cover
Contact Name
Elan Ardri Lazuardi,
Contact Email
humaniora@ugm.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
humaniora@ugm.ac.id
Editorial Address
Humaniora Office d.a. Fakultas Ilmu Budaya UGM, Gedung G, Lt. 1 Jalan Sosiohumaniora, Bulaksumur, Yogyakarta 55281 Indonesia
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Humaniora
ISSN : 08520801     EISSN : 23029269     DOI : 10.22146/jh
Core Subject : Humanities,
Humaniora focuses on the publication of articles that transcend disciplines and appeal to a diverse readership, advancing the study of Indonesian humanities, and specifically Indonesian or Indonesia-related culture. These are articles that strengthen critical approaches, increase the quality of critique, or innovate methodologies in the investigation of Indonesian humanities. While submitted articles may originate from a diverse range of fields, such as history, anthropology, archaeology, tourism, or media studies, they must be presented within the context of the culture of Indonesia, and focus on the development of a critical understanding of Indonesia’s rich and diverse culture.
Articles 950 Documents
TANAH: Soal Mati Hidup Petani di Mana Saja Tierra Muerte dan Tierra Y Libertad: Suatu Tinjauan Antropologi Hans J Daeng
Humaniora No 8 (1998)
Publisher : Faculty of Cultural Sciences, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (854.108 KB) | DOI: 10.22146/jh.2061

Abstract

Keadaan kacau yang terjadi di kota Meksiko tahun 1996 para pemberontak Tupac Amaru menyandera para diplomat yang sedang . berpesta pora di kediaman duta besar Jepang di Meksiko. Pasukan petani pembetontak dengan pakaian seragam dan kemahiran tinggi memanuver sebagai militer profesional, menyebut diri sebagai Zapatista National Liberation Army menghubungkannya dengan gerakan Tentara Pembebasan Nasional Zapatista. Agar diperoleh gambaran rinci tentang keadaan ini, baiklah diketahui terlebih dahulu latar belakang historis dan sosial-budaya Meksiko. Hal ini perlu diketahui untuk dapat mengerti apa dan siapa Zapatista itu dan mengapa namanya digunakan dalam upaya pemberontakan yang membebaskan itu.
Memahami Novel sebagai sebuah Pribadi Heru Marwata
Humaniora No 8 (1998)
Publisher : Faculty of Cultural Sciences, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1018.302 KB) | DOI: 10.22146/jh.2062

Abstract

Membaca novel adalah sebuah proses melibatkan diri dalam sesuatu yang ada dalam cerita. Keterlibatan ini dapat bersifat emosional, nostalgia atau pengingatan kembali atas sesuatu yang terlupakan, dapat juga berupa paket perenungan, tetapi bisa juga berupa aktivitas yang ala kadarnya saja. Keterlibatan pembaca dalam sebuah novel tidak harus merupakan kehadiran secara fisik yang berarti ikut menjalani atau mengalami secara badaniah semua rentetan peristiwa di dalamnya, tetapi bisa merupakan keterlibatan secara psikologis atau imajinatif belaka. Jika keterlibatan pembaca itu menjadi semakin jauh, bahkan menimbulkan perenungan yang lebih mendalam, atau membangkitkan keinginan untuk melakukan perunutan dan pembuktian atas sesuatu, atau mungkin melahirkan penelitian terperinci, semua itu merupakan cerita lain yang sebenarnya bersifat manasuka dan sangat tergantung pada keinginan, niat, minat atau tujuan yang ingin dicapai.
SINESTESIA : Studi tentang Mekanisme Perpindahan, Dominasi, dan Tingkat Kekongkretan Tanggapan Indera secara Linguistis I Dewa Putu Wijana
Humaniora No 8 (1998)
Publisher : Faculty of Cultural Sciences, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (799.606 KB) | DOI: 10.22146/jh.2063

Abstract

Metafora adalah ciri fundamental setiap bahasa yang masih berkembang. Di samping sebagai alat untuk mengembangkan potensi kosakata, unsur bahasa ini merupakan alat yang penting untuk mengongkretkan pengalaman manusia, baik pengalaman mental maupun kultural sehingga pengalaman-pengalaman itu lebih mudah dibayangkan. Sehubungan dengan fungsinya itu, makna metafora tidak dapat dijangkau secara langsung dari lambang kiasnya karena makna yang dimaksud terdapat pada prediksi ungkapan kebahasaan itu (Wahab, 1990:1421). Jadi, motatara adalah pengalaman akan sejenis hal yang dimaksudkan untuk perihal yang lain Verhaar (1977:129) dalam hal ini menggunakan istilah "penyimpangan" untuk istllah "untuk perihal yang lain" ini. Menurutnya metatora adalah penyimpangan penerapan makna kata untuk referen yang lain. Di dalam pemakaian yang literal makna kata dan referennya bersifat konjungtif, sedangkan di dalam metafora hubungannya bersifat disjungtif.
Akulturasi sebagai Mekanisme Perubahan Kebudayaan Kodiran Kodiran
Humaniora No 8 (1998)
Publisher : Faculty of Cultural Sciences, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (790.422 KB) | DOI: 10.22146/jh.2064

