cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Sain Veteriner
ISSN : 012660421     EISSN : 24073733     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 824 Documents
Kajian Profil Hormon Estradiol Berdasarkan Perkembangan Folikel dan Ovarium Sapi Tropis Postpartus Mandala Phivi Whelma Alfons
Jurnal Sain Veteriner Vol 40, No 1 (2022): April
Publisher : Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada bekerjasama dengan PB PDHI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jsv.65205

Abstract

Organ reproduksi sapi postpartus menjalani serangkaian proses fisiologis dan anatomis, untuk kembali ke kondisi normal tidak bunting. Recovery organ reproduksi dapat dibuktikan dengan perkembangan folikel, ovarium dan estradiol. Penelitian ini bertujuan untuk mendeteksi kadar estradiol dalam darah berdasarkan dinamika perkembangan folikel dan ovarium pada sapi potong tropis postpartus. Riset ini menggunakan 16 ekor sapi potong jenis Peranakan Ongole (PO) (n=8) dan Crossbreed (CB) (n=8), multipara, partus normal, sehat, umur 3-10tahun dan SKT 2.5-3.5.Pengukuran folikel dan ovarium menggunakan ultrasonografi (USG) dan pengambilan darah melalui vena jugularissecara periodikdimulai pada minggu ke-1, 5, 9, 13, 17.Hasil penelitian menunjukkan diameter folikel terendah pada minggu ke-5 (PO=3.5±0.2 mm dan CB=3.2±0.2 mm) dan tertinggi di minggu ke-17 (PO=5.3±0.7 mm dan CB=5.1±0.5 mm). Hasil pengukuran rata-rata diameter ovarium sapi PO dan CB berkisar 20.0±1.0-24.2±1.6 mm. Analisis estradiol menggunakan metode Enzym-linked immunosorbent assay. Hasil analisis estradiol dari minggu ke-5 sampai 17 berkisar 30.3±2.9-49.5±8.8 pg/ml. Diameter folikel, ovarium dan kadar estradiol diklasifikasikan menjadi 3 grup. Grup satu dengan ukuran diameter folikel ≤ 2.0 mm dan ovarium ≤ 20.0 mm menghasilkan rata-rata kadar estradiol sebesar 22.8±1.7 pg/ml. Grup dua diklasifikasikan ukuran diameter folikel 3.0-5.0 mm dan ovarium 21.0-25.0 mm, menghasilkan rata-rata estradiol 38.9±2.0 pg/ml. Grup tiga diklasifikasikan ukuran diameter folikel 6.0-9.0 mm dan ovarium 26.0-30.0 mm menghasilkan rata-rata estradiol sebanyak 61.1±6.0 pg/ml. Kesimpulan penelitian ini adalah perkembangan folikel dan kadar estrogen merupakan faktor yang mempengaruhi kembalinya estrus postpartus. Perkembangan folikel yang belum sempurna mengakibatkan produksi estradiol tidak optimal sehingga belum mampu menginisiasi estrus
Study of Struvite Crystals and Dietary at Risk for the Formation of Struvite Urolithiasis in Dogs in Small Animal Practices Erni Sulistiawati Sulistio
Jurnal Sain Veteriner Vol 40, No 1 (2022): April
Publisher : Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada bekerjasama dengan PB PDHI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jsv.66464

Abstract

Urolithiasis is defined as the formation of urolith or crystal in the urinary tract caused by supersaturation of urine. This study was conducted at PDHB drh Cucu Kartini S, dkk, Jakarta clinic. The data were taken from urinalysis test results of 23 dogs which suffered crystaluria and urolith stone examination of 11 dogs which suffered urolith stone post cystotomy. Most affected breeds were Shihtzu, Pug, Mini Pom, Corgi, Miniature Schnauzer, Golden Retriever. Crystaluria most detected in male dogs, while urolith stone most affected in female dogs.  Dogs from 6 months to 12.5 years with a median of 5 years were affected. The urinalysis showed that dogs with crystaluria had alkaline urine (mean 8.3), 100% proteinuria, 86.9% hematuria, 41.4% pyuria. Diets is the most contributing factor in case of struvite urolithiasis, which is low water content; high in protein, magnesium, phosphorus, carbohydrates and calcium. Therapeutic diets that low in protein, phosphorus, magnesium and sufficient carbohydrates and diets with greater than 70% moisture can be an option for treatment and prevention of recurrent of struvite urolithiasis
Perbandingan Perangkap Vavoua dan Nzi terhadap Keragaman dan Dinamika Populasi Stomoxys spp. pada Peternakan Sapi Perah di Pangalengan, Kabupaten Bandung Shabrina Riztia Kusumastuti
Jurnal Sain Veteriner Vol 40, No 1 (2022): April
Publisher : Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada bekerjasama dengan PB PDHI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jsv.67400

