cover
Contact Name
Ghullam Hamdu
Contact Email
ghullamh2012@upi.edu
Phone
+6285294819001
Journal Mail Official
pedadidaktika.jurnal@gmail.com
Editorial Address
Jalan Dadaha Nomor 18 Kota Tasikmalaya
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar
Core Subject : Education, Social,
Bahasa SD, Matematika SD, IPA SD, PKN SD, IPS SD, Seni SD, Penjaskes SD, Karakter SD, serta Bimbingan dan Konseling SD
Articles 465 Documents
Analisis Penulisan Huruf Kapital pada Teks Deskripsi Salwiyah Salwiyah; Dian Indihadi
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 8, No 3 (2021): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (766.581 KB) | DOI: 10.17509/pedadidaktika.v8i3.39229

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh hasil studi pendahuluan dilapangan menunjukan bahwa kemampuan menulis huruf kapital siswa kelas III disebuah sekolah disekitar kecamatan kabupaten Bogor relatif lemah. Penggunaan huruf kapital atau huruf besar perlu diketahui dan diterapkan pada tulisan dengan baik dan benar. Huruf kapital diantaranya digunakan sebagai penulisan huruf pertama awal kalimat, penulisan nama orang dan penulisan nama geografi. Tujuan utama penelitian ini yakni untuk mendeskripsikan data penulisan huruf kapital pada judul, awal kalimat, nama orang dan nama geografi dalam teks deskripsi kelas III SDN Cisalada 02. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif melalui pendekatan kualitatif. Hasil penelitian secara umum diantaranya Terdapat 81% data penulisan huruf kapital benar pada judul teks deskripsi. 49% data penulisan huruf kapital benar pada awal kalimat teks deskripsi. 25% data penulisan huruf kapital benar pada nama orang dalam teks deskripsi. Dan 6% data penulisan huruf kapital benar pada nama geografi dalam teks deskripsi. Selanjutnya ditemukan data penulisan huruf kapital tidak benar diantaranya terdapat 19% data penulisan huruf kapital tidak benar pada judul teks deskripsi. 51% data penulisan huruf kapital tidak benar pada awal kalimat teks deskripsi. 75% data penulisan huruf kapital tidak benar pada nama orang dalam teks deskripsi. Dan 94% data penulisan huruf kapital tidak benar pada nama geografi dalam teks deskripsi.
Analisis Kemampuan Komunikasi Matematis Siswa Kelas VI pada Penyelesaian Soal Cerita Penjumlahan Bilangan Bulat Trya Putriyani; Karlimah Karlimah
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 7, No 2 (2020): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/pedadidaktika.v7i2.26377

Abstract

Sering dijelaskan bahwa menyelesaikan soal cerita dapat menggunakan sistematika Polya. Sistematika penyelesaian yang menuntut penjawab soal menggunakan kemampuan komunikasi matematis.Namun tidak sedikit kemampuan komunikasi matematis siswa kelas VI dalam menyelesaikan soal cerita penjumlahan bilangan bulat yang belum komunikatif. Berdasarkan hal tersebut peneliti tertarik melakukan penelitian mengenai kemampuan komunikasi matematis siswa kelas VI sekolah dasar pada penyelesaian soal cerita penjumlahan bilangan bulat. Secara umum tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan kemampuan komunikasi matematis siswa pada penyelesaian soal cerita penjumlahan bilangan bulat. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitataif. Penelitian ini dilaksanakan di SDN Sukasari dengan melibatkan siswa dan guru kelas VI.  Teknik pengumpulan data yang digunakan yang digunakan berupa tes, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan komunikasi matematis siswa kelas VI sekolah dasar pada penyelesaian soal cerita penjumlahan bilangan bulat adalah menuliskan permasalahan dengan bahasa sendiri sebagai bentuk pemahaman pada soal, menyatakan soal cerita ke dalam bentuk gambar ilustrasi atau simbol matematika, dan menuliskan sistematika penyelesaian soal cerita penjumlahan bilangan bulat, sedangkan kemampuan menuliskan perencanaan penyelesaian soal cerita penjumlahan bilangan bulat dengan bahasa sendiri tidak muncul. 
Media Puzzle Suku Kata dalam Pembelajaran Membaca Menulis Permulaan (MMP) di Kelas I Sekolah Dasar Retno Uly Nevyanti; Hodidjah Hodidjah; Resa Respati
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 4, No 2 (2017): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (464.402 KB) | DOI: 10.17509/pedadidaktika.v4i2.7179