Abstract

Studi dan penelitian masalah pertemuan antar kebudayaan merupakan suatu kegiatan baru di dalam kajian antropologi.Hal ini disebabkan oleh semakin bertambahnya kegiatan penyelidikan kontak kebudayaan pads beberapa abad terakhirini. Hal itu menghasilkan berbagai kenyataan bahwa semua masyarakat dan kebudayaan yang hidup di dunia ini selalubergerak, berubah dan barkembang. Demikian pula, banyak data dari kumpulan kitab etnografi sudah tidak sesusai dengankeadaan masa kini. Dengan intensifnya pangaruh penyebaran unsur-unsur kabudayaan di seluruh penjuru dunia padaabad-abad sambilan belas dan dua puluhan ini menyebabkan kian menghilangnya bentuk-bentuk masyarakat primitif dan terasing. Akulturasi akan terjadi apabila terdapat dua kebudayaan atau lebih yang berbeda sama sekali (asing dan asli) berpadu sehingga proses-proses ataupun penebaran unsur-unsur kebudayaan asing secara lambat laun diolah sedemikian rupa ke dalam kebudayaan asli dangan tidak menghilangkan identitas maupun keasliannya.
Teori Linguistik Tradisional Jawa dan Masalahnya Marsono Marsono
Humaniora No 8 (1998)
Publisher : Faculty of Cultural Sciences, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (945.672 KB) | DOI: 10.22146/jh.2065

Abstract

Banyak istilah kebahasaan dalam teori linguistik tradisional behasa Jawa yang jika istilah itu diterapkan untuk menganalisa suatu objek kebahasaan akan menimbulkan banyak permasalahan. Istilah yang merupakan seperangkat teori yang semestinya dapat dipakai untuk menganalisis data bahasa atau dapat diterapkan untuk membantu dalam pengajaran babasa marah menyulitkan bagi pemakainya. lstilah-istilah itu sudah tidak sesuai dengan perkembangan linguistik dewasa ini.Kerangka teori dengan seperangkat istilah-istilahnya akan memberikan arah dalam pelaksanaan penelitian. Teori akanmenentukan suatu hasil penelitian. Dengan teori yangberbeda, hasil penelitian akan berbeda. Dalam banyak buku tata bahasa tradisional bahasa Jawa terdapat istilah morfemisyang bila diterapkan untuk menganalisis kata justru membingungkan dan banyak menimbulkan masalah.
ANTARA "BERITA" DAN "CERITA" : Beberapa Catatan Singkat tentang Kaitan Sejarah dan Sastra Muh Arif Rokhman
Humaniora No 8 (1998)
Publisher : Faculty of Cultural Sciences, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (990.02 KB) | DOI: 10.22146/jh.2066

Abstract

Studi sastra modern telah melepaskan diri dari keterikatannya terhadap model yang membatasi metode studinya hanya pada ilmu sastra. Studi sastra yang dimaksud telah mengakomodasi berbagai teori dari disiplin-disiplin ilmu yang berbeda-beda. Hal ini disebabkan adanya persinggungan studi tersebut dengan disiplin-disiplin lain, seperti studi budaya (cultural studies), antropologi, psikologi, filsafat, dan sejarah dalam memandang objek studinya, yakni tekS. Di Eropa dan Amerika, berbagai buku dan jurnal telah terbit sebagai hasil dari studi-studi interdisipliner semacam itu, misalnya literary into Cultural Studies (Easthope, 1991), Psychoanalytic Literary Criticism (Ellmann, 1994). Mosaic (Hinz, 1997, 30/11) New Literary History (Cohen, 1997, 28/31). Tulisan ini melihat beberapa formulasi hubungan antara sejarah dan sastra dalam perspektif sastra. Alasannya adalah karena beberapa teori sastra dipengaruhi oleh cara pandang antarruang dan waktu. Di samplng itu, terdapat karya sastra yang dianggap mengandung unsut-unsur historis karena seolah-olah karya tersebut mempunyai acuan pada peristiwa sejarah.
Ketandaan Syariat dan Hakikat dalam Ma'ul-Chayat li Ahlil-Mamat: Analisis Semiotik Sangidu Sangidu
Humaniora No 8 (1998)
Publisher : Faculty of Cultural Sciences, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1007.013 KB) | DOI: 10.22146/jh.2069