Abstract

Stomoxys spp. merupakan salah satu vektor penting penularan penyakit yang disebabkan oleh berbagai virus, bakteri dan heminth. Infestasi Stomoxys calcitrans pada sapi perah dapat meningkatkan kortisol, menyebabkan gangguan makan, kegelisahan, hingga berkurangnya bobot badan dan produksi susu. Perangkap Vavoua dan Nzi dapat digunakan sebagai perangkap Stomoxys spp. yang mengalami fluktuasi populasi sepanjang tahun pada musim tertentu dan dipengaruhi oleh iklim, suhu, kelembaban, intensitas cahaya serta adanya zat atraktan. Tujuan penelitian ini adalah untuk membandingkan efikasi dan efektivitas perangkap Vavoua dan Nzi terhadap dinamika populasi dan keragaman spesies Stomoxys spp. yang terperangkap. Pengamatan dan pengambilan sampel dilakukan selama 12 jam (06.00-18.00) dengan menggunakan perangkap Vavoua dan Nzi yang dipasang berjarak 50 meter setiap perangkapnya, 3-5 meter dari kandang pada peternakan sapi perah di Pangalengan Kabupaten Bandung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tiga spesies yang dapat teridentifikasi selama Maret-November yaitu Stomoxys calcitrans (97,41%), Stomoxys sitiens (1,98%) dan Stomoxys indicus (0,60%). Puncak populasi Stomoxys spp. terjadi pada bulan September saat memasuki awal musim hujan dan puncak aktivitas harian Stomoxys spp. pada pukul 14.00-15.00 yang berhubungan dengan aktivitas di peternakan. Hasil uji normalitas data menggunakan uji Kolmogorov Smirnov dan uji homogenitas data memiliki nilai signifikansi p>0,05 sehingga dapat disimpulkan data berdistribusi dan bervariasi normal. Pada hasil uji t, didapatkan nilai signifikansi pada masing-masing parameter uji p<0,05 (0,005 dan 0,01), sehingga ada perbedaan penggunaan perangkap Vavoua dan Nzi terhadap jumlah lalat yang terperangkap.
THE ANTHELMINTIC POTENTIAL OF TURMERIC (Curcuma domestica) EXTRACT AGAINST Ascaridia galli WORMS IN CHICKENS In Vivo Yudiani Rina Kusuma; Zahid Fahmi Dai; sunardi sunardi; wida wahidah mubarokah
Jurnal Sain Veteriner Vol 40, No 1 (2022): April
Publisher : Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada bekerjasama dengan PB PDHI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jsv.67911

Abstract

Ascaridia galli worm was chicken parasite that inflicted significant economic loss for breeders. Expensive commercial anthelmintic drug and drug resistance were the reasons why herbal anthelmintic study became strategic. The study aimed at finding out the effect of the application of turmeric (Curcuma domestica) extract in vivo on the number of eggs per gram (EPG) in feces. It used 30 free ranging chickens that were classified into 2 groups of 5 chickens with 3 repetitions. Group I served as control (Aquadestilata) and group II was treated using turmeric extract at the concentration of 2%, 3 times a week. Observation was conducted on days 1, 7, 14, 21, and 28. The results were then analyzed using Anova and advanced LSD test. The results of in vivo test showed that the application of the turmeric significantly decreased the number of the EPG as compared to negative control. The application of the turmeric had anthelmintic potential and significant effect on the decrease in the number of the EPG.
KAJIAN PUSTAKA: AKTIVITAS ANTIBAKTERI DARI BAKTERIOSIN Lactobacillus spp. TERHADAP BAKTERI RESISTAN Allysa Shavira
Jurnal Sain Veteriner Vol 40, No 1 (2022): April
Publisher : Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada bekerjasama dengan PB PDHI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jsv.67927

