cover
Contact Name
Ari Zulsafar
Contact Email
journals@telkomuniversity.ac.id
Phone
+6282120368642
Journal Mail Official
abdimasppm@telkomuniversity.ac.id
Editorial Address
Jl. Telekomunikasi Terusan Buah Batu no 1, Bandung 40257 Indonesia
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Community Service Seminar and Community Engagement (COSECANT)
Published by Universitas Telkom
ISSN : -     EISSN : 29862892     DOI : https://doi.org/10.25124/cosecant.v2i2.18571
Community Service Seminar and Community Engagement (COSECANT) ini adalah forum yang digunakan sebagai salah satu bentuk diseminasi hasil-hasil pengabdian kepada masyarakat, dimana pada forum ini para pelaksana PkM dapat berbagi pengalaman dan ide-ide inovatif, baik di bidang keteknikan ataupun sosial sains. Selain itu, seminar ini merupakan forum ilmiah untuk memfasilitasi upaya membangun kultur akademik dosen dan peneliti dalam menyebarluaskan hasil penelitian melalui kegiatan PkM dan untuk memberikan kesempatan kepada para stakeholder dari berbagai level kalangan dan industri serta pemerintah untuk merintis kerjasama yang saling menguntungkan
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 63 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 2 (2022)" : 63 Documents clear
PENERAPAN TANGIBLE INTERACTION PADA APLIKASI PERMAINAN INTERAKTIF PENGENALAN HEWAN “MARGA” BERBASIS MIKROKONTROLER UNTUK ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS TUNAGRAHITA Putri Ilyassani; Fery prasetyanto; Rio Korio Utoro; Benedicta Butarbutar; Fathari Zain Hardianto; M. Fauzi Usda
Prosiding COSECANT : Community Service and Engagement Seminar Vol 2, No 2 (2022)
Publisher : Universitas telkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (277.407 KB) | DOI: 10.25124/cosecant.v2i2.18689

Abstract

Anak tunagrahita merupakan anak berkebutuhan khusus yang memiliki keterbatasan dalam belajar seperti sulit mengingat dan cepat lupa, mudah terdistraksi, memiliki sedikit minat dan juga memiliki IQ di bawah 70. Berdasarkan hasil wawancara dengan kepala sekolah SLB Autisme Pelita Hafidzh Bandung, ternyata anak tunagrahita lebih mudah belajar dengan metode bermain. Oleh karena itu muncul inovasi game pengenalan hewan dengan menggunakan tangible interaction bernama MARGA. Game MARGA diuji coba sebanyak 3 kali kepada 2 anak tungrahita yang ada di SLB Autisme Pelita Hafidzh Bandung. Mereka diberi pertanyaan seputar hewan sebelum memainkan MARGA dan sama-sama mendapatkan persentase pencapaian 6,6%. Tahapan uji coba diberikan soal yang sama dan pada iterasi ke-3 menghasilkan persentase pencapaian sebesar 51,11% dan 40% dimana lebih besar dari target belajar yang ada di SLB tersebut.Kata Kunci: Tunagrahita, Pengenalan hewan, Game
PEMANFAATAN PLATFORM SDG 11 KOTA DAN PEMUKIMAN YANG BERKELANJUTAN SEBAGAI WUJUD INTEGRASI TATA KELOLA BANK SAMPAH DAN PEMANGKU KEPENTINGAN DI LINGKUNGAN RW-05 KELURAHAN CIPAGANTI KOTA BANDUNG Ratna Lindawati Lubis; Sinthia Nurhabibah
Prosiding COSECANT : Community Service and Engagement Seminar Vol 2, No 2 (2022)
Publisher : Universitas telkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (886.111 KB) | DOI: 10.25124/cosecant.v2i2.18655

