cover
Contact Name
Intan Maulina
Contact Email
intanmaulina1509@gmail.com
Phone
+628177776163
Journal Mail Official
jurnalbahasadansastraindonesia@gmail.com
Editorial Address
Jl. Sugeng. Komp. Griya Makmur 7. No D29. Deli Serdang.
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
JBSI: Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia
ISSN : -     EISSN : 28092384     DOI : 10.47709/jbsi
JBSI merupakan jurnal akses terbuka nasional yang meliputi hasil kajian ilmiah interdisipliner, orisinal dan diulas oleh mitra bestari yang kompeten di bidangnya. Lingkup jurnal ini meliputi bidang bahasa, sastra dan budaya Indonesia baik teori dan praktek dengan bidang ilmu bahasa Indonesia yaitu Linguistik, Linguistik terapan, Fonologi, Morfologi, Sintaksis, Semantik, Pragmatik, Psikolinguistik, Sosiolinguistik dan Analisa Wacana Kritis. Pada bidang sastra seperti satra lokal, sastra Indonesia, sastra anak, Gender, Feminisme, Kaum marginal, dll. Jurnal ini juga menyediakan artikel-artikel berkualitas dengan mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan terbaru. JBSI diterbitkan 2x setahun yaitu pada bulan Mei dan November.
Articles 196 Documents
Realisasi Teks Bagian Metode Penelitian pada Artikel Jurnal Ilmiah Sinta Ambarwati, Sovia; Sudiyana, Benedictus; Muryati, Sri
JBSI: Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 2 No. 01 (2022): Artikel Riset Periode Mei 2022
Publisher : Information Technology and Science(ITScience)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/jbsi.v2i01.1684

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan struktur teks bagian metode pada jurnal terindeks sinta. Metode penelitian memakai metode deskriptif kualitatif. Data penelitian berupa struktur teks bagian metode artikel. Sumber data riset berasal dari artikel jurnal Sinta berupa 60 teks bagian metode dalam 12 jurnal terindeks Sinta yakni, jurnal Parole, Jurnal Aksara, Jurnal Gramatika, Jurnal Ileal, Jurnal Kandai, Jurnal Kembara, Jurnal Lingua, Jurnal Litera, Jurnal Ranah, Jurnal Retorika, Jurnal Kata, dan Jurnal Seloka. Teknik pengumpulan datanya teknik baca dan catat, artikel dibaca secara menyeluruh pada bagian teks metode, setelah itu data yang didapatkan ditulis pada instrumen data berupa tabel dan lengkap dengan konteksnya. Analisis data yang dipakai pada riset yakni metode padan intralingual, melalui tahapan menghubung[1]bandingkan aspek-aspek yang bersifat lingual, baik yang digunakan pada satu bahasa ataupun pada beberapa bahasa yang lainnya. Hasil penelitian ini memperlihatkan struktur teks bagian metode dalam artikel jurnal kebahasaan memiliki sistematika yang berbeda. Dari sepuluh pola struktur bagian metode jurnal kebahasaan yang dianalisis, paling banyak yang sering muncul move Data dan move Analisis Data, sedangkan move Variabel tidak dimiliki semua pola.
Analisis Ketepatan Penggunaan Konfiks dalam Teks Fiksi “Legenda Sangkurinag” untuk Bahan Ajar Siswa SMP Rismawati1, Rita; Nafisah, Rifa; Nurmala, Mita; Lisnawati, Iis
JBSI: Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 3 No. 02 (2023): Artikel Riset Periode November 2023
Publisher : Information Technology and Science(ITScience)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/jbsi.v3i02.3283

