cover
Contact Name
Putri Hana Pebriana
Contact Email
putripebriana99@gmail.com
Phone
+6285321149444
Journal Mail Official
putripebriana99@gmail.com
Editorial Address
https://j-innovative.org/index.php/Innovative/EditorialTeam
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Innovative: Journal Of Social Science Research
ISSN : 28074246     EISSN : 28074238     DOI : https://doi.org/10.31004
Innovative: Journal Of Social Science Research is a journal managed by Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai which bridges researchers to publish research results in all scientific fields (multidiscipline). This includes the fields of education, health, law, economics, IT (Informatics Engineering), Civil Engineering, Electrical Engineering, Mechanical Engineering, Fisheries, Agriculture, Social Humanities and other fields of science. Journal registered E-ISSN 2807-4238 and P-ISSN 2807-4246
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 14,096 Documents
Analisis Pemahaman Konsep Matematika Siswa Pada Materi Sistem Persamaan Linear Dua Variabel Di Kelas VII SMP Negeri 14 Medan Milka Simanjuntak; Samuel Juliardi Sinaga; Simon Panjaitan; Efron Manik
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 2 (2023): Innovative: Journal Of Social Science Research (Special Issue)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v3i2.1100

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemahaman konsep matematika siswa pada materi sistem persamaan linear dua variabel di kelas VIII SMP Negeri 14 Medan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah semua siswa kelas VIII-F SMP Negeri 14 Medan. Instrumen yang digunakan adalah lembar tes dan pedoman wawancara. Berdasarkan hasil penelitian data hasil tes pada indikator pertama sebanyak 88% dengan kategori sangat baik, pada indikator kedua sebanyak 84% dengan kategori baik. Pada indikator ketiga sebanyak 24% dengan kategori kurang. Pada Indikator keempat sebanyak 12% dengan kategori sangat kurang. Pada indikator kelima sebanyak 32% dengan kategori kurang. Pada indikator menggunakan, memanfaatkan, dan memilih prosedur atau operasi pada soal 4 sebanyak 8% dengan kategori sangat kurang, pada soal 5 sebanyak 32% dengan kategori kurang, pada soal nomor 8 sebanyak 28% dengan kategori kurang dan pada soal nomor 8 sebanyak 28% dengan kategori kurang. Pada indikator ketujuh sebanyak 16% dengan kategori sangat kurang. Berdasarkan analisis data yang telah dilakukan pada setiap indikator kemampuan pemahaman konsep matematika pada materi sistem persamaan linear dua variabel (SPLDV) yang dideskripsikan menjadi 3 kategori yaitu kemampuan tingkat tinggi, sedang dan rendah. Untuk kategori tinggi di dapatkan 2 orang siswa dengan persentase 8%, kategori sedang didapatkan 7 orang dengan persentase 28%. kategori rendah didapatkan 16 dengan persentase 64%. Sehingga disimpulkan kemampuan kemampuan pemahaman konsep matematika pada materi sistem persamaan linear dua variabel (SPLDV) di SMP Negeri 14 Medan masih rendah. Kata Kunci: Pemahaman konsep, Sistem Persamaan Linear Dua Variabel, Konsep Matematika Abstract This study aims to determine students' understanding of mathematical concepts in the matter of a system of two-variable linear equations in class VIII SMP Negeri 14 Medan. This research used descriptive research with a qualitative approach. The subjects in this study were all students of class VIII-F of SMP Negeri 14 Medan. Based on the research results, the test results for the first indicator were 88% in the very good category, in the second indicator, 84% were in the good category. In the third indicator as much as 24% with less category. In the fourth indicator as much as 12% with very less category. In the fifth indicator as much as 32% with less category. On the indicators of using, utilizing, and selecting procedures or operations in question 4 as much as 8% in the very poor category, in question 5 as much as 32% in the less category, in question number 8 as much as 28% in the less category and in question number 8 as much as 28% less category. In the seventh indicator as much as 16% with very less category. Based on the data analysis that has been carried out on each indicator of the ability to understand mathematical concepts in the matter of a system of two-variable linear equations (SPLDV) which is described into 3 categories, namely high, medium and low level abilities. For the high category, 2 students were obtained with a percentage of 8%, while the medium category was obtained by 7 students with a percentage of 28%. low category got 16 with a percentage of 64%. So it was concluded that the ability to understand mathematical concepts in the matter of two-variable linear equation systems (SPLDV) at SMP Negeri 14 Medan is still low Keywords: Understanding the concept, System of Linear Equations of Two Variables, Mathematical Concepts.
Idealisme dan Implementasi Kurikulum Merdeka Belajar Pada Pendidikan di Sumatera Barat Fatimah Fatimah; Neviyarni Neviyarni; Irdamurni Irdamurni
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 2 (2023): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v3i2.1101

