cover
Contact Name
Nita Linuria
Contact Email
nitali1501@gmail.com
Phone
+6281271111086
Journal Mail Official
admin@bundadelima.ac.id
Editorial Address
JL. Bakau, No. 5, Tanjung Gading, Tj. Raya, Kedamaian, Kota Bandar Lampung, Lampung 35227
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Keperawatan Bunda Delima
ISSN : 26561166     EISSN : 2829131X     DOI : https://doi.org/10.59030/jkbd.v4i1
Jurnal Keperawatan Bunda Delima adalah jurnal untuk mempublikasikan penelitian di bidang keperawatan, dan kesehatan kepada peneliti, ilmuwan, dan profesional. Untuk setiap edisi yang diterbitkan Jurnal Keperawatan Bunda Delima, kami berupaya: Menggunakan prosedur dan waktu standar untuk naskah yang dikirimkan Memberikan layanan editorial yang baik untuk setiap naskah yang dikirimkan Menarik penulis untuk berkontribusi mengirimkan naskah berkualitas Mengelola jurnal dengan standar kualitas yang baik JKBD diterbitkan dua kali dalam setahun oleh Akademi Keperawatan Bunda Delima. Makalah yang disumbangkan harus asli dan menawarkan kontribusi yang mutakhir. Setiap manuskrip akan ditinjau oleh rekan sejawat oleh pengulas di bidang yang relevan untuk memastikan kualitas publikasi. JKBD menawarkan lisensi akses terbuka (CC-BY), penulis memegang hak cipta.
Articles 255 Documents
Hubungan Peran Petugas Kesehatan dengan Kepatuhan Minum Obat Pasien Hipertensi di Puskesmas Tambelang Minahasa Tenggara: Correlation between the Role of Healthcare Workers and Medication Adherence among Patients with Hypertension at the Tambelang Community Health Center in Southeast Minahasa Priscilla Jessica Ampouw; Indari
Jurnal Keperawatan Bunda Delima Vol 8 No 8 (2026): EDISI AGUSTUS
Publisher : Akademi Keperawatan Bunda Delima Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59030/jkbd.v8i8.508

Abstract

Pendahuluan: Hipertensi masih menjadi masalah kesehatan utama di Indonesia. Kepatuhan minum obat sebagai faktor penting mengukur keberhasilan pengendalian tekanan darah pasien hipertensi. Salah satu faktor yang dapat memengaruhi kepatuhan pasien adalah peran petugas kesehatan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui ada/itidak hubungan peran petugas kesehatan dengan kepatuhan minum obat pasien hipertensi di Puskesmas Tambelang, Minahasa Tenggara. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian adalah  pasien hipertensi yang menjalani pengobatan di poli umum Puskesmas Tambelang. Sampel penelitian berjumlah 42 responden yang dipilih menggunakan teknik concecutive (dibatasi selama satu bulan yaitu bulan April – Mei 2026 ). Data dikumpulkan menggunakan kuesioner peran petugas kesehatan dan kepatuhan minum obat pasien. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square untuk menguji hubungan antar variabel. Hasil: Penelitian menunjukkan sebagian besar responden menilai peran petugas kesehatan dalam kategori cukup (71,4%) dan sebagian besar responden memiliki kepatuhan minum obat yang tinggi (40,5%). Hasil uji Chi-Square menunjukkan nilai p = 0,000004 (p < 0,05), yang berarti ada hubungan yang signifikan antara peran petugas kesehatan dengan kepatuhan minum obat pasien hipertensi.      Kesimpulan: Peran petugas kesehatan memiliki hubungan yang signifikan dengan kepatuhan minum obat pasien hipertensi atau semakin baik peran petugas kesehatan maka semakin tinggi tingkat kepatuhan pasien dalam mengonsumsi obat antihipertensi.
Pemetaan Masalah Gizi Balita Berbasis Data Posyandu sebagai Dasar Pengkajian Keperawatan Komunitas di Dua Kelurahan: Mapping Under-Five Nutritional Problems Based on Posyandu Data as a Foundation for Community Health Nursing Assessment in Two Urban Villages Nurul Ilmi; Yuli Rahayu
Jurnal Keperawatan Bunda Delima Vol 8 No 8 (2026): EDISI AGUSTUS
Publisher : Akademi Keperawatan Bunda Delima Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59030/jkbd.v8i8.514

