cover
Contact Name
Intan Maulina
Contact Email
intanmaulina1509@gmail.com
Phone
+628177776163
Journal Mail Official
jurnalbahasadansastraindonesia@gmail.com
Editorial Address
Jl. Sugeng. Komp. Griya Makmur 7. No D29. Deli Serdang.
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
JBSI: Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia
ISSN : -     EISSN : 28092384     DOI : 10.47709/jbsi
JBSI merupakan jurnal akses terbuka nasional yang meliputi hasil kajian ilmiah interdisipliner, orisinal dan diulas oleh mitra bestari yang kompeten di bidangnya. Lingkup jurnal ini meliputi bidang bahasa, sastra dan budaya Indonesia baik teori dan praktek dengan bidang ilmu bahasa Indonesia yaitu Linguistik, Linguistik terapan, Fonologi, Morfologi, Sintaksis, Semantik, Pragmatik, Psikolinguistik, Sosiolinguistik dan Analisa Wacana Kritis. Pada bidang sastra seperti satra lokal, sastra Indonesia, sastra anak, Gender, Feminisme, Kaum marginal, dll. Jurnal ini juga menyediakan artikel-artikel berkualitas dengan mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan terbaru. JBSI diterbitkan 2x setahun yaitu pada bulan Mei dan November.
Articles 196 Documents
Tubuh Sebagai Properti Negara: Pendisiplinan Tubuh dalam Novel Hitam 2045 Karya Henry Manampiring Nurhayati, Ananti
JBSI: Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 4 No. 02 (2024): Artikel Riset Periode November 2024
Publisher : Information Technology and Science(ITScience)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/jbsi.v4i02.5184

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana negara mendisiplinkan tubuh Pilar Muda dalam novel Hitam 2045 karya Henry Manampiring. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan menerapkan konsep kekuasaan dan disiplin dari Michel Foucault. Teori kekuasaan dan pendisiplinan dari Michel Foucault digunakan untuk mengungkapkan bentuk-bentuk pendisiplinan yang digunakan oleh negara untuk menundukan dan menguasai tubuh Pilar Muda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa otoritas negara menundukkan dan menguasai tubuh Pilar Muda melalui penerapan empat mekanisme pendisiplinan: pelatihan, pengawasan, pengaturan, dan pemeriksaan. Pelatihan dijalankan melalui program Pilar Muda yang bertujuan membentuk karakter mental yang kuat serta kondisi fisik yang sempurna. Latihan mental difokuskan pada proses internalisasi nilai-nilai ideologi, sedangkan latihan fisik dilakukan dengan penerapan disiplin yang ketat dalam aktivitas olahraga dan penge- lolaan nutrisi. Pengawasan dilaksanakan melalui tiga mekanisme utama: isolasi fisik, pengawasan hierarkis, dan pengawasan digital. Isolasi fisik dilaksanakan dengan menempatkan anggota Pilar Muda di dalam Sekolah Pilar Pancasila. Sistem pengawasan hierarkis dijalankan oleh para mentor, supervisor, dan sesama anggota Pilar Muda. Sementara itu, pengawasan digital dijalankan oleh kecerdasan buatan yang disebut sebagai Dasamuka. Pemeriksaan dilaksanakan melalui tiga tahapan utama: tahap awal yang dilakukan melalui seleksi genetik, tahap kedua berupa evaluasi berkala, dan tahap akhir melalui evaluasi akhir yang menyeluruh. Hasil penelitian tersebut mengindikasikan bahwa proses pendisiplinan yang dilakukan otoritas negara terhadap tubuh Pilar Muda bukan sekedar upaya untuk menundukan tubuh, tetapi juga menciptakan alat politik, properti negara yang berguna dalam menjaga keberlangsungan kekuasaan negara.
Disorientasi Memori Naratif Subjek Sebagai Akibat dari Postpartum Depression dalam Novel After Birth dan Dear Scarlet Lathifah, Naafiatun Nur
JBSI: Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 4 No. 02 (2024): Artikel Riset Periode November 2024
Publisher : Information Technology and Science(ITScience)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/jbsi.v4i02.5455

