cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Sain Veteriner
ISSN : 012660421     EISSN : 24073733     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 824 Documents
Peran Plasma Kaya Trombosit dan Perban Lembab dalam Perawatan Transplantasi Kulit pada Kucing Zamzami, Rumi Sahara; Hasan, Muhammad; Daud, Razali; Daniel, Daniel; Sabri, Mustafa; Jamin, Faisal; Etriwati, Etriwati; Sirait, Muhammad Alfajri Erutama; Erwin, Erwin
Jurnal Sain Veteriner Vol 43, No 3 (2025): Desember
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Universitas Gadjah Mada bekerjasama dengan PB PDHI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jsv.85600

Abstract

Plasma Kaya Trombosit (PKT) mengandung konsentrasi fibrin dan faktor pertumbuhan yang tinggi, yang berperan penting dalam regenerasi jaringan selama proses penyembuhan transplantasi kulit. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas pemberian PKT yang dikombinasikan dengan balutan lembap terhadap keamanan dan hasil penyembuhan transplantasi kulit pada kucing domestik melalui penilaian subjektif dan objektif. Penelitian ini menggunakan enam ekor kucing domestik jantan berumur 1–2 tahun dengan bobot badan 2–3 kg yang dibagi ke dalam dua kelompok perlakuan. Defek kulit full-thickness berukuran 2 × 2 cm dibuat pada ekstremitas anterior dan ditutup d engan transplantasi kulit empat hari kemudian. Kelompok I (K-I) diberi balutan lembap, sedangkan Kelompok II (K-II) diberi PKT pada dasar luka sebelum pemasangan transplantasi kulit dan selanjutnya ditutup dengan balutan lembap. Penilaian subjektif pada area defek pasca skin graft meliputi perubahan warna kulit, respons nyeri, dan uji perdarahan, sedangkan penilaian objektif meliputi absorpsi NaCl dan respons terhadap agen simpatomimetik yang diamati pada hari ke-18 pasca-transplantasi. Hasil menunjukkan bahwa warna kulit dan respons nyeri pada K-II secara signifikan lebih baik dibandingkan K-I (P < 0,05). Area transplantasi menunjukkan warna menyerupai kulit sekitarnya pada hari ke-9 dan ke-12 dengan perbedaan signifikan antar waktu pengamatan (P < 0,05), sementara respons nyeri tidak berbeda signifikan seiring waktu (P > 0,05). Penilaian objektif menunjukkan keluarnya darah merah terang secara segera setelah insisi serta absorpsi NaCl dan respons obat simpatomimetik yang lebih cepat pada K-II (P < 0,05). Disimpulkan bahwa aplikasi PKT yang dikombinasikan dengan balutan lembap secara signifikan mempercepat proses pemulihan trasnplantasi kulit pada kucing domestik.
Efektivitas Penerapan Biosekuriti di Feedlot Lembu Setia Abadi Jaya Tangerang Damayati, Dyka -; Wibisono, Cahyo; Widiasih, Dyah Ayu; Drastini, Yatri
Jurnal Sain Veteriner Vol 43, No 3 (2025): Desember
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Universitas Gadjah Mada bekerjasama dengan PB PDHI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jsv.86800