Abstract

Media pembelajaran memiliki peranan penting dalam kegiatan belajar mengajar di kelas, sebagai alat penyampai informasi dari guru kepada siswa agar pembelajaran berjalan secara optimal. Studi pendahuluan di Sekolah Dasar ditemukan bahwa penggunaan media pembelajaran di kelas rendah masih jarang. Guru menggunakan media spidol dan papan tulis dalam menjelaskan pembelajaran membaca dan menulis, padahal siswa kelas rendah membutuhkan media yang dapat dimanipulasi sehingga menimbulkan pengalaman langsung bagi siswa. Hasil identifikasi dan analisis masalah tersebut ditindak lanjuti peneliti dengan merancang media puzzle suku kata sebagai solusi dalam pembelajaran membaca menulis permulaan (MMP) di kelas I Sekolah Dasar, seperti yang diungkapkan oleh Radja, bahwa “puzzle dapat melatih sisi kreativitas dan pola berfikir siswa terhadap suatu tugas sederhana”. Penelitian ini menggunakan metode Design Based Research (DBR) yang dikembangkan oleh Reeves untuk merancang, mengembangkan, dan menguji kelayakan suatu produk dalam mengatasi masalah dalam pembelajaran. Produk dirancang menggunakan aplikasi Microsoft Word. Subjek penelitian adalah guru dan siswa kelas I sekolah dasar. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, validasi ahli, dan observasi terhadap perlakukan siswa selama penggunaan produk. Rancangan produk dinyatakan layak oleh validator ahli dan dilakukan uji coba/implementasi pada sekolah dasar tempat penelitian setelah melakukan revisi. Implementasi produk dilakukan pada dua sekolah, yakni di SDN Dadaha dan SDN 2 Pengadilan. Secara umum produk dinyatakan layak digunakan sebagai media pembelajaran membaca menulis permulaan berdasarkan tanggapan guru dan hasil observasi perlakuan siswa terhadap produk. Refleksi dari pengembangan produk yakni menghasilkan media puzzle suku kata dalam pembelajaran MMP di kelas I Sekolah Dasar yang dikemas dalam kotak (kit).
Kemampuan Bercerita Siswa SD Menggunakan Buku Pop Up Elin Marlina; Seni Apriliya; Ghullam Hamdu
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 5, No 1 (2018): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (505.624 KB) | DOI: 10.17509/pedadidaktika.v5i1.7214

Abstract

Kemampuan bercerita merupakan salah satu kompetensi berbicara yang harus di capai oleh siswa dalam kegiatan pembelajaran, tetapi berdasarkan temuan di lapangan bahwa kemampuan siswa di sekolah dasar kelas rendah masih rendah. Kemampuan siswa yang belum optimal disebabkan pembelajaran bercerita di kelas rendah belum mempertimbangkan teori perkembangan individu siswa serta proses pembelajaran yang masih menggunakan metode teacher center. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan awal siswa dalam bercerita, serta kemampuan siswa dalam bercerita menggunakan buku Pop Up. Buku Pop Up digunakan untuk membantu siswa dalam bercerita. Metode penelitian yang digunakan yaitu analisis deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian yang digunakan adalah siswa kelas II-B SDN Sukamulya sebanyak 6 orang. Data diperoleh melalui observasi dengan cara perekaman kemampuan siswa dalam bercerita, dan studi  dokumentasi untuk menganalisis kemampuan siswa bercerita. Hasil menunjukan bahwa kemampuan siswa dalam bercerita menggunakan buku Pop Up mengalami kemajuan dalam aspek ketepatan makna keseluruhan cerita dan aspek kelancaran. Makna cerita diperoleh dari capaian keseluruhan kompetensi bercerita, diantaranya kesesuaian isi cerita, logika urutan cerita, pelafalan kata, ketepatan kalimat. Hal tersebut menjadi gambaran bagi peneliti bahwa kemampuan siswa dalam bercerita masih dapat berkembang di berberapa aspek dengan pemberian stimulus yang baik dan disesuaikan dengan tingkat perkembangan individu siswa, salah satunya yaitu pembelajaran bercerita dengan menggunakan buku Pop Up.
Penggunaan Bahasa Gaul Pada Peserta Didik Sekolah Dasar Diyan Suprapti; Seni Apriliya; Akhmad Nugraha
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 8, No 3 (2021): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (795.039 KB) | DOI: 10.17509/pedadidaktika.v8i3.39247