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini berangkat dari Peraturan Presiden RI Nomor 111 Tahun 2022 tentang Pelaksanaan Pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB), khususnya SDG 11 Kota dan Pemukiman yang Berkelanjutan. Perpres ini mengatur mengenai penetapan sasaran TPB nasional tahun 2024 yang disusun dengan mengacu pada tujuan dan sasaran global TPB tahun 2030 dan sasaran nasional rencana pembangunan jangka nasional tahun 2020-2024. Lokasi kegiatan PkM adalah di lingkungan RW-05 Kelurahan Cipaganti, Kecamatan Coblong di Kota Bandung. Di satu sisi, wilayah ini merupakan salah satu pemukiman padat di bantaran Sungai Cikapundung yang masih terus berkontribusi menimbulkan permasalahan sampah rumah tangga, padahal keberadaan Bank Sampah Unit (BSU) Cihampelas Mandiri sudah digagas sejak tahun 2017. Di sisi lainnya, pada SDG Target 11.6 jelas dinyatakan bahwa yakni “Tahun 2030, mengurangi dampak buruk terhadap lingkungan perkapita di perkotaan, termasuk dengan memberikan perhatian khusus kepada kualitas udara dan kotamadya dan manajemen limbah lainnya”. Untuk itulah kegiatan PkM dilaksanakan dengan Focus Group Discussion (FGD) dalam kaitan melakukan integrasi tata kelola bank sampah dan literasi digital dengan pemanfaatan platform SDG 11 yang sudah tersedia di internet. Tujuan kegiatan PkM adalah sebagai wujud aktualisasi pelibatan beragam pemangku kepentingan, yang lazim disebut dengan PENTAHELIX (Akademisi – Bisnis – Komunitas – Pemerintah – Media). Hasil kegiatan PkM ini diharapkan menjadi contoh praktik baik untuk menunjang perwujudan kota sehat berbasis SDG 11 dalam konteks Megapolitan Bandung. Implikasi yang diharapkan adalah bahwasanya kegiatan PkM ini dapat menjadi sumber materi pembelajaran untuk program “Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM)” di Universitas Telkom, khususnya pada program studi Manajemen. Hal ini penting untuk mengantisipasi dampak negatif gambaran prediksi bahwa pada tahun 2045 wilayah Megapolitan Jakarta-Bogor-Depok-Tangerang-Bekasi (Jabodetabek) dan Megapolitan Bandung akan menyatu dengan populasi 70 juta penduduk. Kondisi-kondisi ini berpotensi menimbulkan berbagai masalah mulai dari penyediaan air bersih, kurangnya ruang terbuka hijau, hingga lingkungan kumuh yang berkorelasi langsung dengan penurunan kesehatan penduduk kota.Kata Kunci: Bank Sampah, PENTAHELIX, Program MBKM, SDG 11 Kota dan Pemukiman yang Berkelanjutan
TRANSFORMASI KEMASAN KRIPIK TEMPE PESANTREN ARAFAH, CILILIN, KABUPATEN BANDUNG BARAT Sinta Aryani; Endang Chumaidiyah; Fariha Eridani Naufalina; Wiyono Wiyono; Mochammad Doddy Al Fawzi; Muhammad Azzam Hafidzulhaq
Prosiding COSECANT : Community Service and Engagement Seminar Vol 2, No 2 (2022)
Publisher : Universitas telkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (470.848 KB) | DOI: 10.25124/cosecant.v2i2.18594

Abstract

Pesantren Arafah Mukapayung-Cililin, merupakan pesantren yang memiliki jenjang pendidikan mulai dari TK hingga Madrasah Aliah dengan menggunakan sistem terpadu yang memadukan pendidikan umum, pendidikan berbasis teknologi, dan pendidikan pesantren. Pesantren ini memiliki produk kripik tempe sebagai bagian dari usaha yang dikelola oleh pesantren yang melibatkan para santri dalam pembuatan produknya. Untuk memproduksi kripik tempe ini, pesantren Arafah dilengkapi dengan mesin dan peralatan produksi yang memadai. Namun, nilai penjualan kripik tempe ini masih sangat kecil. Hal ini berhubungan dengan beberapa permasalahan yang ditemukan oleh Tim Pendamping dari Fakultas Rekayasa Industri, Universitas Telkom. Diantaranya adalah permasalahan di bidang produksi, pemasaran, dan kemasan produk. Paper ini akan membahas tentang transformasi kemasan produk kripik tempe Pesantren Arafah sejak sebelum pendampingan dilakukan hingga kini. Perubahan kemasan ini meliputi desain kemasan 100 gram. Dengan adanya perubahan desain kemasan ini diharapkan dapat membantu menaikkan penjualan kripik tempe Pesantren Arafah. Pembiayaan pendampingan ini berasal dari dana eksternal Bank Indonesia melalui Direktorat Ekonomi dan Syariah yang bekerja sama dengan Fakultas Rekayasa Industri, Universitas Telkom sebagai pendamping perbaikan kinerja usaha Pesantren Arafah.Kata Kunci: kemasan, desain kemasan, kripik tempe, pesantren Arafah, green economy, sustainability
RISET PASAR BAGI USAHA MIKRO DAN KECIL (UMK) DI WILAYAH CIMAHI, JAWA BARAT Ali Riza Fahlevi; Dewa Mahardika Krishna Putra; Lenny Suzan
Prosiding COSECANT : Community Service and Engagement Seminar Vol 2, No 2 (2022)
Publisher : Universitas telkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (366.157 KB) | DOI: 10.25124/cosecant.v2i2.18583

