i1.32926

Abstract

Penanaman dan pengembangan nilai-nilai karakter merupakan tanggung jawab bersama, baik itu di lingkungan keluarga dan lingkungan sekolah. Karakter akan terbentuk bila aktivitas dilakukan secara rutin dan berulang sehingga menjadi suatu kebiasaan, tidak hanya menjadi suatu kebiasaan bagi siswa tetapi sudah menjadi suatu karakter. Peneliti tertarik akan suatu kegiatan yang di laksanakan di SD IT Abu Bakar Ash-Shiddiq yaitu market day. Market day merupakan suatu kegiatan kewirausahaan di sekolah tersebut guna melatih siswa menerapkan nilai-nilai positif dari kegiatan tersebut menjadi suatu kebiasan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis mengapa sekolah tersebut bisa melaksanakan kegiatan market day termasuk bagaimana perencanaan, pelaksanaan, serta hasil atau efektivitas dari kegiatan tersebut apakah kegiatan tersebut berpengaruh terhadap karakter peserta didik. Metode penelitian yang digunakan adalah metode studi kasus. Dalam pengumpulan data, instrumen yang digunakan yaitu observasi, wawancara dan lembar studi dokumentasi. Analisis data yang digunakan berupa analisis data deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan kegiatan market day berpengaruh terhadap kebiasaan hingga karakter peserta didik. Berdasarkan hasil analisis data, dapat disimpulkan bahwa terdapat nilai-nilai karakter yang peserta didik miliki berkaitan dengan kegiatan kewirausahaan market day seperti jujur, disiplin, terampil, inovatif, bertanggung jawab dan berani. 
Penerapan Model Take And Give Dalam Pembelajaran Perkalian Bilangan Cacah Pada Siswa Sekolah Dasar Veraetris Yanuar; Oyon Haki Pranata
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 6, No 1 (2019): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/pedadidaktika.v6i1.13148

Abstract

 Penelitian ini dilandasi adanya permasalahan dalam pembelajaran matematika yaitu masih banyak siswa yang belum menguasai perkalian dengan baik. Adanya penomena tersebut disusun pembelajaran yang menyenangkan dengan menggunakan model pembelajaran Take and Give dalam meningkatkan penguasaan perkalian. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah : Bagaimana penerapan model Take and Give dalam pembelajaran perkalian bilangan cacah pada siswa sekolah dasar?. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskrifsikan penerapan model Take and Give dalam pembelajaran perkalian bilangan cacah pada siswa sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan pendekatan kuantitatif. Partisipan dan subjek penelitian sebanyak 18 siswa kelas III SD Negeri 1 Kadugede Kecamatan Kadugede Kabupaten Kuningan. Pengumpulan data melalui lembar tes, pengolahan data kuantitatif diselesaikan melalui pengolahan data deskriptif dan uji t. Berdasarkan hasil penelitian, bahwa penerapan model Take and Give dapat meningkatkan pembelajaran perkalian bilangan cacah pada siswa kelas III SD Negeri 1 Kadugede.
Pengembangan Media Diorama pada Pembelajaran Subtema Ayo Cintai Lingkungan di Sekolah Dasar Arie Megawatie Sa'bani; Akhmad Nugraha; Dindin Abdul Muiz Lidinillah
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 4, No 1 (2017): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (960.554 KB) | DOI: 10.17509/pedadidaktika.v4i1.7139

