cover
Contact Name
Arif Rahman Aceh
Contact Email
jurnalbikes@gmail.com
Phone
+6285270104277
Journal Mail Official
jurnalbikes@gmail.com
Editorial Address
Jalan H.M. Yamin SH No 225 Medan, Sumatera Utara
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Jurnal Kebidanan, Keperawatan dan Kesehatan (J-BIKES)
ISSN : -     EISSN : 28072448     DOI : 10.51849
Core Subject : Health,
Jurnal Kebidanan, Keperawatan dan Kesehatan (J-BIKES) is a scientific journal that publishes research manuscripts in the fields of midwafery, nursing and health. The focus and scope of the journal are to: 1) Provide journals that report research on topics that have local, national and international significance in all educational contexts 2) Provide journals that report research on topics that have local, national and international significance in the field of psychology 3) Providing journals that report research on topics that have local, national and international significance in the health field. Prioritizing the results of interdisciplinary research and the latest findings in the field of science. Jurnal Kebidanan, Keperawatan dan Kesehatan (J-BIKES) is published three times a year namely July, November dan March.
Articles 147 Documents
Evaluasi Implementasi Sasaran Keselamatan Pasien di Instalasi Gawat Darurat RSUP H. Adam Malik Medan Halizha Nadirha; Nuraini Nuraini; Deli Theo
JURNAL KEBIDANAN, KEPERAWATAN DAN KESEHATAN (BIKES) Vol 5, No 3 (2026): J-BIKES MARET
Publisher : Mata Pena Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51849/j-bikes.v5i3.150

Abstract

Keselamatan pasien adalah salah satu hasil pasien yang paling diperhatikan oleh semua unit analisis rumah sakit. Survey yang dilakukan penulis di RSUP H. Adam Malik Medan  pada tahun 2023 menemukan jumlah pelaporan terkait insiden keselamatan cukup tinggi yaitu 559 kasus, dimana 58 kasus di antaranya terjadi di IGD dengan rincian  KPC 45 laporan (8%), KNC 12 laporan (2,1%), KTD 1 laporan (0,2%) dengan jenis insiden adalah pasien jatuh. Dalam upaya meminimalisir terjadinya insiden keselamatan pasien, maka disusunlah sasaran keselamatan pasien yang bertujuan untuk mendorong perbaikan spesifik dalam keselamatan pasien. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan cara wawancara mendalam kepada 11 orang informan. Hasil penelitian, bahwa implementasi sasaran keselamatan pasien di IGD RSUP H. Adam Malik sudah berjalan namun belum maksimal. Beberapa hal yang menjadi hambatan dan tantangan antara lain staf yang kurang paham dalam pembuatan laporan, perputaran peserta didik, ketidakjujuran dalam pelaporan karena merasa takut dihukum, IGD yang selalu ramai, SDM yang belum benar-benar patuh hingga masalah jaringan internet yang kurang adekuat sehingga mengganggu proses komunikasi.
Analisa Faktor Yang Memengaruhi Kinerja Perawat Non PNS Di RSUD Gunung Tua Kabupaten Padang Lawas Utara Cut Shanaz Dhiya Shafira; Nuraini Nuraini; Ramadhani Syafitri Nasution; Sitti Subaedah; Miskah Afriany
JURNAL KEBIDANAN, KEPERAWATAN DAN KESEHATAN (BIKES) Vol 5, No 3 (2026): J-BIKES MARET
Publisher : Mata Pena Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51849/j-bikes.v5i3.153

