cover
Contact Name
Lailatul Fitria
Contact Email
lailatulfitria@iainkediri.ac.id
Phone
+6285608090122
Journal Mail Official
jurnalspiritualita@iainkediri.ac.id
Editorial Address
SPIRITUALITA: Journal Ethics and Spirituality Program Studi Tasawuf dan Psikoterapi Fakultas Ushuluddin dan Dakwah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kediri Jln. Sunan Ampel No.7, Ngronggo, Kec. Kota Kediri, Kota Kediri, Jawa Timur
Location
Kota kediri,
Jawa timur
INDONESIA
Spiritualita : Journal of Ethics and Spirituality
ISSN : 26141043     EISSN : 26547554     DOI : https://doi.org/10.30762/spiritualita
The focus of articles published on the SPIRITUALITA journal is divided into two categories: Ethics and Spirituality
Articles 177 Documents
Kepemimpinan Sufistik Menurut Perspektif Al-Ghazali dan Ibnu Taimiyah Rahmawati, Desty; Sulistyaningrum, Resti Abidah
Spiritualita Vol. 7 No. 1 (2023)
Publisher : Prodi Tasawuf dan Psikoterapi Fakultas Usluhuddin dan Dakwah IAIN Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30762/spiritualita.v7i1.1010

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kepemimpinan sufistik menurut perspektif Al Ghazali dan Ibnu Taimiyah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, yaitu mendeskripsikan dan menguraikan tentang karakteristik kepemimpinan mnurut kedua tokoh sufi tersebut. Metode yang digunakan dalam pengumpulan data yaitu dengan studi kepustakaan. Hasil penelitian yang diperoleh yaitu terdapat benyak persamaan mengenai kepemimpinan Al Ghazali dengan Ibnu Taimiyah. Karakteristik pemimpin menurut keduanya memiliki persamaan yaitu amar ma’ruf nahi munkar, adil, dan berdasar pada Al Qur’an dan Hadits Sedangkan perbedaan kepemimpinan keduanya terletak pada pada proses pola pikir mereka. Al Ghazali yang merupakan seorang filsuf dan salah satu tokoh tasawuf menekankan pada akal dan batin yang dibuktikan bahwa terdapat 3 poin kepemimpinannya yang berisi intelektual, agama, dan akhlak. Sedangkan Ibnu Taimiyah menekankan pada hukum-hukum fiqh yang mengharuskan sebuah kepemimpinan itu mengikuti hukum Islam seeprti zakat, qurban, dan infaq.
Nilai Tasawuf Imam Junaid Al-Baghdadi Sebagai Qadi Faruqi, Imam; Rohmah, Laila Fauziyatur
Spiritualita Vol. 7 No. 1 (2023)
Publisher : Prodi Tasawuf dan Psikoterapi Fakultas Usluhuddin dan Dakwah IAIN Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30762/spiritualita.v7i1.1013

Abstract

Tulisan ini membahas tentang kepemimpinan salah satu sufi terbaik pada periode awal kemunculan ilmu tasawuf yang bernama Abu-Qasim Al-Junaid bin Muhammad bin Al-Junaid Al-Khazzaz Al-Qawairi Nihawandi Al-Baghdadi. Penelitian ini mencoba memaparkan ketika Imam Junaid menjadi kepala Qadi di Baghdad yang menggunakan tiga teori pokok tasawuf. yaitu; mitsaq, fana, dan tauhid. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan metode penelitian literature atau library research. Berdasarkan kepada kepemimpinan beliau menjadi Qadi yang berlandaskan tiga teori tersebut, penulis menyimpulkan bahwa Imam Junaid Al-Baghdadi berhasil mendamaikan antara ahli tasawuf dan ulama fiqih, berhasil meruntuhkan stigma tentang ajaran tasawuf yang dianggap sesat, serta pemikiran tasawuf Imam Junaid Al-Baghdadi adalah makna tasawuf yang lebih sederhana juga mudah diterima oleh seluruh kalangan umat muslim.
Konsep Tasawuf dan Psikoterapi dalam Islam Mukhlis, Imam; Munir , Muhammad Syahrul
Spiritualita Vol. 7 No. 1 (2023)
Publisher : Prodi Tasawuf dan Psikoterapi Fakultas Usluhuddin dan Dakwah IAIN Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30762/spiritualita.v7i1.1017