Abstract

Pendahuluan: Data pemantauan pertumbuhan Balita di posyandu merupakan sumber utama data pengkajian keperawatan komunitas, kualitasnya kerap dipengaruhi partisipasi penimbangan yang fluktuatif sehingga berpotensi menimbulkan bias interpretasi. Penelitian ini bertujuan memetakan besaran dan pola masalah gizi balita serta menilai pengaruh fluktuasi cakupan terhadap estimasi prevalensi sebagai dasar perumusan diagnosis keperawatan komunitas. Metode: Desain penelitian yang digunakan adalah repeated cross-sectional terhadap data sekunder agregat rekapitulasi status gizi selama dua belas bulan tahun 2025 di dua kelurahan wilayah kerja puskesmas. Perbedaan proporsi diuji dengan uji z dua proporsi dan dinyatakan sebagai rasio prevalensi. Hasil: Jumlah balita yang ditimbang berkisar 303 hingga 717 anak per bulan atau berbeda 2,4 kali lipat. Prevalensi stunting tergolong tinggi dengan rata-rata 31,2%, jauh melampaui prevalensi nasional sebesar 21,5%, sementara wasting dan underweight masing-masing 6,9% dan 19,7%. Estimasi prevalensi terbukti sensitif terhadap cakupan dengan arah yang berbeda antar indikator: pada bulan cakupan tinggi stunting cenderung lebih tinggi, sedangkan wasting dan underweight lebih rendah (p<0,05). Kesimpulan: Disparitas antar kelurahan konsisten, Kelurahan A mengalami stunting lebih tinggi dibanding Kelurahan B. Temuan ini mendukung perumusan diagnosis defisit kesehatan komunitas dan menegaskan bahwa perawat komunitas perlu menafsirkan data posyandu dengan mempertimbangkan cakupan penimbangan agar penetapan lokus prioritas intervensi tidak keliru.
Pengaruh Hidroterapi Sitz Bath terhadap Intensitas Nyeri Pascahemoroidektomi di Rumah Sakit Siloam Sriwijaya: Effect of Sitz Bath Hydrotherapy on Pain Intensity Following Hemorrhoidectomy at Siloam Sriwijaya Hospital Rezy Dwi Utari; Aris Citra Wisuda; Isrizal; Raden Surahmat; Citra Suraya; Risdayanti Raharjeng
Jurnal Keperawatan Bunda Delima Vol 8 No 8 (2026): EDISI AGUSTUS
Publisher : Akademi Keperawatan Bunda Delima Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59030/jkbd.v8i8.520

Abstract

Pendahuluan: Nyeri pascahemoroidektomi merupakan salah satu komplikasi yang paling sering dialami pasien setelah tindakan pembedahan. Kondisi ini dapat membatasi mobilisasi, mengurangi kenyamanan, meningkatkan kebutuhan analgesik, serta memperlambat proses pemulihan. Terapi nonfarmakologis hidroterapi Sitz Bath merupakan salah satu intervensi yang berpotensi membantu mengurangi intensitas nyeri melalui efek relaksasi otot dan peningkatan sirkulasi darah pada area perianal. Penelitian ini bertujuan menilai efektivitas hidroterapi Sitz Bath sebagai intervensi nonfarmakologis dalam menurunkan intensitas nyeri pada pasien pascahemoroidektomi yang menjalani perawatan di Rumah Sakit Siloam Sriwijaya. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pre-experimental one-group pretest–posttest. Sebanyak 68 responden dipilih menggunakan teknik total sampling. Intensitas nyeri diukur menggunakan Numeric Rating Scale (NRS) sebelum dan sesudah pemberian hidroterapi Sitz Bath. Analisis data dilakukan menggunakan uji Wilcoxon Signed-Rank Test setelah hasil uji normalitas menunjukkan bahwa data tidak berdistribusi normal.          Hasil: Median intensitas nyeri sebelum intervensi adalah 2,50 (SD = 0,652) dan menurun menjadi 1,00 (SD = 0,654) setelah intervensi. Hasil uji Wilcoxon Signed-Rank Test menunjukkan nilai Z = -7,345 dengan p-value = 0,001 (p < 0,05), yang mengindikasikan adanya penurunan intensitas nyeri yang signifikan setelah pemberian hidroterapi Sitz Bath. Kesimpulan: Hidroterapi Sitz Bath efektif dalam menurunkan intensitas nyeri pada pasien pascahemoroidektomi. Intervensi ini dapat dipertimbangkan sebagai terapi nonfarmakologis dalam praktik keperawatan untuk meningkatkan kenyamanan pasien, mengoptimalkan manajemen nyeri, dan mendukung proses pemulihan pascaoperasi.  
Scoping Review : Pengaruh Intervensi Perawatan Akhir Hayat terhadap Kepuasan Keluarga di Unit Perawatan Intensif : Scoping Review: The Effect of End-of-Life Care Interventions on Family Satisfaction in the Intensive Care Unit Nur maharani; Kinantika Nur Dewanti; Wahyu Ridwan Nugroho
Jurnal Keperawatan Bunda Delima Vol 8 No 8 (2026): EDISI AGUSTUS
Publisher : Akademi Keperawatan Bunda Delima Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59030/jkbd.v8i8.524