Abstract

Perawat merupakan “the caring profession” yang memberikan pelayanan keperawatan selama 24 jam bagi pasien secara berkesinambungan. Perawat yang berkinerja dengan baik dan profesional dapat meningkatkan mutu pelayanan rumah sakit sehingga dapat meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Tujuan penelitian ini untuk menganalisa faktor yang memengaruhi kinerja perawat Non PNS di RSUD Gunung Tua Kabupaten Padang Lawas Utara. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional. Populasi yang diambil adalah keseluruhan perawat dengan jumlah 68 orang dengan metode penarikan sampel secara total sampling. Analisis data menggunakan univariat, bivariat dengan uji chi square, dan multivariat dengan uji regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh kepemimpinan (p=0,002), imbalan (p=0,000), sikap (p=0,000), motivasi (p=0,004), dan hubungan interpersonal (p=0,003) terhadap kinerja perawat non PNS. Tidak terdapat pengaruh pendidikan (p=0,835). Variabel yang paling dominan berpengaruh terhadap kinerja perawat adalah variabel imbalan adalah (p=0,001; Exp (B)=3,122 95%CI 1,483-8,182) yang artinya bahwa variabel imbalan berpeluang 3 kali lebih berpengaruh terhadap kinerja perawat. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah ada pengaruh kepemimpinan, imbalan, sikap, motivasi, dan hubungan interpersonal terhadap kinerja perawat non PNS. Tidak terdapat pengaruh pendidikan terhadap kinerja perawat.
Faktor Yang Memengaruhi Ibu Menyusui Pasca Operasi Caesar Di Rumah Sakit Sylvani Binjai Munirawati Munirawati; Nuraini Nuraini; Ramadhani Syafitri Nasution; Ismail Efendy; Hizrah Hanim Lubis
JURNAL KEBIDANAN, KEPERAWATAN DAN KESEHATAN (BIKES) Vol 5, No 3 (2026): J-BIKES MARET
Publisher : Mata Pena Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51849/j-bikes.v5i3.154

Abstract

Saat ini operasi caesar sering dianggap sebagai kemajuan tehnologi persalinan atau cara bersalin yang lebih modern, salah satunya karena pada persalinan dengan operasi sesar tidak merasakan sakit. Namun setelah sadar dari pembiusan rasa sakit akan tumbuh. Persalinan dengan cara ini seringkali menjadi kendala dalam pemberian air susu terutama jika ibu diberikan anastesi umum. Beberapa penelitian menyimpulkan bahwa proses melahirkan dengan caesar akan menghambat terbentuknya produksi Air Susu Ibu. Meskipun demikian, menyusui sesering mungkin setelah proses kelahiran dengan sesar akan meminimalisasi masalah-masalah tersebut. Bahkan beberapa ibu yang melahirkan dengan caesar memiliki produksi ASI yang berlimpah. Desain penelitian menggunakan metode kuantitatif yang dilakukan survei analitik dengan pendekatan cross sectional study. Menggunakan tehnik accidental sampling dengan menggunakan analisis univariat, bivariat dan multivariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh pengetahuan, sikap, tindakan, dukungan tenaga kesehatan, dukungan suami dan kondisi payudara  terhadap ibu menyusui pasca operasi caesar di Rumah Sakit Umum Syilvani Binjai.
Pengaruh Pijat Tuina Terhadap Nafsu Makan Pada Bayi Dan Balita Di Klinik Siti Khalijah Muthia Sari Mardha; Endriyani Syafitri; Ivansri Marsaulina
JURNAL KEBIDANAN, KEPERAWATAN DAN KESEHATAN (BIKES) Vol 6, No 1 (2026): J-BIKES JULI
Publisher : Mata Pena Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51849/j-bikes.v6i1.174

