cover
Contact Name
Ari Zulsafar
Contact Email
journals@telkomuniversity.ac.id
Phone
+6282120368642
Journal Mail Official
abdimasppm@telkomuniversity.ac.id
Editorial Address
Jl. Telekomunikasi Terusan Buah Batu no 1, Bandung 40257 Indonesia
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Community Service Seminar and Community Engagement (COSECANT)
Published by Universitas Telkom
ISSN : -     EISSN : 29862892     DOI : https://doi.org/10.25124/cosecant.v2i2.18571
Community Service Seminar and Community Engagement (COSECANT) ini adalah forum yang digunakan sebagai salah satu bentuk diseminasi hasil-hasil pengabdian kepada masyarakat, dimana pada forum ini para pelaksana PkM dapat berbagi pengalaman dan ide-ide inovatif, baik di bidang keteknikan ataupun sosial sains. Selain itu, seminar ini merupakan forum ilmiah untuk memfasilitasi upaya membangun kultur akademik dosen dan peneliti dalam menyebarluaskan hasil penelitian melalui kegiatan PkM dan untuk memberikan kesempatan kepada para stakeholder dari berbagai level kalangan dan industri serta pemerintah untuk merintis kerjasama yang saling menguntungkan
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 51 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 2 (2021)" : 51 Documents clear
Implementasi Deteksi Citra Termal untuk protokol pencegahan Covid19 di Desa Sukapura Aji Gautama Putra; Doan Perdana; Bagus Aditya; Sidik Prabowo
Prosiding COSECANT : Community Service and Engagement Seminar Vol 1, No 2 (2021)
Publisher : Universitas telkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (427.43 KB) | DOI: 10.25124/cosecant.v1i2.17516

Abstract

Kantor Desa Sukapura adalah pusat administrasi dan kepemimpinan Desa Sukapura yang beralamat di Jl. Sukapura No.54, Sukapura, Kec. Dayeuhkolot, Bandung, Jawa Barat 40267. Kepala Desa Sukapura adalah H.Ganjar Sukma Wibawa, A.Md. Jarak Kantor Desa Sukapura dari Kampus Telkom University adalah 500 meter. Di masa Pandemic COVID-19, Kantor Desa Sukapura sudah menjalankan beberapa protokol di antara nya adalah; menjaga jarak, mencuci tangan, menggunakan masker, dan WFH Sebagian Sudah dilakukan pengukuran suhu tubuh sebagai salah satu Protokol Pencegahan COVID-19, di mana setiap pegawai atau pengunjung yang datang ke Kantor Desa Sukapura harus mempunyai suhu tubuh normal atau di bawah 37,5oC. Namun akurasi pengukuran suhu masih bisa ditingkatkan dan bisa diterapkan pengukur suhu yang multi-person. Selain itu pegawai di Kantor Desa Sukapura juga perlu upgrading skill dan pengetahuan terkait penggunaan teknolologi untuk pengukuran suhu. Oleh karena itu pada Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Community Service Engagement (CSE) ini diusulkan untuk dilakukan pendampingan desa berupa perancangan dan implementasi Pemeriksaan Suhu Badan dengan Citra Termal Sesuai Protokol COVID-19 di Kantor Desa Sukapura. Selain itu agar pegawai dapat menggunakan teknologi tersebut dilakukan penyuluhan terkait penggunaan pemeriksaan suhu badan dengan citra termal sesuai protokol COVID-19 di Kantor Desa Sukapura.
ANALISIS KORELASI NILAI MICROTEACHING GURU DENGAN KEMAMPUAN PEMBUATAN SOAL YANG MENGINTEGRASIKAN BERPIKIR KOMPUTASIONAL PADA MATA PELAJARAN MELALUI GERAKAN PANDAI Muhammad Arzaki; Ade Romadhony; Putu Harry Gunawan; Rimba Whidiana Ciptasari; Fazmah Arif Yulianto; Selly Meliana; Agung Toto Wibowo; Bambang Pudjoatmodjo; Dodi Wisaksono Sudiharto; Fat’hah Noor Prawita; Ema Rachmawati
Prosiding COSECANT : Community Service and Engagement Seminar Vol 1, No 2 (2021)
Publisher : Universitas telkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (432.678 KB) | DOI: 10.25124/cosecant.v1i2.17506

