Articles
209 Documents
Analisis Kemampuan Komunikasi Matematis Siswa SMP dengan E-Learning
Rizki Fitriani Rosyana;
Hepsi Nindiasari;
Sukirwan Sukirwan
Wilangan: Jurnal Inovasi dan Riset Pendidikan Matematika Vol 1, No 4 (2020): Desember 2020
Publisher : FKIP Universitas Sultan Ageng Tirtayasa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56704/jirpm.v1i4.8618
Untuk meningkatkan kemampuan komunikasi matematis siswa, pemahaman konsep harus ditingkatkan karena tanpa paham konsep dari matematika siswa tidak dapat menyampaikan idenya dengan benar. Selain kemampuan kognitif, kemampuan afektif siswa juga perlu diperhatikan, ini dilakukan untuk tetap menjaga moral siswa agar lebih baik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bagaimana kemampuan komunikasi matematis siswa kelas VIII SMP. Analisis data yang digunakan adalah konsep Miles dan Huberman, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Dari penelitian ini diperoleh hasil bahwa kemampuan komunikasi matematis tergolong sedang. Pada indikator membuat konektor, menyusun argumen, merumuskan definisi, dan generalisasi diperoleh persentase hasil sebesar 28,75%. Dan pada indikator menganalisis dan mengevaluasi terhadap suatu informasi yang diberikan hasil persentasenya adalah 37,5%.
ANALISIS KEBUTUHAN PENGEMBANGAN E-MODUL BERBANTUAN SMARTPHONE ANDROID UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PENALARAN MATEMATIS SISWA SMP
Nadia Dorothy Situmeang;
Nurul Anriani;
Yani Setiani
Wilangan: Jurnal Inovasi dan Riset Pendidikan Matematika Vol 3, No 2 (2022): Juni 2022
Publisher : FKIP Universitas Sultan Ageng Tirtayasa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56704/jirpm.v3i2.13313
Salah satu produk dari teknologi informasi dan komunikasi yang saat ini paling banyak digunakan adalah smartphone dengan pengguna paling banyak berada di usia remaja. Smartphone dapat dimanfaatkan dengan menggunakannya sebagai fasilitas yang dapat menunjang pembelajaran di kelas, salah satunya dengan mengembangkan aplikasi e-modul. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis kebutuhan pengembangan bahan ajar yang dibutuhkan di sekolah, yaitu e-modul berbantuan smartphone Android untuk meningkatkan kemampuan penalaran matematis siswa SMP. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif yang berorientasi pada pengembangan suatu produk pendidikan. Subjek pada penelitian ini, yaitu guru mata pelajaran matematika dan 40 siswa kelas IX SMP Negeri 1 Legok. Instrumen pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan pedoman observasi dan pedoman wawancara. Analisis data yang digunakan adalah Analysis Interactive Miles-Huberman yang terdiri atas reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil analisis yang dilakukan, yaitu kurikulum yang digunakan adalah Kurikulum 2013 (K-13), guru dalam mengajar masih menggunakan metode ceramah, bahan ajar yang digunakan hanya buku cetak, dan kemampuan penalaran siswa dinilai masih kurang dibuktikan dengan hasil belajar yang di bawah rata-rata terutama untuk materistatistika. Hasil studi literatur dan studi lapangan menunjukkan bahwa perlu dikembangkan bahan ajar e-modul berbasis smartphone Android untuk meningkatkan kemampuan penalaran matematis siswa SMP.
HUBUNGAN ANTARA SIKAP SISWA SMA TERHADAP MATEMATIKA DENGAN PRESTASI BELAJARNYA BERDASARKAN INDIKATOR ATTITUDES TOWARD MATHEMATICS INVENTORY (ATMI)
Ramlan Rida B.;
Syamsuri Syamsuri
Wilangan: Jurnal Inovasi dan Riset Pendidikan Matematika Vol 4, No 1 (2023): Maret 2023
Publisher : FKIP Universitas Sultan Ageng Tirtayasa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56704/jirpm.v4i1.15412
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan kategori hubungan antara sikap siswa SMA terhadap matematika dengan prestasi belajar matematika serta faktor-faktor yang mempengaruhi sikap siswa terhadap matematika. Penelitian ini menggunakan metode campuran dengan desain penelitian squensial ekplanatory desain. Populasi dalam penelitian ini mencakup seluruh sekolah SMA/SMK/MA berstatus Negeri yang ada di Kabupaten Pandeglang dan Kota Serang. Sempel berjumlah 12 sekolah yang ditentukan dengan stratified proportional random sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner dan nilai raport matematika siswa kelas IX dan wawancara semi terstruktur ke 24 siswa dari 12 sekolah tersebut. Analisi data yang digunakan yaitu analisis korelasi rank spearman dan uji chi-square. Hasil penelitian menujukan bahwa adanya hubungan postif yang lemah namun signifikan antara sikap siswa sma terhadap matematika dengan prestasi belajar matematika. Hal ini dapat menunjukan bahwa ada sebagian siswa yang memiliki prestasi belajar matematika tinggi cenderung memiliki sikap terhadap matematika dalam kategori sedang atau rendah, sedangkan siswa dengan prestasi rendah sebaliknya.