Abstract

Resistensi antibiotik merupakan isu yang genting dijadikan topik penelitian beberapa tahun belakangan ini, dimana salah satu penyebab terjadinya resistensi antibiotik adalah penggunaan antibiotik secara terus menerus dengan dosis yang tidak tepat. Salah satu alternatif yang memiliki peluang untuk melawan bakteri resisten adalah dengan menggunakan bakteriosin. Bakteriosin merupakan senyawa protein yang secara biologis aktif, memiliki berat molekul kecil dan memiliki sifat antibakteri yang umumnya bersifat bakterisidal. Penelitian ini dilakukan dengan metode kajian pustaka dari literatur yang sesuai dengan topik penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bakteriosin banyak dihasilkan oleh bakteri asam laktat, salah satunya dari genus Lactobacillus, seperti L. paracasei, L. plantarum, L. coryniformis, dan L. crustorum, yang memiliki karakteristik menguntungkan seperti stabil terhadap pH dan suhu dan mampu bekerja pada spektrum luas dengan menghambat pertumbuhan bakteri Gram-positif dan Gram-negatif yang resistan terhadap antibiotik, dan pada umumnya memiliki mekanisme antibakteri melalui pembentukan pori-pori yang akan mempengaruhi permeabilitas membran sel dan pada akhirnya menyebabkan kematian sel
Waktu Henti Antibiotik dan Faktor yang mempengaruhinya pada Peternakan Broiler di Bogor Rusman Efendi
Jurnal Sain Veteriner Vol 40, No 1 (2022): April
Publisher : Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada bekerjasama dengan PB PDHI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jsv.68609

Abstract

Waktu henti antibiotik merupakan salah satu faktor yang berpengaruh terhadap residu antibiotik. Residu obat dalam unggas dan produk unggas menjadi perhatian karena membahayakan kesehatan masyarakat seperti berupa reaksi alergi dan hipersensitivitas, gangguan reproduksi, karsinogenisitas, nefropati, gangguan flora normal usus dan resistansi antibiotik. Peternak broiler yang memperhatikan waktu henti antibiotik baru sekitar separuhnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor yang mempengaruhi waktu henti antibiotik pada broiler. Desain penelitian yang digunakan adalah cross sectional study. Sampel penelitian diambil sebanyak 103 Rumah Tangga Peternak (RTP) dengan kriteria sampel adalah peternak yang menggunakan antibiotik dalam proses pemeliharaan broilernya. Data diambil menggunakan kuesioner dengan cara wawancara. Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi dan uji t dengan taraf signifikan (α) sebesar 5 %. Hasil penelitian menemukan faktor yang berkorelasi secara signifikan terhadap waktu henti antibiotik adalah umur peternak dengan kekuatan korelasi lemah dan cukup, Lama bekerja dengan kekuatan korelasi yang cukup, dan jumlah kepemilikan broiler dengan kekuatan korelasi yang cukup. Waktu henti antibiotik secara rerata berbeda nyata berdasarkan pada faktor pengambil keputusan dan penggunaan kombinasi antibiotik. Pengambil keputusan yang dilakukan oleh peternak dan yang tidak menggunakan kombinasi antibiotik waktu henti antibiotiknya lebih panjang.
Study of Thitonia Diversifolia Extract in Histomorphology of Pancreas and Interleukin-1beta expression on Aloxan Induced Wistar Rats Rondius Solfaine; lailatul muniroh; iwan sahrial hamid
Jurnal Sain Veteriner Vol 40, No 1 (2022): April
Publisher : Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada bekerjasama dengan PB PDHI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jsv.69584

