cover
Contact Name
Isna Rafianti
Contact Email
isnarafianti@untirta.ac.id
Phone
+6281931335597
Journal Mail Official
wilangan@untirta.ac.id
Editorial Address
Jl. Ciwaru Raya No.25, Cipare, Kec. Serang, Serang, Banten 42117
Location
Kab. serang,
Banten
INDONESIA
Wilangan : Jurnal Inovasi dan Riset Pendidikan Matematika
ISSN : 27981541     EISSN : 27981541     DOI : http://dx.doi.org/10.56704/jirpm.v3i3
Core Subject : Education,
Jurnal wilangan adalah jurnal pendidikan matematika fakultas keguruan dan ilmu pendidikan universitas sultan ageng tirtayasa yang menerbitkan jurnal dalam bidang pendidikan matematika dan pembelajarannya
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 3 (2024): September 2024" : 10 Documents clear
PERAN TES OBJEKTIF DAN SUBJEKTIF DALAM MENGUKUR KETERAMPILAN BERFIKIR MATEMATIS SISWA SEKOLAH DASAR Ila Fadillah; Ririn Arini; Erwin Salpa Riansi; Muhammad Khuluqin Hasan
Wilangan: Jurnal Inovasi dan Riset Pendidikan Matematika Vol 5, No 3 (2024): September 2024
Publisher : FKIP Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56704/jirpm.v5i3.26099

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis peran tes objektif dan subjektif dalam mengukur keterampilan berpikir matematis siswa sekolah dasar berdasarkan tinjauan literatur yang komprehensif. Kemampuan berpikir matematis merupakan keterampilan penting yang harus dimiliki siswa dalam memahami dan memecahkan masalah matematika dengan kritis, logis, dan sistematis. Studi ini mengumpulkan dan menelaah berbagai sumber literatur terkait seperti jurnal penelitian, buku teks, dan laporan studi yang membahas penggunaan tes objektif dan subjektif dalam penilaian matematika di sekolah dasar. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur dengan pendekatan sistematis. Pencarian literatur dilakukan melalui berbagai database online seperti Google Scholar dan ScienceDirect dengan menggunakan kata kunci yang relevan. Setelah melalui proses seleksi, dianalisis secara mendalam dengan menggunakan metode analisis isi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tes objektif seperti pilihan ganda dan benar-salah lebih efektif dalam mengukur keterampilan berpikir matematis tingkat rendah seperti pengetahuan faktual, pemahaman konsep, dan prosedur sederhana. Sementara itu, tes subjektif seperti uraian dan penugasan proyek lebih sesuai untuk mengevaluasi keterampilan berpikir matematis tingkat tinggi seperti penalaran, pemecahan masalah kompleks, dan komunikasi matematis. Penelitian ini memberikan gambaran komprehensif tentang keunggulan dan keterbatasan tes objektif dan subjektif dalam mengukur keterampilan berpikir matematis siswa sekolah dasar. Dan bermanfaat bagi guru dan praktisi pendidikan dalam merancang penilaian yang efektif.
PENGEMBANGAN E-MODUL MATEMATIKA BERBANTU PERMAINAN DOMINO CARD EKSPONEN UNTUK MENDUKUNG KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA Muhammad Reynaldi; Etika Khaerunnisa
Wilangan: Jurnal Inovasi dan Riset Pendidikan Matematika Vol 5, No 3 (2024): September 2024
Publisher : FKIP Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56704/jirpm.v5i3.25061