Abstract

Tasawuf menawarkan sebuah pendekatan baru terhadap problem-problem psikologis, yaitu untuk memberikan solusi yang menjadi tujuan utama daripada diskursus psikoterapi. Oleh karena itu tasawuf sangat penting terhadap solusi-solusi spiritual berkenaan dengan masalah kejiwaan. Hal ini kemudian menyebabkan munculnya studi tasawuf psikoterapi di Lembaga-lembaga Pendidikan, khususnya di Indonesia. Manusia dikenal sebagai homo religiosus, yakni manusia tidak akan bisa terpisah dari agama, Keadaan manusia yang selalu tak lepas dari agama, di mana pun itu, meniscayakan keterikatan agama dan kondisi psikologis manusia. Agama, sebagai subjek, menjadikan jiwa manusia sebagai salah satu objeknya. Di sinilah agama dan psikologi bersimpangan. Teori asal usul tasawuf bersumber dari ajaran Islam. Semua praktek dalam kehidupan para tokoh-tokoh sufi dalam membersihkan jiwa mereka untuk mendekatkan diri pada Allah mempunyai dasar-dasar yang kuat baik dalam al-Qur’an maupun as-Sunnah. Teori-teori mereka tentang tahapan-tahapan menuju Allah (maqomat) seperti taubat, syukur, shabar, tawakal, ridha, takwa, zuhud, wara’ dan ikhlas, atau pengamalan batin yang mereka alami (ahwal) seperti cinta, rindu, intim, raja dan khauf, kesemuanya itu bersumber dari ajaran Islam. Istilah psikoterapi (psychotherapy) mempunyai pengertian cukup banyak dan kabur, terutama karena istilah tersebut digunakan dalam berbagai bidang operasional ilmu empiris seperti psikiatri, psikologi, bimbingan dan penyuluhan (Guidance and Counseling), Kerja Sosial (Case Work), Pendidikan dan Ilmu Agama. persoalan yang ditangani oleh psikoterapis barat menyangkut masalah-masalah yang bersifat fisiologis- emosional-kognitif-behavioral-sosial. Meskipun jangkauannya bervariasi, seringkali konotasi menjadi sempit, yaitu hanya mengarah kepada suatu usaha dalam proses penyembuhan, menghilangkan persoalan dan gangguan. Sedangkan, Psikoterapi Islam adalah proses pengobatan dan penyembuhan suatu penyakit, baik mental, spiritual, moral maupun fisik dengan melalui bimbingan Al-Qur’an dan As-Sunnah. tasawuf psikoterapi adalah suatu pendekatan dengan corak tasawuf, kepada proses pengobatan isu-isu kejiwaan dengan cara-cara psikologis klinis non-medis (tanpa obat-obatan). Tasawuf psikoterapi merupakan reaksi Islam terhadap isu-isu kejiwaan, dan merupakan corak islami dalam ilmu kejiwaan.
Etika Dzikir dalam Perspektif Al-Quran Firdaus, Muhammad Mirza
Spiritualita Vol. 7 No. 1 (2023)
Publisher : Prodi Tasawuf dan Psikoterapi Fakultas Usluhuddin dan Dakwah IAIN Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30762/spiritualita.v7i1.1018

