cover
Contact Name
Nita Linuria
Contact Email
nitali1501@gmail.com
Phone
+6281271111086
Journal Mail Official
admin@bundadelima.ac.id
Editorial Address
JL. Bakau, No. 5, Tanjung Gading, Tj. Raya, Kedamaian, Kota Bandar Lampung, Lampung 35227
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Keperawatan Bunda Delima
ISSN : 26561166     EISSN : 2829131X     DOI : https://doi.org/10.59030/jkbd.v4i1
Jurnal Keperawatan Bunda Delima adalah jurnal untuk mempublikasikan penelitian di bidang keperawatan, dan kesehatan kepada peneliti, ilmuwan, dan profesional. Untuk setiap edisi yang diterbitkan Jurnal Keperawatan Bunda Delima, kami berupaya: Menggunakan prosedur dan waktu standar untuk naskah yang dikirimkan Memberikan layanan editorial yang baik untuk setiap naskah yang dikirimkan Menarik penulis untuk berkontribusi mengirimkan naskah berkualitas Mengelola jurnal dengan standar kualitas yang baik JKBD diterbitkan dua kali dalam setahun oleh Akademi Keperawatan Bunda Delima. Makalah yang disumbangkan harus asli dan menawarkan kontribusi yang mutakhir. Setiap manuskrip akan ditinjau oleh rekan sejawat oleh pengulas di bidang yang relevan untuk memastikan kualitas publikasi. JKBD menawarkan lisensi akses terbuka (CC-BY), penulis memegang hak cipta.
Articles 255 Documents
Gambaran Riwayat Konsumsi Makanan Cepat Saji pada Anak Obesitas di Puskesmas Sumberjo Kabupaten Kediri: Overview of Fast Food Consumption Patterns among Obese Children at the Sumberjo Community Health Center in Kediri Regency ferry arista; Siti Aizah; Susi Erna Wati
Jurnal Keperawatan Bunda Delima Vol 8 No 7 (2026): EDISI JULI
Publisher : Akademi Keperawatan Bunda Delima Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59030/jkbd.v8i7.488

Abstract

Pendahuluan: Obesitas pada anak menjadi masalah kesehatan yang berkaitan dengan kebiasaan konsumsi makanan cepat saji, anak usia sekolah umumnya lebih menyukai makanan praktis seperti mie instan dan fried chicken yang mengandung kalori, lemak, gula dan natrium tinggi sebagai pemicu obesitas. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi riwayat mengonsumsi makanan cepat saji pada anak obesitas di Puskesmas Sumberjo Kabupaten Kediri. Metode: Penelitian dilakukan secara deskriptif kuantitatif dengan teknik purposive sampling terhadap 31 anak usia 6-12 tahun dengan obesitas. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mengunakan lembar instrumen, kemudian dianalisis secara univariat dalam bentuk distribusi frekuensi dan persentase.  Hasil: Seluruh responden (100%) memiliki riwayat mengonsumsi makanan cepat saji. Jenis makanan yang paling banyak dikonsumsi adalah mie instan (100%) dan fried chicken (96,7%). Berdasarkan frekuensi mengonsumsi, hampir setengahnya responden mengonsumsi makanan cepat saji sekitar 2 kali dalam seminggu (45,2%), sedangkan (41,9%) mengonsumsi 1 kali dalam seminggu dan (12,9%) mengonsumsi kurang lebih 3 kali dalam seminggu. Hasil ini menunjukkan bahwa mengonsumsi makanan cepat saji telah menjadi kebiasaan yang umum pada anak obesitas yang menjadi sampel penelitian. Kesimpulan: Kebiasaan konsumsi makanan cepat saji minimal 1 kali dalam seminggu diduga berperan dalam kejadian obesitas pada anak di wilayah Puskesmas Sumberjo Kabupaten Kediri. Diperlukan edukasi mengenai pentingnya pola makan sehat, serta pengurangan mengonsumsi makanan cepat saji, dan peningkatan ativitas fisik pada anak usia sekolah
Hubungan Pola Komunikasi Orang Tua dengan Risiko Keterlambatan Bicara pada Anak Pra Sekolah: Correlation between Parental Communication Styles and the Risk of Speech Delay in Preschool Children Sulaeman Sulaeman; Asniar Arni; Meriem Meisyaroh1; Jumiarsih Purnama; Zainab
Jurnal Keperawatan Bunda Delima Vol 8 No 7 (2026): EDISI JULI
Publisher : Akademi Keperawatan Bunda Delima Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59030/jkbd.v8i7.491

