cover
Contact Name
Lailatul Fitria
Contact Email
lailatulfitria@iainkediri.ac.id
Phone
+6285608090122
Journal Mail Official
jurnalspiritualita@iainkediri.ac.id
Editorial Address
SPIRITUALITA: Journal Ethics and Spirituality Program Studi Tasawuf dan Psikoterapi Fakultas Ushuluddin dan Dakwah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kediri Jln. Sunan Ampel No.7, Ngronggo, Kec. Kota Kediri, Kota Kediri, Jawa Timur
Location
Kota kediri,
Jawa timur
INDONESIA
Spiritualita : Journal of Ethics and Spirituality
ISSN : 26141043     EISSN : 26547554     DOI : https://doi.org/10.30762/spiritualita
The focus of articles published on the SPIRITUALITA journal is divided into two categories: Ethics and Spirituality
Articles 177 Documents
Terapi Psikosomatis Ibnu Sina: Analisa Studi al-Nafs dalam Psikologi Islam Arroisi, Jarman; Saifuddin, Ahmad Farid; Islam, Muhammad Nazhif
Spiritualita Vol. 8 No. 1 (2024)
Publisher : Prodi Tasawuf dan Psikoterapi Fakultas Usluhuddin dan Dakwah IAIN Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30762/spiritualita.v8i1.1344

Abstract

Tulisan ini dalam pembahasannya menggunakan metode deskriptif-analisis yang berfokus pada kajian psikosomatis dan al-nafs. Tulisan ini berusaha mengeksplorasi lebih luas konsep An-Nafs dalam terapi psikomatis menurut pandangan Ibnu Sina. la berpendapat bahwa antara badan dan jiwa memiliki hubungan erat dan saling bekerjasama secara terus menerus. liwa tidak akan pernah mencapai tahap fenomenal tanpa adanya badan. Begitu tahap ini dicapai ia menjadi sumber hidup, pengatur, dan potensi badan. Pada hakikatnya keadaan-keadaan pikiran, sakit psikis bukanlah akibat dari penyakit fisik, tetapi karena ketidak stabilnya atau disharmonitas kondisi manusia dalam humor-humornya. Tulisan ini fokus pada konsep, an-nafs yang dikemukakan oleh Ibnu Sina dan aplikasinya dalam terapi psikomatis. Terapi psikomatis, juga dikenal sebagai terapi jiwa, merupakan pendekatan holistik yang berusaha menyelaraskan dimensi fisik dan psikis seseorang untuk mencapai kesehatan dan keseimbangan yang optimal Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa konsep an-nafs Ibnu Sina menjadi landasan penting yang menawarkan wawasan berharga bagi praktisi terapi psikosomatis modern.
Studi Perjumpaan Aliran Mistik Kejawen dan Mistik Islam Chakim, Mohammad Lukman; Putra, Muhammad Habib Adi
Spiritualita Vol. 7 No. 2 (2023)
Publisher : Prodi Tasawuf dan Psikoterapi Fakultas Usluhuddin dan Dakwah IAIN Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30762/spiritualita.v7i2.1356