Abstract

Pendidik harus memahami dasar filosofis pendidikan, meskipun ada beberapa kekurangan. Pertama, asumsi yang bersifat normatif diperlukan dalam pendidikan karena pendidikan bersifat normatif. Teori filsafat, antara lain, dapat menjadi sumber asumsi pendidikan normatif. Panduan tentang apa yang harus diajarkan dan dicita-citakan dalam pendidikan akan diberikan oleh landasan filosofis pendidikan yang bersifat preskriptif dan normatif. Kedua, pemahaman pendidikan harus dilihat secara keseluruhan, bukan hanya secara parsial dan deskriptif. Pendekatan filosofis dapat digunakan untuk mewujudkan kajian pendidikan yang menyeluruh. Teori pendidikan seperti idealisme, realisme, pragmatisme, dan lain-lain berasal dari berbagai tradisi filosofis. Namun demikian, filosofi pendidikan nasional Indonesia adalah Pancasila. Dalam hal ini, kita harus mempelajari berbagai macam filsafat pendidikan, tetapi kita harus memastikan bahwa pendidikan kita berlandaskan Pancasila. Pendidik dapat lebih mudah menghindari terjerumus ke dalam filosofi pendidikan yang berbeda dengan memahami berbagai tradisi. Selain itu, selama tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip yang terkandung dalam Pancasila. Memahami landasan filosofis pendidikan akan membantu mencegah kesalahan dalam praktik pendidikan karena memahami pengertian filsafat, pengertian landasan filosofis pendidikan, dan konsep landasan filosofis pendidikan menurut berbagai aliran filsafat. Dalam tulisan ini, filsafat pendidikan idealisme akan dibahas secara khusus.
Penanaman Karakter Kejujuran Dan Kepatuhan Pada Aturan Sosial Dalam Proses Pembelajaran Ppkn Di SMP Negeri 2 Satu Atap Tebing Tinggi Yesi Sari Hokkop Togatorop; Hotmaida simanjuntak; Monalisa martha siahaan; kondios m.d. pasaribu
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 2 (2023): Innovative: Journal Of Social Science Research (Special Issue)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v3i2.1103