Abstract

Pendahuluan: Keterlambatan bicara merupakan salah satu masalah perkembangan yang dapat memengaruhi kemampuan komunikasi, interaksi sosial, dan prestasi akademik anak di masa mendatang. Pola komunikasi orang tua berperan penting dalam memberikan stimulasi bahasa yang mendukung perkembangan bicara anak. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui ada atau tidak hubungan antara pola komunikasi orang tua dengan resiko keterlambatan bicara pada anak pra sekolah.                 Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi penelitian berjumlah 450 orang tua yang memiliki anak usia pra sekolah, dengan sampel sebanyak 83 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner pola komunikasi orang tua dan lembar observasi perkembangan bahasa anak. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji Chi-Square. Hasil: Penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki pola komunikasi kategori baik sebanyak 36 orang (43,4%), kategori cukup 29 orang (34,9%), dan kategori kurang 18 orang (21,7%). Berdasarkan risiko speech delay, sebanyak 49 anak (59,0%) tidak berisiko dan 34 anak (41,0%) berisiko mengalami speech delay. Hasil uji Chi-Square menunjukkan nilai p-value sebesar 0,002 (p<0,05). Kesimpulan: Ada/terdapat hubungan signifikan antara pola komunikasi orang tua dengan risiko keterlambatan bicara pada anak pra sekolah.  
Pengaruh Massage Effleurage Punggung Terhadap Tingkat Nyeri Tension Type Headache Santriwati Mahad Ihya Assunnah : Effect of Back Massage Effleurage on Tension Type Headache Pain Among Students at Mahad Ihya Assunnah Fakhrena Refalda; Darmasta Maulana; Ivana Eko Rusdiatin
Jurnal Keperawatan Bunda Delima Vol 8 No 7 (2026): EDISI JULI
Publisher : Akademi Keperawatan Bunda Delima Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59030/jkbd.v8i7.494

Abstract

Pendahuluan. Tension type headache sering dikeluhkan oleh santriwati akibat tingginya aktivitas akademik dan hafalan di pesantren. Intervensi nonfarmakologis seperti massage effleurage punggung diperlukan untuk menurunkan ketegangan otot dan intensitas nyeri. Tujuan. Penelitian ini untuk mengetahui pengaruh massage effleurage punggung terhadap tingkat nyeri tension type headache pada santriwati Mahad Ihya Assunnah Tasikmalaya. Metode. Penelitian ini menggunakan kuantitatif desain quasi-experimental dengan pendekatan non-equivalent control group pretest-posttest. Sampel terdiri dari 40 responden yang dibagi menjadi kelompok intervensi (n=20) dan kelompok kontrol (n=20) menggunakan teknik purposive sampling. Tingkat nyeri diukur dengan menggunakan Numeric ating Scale (NRS). Analisis data bivariat menggunakan uji statistik Wilcoxon Signed Rank Test dan uji Mann-Whitney U. Hasil. Hasil uji Wilcoxon pada kelompok intervensi menunjukkan penurunan nyeri yang signifikan antara kelompok intervensi (Mean Rank=13,55) dan kelompok kontrol (Mean Rank=27,45) dengan nilai p-value=0,000. Hasil uji Mann-Whitney U setelah intervensi hari keempat menunjukkan perbedaan tingkat nyeri yang signifikan antara kelompok intervensi (Mean Rank = 13,55) dan kelompok kontrol (Mean Rank = 27,45) dengan nilai p-value = 0,000. Kesimpulan. Terdapat pengaruh yang signifikan pemberian massage effleurage punggung terhadap penurunan tingkat nyeri tension type headache pada santriwati. 
Scoping Review : Pemanfaatan Aplikasi Kesehatan Mhealth sebagai Intervensi Keperawatan pada Anak DM Tipe 1: Scoping Review: Utilization of mHealth Applications as a Nursing Intervention for Children with Type 1 Diabetes Mellitus Riza Fitri; Anita Apriliawati1
Jurnal Keperawatan Bunda Delima Vol 8 No 7 (2026): EDISI JULI
Publisher : Akademi Keperawatan Bunda Delima Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59030/jkbd.v8i7.495