Abstract

Perjumpaan antara aliran mistik kejawen dan mistik islam merupakan fenomena yang menarik untuk dikaji. Aliran mistik kejawen adalah manifestasi dari agama Jawa, yang merupakan akumulasi praktik religi masyarakat Jawa dengan pengaruh sinkretik dari agama Hindu, Budha, dan Islam. Aliran mistik islam adalah ajaran tasawuf yang berasal dari nilai-nilai Islam normatif yang bersumber dari Al-Qur’an dan hadis. Kedua aliran mistik ini memiliki titik temu dari segi tujuan, yaitu menjadikan penganutnya sebagai manusia yang sempurna melalui perantara penyatuan diri seorang makhluk dengan Sang Pencipta. Namun, kedua aliran mistik ini juga memiliki perbedaan dari segi metode, konsep, dan praktik. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara analitis komparatif tentang persamaan dan perbedaan antara aliran mistik kejawen dan mistik islam di masyarakat Jawa. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka. Data diperoleh dari sumber-sumber primer dan sekunder yang relevan dengan topik penelitian. AbstractThe encounter between the Javanese mystical stream and the Islamic mystical stream is an interesting phenomenon to study. The Javanese mystical stream is a manifestation of the Javanese religion, which is an accumulation of religious practices of the Javanese people with syncretic influences from Hinduism, Buddhism, and Islam. The Islamic mystical stream is a teaching of Sufism that originates from the normative values of Islam that are sourced from the Qur’an and hadith. Both mystical streams have a common point in terms of their goal, which is to make their adherents as perfect human beings through the intermediary of unifying oneself with the Creator. However, both mystical streams also have differences in terms of their methods, concepts, and practices. This study aims to examine analytically and comparatively the similarities and differences between the Javanese mystical stream and the Islamic mystical stream in Javanese society. This study uses a qualitative method with a literature study approach. Data are obtained from primary and secondary sources that are relevant to the research topic.
Implikasi Nilai Tasawuf Al-Ghazali dan Relasi Spiritual Quetient (SQ) pada Santri Yufi, Mochamad
Spiritualita Vol. 7 No. 2 (2023)
Publisher : Prodi Tasawuf dan Psikoterapi Fakultas Usluhuddin dan Dakwah IAIN Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30762/spiritualita.v7i2.1387

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk mengembangkan pengetahuan kepada masyarakat ataupun khalayak umum pada era modern saat ini, khususnya bagi yang ingin menambah wawasan mengenai lembaga pesantren. Pesantren tidak hanya menjadi wahana pusat ilmu pengetahuan saja, akan tetapi pesantren juga sebagai pembentukan karakter akhlak bagi para pelajar ataupun santri. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan deskriptif analis dengan merujuk dari beberapa literatur terdahulu. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan historis untuk memahami kondisi sosial di saat pandemi berlangsung, hasil dari penelitian ini bahwa penekanan tasawuf al-Ghazali pada tazkiyatun al-nafs , yakni bagaimana membersihkan jiwa untuk mendekatkan diri dengan sang peencipta dengan menyadari akan nilai-nilai kehidupan. Hal itu telah di implementasikan oleh para santri dengan inisiasi oleh keluarga pesantren serta pengurus pesantren untuk meningkatkan nilai-nilai spiritualitas pada saat kegiatan hybride.
Metode Inabah Berbasis Sufi Healing: Kajian Konseptual dan Prosedural pada Rehabilitasi Pecandu Narkoba Khamim, M.
Spiritualita Vol. 8 No. 1 (2024)
Publisher : Prodi Tasawuf dan Psikoterapi Fakultas Usluhuddin dan Dakwah IAIN Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30762/spiritualita.v8i1.2092

Abstract

Menurut pendapat banyak pakar, manusia modern disebut banyak mengalami frustasi eksistensial yang mengarah pada problematika psikologis. Salah satu problem psikologis yang banyak terjadi adalah penyalahgunaan narkoba. Agama memiliki peranan penting dalam penanganan hal tersebut, khususnya tasawuf sebagai dimensi esoteris Islam. Tasawuf dapat menjadi metode psikoterapi melalui sufi healing yang disebut inabah. Melalui metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kepustakaan, tulisan ini hendak mengulas lebih dalam tentang teori dan pratik inabah sebagai sufi healing dalam rehabilitasi pecandu narkoba berbasis psikoterapi sufistik. Hasil penelitian menyebutkan bahwa tasawuf menjadi salah satu alternatif pengobatan gangguan kejiwaan dan psikis manusia modern yang mengalami berbagai frustasi eksistensial. Melalui sufi healing, tasawuf berperan sebagai psikoterapi dari kehidupan manusia yang gersang, hampa dan kosong tanpa tujuan yang memicunya pada perilaku negatif seperti kecanduan narkoba misalnya, yang mengarah pada problematika psikologis. Salah satu bentuk sufi healing ialah inabah yaitu suatu metode pengobatan pecandu narkoba melalui serangkaian proses spiritual sufistik. Melalui inabah korban penyalahgunaan narkoba dapat disembuhkan dengan cara memperbanyak kegiatan spiritual, seperti berdzikir, berdoa, puasa, dan lainnya.
Pemberdayaan Wanita Rawan Sosial Ekonomi melalui Terapi Relaksasi dan Pelatihan Keterampilan sebagai Upaya Pemenuhan Hak Ekonomi di UPT RSBKW Kediri Rahayu, Puri; Muawanah, Risalatul; Lailiyah, Zumrotul
Spiritualita Vol. 8 No. 1 (2024)
Publisher : Prodi Tasawuf dan Psikoterapi Fakultas Usluhuddin dan Dakwah IAIN Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30762/spiritualita.v8i1.2144