Abstract

Penelitian ini menyelidiki penggunaan imbuhan konfiks dalam teks sastra "Legenda Sangkuriang" dengan fokus pada pembentukan kata-kata. Hasil penelitian menunjukkan variasi yang menarik dalam penggunaan imbuhan, dengan "Ke-An" dan "Me-kan" mendominasi, mencerminkan kontribusi signifikan dalam pembentukan kata-kata. Imbuhan "Men-I" juga digunakan secara cukup sering, sementara "Pe-An" memberikan kontribusi besar. Namun, imbuhan "Di-I" memiliki persentase yang lebih rendah, mungkin menunjukkan penggunaan yang lebih terbatas. "Ber-An" dan "Memper-i" memiliki kontribusi relatif kecil. Secara keseluruhan, pola penggunaan imbuhan konfiks mencerminkan kompleksitas bahasa Indonesia dalam struktur kata dan makna.Penelitian ini memberikan wawasan baru terhadap interpretasi dan pemahaman teks sastra, khususnya dalam konteks penggunaan imbuhan konfiks. Diharapkan, hasil penelitian ini dapat memberikan kontribusi signifikan pada pengembangan studi linguistik dan sastra Indonesia, serta memperkaya pemahaman akan kekayaan bahasa dan budaya dalam konteks sastra.
Analisis Feminisme dalam Film Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck Nurmuzdalifah, Siti; Rahmawati, Najwa Puput; Fauziyah, Imma; Yuanda, Bonaventura Tirta; Ardiansyah, Tri Bagus; Nurhayati, Eni
JBSI: Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 3 No. 02 (2023): Artikel Riset Periode November 2023
Publisher : Information Technology and Science(ITScience)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/jbsi.v3i02.3294

Abstract

Pesan yang disampaikan dalam film memiliki kekuatan untuk mempengaruhi dan membentuk masyarakat. Penelitian artikel ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Film Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck menampilkan konsep matrilineal budaya Minangkabau yang menjadikan perempuan minang berada dalam posisi yang setara dengan laki-laki Minangkabau. Dalam film ini konsep yang ditampilkan adalah konsep matrilineal yang merupakan konsep yang tidak sejalan dengan paham pemerintah yang menganut patriarki. Sehingga posisi perempuan dalam bermasyarakat menjadi tidak dominan. Dalam film ini juga mempresentasikan penindasan yang dialami oleh perempuan. Meskipun pada awal cerita menunjukkan marginalisasi yang di terima leh laki-laki, namun pada film ini perempuan masih tetap mendominasi oleh penindasan. Pada film ini perempuan juga dipresentasikan dengan sosok yang lemah dantak berdaya sedangkan laki-laki dipresentasikan dengan sosok yang kuat dan mampu bertahan dengan segala keterpurukannnya.
Analisis Campur dan Alih Kode dalam Tulisan Siswa Kelas VII SMP Negeri 16 Jakarta Febyola, Cicilya
JBSI: Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 3 No. 02 (2023): Artikel Riset Periode November 2023
Publisher : Information Technology and Science(ITScience)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/jbsi.v3i02.3312

Abstract

Peristiwa campur kode dan alih kode dapat diamati pada penggunaan bahasa baik lisan maupun tulisan, khususnya tulisan tangan atau impresionisme siswa SMP Negeri 16 Jakarta harus tepat. Metode deskriptif kualitatif digunakan dalam penelitian ini sebagai prosedur penelitian dengan hasil sajian data deskriptif, berupa campur kode dan alih kode yang terjadi pada tuturan siswa kelas VII SMP Negeri 16 Jakarta dan implikasinya pada pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia di SMP. Hasil penelitian menunjukan bahwa Wujud campur kode bahasa Indonesia-bahasa Inggris lebih dominan dibandingkan yang lain. Hal ini dikarenakan karena bahasa Indonesia – bahasa Inggris lebih sering digunakan dan mudah dipahami dibandingkan dengan bahasa Korea. Serta Siswa lebih sering melakukan percakapan dengan mencampur Bahasa Indonesia-Bahasa Inggris daripada mengalihkan percakapan dari Bahasa Indonesia ke bahasa yang lain. Berdasarkan penelitian yang telah di lakukan pada Tulisan karangan kesan dan pesan siswa kelas VII SMP Negeri 16 Jakarta. Dapat disimpulkan sebagai berikut. 1.Wujud campur kode bahasa Indonsia - bahasa asing dengan 35 tulisan menggunakan bahasa Inggris, 6 menggunakan bahasa Korea, 4 menggunakan bahasa Jepang. 2. Wujud campur kode bahasa Indonsia-bahasa daerah dengan tulisan menggunakan 4 bahasa Jawa, 1 menggunakan bahasa Melayu. 3. Wujud alih kode bahasa Indonesia-bahasa inggris pada tulisan karangan kesan dan pesan siswa SMP Negeri 16 Jakarta, terdapat 10 wujud alih kode dalam bahasa Indonesia-bahasa Inggris.
Pembacaan Heuristik dan Hermeneutik pada Kumpulan Puisi Sair Rempah-Rempah Karya Mas Marco Kartodikromo Munir, Harish Abdiel
JBSI: Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 4 No. 02 (2024): Artikel Riset Periode November 2024
Publisher : Information Technology and Science(ITScience)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/jbsi.v4i02.4916