Abstract

Pendahuluan: Diabetes mellitus tipe 1 (DMT1) adalah penyakit kronis dengan prevalensi yang meningkat pada anak-anak dan remaja, yang membutuhkan manajemen seumur hidup yang kompleks. Kemajuan teknologi digital membuka peluang baru melalui intervensi keperawatan melalui aplikasi kesehatan seluler (mHealth), penceritaan digital, dan pemantauan jarak jauh. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi dan meringkas bukti ilmiah aplikasi digital sebagai intervensi keperawatan untuk anak-anak dengan DMT1. Metode: Studi literatur berbasis scoping review. Pencarian literatur dari periode tahun 2016 hingga 2026 di database PubMed, ProQuest, dan Google Scholar. Kriteria inklusi termasuk studi asli menggunakan intervensi mHealth, penceritaan digital, atau pemantauan jarak jauh yang menargetkan anak-anak DMT1 berusia 0 hingga 18 tahun. Hasil: Sebanyak 12 penelitian memenuhi kriteria inklusi. Intervensi mHealth (Euglika, diabetes: M, Activated-1) menunjukkan penurunan HbA1c yang signifikan (dari 8,25% menjadi 7,2%, p<0,05), dengan kisaran meningkat hingga 68%. Penceritaan digital secara signifikan meningkatkan skor manajemen diri (p=0,005) meskipun tidak ada perubahan pada HbA1c selama periode tiga bulan. Rata-rata HbA1c untuk pemantauan jarak jauh pada program 4T mencapai 6,58%. Tingkat kegunaan aplikasi cukup tinggi (skor uMARS 4.33/5; Mauk 5:82/7). Kesimpulan: Intervensi berbasis teknologi/aplikasi digital efektif dalam meningkatkan kontrol glukosa darah dan manajemen diri pada anak-anak dengan DMT1.
Gambaran Dampak Bullying terhadap Munculnya Perilaku Negatif pada Pelajar Sekolah Menengah Pertama: Overview of the Impact of Bullying on Negative Behavior Among Junior High School Students Tanti Eriza; Agus Waluyo
Jurnal Keperawatan Bunda Delima Vol 8 No 7 (2026): EDISI JULI
Publisher : Akademi Keperawatan Bunda Delima Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59030/jkbd.v8i7.498