Abstract

Pemberdayaan wanita adalah upaya dalam mengembangkan potensi wanita sehingga dapat meningkatkan perekonomian keluarga yang mempunyai faktor penghambat dalam kegiatan program keterampilan yang terbagi menjadi dua komponen, ada yang berasal dari dalam (internal) dari luar (eksternal). Hal ini bertujuan untuk (1) mengetahui upaya Dinas Sosial Provinsi Jatim melalui UPT RSBKW Kediri dalam menangani masalah kesejahteraan Wanita Rawan Sosial Ekonomi (2) Mengetahui dampak dari upaya Dinas Sosial Provinsi Jatim melalui UPT RSBKW Kediri dalam menangani masalah kesejahteraan Wanita Rawan Sosial Ekonomi (WRSE). Penelitian ini menggunakan metode jenis penelitian deskripsi dengan pendekatan kualitatif. Metode penelitian deskripsi kualitatif yaitu metode penelitian yang digunakan untuk menggambarkan peristiwa yang terjadi di lapangan, pengumpulan data yang akan dilakukan dengan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Penelitian ini menggunakan analisis yang menggunakan tiga komponen yaitu reduksi data, penyajian data serta penarikan kesimpulan. Dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa upaya Dinas Sosial Provinsi Jatim melalui UPT RSBKW Kediri dalam pemberdayaan Wanita Rawan Sosial Ekonomi berupa program pemberian pelatihan keterampilan antara lain tata rias rambut, tata rias wajah, tata busana,dan tata boga. Kesejahteraan wanita wajib menjadi agenda penting dalam program pengentasan kemiskinan karena kesejahteraan wanita pada umumnya dapat mencerminkan kesejahteraan keluarga dan dapat menjadi jaminan bagi kesejahteraan wanita rawan sosial ekonomi.
Sufisme dalam Novel Api Tauhid: Analisis Kepribadian Tokoh Said Nursi Perspektif Maqom Tawakal Pradinata, Angga
Spiritualita Vol. 8 No. 1 (2024)
Publisher : Prodi Tasawuf dan Psikoterapi Fakultas Usluhuddin dan Dakwah IAIN Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30762/spiritualita.v8i1.2146

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap maqom tawakkal dari kepribadian Said Nursi yang dikisahkan di dalam Novel Api Tauhid karya Habiburrahman El-Shirazy. Jenis penelitian ini adalah penelitian pustaka (library research) dengan metode kualitatif yang mana peneliti bertumpu pada literatur-literatur terdahulu yang berhubungan dengan masalah penelitian, adapun sumber dataprimernya adalah Novel Api Tauhid karya Habiburrahman El-Shirazy, adapun untuk menganalisisdata tersebut menggunakan perspektif Al-Qur’an Surah Yunus Ayat 62. Penelitian ini menemukanbahwa di dalam kepribadian Badi’ufzzaman Said Nursi dalam Novel Api Tauhid karangan Habiburrahman El-Shirazy terdapat sikap tawakkal yang luar biasa. Sikap tawakkal yang terdapat dalam diri Said Nursi bukanlah sikap pasrah saja dengan kehendak Tuhan sebagaimana pemahaman kelompok Jabariyah, karena selain ia berdo’a ia juga berusaha. Penelitian ini juga menemukan sikap tawakkal Said Nursi menjadikan ia pribadi yang pemberani dan tidak berkeluh kesah atas rentetan peristiwa yang menimpanya, berdasarkan sikap Said Nursi tersebut maka ia sudah berada pada maqom tawakkal seperti yang difirmankan oleh Allah dalam Surah Yunus Ayat 62 yang menggabarkan bahwa wali-wali Allah itu tidak merasa takut dan tidak pula mereka bersedih hati.
Sejarah dan Identitas Perempuan dalam Tasawuf: Sebuah Pendekatan interseksionalitas Khairi, Fakun; Muzammil, Shofiyullah
Spiritualita Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : Prodi Tasawuf dan Psikoterapi Fakultas Usluhuddin dan Dakwah IAIN Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30762/spiritualita.v8i2.2148

