cover
Contact Name
Nita Linuria
Contact Email
nitali1501@gmail.com
Phone
+6281271111086
Journal Mail Official
admin@bundadelima.ac.id
Editorial Address
JL. Bakau, No. 5, Tanjung Gading, Tj. Raya, Kedamaian, Kota Bandar Lampung, Lampung 35227
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Keperawatan Bunda Delima
ISSN : 26561166     EISSN : 2829131X     DOI : https://doi.org/10.59030/jkbd.v4i1
Jurnal Keperawatan Bunda Delima adalah jurnal untuk mempublikasikan penelitian di bidang keperawatan, dan kesehatan kepada peneliti, ilmuwan, dan profesional. Untuk setiap edisi yang diterbitkan Jurnal Keperawatan Bunda Delima, kami berupaya: Menggunakan prosedur dan waktu standar untuk naskah yang dikirimkan Memberikan layanan editorial yang baik untuk setiap naskah yang dikirimkan Menarik penulis untuk berkontribusi mengirimkan naskah berkualitas Mengelola jurnal dengan standar kualitas yang baik JKBD diterbitkan dua kali dalam setahun oleh Akademi Keperawatan Bunda Delima. Makalah yang disumbangkan harus asli dan menawarkan kontribusi yang mutakhir. Setiap manuskrip akan ditinjau oleh rekan sejawat oleh pengulas di bidang yang relevan untuk memastikan kualitas publikasi. JKBD menawarkan lisensi akses terbuka (CC-BY), penulis memegang hak cipta.
Articles 255 Documents
Gambaran Pemberian Makanan Pendamping ASI Pada Balita Gizi Kurang Usia 6-24 Bulan Di Wilayah Kerja Puskesmas Tarokan Kabupaten Kediri: Profile of Complementary Feeding Practices Among Undernourished Toddlers Aged 6–24 Months in the Service Area of the Tarokan Community Health Center, Kediri Regency Sikris Ningsih; Siti Aizah; Susi Erna Wati
Jurnal Keperawatan Bunda Delima Vol 8 No 7 (2026): EDISI JULI
Publisher : Akademi Keperawatan Bunda Delima Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59030/jkbd.v8i7.468

Abstract

Pendahuluan: Gizi kurang pada balita menjadi masalah kesehatan yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak. Faktor yang berhubungan dengan gizi kurang adalah ketidaktepatan pemberian makanan pendamping ASI. Pemberian makanan pendamping ASI yang tidak sesuai usia, jumlah, frekuensi, tekstur, dan variasi makanan menyebabkan kebutuhan nutrisi balita tidak terpenuhi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pemberian makanan pendamping ASI balita gizi kurang usia 6–24 bulan di wilayah kerja Puskesmas Tarokan Kabupaten Kediri. Metode: Penelitian deskriptif kuantitatif dengan teknik purposive sampling. Sampel penelitian berjumlah 48 balita gizi kurang usia 6–24 bulan. Data dikumpulkan menggunakan lembar kuesioner dan dianalisis secara univariat dalam bentuk distribusi frekuensi dan persentase. Hasil: Penelitian menunjukkan bahwa hampir seluruh responden belum memberikan makanan pendamping ASI secara tepat (83%), sedangkan sebagian kecil responden memberikan makanan pendamping ASI secara tepat (17%). Ketidaktepatan perilaku paling banyak ditemukan pada variabel frekuensi pemberian makanan pendamping ASI ( 68,75%) dan variabel jumlah pemberian makanan (58%). Kesimpulan: Ketidaktepatan pemberian makanan pendamping ASI menyebabkan kebutuhan gizi balita tidak terpenuhi sehingga berisiko menghambat pertumbuhan dan perkembangan. Puskesmas diminta memberikan edukasi kepada orang tua tentang pemberian makanan pendamping ASI yang sesuai usia, jumlah, frekuensi, tekstur, dan variasi makanan untuk mendukung status gizi balita.
Riwayat Pola Makan Balita Stunting Usia 1-3 Tahun di Wilayah Kerja Puskesmas Tarokan Kabupaten Kediri: Dietary History of Stunted Toddlers Aged 1–3 Years in the Service Area of the Tarokan Community Health Center, Kediri Regency Agustina Khomrotul Pradita; Siti Aizah; Susi Erna Wati
Jurnal Keperawatan Bunda Delima Vol 8 No 7 (2026): EDISI JULI
Publisher : Akademi Keperawatan Bunda Delima Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59030/jkbd.v8i7.469