Abstract

Pendahuluan: Bullying merupakan tindakan agresif yang dilakukan secara berulang dan disengaja untuk menyakiti korban, baik secara fisik maupun psikologis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak perilaku bullying terhadap perilaku negatif pelajar Sekolah Menengah Pertama. Metode: Penelitian menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional, teknik purposive sampling, melibatkan 86 siswa kelas VIII di salah satu SMP Negeri di Bandar Lampung. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner pengalaman bullying dan dampak perilaku negatif yang muncul yang sudah diuji validitasnya, data dianalisis secara univariat. Hasil: Seluruh responden (100%) pernah mengalami bullying verbal, dan 80,24% juga pernah mengalami bullying fisik. Efek perilaku negatif yang paling dominan meliputi munculnya perasaan sedih (83,72%), kecemasan dan rasa malu (75,58%), marah terpendam (70,93%), perasaan tidak aman berada ditempat yang sama dengan orang yang pernah membuli (69,76%), perasaan trauma pada pembulian (65,12%), perasaan tidak berdaya (62,79%), perasaan kurang percaya diri (60,46%),  muncul perasaan depresi (56,97%), perilaku menarik diri dari teman sebaya (52,33%),  merasa sulit berkonsentrasi dan memilih tidak masuk sekolah (47,67%), perasaan takut bersosialisasi dengan lingkungan sekitar (46,52%),  pernah merasa dunia akan lebih baik tanpa saya (36.05%) dan muncul pikiran/keinginan percobaan bunuh diri (22,10%).       Kesimpulan: Bullying memiliki dampak yang bisa menjadi serius terhadap kesehatan mental siswa sehingga diperlukan upaya pencegahan dan intervensi psikososial dari pihak sekolah dan perawat disekolah.
Efektivitas Buerger Allen Exercise dan Self Help Group terhadap Kontrol Glikemik dan Kesehatan Kaki Diabetik: Effectiveness of Combined Buerger Allen Exercise and Self Help Group on Glycemic Control and Diabetic Foot Health Ramli Herikzah; Cakrawardi Syawal
Jurnal Keperawatan Bunda Delima Vol 8 No 8 (2026): EDISI AGUSTUS
Publisher : Akademi Keperawatan Bunda Delima Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59030/jkbd.v8i8.501

Abstract

Pendahuluan: Diabetes melitus tipe 2 membutuhkan pengendalian glikemik dan pencegahan komplikasi kaki. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis efektivitas kombinasi Buerger Allen Exercise dan Self Help Group terhadap gula darah sewaktu (GDS), Ankle Brachial Index (ABI), dan perilaku perawatan kaki. Metode: Penelitian kuasi-eksperimental pretest-posttest control group melibatkan 60 responden, masing-masing 30 orang pada kelompok intervensi dan kontrol. Intervensi diberikan selama delapan minggu, sedangkan kontrol menerima pelayanan rutin. Data dianalisis dengan uji Wilcoxon dan Mann-Whitney. Hasil: Median penurunan GDS pada kelompok intervensi adalah 77 (54-102) dan kelompok kontrol 13 (4-25) mg/dL (p<0,001). Peningkatan ABI kelompok intervensi sebesar 0,16 (0,10-0,22) dan kelompok kontrol 0,03 (0,01-0,05) (p=0,002), sedangkan peningkatan skor perilaku perawatan kelompok kontrol kaki sebesar 32 (24-38) dan kelompok kontrol 6 (2-10) poin (p<0,001). Kesimpulan: Kombinasi intervensi Buerger Allen Exercise dan Self Help Group lebih efektif daripada pelayanan rutin dalam memperbaiki ketiga luaran.
Scoping Review : Intervensi Keperawatan Berbasis Bukti pada Anak dengan Chronic Kidney Disease yang Menjalani Dialisis: Scoping Review: Evidence-Based Nursing Interventions for Children with Chronic Kidney Disease Undergoing Dialysis Chindyca Anna Tasya; An Awaliah
Jurnal Keperawatan Bunda Delima Vol 8 No 8 (2026): EDISI AGUSTUS
Publisher : Akademi Keperawatan Bunda Delima Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59030/jkbd.v8i8.503