Abstract

Kajian  ini  menfokuskan  pada etika menjalankan aktivitas dzkir sebagai sebuah upaya untuk mendekatkan diri kepada Allah dalam perspektif al Qur’an, sebagai rujukan utama umat Islam. Tulisan ini bermaksud untuk mengetahui pandangan yang telah ditetapkan dalam Al Qur’an, baik itu dengan cara lahiriyah ataupun dengan cara batiniyah, atau dengan cara lisan atau perbuatan. Penelitian ini, menggunakan metodelogi penelitian kualitatif yang menggunakan data-data primer maupun skunder yang diolah dan ditelaah dengan metod e library research. Hasil penelitian ini mengenai etika dhikrullah perspektif al-Qur’an. Sehingga terungkap kesimpilan bahwa etika dzkir kepada Allah adalah suatu tindakan dalam mendekatkan diri kepada Allah, baik itu dilakukan dalam hati, atau pun dengan ucapan. Karena makna dari dzkir itu sendiri ialah mengingat dan menyebut Allah Swt. Jadi, dzkir yang baik mencakup dua makna, yaitu menyebut dan mengingat. Dzkir yang hanya menyebut dengan lisan tanpa menghadirkan hati, tetap juga disebut dengan dzkir, namun dzkir semacam ini berada pada tingkat yang paling rendah. Dzkir ini bisa saja memberi pengaruh terhadap hati dan keimanan seseorang, akan tetapi pengaruhnya tidak sebesar dzkir sambil menghadirkan hati.
Analisis Konsep Jiwa dan Raga dalam Buku “Tasawuf Modern” Karya Hamka Muttaqin
Spiritualita Vol. 7 No. 2 (2023)
Publisher : Prodi Tasawuf dan Psikoterapi Fakultas Usluhuddin dan Dakwah IAIN Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30762/spiritualita.v7i2.1055

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pandangan Hamka mengenai hubungan antara jiwa dan badan dalam bukunya "Tasawuf Modern". Penelitian ini merupakan studi literatur yang dilakukan dengan menggunakan buku "Tasawuf Modern" sebagai sumber data utama. Data dianalisis secara deskriptif dan analitis untuk memberikan pemahaman yang komprehensif mengenai kesehatan jiwa dan badan, serta bagaimana keduanya saling berkaitan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesehatan jiwa dan tubuh yang seimbang dapat mencapai kebahagiaan. Hamka merekomendasikan lima hal untuk menjaga kesehatan jiwa dan tubuh, yaitu; berteman dengan orang yang berakhlak mulia, melatih diri dengan terbiasa berpikir, menjaga syahwat dan kemarahan tadbir menimbang sebelum mengerjakan, dan menyelidiki cita-cita (aib) diri sendiri.
Kesabaran Pegawai Non-ASN dalam Menjalankan Tugas di KUA Kecamatan Alang-Alang Lebar Despiana, Dwi; Al Syawali, Muhammad Ridho
Spiritualita Vol. 7 No. 1 (2023)
Publisher : Prodi Tasawuf dan Psikoterapi Fakultas Usluhuddin dan Dakwah IAIN Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30762/spiritualita.v7i1.1167

Abstract

Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui perilaku sabar dalam menjalankan tugas Pegawai Non-ASN KUA Kecamatan Alang-Alang Lebar serta faktor-faktor yang memengaruhi kesabaran Pegawai Non-ASN KUA Kecamatan Alang-Alang Lebar. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Teknik pemilihan subjek yang digunakan yaitu purposive sampling dengan kriteria Penyuluh Agama Aktif di KUA Alang-Alang Lebar, telah bekerja lebih dari lima tahun, dan bersedia menjadi partisipan dalam penelitian ini yang terdiri dari tiga partisipan. Metode pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menggambarkan bahwa ketiga subjek dapat menerapkan perilaku sabar dengan baik. Subjek juga dapat menjalankan tugasnya sebagai Pegawai Non-ASN dengan baik walaupun banyak cobaan yang dialaminya. Adapun faktor-faktor yang melatarbelakangi kesabaran subjek yaitu berasal dari diri subjek yakni subjek gigih dalam bekerja dan tak pantang menyerah serta dukungan dari keluarga subjek.
Tarekat Naqsabandiyah Khalidiyah Al-Aminiyah di Paciran Al Farisi, Muhamad Alan
Spiritualita Vol. 8 No. 1 (2024)
Publisher : Prodi Tasawuf dan Psikoterapi Fakultas Usluhuddin dan Dakwah IAIN Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30762/spiritualita.v8i1.1179