Abstract

Biosekuriti merupakan tindakan pertahanan pertama untuk pengendalian wabah dan dilakukan untuk mencegah semua kemungkinan penularan/kontak dengan ternak tertular sehingga rantai penyebaran penyakit dapat diminimalkan. Penerapan biosekuriti yang merupakan pertahanan awal pengendalian wabah dengan komponen utama isolasi, kontrol lalu lintas dan sanitasi, pada pertengahan 2022, Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) kembali muncul di Indonesia setelah 3 dekade bebas dari penyakit tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas biosekuriti feedlot. Penelitian ini dilakukan di feedlot Lembu Setia Abadi Jaya (LSAJ) yang merupakan perusahaan penggemukan sapi impor dari Australia berkapasitas Instalasi Karantina Hewan (IKH) sebanyak 1800 ekor berdiri sejak 2009. Pada penelitian ini akan menggunakan 3 data mortalitas dan morbiditas yaitu, data sebelum terjadi wabah PMK, data saat terjadi wabah PMK dan yang ketiga adalah data ketika feedlot sudah siap menghadapi wabah PMK dengan meningkatkan biosekuriti. Selama masa penelitian akan dilampirkan pula sapi sakit beserta penanganannya, apabila terdapat sapi potong paksa atau mati akan dilampirkan hasil investigasi kejadian tersebut. Hasil penelitian menunjukkan sebelum adanya wabah PMK biosekuriti yang diterapkan pada feedlot LSAJ belum terlalu ketat seperti wabah PMK sehingga tingkat kejadian PMK sebelum biosekuriti ketat diterapkan meningkat secara signifikan. Deteksi dini yang dilakukan sebagai respons yang tepat dan cepat dalam feedlot LSAJ terhadap wabah PMK, hal ini menunjukkan pengetatan biosekuriti berpengaruh pada kejadian PMK dan secara statistic dilakukan uji Chi-Square didapatkan mendapatkan hasil nilai sig. 0,000 < 0,05 yang berarti terdapat perbedaan antara keadaan biosekuriti sebelum pengetatan dan setelah ada pengetatan. 
Uji In vitro Aktivitas Antiparasit Minyak Esensial Chamomile (Anthemis nobilis L.) terhadap Tungau Otodectes cynotis Putri Ruchiyat, Shafira Permata; Waskita, Pranyata Tangguh; Krissanti, Ita; Khairani, Shafia; Hiroyuki, Andi; Rosdianto, Aziiz Mardanarian
Jurnal Sain Veteriner Vol 43, No 3 (2025): Desember
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Universitas Gadjah Mada bekerjasama dengan PB PDHI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jsv.86846

Abstract

Parasitic otitis adalah penyakit pada telinga yang biasa ditemukan pada hewan kecil, salah satunya adalah kucing. Penyakit ini disebabkan oleh tungau otodectes cynotis. Terdapat pengobatan alami yang bisa dijadikan peluang sebagai alternatif lain dalam membantu mengatasi penyakit otitis pada kucing yang salah satunya adalah minyak esensial chamomile (Anthemis nobilis l.)(MEC) karena memiliki efektifitas sebagai antiparasit, antibakteri, dan antijamur. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan mengetahui potensi MEC sebagai antiparasit khususnya terhadap tungau otodectes cynotis serta mengetahui konsentrasi MEC yang berpotensi untuk menangani kasus parasitic otitis pada kucing. Penelitian ini dilakukan uji in vitro berupa uji aktivitas antiparasit untuk menentukan konsentrasi terbaik yang berpotensi membunuh tungau otodectes cynotis. Pada uji aktivitas antiparasit didapatkan konsentrasi MEC terbaik yaitu 5% dengan hasil daya hambat tetas telur (62,5%), persentase mortalitas tungau otodectes cynotis pada siklus larva (90%), nimfa (90%), dan dewasa (82,50%). Hal ini menunjukkan bahwa MEC 5% memiliki potensi sebagai antiparasit.
IIsolasi dan Identifikasi Staphylococcus aureus pada Susu Sapi Mastitis Subklinis di Pangalengan, Jawa Barat Sylvany, Hemalya; Waskita, Pranyata Tangguh; Windria, Sarasati
Jurnal Sain Veteriner Vol 43, No 3 (2025): Desember
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Universitas Gadjah Mada bekerjasama dengan PB PDHI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jsv.87051

Abstract

Susu sapi merupakan produk utama yang dihasilkan sapi perah. Kandungan susu sapi yang beragam, menjadikan susu sebagai sumber nutrisi yang baik untuk metabolisme tubuh. Tingginya permintaan susu di Indonesia belum terpenuhi karena adanya aspek kesehatan dari sapi yang mengalami mastitis. Staphylococcus aureus adalah salah satu patogen yang menyebabkan mastitis subklinis pada sapi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui cemaran Staphylococcus aureus pada sampel susu sapi yang menderita mastitis subklinis di Pangalengan. Penelitian ini dilakukan dengan metode deskriptip kualitatif, menggunakan 48 sampel susu sapi perah mastitis dengan hasil uji CMT . Isolasi dan identifikasi Staphylococcus aureus dilakukan dilakukan melalui metode kultur pada media Blood Agar Plate (BAP), Mannitol Salt Agar (MSA), pewarnaan Gram, uji katalase, uji DNase, serta uji koagulase. Dari 48 sampel terdapat 17 isolat yang mengandung Staphylococcus aureus. 17 isolat menghasilkan hemolisin pada blood agar, memfermentasikan mannitol, pewarnaan Gram positif kokus, katalase positif, koagulase positif dan DNase positif.  Kata kunci : mastitis subklinis; susu sapi; Staphylococcus aureus.  
Investigasi Kasus dan Identifikasi Faktor Risiko Kematian Babi di Kabupaten Manokwari Pumoko, Florida R.A.; Santoso, Budi; Sambodo, Priyo
Jurnal Sain Veteriner Vol 43, No 3 (2025): Desember
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Universitas Gadjah Mada bekerjasama dengan PB PDHI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jsv.88011