Abstract

Berpikir Komputasional (BK) merupakan metode berpikir secara sistematis dan logis dalam menyelesaikan suatu masalah. Biro Bebras Universitas Telkom menyelenggarakan lokakarya dengan tujuan melatih guru untuk mengintegrasikan BK ke dalam mata pelajaran pada rumpun STEM maupun non-STEM untuk tingkat SD, SMP dan SMA. Pada lokakarya ini, terdapat 146 peserta guru yang setengahnya merupakan guru SMA atau sederajat dan lebih dari seperempatnya adalah guru SD atau sederajat. Dalam kegiatan lokakarya, guru-guru diberikan pelatihan BK, membuat rencana pembelajaran (RP), membuat deskripsi soal (DS) dan melaksanakan microteaching (MT) sebagai penerapan dari kegiatan lokakarya. Dari hasil analisis data yang dilakukan, nilai korelasi antara nilai pembuatan DS dan aktivitas MT secara keseluruhan adalah 0,08151 dari total 33 peserta yang mengikuti serangkaian tugas DS dan MT. Sehingga, secara statistik dapat disimpulkan bahwa tidak ada pengaruh signifikan antara aktivitas pembuatan DS dengan aktivitas MT pada kegiatan lokakarya ini.
PENGUATAN KAPASITAS PENGELOLA INKUBATOR BISNIS TELEKOMUNIKASI INFORMASI DAN ELEKTRONIKA Iwan Iwut Tritoasmoro; Eko Rahayu; Ridwan Ridwan
Prosiding COSECANT : Community Service and Engagement Seminar Vol 1, No 2 (2021)
Publisher : Universitas telkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (330.718 KB) | DOI: 10.25124/cosecant.v1i2.17512

Abstract

Sebagai lembaga intermediasi yang melakukan proses pembinaan, pendampingan, dan pengembangan kepada para wirausaha pemula (start-up), Inkubator Bisnis dan teknologi (IBT) senantiasa dituntut untuk selalu bertumbuh. Pengembangan bisnis teknologi merupakan proses yang kompleks, dan perkembangan yang sedemikain cepat, menuntut penguataan pada kapasitas sumber daya pengelola secara Mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya manusia terdidik dalam menggerakkan perekonomian dengan memanfaatkan ilmu pengetahuan dan teknologi. Kata Kunci: Inkubator Bisnis Teknologi, Start-up, pengembangan kapasitas SDM
PENGUATAN KARANG TARUNA DALAM PENGELOLAAN SAMPAH TERPADU DENGAN SISTEM ONLINE MANAJEMEN SAMPAH DI DESA SUKAPURA, KECAMATAN DAYEUHKOLOT, KABUPATEN BANDUNG Endang Budiasih; Fransiskus Tatas Dwi Atmaji; Aji Pamoso; Putra Fajar Alam
Prosiding COSECANT : Community Service and Engagement Seminar Vol 1, No 2 (2021)
Publisher : Universitas telkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (151.535 KB) | DOI: 10.25124/cosecant.v1i2.17497