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh rendahnya kemampuan berpikir krtis siswa yang disebabkan karena bahan ajar guru kurang membantu dalam pengembangan kemampuan berpikir kritis siswa dan tampilan pada bahan ajar yang digunakan kurang menarik mengakibatkan siswa menjadi jenuh dan bosan dalam proses pembelajaran. Oleh karena itu, diperlukan pengembangan E-Modul berantu permainan domino card eksponen untuk mendukung berpikir kritis siswa. Penelitian ini menggunakan model pengembangan ADDIE. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 1 Pabuaran dengan subjek penelitian kelas IX berjumlah 25 siswa. Hasil uji kelayakan ahli materi diperoleh nilai 97% dan hasil ahli media diperoleh nilai 76%, sehingga didapat kriteria sangat valid. Hasil uji kepraktisan dari respon guru diperoleh nilai 97% dan hasil dari respon siswa diperoleh nilai 86%, sehingga didapat kriteria sangat praktis. Hasil uji keefektivan dengan post test untuk mengukur peningkatan berpikir kritis siswa setelah menggunakan produk E-Modul berantu permainan domino card eksponen diperoleh sebesar 84% dengan kriteria efektif. Berdasarkan hal tersebut, produk yang dikembangkan memenuhi kriteria valid, praktis dan efektif sehingga E-Modul berantu permainan domino card eksponen layak untuk digunakan dalam proses pembelajaran.
KESULITAN PESERTA DIDIK DAN FAKTOR-FAKTOR PADA MATERI KELILING DAN LUAS LINGKARAN Naufal Luqman; Dedi Muhtadi; Sukirwan Sukirwan
Wilangan: Jurnal Inovasi dan Riset Pendidikan Matematika Vol 5, No 3 (2024): September 2024
Publisher : FKIP Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56704/jirpm.v5i3.27436

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis kesulitan peserta didik serta faktor-faktor penyebabnya dalam memahami materi keliling dan luas lingkaran. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan subjek penelitian 30 peserta didik kelas VIII di Sekolah Menengah Pertama di Kota Tasikmalaya. Teknik pengumpulan data meliputi tes diagnostik dan wawancara mendalam, dengan instrumen penelitian berupa tes tertulis dan pedoman wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peserta didik mengalami kesulitan dalam memahami konsep dasar lingkaran, menerapkan rumus-rumus lingkaran, dan melakukan perhitungan yang melibatkan pi (π). Berdasarkan hasil wawancara dan observasi, faktor utama penyebab kesulitan tersebut adalah metode pengajaran yang kurang efektif, minimnya penggunaan alat bantu visual dan manipulatif, serta kurangnya pembelajaran kontekstual dan latihan aplikatif. Diskusi penelitian menyoroti pentingnya pendekatan pembelajaran yang lebih interaktif dan kontekstual. Penggunaan alat bantu visual dan manipulatif, seperti perangkat lunak interaktif, terbukti dapat membantu siswa memvisualisasikan dan memahami konsep-konsep keliling dan luas lingkaran dengan lebih baik. Implikasi dari penelitian ini menekankan pentingnya penggunaan metode pengajaran berbasis masalah dan kolaboratif, serta alat bantu visual dan manipulatif, untuk meningkatkan pemahaman siswa terhadap konsep keliling dan luas lingkaran.
ANALISIS KEMAMPUAN BERPIKIR REANALISIS KEMAMPUAN BERPIKIR REFLEKTIF MATEMATIS SISWA DITINJAU DARI GAYA BELAJARFLEKTIF MATEMATIS SISWA DITINJAU DARI GAYA BELAJAR Rio Mohammad; Ria Sudiana; Aan Subhan Pamungkas
Wilangan: Jurnal Inovasi dan Riset Pendidikan Matematika Vol 5, No 3 (2024): September 2024
Publisher : FKIP Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56704/jirpm.v5i3.25416

