cover
Contact Name
Nita Linuria
Contact Email
nitali1501@gmail.com
Phone
+6281271111086
Journal Mail Official
admin@bundadelima.ac.id
Editorial Address
JL. Bakau, No. 5, Tanjung Gading, Tj. Raya, Kedamaian, Kota Bandar Lampung, Lampung 35227
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Keperawatan Bunda Delima
ISSN : 26561166     EISSN : 2829131X     DOI : https://doi.org/10.59030/jkbd.v4i1
Jurnal Keperawatan Bunda Delima adalah jurnal untuk mempublikasikan penelitian di bidang keperawatan, dan kesehatan kepada peneliti, ilmuwan, dan profesional. Untuk setiap edisi yang diterbitkan Jurnal Keperawatan Bunda Delima, kami berupaya: Menggunakan prosedur dan waktu standar untuk naskah yang dikirimkan Memberikan layanan editorial yang baik untuk setiap naskah yang dikirimkan Menarik penulis untuk berkontribusi mengirimkan naskah berkualitas Mengelola jurnal dengan standar kualitas yang baik JKBD diterbitkan dua kali dalam setahun oleh Akademi Keperawatan Bunda Delima. Makalah yang disumbangkan harus asli dan menawarkan kontribusi yang mutakhir. Setiap manuskrip akan ditinjau oleh rekan sejawat oleh pengulas di bidang yang relevan untuk memastikan kualitas publikasi. JKBD menawarkan lisensi akses terbuka (CC-BY), penulis memegang hak cipta.
Articles 255 Documents
Hubungan Tingkat Stress dengan Kejadian Hipertensi pada Usia Dewasa di Puskesmas Bone Pantai : The Relationship Between Stress Levels and the Incidence of Hypertension Among Adults at the Bone Pantai Community Health Center Cici Asmidar; Indari1
Jurnal Keperawatan Bunda Delima Vol 8 No 6 (2026): EDISI JUNI
Publisher : Akademi Keperawatan Bunda Delima Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59030/jkbd.v8i6.457

Abstract

Pendahuluan: Hipertensi adalah salah satu masalah kesehatan yang banyak terjadi secara global pada usia dewasa dan dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya adalah tingkat stress. Stress yang tidak terkontrol dapat memicu peningkatan tekanan darah melalui mekanisme fisiologis. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan tingkat stress dengan kejadian hipertensi pada usia dewasa di Puskesmas Bone Pantai. Metode: Penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel secara purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner Perceived Stress Scale (PSS) – 10 serta pengukuran tekanan darah untuk menentukan klasifikasi hipertensi berdasarkan standard American Heart Association 2025. Teknik analisis data yang digunakan pada penelitian ini dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Squere. Hasil: Sebagian besar responden mengalami stress sedang (45,4%) dan prevalensi hipertensi mencapai 39,8%. Proporsi hipertensi meningkat seiring peningkatan tingkat stres, yaitu 14,6% pada stres ringan, 49,0% pada stres sedang, dan 72,2% pada stres berat. Hasil uji Chi-Square menunjukkan adanya hubungan yang bermakna antara tingkat stres dan kejadian hipertensi (χ²=20,455; p=0,001). Kesimpulan: Penelitian menunjukkan adanya hubungan antara tingkat stress dengan kejadian hipertensi atau semakin tinggi tingkat stress, semakin tinggi risiko terjadinya hipertensi pada usia dewasa.  
Efektivitas Konsumsi Teh Peppermint terhadap Kualitas Tidur Remaja : The Effectiveness of Peppermint Tea Consumption on Adolescents' Sleep Quality among Adolescents Zahra Julipani; Ivana Eko Rusdiatin; Darmasta Maulana; Ruri Yuni Astari
Jurnal Keperawatan Bunda Delima Vol 8 No 6 (2026): EDISI JUNI
Publisher : Akademi Keperawatan Bunda Delima Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59030/jkbd.v8i6.459