Abstract

Pencemaran lingkungan dan bahaya banjir akibat sampah yang menumpuk akan membahayakan bagi seluruh warga desa Sukapura. Sampah-sampah yang dibuang sembarangan ke sungai akan terbawa arus dan salah satunya akan juga melewati dan mengotori aliran sungai di kawasan kampus Telkom University. Potensi dari Karang Taruna desa, dan sudah tersedianya bangunan yang direncanakan untuk penanganan sampah ini, akan sangat mendukung program pengelolaan sampah terpadu. Penguatan Karang Taruna dalam pengelolaan sampah terpadu dengan sistem online manajemen sampah melalui pelatihan dan pengenalan sistem pengelolaan sampah terpadu bisa dilakukan menggunakan bantuan teknologi yang terintegrasi dengan berbagai macam sumber daya pendukungnya yaitu salah satu sistem manajemen penanganan sampah terpadu dan terpusat berbasis sistem online manajemen sampah (smash). Setelah kegiatan pelatihan ini dilaksanakan, diharapkan akan meningkatkan tingkat kepedulian masyarakat desa Sukapura, khususnya Karang Taruna terhadap permasalahan sampah yang selama ini belum dapat teratasi dan memanfaatkan teknologi untuk pengelolaan sampah terpadu
MITIGASI BENCANA PENGENALAN DINI GEJALA COVID 19 DALAM UPAYA PENCEGAHAN PENYEBARAN VIRUS COVID 19 Destanul Aulia; Rahayu Lubis; Maya Fitria
Prosiding COSECANT : Community Service and Engagement Seminar Vol 1, No 2 (2021)
Publisher : Universitas telkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (142.341 KB) | DOI: 10.25124/cosecant.v1i2.17531

Abstract

Salah satu bentuk bencana non-alam yang terjadi disekitar masyarakat sekarang adalah Pandemi Covid-19. Pandemi Covid19 telah ditetapkan sebagai bencana nasional berupa wabah penyakit yang menyebabkan kematian yang cukup tinggi di Indonesia. Salah satu wilayah di Kota medan dengan kasus Covid 19 tertinggi adalah Kecamatan Helvetia. Tingginya kasus tersebut tentu menjadi masalah kesehatan masyarakat yang membutuhkan penanggulangan yang serius dan untuk mewaspadai risiko lebih besar, maka perlu dilakukan upaya mitigasi oleh masyarakat dalam menekan tingginya kasus penyebaran Covid 19. Dengan pertimbangan tersebut maka perlunya edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat mengenai pengenalan gejala dini Covid 19 dan tindakan pencegahan Covid 19 dengan tujuan upaya peningkatan pengetahuan dan kesadaran masyarakat untuk mencegah penyebaran virus Covid 19. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) di Kecamatan Helvetia terkait dengan mitigasi Covid 19 terlaksana dengan baik, pengabdian masyarakat ini dilaksanakan dengan dukungan dari puskesmas Helvetia, IAKMI Pengcab Medan dan ahli dari bidang yang terkait dengan mitigasi bencana Covid 19 sebagai narasumber. Kegiatan pertama dan kedua pengabdian dilaksanakan dengan melakukan edukasi dan sosialisasi oleh narasumber dan selanjutnya melaksanakan vaksinasi covid 19 massal dengan dibantu dari pihak puskesmas helvetia dan IAKMI Pengcab Sumut.
ANALISIS KELAYAKAN INVESTASI WORK FROM DESA WISATA ALAM ENDAH JAWA BARAT Muhammad Azhari; Khairunnisa Khairunnisa; Lenny Suzan; Muhammad Muslih
Prosiding COSECANT : Community Service and Engagement Seminar Vol 1, No 2 (2021)
Publisher : Universitas telkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (128.56 KB) | DOI: 10.25124/cosecant.v1i2.17522

Abstract

Investasi merupakan kegiatan yang memberikan nilai tambah bagi nilai aset tertentu, yang bertujuan untuk memberikan kesejahteraan bagi pemilik aset tersebut. Investasi yang baik sebaiknya dilakukan melalui tahap perencanaan yang matang sehingga dapat meminimalkan risiko ekonomi yang akan dihadapi ketika proyek investasi tersebut dilaksanakan. Konsep Work From Desa merupakan konsep baru, dimana sejak terjadinya pandemic COVID-19, istilah ini banyak digunakan bagi para profesional yang melakukan kegiatan produktifnya dari mana saja. Alam Endah sebagai salah satu Desa Wisata unggulan di Jawa Barat memiliki sumber daya yang potensial bagi dikembangkannya konsep ini, dengan tujuan meningkatkan efek multiplier kesejahteraan masyarakat desa. Unsur utama yang diperlukan dalam menunjang Work From Desa ini, adalah sarana akomodasi yang memadai untuk dilakukannya kerja dimana saja. Pengabdian Masyarakat kali ini mengangkat studi kelayakan investasi revitalisasi sarana Akomodasi di Desa Alam Endah. Dari analisis yang telah dilakukan, maka Investasi Work From Desa Wisata ini layak untuk dikembangkan, dengan nilai Net Present Value yang posotif dan indeks Internal Rate of Return yang melebihi tingkat risiko bisnisnya.
PENGUATAN KAPASITAS PENGELOLA INKUBATOR BISNIS TELEKOMUNIKASI INFORMASI DAN ELEKTRONIKA Iwan Iwut Tritoasmoro; Eko Rahayu; Ridwan Ridwan
Prosiding COSECANT : Community Service and Engagement Seminar Vol 1, No 2 (2021)
Publisher : Universitas telkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (331.047 KB) | DOI: 10.25124/cosecant.v1i2.17511