Abstract

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa : untuk mendorong karakter kejujuran Membiasakan jujur ​​sejak dini dalam belajar PPKn,mengerjakan ulangan harian dan ujian dengan jujur ​​tanpa menyontek mengajarkan tidak berbohong mengatakan kebenaran dalam kehidupan sehari-hari. Sekarang Termasuk ketaatan pada aturan sosial dalam pembelajaran kewarganegaraan Dalam artian, guru harus terlebih dahulu memberi contoh kepada siswa Ikuti aturan guru dengan benar. Hambatan untuk menumbuhkan karakter jujur Dalam belajar PPKn, sulit dikatakan jujur ​​jika tidak memahaminya Saat belajar, siswa masih sering melihat kebohongan di sekitar mereka. Meskipun batas peningkatan kepatuhan terhadap aturan sosial tetap ada Pembelajaran PPKn masih ada siswa yang terlambat masuk sekolah karena Jika bangun kesiangan, siswa berkumpul kembali dengan kelompoknya masing-masing. Solusi dan hambatan ditanamkan oleh sifat kejujuran, yang harus diatasi oleh guru Menjadi teladan bagi siswa dan memberikan contoh yang baik jujur ​​bahwa siswa merespon dengan meniru dan memberikan kejujuran itu Ajakan untuk tidak mencontek. Meski menjadi solusi atas keterbatasan penanaman karakter Menghormati aturan sosial melalui dorongan dan pembentukan kelompok Pembelajaran heterogen sehingga siswa dari lingkungan dapat mengatur dirinya sendiri khususnya di dalam kelas agar siswa mentaati tata tertib sekolah yang diberikan kepada siswaHukuman tersebut merupakan hukuman pendidikan. Kata Kunci: Karakter Kejujuran, Karakter Kepatuhan pada Aturan Sosial Pembelajaran PPKn. Abstract The results of this study indicate that: to encourage the character of honesty. Getting used to honesty from an early age in learning Civics, doing daily tests and exams honestly without cheating teaches not lying to tell the truth in everyday life. Now Includes obedience to social rules in civics learning. In a sense, the teacher must first set an example for students. Follow the teacher's rules correctly. Barriers to cultivating honest character In learning Civics, it's hard to be honest if you don't understand it. When studying, students still often see lies around them. Even though there is still a limit to increasing compliance with social rules in Civics learning, there are still students who are late for school because if they wake up late, students will reunite with their respective groups. Solutions and obstacles are instilled by the nature of honesty, which must be overcome by the teacher Being a role model for students and giving a good example honest that students respond by imitating and providing that honesty Invites not to cheat. Even though it is a solution to the limitations of character cultivation Respect for social rules through encouragement and the formation of heterogeneous learning groups so that students from the environment can organize themselves, especially in the classroom so that students obey the school rules given to students. The punishment is an educational punishment. Keywords: Character of Honesty, Compliance Character with Social Rules of Civics Learning.
Analisis Implementasi Kurikulum Merdeka Melalui Pembelajaran PJBL Pada Materi Segitiga Kelas VII SMP Negeri 13 Medan Desi Sonia Petlin Nainggolan; Agusmato Hutauruk; Ruth Mayasari Simanjuntak; Adi Suarman Situmorang; Samuel Juliardi Sinaga
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 2 (2023): Innovative: Journal Of Social Science Research (Special Issue)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v3i2.1104

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana Implementasi Kurikulum Merdeka dan Analisis Pembelajaran PjBL (Project Based Learning) Pada Materi Segitiga Kelas VII SMP Negeri 13 Medan. Jenis penelitian ini adalah penelitian Kualitatif deskriptif, subjek dari penelitian ini adalah kepala sekolah, guru dan peserta didik. Penelitian ini menggunakan instrumen pengumpulan data melalui tahap Observasi, wawancara, angket terhadap peserta didik dan dokumentasi. Setelah dilakukan penelitian di sekolah SMP Negeri 13 Medan tepat pada kelas VII-3, maka diperoleh data observasi dan wawancara mengenai pengimplementasian kurikulum merdeka. Dan diperoleh hasil uji analisis model pembelajaran PjBL terhadap peserta didik kelas VII-3 yaitu sebesar 70.26%. Dengan hasil sebesar itu, maka diperoleh kesimpulan praktis atau dapat digunakan namun perlu revisi kecil. Kata Kunci: Kurikulum Merdeka, Model Pembelajaran. AbstractThis study aims to find out how the Implementation of the Independent Curriculum and the Analysis of PjBL (Project Based Learning) Learning in Class VII Triangle Materials of SMP Negeri 13 Medan. This type of research is descriptive qualitative research, the subjects of this research are school principals, teachers and students. This study uses data collection instruments through the stages of observation, interviews, questionnaires to students and documentation. After conducting research at SMP Negeri 13 Medan right in class VII-3, observation and interview data were obtained regarding the implementation of the independent curriculum. And the results obtained from the PjBL learning model analysis test for class VII-3 students were 70.26%. With such big results, practical conclusions are obtained or can be used but need a small revision. Keyword: independent curriculum, learning model
Peran Karang Taruna dalam Meningkatkan Nilai Gotong Royong di Kampung Pancasila Desa Sitanggor Kecamatan Muara Kabupaten Tapanuli Utara Hotmaida Simanjuntak; Nova Yunita Sari Siahaan; Kondios Pasaribu; Dopita Rosa Nainggolan
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 2 (2023): Innovative: Journal Of Social Science Research (Special Issue)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v3i2.1107