Abstract

Masalah perilaku makan merupakan salah satu faktor penyebab tidak langsung tingginya angka underweight dan stunting, terutama pada anak usia 6-23 bulan, memperlihatkan bahwa masalah makan bukan hanya isu perilaku tetapi terkait langsung dengan status gizi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pijat tuina terhadap nafsu makan bayi dan balita. Jenis penelitian ini adalah Pre-Eksperimen dengan pendekatan One Group Pretest-Posttest Lokasi penelitian dilakukan di klinik Siti Khalijah Populasi dalam penelitian ini terdiri dari dua jenis, yaitu: Populasi Target: Seluruh bayi dan balita berusia 6 bulan hingga 5 tahun yang mengikuti pelaksanaan imunisasi di klinik siti khalijah yang berjumlah 20 bayi, dimana 20 bayi ini akan diambil menjadi sampel dengan menggunakan tekhnik purposive sampling Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kueisoner tentang nafsu makan anak serta observasi. Analisis bivariat dilakukan untuk menguji hipotesis penelitian. Sebelum uji hipotesis, dilakukan uji normalitas data menggunakan uji Shapiro-Wilk (karena n 50). Hasil: didapatkan hasil pengukuran pengaruh pijat tuina terhadap nafsu makan pada bayi dan balita pada kelompok intervensi diperoleh p value 0,003 0,005 yang artinya ada pengaruh pijat tuina terhadap nafsu makan anak. Simpulan: Ada pengaruh pijat tuina terhadap nafsu makan anak dan diharapkan kepada responden untuk menerapkan pijat tuina Ketika anak menghadapi masalah susah makan sehingga terhindar dari stunting.
Pengaruh Edukasi Perawatan Luka Menggunakan Metode Moist Wound Healing Di Puskesmas Darussalam Saima Putri Siregar; Evi Sahfitri Siregar; Nikmah Kemalasari Pane
JURNAL KEBIDANAN, KEPERAWATAN DAN KESEHATAN (BIKES) Vol 5, No 3 (2026): J-BIKES MARET
Publisher : Mata Pena Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51849/j-bikes.v5i3.179

Abstract

Perawatan luka yang tepat merupakan salah satu faktor penting dalam mempercepat proses penyembuhan dan mencegah terjadinya komplikasi, seperti infeksi. Namun, masih banyak masyarakat yang belum memahami prinsip perawatan luka modern dan cenderung menggunakan metode konvensional yang kurang sesuai dengan perkembangan ilmu kesehatan. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai perawatan luka menggunakan metode moist wound healing di Puskesmas Darussalam. Metode yang digunakan adalah edukasi kesehatan melalui penyuluhan, diskusi, demonstrasi perawatan luka, serta pembagian media edukasi berupa leaflet. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test untuk mengukur perubahan tingkat pengetahuan peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman masyarakat mengenai konsep moist wound healing, tahapan perawatan luka yang benar, pemilihan balutan yang sesuai, serta upaya pencegahan infeksi. Peserta juga menunjukkan antusiasme yang tinggi selama kegiatan berlangsung dan mampu menjelaskan kembali langkah-langkah dasar perawatan luka setelah diberikan edukasi. Dengan demikian, edukasi perawatan luka menggunakan metode moist wound healing di Puskesmas Darussalam dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat dan diharapkan mampu mendorong penerapan perawatan luka yang tepat sehingga mempercepat penyembuhan serta mengurangi risiko komplikasi.
Tingkat Pengetahuan Perawat Terhadap Penerapan Patient Safety Dengan Risiko Jatuh Tinggi di Ruang Rawat Inap RSUD Dr. R. M. Djoelham Mompang Tua Parlagutan; Piyanti Saurina Mahdalena Sagala; Nurul Rizki
JURNAL KEBIDANAN, KEPERAWATAN DAN KESEHATAN (BIKES) Vol 6, No 1 (2026): J-BIKES JULI
Publisher : Mata Pena Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51849/j-bikes.v6i1.161

Abstract

Keselamatan pasien (patient safety) merupakan komponen utama dalam upaya manajemen mutu pelayanan kesehatan. Salah satu sasaran keselamatan pasien adalah pencegahan risiko jatuh yang dapat menyebabkan cedera, memperpanjang masa perawatan, bahkan kematian. Perawat memiliki peran penting dalam upaya pencegahan risiko jatuh sehingga diperlukan pengetahuan yang baik terkait penerapan patient safety. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan perawat terhadap penerapan patient safety dengan risiko jatuh tinggi di ruang rawat inap RSUD Dr. R. M. Djoelham Binjai Tahun 2026. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif. Sampel penelitian ini adalah seluruh perawat di ruang rawat inap Tapak Dara RSUD Dr. R. M. Djoelham Binjai sebanyak 12 orang dengan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner dan dianalisis secara univariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan perawat terhadap penerapan patient safety dengan risiko jatuh tinggi berada pada kategori baik sebanyak 10 responden (83,3%), kategori cukup sebanyak 2 responden (16,7%). Disimpulkan bahwa sebagian besar perawat memiliki tingkat pengetahuan yang baik terhadap penerapan patient safety dengan risiko jatuh tinggi.
Faktor Yang Mempengaruhi Kegagalan ASI Eksklusif Pada Ibu Nifas Pekerja di TPMB Sahabat Bidanta’ Gowa Jumriani Jumriani; Nur Rahmi; Eka Setiawati; Magfira Idrus
JURNAL KEBIDANAN, KEPERAWATAN DAN KESEHATAN (BIKES) Vol 6, No 1 (2026): J-BIKES JULI
Publisher : Mata Pena Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51849/j-bikes.v6i1.173