Abstract

Usaha Mikro dan Kecil (UMK) menjadi salah satu motor penggerak bagi perekonomian dalam negeri. Dengan setidaknya lebih dari 117 juta masyarakat bekerja dalam sektor ini dan menjadikan 60% Pendapatan Domestik Bruto (PDB) Indonesia disumbang oleh sektor yang kerap dipandang sebelah mata bagi banyak pihak. Meskipun Pemerintah, melalui beragam program dan insentif yang diberikan berupaya meningkatkan daya saing UMK yang ada di Indonesia dan diharapkan mampu meningkatkan kontribusi UMK terhadap perekonomian dalam negeri, namun hal ini seakan belum memberikan hasil nyata. Ini terbukti dengan masih tertinggalnya kemampuan ekspor UMK Indonesia dibandingkan dengan UMK yang berada di Malaysia, Singapura, dan Thailand. Universitas Telkom, sebagai salah satu perguruan tinggi yang concern terhadap perkembangan UMK di Indonesia, diwakili oleh beberapa dosen dari program studi akuntansi melakukan pengabdian masyarakat dengan memberikan pelatihan riset pasar terhadap para pelaku UMK di wilayah Jawa Barat, dengan spesifik menyasar para pelaku UMK di wilayah Cimahi, Jawa Barat. Bentuk pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk menyiapkan para UMK agar lebih bersiap dan percaya diri dalam meningkatkan pangsa pasarnya melalui pasar internasional. Meskipun dalam pengabdian masyarakat yang dilakukan diketahui terdapat beberapa hambatan, seperti perijinan dan regulasi, pendanaan, serta kesalahan dalam penentuan pasar target yang dilakukan oleh UMK yang menjadikan sulitnya para UMK untuk memasarkan produknya di pasar Internasional, namun program pengabdian masyarakat ini berhasil dalam memberikan pengetahuan akan pentingnya riset pasar sebagai sebuah alat dalam meningkatkan daya saing UMK.Kata Kunci: Indonesia, Pemerintah, Usaha Mikro dan Kecil (UMK), Universitas Telkom, riset pasar
PENCEGAHAN JERATAN RENTENIR ONLINE MELALUI LITERASI KEUANGAN SYARIAH KELUARGA DI DESA CIBITUNG KULON KECAMATAN PAMIJAHAN KABUPATEN BOGOR Rully Trihantana; Tubagus Rifqy Thantawi; Susi Melinasari
Prosiding COSECANT : Community Service and Engagement Seminar Vol 2, No 2 (2022)
Publisher : Universitas telkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (308.958 KB) | DOI: 10.25124/cosecant.v2i2.18668