Abstract

Pendahuluan: Stunting akan terjadi ketika pola makan anak tidak memadai, khususnya kekurangan protein dan lemak. Pola pemberian makan dapat dipahami sebagai usaha dan metode yang diterapkan untuk memberi makan anak balita dengan tujuan untuk pemenuhan gizi balita dalam hal jenis, jumlah, dan jadwal makan. Tercatat ada beberapa kejadian stunting di wilayah Puskesmas Tarokan. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi riwayat pola makan (frekuensi, jumlah, jenis makanan) sebagai faktor determinan utama kejadian stunting. Metode: Desain deskriptif kuantitatif, data diperoleh dari 52 balita stunting dengan wawancara terstruktur. Data diolah melalui tahap editing, coding, scoring, dan tabulating, lalu dianalisis secara univariat untuk mendeskripsikan distribusi frekuensi variabel.   Hasil: Analisis data menunjukkan bahwa pola pemberian makan cukup baik dengan frekuensi sesuai (77%), jumlah sesuai (94%), dan jenis makanan sesuai (90%). Secara akumulatif, 83% balita memiliki pola makan tepat, dan 17% kurang tepat. Hasil penelitian ini tidak sejalan dengan teori yang menempatkan pola makan buruk saat ini sebagai penyebab utama stunting. Kesimpulan: Ada ketidakselarasan antara pola makan yang sesuai dengan status stunting responden yang mengindikasikan perbaikan nutrisi sebagai respons pasca-diagnosis (post-diagnosis response) belum mampu mengoreksi kegagalan pertumbuhan masa HPK secara instan. Konsistensi pola asuh gizi berkualitas sejak kehamilan diperlukan untuk optimalisasi pertumbuhan balita.
Studi Literatur Berbasis Bukti: Penggunaan Continuous Glucose Monitoring (CGM) dan Terapi Insulin pada Anak untuk Pencegahan Diabetic Ketoacidosis: Evidence-Based Literature Review: The Use of Continuous Glucose Monitoring (CGM) and Insulin Therapy in Children for the Prevention of Diabetic Ketoacidosis Chindyca Anna Tasya; Nyimas Heny Purwati
Jurnal Keperawatan Bunda Delima Vol 8 No 7 (2026): EDISI JULI
Publisher : Akademi Keperawatan Bunda Delima Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59030/jkbd.v8i7.471

Abstract

Pendahuluan: Diabetic ketoacidosis (DKA) merupakan komplikasi akut diabetes melitus yang sering terjadi pada anak dan memerlukan penanganan cepat melalui pemantauan glukosa (CGM), terapi insulin, dan pengawasan keseimbangan cairan dan elektrolit. Tujuan penelitian ini mengkaji bukti ilmiah mengenai efektivitas penggunaan continuous glucose monitoring (CGM), strategi terapi insulin dalam penatalaksanaan pasien anak dengan DKA serta implikasinya terhadap praktik keperawatan. Metode: Penelitian literature review dengan proses seleksi artikel berdasarkan pedoman PRISMA. Pencarian literatur dilakukan melalui basis data PubMed, yang diseleksi berdasarkan kriteria inklusi hingga diperoleh lima artikel yang memenuhi syarat untuk dianalisis. Hasil: Kajian literature menunjukkan bahwa CGM memiliki akurasi yang baik dalam memantau kadar glukosa pada pasien anak dengan DKA dan mampu membantu mendeteksi perubahan kadar glukosa secara lebih dini. Dalam praktik keperawatan, perawat berperan pertama dalam pemantauan kadar glukosa pasien, pemberian terapi insulin, memantau keseimbangan cairan elektrolit, deteksi dini komplikasi, dan sebagai konselor untuk keluarga dan pasien. Kesimpulan: Berdasarkan studi literatur berbasis bukti, penggunaan  CGM dan strategi terapi insulin berkontribusi terhadap peningkatan kualitas kontrol glukosa darah, keselamatan pasien, dan peningkatan efektivitas penatalaksanaan DKA pada anak.
Narrative Literature Review: Efektivitas Blowing Therapy terhadap Status Respirasi Anak dengan Pneumonia: Narrative Literature Review: The Effectiveness of Blowing Therapy on the Respiratory Status of Children with Pneumonia Riza Fitri; Nyimas Heny Purwati
Jurnal Keperawatan Bunda Delima Vol 8 No 7 (2026): EDISI JULI
Publisher : Akademi Keperawatan Bunda Delima Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59030/jkbd.v8i7.472

