cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Sain Veteriner
ISSN : 012660421     EISSN : 24073733     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 845 Documents
Prevalensi, Distribusi, dan Faktor Risiko Parasit Zoonotik Potensial pada Tikus (Rattus norvegicus) di Zona Buffer dan Perimeter Pelabuhan Sabang Humairah, Tasya; Athaillah, Farida; Hanafiah, Muhammad; Ferasyi, Teuku Reza; Hambal, Muhammad
Jurnal Sain Veteriner Vol 44, No 1 (2026): April
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Universitas Gadjah Mada bekerjasama dengan PB PDHI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jsv.116400

Abstract

Tikus ( Rattus norvegicus ) berperan sebagai hewan reservoir parasit zoonotik terutama di kawasan pelabuhan dengan aktivitas manusia dan operasional logistik yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis parasit zoonotik yang berpotensi menginfeksi tikus, mengetahui kepadatan tikus di zona penyangga dan perimeter Pelabuhan Sabang, serta menganalisis hubungan antara faktor lingkungan dengan keberadaan tikus. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional dengan metode purposive sampling . Sebanyak 64 ekor tikus berhasil ditangkap menggunakan perangkap hidup. Pemeriksaan parasit dilakukan melalui metode sentrifugasi, modifikasi Ziehl–Neelsen , gerusan organ, dan identifikasi ektoparasit, sedangkan analisis statistik dilakukan menggunakan uji Chi-square , uji Fisher, serta perhitungan Relative Risk (RR). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepadatan relatif tikus di Pelabuhan Sabang tergolong tinggi dengan kepadatan tertinggi pada CT2 (27,14%), diikuti Kawasan Penyangga 1 (22,86%), Kawasan Penyangga 2 (14,29%), CT1 (14,29%), dan CT3 (12,86%). Parasit yang teridentifikasi meliputi Hymenolepis nana (18,8%), Hymenolepis diminuta (14,1%), Strongyloides spp. (28,1%), Capillaria hepatica (10,9%), ooista Isospora sp. (4,7%), serta ektoparasit Xenopsylla cheopis (9,4%) dan Ornithonyssus sp. (35,9%). Faktor lingkungan yang berhubungan signifikan dengan keberadaan tikus adalah kondisi drainase, keberadaan sisa pangan, kondisi Tempat Pembuangan Sampah (TPS), dan celah akses ( ρ < 0,05). Dalam pendekatan One Health , temuan ini menunjukkan bahwa faktor sanitasi dan kondisi fisik lingkungan berperan penting dalam menentukan kepadatan tikus serta potensi risiko parasit zoonotik di Kawasan Pelabuhan Sabang. 
Pengaruh Konsentrasi Dimetil Sulfoksida pada Pembekuan Lambat dan Cepat terhadap Kualitas Sperma Ayam Bangkok Post Thawing Khaeruddin, Khaeruddin; Hermawansyah, Hermawansyah; Junaedi, Junaedi
Jurnal Sain Veteriner Vol 44, No 1 (2026): April
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Universitas Gadjah Mada bekerjasama dengan PB PDHI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jsv.116636

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pembekuan cepat dan lambat dengan berbagai konsentrasi dimetil sulfoksida (DMSO) terhadap kualitas sperma Bangkok setelah thawing. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap dengan 5 tingkat perlakuan, yaitu pembekuan lambat DMSO 7%, pembekuan lambat DMSO 14%, pembekuan cepat DMSO 7%, pembekuan cepat DMSO 14%, dan pembekuan cepat DMSO 21%. Data dianalisis menggunakan analisis varians (ANOVA), jika ditemukan pengaruh signifikan, dilanjutkan dengan Uji Jarak Berganda Duncan. Sebelum pembekuan, semen segar dari ayam jantan dievaluasi secara makroskopis dan mikroskopis. Untuk perlakuan pembekuan lambat, semen dilakukan proses ekuilibrasi (suhu 5 °C selama 2 jam) kemudian dilanjutkan ke tahap prefreezing (3 cm di atas nitrogen cair selama 10 menit) dan pembekuan. Pada pembekuan cepat, semen tidak melalui tahap ekuilibrasi, langsung prefreezing dan pembekuan. Motilitas, viabilitas, dan abnormalitas dievaluasi setelah thawing. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembekuan cepat dan lambat tidak mempengaruhi motilitas sperma dan abnormalitas pada sperma setelah thawing, tetapi mempengaruhi viabilitas sperma, di mana pembekuan cepat dengan konsentrasi DMSO 14% mampu meningkatkan viabilitas sperma. Sehingga teknik pembekuan cepat berpotensi menggantikan teknik pembekuan lambat yang umumnya diterapkan dalam riset kriopreservasi semen ayam lokal Indonesia.  
Biosecurity Levels Related to Transmission of Highly Pathogenic Avian Influenza (HPAI) in Live Bird Markets in Bogor Miftahurridho, Zoelva; Purnawarman, Trioso; Basri, Chaerul
Jurnal Sain Veteriner Vol 44, No 1 (2026): April
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Universitas Gadjah Mada bekerjasama dengan PB PDHI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jsv.117188