Abstract

Sebagai lembaga intermediasi yang melakukan proses pembinaan, pendampingan, dan pengembangan kepada para wirausaha pemula (start-up), Inkubator Bisnis dan teknologi (IBT) senantiasa dituntut untuk selalu bertumbuh. Pengembangan bisnis teknologi merupakan proses yang kompleks, dan perkembangan yang sedemikain cepat, menuntut penguataan pada kapasitas sumber daya pengelola secara Mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya manusia terdidik dalam menggerakkan perekonomian dengan memanfaatkan ilmu pengetahuan dan teknologi. Kata Kunci: Inkubator Bisnis Teknologi, Start-up, pengembangan kapasitas SDM
PENGGUNAAN MESIN PENUMBUK METODE MOTOR PENGGERAK GUNA PENINGKATAN PRODUKSI OPAK KETAN Wawan Tripiawan; Rosad Ma’ali E; Husni Amani; Boby Hera Sagita
Prosiding COSECANT : Community Service and Engagement Seminar Vol 1, No 2 (2021)
Publisher : Universitas telkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (232.959 KB) | DOI: 10.25124/cosecant.v1i2.17502

Abstract

Proses penumbukan nasi ketan sebagai bahan baku pembuatan opak ketan sampai saat ini ini masih menggunakan proses manual, dimana nasi ketan diletakkan di dalam media lesung dan di tumbuk dengan menggunakan alat penumbuk (alu) bergerak naik turun dengan memanfaatkan tenaga manusia. Proses penumbukan ini sangat bergantung dari ketrampilan dan fisik tenaaga kerja saat menumbuk nasi ketan agar diperoleh hasil yang optimal, selain itu pihak pengrajin opak ketan merasa kesulitan untuk mencari tenaga kerja penumbuk nasi ketan, solusinya adalah pemanfaatan mesin penumbuk nasi ketan dengan metode motor penggerak dan gearbox, untuk menggerakan alat penumbuk naik turun, lesung berputar yang dilengkapi dengan stopper untuk memindahkan nasi ketan dari pinggir ke tengan. Desain teknologi ini, fokus perhatian ditujukan pada industri yang menggunakan proses manual dalam penumbukan. Selain keterbatasan lahan dan soal higienis yang dihadapi industri kecil ini, kecepatan dan kehalusan hasil penumbukan dari proses penumbukan bisa menjadi sangan bervariasi, sehingga para pengrajin tidak bisa memenuhi permintaan yang tinggi. Mesin penumbuk nasi ketan dengan metode motor penggerak, didesain untuk dapat dijadikan media penumbukan menggunakan penggerak mesin dengan tenaga listrik, dan dengan tingkat kecepatan yang dapat disesuaikan, sehingga pengrajin dapat dengan mudah mengontrol tingkat kehalusan bahan makanan tersebut.
Penguatan Pengelolaan Potensi Desa Wisata Alamendah melalui Perencanaan Masterplan Tata Ruang/Guna Lahan Ahmad Nur Sheha Gunawan, S.T., M.T.; Setiamurti Rahardjo, S.T., M.T.; Kiki Putri Amelia, S.T., M.Ds
Prosiding COSECANT : Community Service and Engagement Seminar Vol 1, No 2 (2021)
Publisher : Universitas telkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (314.962 KB) | DOI: 10.25124/cosecant.v1i2.17536