Abstract

Pendahuluan: Kualitas tidur yang tidak optimal pada remaja dapat mempengaruhi kesehatan fisik, psikologis, serta kemampuan konsentrasi dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana efektivitas peppermint sebagai terapi untuk meningkatkan kualitas tidur remaja. Metode:  Penelitian dilakukan  secara quasi experimental dengan rancangan pretest-posttest control group design. Sampel penelitian terdiri dari 32 remaja yang memenuhi kriteria penelitian dan diikutsertakan dalam penelitian penelitian menggunakan teknik sampling total. Responden dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok perlakuan sebanyak 16 responden dan kelompok kontrol sebanyak 16 responden. Penilaian kualitas tidur dilakukan menggunakan instrument Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI). Kelompok perlakuan diberikan intervensi berupa konsumsi teh peppermint selama 14 hari, sedangkan kelompok kontrol tidak memperoleh perlakuan. Analisis data menggunakan uji paired t-test. Hasil: Penelitian menunjukkan adanya penurunan rerata skor PSQI pada kelompok perlakuan dari 9,00 + 1,211 menjadi 4,19 + 1,424 setelah intervensi dengan nilai signifikansi (p=0,000), sedangkan pada kelompok kontrol terjadi tidak ditemukan perubahan yang bermakna, dengan skor awal 7,25 + 1,000 menjadi 7,38 + 0,885 dengan nilai (p=0,497). Kesimpulan: Temuan penelitian mengidentifikasikan konsumsi teh peppermint selama 14 hari memberikan pengaruh signifikan memperbaiki kualitas tidur remaja. Terapi ini direkomendasikan sebagai intervensi keperawatan yang mudah, aman, dan ekonomis untuk meningkatkan kualitas tidur pada remaja.
Video Edukasi Teknik Menyusui sebagai Media Edukasi Keberhasilan Laktasi pada Ibu Postpartum : Breastfeeding Technique Educational Video as an Educational Medium for Lactation Success Among Postpartum Mothers Marleni
Jurnal Keperawatan Bunda Delima Vol 6 No 2 (2024): EDISI AGUSTUS
Publisher : Akademi Keperawatan Bunda Delima Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59030/jkbd.v6i2.509

Abstract

Keberhasilan laktasi merupakan salah satu indikator penting dalam mendukung pemberian Air Susu Ibu (ASI) secara optimal pada ibu postpartum. Rendahnya pengetahuan dan keterampilan ibu mengenai teknik menyusui yang benar dapat memengaruhi keberhasilan laktasi. Salah satu media edukasi yang dapat digunakan untuk meningkatkan pemahaman ibu adalah video edukasi teknik menyusui. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemanfaatan video edukasi teknik menyusui sebagai media edukasi keberhasilan laktasi pada ibu postpartum. Penelitian ini menggunakan desain pre-experimental dengan pendekatan one group pretest-posttest. Populasi penelitian berjumlah 20 ibu postpartum dengan teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling, sehingga seluruh populasi dijadikan responden. Instrumen penelitian menggunakan LATCH Assessment Tool, sedangkan analisis data dilakukan menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor keberhasilan laktasi sebelum diberikan video edukasi teknik menyusui adalah 5,20, kemudian meningkat menjadi 8,20 setelah diberikan intervensi. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai p-value = 0,000 (p < 0,05), yang menunjukkan adanya peningkatan keberhasilan laktasi setelah pemberian video edukasi teknik menyusui. Video edukasi teknik menyusui dapat dimanfaatkan sebagai media edukasi untuk meningkatkan keberhasilan laktasi pada ibu postpartum melalui peningkatan pengetahuan dan keterampilan dalam menerapkan teknik menyusui yang benar.
Studi Kasus: Intervensi Relaksasi Finger hold pada Pasien dengan Indikasi Nyeri Akibat Systemic Lupus Erythematosus: Case Study: Finger-Hold Relaxation Intervention in Patients with Pain Due to Systemic Lupus Erythematosus Meriati Meriati; Muhammad Iqbal S; Yullyzar
Jurnal Keperawatan Bunda Delima Vol 8 No 7 (2026): EDISI JULI
Publisher : Akademi Keperawatan Bunda Delima Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59030/jkbd.v8i7.396