Abstract

Pendahuluan: Pneumonia adalah salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas pada anak-anak di dunia, terutama pada anak-anak dan kelompok usia prasekolah. Peradangan pada parenkim paru-paru menyebabkan peningkatan produksi sekresi, gangguan ventilasi, dan penurunan pertukaran gas. Anak-anak dengan pneumonia sering menunjukkan gejala takipnea, penyempitan dinding dada, penggunaan otot pernapasan, dan penurunan saturasi oksigen, yang dapat berkembang menjadi hipoksia dan gagal napas jika tidak ditangani dengan benar. Tujuan penelitian ini menganalisis dan menggabungkan bukti tentang efektivitas blowing therapy pada status pernapasan anak dengan pneumonia.    Metode: Penelitian ini menggunakan metode Narrative Literature Review (NLR) dengan mencari referensi di database Google Scholar, PubMed, dan ProQuest dengan kata kunci " blowing therapy" atau "terapi meniup", "pneumonia", "anak", dan "status pernapasan". Artikel yang digunakan terbatas pada publikasi dari tahun 2015-2025. Hasil: 7 dari 85 artikel yang diidentifikasi memenuhi kriteria inklusi dan dianalisis dalam penelitian ini. Semua penelitian menunjukkan bahwa terapi meniup efektif dalam mengurangi laju pernapasan ketika rentang pernapasan berkurang  hingga 12 kali per menit, meningkatkan saturasi oksigen (SpO₂) antara 0,55% dan 5%, mengurangi suara pernapasan lainnya (ronkhi), meningkatkan efisiensi batuk, dan memperbaiki pola pernapasan pada anak dengan pneumonia. Bentuk intervensi antara lain latihan meniup balon, meniup kupu-kupu kertas, meniup membuat gelembung, dan permainan pernapasan bibir (PLB). Kesimpulan: Blowing therapy adalah intervensi non-farmakologis yang efektif, aman, sederhana, dan hemat biaya yang membantu memperbaiki kondisi pernapasan pada anak-anak dengan pneumonia. Pendekatan berbasis permainan untuk terapi meniup meningkatkan kenyamanan dan kerja sama anak selama perawatan. Intervensi ini berpotensi digunakan sebagai terapi tambahan dalam praktik keperawatan anak akut dan kritis berdasarkan praktik berbasis bukti.
Hubungan Dukungan Suami dengan Kejadian Baby Blues pada Ibu Nifas di Wilayah Kerja UPT Puskesmas Lamurukung : Correlation between Husband's Support and the Incidence of Baby Blues in Postpartum Mothers in the Work Area of the Lamurukung Community Health Center Hasliana Haslan; Hasnidar; Sulfianti; Ayu Ashari
Jurnal Keperawatan Bunda Delima Vol 8 No 7 (2026): EDISI JULI
Publisher : Akademi Keperawatan Bunda Delima Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59030/jkbd.v8i7.473