IDENTIFIKASI MISKONSEPSI MENGGUNAKAN INSTRUMEN TES FOUR-TIER PADA MATERI ARITMETIKA SOSIAL
Sri Mulyani;
Cecep Anwar Hadi Firdos Santosa;
Aan Subhan Pamungkas
Wilangan: Jurnal Inovasi dan Riset Pendidikan Matematika Vol 1, No 1 (2020): Maret 2020
Publisher : FKIP Universitas Sultan Ageng Tirtayasa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56704/jirpm.v1i1.8207
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi miskonsepsi siswa pada materi aritmetika sosial melalui instrumen tes four-tier. Subyek penelitian ialah 33 siswa kelas tujuh di salah satu sekolah menengah pertama di Kabupaten Serang, Banten yang dilaksanakan pada tanggal 3 Maret 2020. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode dokumentasi dan tes. Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan dapat diketahui bahwa terdapat siswa yang paham konsep, tidak paham konsep dan miskonsepsi pada materi aritmetika sosial. Persentase siswa yang teridentifikasi mengalami miskonsepsi pada materi aritmetika sosial secara keseluruhan memiliki persentase yang paling tinggi yaitu sebesar 45%, dibandingkan siswa yang paham konsep sebesar 34% dan tidak paham konsep sebesar 20%. Dari persentase miskonsepsi ini dapat dikategorikan dalam miskonsepsi tingkat sedang. Selain itu, miskonsepsi tertinggi terdapat pada butir soal nomor tiga dengan total sebesar 76%.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN TAI (TEAM ASSISTED INDIVIDUALIZATION) TERHADAP KEMAMPUAN MENYELESAIKAN SOAL CERITA MATEMATIKA DAN SELF-EFFICACY SISWA SMP
Lisa Nurusifa;
Anwar Mutaqin;
Nova liyosi
Wilangan: Jurnal Inovasi dan Riset Pendidikan Matematika Vol 1, No 4 (2020): Desember 2020
Publisher : FKIP Universitas Sultan Ageng Tirtayasa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56704/jirpm.v1i4.9170
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah model pembelajaran TAI (Team Assisted Individualization) berpengaruh positif terrhadap kemampuan menyelesaikan soal cerita matematika dan Self-Efficacy siswa SMP. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 5 Kota Cilegon tahun ajaran 2019/2020 dengan sampel yang digunakan adalah kelas VII I sebagai kelas eksperimen yang menggunakan model pembelajaran TAI (Team Assisted Individualization) dan kelas VII F sebagai kelas kontrol yang memperoleh pembelajaran dengan model pembelajaran biasa. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode quasi eksperimental. Hasil penelitian dan pembahasan menunjukkan bahwa pencapaian akhir dan peningkatan kemampuan menyelesaikan soal cerita kelas eksperimen tidak lebih baik dibandingkan dengan kelas kontrol. Sehingga dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran biasa lebih berpengaruh positif kepada siswa daripada siswa yang mendapatkan model pembelajaran TAI (Team Assisted Individualization). Sedangkan hasil penelitian dan pembahasan menunjukkan bahwa skala akhir dan peningkatan Self-Efficacy kelas eksperimen lebih baik dibandingkan dengan kelas kontrol. Sehingga dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran TAI (Team Assisted Individualization) lebih berpengaruh positif kepada siswa daripada siswa yang mendapatkan model pembelajaran biasa.