Abstract

This study aims to determine the chronology of death, the spread of the disease, the causes of the disease and the risk factors that affect the disease that caused the death of hundreds of pigs in three districts in Manowari Regency, West Papua Province. The research was conducted in West Manokwari District, Prafi District and Tanah Rubuh District. The research was conducted using a survey method with interview techniques and field observations. The number of correspondents is 117 breeders. The data obtained were analyzed descriptively using a case study technique based on the results of investigations and laboratory tests. The average age of breeders are 34.27-42.9 years with farming experience of 2.67-11.47 years. Number of swines are 77-128 tails. The maintenance system is extensive except in the West Manokwari District, which is intensive. The main feed sources are household/food stall waste and garden produce. Almost all farmers do not understand about disease control. The death of pigs in the study area generally occurred suddenly without showing any clinical symptoms, starting with the animals looking weak, having convulsions, experiencing respiratory problems and then dying. The disease has spread in all pens or herds of pigs in the study area. Based on the results of the RT-PCR test, the dead pigs were diagnosed as infected with ASFV, except for Tanah Rubuh District. The risk factors for this outbreak are the pig management system, biosecurity, anthropogenic (human factors), animal and fomite. 
Pemeriksaan Kesehatan pada Kucing di Wilayah Sekitar Field Research Center Kulon Progo, Yogyakarta Lestari, Fajar Budi; Prihanani, Nur Ika; Tjahajati, Ida; Syazwina, Alvina Meita; Latifah, Khilda Tsania; Fatiha, Azzahra Jasmine; Wahyuningtyas, Helfi
Jurnal Sain Veteriner Vol 43, No 3 (2025): Desember
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Universitas Gadjah Mada bekerjasama dengan PB PDHI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jsv.90613

Abstract

Health disorders in companion animals are commonly encountered and may result from bacterial, viral, or fungal infections, as well as parasitic infestations. Cats (Felis catus) are among the domestic animals most closely associated with humans. This study aimed to evaluate the health status and identify diseases in cats inhabiting the area surrounding the Field Research Center (FRC), Yogyakarta. A total of 27 cats from the FRC area were included in this study. Fecal samples, ear swabs, skin scrapings, and blood samples were collected for laboratory examination. Fecal samples were analyzed using the native method to detect gastrointestinal parasites, ear swabs were examined for the presence of ear mites, skin scrapings were used to identify ectoparasites, and blood samples were analyzed using a hematology analyzer. Based on physical and laboratory examinations, cats in the FRC area were affected by parasitic infestations (scabies, ear mites, and pediculosis) and bacterial infections (rhinitis, conjunctivitis, enteritis, and otitis). Routine health examinations are essential for disease prevention and the improvement of animal welfare.
Pengaruh Pemberian Pakan Formulasi terhadap Pertambahan Panjang Badan Anakan Burung Lovebird (Agapornis fischeri) Umur 15-60 Hari Rose, Zita Xena Xaviera; Yanuartono, Yanuartono; Indarjulianto, Soedarmanto; Widyarini, Sitarina; Permana, Rief Ghulam Satriya
Jurnal Sain Veteriner Vol 43, No 3 (2025): Desember
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Universitas Gadjah Mada bekerjasama dengan PB PDHI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jsv.93532