Abstract

Pendahuluan: Kejadian baby blues masih menjadi kasus yang jarang ditangani karena dianggap sebagai efek samping ringan dari kelelahan pasca melahirkan dibandingkan kondisi lebih serius lainnya. Gangguan kejiwaan ini dapat berkembang menjadi depresi hingga psikosis pasca melahirkan yang jika tidak ditangani segera, dapat membahayakan nyawa ibu dan anak. Dukungan suami memegang peranan penting terhadap kejadian baby blues pada ibu nifas. Tujuan penelitian ini untuk menganalis hubungan dukungan suami dengan kejadian baby blues pada ibu nifas di wilayah kerja UPT Puskesmas Lamurukung. Metode: Penelitian kwantitatif secara deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional. Penelitian telah dilakukan pada tahun 2024. Hasil:  Analisis data statistik menunjukan adanya hubungan yang bermakna antara dukungan suami informasional dengan kejadian baby blues dengan nilai p = 0,043, ada hubungan yang bermakna antara dukungan suami instrumental dengan kejadian baby blues dengan nilai p = 0,000, dan ada  hubungan yang bermakna antara dukungan suami secara emosional dengan kejadian baby blues dengan nilai p = 0,001. Kesimpulan: Semakin besar dukungan suami kepada ibu nifas semakin berkurang kemungkinan terjadinya baby blues pada ibu nifas.
Gambaran Persepsi Mahasiswa Diploma III Keperawatan terhadap Konsumsi Jamu Tradisional Berdasarkan Health Belief Model: Overview of Diploma III Nursing Students’ Perceptions of Traditional Herbal Medicine Consumption Based on the Health Belief Model Lufi Lufi; Endah Tri Wijayanti; Muhammad Mudzakkir1
Jurnal Keperawatan Bunda Delima Vol 8 No 7 (2026): EDISI JULI
Publisher : Akademi Keperawatan Bunda Delima Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59030/jkbd.v8i7.479

Abstract

Pendahuluan: Konsumsi jamu tradisional merupakan salah satu perilaku kesehatan yang dipengaruhi oleh persepsi individu. Minat mahasiswa terhadap konsumsi jamu tradisional ini cenderung rendah karena rasa, aroma, serta kecenderungan memilih pengobatan modern yang dianggap lebih praktis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran persepsi mahasiswa Prodi Diploma III Keperawatan Universitas Nusantara PGRI Kediri terhadap konsumsi jamu tradisional. Metode: Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kwantitatif dengan pendekatan survei. Responden berjumlah 99 mahasiswa tingkat I, II, dan III yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner berbasis Health Belief Model dengan skala Likert dan dianalisis secara deskriptif menggunakan distribusi frekuensi dan persentase.      Hasil:  Penelitian menunjukkan bahwa 72 responden (73%) memiliki persepsi rendah dan 27 responden (27%) memiliki persepsi sedang terhadap konsumsi jamu tradisional. Tidak ada responden dengan persepsi tinggi. Kesimpulan: Persepsi mahasiswa terhadap konsumsi jamu tradisional masih tergolong rendah sehingga diperlukan edukasi dan promosi kesehatan untuk meningkatkan persepsi positif terhadap jamu tradisional
Literature Review: Manajemen Nyeri Non-Farmakologis pada Pasien Fraktur : Literature Review: Nonpharmacological Pain Management in Patients with Fractures saylvie hardila; Putri Irwanti Sari
Jurnal Keperawatan Bunda Delima Vol 8 No 7 (2026): EDISI JULI
Publisher : Akademi Keperawatan Bunda Delima Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59030/jkbd.v8i7.480