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif yang bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan berpikir reflektif siswa dalam memecahkan masalah matematika ditinjau dari gaya belajar visual dan gaya belajar auditorial. tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah mendeskripsikan kemampuan berpikir reflektif matematis peserta didik untuk tiap tipe gaya belajar. Subyek dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X yang berjumlah 20 orang siswa tahun pelajaran 2023/2024. Subyek ditentukan dengan teknik purposive sampling sehingga diperoleh 2 dari masing – masing gaya belajar visual, auditorial, dan kinestetik. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan instrumen angket gaya belajar, tes kemampuan berpikir reflektif matematis, dan wawancara. Teknik analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa siswa dengan gaya belajar visual memperoleh rata – rata persentase 50,0%, kemudian gaya belajar auditorial 44,4% dan gaya belajar kinestetik 25%. Dalam penelitian menunjukkan bahwa subyek yang memiliki gaya belajar visual mampu memenihi semua indikator dalam fase reacting, comparing, dan contemplating. Subyek yang memiliki gaya belajar auditorial dan kinestetik hanya mampu memenuhi indikator dalam fase berpikir reflektif yaitu comparing.
PENGEMBANGAN INSTRUMEN LITERASI MATEMATIS DENGAN KONTEKS MASJID KASUNYATAN BANTEN UNTUK SISWA SMP Alya Nursalma; Syamsuri Syamsuri
Wilangan: Jurnal Inovasi dan Riset Pendidikan Matematika Vol 5, No 3 (2024): September 2024
Publisher : FKIP Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56704/jirpm.v5i3.25939

Abstract

Literasi matematis memiliki peran penting dalam menyelesaikan permasalahan siswa di kehidupan nyata. Dalam menunjang keterampilan literasi, guru dapat menggunakan konteks nyata yang digunakan dalam pembelajaran di kelas. Konteks Masjid Kasunyatan Banten dapat digunakan sebagai konteks karena berkaitan erat dengan lingkungan dan kehidupan siswa sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan instrumen literasi matematis dengan konteks Masjid Kasunyatan Banten yang valid, reliabel dan memiliki dampak potensial terhadap literasi siswa. Penelitian ini menggunakan desain pengembangan dengan model Plomp dengan tahapan self-evaluation, expert reviews, one-to-one, small group, dan field test. Subyek penelitiannya adalah siswa di SMPN 1 Kota Serang. Penelitian ini menghasilkan 8 soal instrumen literasi matematis dengan konteks Masjid Kasunyatan Banten yang memenuhi kriteria valid serta reliabel, dan memiliki dampak potensial. Instrumen yang dirancang dengan konteks dapat meningkatkan aktivitas literasi matematis siswa. Penggunaan instrumen yang sesuai konteks dapat menjadi sumber belajar yang memperkuat pengenalan budaya lokal siswa.
Hubungan Self Confidence Dan Motivasi Belajar Dengan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa SMP Pada Materi Teorema Pythagoras Yunida Isnaini; Yuyu Yuhana; Yani Setiani
Wilangan: Jurnal Inovasi dan Riset Pendidikan Matematika Vol 5, No 3 (2024): September 2024
Publisher : FKIP Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56704/jirpm.v5i3.25905

Abstract

Matematika merupakan mata pelajaran yang berhubungan dengan kehidupan sehari-hari membutuhkan satu kemampuan untuk menyelesaikan permasalahan yang berkaitan dengan kehidupan nyata. Kemampuan ini harus dimiliki siswa untuk dapat menyelesaikan permasalahan dengan langkah-langkah pemecahan masalah yang tepat. Kenyataannya banyak siswa yang memiliki kemampuan pemecahan masalah yang rendah. Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi hal tersebut diantaranya ialah faktor dari siswa itu sendiri, yaitu tingkat self confidence dan motivasi belajar. Pada penelitian ini dibahas tentang hubungan antara self confdence, motivasi belajar dan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa pada materi teorema pythagoras. Menggunakan penelitian deskriptif kuantiatif dengan desain korelasi ganda dan sebanyak 56 siswa kelas VIII dari MTS Imadun Najah Jakarta menjadi sampel penelitian untuk menjawab anggapan dasar bahwa self confeidence¸motivasi belajar dan kemampuan pemecahan masalah matematis yang dimiliki siswa memiliki keterkaitan. Apabila siswa dengan kepercayaan diri dan motivasi belajar yang tinggi, maka hasil dari penyelesaian permasalahan matematisnya juga akan tinggi. Sementara itu, siswa dengan self confidence dan motivasi belajar yang rendah, maka kemampuan pemecahan masalah matematis yang dimiliki siswa juga rendah. Karena self confidence dan motivasi belajar merupakan salah satu faktor psikologis siswa untuk mencapai hasil dari proses pembelajaran. Sehingga adanya hubungan antara self confidence dan motivasi belajar dengan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa.
Pengembangan Media Pembelajaran Articulate Storyline untuk Meningkatkan Kemampuan Literasi Matematis Siswa Nuranisa Oktavia Suryani; Heni Pujiastuti; Aan Subhan Pamungkas
Wilangan: Jurnal Inovasi dan Riset Pendidikan Matematika Vol 5, No 3 (2024): September 2024
Publisher : FKIP Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56704/jirpm.v5i3.26039