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan dari tarekat Naqsabqandiyah Khalidiyah jalur Syekh Kadirun Yahya Muhammad Amin dengan tarekat Naqsabandiyah Khalidiuyah jalur lain. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan ragam penelitian lapangan yang mengharuskan peneliti terjun ke lapangan untuk mengobservasi dan mengambil data melalui wawancara ke narasumber. Narasumber utama penelitian ini adalah Ustadz Syafi’ Salam yang merupakan khalifah tarekat Naqsabandiyah Khalidiyah Al-Aminiyah di Paciran. Beliau lah yang mengimami jama’ah tarekat Naqsabandiyah Khalidiyah di surau yang terletak di desa Kranji, kecamatan Paciran, kabupaten Lamongan. Penelitian ini menghasilkan pengetahuan baru yang menarik yang membedakan tarekat Naqsabandiyah Khalidiyah jalur Syekh Kadirun Yahya dengan Naqsabandiyah Khalidiyah jalur lain. Perbedaan yang mencolok yang membedakan tarekat Naqsabandiyah Khalidiyah Syekh Kadirun Yahya adalah Penggunaan ilmu eksakta untuk menyebarkan dan menjelaskan tarekat, mursyid, dan wasilah. Di samping itu,  penguatan ajaran nasionalisme dan ukhuwah Islamiyah yang berdasarkan syariat Islam juga dikembangkan. Tarekat ini juga mengajarkan para pengikutnya untuk mengutamakan  dakwah dengan keteladanan.
Relasi Filsafat dengan Psikoterapi dalam Konsep Sa’Adah serta Relevansinya terhadap Kesehatan Mental Syaepu, Indra Latif
Spiritualita Vol. 7 No. 2 (2023)
Publisher : Prodi Tasawuf dan Psikoterapi Fakultas Usluhuddin dan Dakwah IAIN Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30762/spiritualita.v7i2.1323

Abstract

Psikoterapi merupakan istilah yang berasal dari bahasa Yunani, Pschye yang artinya jiwa dan Therapy yang artinya mengobati. Ahli lain menyebutkan, Psikoterapi merupakan sebuah pelayan terhadap pasien atau pengobatan pada pasien dengan metode mempengaruhi, memberi sugesti, memberi motivasi dan sebagainya tanpa menggunakan peralatan medis seperti obat. Bisa dikatakan, Psikoterapi merupakan metode penangan klinis bagi penderita gangguan Jiwa, penyakit Jiwa, penyakit Rohani, Psikis maupun depresi. Psikoterapi selalu berkaitan dengan kehidupan keseharian manusia, mulai dari arti hidup, makna hidup, tujuan hidup, bagaimana menjalani kehidupan, bagaimana menangani masalah hidup dan sebagainya. Psikoterapi Transpersonal melibatkan peranan agama untuk mengobati pasien yang mengalami ganguan kesehatan jiwa. Terkait dengan Jiwa, tentunya tidak bisa terlepas dari wilayah kajian filsafat. Filsafat merupakan keilmuan pertama yang membahas konsep jiwa dalam diri manusia. Dalam ranah aksiologi etika keilmuan, filsafat dan Psikoterapi ditemukan. Etika merupakan salah satu cabang keilmuan filsafat yang membahas tentang moral, akhlak yang menentukan sikap dan perilaku manusia dalam kehidupan. Etika disini mengerah kepada perilaku baik atau buruk. Ada juga yang mengartikan etika merupakan sistem nilai dalam kehidupan manusia secara individu maupun kelompok. Oleh karena itu, etika menjadi pegangan hidup individu maupun masyarakat.
Dampak Psikologis Pernikahan Dini di KUA Kecamatan Kejaksaan Kota Cirebon Triadhari, Imelda; Afridah, Mumtaz; Salsabila, Hana Haifah
Spiritualita Vol. 7 No. 2 (2023)
Publisher : Prodi Tasawuf dan Psikoterapi Fakultas Usluhuddin dan Dakwah IAIN Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30762/spiritualita.v7i2.1328