Abstract

Perencanaan desa wisata perlu didukung pemetaan penggunaan lahan dan potensi yang dimiliki. Umumnya desa wisata tumbuh karena keunikan desa tersebut, baik berupa kondisi bentang alam, kondisi sosial budaya, maupun kegiatan tertentu yang berkembang didesa tersebut. Permasalahan yang dihadapi adalah umumnya desa wisata lahir bukan dari rencana sehingga banyak desa wisata yang tidak memiliki roadmap dalam pembangunan fisik. Selain pembangunan desa wisata tidak merespon potensi yang ada, pembangunan yang sporadis dan mengalih fungsikan lahan karena tidak adanya perencanaan tata kelola ruang dan lahan membuatdesa wisata terancam eksistensinya, khususnya terkait dengan permukiman karena pertambahan jumlah penduduk. Perencanaan masterplan didesa wisata Alamendah mendukung pengelola dan pemerintah desa wisata dalam merencanakan pengembangan serta pembangunan desa wisata Alamendah kedepan sesuai dengan potensi yang ada. Kawasan dipetakan dan ploting peruntukannya sesuai dengan nilai dan potensi Kawasan, sehingga mampu mengendalikan alih fungsi lahan yang mengancam keberadaan desa wisata Alamendah.
Pelatihan Internet of Things (IoT) Untuk Sistem Hidroponik Sederhana di Masyarakat Citeureup dalam Menyambut Era Smart Nation Ihsan Maulidin; Amaliyah Rohsari Indah Utami; Tania Verasta; Theresia Deviyana Gunawan; Ahmad Qurthobi; Mamat Rokhmat; Asep Suhendi; Andre Swardana; Erni Dwi Sumaryatie
Prosiding COSECANT : Community Service and Engagement Seminar Vol 1, No 2 (2021)
Publisher : Universitas telkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (363 KB) | DOI: 10.25124/cosecant.v1i2.17493

Abstract

Smart nation merupakan suatu pemanfaatan teknologi berbasis internet dan sensor yang dapat mempermudah kegiatan manusia dalam kehidupan sehari – hari. Oleh karena itu, pelatihan IoT di Desa Citeureup khususnya RW 6, Kabupaten Bandung sangat dibutuhkan. Hal ini dikarenakan warga RW 6 telah mengembangkan sistem hidroponik namun secara sederhana dan konvensional di greenhouse yang dimiliki. Di sisi lain, Telkom University merupakan kampus berbasis teknologi digital yang mendukung, mengembangkan ide, serta pemikiran untuk menerapkan teknologi berbasis 4.0 dalam menyelesaikan permasalahan yang dihadapi, terutama di lingkungan masyarakat. Oleh sebab itu, pelatihan IoT yang dilakukan bertujuan untuk mengedukasi dan menyiapkan masyarakat sasar tentang pemanfaatan IoT pada sistem hidroponik yang dimiliki. Pelatihan dilakukan dengan cara mengenalkan komponen dan simulasi sistem IoT berupa pengukuran tingkat keasaman (pH) sistem tersebut. Berikutnya, pengaruh kegiatan pelatihan dianalisis melalui survey pra dan paska pelatihan terhadap peserta sebanyak 70 responden, serta hasil pengukuran pH dalam sistem pagi dan sore. Hasil analisis survei kuesioner menunjukkan bahwa sebanyak 87% dari total responden mengerti tentang penerapan IoT pada sistem hidroponik dibandingkan sebelum pelatihan. Serta, data awal pengukuran pH selama 10 hari saat pagi dan sore tidak berbeda yaitu berkisar 6,60 – 6,72. Hal ini menunjukkan bahwa kondisi pH air system hidroponik warga adalah tidak membahayakan tanaman. Dengan demikian, kegiatan pelatihan ini memberikan kontribusi positif bagi masyarakat khususnya RW 6 dalam menyambut era smart nation.