Abstract

Ma'ul-Chayat li Ahlil-Mamat selanjutnya disingkat Ma'ul-Chayat adalah salah satu karya di antara karya-karya Syeikh Nuruddin Ar-Raniri (selanjutnya disebut Nuruddin) yang kurang lebih berjumlah 33 (tiga puluh tiga) karya (Chamamah-Soeratno, dkk., 1982,30-62; Daudy, 1978,13; 1983:48). Karya ini merupakan salah satu khazanah sastra Melayu klasik yang tinggi nilainya (Djamaris, 1984:142). Di dalamnya berisi ajaran-ajaran yang dapat dijadikan pedoman bagi masyarakat maupun raja pada waktu itu dalam kehidupan bermasyarakat dan benegara (Chamamah-Soeratno, dkk., 1982:2). Hasil sastra Melayu klasik, dalam halini Ma'ul-Chayat itu tidak lain berupa naskah yang sekarang tersimpan di berbagai perpustakaan dan museum. Naskah di sini yang dimaksudkan adalah hasil sastra yang ditulis dengan tangan pada kertas dengan tulisan Jawi (Arab-Melayu).
KAUMAN: A Moslem Neighborhood of Yogyakarta Sjafri Sairin
Humaniora No 8 (1998)
Publisher : Faculty of Cultural Sciences, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (798.271 KB) | DOI: 10.22146/jh.2070

Abstract

This brief paper is meant to discuss the social and economic life of a united community who lives in the kampong of Kauman.It is a residence which is situated in the heart of Yogyakarta toward the west of Northern Aloon-aloon, to be precise. This particular kampong is interesting to discuss for some reasons. First, it is the one that none of us could separate fromthe history of Yogyakarta. More importantly, it is dennitely a part of the sultanate bureaucratic system of the kraton. Beyond doubt, the kampong reflects, too, the dimensions of yesterday, today and tomorrow. Second, since Yogyakarta was founded, Kauman has become a Javanese community which, according toGeertz (1960) is caned a Santri society. They profess Islam and obediently perform their religious obligations, which distinguishes themselves from the communities in the other kampongs in Yogyakarta. Third , the Muhammadiyah organization was founded in this kampong by K.H . Dahlan in 1912.lt is indeed an organization which has been considered as the Islamic reformer in Indonesia. People from all over the country now accept his organization as the most influential, and so do people from the neighboring countries especially Southeast Asia . This organization has thousands of schools, hundreds of hospitals and clinics, orphanages and old folk's homes, in addition to hundreds of universities and Institutions of higher education, which are available in every corner of the country.
Reorganisasi Agraria di Surakarta pada 1918 dan Akibatnya terhadap Petani dan Perusahaan Belanda Soegijanto Padmo
Humaniora No 8 (1998)
Publisher : Faculty of Cultural Sciences, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1521.996 KB) | DOI: 10.22146/jh.2071

Abstract

Reorganisasi Agraria yang dilaksanakan di Karesidenan Surakarta pada 1918 kecuali memberikan hak yang lebihkuat kepada petani penggarap tetapi juga sebenarnya memberikan beban atau dengan kata lain tanggung jawab kepada perusahaan perkebunan yang milik modal Belanda untuk menyelenggarakan pengusahaan tanaman pangan bagi kepentingan masyarakat petani di wilayah kerjanya. Dalam kaitann ya dengan hal Itu, pengusaha Belanda menuntut berbagai kemudahan yang mereka pernah nikmatipada masa diberlakukannya apanage stelsel. Dalam pelaksanaan Reorganisasi ini terkait sekurang-kurangnya tiga pihak yaitu Sunan, petani dan perusahaan perkebunan. Dalam berhubungan dengan Sunan dan petani, pengusaha Belanda lebih banyak memanfaatkan pengaruh pejabat lokal Belanda.Satu perubahan penting dalam penguasahaan tanah yang empengaruhi pengusahaan tembakau di daerah Swapraja yang terjadi pada kurun 1917-1915, ketika itulah suatu Reorganisasi Agraria dilaksanakan yang mengakibatkan sistem apanage diakhiri yang memberikan kemudahan perusahaan perkebunan dalam memperoleh tanah pada abad 19. Sistem aparnage merupakan sistem yang unik di Daerah Swapr ja dan tak pernah diterapkan di daerah yang dlkuasai langsung oleh Kompeni di bagian lain dari putau Jawa dan Madura. Sistem ini telah memberikan perusahaan perkebunan Belanda yang bekerja di situ satu kemudahan yang sangat besar dalam bentuk penyediaan tanah dan tenaga kerja secara murah, meskipun ada beberapa kelemahan dari sistem itu sendiri.
Penelitian Kualitatif Sastra Berperspektif Feminis Sugihastuti Sugihastuti
Humaniora No 8 (1998)
Publisher : Faculty of Cultural Sciences, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (760.909 KB) | DOI: 10.22146/jh.2072