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran menggunakan Articulate Storyline guna meningkatkan kemampuan literasi matematis siswa pada materi segitiga. Media pembelajaran ini dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang menarik, efektif, dan berfokus pada pemahaman jenis-jenis segitiga, sifat-sifatnya, serta perhitungan luas dan keliling segitiga. Proses pengembangan melibatkan lima tahap utama: analisis kebutuhan, desain pembelajaran, pengembangan media, implementasi, dan evaluasi (ADDIE). Instrumen yang digunakan meliputi lembar wawancara, angket validasi ahli media, ahli materi, respon guru, respon siswa, serta soal pretest dan posttest. Teknik pengumpulan data yang dilakukan secara deskrptif kuantitatif dan deskriptif kualitatif. Hasil pengembangkan menunjukkan tingkat kevalidan yang diperoleh dari penilaian ahli media sebesar 80% (valid) dan ahli materi sebesar 77% (valid). Tingkat kepraktisan diperoleh dari hasil respon guru mata pelajaran matematika sebesar 78% (praktis). Respon siswa menunjukkan hasil 80% (baik), dan nilai normalized gain sebesar 0,53 (sedang). Siswa memberikan respon positif terhadap penggunaan media pembelajaran ini, menunjukan peningkatan kemampuan literasi matematis. Dengan demikian, penggunaan media Articulate Storyline sebagai alat bantu pembelajaran dalam materi segitiga terbuti efektif dalam meningkatkan kemampuan literasi matematis siswa.
PENGARUH PROJECT BASED LEARNING DENGAN TEKNIK FADED-EXAMPLE TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS DAN BEBAN KOGNITIF EKSTRINSIK SISWA Azzahra Shinta Bilqis Nurfata; Abdul Fatah; Etika Khaerunnisa
Wilangan: Jurnal Inovasi dan Riset Pendidikan Matematika Vol 5, No 3 (2024): September 2024
Publisher : FKIP Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56704/jirpm.v5i3.24296