Abstract

Live bird markets serve as aggregation points for various types of poultry originating from different geographic areas. That condition makes live bird market as a potential hotspot for disease transmission. High levels of human and live poultry movement, low awareness of hygiene and sanitation, and inadequate implementation of biosecurity practices can substantially increase the risk of disease transmission in live bird market. This study aimed to evaluate the implementation level of biosecurity among traders in live bird markets in Bogor City and Bogor Regency. A total of 15 traders were selected and assessed using a checklist adapted from Biosecurity Guide for Live Poultry Markets published by Food and Agriculture Organization (FAO). The assessment focused on three main components of biosecurity: movement control, isolation, and sanitation. Biosecurity levels were categorized as good, moderate, and poor level based on result from assessment. The result showed that biosecurity level among traders in live bird markets was moderate (100%). However, a relatively high degree of non-compliant was still observed across all biosecurity components. Therefore, improvements in biosecurity implementation are necessary, both through enhancing traders’ knowledge and awareness, improving market management by market authorities, and establishing clear and enforceable regulations by government.
The Impact of Overcrowding on the Histopathology of Catfish Organs in Aquaculture Systems Farida, Mia Nur; Widyarini, Sitarina; Kristianingrum, Yuli Purwandari; Sutrisno, Bambang; Sugiyono, Sugiyono; Akrom, Afif Muhammad
Jurnal Sain Veteriner Vol 44, No 1 (2026): April
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Universitas Gadjah Mada bekerjasama dengan PB PDHI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jsv.117346

Abstract

Overcrowding is a major environmental stressor in confined-container fish farming systems. This condition can degrade water quality and trigger stress responses that damage the fish's internal organs. This study aimed to analyze the effect of stocking density on histopathological changes in the gills, liver, spleen, and kidney of catfish (Clarias sp.). Fish were reared for 30 days at four different stocking densities: 10, 20, 30, and 40 individuals per bucket (50 L). Histopathological examination used Hematoxylin–Eosin staining. The results showed that increasing stocking density correlated strongly with lesion severity. The gills exhibited epithelial hyperplasia and lamella fusion, kidneys exhibited hydropic degeneration, and the spleen showed increased melanomacrophage centers (MMCs) and white pulp depletion. These findings confirm that overcrowding causes significant damage to catfish's vital organs, thus high stocking densities are not recommended for confined-container fish farming systems.
Profil Resistensi Antimikroba Bakteri pada Burung Bondol Haji (Lonchura maja) sebagai Potensi Reservoir Lingkungan Herawati, Okti; Akrom, Afif Muhammad; Rosyidta, Fadella
Jurnal Sain Veteriner Vol 44, No 1 (2026): April
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Universitas Gadjah Mada bekerjasama dengan PB PDHI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jsv.117680