Abstract

Pendahuluan: Chronic Kidney Disease (CKD) stadium lanjut pada anak butuh terapi dialisis rutin dan manajemen intervensi keperawatan komprehensif. Tujuan scoping review ini mengidentifikasi bukti ilmiah mengenai intervensi keperawatan pada anak dengan CKD yang menjalani dialisis, khususnya dalam manajemen kelebihan cairan, nutrisi, aktivitas fisik, serta peran perawat dalam meningkatkan luaran klinis dan kualitas hidup pasien. Metode: Penelitian menggunakan metode scoping review dengan pendekatan sistematis berdasarkan kerangka Population, Concept, Context (PCC). Pencarian literatur dilakukan pada basis data PubMed, ScienceDirect, dan Google Scholar menggunakan kombinasi kata kunci terkait CKD pediatrik, dialisis, kelebihan cairan, nutrisi, aktivitas fisik, dan keperawatan. Artikel diseleksi berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi, kemudian disintesis secara naratif. Sebanyak 10 artikel yang memenuhi kriteria dianalisis. Hasil: Berdasarkan kajian-kajian artikel terpilih menunjukkan bahwa manajemen kelebihan cairan melalui pemantauan status cairan, pengaturan ultrafiltrasi, pembatasan natrium, dan penggunaan metode objektif seperti lung ultrasound serta bioimpedance spectroscopy berperan penting dalam menurunkan risiko komplikasi kardiovaskular. Intervensi nutrisi yang terstruktur mampu mencegah malnutrisi dan mendukung pertumbuhan anak. Program aktivitas fisik meningkatkan kapasitas fungsional dan kualitas hidup, sedangkan model nurse-led care terbukti meningkatkan kualitas hidup, kualitas tidur, tingkat energi, serta kemampuan manajemen mandiri pasien dan keluarga. Perawat memiliki peran sentral dalam pengkajian, pemantauan komplikasi, edukasi, dukungan psikososial, dan koordinasi pelayanan multidisiplin. Kesimpulan: Intervensi keperawatan berbasis bukti berperan penting dalam pengelolaan anak dengan CKD yang menjalani dialisis. Pendekatan yang komprehensif melalui manajemen cairan, optimalisasi status nutrisi, promosi aktivitas fisik, edukasi keluarga, dan penerapan nurse-led care berpotensi meningkatkan kualitas hidup serta mengurangi komplikasi pada anak dengan CKD
Faktor - Faktor yang Mempengaruhi Kepatuhan Minum Obat pada Pasien dengan Hipertensi di Puskesmas Perawatan Moti: Factors Influencing Medication Compliance in Patients with Hypertension at the Moti Care Community Health Center Farida M. Djalil; Heny Nurmayunita
Jurnal Keperawatan Bunda Delima Vol 8 No 8 (2026): EDISI AGUSTUS
Publisher : Akademi Keperawatan Bunda Delima Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59030/jkbd.v8i8.505

Abstract

Pendahuluan: Hipertensi merupakan salah satu penyakit kronis dengan prevalensi yang tinggi di masyarakat dan memerlukan pengobatan jangka panjang. Namun, masih ditemukan pasien yang tidak patuh dalam menjalani pengobatan, seperti tidak rutin mengonsumsi obat, tidak hadir pada jadwal kontrol, dan tidak mengikuti anjuran terapi tenaga kesehatan. Ketidakpatuhan pengobatan dapat menyebabkan kegagalan pengendalian tekanan darah dan meningkatkan risiko komplikasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan pengobatan pasien hipertensi. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian sebanyak 30 pasien hipertensi yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Tingkat kepatuhan pengobatan diukur menggunakan Morisky Medication Adherence Scale-8 (MMAS-8), sedangkan faktor-faktor yang memengaruhi kepatuhan meliputi pengetahuan, dukungan keluarga, motivasi, dan akses pelayanan kesehatan diukur menggunakan kuesioner. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi 5%. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepatuhan minum obat pada pasien hipertensi dipengaruhi oleh berbagai faktor yang saling berinteraksi, yaitu pengetahuan, dukungan keluarga, motivasi, dan akses pelayanan Kesehatan dengan nilai p-value  kurang dari 0,05(p<0,05). Kesimpulan : Terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan (p=0,004), dukungan keluarga (p=0,006), motivasi (p=0,001), dan akses pelayanan kesehatan (p=0,015) dengan kepatuhan minum obat pada pasien hipertensi. Motivasi merupakan faktor yang menunjukkan hubungan paling kuat terhadap kepatuhan pengobatan
Gambaran Masalah Psikososial (Anxietas) Orang dengan Gastritis di Puskesmas Siko Kota Ternate: Overview of Anxiety Levels Among Gastritis Patients at the Siko Community Health Center in Ternate City Jahra MS.Djama; Tien Aminah
Jurnal Keperawatan Bunda Delima Vol 8 No 8 (2026): EDISI AGUSTUS
Publisher : Akademi Keperawatan Bunda Delima Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59030/jkbd.v8i8.506