Abstract

Pendahuluan: Systemic Lupus Erythematosus (SLE) adalah penyakit autoimun kronis, mempengaruhi berbagai sistem tubuh dengan memproduksi antibodi yang berlebihan sehingga menyebabkan berbagai manifestasi klinis pada berbagai organ sistemik seperti kulit, mukosa, ginjal, sistem saraf, sistem kardiovaskular, sendi, tulang dan darah tepi. Keluhan nyeri sebagai salah satu gejala utama dari SLE. Tujuan studi ini  untuk melihat efek intervensi relaksasi finger hold pada pasien dengan indikasi nyeri akibat systemic lupus erythematosus. Metode: Penelitian dilakukan secara studi kasus pada satu orang pasien (An. C) penderita SLE. Intervensi keperawatan yang diberikan yaitu terapi relaksasi finger hold atau latihan relaksasi dan pergerakan pada jari-jari tangan. Intervensi diberikan dengan durasi waktu yaitu 15 menit setiap kali latihan selama 6 hari perawatan. Pemantauan dilakukan sebelum dan sesudah intervensi relaksasi finger hold terhadap skala nyeri akibat SLE. Hasil: Evaluasi hasil penelitian didapatkan pada pasien An. C setelah intervensi relaksasi finger hold menurunkan skala nyeri dari skala 6 menjadi 3. Kesimpulan: Intervensi relaksasi finger hold menggunakan jari-jari dapat memberikan efek relaksasi dan mengurangi rasa nyeri pada pasien SLE.
Hubungan Kelengkapan Imunisasi Dasar dengan Kejadian Stunting pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Lohbener: Correlation between Completion of Basic Immunizations and the Incidence of Stunting Among Toddlers in the Service Area of the Lohbener Community Health Center Eleni Kenanga Purbasary; Titin Hidayatin; Nelly Dinda Versanti
Jurnal Keperawatan Bunda Delima Vol 8 No 7 (2026): EDISI JULI
Publisher : Akademi Keperawatan Bunda Delima Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59030/jkbd.v8i7.424

Abstract

Pendahuluan: Stunting dapat disebabkan oleh kekurangan gizi sejak lahir hingga beberapa tahun pertama kehidupannya. Anak yang mengalami stunting akan mengalami tubuh pendek, berbeda dengan anak pada umumnya. Salah satu cara mencegah stunting pada anak adalah imunisasi. Anak-anak yang menerima semua vaksinasi dasar yang direkomendasikan dapat memperkuat sistem kekebalan tubuh mereka dan mencegah paparan beberapa infeksi. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan hubungan antara kelengkapan imunisasi dasar dengan kejadian stunting pada balita di Wilayah Kerja Puskesmas Lohbener. Metode: Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kwantitatif dengan pendekatan korelasional. Perhitungan sampel menggunakan rumus Slovin. Desain sampel menggunakan purposive sampling dengan 93 responden. Instrumen penelitian menggunakan lembar checklist dan lembar observasi. Analisis data menggunakan Chi square. Hasil: Berdasarkan temuan penelitian, dari 53 responden dengan imunisasi yang lengkap, 50 (94,3%) memiliki tinggi badan normal dan tidak mengalami stunting, sementara 3 (5,7%) mengalami stunting dengan nilai p value kurang dari 0,05. Kesimpulan: Temuan utama penelitian ini adalah kelengkapan imunisasi berhubungan dengan kejadian stunting stunting pada balita di Wilayah Kerja Puskesmas Lohbener. Diharapkan upaya-upaya peningkatan kesadaran tentang pentingnya imunisasi dasar lengkap untuk mencegah stunting dengan memberikan edukasi kesehatan kepada kader posyandu, dan mendorong partisipasi aktif masyarakat.
Literature Review : Intervensi Peningkatan Kesehatan Mental pada Masa Kehamilan untuk Mencegah Depresi Post Partum: Literature Review: Mental Health Interventions During Pregnancy to Prevent Postpartum Depression Diah Lestari Nasution; Evi Indriani Br Karo; Febrina Oktavinola Kaban; Nur Afi Darti; Bina Melvia Girsang
Jurnal Keperawatan Bunda Delima Vol 8 No 7 (2026): EDISI JULI
Publisher : Akademi Keperawatan Bunda Delima Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59030/jkbd.v8i7.440