Abstract

The purpose of this study is to determine effect of antiinflammation of Thitonia diversifolia (TD) extracts in histopathology liver and pancretic tissue on alloxan-induced in Wistar rat. Thirty two male Wistar rats (Rattus norvegicus) with a body weight (bw)150-200 g in 3 month of age, were allocated into four groups, with eight animals per group. The control group received normal saline (P0), positive control group  received CMC Na 0.01% (P1),  the treatment group were received 100 mg/kg bw of the TD extracts (P2) and received 100 mg/kg bw of the metformin (P3)  respectively for 7 days. Bloods serum collected for measuring of  blood glucose (BG). cholesterol and insulin (INS) concentrations. The levels of insulin (INS) concentrations were analysed by Avidin-Horseradish Peroxidase (HRP) Sandwich-ELISA. All animal were sacrified for tissue staining with haematoxylin eosin. Thitonia diversifolia extract significantly decreased the level of blood glucoseand choelsterol concentrations compared to the postive control group (p<0.05). The level of INS could be detected by its level significantly increased in TD treatment group (p<0.05). Histopathological showed that induction of alloxan could effect severe multifocal degeneration, vacuolisation, cell inflammation, acute langerhan cells injury with destruction cells. Immunohistochemical staining labeled with IL-1β monoclonal antibodies (Mab) showed lowering expression of IL-1β reveal as brownish color aggregates on the langerhans cells in the TD treatment group. This study was concluded that TD extract is inhibited hepatic tissue injuries and decreased destruction in langerhan cells by decreasing IL-1β expression on alloxan-induced rats.
STUDI HISTOPATOLOGIS TUMOR PADA HEWAN KESAYANGAN AND WILD ANIMAL Sitarina Widyarini; Sugiyono Sultan; Yuli Purwandari Kristiangingrum; Bambang Sutrisno
Jurnal Sain Veteriner Vol 40, No 1 (2022): April
Publisher : Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada bekerjasama dengan PB PDHI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jsv.70506

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengamati gambaran histomorfologis (berdasarkan pada histogenesis dan sifat pertumbuhan tumor), pada berbagai sampel tumor dari hewan kesayangan (anjing dan kucing) dan wild animals (beruang) koleksi Departemen Patologi Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada. Duapuluh satu sampel (22) dari organ yang diduga jaringan tumor yang diperoleh dari Dokter Hewan Praktisi maupun Rumah Sakit Hewan selama tahun 2019 digunakan dalam penelitian ini. Semua sampel tersimpan dalam kontener berisi larutan formalin 10%. Selanjutnya sampel diproses dan diwarnai dengan Hematoxylin-Eosin. Pengamatan terhadap histogenesis dan sifat pertumbuhan tumor dilakulan dengan menggunakan mikroskop cahaya dengam pembesaran 200X dan 400X dan selanjutnya dilakukan dokumentasi dengan pengambilan foto. Analisis dilakukan secara deskriptif dengan membandingan dengan referensi histomofologis tumor pada hewan. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa selama tahun 2019, jumlah sampel tumor kulit dilaporkan paling banyak  63.63% (14/22), diikuti dengan jumlah sampel tumor pada kelenjar mammae 22,72% (5/22), liver-duktus biliverus 18.18% (4/22), tulang 4,54% (1/22) dan metastasis paru-paru dan metastasis paru-paru dari jaringan tulang sejumlah 4,54% (1/22). Hewan asal tumor paling banyak ditemukan pada kucing dan anjing masing-masing 59% dan 34%. Hasil pengamatan terhadap gambaran histomorfologis ditemukan adenokarsinoma mammae (tubulopapillary carsinoma, solid adenocarsinoma, lipid-rich adenokarsinoma),  fibroadenomatous hiperplasia mammae, karsinoma sel skuamosa, papiloma, adenoma kelenjar hepatoid, melanositosis, fibrosarkoma, kolangiokarsinoma dan osteosarkoma. 
WAKTU OVULASI DAN ANGKA KEBUNTINGAN PADA SAPI PERAH YANG MENGALAMI KAWIN BERULANG SETELAH PEMBERIAN GnRH, VITAMIN ADE DAN INFUSI IODIUM POVIDON Surya Agus Prihatno
Jurnal Sain Veteriner Vol 40, No 1 (2022): April
Publisher : Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada bekerjasama dengan PB PDHI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jsv.73480