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh memudarnya nilai gotong royong di masyarakat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peran Karang Taruna dalam meingkatkan nilai gotong royong dikampung pancasila desa sitanggor. Jenis metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif, pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Wawancara yang dilakukan merupakan wawancara yang terstruktur yang berarti peneliti menggunakan pedoman wawancara yang telah tersusun secara sistematis dan lengkap. Informan dalam penelitian ini adalah Pengurus karang taruna, anggota karang taruna, kepala desa, dan salah seorang masyarakat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tantangan yang dihadapi oleh Karang Taruna dalam meningkatkan nilai gotong Royong di kampung pancasila adalah penetapan desa Sitanggor manjadi kampung pancasila dan perkembangan teknologi. Faktor pendorong dalam meningkatkan nilai gotong royong yakni adanya koordinasi antara anggota dengan pengurus dan adanya semangat dari pemuda karang taruna. Sedangkan faktor penghambat dalam meningkatkan nilai gotong royong yaitu masalah finansial, SDM dan partisipasi masyarakat, dan fasilitas kurang lengkap. Peran Karang Taruna dalam meningkatkan nilai Gotong Royong diperlukan dan diperhatikan oleh masyarakat. Peran nyata tersebut yaitu aktif membantu setiap kegiatan dalam masyarakat yang memerlukan bantuan, menjadikan gotong royong sebagai program kerja berkelanjutan, tanggap dan aktif terhadap masalah atau bencana yang terjadi, dan paling penting adalah menjadikan Desa Sitanggor menjadi desa yang mencerminkan dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila. Kata Kunci: Karang Taruna, Nilai Gotong Royong Abstract This research is motivated by the waning value of mutual cooperation in society. The purpose of this study was to determine the role of Youth Organization in increasing the value of mutual cooperation in the pancasila village of Sitanggor. This research uses descriptive qualitative methods, data collection is done by observation, interview and documentation techniques. Interviews conducted are structured interviews, meaning that researchers use interview guidelines that have been arranged systematically and completely. The informants in this study were the youth organization board, youth organization members, the village head, and a member of the community. The results of this study indicate that the challenges faced by Youth Organization in increasing the value of mutual cooperation in the Pancasila village are the establishment of Sitanggor village as a Pancasila village and technological developments. The driving factor in increasing the value of mutual cooperation is the coordination between members and administrators and the enthusiasm of youth coral taruna. While the inhibiting factors in increasing the value of mutual cooperation are financial problems, human resources and community participation, and incomplete facilities. The role of Youth Organization in increasing the value of Gotong Royong is needed and considered by the community. The real role is to actively help every activity in the community that requires assistance, to make mutual cooperation as an ongoing work program, to be responsive and active in problems or disasters that occur, and most importantly to make Sitanggor Village a village that reflects and practices the values of Pancasila. Keywords: mutual cooperation value, youth organization
Persepsi Mahasiswa PPKn FKIP Universitas Riau Terhadap Pengesahan Undang-undang Nomor 3 Tahun 2022 Tentang Ibu Kota Negara (Studi Kasus Pasal 37 UU IKN) Anisa Safitri; Supentri Supentri; Indra Primahardani
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 2 (2023): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v3i2.1108