Abstract

Pendahuluan: Depresi postpartum merupakan gangguan kesehatan mental yang sering terjadi setelah persalinan yang bisa berdampak pada ibu, bayi, dan keluarga. Kondisi ini dipengaruhi oleh berbagai faktor antara lain seperti faktor biologis, psikologis, dan sosial yang telah muncul sejak masa kehamilan. Tujuan literature review ini adalah untuk mengidentifikasi bentuk-bentuk intervensi peningkatan kesehatan mental selama kehamilan yang efektif dalam mencegah depresi postpartum berdasarkan publikasi lima tahun terakhir (2020-2025). Metode: Pendekatan literature review melalui penelusuran artikel pada database Google Scholar, PubMed, ScienceDirect, dan SpringerLink menggunakan kata kunci “mental health promotion”, “pregnancy”,”postpartum depression”, dan “prenatal intervention”. Artikel dipilih berdasarkan kriteria inklusi berupa penelitian berbahasa Indonesia dan Inggris, full text, serta dipublikasikan tahun 2020-2025. Hasil: Kajian literatur menunjukkan bahwa intervensi untuk peningkatan kesehatan mental selama kehamilan dapat dilakukan melalui edukasi psikologis, mindfulness, dukungan social, konseling antenatal, terapi nonfarmakologis, skrining dini, dan intervensi berbasis telemedicine. Intervensi tersebut terbukti mampu menurunkan tingkat kecemasan dan risiko depresi postpartum. Kesimpuan: Literature review ini menunjukkan bahwa upaya promosi kesehatan mental sejak masa antenatal penting dilakukan secara terintegrasi oleh tenaga kesehatan, khususnya perawat dan bidan, untuk mencegah depresi postpartum serta meningkatkan kualitas hidup ibu dan bayi.
Strategi Komunikasi Terapeutik Bidan dalam Meningkatkan Kualitas Pelayanan Kesehatan: Midwives’ Therapeutic Communication Strategies for Improving The Quality of Health Care Febrina Oktavinola Kaban; Evi Indriani Br Karo; Diah Lestari Nasution; Nur Afi Darti; Bina Melvia Girsang
Jurnal Keperawatan Bunda Delima Vol 8 No 7 (2026): EDISI JULI
Publisher : Akademi Keperawatan Bunda Delima Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59030/jkbd.v8i7.445

Abstract

KPendahuluan: Komunikasi terapeutik adalah salah satu kompetensi penting yang harus dimiliki bidan dalam memberikan pelayanan kesehatan yang berkualitas. Komunikasi yang efektif dapat meningkatkan kepercayaan pasien, kepuasan pelayanan, dan keberhasilan tindakan kebidanan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi komunikasi terapeutik bidan dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan. Metode: Deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 50 bidan yang bekerja di pelayanan kesehatan. Teknik pengambillan sampel menggunakan purposive sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner komunikasi terapeutik yang meliputi fase prainteraksi, orientasi, kerja , dan terminasi. Data dianalisis menggunakan analisis univariat dalam bentuk distribusi frekuensi dan persentase.      Hasil:  Penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar bidan memiliki kemampuan komunikasi terapeutik dalam kategori baik: Sebanyak 84% bidan selalu menyapa pasien dengan ramah dan memperkenalkan diri, 78% mendengarkan keluhan pasien dengan penuh perhatian, dan 82% menggunakan bahasa yang mudah dipahami pasien. Selain itu, 76% bidan memberikan edukasi kesehatan secara jelas setelah pelayanan diberikan. Kesimpulan: Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa keterampilan komunikasi terapeutik bidan dipelayanan kesehatan di kota Medan dalam kategori baik.
Hubungan Dukungan Keluarga dan Petugas Kesehatan dengan Kepatuhan Minum Obat Pasien Tuberkulosis di Puskesmas Bone Pantai: Relationship between Family and Healthcare Provider Support with Medication Adherence Among Tuberculosis Patients at Bone Pantai Rustan Ramli; Indari
Jurnal Keperawatan Bunda Delima Vol 8 No 8 (2026): EDISI AGUSTUS
Publisher : Akademi Keperawatan Bunda Delima Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Tuberkulosis (TB) paru masih menjadi masalah kesehatan global dengan angka kejadian dan kasus putus obat yang tinggi. Kepatuhan minum obat merupakan faktor utama keberhasilan terapi TB, namun masih dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk dukungan keluarga dan petugas kesehatan. Penelitian ini bertujuan melihat apakah ada hubungan antara dukungan keluarga dengan kepatuhan minum obat pada pasien TB dan apakah juga ada hubungan antara dukungan petugas kesehatan dengan kepatuhan minum obat pada pasien TB paru. Metode: Penelitian menggunakan metode kuantitatif analitik dengan desain cross sectional. Sampel penelitian menggunakan metode total sampling adalah seluruh pasien TB paru sebanyak 14 responden. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner dukungan keluarga, kuesioner peran petugas kesehatan, dan Morisky Medication Adherence Scale (MMAS). Data dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Spearman Rank dengan tingkat signifikansi p<0,05. Hasil: Uji Spearman Rank menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara dukungan keluarga dengan kepatuhan minum obat pada pasien TB paru dengan nilai p = 0,019 (p < 0,05) dan koefisien korelasi sebesar 0,617 yang menunjukkan hubungan kuat dan positif. Selain itu, terdapat hubungan signifikan antara dukungan petugas kesehatan dengan kepatuhan minum obat pada pasien TB paru dengan nilai p = 0,000 (p < 0,05) dan koefisien korelasi sebesar 0,863 yang menunjukkan hubungan sangat kuat dan positif.      Kesimpulan: Hasil penelitian menunjukan bahwa keberhasilan pengobatan TB tidak hanya berorientasi pada penderita itu sendiri, namum faktor pendukung lainnya yaitu dukungan keluarga dan tenaga kesehatan memberi kontribusi yang kuat.
Gambaran Pengetahuan Remaja Putri Kelas VIII tentang Penanganan Dismenore di SMPN 2 Tanjunganom: An Overview of Eighth-Grade Adolescent Girls' Knowledge regarding Dysmenorrhea Management at SMPN 2 Tanjunganom Ghaniyyu Intan Nur Anisa; Endah Tri Wijayanti; Muhammad Mudzakkir
Jurnal Keperawatan Bunda Delima Vol 8 No 8 (2026): EDISI AGUSTUS
Publisher : Akademi Keperawatan Bunda Delima Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59030/jkbd.v8i8.460