Abstract

Era digital seperti sekarang ini merupakan suatu keniscayaan dan hampir tidak ada daerah yang tidak tersentuh oleh aktivitas digital, tidak terkecuali masyarakat yang tinggal di pedesaan. Perangkat komunikasi seluler seperti smartphone android, i-Phone dan sejenisnya telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sebagian besar masyarakat. Masyarakat dengan bebas dapat melakukan aktivitasnya termasuk aktifitas ekonomi dan keuangan melalui perangkat digital. Permasalahan muncul ketika masyarakat pengguna perangkat digital disuguhkan berbagai kemudahan terutama dalam memperoleh pinjaman online atau kredit online yang ditawarkan, di sisi lain masyarakat pedesaan pada umumnya belum teredukasi secara komprehensif perihal literasi keuangan, sehingga muncul berbagai permasalahan keuangan yang sangat meresahkan, seperti jeratan pinjaman online dan sejenisnya. Sehubungan dengan kondisi tersebut, masyarakat perlu diberikan edukasi komprehensif mengenai literasi keuangan keluarga sebagai bagian dari upaya pencegahan jeratan rentenir di era digital sekarang ini. Edukasi tentang literasi keuangan keluarga berbasis syariah ini difokuskan di Desa Cibitung Kulon, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor. Sasaran dari kegiatan ini adalah ibu-ibu rumah tangga baik perorangan, atau ibu-ibu yang tergabung dalam organisasi PKK, majelis taklim maupun kelompok wanita tani, bapak-bapak selaku kepala keluarga dari berbagai profesi, serta pemuda pemudi yang tergabung dalam organisasi kepemudaan serta perangkat desa di Desa Cibitung Kulon, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor. Adapun metode yang dilakukan adalah dengan 1) Penyuluhan; 2) Simulasi keuangan keluarga; 3) Penyusunan laporan keuangan ; dan 4) Story telling. Secara umum metode 1 sampai dengan 4 diatas, merupakan modifikasi dari metodologi model ADDIE (Analyze, Design, Development, Implementation, Evaluation) dalam lingkup research and development. Hasil dari kegiatan ini masyarakat dibekali dengan softskill berupa pengetahuan tentang serba serbi pinjaman online, pengunaan teknologi digital yang bijak dan bertanggungjawab serta berbagai aspek hukum yang menyertainya dan yang terakhir adalah terjadinya peningkatan literasi keuangan syariah keluarga serta semangat kebersamaan untuk pendirian lembaga keuangan mikro berbasis syariah. Kata Kunci : keuangan keluarga, literasi keuangan syariah, rentenir online
PELATIHAN DIGITAL MARKETING PEMBUATAN WEBSITE UNTUK RUMAH MAKAN DAN PRODUK LOKAL DI DESA KERTAWANGI SEBAGAI DESA WISATA Willy Sri Yuliandhari; Puspita Wulansari; Ardan Gani Asalam
Prosiding COSECANT : Community Service and Engagement Seminar Vol 2, No 2 (2022)
Publisher : Universitas telkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (157.922 KB) | DOI: 10.25124/cosecant.v2i2.18696

Abstract

Masyarakat Desa Kertawangi secara umum bekerja sebagai petani, namun sejak munculnya pengusaha di bidang kuliner yang diinisiasi dengan adanya tempat wisata di Desa Kertawangi, maka Sebagian besar penduduk Desa kertawangi menambah mata pencaharian mereka dengan bergerak di bidang kuliner. Namun usaha kuliner mereka ini masih terbatas pada pemjualan di tempat-tempat wisata dan dekat rumah mereka, belum memperluas pemasaran mereka dengan menggunakan e-commerce atau secara online. Oleh karena itu, pada kegiatan PKM oleh Tim Dosen dan mahasiswa Universitas Telkom kali ini bertujuan untuk memberikan pelatihan pembuatan website kepada para pelaku rumah makan dan produk lokal warga sehingga mereka bisa memasarkan dan menjual produk kulinernya tidak hanya untuk diwilayah rumah mereka tetapi bisa keluar desa dan lebih luar lagi. Pelatihan ini dimulai dengan melakukan observasi terhadap kebutuhan mereka dalam usaha mereka, dan selanjutnya diberikan pelatihan menggunakan gadget yang mereka miliki. Pelatihan dilakukan pada Hari Jumat tanggal 28 Oktober 2022. Berdasarkan feedback yang dari peserta 98% peserta puas dan merasakan manfaat dari pelatihan yang diberikan, dan berharap dilanjutkan dengan pelatihan lain sehingga mereka dapat meningkatkan pasar mereka.
PELATIHAN PENINGKATAN KOMPETENSI SISWA/SISWI DALAM LITERASI DIGITAL, BAHASA DAN KEUANGAN DI SMK NEGERI 1 SIBORONGBORONG Grace Lamudur Arta Sihombing; Tetti Manullang; Enda Dwi Karina
Prosiding COSECANT : Community Service and Engagement Seminar Vol 2, No 2 (2022)
Publisher : Universitas telkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (642.057 KB) | DOI: 10.25124/cosecant.v2i2.18654