Abstract

Pemecahan masalah merupakan kemampuan yang sangat penting dimiliki dalam kegiatan pembelajaran khususnya pembelajaran matematika. Kemampuan pemecahan masalah pun sangat terkait dengan beban kognitif. Salah satu jenis beban kognitif yaitu beban kognitif ekstrinsik. Beban kognitif sangat penting untuk diminimalisir agar siswa dapat memahami konsep dengan baik sehingga dapat menyelesaikan permasalahan dengan baik pula. Salah satu cara untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah dan beban kognitif ekstrinsik adalah dengan menggunakan metode project-based learning dengan teknik faded-example. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah project-based learning dengan teknik faded-example berpengaruh terhadap kemampuan pemechan masalah dan beban kognitif ekstrinsik siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan pendekatan kuasi eksperimen. Desain yang digunakan yaitu no equivalent pretest posttest control group desain. Pengumpulan data dilakukan dengan lembar tes dan angket. Subjek penelitian yaitu siswa VIII-B sebagai kelas eksperimen dan VIII-E sebagai kelas control di SMPN 1 Karangtanjung. Setelah dilakukan penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh project-based learning dengan teknik faded-example terhadap kemampuan pemechan masalah dan beban kognitif ekstrinsik siswa. Hal tersebut sesuai dengan hasil perhitungan uji-t satu pihak, dimana nilai signifikansi yang didapat untuk data posttest adalah 0,000 dan untuk data angket adalah 0,000 < 0,05.
ANALISIS KEBIASAAN BERPIKIR (HABITS OF MIND) DALAM MENYELESAIKAN SOAL PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS BERDASARKAN TAHAPAN POLYA DITINJAU DARI GAYA KOGNITIF Sonya Zakiyatul Yasmin; Cecep Anwar Hadi Firdos Santosa; Novaliyosi Novaliyosi
Wilangan: Jurnal Inovasi dan Riset Pendidikan Matematika Vol 5, No 3 (2024): September 2024
Publisher : FKIP Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56704/jirpm.v5i3.25935

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang bermaksud untuk mendeskripsikan dan menganalisis untuk mengetahui kemampuan berpikir (Habits Of Mind) dalam menyelesaikan soal pemecahan masalah berdasarkan tahapan polya ditinjau dari gaya kognitif. Tujuan penelitian yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah mendeskripsikan kebiasaan berpikir (Habits of Mind) siswa yang memiliki gaya kognitif reflektif dalam menyelesaikan soal pemecahan masalah dengan tahapan Polya dan mendeskripsikan kebiasaan berpikir (Habits Of Mind) siswa yang memiliki gaya kognitif implusif dalam menyelesaikan soal pemecahan masalah dengan tahapan polya. Subyek dalam penelitian ini adalah siswa SMA Negeri 6 Kab. Tanggerang kelas X yang berjumlah 30 siswa. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis data dan validitas data. Hasil penelitian ini adalah siswa reflektif sudah mampu memenuhi 14 dari 16 indikator kebiasaan berpikir sedangkan siswa implusif sudah mamu memenuhi 6 dari 16 indikator kebiasaan berpikir. Siswa reflektif sudah mampu memenuhi semua tahapan polya dalam pemecahan masalah, sedangkan siswa implisif hanya mampu memenuhi indikator tahapan polya yaitu melaksanakan rencana strategi.
PENGELOLAAN BEBAN KOGNITIF TERHADAP PEMAHAMAN KONSEPTUAL MATEMATIS SISWA DI SMPN 15 KOTA SERANG Shoofiyah Rizky Agustina; Aan Hendrayana
Wilangan: Jurnal Inovasi dan Riset Pendidikan Matematika Vol 5, No 3 (2024): September 2024
Publisher : FKIP Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56704/jirpm.v5i3.25163

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh pengelolaan beban kognitf terhadap pemahaman konseptual matematis siswa. Penelitian ini dilakukan di SMP Negeri 15 Kota Serang pada tahun ajaran 2023/2024 dengan sampel kelas VII D sebagai kelas kontrol yang menerima pembelajaran tanpa pengelolaan beban kognitif dan kelas VIII E sebagai kelas eksperimen yang menerima pembelajaran dengan pengelolaan beban kognitif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode campuran model concurrent embedded dengan metode kuantitatif sebagai metode primer dan metode kualitatif sebagai metode sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pencapaian pemahaman konseptual matematis siswa kelas eksperimen lebih baik daripada kelas kontrol. Selain itu, ditinjau dari kemampuan awal matematis bahwa siswa kelas eksperimen memiliki pemahaman konseptual matematis lebih baik dibandingkan dengan siswa kelas kontrol jika dilihat dari kemampuan awal matematis dengan perbedaan tingkat kemampuan awal matematis yang signifikan di kemampuan tinggi pada pemahaman konseptual.

Page 1 of 1 | Total Record : 10