Abstract

Pendahuluan: Dismenore merupakan masalah kesehatan reproduksi yang sering dialami remaja putri dan dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Pengetahuan tentang penanganan dismenore secara tepat, akan membantu remaja putri dalam mengatasi dismenore supaya tidak menganggu aktivitas belajar. Penelitian bertujuan untuk mengetahui gambaran pengetahuan remaja putri kelas VIII tentang penanganan dismenore di SMPN 2 Tanjunganom. Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Populasi penelitian adalah seluruh remaja putri kelas VIII di SMPN 2 Tanjunganom Kabupaten Nganjuk sebanyak 100 siswi. Sampel penelitian berjumlah 50 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuisoner tertutup, kemudian dianalisis secara univariat dan disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi serta presentase. Hasil: Data penelitian menunjukan sebagian besar responden berusia 14 tahun sebanyak 37 orang (74%). Pengetahuan remaja putri tentang penanganan dismenore sebagian besar berada pada kategori kurang sebanyak 44 responden (88%), kategori cukup sebanyak 5 responden (10%), dan kategori baik sebanyak (2%). Kesimpulan: Hasil survei ini menunjukkan bahwa sebagian besar remaja putri kelas VIII di SMPN 2 Tanjunganom memiliki pengetahuan yang kurang tentang penanganan dismenore. Perlunya peningkatan edukasi kesehatan reproduksi yang dilakukan oleh pihak sekolah bekerja sama dengan tenaga kesehatan untuk meningkatkan pengetahuan remaja putri tentang penanganan dismenore.
Hubungan Budaya Organisasi dan Komunikasi Efektif dengan Kualitas Pelayanan Keperawatan Pasien di RS Rembang : Correlation between Organizational Culture and Effective Communication with the Quality of Nursing Care Services for Patients at Rembang Hospital Ektina Wijarning Dalu; Sri Siska Mardiana; Tri Suwarto; Sukarmin Sukarmin
Jurnal Keperawatan Bunda Delima Vol 8 No 7 (2026): EDISI JULI
Publisher : Akademi Keperawatan Bunda Delima Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59030/jkbd.v8i7.465

Abstract

Pendahuluan: Kualitas pelayanan keperawatan menjadi salah satu penentu utama mutu pelayanan kesehatan, disini ada interaksi langsung perawat dengan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan komunikasi efektif dan budaya organisasi dengan kualitas pelayanan keperawatan pasien di rumah sakit. Metode: Desain kuantitatif dengan pendekatan cross sectional dengan jumlah sampel 104 responden. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner, kemudian dianalisis dengan uji Fisher’s Exact dan Odds Ratio (OR). Hasil: Penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki kualitas pelayanan keperawatan yang baik (93,2%). Perawat dengan komunikasi efektif baik memiliki kualitas pelayanan baik sebesar 97,5%, dengan p = 0,008 dan OR = 9,63. Pada variabel budaya organisasi, perawat dengan budaya organisasi baik memiliki kualitas pelayanan baik sebesar 97,4%, dengan p = 0,012 dan OR = 8,52. Kesimpulan: Komunikasi efektif dan budaya organisasi perawat berhubungan signifikan dengan kualitas pelayanan keperawatan, dimana peningkatan keduanya akan meningkatkan mutu pelayanan kepada pasien