Abstract

Pada masa kolonialisme di Indonesia, hegemoni politik hanya menguntungkan para penguasa. Masyarakat pribumi banyak mengalami penindasan dan diskriminasi. Meski pada abad ke-20 haluan politik tersebut sempat berubah, akan tetapi diskriminatif masih menjadi pokok permasalahan utama. Kesadaran nasional mulai muncul di kalangan tokoh-tokoh pribumi, salah satunya Mas Marco Kartodikromo. Mas Marco menyuarakan gagasan tentang perlunya reformasi kesetaraan lewat kumpulan puisi Sair Rempah-Rempah. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan makna yang terkandung dalam kumpulan puisi Sair Rempah-Rempah, terutama terkait tema-tema kesetaraan, kebangsaan, dan kesadaran nasional. Pendekatan kualitatif dengan metode deskripsi heuristik dan hermeneutik dilakukan untuk menganalisis makna yang terkandung dalam kumpulan puisi Sair Rempah-Rempah. Sumber data penelitian ini yaitu, kumpulan puisi Sair Rempah-Rempah karya Mas Marco Kartodikromo terbitan Sinar Djawa tahun 1918 (data utama), dan sempalan-sempalan teks kontekstual yang terdapat pada artikel, jurnal, biografi mengenai Mas Marco (data kedua). Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara; mengamati, membaca, dan mencatat. Sedangkan analisis data dilakukan dengan aktifitas reduksi data, penyajian, dan menyematkan data. Kumpulan puisi Sair Rempah Rempah mengandung makna kesetaraan, kebangsaan, dan perlawaan terhadap ketidakadilan. Selain itu, terdapat kesadaran nasional serta kebangsaan yang disuarakan oleh Mas Marco Kartodikromo. Kumpulan puisi Sair Rempah Rempah mengandung makna kesetaraan, kebangsaan, dan perlawaan terhadap ketidakadilan. Diksi yang lugas dan cenderung frontal, dipilih Mas Marco agar rakyat pribumi mudah memahami. Lewat tulisannya Mas Marco ingin memberi kesadaran nasional dan kebangsaan kepada rakyat pribumi.
Konflik Batin Tokoh Utama Novel Terusir Karya Hamka: Analisis Psikologi Sastra Sukini, Sukini; Amertawengrum, Indiyah Prana; Suseno, Danang
JBSI: Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 4 No. 02 (2024): Artikel Riset Periode November 2024
Publisher : Information Technology and Science(ITScience)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/jbsi.v4i02.5007

Abstract

Karya sastra menampilkan konflik sebagai representasi dari kehidupan manusia. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) jenis konflik batin pada tokoh utama  novel Terusir dan (2) faktor penyebab konflik batin tokoh utama.  Konflik meliputi konflik intrapersonal dan interpersonal. Konflik intrapersonal atau konflik batin adalah konflik yang terjadi dalam diri seorang tokoh dan dapat menimbulkan gangguan psikologis sedangkan konflik interpersonal merupakan konflik yang terjadi antara orang-orang yang mempunyai hubungan antarpribadi. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif berdasarkan psikologi sastra. Sumber data utama penelitian ini adalah novel Terusir (2016) karya Hamka sedangkan  sumber data sekundernya  buku referensi, atikel jurnal, dan prosiding yang relevan dengan tujuan penelitian.  Data penelitian berupa kutipan kalimat atau rangkaian kalimat dari novel Terusir  yang mengisyaratkan konflik batin tokoh utama. Data dikumpulkan dengan teknik catat. Teknik triangulasi penyidik digunakan untuk menentukan kredibilitas data. Data penelitian dianalisis menggunakan metode analisis isi. Tokoh Mariah memiliki banyak konflik batin: sakit hati, benci dan dendam, depresi, murung/sedih, terpuruk, konflik moral, panik. Faktor penyebab terjadinya konflik batin itu karena tidak terpenuhinya kebutuhan-kebutuhan: cinta dan dimiliki-memiliki, kebutuhan keamanan, kebutuhan fisiologis, kebutuhan penghargaan, dan kebutuhan mengaktualisasikan diri. Tokoh utama Mariah memiliki banyak konflik batin karena tidak terpenuhinya kebutuhan cinta dan dimiliki-memiliki, kebutuhan keamanan, kebutuhan fisiologis, kebutuhan penghargaan, dan kebutuhan mengaktualisasikan diri.
Aplikasi Bunga Peony Teknik Bordir pada Busana Kreasi dengan Gaya Karakter Peri Elina Tejaningrum, Anisa Rika; Ruhidawati, Cucu
JBSI: Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 4 No. 02 (2024): Artikel Riset Periode November 2024
Publisher : Information Technology and Science(ITScience)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/jbsi.v4i02.5025