Abstract

Tasawuf sebagai salah satu bidang studi dalam Islam, selalu diidentifikasi dengan peran dan kedudukan laki-laki dalam sejarahnya, sebagaimana bidang studi Islam lainnya juga tidak lepas dari tendensi patriarkis. Dengan demikian, artikel ini bertujuan untuk menggali lebih dalam tentang multifaset peran perempuan dalam perkembangan tradisi tasawuf. Penelitian ini menemukan bahwa peran perempuan sangatlah krusial, selain memberikan dukungan spiritualitas, perempuan juga berperan aktif sebagai guru bagi tokoh-tokoh sufi besar dalam Islam. Mereka juga berperan sebagai dermawan yang menyuplai sumber dana kepada komunitas sufi. Kajian ini menggali posisi perempuan dalam konteks spiritualitas dan memberikan wawasan lebih lanjut tentang kontribusi mereka dalam tradisi Islam. Tujuan dari artikel ini adalah untuk mengkaji lebih kritis peran perempuan dalam sejarah perkembangan tasawuf yang tidak hanya terbatas sebagai pemberi dukungan kepada laki-laki. Namun, peran perempuan dalam tradisi tasawuf sebenarnya jauh lebih beragam dan signifikan daripada sekadar menjadi pendukung semata, kedudukan perempuan meliputi banyak aspek sebagaimana peran laki-laki dalam sejarah perkembangan tasawuf.
Upaya Pendekatan Sufistik dalam Mengatasi Krisis Mental di Kalangan Milenial Afifah, Lutfiyatul; Wilda S, Cintya; Fahma D.U, Nabila
Spiritualita Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : Prodi Tasawuf dan Psikoterapi Fakultas Usluhuddin dan Dakwah IAIN Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30762/spiritualita.v8i2.2309

Abstract

Generasi milenial kerap dianggap sebagai generasi yang rentan terhadap krisis mental lantaran semakin ketatnya persaingan di dunia modern ini, baik dari segi finansial, pekerjaan, maupun status sosial. Hal ini seringkali membuat generasi milenial mengalami kecemasan, stress, bahkan depresi. Salah satu solusi alternatif yang dapat digunakan dalam menangani krisis mental adalah melalui pendekatan sufistik yang fokus pada aspek spiritualitas seseorang. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan menganalisis bentuk penanganan krisis mental di kalangan milenial melalui praktik-praktik sufistik serta melihat sejauh mana keefektifan pendekatan sufistik dalam mengatasi krisis mental. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi literatur. Yang mana sumber data mengambil dari beberapa buku, jurnal, maupun artikel kemudian dianalisis dan diinterpretasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pendekatan sufistik dapat membantu kaum milenial dalam mengatasi krisis mental melalui penerapan prinsip-prinsip sufistik, seperti dzikir, berdoa, membaca al-Qur’an, shalat, dan juga puasa. Adapun efektivitas pendekatan sufistik dapat dilihat dari beberapa indikator, seperti keterlibatan seseorang dalam kegiatan sufistik, penggunaan teknologi secara positif untuk memperdalam spiritualitas, adanya kesadaran spiritual, perubahan karakter, dan lain sebagainya. Kata Kunci: Pendekatan Sufistik, Krisis Mental, Kalangan Milenial
Konsep Pemikiran Tazkiyatun Nafs oleh Ibnu Taimiyah dan Relevansinya dengan Pendidikan Karakter Fauziyah, Nanda Khosidatul; Azaria, Dhia Lutfia; Khainuddin
Spiritualita Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : Prodi Tasawuf dan Psikoterapi Fakultas Usluhuddin dan Dakwah IAIN Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30762/spiritualita.v8i2.2316