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh banyaknya peserta didik sekolah dasar (SD) yang menggunakan variasi bahasa gaul. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan penggunaan dan pemerolehan bahasa gaul berdasarkan gender pada peserta didik SD. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode survei menggunakan kuisioner 100 kosa kata bahasa gaul dengan partisipan 20 peserta didik laki-laki dan 20 peserta didik perempuan kelas VI di salah satu SD di kota Tasikmalaya. Hasil penelitian menunjukan peserta didik SD memahami dan menggunakan bahasa gaul untuk berkomunikasi. Peserta didik perempuan lebih aktif menggunakan bahasa gaul daripada peserta didik laki-laki. Bahasa gaul yang digunakan oleh peserta didik diperoleh dari media sosial seperti youtube dan tiktok serta dari komunikasi yang dilakukan di lingkungan sekitar. Terdapat tujuh bentuk bahasa gaul yang paling sering digunakan oleh peserta didik SD yaitu; (1) bentuk kata ganti, seperti kata ganti saya atau aku menjadi kata gua, (2) bentuk serapan, seperti kata epribadih yang berasal dari serapan bahasa Inggris kata everybody, (3) bentuk pemenggalan, seperti kata gosah pemenggalan dari kata ga usah atau tidak usah, (4) bentuk kontraksi, seperti kata mabar yang berasal dari frasa main bareng, (5) bentuk akronim, seperti kata OTW yang berasal dari kata On The Way (6) bentuk inversi, seperti kata kuy yang berasal dari kata “yuk”, (7) bentuk kreatif, seperti kata yoi yang berasal dari kata “iya”.
Upaya Meningkatkan Kemampuan Lompat Jauh Siswa Kelas Sekolah Dasar melalui Model Bermain Lompat Katak Totong Totong
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 7, No 3 (2020): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (798.237 KB) | DOI: 10.17509/pedadidaktika.v7i3.28027

Abstract

AbstrakPenelitian ini disusun atas dasar permasalahan yang muncul pada materi pembelajaran lompat jauh  yaitu belum tercapainya nilai materi lompat jauh pada siswa kelas 4  SD negeri 1 Margaharja   sesuai dengan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang telah ditetapkan. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan lompat jauh siswa kelas 4 SD negeri 1 Margaharja melalui model bermain lompat katak. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) yang terdiri dari dua siklus. Subjek penelitian adalah siswa kelas 4  SD negeri 1 Margaharja   berjumlah 25 siswa terdiri dari 10 orang siswa laki-laki dan 15 orang siswa perempuan. Penelitian berlangsung dari bulan Pebruari sampai dengan bulan Mei 2019, pada semester 2 tahun pelajaran 2018 / 2019. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah: (1) observasi terhadap aktivitas guru, (2) observasi terhadap Aktivitas siswa (3) tes proses kemampuan lompat jauh, dan (4) tes hasil Kemampuan lompat jauh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran lompat jauh melalui model bermain lompat katak yang dilakukan selama 2 siklus dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Hal ini terbukti dari nilai tes kemampuan lompat jauh siswa dapat mencapai KKM sebesar 75% dari jumlah siswa yang diteliti. Hasil evaluasi sebelum dilakukan tindakan siswa yang mendapat nilai mencapai KKM baru sejumlah 4 atau 16 %, pada siklus I terjadi penambahan jumlah siswa yang memiliki kemampuan sama atau di atas KKM yaitu 18 siswa atau 72 %, dan pada siklus II jumlah siswa yang memiliki kemampuan lompat jauh sama atau di atas KKM sebanyak 24 siswa atau 96%. Hal ini membuktikan bahwa model bermain lompat katak yang digunakan sebagai metode pembelajaran lompat jauh sangat efektif untuk meningkatkan kemampuan dan hasil belajar.
Analisis Gaya Bahasa Dalam Puisi Anak Andi Komara Faudillah; Dian Indihadi
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 5, No 3 (2018): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (737.594 KB) | DOI: 10.17509/pedadidaktika.v5i3.12191