Abstract

Literasi adalah kemampuan individu untuk menggunakan segenap potensi (skill) untuk menerima, memahami dan mengelola informasi saat melakukan proses membaca dan menulis. Memilliki literasi yang baik artinya memiliki kemampuan untuk mengalisis, mengevaluasi data dan informasi yang diterima dengan baik. Memiliki pengetahuan dalam membaca berbagai informasi bermanfaat, mengambil kesimpulan dari informasi yang dibaca, memberikan penilaian kritis terhadap informasi tersebut. Pada era industri 4.0 mau atau tidak mau, waktu mengharuskan setiap individu untuk belajar dan mengasah kemampuan literasi agar mampu beradaptasi dan mengikuti perkembangan teknologi. Namun faktanya Organization for Economic Cooperation and Development (OECD) pada tahun 2019 meliris informasi berdasarkan survei yang dilakukan Program for International Student Assessment (PISA), Indonesia merupakan 10 negara terbawah yang memiliki tingkat literasi rendah dengan menempati peringkat ke 62 dari 70 negara. Tidak terkecuali pada pelajar yang berada di daerah Kabupaten Tapanuli Utara. Data menunjukan bahwa minat baca pelajar di daerah ini masih sangat rendah. Dalam PKM ini tim memfokuskan pada tiga tingkatan literasi yaitu digital, bahasa dan keuangan. Dimana ketiga hal ini sangat dibutuhkan apalagi untuk tingkatan pelajar yang ada di Sekolah Menegah Kejuruan (SMK) yang diharapkan setelah tamat sekolah bisa langsung terjun ke dunia pekerjaan. Sehingga berdasarkan data tersebut, tim melaksanakan pelatihan peningkatan kompetensi di SMK Negeri 1 Siborongborong di kelas XII-1 kelas TKJ dengan jumlah 40 orang. Pelatihan dilaksanakan di laboratorium komputer dengan jumlah PC dan Laptop sebanyak 40 Unit memenuhi jumlah siswa. Dalam literasi bahasa inggris peserta didik dilatih untuk membuat lamaran, curriculum vitae dan bagaimana memperkenakan diri dalam bahasa inggris yang benar. Dalam literasi keuangan peserta didik dilatih untuk mengelola keuangan dengan menggunakan metode TATAP dan membuat perencanaan keuangan yang sederhana. Dalam literasi digital siswa dilatih untuk membuat personal website (blog) untuk wadah bagi peserta didik dalam mengepresikan diri dalam berbagai karya, tugas sekolah atau hobby lainnya sehingga mereka mampu menggunakan teknologi untuk hal yang lebih bermanfaat. Hasil yang diperoleh dari pengabdian ini adalah terdapat peningkatan pengetahuan dan pemahaman siswa tentang literasi digital, bahasa dan keuangan. Hal itu terlihat bahwa siswa sudah mampu membuat lamaran pekerjaan, mimiliki perencanaan keuangan sederhana dan sudah memiliki akun blog dengan beberapa konten tulisan mereka sendiri.Kata Kunci: literasi bahasa, literasi digital, literasi keuangan
PELATIHAN PEMANFAATAN MEDIA SOSIAL UNTUK ADVOKASI ISU LINGKUNGAN DI SMKN 2 BANDUNG Pradipta Dirgantara, Dirgantara; Adi Bayu Mahadian
Prosiding COSECANT : Community Service and Engagement Seminar Vol 2, No 2 (2022)
Publisher : Universitas telkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (334.168 KB) | DOI: 10.25124/cosecant.v2i2.18602