Abstract

Cakupan ASI eksklusif di Indonesia masih belum mencapai target nasional, terutama pada ibu yang bekerja. Berbagai faktor seperti dukungan keluarga, dukungan tempat kerja, dan lama cuti melahirkan diduga memengaruhi keberhasilan pemberian ASI eksklusif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi kegagalan ASI eksklusif pada ibu nifas pekerja di TPMB Sahabat Bidanta' Gowa. Penelitian menggunakan desain kuantitatif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel sebanyak 50 ibu nifas pekerja dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dukungan suami (p=0,012), dukungan tempat kerja (p=0,004), dan lama cuti melahirkan (p=0,031) berhubungan dengan kegagalan ASI eksklusif. Dukungan tempat kerja menjadi faktor yang paling dominan memengaruhi keberhasilan pemberian ASI eksklusif. Disimpulkan bahwa kegagalan ASI eksklusif pada ibu pekerja dipengaruhi oleh faktor individu, keluarga, dan lingkungan kerja. Oleh karena itu, diperlukan edukasi yang berkesinambungan kepada ibu hamil, peningkatan dukungan keluarga, serta kebijakan tempat kerja yang ramah terhadap ibu menyusui.
Hubungan Musculoskeletal Disorders Dengan Tingkat Kelelahan Pada Perawat Pelaksana Di RSU Sundari Fajar Amanah Ariga; Youlanda Sari; Nurul Haflah; Hijrah Purnama Sari Ariga
JURNAL KEBIDANAN, KEPERAWATAN DAN KESEHATAN (BIKES) Vol 6, No 1 (2026): J-BIKES JULI
Publisher : Mata Pena Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51849/j-bikes.v6i1.164

Abstract

Musculoskeletal disorder (MSDs) melibatkan rasa sakit dan pembengkakan pada jaringan tubuh seperti pada otot, tendon, dan saraf yang berdampak pada fungsi motorik berkurang serta ketidaknyamanan otot / tulang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan musculoskeletal disorders dengan tingkat kelelahan pada perawat pelaksana di Rumah Sakit Umum Sundari. Desain penelitian yang digunakan adalah cross sectional dengan melibatkan perawat pelaksana di Rumah Sakit Umum Sundari sebanyak 53 responden. Teknik sampling menggunakan proportional random sampling. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner Nordic Body Map dan Industrial Fatigue Research Committee. Analisis statistic menggunakan uji spearman rho dengan signifikasi ≤0,05. Perawat pelaksana sebagian besar mengalami musculoskeletal disorders dengan derajat sedang (56,6%) dengan kelelahan tingkat sedang (47,2%). secara signifikan terdapat hubungan positif antara musculoskeletal disorders dengan tingkat kelelahan pada perawat pelaksana di Rumah Sakit Umum Sundari (p value = 0,000; α = 0,05; r =0,700). Penting mempertimbangkan keluhan musculoskeletal disorders dan kelelahan diantara para perawat sebagai upaya mengeksplorasi jalur kausal terkait kerusakan mekanis atau kelelahan otot. Sehingga penting untuk meninjau jumlah istirahat yang diperlukan untuk memulihkan toleransi jaringan.
Gambaran Partograf pada Ibu Bersalin yang Mengalami Distosia Bahu di RSUD Piru Sumirda Rahareng; Nurhayati Kasim; Windatania Mayasari; Runi Anggriani La Amin
JURNAL KEBIDANAN, KEPERAWATAN DAN KESEHATAN (BIKES) Vol 6, No 1 (2026): J-BIKES JULI
Publisher : Mata Pena Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51849/j-bikes.v6i1.175