Abstract

Penelitian ini di latar belakangi oleh kemampuan siswa Kelas IV SD Negeri Sambongpermai dalam pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia mendapatkan penugasan untuk menulis puisi oleh guru. Guru memberikan tugas kepada siswa untuk menulis sebuah puisi sesuai dengan tema yang di berikan. Kemudian puisi tersebut di jadikan dasar penilaian guru untuk menentukan kualitas puisi karya siswa. Ternyata, penilaian kemampuan siswa menulis puisi khususnya dalam penggunaan gaya bahasa belum dilaksanakan. Sehingga penggunaan gaya bahasa dalam stuktur fisik puisi karya anak belum di ketahui. Hal itu diidentifikasi sebagai fokus penelitian. Dalam penelitian ini, siswa ditugaskan untuk menulis puisi dengan tema Guru, kemudian puisi tersebut akan dianalisis dari segi penggunaan gaya bahasa. Penggunaan gaya bahasa tersebut di jadikan rumusan masalah. Rumusan masalah penelitian ini berpusat pada penggunaan gaya bahasa, dan dilihat dari keterkaitan gaya bahasa dengan isi puisi. Sehingga dapat ditemukan kemampuan siswa dalam menggunakan gaya bahasa dan hasilnya dapat digunakan untuk mendeskripsikan penggunaan gaya bahasa dalam puisi siswa tersebut.Penelitian ini disusun dengan menggunakan metode deskriptif melalui pendekatan  kualitatif. Penelitian ini ditujukan untuk mendeskripsikan dalam hal penggunaan gaya bahasa dan keterkaitan gaya bahasa dengan isi puisi dalam puisi karya siswa dengan tema Guru. Setelah itu peneliti melakukan analisis terhadap 40 puisi karya siswa dengan tema Guru. Berdasarkan analisis yang dilakukan peneliti terhadap 40 puisi  yang di tulis siswa, ternyata siswa mampu menggunakan gaya bahasa dan terdapat keterkaitan gaya bahasa dengan isi puisi yang di tulis oleh siswa. Kata Kunci: Gaya Bahasa, Puisi
Pengembangan Instrumen Tes Higher-Order Thinking Skill pada Pembelajaran Tematik berbasis Outdoor Learning di SD Desi Fitriani; Yusuf Suryana; Ghullam Hamdu
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 5, No 1 (2018): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (529.41 KB) | DOI: 10.17509/pedadidaktika.v5i1.7348

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan instrumen tes kemampuan berpikir tingkat tinggi (higher-order thingking skill) berbasis outdoor learning untuk siswa kelas IV sekolah dasar. Penelitian ini dilaksanakan bertujuan untuk 1) mengembangkan instrumen tes kemampuan berpikir tingkat tinggi berbasis outdoor learning di sekolah dasar.; 2) memvalidasi instrumen tes melalui validasi ahli dan validitas empiris. Validasi ahli dilakukan dengan mengkonsultasikan rancangan produk pengembangan kepada dosen ahli. Validitas empiris dilakukan dengan menggunakan rumus korelasi product moment, sedangkan penentuan reliabilitas menggunakan formula Alpha Cronbach. Penelitian ini menggunakan metode Design Based Research. Pengembangan model ini terdiri dari 4 tahap yaitu tahap yaitu 1) identifikasi dan analisis masalah oleh peneliti dan praktisi secara kolaboratif 2) mengembangkan solusi yang didasarkan pada patokan teori, design principle yang ada dan inovasi teknologi 3) melakukan proses berulang untuk menguji dan memperbaiki solusi secara praktis 4) refleksi untuk menghasilkan design principle serta meningkatkan implementasi dari solusi secara praktisi. Hasil penelitian berupa 1) 22 butir soal kemampuan berpikir tingkat tinggi; 2) validasi oleh para ahli menyatakan bahwa instrumen penilaian ini layak digunakan sebagai alat penilaian, sedangkan dalam validasi empiris dinyatakan secara keseluruhan hasil dari pengujian menggunakan rumus product moment butir soal telah dinyatakan valid. Penentuan reliabilitas dengan menggunakan formula alpha Cronbach memiliki nilai reliabilitas sebesar 0,935 yang dikategorikan reliabel tinggi. Hasil yang diperoleh secara keseluruhan dalam penelitian pengembangan ini bahwa instrumen penilaian kemamuan berpikir tingkat tinggi ini dikatakan valid dan reliabel sebagai bentuk penilaian.
Analisis Tulisan Teks Eksplanasi Peserta Didik Kelas V Sekolah Dasar Vivel Wigaf Lawatri; Dian Indihadi
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 8, No 4 (2021): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (768.945 KB) | DOI: 10.17509/pedadidaktika.v8i4.41817