Abstract

Waktu ovulasi dan ANGKA KEBUNTINGAN PADA SAPI PERAH YANG MENGALAMI KAWIN BERULANG SETELAH PEMBERIAN GnRH, VITAMIN ADE DAN INFUSI IODIUM POVIDON   Intisari       Angka kebuntingan pada sapi perah yang mengalami kawin berulang sangat rendah. Dampak kerugian secara ekonomi bagi peternak sangat nyata disebabkan rendahnya efisiensi reproduksi dan produktivitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui waktu ovulasi dan angka kebuntingan pada sapi perah yang mengalami kawin berulang setelah pemberian  GnRH, vitamin ADE dan infusi iodium povidon. Sebanyak 24 ekor sapi perah FH betina pernah beranak, mempunyai korpus luteum, tidak bunting, umur 3-6 tahun, mengalami kawin berulang, secara klinis sehat dan siklus reproduksi normal digunakan dalam penelitian ini. Sapi dibagi 4 kelompok terdiri dari 6 ekor per kelompok perlakuan. Kelompok P1 sebagai kontrol, kelompok P2 diberi GnRH dosis 250 µg per ekor (Gonadorelin,  FertagylTM, Intervet, International B.V., Boxmer, Holland), kelompok P3 diberi vitamin ADE dengan dosis 5 ml dan infusi  iodium povidon 1% secara intra uterus.  Kelompok P4 diberi vitamin ADE, infusi iodium povidon 1% intra uterus, dan GnRH. Singkonisasi estrus menggunakan Prostaglandin F2α dengan tujuan menyeragamkan waktu timbulnya estrus. Semua sapi estrus dikawinkan secara insiminasi buatan (IB). Pemeriksaan waktu ovulasi secara perrektal kurang dari 12 jam, 12 sampai 24 jam dan lebih dari 24 jam setelah estrus berakhir dan angka kebuntingan menggunakan ultrasonography (USG) pada 30-45 hari  dan palpasi rektal pada 60-90 hari setelah inseminasi. Analisa hasil menggunakan deskripsi  dan  Kruskal-Wallis test. Hasil penelitian menunjukkan waktu ovulasi kurang dari 12 jam, 12 sampai 24 jam dan lebih dari 24 jam masing -masing P1 ( 16.7%, 66,7%, dan 16,7 %), P2 (  66,7%, 33,3%), P3 (33,3%, 66,7%), P4 (83,3%, 16,7%). Angka kebuntingan pada kelompok kontrol dan perlakuan masing-masing sebesar P1 (kontrol) 16,67%, P2 (diberi GnRH saat IB) 66,67%, P3 (diberi vitamin ADE dan Infusi iodium povidon 1%) 50% dan P4 (diberi vitamin ADE,  Infusi iodium povidon 1%, dan GnRH) 100%. Ketepatan waktu ovulasi dan tingkat kebuntingan yang tertinggi dihasilkan oleh kelompok I yang berbeda secara signifikan (P<0,05) dengan kelompok kontrol. Disimpulkan pemberian  GnRH, vitamin ADE dan infusi iodium povidon pada sapi perah yang mengalami kawin berulang mampu mempercepat waktu ovulasi dan meningkatkan angka kebuntingan.  Kata kunci : GnRH, iodium povidon, kawin berulang, kebuntingan, sapi perah   
Distribusi dan Identifikasi Spesies-Spesies Calicoides (Deptera: Ceratopogonidae) di Kabupaten Bogor Ana Sahara; Malole . .; Koesharto .; Sendow .; Sukarsih .
Jurnal Sain Veteriner Vol 18, No 1 (2000)
Publisher : Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada bekerjasama dengan PB PDHI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jsv.257