Abstract

Terbitnya Undang-undang Nomor 3 Tahun 2022 tentang Ibu Kota Negara (IKN) tidak terlepas dari gejolak dan dinamika di tengah masyarakat. Hal tersebut di karenakan mekanisme pembentukan regulasi ini tidak sepenuhnya sesuai dengan UU No.12 Tahun 2011, sehingga di indikasi cacat formil dan materiil, kemudian pengesahan regulasi juga tergolong cepat yakni selama 42 hari dan partisipasi masyarakat serta sosialisasi juga turut serta dipertanyakan pada regulasi ini. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimanakah persepsi mahasiswa PPKn FKIP Universitas Riau terhadap pengesahan UU No.3 Tahun 2022 tentang Ibu Kota Negara (Studi Kasus Pasal 37 UU IKN). Metode penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif, Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh bahwa nilai persentase rata-rata alternatif jawaban responden yaitu sebesar 44,23% yang berada pada kategori “Kurang Baik”. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa Persepsi Mahasiswa PPKn FKIP Universitas Riau Terhadap Pengesahan Undang-undang Nomor 3 Tahun 2022 (Studi Kasus Pasal 37 UU IKN) berada pada tingkat “Kurang Baik”.
Peran Kegiatan Kebhinekaan Modul Nusantara Program PMM Dalam Peningkatan Pengetahuan Budaya Mahasiswa Renita Br Saragih; Destriani Chrisnawati Nainggolan; Ferry Josua Simanullang; Fatimah Ria Sitompul
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 2 (2023): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v3i2.1110

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seperti apa besarnya peran Mata kuliah Modul Nusantara hingga memberikan dampak dalam meningkatkan Wawasan Kebhinekaan mahasiswa. Penelitian Ini menggunakan pendekatan kualitatif Deskriptif. Subjek penelitian ini adalah Museum Keratan Kasunan, Museum Radya Pustaka, Museum Keris. Pengumpulan data menggunakan metode Observasi dan Hasil Penelitian menunjukkan bahwa Mata Kuliah Modul Nusantara memiliki peran yang besar dalam meningkatkan wawasan Kebhinekaan mahasiswa Inbound antara lain; Pertama, Mahasiswa memiliki pengalaman dan pengetahuan baru terhadap Budaya dan sejarah yang sebelumnya tidak diketahui oleh mahasiswa; Kedua, Mahasiswa mampu merefleksikan dan menunjukan bagaimana melestarikan dan memiliki rasa untuk menjaga sejarah-sejarah yang berlaku di Indonesia yang masih menjadi suatu penghormatan negara atau tempat-tempat permuseuman yang harus tetap dijaga utuh bentuk kesejarahannya; Ketiga, Mahasiswa Memiliki karakter dan wawasan kebangsaan yang kuat dan moral yang tinggi untuk mengimbangi kecerdasannyaa menjadi kader muda bela negara yang memahami “Bhineka Tunggal Ika” sebagai kekayan Bangsa; Keempat, Mahasiwa Memiliki peran besar untuk menciptakan dan membangun serta menjaga keutuhan Budaya dan sejarah yang ada di Indonesia serta harus mampu memberikan bukti nyata dengan berinovasi dan berekreasi.
Improving Students Vocabulary Mastery by Using Ice Breaker Activities to the First Graders of SMP HKBP Sidorame Yolanda Sinaga; Rina Octavia Simarmata; Carolina Pakpahan; Sarma Panggabean
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 2 (2023): Innovative: Journal Of Social Science Research (Special Issue)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v3i2.1113