Abstract

Pernikahan atau perkawinan merupakan sesuatu yang sakral, maka dari itu harus dipersiapkan dengan benar baik secara fisik, finansial, dan spiritual. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah meneliti 1) penyebab perkawinan anak, 2) dampak psikologis perkawinan dini, dan 3) strategi mengatasi dampak negatif perkawinan dini terhadap anak dibawah umur. Metode penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif yang dilakukan sejak 9 Maret hingga 7 April 2023 di KUA Kecamatan Kejaksaan Kota Cirebon. Penelitian dilakukan antara Maret dan April 2023 dan melibatkan berbagai responden terkait perkawinan anak atau pernikahan dini. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dampak pernikahan dini dari segi psikologis dengan fokus pada adaptasi individu, interaksi sosial, dan pola pengasuhan. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan tinjauan literatur dan studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi di Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Kejaksaan Kota Cirebon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pernikahan dini memiliki dampak negatif terhadap aspek psikologis, termasuk gangguan dalam adaptasi individu, interaksi sosial yang terbatas, dan pola pengasuhan yang tidak tepat. Pernikahan dini juga dapat menyebabkan neuritis depresif dan meningkatkan tingkat stres dan kecemasan. Dalam beberapa kasus, perkawinan anak yang terjadi pada usia muda dapat berakhir dengan perceraian. Dalam hal ini, sosialisasi dan program yang ditawarkan oleh KUA Kejaksaan memiliki peran penting dalam mengatasi pernikahan dini dan menciptakan keluarga yang harmonis.
Pemikiran Zuhud Abu Talib Al-Makki: Relevansi dan Implementasi Sikap Hedonisme pada Remaja Farhan, Ahmad
Spiritualita Vol. 7 No. 2 (2023)
Publisher : Prodi Tasawuf dan Psikoterapi Fakultas Usluhuddin dan Dakwah IAIN Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30762/spiritualita.v7i2.1335

Abstract

Hedonisme merupakan sebuah pandangan hidup yang menyatakan kesenangan untuk menikmati segalanya adalah tujuan hidup manusia. Kehidupan seperti itu bukan hanya ditemukan pada remaja, pelajar, dan anak-anak muda atau mahasiswa, tampaknya sudah menyeluruh keberbagai kalangan masyarakat. Sementara zuhud adalah sebuah sikap hidup yang lebih memilih sesuatu yang baik dari yang tidak baik atau memilih yang lebih baik dari yang baik. Sesuatu yang baik itu ialah sesuatu yang bernilai ibadah kepada Allah, bukan sekadar duniawi. Salah seorang tokoh sufi masa awal yang merumuskan konsep zuhud secara komprehensif adalah Abu Talib al-Makki. Tulisan akan mencoba mengekspose konsep zuhud Abu Talib al-Maki dan kontribusinya untuk mengatasi problem sikap hedon yang dihadapi manusia modern saat ini. Penelitian ini menggunakan sumber data primer terutama karya Abu Talib al-Makki yang berjudul Qut al-Qulub fi Mu’amalat al-Mahbub dan berbagai data sekunder yang relevan dengan topik penelitian. Data dalam penelitian ini akan dianalisis menggunakan metode deduktif analisis. Penelitian ini menyimpulkan bahwa konsep zuhud menurut al-Makki adalah berpaling dari segala sesuatu yang bersifat duniawi demi segala sesuatu yang bersifat ukhrawi. Sikap zuhud tidak berarti menolak samasekali keduniaan, tetapi memperlakukan dunia sebagaimana mestinya yaitu bahwa dunia itu bukan dicari untuk dirinya sendiri, tetapi digapai karena tujuan yang bersifat ukhrawi.  Sikap yang menghindarkan diri dari segala sesuatu yang bersifat duniawi akan sangat berperan penting dalam membendung sikap dan gaya hidup hedon yang hanya mementingkan segala sesuatu yang bersifat duniawi.