Abstract

Telah diteliti distribusi dan identifikasi spesies-spesies Culicoides yang ada di sekitar kandang temak sapi di Kabupaten Bogor. Penelitian ini ditujukan untuk mengetahui spesiesspesies Culicoides yang mempunyai peranan dalam penyebaran penyakit bluetongue pada ternak. Sebanyak 2117 ekor Culicoides (Diptem: Ceratopogonidae) dikumpulkan dari kandang ternak sapi di wilayah Depok dan Cibungbulang, Kabupaten Bogor dengan menggunakan perangkap serangga Pirbright-type miniatur light trap. Identifikasi spesies dilakukan berdasarkan karakter morfologi menurut Wirth dan Hubert. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Culicoides lebih banyak ditemukan di wilayah Depok daripada di Cibungbulang. Ada empat belas spesies dari kedua lokasi tersebut yang berhasil diidentifikasi. Spesies Culicoides yang dominan di daerah Depok adalah C. parahumeralis Wirth & Hubert, C. acioni Smith, C. ozystoma Kieffer dan C peregrinus Kieffer; sedangkan spesies yang dominan di Cibungbulang adalah C. parahumeralis, C. orientalis, C. orientalis Macfiei, C. peregrinus dan C. caystoma. Spesies Culicoides yang dicurigai sebagai penyebar penyakit bluetongue adalah: C. actoni, C. oxystoma, C. peregrinus dan. C. orientalis

Filter by Year

1995 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 43, No 3 (2025): Desember Vol 43, No 2 (2025): Agustus Vol 43, No 1 (2025): April Vol 42, No 3 (2024): Desember Vol 42, No 2 (2024): Agustus Vol 42, No 1 (2024): April Vol 41, No 3 (2023): Desember Vol 41, No 2 (2023): Agustus Vol 41, No 1 (2023): April Vol 40, No 3 (2022): Desember Vol 40, No 2 (2022): Agustus Vol 40, No 1 (2022): April Vol 39, No 3 (2021): Desember Vol 39, No 2 (2021): Agustus Vol 39, No 1 (2021): April Vol 38, No 3 (2020): Desember Vol 38, No 2 (2020): Agustus Vol 38, No 1 (2020): April Vol 37, No 2 (2019): Desember Vol 37, No 1 (2019): Juni Vol 36, No 2 (2018): Desember Vol 36, No 1 (2018): Juni Vol 35, No 2 (2017): Desember Vol 35, No 1 (2017): Juni Vol 34, No 2 (2016): Desember Vol 34, No 1 (2016): Juni Vol 33, No 2 (2015): Desember Vol 33, No 1 (2015): JUNI Vol 32, No 2 (2014): DESEMBER Vol 32, No 1 (2014): JUNI Vol 31, No 2 (2013): DESEMBER Vol 31, No 1 (2013): JULI Vol 30, No 2 (2012): DESEMBER Vol 30, No 1 (2012): JUNI Vol 29, No 2 (2011): DESEMBER Vol 29, No 1 (2011): JUNI Vol 28, No 2 (2010): DESEMBER Vol 28, No 1 (2010): JUNI Vol 27, No 2 (2009): DESEMBER Vol 27, No 1 (2009): JUNI Vol 26, No 2 (2008): DESEMBER Vol 26, No 1 (2008): JUNI Vol 25, No 2 (2007): DESEMBER Vol 25, No 1 (2007): JUNI Vol 24, No 2 (2006): DESEMBER Vol 24, No 1 (2006): JUNI Vol 23, No 2 (2005): DESEMBER Vol 23, No 1 (2005): JUNI Vol 22, No 2 (2004): DESEMBER Vol 22, No 1 (2004): Juli Vol 21, No 2 (2003): DESEMBER Vol 21, No 1 (2003): JULI Vol 20, No 2 (2002): Desember Vol 20, No 1 (2002): Juli Vol 19, No 2 (2001): DESEMBER Vol 18, No 1&2 (2000) Vol 18, No 2 (2000) Vol 18, No 1 (2000) Vol 17, No 1 (1999) Vol 16, No 2 (1999) Vol 16, No 1 (1998) Vol 15, No 1&2 (1996) Vol 14, No 2 (1995) More Issue