Abstract

Indonesia sebagai salah satu negara yang memiliki bentang alam dan juga potensi keanekaragaman hayati tertinggi di dunia mengalami beragam persoalan lingkungan. Penggunaan internet dan media sosial bisa digunakan sebagai media pembelajaran termasuk advokasi lingkungan tersebut. Isu lingkungan seperti perubahan iklim, pemanasan global, deforestasi, polusi, dan overpopulasi bisa diadvokasi melalui media sosial seperti Instagram, Twitter, TikTok, Facebook, dsb. Pelajar sekolah merupakan Generasi Z yang menjadi penerus bangsa dalam menjaga lingkungan sekitarnya masing-masing, termasuk siswa-siswi di SMK Negeri 2 Bandung. Tujuan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) yang diadakan Universitas Telkom ini adalah mengenalkan pemanfaatan media sosial untuk advokasi lingkungan kepada siswa-siswi SMK Negeri 2 Bandung. Penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam pelatihan ini meliputi dua langkah, yaitu memberikan pemaparan materi berupa teori yang kemudian dilanjutkan melalui simulasi interaktif menggunakan media sosial. Pelatihan ini dilaksanakan selama satu hari pada Rabu, 7 September 2022 dan diikuti oleh 36 siswa-siswi SMKN 2 Bandung seperti yang tertera pada gambar 1.           Gambar 1. Simulasi Interaktif untuk Advokasi Lingkungan di Media Sosial     Simulasi interaktif yang diberikan menggunakan media sosial terdiri dari tiga tahap: 1) identifikasi biotik dan abiotik untuk menunjukkan ragam persepsi mereka terhadap objek dan subjek ekosistem, 2) Message Box yang merupakan alat bantu sederhana dalam memetakan, menganalisis, dan mencari solusi atas satu isu lingkungan, 3)  mengunggah hasil kerja siswa-siswi di media sosial seperti Instagram dan Twitter. Kegiatan ini diharapkan berimplikasi positif terhadap kesadaran siswa-siswi agar bisa kritis menggunakan media sosial untuk advokasi isu lingkungan. Kata kunci: internet dan media sosial, media pembelajaran, lingkungan hidup
PELATIHAN PENINGKATAN KOMUNIKASI KELUARGA DAN PENGEMBANGAN BISNIS UNTUK PEMBERDAYAAN KORBAN ONLINE LOVE SCAM PADA KOMUNITAS RELAWAN SIAGA CERDAS-WASPADA SCAMMER CINTA (RSC-WSC) Ruth Mei Ulina Malau; Nofha Rina; Lucy Pujasari Supratman; Diah Agung Esfandari; Berlian Primadani Satria Putri
Prosiding COSECANT : Community Service and Engagement Seminar Vol 2, No 2 (2022)
Publisher : Universitas telkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (426.395 KB) | DOI: 10.25124/cosecant.v2i2.18582

Abstract

Online love scam merupakan upaya penipuan dengan menggunakan identitas palsu untuk menipu korbannya melalui hubungan romantic yang berakhir pada penipuan finansial. Di Indonesia sendiri, banyak korban online love scam dari beragam latar belakang usia dan pendidikan, di mana kebanyakan dari mereka tidak menyadari dan tidak mau menerima kenyataan bahwa mereka ditipu. Selain itu, para korban mengalami kesulitan untuk mengkomunikasikan kepada keluarganya terkait musibah yang dialaminya. Di sisi lainnya, korban juga mengalami kesulitan finansial setelah tertipu uang dalam jumlah yang besar kepada para scammer. Dampak psikologis dan finansial dalam hal ini tidak dapat terelakkan bagi sebagian besar korban. Salah satu komunitas berbadan hukum yang mendedikasikan diri untuk menangani para korban online love scam ini adalah Komunitas Relawan Siaga Cerdas-Waspada Scammer Cinta (RSC-WSC). Komunitas ini terdiri dari relawan-relawan dari berbagai daerah dengan latar belakang profesi yang berbeda-beda—bahkan ada di antara mereka yang pernah menjadi korban love scam. Upaya yang mereka lakukan berupa pendampingan korban, baik secara psikologis maupun bantuan hukum serta mengupayakan pemberdayaan untuk perbaikan finansial para korban. Kegiatan ini diadakan dalam bentuk ‘training for trainers’, sebagai upaya untuk meningkatkan communication skill para relawan dalam berinteraksi dengan korban online love scam yang tergabung di dalam Komunitas RSC-WSC. Communication skill yang ditekankan dalam pelatihan ini adalah komunikasi keluarga, yang ditujukan untuk mendorong upaya interaksi yang meaningful di antara anggota keluarga dalam mencegah, menangani, dan memperbaiki kondisi ketika salah satu anggota keluarganya menjadi korban love scam. Konteks selanjutnya adalah upaya pemberdayaan korban secara finansial, yaitu dengan mendorong pengembangan jiwa entepreneurship di kalangan korban online love scam, dengan memanfaatkan sumber daya yang mereka miliki untuk membangun usaha bisnis. Dengan diadakannya pelatihan ini, diharapkan proses pemberdayaan korban online love scam semakin efektif, dan juga percepatan pemulihan finansial korban dapat dilakukan dengan baik. Kata Kunci: online love scam, komunikasi keluarga, entrepreneurship, communication skill
IMPLEMENTASI NOL SAMPAH DALAM TATA KELOLA PERSAMPAHAN CERDAS BERBASIS MOBILE APPS DI KARANG TARUNA KSM KARYA BHAKTI KELURAHAN TALUN KECAMATAN SUMEDANG UTARA KABUPATEN SUMEDANG Sony Sumaryo; Agus Ganda Permana; Muhammad Iqbal; Yanuar Herlambang; Asep Suhendi; Novi Prihatiningrum; Teguh Widodo; Yahya Arwiya; Hafidudin Hafidudin; Soeparwoto Dharmoputra; Mulkan Azhiman; Rizky Abet Panjaitan; Rio Samuel; Ahmad Mahmuda; Daffa Zakaria; Ridho Adjie Pratama
Prosiding COSECANT : Community Service and Engagement Seminar Vol 2, No 2 (2022)
Publisher : Universitas telkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (652.228 KB) | DOI: 10.25124/cosecant.v2i2.18628