Abstract

Lovebirds (LB) are widely kept and bred as pets. The development of health and disease in chicks is the main problem faced by lovebird keepers, mainly because there is no special feed and feeding equipment for LBs. This research aims to study the development of body length increase in lovebird chicks fed formulated feed from the age of 15-60 days using a modified Handfeeding tool. This study used formulated feed and 30 clinically healthy 15-day-old LB calves. A total of 2 feed formulations were made using commercial chicken feed ingredients plus milk and rice. LB chicks were divided into three groups, ten birds each, consisting of group I, the formula I feed; group II, given formula II feed; and group III (control), given commercial bird feed. Lovebirds chicks are reared and fed by hand feeding from 15 to 60 days old and checked for body length development. The results of body length development between groups were analyzed descriptively. The average results of measuring the body length of lovebird chicks fed formula 1 were 5.64 cm at the age of 15 days to 9.58 cm at the age of 60 days, while formula 2 was 5.78 cm at the age of 15 days to 10.83 cm at the age of 60 days, and conventional feed is 5.79 cm at the age of 15 days to 12.45 cm at the age of 60 days. It was concluded that formulated feed provided less additional body for love bird chicks than commercial feed.Lovebird; Formulated bird feed
Prevalensi Obesitas dan Gambaran Kesehatan Kucing Peliharaan di RW. 13 Panyileukan, Kota Bandung Hanifah, Nurul Dinan; Syamsunarno, Mas Rizky Anggun Adipura; Rosdianto, Aziiz Mardanarian
Jurnal Sain Veteriner Vol 43, No 3 (2025): Desember
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Universitas Gadjah Mada bekerjasama dengan PB PDHI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jsv.98595

Abstract

Overweight and obesity are conditions that can occur not only in humans, but also in animals.  Obesity in pet cats is the second highest health problem after oral disease in the United States and is said to be associated with a variety of metabolic or other disorders that can lead to a reduced quality of life. The prevalence of obesity varies from 6.7-42% in various countries. This study was conducted to determine the overview of pet cats’ health and the prevalence of obesity in pet cats in RW.13 Panyileukan, Bandung City. This descriptive study was conducted with a physical examination method approach with the use of 5-point BCS and observational using a questionnaire instrument. The results showed that there was one cat diagnosed as sick with flu-like symptoms such as fever, weak with liquid feces and the other sixteen cats were healthy and did not show any sickness. In addition, of the pet cats that had been examined there were two that indicated overweight, a cat was categorized as underweight while the remaining forteen cats were categorized as ideal body weight showing no indication of obesity overweight.the health overview of pet cats in RW.13 Panyileukan, Bandung City shows that 94% of cats are healthy and 6% of cats are sick, 82% of pets cats are categorized as healthy with ideal weight at BCS 3, 6% of cats are underweight in the category with BCS 2 and 12% of cats are categorized as overweight with BCS 4.
Diagnosis dan Terapi Abses dan Vulnus Morsum pada Kucing Babang menggunakan Madu Murni Datrianto, Dwi Sunu; Limiano, Jeannet Budiman
Jurnal Sain Veteriner Vol 43, No 3 (2025): Desember
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Universitas Gadjah Mada bekerjasama dengan PB PDHI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jsv.104997

Abstract

Seekor kucing domestik jantan berusia 1,5 tahun bernama Babang didiagnosis mengalami abses dan vulnus morsum (luka gigitan). Gejala klinis yang teramati adalah pincang, terdapat luka terbuka di area metatarsal kiri yang disertai benjolan berisi pus, dan penurunan nafsu makan. Pemeriksaan fisik dan laboratorium mengkonfirmasi adanya anemia, leukositosis, neutrofilia, dan monositosis. Luka tersebut diobati dengan aplikasi topikal madu selama dua minggu. Selama dua minggu, terjadi perbaikan signifikan pada kondisi kucing Babang, dengan ukuran luka yang berkurang, peradangan yang mereda, dan penutupan luka yang sempurna. Madu terbukti efektif dalam mendukung pembentukan jaringan granulasi dan regenerasi epitel, memberikan solusi alami dan bebas antibiotik untuk mencegah infeksi. Kasus ini menekankan potensi madu sebagai agen terapeutik dalam manajemen luka pada hewan peliharaan, khususnya dalam mengurangi bakteri dan mempercepat penyembuhan jaringan tanpa berkontribusi pada resistensi antibiotik.
Pemberian Transfer Factor terhadap Gambaran Hematologi pada Kucing yang Terinfeksi Feline Panleukopenia Virus (FPV) Prastiwi, Nurul Anjar; Wulansari, Retno; Widhyari, Sus Derthi
Jurnal Sain Veteriner Vol 43, No 3 (2025): Desember
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Universitas Gadjah Mada bekerjasama dengan PB PDHI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jsv.105326