Peningkatan kinerja guru dalam menetapkan kriteria ketuntasan minimal (KKM) melalui kegiatan workshop di SD egeri Panggung Rawi
Siti Pahliana
Wilangan: Jurnal Inovasi dan Riset Pendidikan Matematika Vol 3, No 1 (2022): Maret 2022
Publisher : FKIP Universitas Sultan Ageng Tirtayasa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56704/jirpm.v3i1.14164
KKM merupakan akronim dari kriteria ketuntasan minimal yang harus ditentukan oleh satuan pendidikan pada awal tahun pembelajaran KKM digunakan sebagai indikator untuk mengukur ketuntasan berlajar siswa. Maka dari itu sangat penting bagi guru untuk memailiki kopetensi untuk dapat menteapkan KKM sesuai dengan tujuan pedidikan. Berdasarkan hasil analisis pada supervisi gabungan tahun sebelumnya. Ketuntasan guru SD negeri Panggung Rawi dalam menetapkan KKM masih belum tuntas. Hal tersebut dikarenakan kebanyakan guru hanya memperkirakan dan mengambil dari internet. Workshop dan supervise akademik yang dilakukan terbukti dapat memberikan dampak yang baik bagi peningkatan kompetensi guru dalam menyusun rencana penetapan KKM. Terbukti kompetensi guru guru SD Negeri Panggu Rawi dalam menyusun rencana penetapan KKM meningkat secara signifikan.
DESKRIPSI KEMAMPUAN LITERASI MATEMATIS SISWA MTS DALAM PENYELESAIAN SOAL PISA
Irwan Syaifurohman;
Yuyu Yuhana;
Sukirwan Sukirwan
Wilangan: Jurnal Inovasi dan Riset Pendidikan Matematika Vol 3, No 4 (2022): Desember 2022
Publisher : FKIP Universitas Sultan Ageng Tirtayasa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56704/jirpm.v3i4.15047
Penelitian ini mempunyai tujuan untuk mengetahui kemampuan literasi matematika siswa dalam menyelesaikan soal PISA dan mengetahui level kemampuan siswa dalam menyelesaikan kemampuan literasi matematis siswa. Jenis peniltian yang dilakukan dengan pendekatan deskriptif kualitatif dan subjek penelitian ini dilakukan di kelas IX MTs Nurul Falah Ciaseum. Pengambilan subjek tersebut dengan menggunakan purposive sampling. Pelaksanaan penelitian diberikan soal PISA level 1 hingga 6 dengan penerapan kemampuan literasi matematis. Hasil penelitian ini menunjukan pada level 1 semua siswa merasa soal nomor 1 tidak terlalu sulit dan bisa mengerjakan soal tersebut, rata rata hasil perolehan pada nomor 73,8%. Soal pada level 2 siswa mengalami kesulitan dalam menganalisa untuk mendapatkan jawaban yang benar dan rata rata hasil yang di peroleh adalah 35,3%. Pada level 3 di dapatkan bahwa siswa cukup mengerti dan bisa menjawab dengan benar dan di dapatkan hasil perolehan 67,6%. Pada level soal 4, 5 dan 6 hampir semua siswa mengalami kesulitan dalam penalaran dan tidak mendapatkan jawaban yang benar. Adapun rata rata yang di peroleh oleh siswa pada soal level 4,5 dan 6 yaitu 17,6%, 11,1% dan 15,3%
Efektivitas Pendekatan Kontekstual Terhadap Kemampuan Literasi Matematis Siswa SMP Berbasis Karakter dan Budaya Lokal
Natalia Pranata;
Hepsi Nindiasari;
Abdul Fatah
Wilangan: Jurnal Inovasi dan Riset Pendidikan Matematika Vol 1, No 3 (2020): September 2020
Publisher : FKIP Universitas Sultan Ageng Tirtayasa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56704/jirpm.v1i3.9152
Penelitian ini dilatar belakangi atas rendahnya kemampuan literasi matematis siswa dalam menyelesaikan persoalan matematika. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pendekatan kontekstual berbasis karakter dan budaya lokal dengan didampingi LKPD. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan quasi experimental design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII SMP Negeri 13 Kota Serang dengan sampel kelas VII A (kelas eksperimen) dan VII B (kelas kontrol) menggunakan teknik cluster random sampling. Instrumen penelitian yang digunakan adalah instumen tes kemampuan literasi matematis siswa. Data yang diperoleh meliputi data pretest, posttest, dan n-gain kemampuan literasi. Analisis data yang dilakukan yakni statistika deskriptif dan statistika inferensial. Peningkatan kemampuan literasi matematis terdapat pada indikator kemampuan literasi yaitu siswa mampu menganalisis situasi matematis dengan membuat pola sederhana, menarik kesimpulan dari pola yang telah dibuat, membuat argumen matematis yang logis dan dapat di pertanggungjawabkan, melakukan operasi hitung dengan model, dan menyajikan ide-ide matematika ke dalam bentuk gambar. Hasil penelitian memberikan kesimpulan bahwa peningkatan kemampuan literasi matematis siswa yang menggunakan pendekatan kontekstual (CTL) berbasis karakter dan budaya lokal dengan bantuan LKPD lebih tinggi dibandingkan siswa yang menggunakan model pembelajaran ekspositori dan respon positif yang diberikan siswa terhadap pembelajaran matematika dengan pendekatan kontekstual.