Abstract

Dasar pemikiran dalam penelitian sastra berperspektif feminis adalah upaya pemahaman kedudukan dan peran perempuan seperti tercermin dalam karya sastra. Pertama, kedudukan dan peran para tokoh perempuan dalam karya sastra Indonesia menunjukkan masih didominasi oleh laki-laki. Dangan demikian, upaya pemahamannya merupakan keharusan untuk mengetahui ketimpangan gender dalam karya sastra, seperti terlihat dalam realitas sehari-hari masyarakat. Kedua, dari resepsi pembaca karya sastra Indonesia, secara sepintas terlihat bahwa para tokoh perempuan dalam karya sastra Indonesia tertinggal dari laki-laki, misalnya dalam hal latar sosial pendidikannya, pekerjaannya, perannya dalam masyarakat dan -pendeknya- derajat mereka sebagai bagian integral susunan masyarakat. Ketiga, masih adanya resepsi pembaca karya sastra Indonesia yang menunjukkan bahwa hubungan antara laki-laki dan perempuan hanyalah merupakan hubungan yang didasarkan pada pertimbangan biologis dan sosial-ekonomis semata-mata. Muncul pertanyaan, apakah penelitian sastra berpetspektif feminis merupakan disiplin ilmu yang akademis? Apakah penelitian ini mempunyai metodologi yang terpisah dari ilmu sosial lain? Bagaimana mengkaji variabel-variabel data para tokoh perempuan dalam karya sastra? Bagaimanakah penelitian sastra berperspektif feminis ini menekankan analisisnya pada analisis gender?

Filter by Year

1989 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 37, No 1 (2025) Vol 36, No 2 (2024) Vol 36, No 1 (2024) Vol 35, No 2 (2023) Vol 35, No 1 (2023) Vol 34, No 2 (2022) Vol 34, No 1 (2022) Vol 33, No 3 (2021) Vol 33, No 2 (2021) Vol 33, No 1 (2021) Vol 32, No 3 (2020) Vol 32, No 2 (2020) Vol 32, No 1 (2020) Vol 31, No 3 (2019) Vol 31, No 2 (2019) Vol 31, No 1 (2019) Vol 30, No 3 (2018) Vol 30, No 2 (2018) Vol 30, No 1 (2018) Vol 29, No 3 (2017) Vol 29, No 2 (2017) Vol 29, No 1 (2017) Vol 28, No 3 (2016) Vol 28, No 2 (2016) Vol 28, No 1 (2016) Vol 27, No 3 (2015) Vol 27, No 2 (2015) Vol 27, No 1 (2015) Vol 26, No 3 (2014) Vol 26, No 2 (2014) Vol 26, No 1 (2014) Vol 25, No 3 (2013) Vol 25, No 2 (2013) Vol 25, No 1 (2013) Vol 24, No 3 (2012) Vol 24, No 2 (2012) Vol 24, No 1 (2012) Vol 23, No 3 (2011) Vol 23, No 2 (2011) Vol 23, No 1 (2011) Vol 22, No 3 (2010) Vol 22, No 2 (2010) Vol 22, No 1 (2010) Vol 21, No 3 (2009) Vol 21, No 2 (2009) Vol 21, No 1 (2009) Vol 20, No 3 (2008) Vol 20, No 2 (2008) Vol 20, No 1 (2008) Vol 19, No 3 (2007) Vol 19, No 2 (2007) Vol 19, No 1 (2007) Vol 18, No 3 (2006) Vol 18, No 2 (2006) Vol 18, No 1 (2006) Vol 17, No 3 (2005) Vol 17, No 2 (2005) Vol 17, No 1 (2005) Vol 16, No 3 (2004) Vol 16, No 2 (2004) Vol 16, No 1 (2004) Vol 15, No 3 (2003) Vol 15, No 2 (2003) Vol 15, No 1 (2003) Vol 14, No 3 (2002) Vol 14, No 2 (2002) Vol 14, No 1 (2002) Vol 13, No 3 (2001) Vol 13, No 1 (2001) Vol 12, No 3 (2000) Vol 12, No 2 (2000) Vol 12, No 1 (2000) Vol 11, No 3 (1999) Vol 11, No 2 (1999) Vol 11, No 1 (1999) Vol 10, No 1 (1998) No 9 (1998) No 8 (1998) No 6 (1997) No 5 (1997) No 4 (1997) No 3 (1996) No 2 (1995) No 1 (1995) No 1 (1994) No 3 (1991) No 2 (1991) No 1 (1989) More Issue