Abstract

Busana kreasi adalah busana yang dirancang sebagai hasil daya cipta atau inspirasi seseorang. Karakteristik busana kreasi adalah penggunaan bahan yang tidak lazim, detail hiasan yang mencolok, serta teknik dekoratif untuk menonjolkan nilai artistik. Dilihat dari karakteristik busana kreasi di atas, penulis terinspirasi untuk menjadikan karakter Peri Elina sebagai konsep dalam membuat busana kreasi. Peri Elina adalah karakter utama dalam film Barbie Fairytopia. Dalam film tersebut, Peri Elina berperan sebagai peri yang pemberani, penuh semangat, dan memiliki kebaikan hati yang luar biasa. Busana yang dipakai Peri Elina memiliki daya tarik tersendiri, mulai dari warna dusty pink dan pink fanta yang feminim, desain busana yang menyerupai kelopak bunga peony, hingga model gaun yang mencerminkan nuansa magis dunia peri. Metode penelitian yang digunakan adalah Project Based Learning. Secara umum memiliki 3 langkah yaitu Planning, Creating, dan Processing. Metode ini diterapkan dalam pengerjaan karya yang berjudul “Aplikasi Bunga Peony Teknik Bordir pada Busana Kreasi dengan Gaya Karakter Peri Elina”. Dari penggambaran tersebut, busana kreasi yang terinspirasi dari Peri Elina ini menggunakan bordir bunga peony sebagai point of interest. Kombinasi warna dusty pink dan pink fanta serta desain menyerupai kelopak bunga. Secara keseluruhan, busana ini tidak hanya memenuhi ciri-ciri busana kreasi yang mencolok dalam hal bentuk, warna, dan garnitur, tetapi juga mengandung makna mendalam yang menghubungkan sumber ide bunga peony dengan karakter fantasi. Busana ini membuktikan bahwa penerapan teknik bordir dan pemilihan sumber ide yang tepat dapat menghasilkan busana yang inovatif, glamour, dan memiliki nilai artistik serta simbolis.
Transformasi Visual Cosplay Makima dalam Teknik Makeup Karakter Arisanty, Regita; Prihatin, Pipin Tresna
JBSI: Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 4 No. 02 (2024): Artikel Riset Periode November 2024
Publisher : Information Technology and Science(ITScience)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/jbsi.v4i02.5027

Abstract

Anime adalah seni animasi Jepang yang telah berkembang sejak 1960-an. "Chainsaw Man," yang diproduksi oleh MAPPA pada 2022, adalah adaptasi dari manga Tatsuki Fujimoto yang mendapat perhatian global karena animasi dan desain karakternya yang luar biasa. Karakter Makima menjadi populer di kalangan penggemar cosplay, dengan makeup yang mencolok dan simbolis yang memperkuat narasinya. Penelitian ini menerapkan metode Research and Development (R&D) dengan model ADDIE dari Dick dan Carey (1996), yang terdiri dari lima langkah: analisis karakteristik visual Makima dari "Chainsaw Man," desain tata rias, pengembangan teknik riasan dan produk kosmetik, implementasi makeup sesuai desain, dan evaluasi kesesuaian hasil transformasi dengan karakteristik visual Makima untuk mengurangi kesalahan. Berdasarkan hasil transformasi visual cosplay Makima, riasan yang dihasilkan memiliki kesan tegas dan dramatis sesuai dengan sumber idenya, dengan fokus pada mata. Penggunaan eyeliner tebal dan teknik smokey eyes menciptakan tampilan tajam, sementara softlens yang meniru warna dan bentuk mata karakter menambah daya tarik visual. Bibir yang diwarnai merah memberikan kesan kuat dan percaya diri, menjadikan makeup ini cocok untuk acara cosplay siang atau malam. Tujuan penelitian ini  mengimplementasikan pengetahuan tata rias yang diperoleh selama perkuliahan dalam konteks makeup karakter, serta mengembangkan teknik adaptasi makeup yang mentransformasikan elemen visual karakter anime menjadi tampilan yang dapat diterapkan, hasil penelitian diharapkan dapat memberikan kontribusi pada pengembangan teknik tata rias karakter dan memperkaya literatur di dalamnya sekaligus menyediakan referensi bagi komunitas tata rias dan pembaca umum tentang teknik makeup yang terinspirasi dari karakter anime.
Adaptasi Karakter Luca pada Busana Pesta Malam Halloween Febrianti, Tarissa Jane; Prihatin, Pipin Tresna
JBSI: Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 4 No. 02 (2024): Artikel Riset Periode November 2024
Publisher : Information Technology and Science(ITScience)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/jbsi.v4i02.5028