Abstract

Resistensi antimikroba (AMR) merupakan krisis kesehatan global yang memerlukan pendekatan terintegrasi One Health untuk memitigasi penyebarannya pada manusia, hewan, dan lingkungan. Burung liar, melalui mobilitasnya berpotensi berperan signifikan sebagai bioindikator dan disseminator bakteri resisten. Penelitian ini bertujuan untuk melihat ptofil AMR pada bakteri yang diisolasi dari burung Bondol Haji (Lonchura maja). Sebanyak 25 sampel swab kloaka diambil di wilayah Yogyakarta pada Juli–Agustus 2025. Isolasi bakteri dilakukan menggunakan prosedur standar, diikuti uji sensitivitas menggunakan metode Kirby–Bauer dengan enam antibiotik disk. Hasil penelitian mengidentifikasi L. maja membawa berbagai bakteri termasuk bakteri patogen, non patogen dan oportunistik patogen yang dominansi oleh Enterobacter spp. (32%) dan Escherichia coli (12%). Resistensi antibiotik pada bakteri terjadi terhadap berbagai kelas antibiotik termasuk Ceftriaxone (CRO) yang diklasifikasikan sebagai Highest Priority Critically Important Antimicrobial (HPCIA) pada manusia. Tidak ditemukan korelasi signifikan antara resistensi antibiotik dengan indeks Multiple Antibiotic Resistance (MAR) yang tinggi, mengindikasikan peran AMR inducer lain selain antibiotik dan adanya transmisi resisten dari bakteri lingkungan yang membentuk profil AMR dari bakteri yang diisolasi pada L. maja. Studi ini menegaskan peran L. maja sebagai reservoir lingkungan potensial yang memerlukan penelitian lanjutan untuk mengetahui sumber dan mekanisme AMR.

Filter by Year

1995 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 44, No 1 (2026): April Vol 43, No 3 (2025): Desember Vol 43, No 2 (2025): Agustus Vol 43, No 1 (2025): April Vol 42, No 3 (2024): Desember Vol 42, No 2 (2024): Agustus Vol 42, No 1 (2024): April Vol 41, No 3 (2023): Desember Vol 41, No 2 (2023): Agustus Vol 41, No 1 (2023): April Vol 40, No 3 (2022): Desember Vol 40, No 2 (2022): Agustus Vol 40, No 1 (2022): April Vol 39, No 3 (2021): Desember Vol 39, No 2 (2021): Agustus Vol 39, No 1 (2021): April Vol 38, No 3 (2020): Desember Vol 38, No 2 (2020): Agustus Vol 38, No 1 (2020): April Vol 37, No 2 (2019): Desember Vol 37, No 1 (2019): Juni Vol 36, No 2 (2018): Desember Vol 36, No 1 (2018): Juni Vol 35, No 2 (2017): Desember Vol 35, No 1 (2017): Juni Vol 34, No 2 (2016): Desember Vol 34, No 1 (2016): Juni Vol 33, No 2 (2015): Desember Vol 33, No 1 (2015): JUNI Vol 32, No 2 (2014): DESEMBER Vol 32, No 1 (2014): JUNI Vol 31, No 2 (2013): DESEMBER Vol 31, No 1 (2013): JULI Vol 30, No 2 (2012): DESEMBER Vol 30, No 1 (2012): JUNI Vol 29, No 2 (2011): DESEMBER Vol 29, No 1 (2011): JUNI Vol 28, No 2 (2010): DESEMBER Vol 28, No 1 (2010): JUNI Vol 27, No 2 (2009): DESEMBER Vol 27, No 1 (2009): JUNI Vol 26, No 2 (2008): DESEMBER Vol 26, No 1 (2008): JUNI Vol 25, No 2 (2007): DESEMBER Vol 25, No 1 (2007): JUNI Vol 24, No 2 (2006): DESEMBER Vol 24, No 1 (2006): JUNI Vol 23, No 2 (2005): DESEMBER Vol 23, No 1 (2005): JUNI Vol 22, No 2 (2004): DESEMBER Vol 22, No 1 (2004): Juli Vol 21, No 2 (2003): DESEMBER Vol 21, No 1 (2003): JULI Vol 20, No 2 (2002): Desember Vol 20, No 1 (2002): Juli Vol 19, No 2 (2001): DESEMBER Vol 18, No 1&2 (2000) Vol 18, No 2 (2000) Vol 18, No 1 (2000) Vol 17, No 1 (1999) Vol 16, No 2 (1999) Vol 16, No 1 (1998) Vol 15, No 1&2 (1996) Vol 14, No 2 (1995) More Issue