Abstract

Abstrak Kosakata adalah dasar untuk belajar bahasa asing. Tanpa kosa kata, siswa tidak akan mampu mengungkapkan dan menyampaikan pendapatnya, serta tidak akan mampu memahami orang lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan penguasaan kosa kata siswa dengan menggunakan aktivitas icebreaker. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas I SMP HKBP Sidorame yang berjumlah 32 siswa. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri dari perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi. Pengumpulan data dilakukan dengan data kuantitatif dan kualitatif. Data kuantitatif diambil dari hasil skor kosakata pada pre-test, post-test I dan post-test II, sedangkan data kualitatif diambil dari angket dan hasil observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada peningkatan pada penguasaan kosa kata siswa. Hal ini dapat dilihat dari nilai rata-rata pre-test siswa yaitu 40,78 dan nilai rata-rata pada post-test I adalah 64,84. Pada post-test II, skor rata-rata meningkat menjadi 82,34. Selain itu terdapat 2 siswa atau 6,25% dari 32 siswa dinyatakan lulus Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) pada pretes, sedangkan pada postes I terdapat 12 siswa atau 37,5% dari 32 siswa dinyatakan lulus KKM. dan 25 siswa atau 78,12% dari 32 siswa dinyatakan lulus KKM. Selanjutnya, hasil observasi dan angket menunjukkan bahwa siswa memberikan respon positif terhadap penggunaan ice breaker dalam pembelajaran. Ice breaker mampu meningkatkan penguasaan kosa kata siswa. Kata Kunci: Aktivitas Pemecah Kebekuan, Meningkatkan, Penguasaan Kosa Kata Abstract Vocabulary is the basis for learning a foreign language. Without vocabulary, students will not be able to express and convey their opinions, and will not be able to understand other people. This research aimed to find out the improvement of students’ vocabulary mastery by using icebreaker activities. This research was conducted by using Classroom Action Research (CAR). The sample in this research were the first graders of SMP HKBP Sidorame which consist of 32 students. This research conducted in two cycles. Each cycle consisted of planning, action, observation and reflection. The data was collected by quantitative and qualitative data. The quantitative data was taken from the results of vocabulary scores in pre-test, post-test I and post-test II, while qualitative data was taken from questionnaire and observation results. The results showed that there was an improvement on the students’ vocabulary mastery. It can be seen from the mean score of the students’ pre-test which was 40,78 and the mean score in post-test I was 64,84. In post-test II, the mean score increased to 82,34. In addition, there were 2 students or 6,25% from 32 students passed the Minimum Completeness Criteria (KKM) in the pre-test, while in post-test I there were 12 students or 37,5% from 32 students passed the KKM and 25 students or 78,12% from 32 students passed the KKM. Furthermore, the results of observation and questionnaire showed that students gave positive responses to the use of ice breaker in learning. Ice breaker is able to improve students' vocabulary mastery. Keyword: Ice Breaker Activities, Improving, Vocabulary Mastery
Pengaruh Etika Profesi, Independensi dan Profesionalisme Terhadap Kualitas Audit Internal Arraditya Permana; Yulian Sahri; Friski Danu Rakhmat
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 2 (2023): Innovative: Journal Of Social Science Research (Special Issue)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v3i2.1114