Abstract

Feline Panleukopenia Virus (FPV) adalah penyakit viral yang sangat menular dengan tingkat morbiditas dan mortalitas tinggi, terutama pada anak kucing (kitten). Penyakit ini menunjukkan gejala berupa, muntah, diare, dehidrasi, dan depresi berat. Hingga saat ini, belum ditemukan terapi spesifik yang efektif, sehingga pengobatan bersifat suportif dan simptomatik. Salah satu pendekatan terapi yang mulai dikembangkan adalah penggunaan Transfer Factor sebagai imunomodulator. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi profil hematologi dan kimia darah pada kucing yang terinfeksi FPV sesudah diberi terapi kombinasi pengobatan konvensional dan suplementasi Transfer Factor. Sebanyak 24 ekor kucing, terdiri dari kitten dan kucing dewasa, dibagi menjadi empat kelompok berdasarkan umur dan jenis terapi yang diberikan. Pemeriksaan klinis, tes diagnostik FPV, serta analisis hematologi dilakukan setelah terapi untuk menilai efektivitas pengobatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian Transfer Factor secara signifikan mempengaruhi beberapa parameter hematologi, seperti peningkatan jumlah eritrosit, hemoglobin, hematokrit, serta trombosit. Parameter leukosit juga menunjukkan respons positif, terutama pada limfosit dan neutrofil. Hasil ini menunjukkan bahwa Transfer Factor dapat berperan sebagai terapi tambahan yang mendukung pemulihan kucing yang terinfeksi FPV dengan meningkatkan respons imun dan memperbaiki kondisi fisiologis pasien. Penggunaan Transfer Factor sebagai terapi suportif pada kasus FPV berpotensi meningkatkan tingkat kesembuhan serta mempercepat pemulihan klinis kucing yang terinfeksi. Studi lebih lanjut diperlukan untuk mengeksplorasi mekanisme kerja dan efektivitas Transfer Factor dalam terapi infeksi FPV.

Filter by Year

1995 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 43, No 3 (2025): Desember Vol 43, No 2 (2025): Agustus Vol 43, No 1 (2025): April Vol 42, No 3 (2024): Desember Vol 42, No 2 (2024): Agustus Vol 42, No 1 (2024): April Vol 41, No 3 (2023): Desember Vol 41, No 2 (2023): Agustus Vol 41, No 1 (2023): April Vol 40, No 3 (2022): Desember Vol 40, No 2 (2022): Agustus Vol 40, No 1 (2022): April Vol 39, No 3 (2021): Desember Vol 39, No 2 (2021): Agustus Vol 39, No 1 (2021): April Vol 38, No 3 (2020): Desember Vol 38, No 2 (2020): Agustus Vol 38, No 1 (2020): April Vol 37, No 2 (2019): Desember Vol 37, No 1 (2019): Juni Vol 36, No 2 (2018): Desember Vol 36, No 1 (2018): Juni Vol 35, No 2 (2017): Desember Vol 35, No 1 (2017): Juni Vol 34, No 2 (2016): Desember Vol 34, No 1 (2016): Juni Vol 33, No 2 (2015): Desember Vol 33, No 1 (2015): JUNI Vol 32, No 2 (2014): DESEMBER Vol 32, No 1 (2014): JUNI Vol 31, No 2 (2013): DESEMBER Vol 31, No 1 (2013): JULI Vol 30, No 2 (2012): DESEMBER Vol 30, No 1 (2012): JUNI Vol 29, No 2 (2011): DESEMBER Vol 29, No 1 (2011): JUNI Vol 28, No 2 (2010): DESEMBER Vol 28, No 1 (2010): JUNI Vol 27, No 2 (2009): DESEMBER Vol 27, No 1 (2009): JUNI Vol 26, No 2 (2008): DESEMBER Vol 26, No 1 (2008): JUNI Vol 25, No 2 (2007): DESEMBER Vol 25, No 1 (2007): JUNI Vol 24, No 2 (2006): DESEMBER Vol 24, No 1 (2006): JUNI Vol 23, No 2 (2005): DESEMBER Vol 23, No 1 (2005): JUNI Vol 22, No 2 (2004): DESEMBER Vol 22, No 1 (2004): Juli Vol 21, No 2 (2003): DESEMBER Vol 21, No 1 (2003): JULI Vol 20, No 2 (2002): Desember Vol 20, No 1 (2002): Juli Vol 19, No 2 (2001): DESEMBER Vol 18, No 1&2 (2000) Vol 18, No 2 (2000) Vol 18, No 1 (2000) Vol 17, No 1 (1999) Vol 16, No 2 (1999) Vol 16, No 1 (1998) Vol 15, No 1&2 (1996) Vol 14, No 2 (1995) More Issue