Abstract

Tazkiyatun nafs menurut Ibnu Taimiyah adalah proses pemurnian jiwa dan pembentukan karakter moral yang membantu dalam memahami akhlak islami. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dan menganalisis tentang konsep tazkiyatun nafs menurut Ibnu Taimiyah serta relevansinya dalam pendidikan karakter. Metode penelitian yang digunakan adalah metode studi kepustakaan. Pengumpulan data didapatkan dari buku, jurnal,artikel, dan literlatur lainnya. Hasil dari penelitan ini adalah Tazkiyatun nafs adalah pembersihan atau penyucian sifat lathifah rubbaniyah dalam diri manusia dari berbagai perangai yang tidak sesuai dengan fitrah manusia. Tazkiyah sebagai konsep pendidikan dan pengajaran merupakan tugas untuk memberi tindakan hidup taat bagi individu yang melakukannya, sedangkan nafs pada pembahasan ini bermakna jiwa, sebagai sesuatu yang menggerakkan jasmani, dan bisa di didik agar dapat dikendalikan. Pendidikan akhlak menurut Ibnu Taimiyah dalam kitab "Tazkiyatun Nafs" telah mengungkapkan berbagai aspek yang relevan untuk memahami pandangan beliau tentang pembentuk karakter moral yang baik berdasarkan ajaran Islam. Pendidikan akhlak menurut Ibnu Taimiyah ditekankan pada konsep tauhid dan iman yang kuat.
Transformasi Spiritual dalam Konteks Modernitas: Telaah Praktik Spiritual Tarekat Maulawiyah dan Relevansinya terhadap Modernitas Sari, Tia; Mahendra, Richo Bintang
Spiritualita Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : Prodi Tasawuf dan Psikoterapi Fakultas Usluhuddin dan Dakwah IAIN Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30762/spiritualita.v8i2.2580

Abstract

Modernitas ditandai dengan kemunculan Rasionalisme, Empirisme, dan mencapau puncaknya pada gerakan filosofis Positivisme. Positivisme merupakan gerakan filosofis yang berupaya membersihkan sains dari berbagai macam bentuk spekulasi metafisis. Sebagai upaya tersebut, Positivisme memberi pendasaran epistemologis dengan membatasi pengetahuan manusia pada hal-hal yang bersifat faktual. Seyyed Hossein Nasr menyatakan bahwa cara berpikir positivistic tersebut telah menjadi pandangan dunia masyarakat Modern. Nasr menyatakan bahwa hal tersebut secara konsekuensial akan menciptakan ketidakseimbangan antara akal, indra, dan juga mata hati manusia. Sehingga relasi antar manusia dan alam dalam kegiatan saintifik cenderung eksploitatif. Nasr mengusulkan untuk kembali pada Sufisme sebagai jantung agama Islam. Melalui Sufisme manusia mampu mempertajam mata hati, dan menciptakan keseimbangan antara akal, indra, dan juga hati. Tulisan ini berupaya menjelaskan bagaimana Tarekat Maulawiyah dapat mengambil peran dalam mengatasi problematika modernitas tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian Pustaka dengan menggunakan metode analisis Hermeneutik Filsosofis Hans-Georg Gadamer. Metode ini berupaya untuk menghubungkan antara horizon pembaca dan penulis. Melalui penggabungan tersebut, tercipta bildungprozess (pembentukan jalan baru). Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa ajaran spiritual Tarekat Maulawiyah berupa tari Sema, merupakan praktik spiritual yang mengandung makna berupa pengabdian dan penyerahan diri terhadap Allah dan Rasulullah SAW. Melalui tari Sema, para darwis menunjukkan bagaimana manusia bisa mencapai puncak spiritualitas melalui cinta dan pengabdian. Melalui praktik spiritual yang terartikulasikan melalui tarian sema tersebut, individu dapat mempertajam cahaya mata hati (the Light of Intellect), sehingga mampu menciptakan keselarasan antara akal, indra, dan hati dalam diri manusia modern.