Abstract

Kurikulum 2013 menggunakan pendekatan pengintegrasian mata pelajaran atau tematik terpadu  yang   menginspirasi peserta didik untuk memperoleh pengalaman belajar. Hal ini tercantum dalam  Permendikbud No. 24 Tahun 2016 menegasakan bahwa Kurikulum 2103 untuk sekolah dasar didesain dengan menggunakan pembelajaran tematik terpadu kecuali mata pelajaran matematikan dan Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan (PJOK). Pemberian pengalaman belajar merupakan hal penting, karena peserta didik akan belajar secara lebih bermakna. Media merupakan salah satu upaya untuk menciptakan pembelajaran bermakna. Namun fakta dari hasil studi pendahuan ke dua sekolah dasar di Kota Tasikmalaya yaitu SDN 1 Cibeureum, dan SDN Citapen, diperoleh informasi terkait penggunaan media yang hanya sebatas pada media praktis dan didominasi penggunaan media gambar. Berdasarkan hal tersebut, peneliti bermaksud melakukan penelitian pengembangan yang pada akhirnya dihasilkan produk berupa media pembelajaran diorama pada pembelajaran subtema ayo cintai lingkungan dengan menggunakan metode penelitian design based research model reeves.  Subjek penelitian ini adalah guru dan peserta didik kelas IV yang berjumlah 20 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara, observasi, dan angket/kuisioner. Rancangan produk dinyatakan layak diujicoba berdasarkan hasil validasi ahli. Kegiatan uji coba dilakukan sebanyak dua kali di sekolah yang berbeda. Uji coba yang pertama dilakukan di SDN 1 Cibeureum dan uji coba dua di SDN Citapen. Hasil uji coba menunjukan bahwa media yang dikembangkan mendapatkan respon positif dari seluruh siswa, dan dapat menjadi solusi bagi guru dalam menyampaikan materi pembelajaran. Produk akhir berupa media pembelajaran diorama pada pembelajaran subtema ayo cintai lingkungan untuk kelas IV Sekolah Dasar. Kata kunci: Media Diorama, pembelajaran subtema ayo cintai lingkungan. 
Analisis Kedisiplinan Belajar Siswa Pada Masa Pandemi Covid-19 di Kelas V Sekolah Dasar Juli Rahayu; Dindin Abdul Muiz Lidinillah
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 9, No 4 (2022): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (813.148 KB) | DOI: 10.17509/pedadidaktika.v9i4.53974

Abstract

Pengenalan Ciri Anak Pengidap Disleksia Nisrina Haifa; Ahmad Mulyadiprana; Resa Respati
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 7, No 2 (2020): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/pedadidaktika.v7i2.25035

Abstract

Abstract Dyslexia is a form of learning disorder characterized by difficulty in comprehending words or sentences, which shown in writing, reading, or spelling comprehension. Dyslexia affects brain cognitive area and often supported by the environment which children with dyslexia grow up. Children diagnosed with dyslexia often have late following and understanding leassons in scholl. Late comprehension, which often happens to children diagnosed with dyslexia, has given a negative stigma towards them either by their parents or their teacher. The negative stigma happens because parents or teacher doesn’t have a good understanding on how dyslexia affect every learning process. Misunderstanding about dyslexia can result in the emergence of negative things, both in children with dyslexia or the environment around them. In searching for, gathering, revealing about dyslexia and want to achieve the objectives of the research, in this article the reaserch uses descriptive qualitative analysis research. This research wants to describe dyslexia and how is affects children in hope to give a better understanding dyslexia as learning disorder and reduce negative stigma towards children diagnosed with it. AbstrakDisleksia merupakan sebuah gangguan dalam proses belajar kebahasaan anak yang ditandai dengan kesulitan dalam memahami kata atau kalimat, baik dalam menulis, membaca, maupun mengeja. Gangguan disleksia secara umum disebabkan oleh terjadinya gangguan kognitif seseorang, tetapi tidak menutup kemungkinan dipengaruhi oleh faktor penunjang lainnya. Proses pembelajaran pengidap disleksia seringkali mengalami keterlambatan dalam mengikuti dam memahami proses pembelajaran yang sedang ditempuh. Keterlambatan yang lazim terjadi tersebut dapat berimplikasi terhadap timbulnya stigma negatif, baik dari orang tua mapun tenaga pengajar, pengidap disleksia yang belum memahami sepenuhnya gangguan yang dialami oleh pengidap tersebut. Stigma negatif yang timbul tersebut tidak hanya berakibat pada semakin sulitnya memahami pembelajaran, melainkan juga terhadap kondisi mental anak pada umumnya yang akan menjadi pesimis terhadap dirinya sendiri. Ketidakpahaman mengenai disleksia dapat mengakibatkan munculnya hal – hal negatif, baik dalam diri anak pengidap disleksia ataupun lingkungan disekitarnya. Dalam mencari, mengumpulkan, dan mengungkapkan mengenai disleksia serta hendak mencapai tujuan dari penelitian, artikel ini menggunakan penelitian analisis kualitatif deskriptif. Tujuan penelitian ini ingin mendeskripsikan gangguan disleksia pada anak, dengan harapan pihak – pihak yang berada di lingkungan pengidap disleksia dapat memahami kondisi yang dialami oleh pengidap disleksia serta mengurangi bahkan menghilangkan stigma negatif terhadap keterlambatan pengidap disleksia dalam memahami suatu pembelajaran.