Abstract

Film “Luca” merupakan film animasi dari Amerika Serikat oleh Enrico Casarosa. Luca merupakan monster laut dengan rasa penasaran pada kehidupan di permukaan laut. Luca pada penelitian ini diwujudkan dalam bentuk busana. Busana dalam kehidupan itu penting dan termasuk pada kebutuhan primer. Terdapat busana utama, aksesoris dan milineris. Busana memiliki beberapa kesempatan pada pemakaiannya salah satunya yaitu busana pesta. Busana pesta terdapat 3 jenis yaitu busana pesta pagi/siang, sore, dan malam. Karakter Luca sang monster laut dapat dikategorikan pada busana pesta malam halloween. Tujuan Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui karakter berupa monster laut dari film “Luca” dapat diinterpretasikan ke dalam busana pesta malam halloween secara efektif berdasarkan visual dari karakter Luca. Metode penelitian pada penelitian ini adalah Three Stage Design Process untuk Textile Product Design Project oleh (LaBat & Sokolowski, 1999). Metode ini terdapat 3 tahapan yaitu  problem definition & research, creative exploration, dan implementation. Berdasarkan hasil penelitian ini diperoleh busana pesta halloween dari adaptasi karakter animasi Luca Paguro pada film Luca, di antaranya yaitu corset top dengan garis leher halter neck, fishtail skirt, ekor pada busana, sarung tangan ber-flounce, aksesoris berupa headpiece, dan ear cuff. Penyesuaian tersebut dilakukan sebagai bentuk adaptasi dari ciri khas yang terdapat pada karakter Luca, busana yang dihasilkan diadaptasi sedemikian rupa agar dapat menunjukkan karakter Luca pada busana pesta halloween. Penelitian penciptaan busana pesta malam halloween dengan adaptasi dari karakter animasi Luca pada wujud nyata berhasil sesuai dengan tujuan penelitian. Penciptaan busana ini memberikan inovasi baru dalam adaptasi sumber ide yang berasal dari karakter animasi Luca.
Gaya Komunikasi Anas Urbaningrum Ditinjau Perspektif Kesantunan Berbahasa Jusrin Efendi Pohan; Maulina, Intan
JBSI: Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 4 No. 02 (2024): Artikel Riset Periode November 2024
Publisher : Information Technology and Science(ITScience)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/jbsi.v4i02.5159

Abstract

A leader's communication skills are currently essential to realize organizational goals well. Processing language is a medium for conveying messages to organizational members. This is why this research describes the communication style of the national figure, General Chair of the Nusantara Awakening Party (PKN), Anas Urbaningrum, regarding language politeness. Anas Urbaningrum's elegant and charismatic style is reflected in every utterance spoken or written and can be categorized as polite. This research needs to be examined using the pragmatic theories of utterances that have been expressed. This research used a qualitative method that describes or describes a phenomenon by analyzing, reviewing, and concluding the data obtained. The primary data source for this research is the YouTube video of Anas Urbaningrum's resignation as chairman of the Democrats and statements made officially or unofficially. After the data is obtained, the data analysis step is carried out by reducing the data by selecting words to be interpreted. Analysis and study activities were conducted using listening techniques, such as listening to Anas Urbaningrum's statements on YouTube by transcribing the YouTube content first and then interpreting each sentence, paragraph, and discourse. This research indicates that Anas Urbaningrum's communication style can be categorized as an assertive communication style that uses language styles (terms) in delivery. No matter how great the political shock he suffered, Anas Urbaningrum still played connotative sentences that were embellished with other terms.

Page 8 of 20 | Total Record : 196