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya materi menulis eksplanasi di kelas V Sekolah Dasar. Adapun Kompetensi Dasar di kelas V adalah meringkas teks penjelasan (eksplanasi) dari media cetak atau elektrinik. Lalu menyajikan ringkasan teks penjelasan (eksplanasi) dari media cetak atau elektronik dengan menggunakan kosa kata baku dan kalimat efektif secara lisan, tulis dan visual. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan terhadap tulisan teks eksplanasi peserta didik kelas V SD Kartika Siliwangi 3 Kab. Garut. Tulisan teks eksplanasi peserta didik kemudian dianalisis berdasarkan lembar tugas menulis siswa kemudian dianalisis melalui rubrik penilaian. Dalam penulisan teks eksplanasi terdapat dua aspek yaitu aspek isi dan aspek kebahasaan dengan beberapa indikator diantaranya kesesuaian isi gagasan dengan judul, ketepatan struktur kalimat, keterpaduan antarkalimat, keterpaduan antarparagraf, originalitas isi tulisan, berdasarkan fakta, penulisan huruf kapital, kelengkapan  penulisan diksi (kata), penulisan tanda baca, dan kerapihan tulisan. Penelitian ini dilaksanakan di SD Kartika Siliwangi 3 Kab. Garut. Subjek dalam penelitian ini yaitu 10 orang peserta didik kelas V Sekolah Dasar. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan metode analisis deskriptif dan pengambilan data yang dilakukan sebanyak dua kali melalui pretest dan  posttest. Berdasarkan penelitian, dideskripsikan bahwa isi tulisan teks eksplanasi peserta didik di kelas V SD Kartika Siliwangi 3 hanya 3 dari 10 peserta didik yang memenuhi aspek. Sedangkan aspek kebahasaan tulisan teks eksplanasi peserta didik di kelas V SD Kartika Siliwangi 3 hanya 2 dari 10 peserta didik yang memenuhi aspek. 
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PICTURE AND PICTURE UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN SISWA TENTANG KENAMPAKAN ALAM DI SD Reni Andriyani; Syarip Hidayat; Nana Ganda
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 1, No 1 (2014): Pedadidaktika
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (300.326 KB) | DOI: 10.17509/pedadidaktika.v1i1.4682

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh kesulitan siswa dalam memahami materi kenampakan alam Tujuan umum penelitian ini adalah untuk memperoleh data secara akurat dalam penerapan model pembelajaran picture and picture untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas V SDN 4 Pamalayan Kecamatan Cijeungjing  Kabupaten Ciamis dalam  materi kenampakan alam. Oleh karena itu peneliti mengadakan penelitian dengan menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan mengacu kepada Model Kemmis Dan MC. Taggart.  Subjek penelitian ini adalah siswa kelas V sebanyak 18 orang. Dalam penelitian ini berlangsung dalam dua siklus.  Hasil penelitian dapat diperoleh bahwa tes kemampuan awal siswa hanya mencapai 62%, setelah dilaksanakan siklus I mengalami peningkatan  yaitu mencapai 69%, setelah dilaksanakan siklus II mengalami peningkatan yaitu 77%.