Abstract

Distosia bahu merupakan salah satu kegawatdaruratan obstetri yang dapat meningkatkan morbiditas dan mortalitas ibu maupun bayi. Penggunaan partograf sebagai alat pemantauan persalinan berperan penting dalam mendeteksi penyimpangan kemajuan persalinan sehingga tindakan dapat dilakukan secara tepat waktu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengisian partograf pada ibu bersalin yang mengalami distosia bahu di RSUD Piru. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan retrospektif melalui telaah dokumen rekam medis. Sampel sebanyak 30 ibu bersalin yang mengalami distosia bahu selama periode Juli 2025 – April 2026 diperoleh dengan teknik total sampling. Hasil penelitian ini, dari 30 kasus distosia bahu, sebanyak 22 kasus (73,3%) memiliki partograf yang terisi lengkap, sedangkan 8 kasus (26,7%) tidak lengkap. Sebagian besar kasus menunjukkan kemajuan persalinan melewati garis waspada sebanyak 19 kasus (63,3%), dan 11 kasus (36,7%) masih berada di sebelah kiri garis waspada. Dokumentasi pemantauan denyut jantung janin lengkap pada 25 kasus (83,3%), sedangkan kontraksi uterus terdokumentasi lengkap pada 24 kasus (80%). Sehingga kesimpulan dari penelitian ini, sebagian besar partograf telah diisi dengan lengkap namun masih ditemukan ketidaklengkapan dokumentasi pada beberapa komponen. Pengisian partograf secara lengkap dan akurat sangat diperlukan untuk mendukung deteksi dini komplikasi persalinan, termasuk distosia bahu.
Hubungan Kebiasaan Jajan Dan Ngemil Serta Sarapan Pagi Dengan Kejadian Kelebihan Berat Badan Siswa SMPN I Kandang Kabupaten Aceh Selatan Provinsi Aceh Lindawati Lindawati; Srasomi Srasomi; Rira Fauziah Hasibuan
JURNAL KEBIDANAN, KEPERAWATAN DAN KESEHATAN (BIKES) Vol 5, No 3 (2026): J-BIKES MARET
Publisher : Mata Pena Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51849/j-bikes.v5i3.170

Abstract

Remaja adalah masa dimana rasa ingin tahu seseorang sangat tinggi, sehingga selalu ingin mencoba sesuatu, yang juga menyebabkan asupan gizi yang salah. Kebiasaan makan remaja merupakan hal penting untuk mendukung status gizinya. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan kebiasaan makan dengan kejadian kelebihan berat badan pada pada siswa SMPN I Kandang Kabupaten Aceh Selatan Provinsi Aceh. Jenis penelitian ini adalah observasional dengan disain case control berpadanan (matching). Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa SMPN I Kandang Kabupaten Aceh Selatan Provinsi Aceh. Sampel adalah bagian dari populasi dengan besar sampel untuk kelompok kasus dan kontrol berbanding sama dengan jenis kelamin, umur dan kelas siswa sebagai padanan kelompok, yaitu 37 kasus dan 37 kontrol. Pengumpulan data dilakukan terhadap data primer dengan wawancara langsung berpedoman kuesioner terstruktur, serta pengukuran berat badan dan tinggi badan. Penilaian status gizi untuk skrining kasus dan kontrol dilakukan dengan indeks IMT/U. Analisis data dilakukan dengan uji kai kuadrat dan menghitung besaran OR. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan secara signifikan yang meliputi kebiasaan jajan, kebiasaan ngemil dan kebiasaan sarapan pagi dengan kejadian kelebihan berat badan remaja. Kebiasaan jajan, ngemil dan sarapan pagi yang tinggi pada remaja mempunyai peluang untuk terjadinya kelebihan berat badan, dengan nilai OR kebiasaan jajan=4,4, OR ngemil=6,9  dan OR sarapan pagi=3,10.