Abstract

Pendahuluan: Kepuasan keluarga merupakan indikator penting kualitas perawatan di ruang perawatan intensif, khususnya pada pasien yang menerima perawatan akhir hayat (end of life care/EOLC). Tujuan scoping review ini mengidentifikasi efek intervensi EOLC terhadap kepuasan keluarga di ICU, meliputi kriteria responden, tipe intervensi, dan pemberi intervensi. Metode: Sembilan artikel yang diterbitkan antara 2011–2026, terdiri atas cohort study (n=4), randomized controlled trial (n=4), dan quasi experimental study (n=1), diekstraksi dan dianalisis secara naratif.      Hasil: Intervensi EOLC yang teridentifikasi meliputi strategi komunikasi terstruktur, dukungan pengambilan keputusan, humanisasi lingkungan serta dukungan spiritual/psikososial, dan teknologi komunikasi audiovisual, dengan sasaran utama pasien berprognosis buruk beserta keluarga sebagai pengambil keputusan pengganti. Intervensi komunikasi terstruktur dan dukungan spiritual yang diberikan oleh staf yang melekat dengan tim ICU menunjukkan efek paling konsisten meningkatkan kepuasan keluarga, sementara intervensi oleh tim eksternal atau perubahan modalitas teknis semata cenderung tidak signifikan. Kesimpulan: Intervensi EOLC dapat meningkatkan kepuasan keluarga di ICU, terutama melalui penguatan komunikasi dan keterlibatan staf internal ICU, namun diperlukan penelitian lanjutan dengan desain yang lebih seragam untuk mendefinisikan model intervensi yang optimal.
Hubungan Tingkat Kecemasan dan Kepatuhan Diet Tinggi Protein dengan Tingkat Penyembuhan Luka Pasien Diabetes Melitus : Correlation between Anxiety Levels and Adherence to a High-Protein Diet with Wound Healing Rates in Patients with Diabetes Mellitus anggi hanafiah syanif; Muflih; Erfan Rofiqi
Jurnal Keperawatan Bunda Delima Vol 8 No 8 (2026): EDISI AGUSTUS
Publisher : Akademi Keperawatan Bunda Delima Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59030/jkbd.v8i8.527

Abstract

Pendahuluan: Diabetes mellitus merupakan penyakit metabolik kronis yang sering disertai komplikasi luka kronis akibat gangguan sirkulasi dan neuropati perifer. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui ada/tidak hubungan tingkat kecemasan dan kepatuhan terhadap diet tinggi protein dengan kecepatan penyembuhan luka penderita diabetes melitus. di RSU Mitra Medika Amplas. Metode: Penelitian kuantitatif ini dengan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien diabetes mellitus yang memiliki luka sebanyak 45 pasien. Teknik pengambilan sampel menggunakan accidental sampling dengan jumlah sampel sebanyak 45 responden. Pengumpulan data dilakukan menggunakan lembar kuesioner kepatuhan diet nutrisi serta instrumen penilaian tingkat kecemasan dan status penyembuhan luka. Hasil: Temuan penelitian, dari 45 partisipan, 24 (53,3%) memiliki kepatuhan diet sedang, 21 (46,7%) mengalami kecemasan sedang, dan 23 (51,1%) belum sembuh lukanya. Hasil uji regresi logistik menunjukkan bahwa tingkat kecemasan dan kepatuhan terhadap diet tinggi protein memiliki dampak signifikan terhadap tingkat penyembuhan luka pada individu dengan diabetes melitus (p<0,05). Kesimpulan: Studi ini menyimpulkan bahwa tingkat kecemasan dan kepatuhan terhadap diet tinggi protein memengaruhi seberapa cepat luka sembuh pada penderita diabetes melitus.