Abstract

Pendahuluan: Gastritis masih menjadi masalah kesehatan yang sering ditemukan di fasilitas pelayanan kesehatan primer. Selain faktor biologis, faktor psikologis seperti ansietas juga berperan penting dalam memperberat gejala gastritis. Ansietas dapat muncul akibat kekhawatiran terhadap kondisi penyakit yang berulang, rasa tidak nyaman, serta ketakutan terhadap komplikasi, sehingga dapat memengaruhi kualitas hidup pasien. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tingkat kecemasan pasien gastritis di Puskesmas Siko. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan deskriptif cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 50 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner karakteristik responden dan instrumen Generalized Anxiety Disorder-7 (GAD-7) untuk mengukur tingkat ansietas dalam dua minggu terakhir. Analisis data dilakukan secara univariat dan disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi dan persentase. Hasil: Penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden berada pada kelompok usia >45 tahun (40%), berjenis kelamin perempuan (64%), dan sebagian besar mengalami gastritis kurang dari 3 tahun (56%). Berdasarkan hasil pengukuran GAD-7, mayoritas responden mengalami ansietas kategori ringan (36%), diikuti sedang (32%), berat (16%), dan minimal (16%). Secara keseluruhan, sebanyak 84% responden mengalami ansietas (ringan hingga berat), sedangkan hanya 16% berada pada kategori minimal. Kesimpulan : Tergambar bahwa sebagian besar pasien gastritis di Puskesmas Siko mengalami kecemasan dengan dominasi kategori ringan hingga sedang. Hasil ini menunjukkan perlunya pendekatan holistik dalam penanganan gastritis yang tidak hanya berfokus pada aspek fisik, tetapi juga aspek psikologis melalui edukasi, konseling, dan dukungan psikososial.
Hubungan Dukungan Keluarga dengan Kepatuhan Minum Obat Pasien Tuberkulosis di Puskesmas Siko Kota Ternate: Correlation between Family Support and Medication Adherence Among Tuberculosis Patients at the Siko Community Health Center in Ternate City Muliyati Muliyati; Tien Aminah Aminah
Jurnal Keperawatan Bunda Delima Vol 8 No 8 (2026): EDISI AGUSTUS
Publisher : Akademi Keperawatan Bunda Delima Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59030/jkbd.v8i8.507

Abstract

Pendahuluan: Tuberkulosis (TB) paru masih menjadi masalah kesehatan global yang memerlukan pengobatan jangka panjang dan kepatuhan tinggi. Ketidakpatuhan minum obat dapat menyebabkan kegagalan terapi dan peningkatan risiko resistensi obat. Dukungan keluarga diduga memiliki peran penting dalam meningkatkan kepatuhan pasien dalam menjalani pengobatan TB paru. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan  dukungan keluarga dengan kepatuhan minum obat pada pasien tuberkulosis  di Puskesmas Siko Kota Ternate. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 50 responden pasien TB paru yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian terdiri dari kuesioner dukungan keluarga dan lembar checklist kepatuhan minum obat. Analisis data menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil: Penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki dukungan keluarga yang baik (64%) dan kepatuhan minum obat yang patuh (60%). Hasil uji statistik menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dengan kepatuhan minum obat  pasien TB paru dengan nilai p-value = 0,001 (p < 0,05). Kesimpulan : Terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dengan kepatuhan minum obat pada pasien tuberkulosis. Semakin baik dukungan keluarga, semakin tinggi tingkat kepatuhan pasien dalam menjalani pengobatan. Keterlibatan keluarga sangat penting dalam mendukung keberhasilan terapi TB paru.