Abstract

Pengelola TPS 3R Kelurahan Talun Kec. Sumedang Utara, Kab. Sumedang dan warga sekitar yang ingin sekali memiliki sarana prasaarna tata kelola sampah yang lebih baik dengan alasan agar lingkungannya sehat, resik dan penghasil sampah bisa mendapatkan layanan dengan transaksi yang mudah dikontrol, sehingga dapat menjaga kesinambungan layanan pengelolaan sampah. Lebih dari itu, masyarakat sasar juga bermimpi bisa mendapatkan layanan/produk pengelolaan dan olah sampah dari petugas TPS, bank sampah, pemulung, pengepul, UMKM pelaku pengelola sampah di Jawa Barat yang melek teknologi menuju digitalisasi untuk meningkatkan jasa pengelolaan dan olah sampah/penjualan yang baik. TPS 3R Kelurahan Talun Kec. Sumedang Utara, Kab. Sumedang dan warga sekitar yang dipilih sebagai lokasi dan masyarakat sasar kondisi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) mulai mengalami kelebihan kapasitas. TPA Sarimukti Bandung misalnya, awalnya dirancang untuk menampung sampah sebanyak 1.200 ton per hari. Namun pada prakteknya, volume sampah yang diterima melonjak hingga 2.000 ton per hari. Permasalahan yang lain: pemberdayaan dan pergerakan petugas pengangkut sampah belum terkendali, timbulan sampah menggunung dan masih berserakan, tidak mengetahui produk tata kelola sampah yang ramah lingkungan. Solusinya yang ditawarkan oleh Telkom University, dan ini juga merupakan tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini, adalah dengan Mesin Olah Sampah Konstruksi Bata Api Berbahan Bakar NEIS dan aplikasi system terpadu Android sebagai sarana tata kelola sampah bagi Mitra menuju digitalisasi jasa/layanan produk dan juga sebagai sarana mendukung program pemerintah menuju program smart city dan program Jawa Barat Juara Berdasarkan hasil umpan balik yang diperoleh masyarakat sasar mengisi kuesioner feedback, sebesar 100% menyatakan sangat setuju setuju, bahwa kegiatan ini sudah sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat. Hasil dan implikasi dari kegiatan ini diharapkan masyarakat makin sadar atas pengelolaan sampah berdasarkan tata kelola sampah yang baik dan benar dan makin paham akan penting hasil olahan dari sampah yang dihasilkan untuk menunjang kegiatan ekonomi masyarakat.Kata Kunci: Nol Sampah, Tata Kelola, Persampahan Cerdas, Mobile Apps