MODEL DOUBLE LOOP PROBLEM SOLVING SEBAGAI STRATEGI MENINGKATKAN KEMAMPUAN LITERASI MATEMATIS
Samuel Benny Dito;
Etika Khaerunnisa
Wilangan: Jurnal Inovasi dan Riset Pendidikan Matematika Vol 2, No 3 (2021): September 2021
Publisher : FKIP Universitas Sultan Ageng Tirtayasa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56704/jirpm.v2i3.12276
Programme for International Student Assessment (PISA) adalah assessment berskala internasional dengan penyelenggara Organization for Economic Co-operation and Development dengan tujuan untuk mengukur kemampuan literasi siswa, salah satunya di bidang matematika. Hasil PISA tahun 2018 bidang literasi matematika mengalami penurunan dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Banyak fakor kemungkinan yang menyebabkan itu terjadi, salah satunya adalah penggunaan strategi pembelajaran yang kurang tepat untuk siswa. Strategi pembelajaran adalah bagian terpenting dalam pembelajaran karena menyangkut bagian teknis langsung selama pembelajaran, salah satunya penggunaan model pembelajaran atau pendekatan pembelajaran. Model Double Loop Problem Solving merupakan kreatifitas model dari pengembangan Problem Solving dengan tujuan untuk membuat gerak aktif siswa lebih bertambah lagi dengan pendekatan berbasis masalah agar dapat meningkatkan kemampuan literasi matematis siswa. Pendekatan berbasis masalah dimaksudkan untuk mencari penyebab utama timbulnya masalah yang dilakukan oleh siswa, dimana hal ini sejalan dengan konsep literasi matematika. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan studi literatur yang didapatkan secara online berupa skripsi, tesis, jurnal nasional dan jurnal internasional yang dipublikasikan dalam jangka waktu 5 tahun terakhir ini. Didukung oleh penelitian terdahulu, penulis mendapatkan kesimpulan bahwa integrasi Double Loop Problem Solving ke dalam pembelajaran matematika dapat meningkatkan kemampuan literasi matematika siswa.
Hubungan Tingkat Burnout Belajar Siswa dan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Di masa Pandemi COVID-19
Linda Septiani;
Isna Rafianti;
Jaenudin Jaenudin
Wilangan: Jurnal Inovasi dan Riset Pendidikan Matematika Vol 3, No 3 (2022): September 2022
Publisher : FKIP Universitas Sultan Ageng Tirtayasa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56704/jirpm.v3i3.13565
Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran hubungan antara burnout belajar siswa dan kemampuan pemecahan masalah matematis di masa pandemi COVID-19. Pendekatan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantatif dengan metode korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IX MTs Negeri 1 Pandeglang. Teknik sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling dengan 3 kelas dari kelas IX sebagai sampel penelitian, yaitu kelas IX A, IX C dan IX E. Teknik pengumpulan data penelitian ini berupa kuesioner (angket) dan tes (soal). Teknik analisis data dengan statistik deskriptif dan statistik inferensial. Hasil pengujian hipotesis pada penelitian ini menunjukkan hubungan yang signifikan antara tingkat burnout belajar siswa dan kemampuan pemecahan masalah matematis di masa pandemi COVID-19 dengan rhitung = 0,53 > rtabel0,17 signifikansi α = 0,05 dengan n = 90, maka H0 ditolak. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa tingkat burnout belajar siswa dan kemampuan pemecahan masalah matematis dari siswa kelas IX A, IX C, dan IX E memiliki hubungan yang signifikan.