Abstract

Pendahuluan: Fraktur merupakan kondisi ketika terjadi patah atau retak pada tulang akibat trauma yang mengakibatkan terjadinya nyeri, sehingga berdampak kepada rasa ketidaknyaman bagi pasien. Salah satu Upaya yang dilakukan untuk mengurangi rasa nyeri bisa dengan cara pemberian terapi nonfarmakologi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk meninjau berbagai macam terapi non-farmakologi yang efektif dalam menurunkan nyeri pada pasien fraktur melalui literature review 16 artikel dari Google Scholar dalam lima tahun terakhir. Metode: Penelitian literature review dilakukan dengan cara menelaah, mengidentifikasi dan menganalisis berbagai literature yang relevan dengan terapi non-farmakologis pada pasien fraktur sebanyak 15 artikel jurnal. Hasil: Berdasarkan hasil telaah literature review ditemukan bahwa terapi non-farmakologis terdapat 6 terapi nonfarmakologi yang dilakukan untuk menurunkan nyeri pada pasien fraktur yaitu  kompres dingin (cold pack), relaksasi nafas dalam (relaksasi benson), Terapi Progressive Muscle Relaxation, Balut Bidai, Spiritual Therapy Quantum Touch and Finger, Distraction Technique. Dari ke 6 terapi nonfarmakologi tersebut yang paling efektif adalah terapi kompres dingin (cold pack) dengan hasil setelah diberikan kompres dingin selama 3 hari berturut-turut dari skala nyeri 6 menjadi skala nyeri 1.  Selanjutnya terapi relaksasi nafas dengan penurunan dari skala nyeri 6,27 menurun menjadi 3,54. Kesimpulan: Berdasarkan studi literatur 15 artikel  jurnal terpilih sesuai dengan kriteria inklusi, ada 6 terapi non farmakologik yang efektif dalam menurunkan nyeri akut pada pasien fraktur
Gambaran Kualitas Tidur Perawat Sif Malam di Ruang Rawat Inap Mekah Rumah Sakit Muhammadiyah Ahmad Dahlan : Overview of Sleep Quality Among Night-Sif Nurses in the Inpatient Ward of Mekah at Muhammadiyah Ahmad Dahlan Hospital Prawiradi Jaya Ramadani; Endah Tri Wijayanti; Muhammad Mudzakkir
Jurnal Keperawatan Bunda Delima Vol 8 No 7 (2026): EDISI JULI
Publisher : Akademi Keperawatan Bunda Delima Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59030/jkbd.v8i7.481

Abstract

Pendahuluan: Perawat merupakan tenaga kesehatan yang memberikan pelayanan selama 24 jam melalui sistem kerja sif, termasuk sif malam yang berpotensi mengganggu ritme sirkadian dan kualitas tidur. Kualitas tidur pada perawat dapat berdampak pada kesehatan individu, kinerja kerja, serta mutu pelayanan kepada pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kualitas tidur perawat sif malam di Ruang Rawat Inap Mekah RS Muhammadiyah Ahmad Dahlan kota Kediri. Metode: Desain deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Sampel penelitian berjumlah 40 perawat sif malam yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling dari total populasi 68 perawat. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner PSQI yang mengukur tujuh komponen kualitas tidur, yaitu kualitas tidur subjektif, latensi tidur, durasi tidur, efisiensi tidur, gangguan tidur, penggunaan obat tidur, dan disfungsi aktivitas siang hari. Data dianalisis menggunakan distribusi frekuensi dan persentase. Hasil: Responden berusia 31–40 tahun (60%), berjenis kelamin perempuan (75%), dan berpendidikan D3 (48%). Sebanyak 63% responden mengalami kualitas tidur buruk, 37% kualitas tidur baik. Sebanyak 56% responden memiliki durasi tidur kurang dari atau 5–6 jam, dan 45% dengan durasi tidur 6-7 jam atau lebih. Sebanyak 70% membutuhkan waktu untuk mulai tidur/latensi lebih dari 15 menit, dan 5% menggunakan obat tidur.               Kesimpulan:  sebagian besar perawat sif malam memiliki kualitas tidur yang buruk, butuh waktu lebih dari 15 menit untuk memulai tidur, dan ada perawat yang menggunakan obat tidur untuk memulai tidur. Perawat sebaiknya mendapatkan waktu libur yang cukup setelah menjalani sif malam guna mendukung pemulihan dan meningkatkan kualitas tidur.
Gambaran Prilaku Self-management Penderita Diabetes Melitus di Kelurahan Jamsaren Wilayah Kerja Puskesmas Pesantren II Kota Kediri: Overview of Self-Management Behaviors Among People with Diabetes Mellitus in the Jamsaren Neighborhood, within the Service Area of the Pesantren II Community Health Center in Kediri City Setyo Bekti Aji Sasono; Endah Tri Wijayanti; Muhammad Mudzakkir
Jurnal Keperawatan Bunda Delima Vol 8 No 7 (2026): EDISI JULI
Publisher : Akademi Keperawatan Bunda Delima Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59030/jkbd.v8i7.482