Abstract

Perincian masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana moral mahir, kebebasan dan keterampilan luar biasa secara bersamaan memengaruhi sifat tinjauan batin, apa arti moral mahir sampai batas tertentu bagi sifat tinjauan batin, apa arti otonomi sampai batas tertentu bagi sifat tinjauan ke dalam dan apa arti keterampilan luar biasa untuk pelaksanaan tinjauan interior. kualitas ulasan interior. kualitas ulasan interior. sampai batas tertentu mempengaruhi sifat tinjauan ke dalam. Informasi yang digunakan dalam eksplorasi ini merupakan informasi esensial. Contoh penelitian ini menunjuk asesor tempat kerja Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Palembang di bidang energi, migas, bidang perakitan, bidang pangan dan pupuk, bidang faktor terkoordinasi, bidang komunikasi penyiaran dan media. Kota. Strategi pemilahan informasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah pertemuan dan survei. Strategi penyelidikan informasi eksplorasi ini adalah pemeriksaan kuantitatif. Prosedur pemeriksaan informasi dibantu oleh Program Measurable for Unique Sciences (SPSS). Konsekuensi dari penelitian ini menunjukkan bahwa 1) moral yang cakap, kebebasan dan keterampilan yang mengesankan pada saat yang sama pada dasarnya mempengaruhi kualitas ulasan orang dalam. 2) sebagian besar, moral mahir tidak sepenuhnya mempengaruhi sifat tinjauan interior. 3) kebebasan fraksional secara bermakna memengaruhi kualitas tinjauan interior. 4) sampai batas tertentu, keterampilan mahir secara fundamental memengaruhi kualitas ulasan di dalam.
Peran Bantuan Hukum Bagi Masyarakat Miskin Melalui Pos Bantuan Hukum (Posbakum) di Pengadilan Agama Bantul Tahun 2020 Miftahul Huda; Mifta Zulfalah Azzahro
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 2 (2023): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v3i2.1115

Abstract

Keberadaan Posbakum (Pos Bantuan Hukum) sebagai salah satu layanan bantuan hukum di Pengadilan Agama Bantul telah membantu masyarakat khususnya masyarakat kurang mampu dalam proses persidangan dengan mengacu pada PERMA No.1 Tahun 2014 tentang “Pedoman Pemberian pelayanan hukum bagi masyarakat kurang mampu”. Namun, apakah pelayanan Posbakum benar-benar telah menerapkan PERMA sesuai dengan keberlakuannya seperti memberikan pelayanan pembuatan dokumen hukum, nasihat hukum, konsultasi, dan informasi serta pemberian sosialisasi terkait law firm masih dipertanyakan. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan dengan pendekatan studi yuridis empiris. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa kedudukan Posbakum dalam PERMA No. 1 Tahun 2014 berjalan dengan baik. Pos bantuan hukum bantul Pengadilan Agama sebagai penyedia layanan hukum gratis, seperti memberikan informasi, konsultasi atau nasihat hukum, membantu dalam penyusunan dokumen hukum yang diperlukan. Pasalnya, masyarakat yang datang ke Posbakum mendapatkan pelayanan hukum gratis, baik dari konsultasi hingga pembuatan dokumen hukum yang dibutuhkan. Selama masa pandemi Covid-19, Posbakum tetap memberikan pelayanan secara online maupun offline dengan menerapkan protokol kesehatan yaitu: Menerapkan physical distancing, Wajib memakai masker, Anjuran cuci tangan, Memasang hijab transparan, Membatasi jam pelayanan. Sehingga proses peradilan dan pelayanan kepada pencari keadilan tetap dapat berjalan sesuai prosedur.

Page 85 of 1410 | Total Record : 14096


Filter by Year

2021 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 6 No. 4 (2026): Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 6 No. 3 (2026): Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 6 No. 2 (2026): Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 6 No. 1 (2026): Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 5 No. 6 (2025): Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 5 No. 5 (2025): Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 5 No. 4 (2025): Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 5 No. 3 (2025): Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 5 No. 2 (2025): Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 5 No. 1 (2025): Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 6 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 5 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 4 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 3 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 3 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research (Special Issue) Vol. 4 No. 2 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 1 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 6 (2023): Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 5 (2023): Innovative: Journal of Social Science Research Vol. 3 No. 4 (2023): Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 3 (2023): Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 2 (2023): Innovative: Journal Of Social Science Research (Special Issue) Vol. 3 No. 2 (2023): Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 1 (2023): Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 2 No. 2 (2022): Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 2 No. 1 (2022): Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 1 No. 2 (2021): Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 1 No. 1 (2021): Innovative: Journal of Social Science Research More Issue