Abstract

Pendahuluan: Peningkatan jumlah penderita diabetes melitus terus terjadi setiap tahunnya. Prilaku self-management penderita yang kurang memadai dapat memicu munculnya berbagai komplikasi, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang, sehingga kemampuan penderita dalam melakukan perawatan diri menjadi faktor yang sangat menentukan keberhasilan terapi. Praktik perilaku self-management mencakup kepatuhan mengonsumsi obat, pengaturan pola makan, aktivitas fisik yang teratur, pemantauan kadar glukosa darah, dan perawatan kaki secara rutin. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran mengenai tingkat praktik self-management penderita diabetes melitus yang berdomisili di Kelurahan Jamsaren, wilayah kerja Puskesmas Pesantren II Kota Kediri, sekaligus mengidentifikasi karakteristik sosiodemografi responden.                Metode: Penelitian menerapkan pendekatan kuantitatif dengan rancangan deskriptif. Sebanyak 67 responden dipilih melalui teknik purposive sampling sesuai dengan kriteria penelitian yang telah ditetapkan. Pengumpulan data dilakukan menggunakan wawancara terstruktur dengan instrumen Diabetes Self-management Questionnaire (DSMQ), sedangkan analisis data dilakukan secara univariat dan disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi.  Hasil:  Penelitian memperlihatkan bahwa sebagian besar responden (61%) telah memiliki kemampuan praktik self-management yang tergolong baik. Sebaliknya, 32% responden masih menunjukkan kemampuan praktik yang rendah, sedangkan 7% berada pada kategori cukup. Karakteristik responden didominasi oleh kelompok usia di atas 59 tahun, perempuan, berpendidikan sekolah dasar, tidak memiliki pekerjaan, riwayat diabetes melitus antara 1 – 5 tahun.              Kesimpulan: Mayoritas penderita telah mampu melaksanakan pengelolaan penyakit secara mandiri dengan baik. Dan masih terdapat sebagian pasien yang menghadapi hambatan dalam menjalankan praktik self-management. Diperlukan upaya edukasi kesehatan yang dilakukan secara berkesinambungan dengan melibatkan keluarga sebagai sistem pendukung utama agar kemampuan praktik self-management semakin optimal dan risiko komplikasi diabetes melitus dapat diminimalkan.
Pengaruh Mindfulness Breathing terhadap Perubahan Tekanan Darah dan Kualitas Tidur Penderita Hipertensi di Posyandu Melati Desa Salam Kecamatan Karangpandan: The Effect of Mindfulness Breathing on Changes in Blood Pressure and Sleep Quality Among Patients with Hypertension at the Melati Community Health Post in Salam Village, Karangpandan Subdistrict Ika Febriyanti; Endang Yuliningsih; Noerma Shovie Rizqie
Jurnal Keperawatan Bunda Delima Vol 8 No 7 (2026): EDISI JULI
Publisher : Akademi Keperawatan Bunda Delima Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59030/jkbd.v8i7.487

Abstract

Pendahuluan: Kondisi tekanan darah tinggi dan penurunan kualitas tidur banyak dialami oleh kelompok dewasa tengah. Salah satu terapi nonfarmakologis yang dapat diterapkan untuk membantu mengatasi kondisi ini adalah mindfulness breathing. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh mindfulness breathing terhadap tekanan darah dan kualitas tidur pada dewasa madya di Posyandu Melati. Metode: Penelitian ini menerapkan desain pra-eksperimental dengan pendekatan one group pre-test post-test. Jumlah sampel sebanyak 32 responden berusia 45–60 tahun yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengukuran kualitas tidur dilakukan menggunakan kuesioner Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI), sedangkan tekanan darah diklasifikasikan berdasarkan kategori hipertensi. Data dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan Uji Wilcoxon Signed Rank Test karena data berskala ordinal. Hasil: Adanya penurunan skor kualitas tidur dan tekanan darah setelah diberikan intervensi mindfulness breathing. Uji Wilcoxon menunjukkan nilai p = 0,000 (p < 0,05), yang berarti terdapat pengaruh signifikan mindfulness breathing terhadap perubahan tekanan darah dan kualitas tidur pada dewasa madya di Posyandu Melati. Kesimpulan : mindfulness breathing dapat meningkatkan kualitas tidur dan menurunkan tekanan darah. Intervensi ini disarankan sebagai kegiatan rutin di Posyandu.