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana postpartum depression memengaruhi memori naratif dan kehidupan subjek serta bagaimana proses rekonsiliasi yang dilakukan subjek. Objek material dalam penelitian ini menggunakan dua karya sastra, yaitu sebuah novel karya Elisa Albert berjudul After Birth dan komik berjudul Dear Scarlet karya Theresa Wong.Sementara objek formal yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori dari Van Der Kolk tentang memori naratif dan teori sequential art dari Will Eisner.Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam kedua karya sastra terdapat disorientasi memori naratif subjek sebagai akibat dari postpartum depression, salah satunya yaitu subjek tidak mampu menjelaskan apa yang mereka alami dan rasakan karena ingatan mereka tidak utuh dan terfragmentasi. Sementara dalam proses rekonsiliasi, Ari bergabung dengan grup ibu-ibu, mendatangi psikiater, hingga kemudian akhirnya bertemu dengan Mina yang membuatnya merasa menemukan kembali kehidupannya. Sementara Wong melakukan rekonsiliasi dengan berusaha mengilustrasikan apa yang ia rasakan karena ia kesulitan menemukan kata-kata untuk menjelaskan postpartum depression yang menyiksanya. Kesimpulan dari penelitian ini adalah postpartum depression mengakibatkan disorientasi memori naratif karena bagian otak yang berfungsi untuk menafsirkan perasaan kedalam kata (lubus frontal) serta bagian otak yang berfungsi untuk mengolah informasi yang masuk (thalamus) akan mati dan digantikan oleh bagian otak yang berperan dalam mengolah emosi (limbic).Akibatnya, pengalaman traumatis tidak disusun dalam narasi yang logis dan koheren, tetapi dalam bentuk sensorik dan juga emosional yang terfragmentasi, berupa gambar, suara, dan sensasi fisik.
Symbolic Ecology in "Aku, Hutan Jati, dan Indonesia": Ecolinguistics Perspective Siregar, Usmala Dewi; Maulina, Intan; Nasution, Meisa Fitri
JBSI: Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 4 No. 02 (2024): Artikel Riset Periode November 2024
Publisher : Information Technology and Science(ITScience)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/jbsi.v4i02.5513

Abstract

This study will discuss the phenomenon of symbolic ecology to describe the diversity of objects found in the poetry "Aku, Hutan jati, dan Indonesia" as well as to analyze the symbolic meaning and philosophy for each object deemed to imply the relationship between the diversity of objects and the environment in Indonesia. This study aimed to provide representations of the symbolic ecological phenomena found in the poem The Aku, Hutan jati, dan Indonesia" and uncover the philosophy of symbolic meanings about the environment and Indonesia's manner of viewing the symbols. This study analyzed the poem "Aku, Hutan jati, dan Indonesia" by Jacinta Kurniasih. This study used an ecolinguistic design, in which the data analysis process used an ecolinguistic framework, and the data interpretation used a cultural semiotics framework. The results of this study indicated that the poet's environmental concern was expressed through the adoption of macrocosm objects and flora. The results of this study proved that language can be used to inspire by conveying humanistic messages for protecting the ecosystems, which have provided benefits to human life and prevented natural disasters from happening. It is also suggested that people should care for fellow human beings and the surrounding nature that has contributed to the continuation of human life.
Kajian Penulisan Aksara Bali pada Papan Nama Akomodasi Pariwisata Berbahasa Asing di Kawasan Wisata Kuta: Study of Balinese Script Writing on Foreign Language Tourist Accommodation Signs in the Kuta Tourist Area Widianingsih, Desak Made Dian; Wisnu, I Wayan Gede; Aryana, I. B. Putra Manik
JBSI: Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 5 No. 01 (2025): Artikel Riset Periode Mei 2025
Publisher : Information Technology and Science(ITScience)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/jbsi.v5i01.5649

Abstract

The discovery of errors in writing Balinese script on tourist accommodation nameplates, especially those from foreign languages, has caused a lack of Balinese script observers to realize the existence of writing rules in the Balinese script installation guidebook, which continues to be updated. This study aimed to see and prove the existence of Balinese scriptwriting, which still has errors. The subjects of this study were Balinese script tourist accommodation nameplates using foreign languages ??in the Kuta tourist area. The object of this study was the Balinese script writing on nameplates of foreign language tourist accommodation. This study used a qualitative descriptive research method. The research methods used were observation, documentation, and interviews. This study's results used several analyses, including data identification, reduction, and classification. The results of this study describe (1) The existence of Balinese script writing on tourist accommodation nameplates by the enactment of new regulations from the government in the form of Balinese script installation guidelines from Pasamuhan Agung VIII in 2023 which were taken based on each highway in the Kuta area, especially the tourist area with the results of 36 nameplate data. (2) The results of the data on errors in the form of writing Balinese script on the nameplates are divided into errors in writing Balinese script words, errors in writing the ancient script, errors in writing Balinese numbers, and technical errors and regulations for writing Balinese script on nameplates, nine errors were obtained. The results of the interview stated the conditions of the Balinese people in following government regulations in writing Balinese script on nameplates, especially for tourism accommodation in the Kuta tourist area, as well as the problems that cause errors in writing Balinese script.
Representasi Bahasa Figuratif dan Citraan dalam Novel Anjing Mengeong dan Kucing Menggonggong: Kajian Stilistika: Figurative Language Representation and Imagery in the Novel Anjing Mengeong dan Kucing Menggongong: A Stylistic Study Fardeni, Haekal; Maulina, Intan
JBSI: Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 5 No. 01 (2025): Artikel Riset Periode Mei 2025
Publisher : Information Technology and Science(ITScience)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/jbsi.v5i01.5788

Abstract

This study analyzes the use of figurative language and imagery in the novel Anjing Mengeong dan Kucing Menggonggong by Eka Kurniawan using a stylistic approach. The metaphorical language discussed includes metaphor, simile, personification, hyperbole, and litotes. Meanwhile, the imagery analyzed includes visual, auditory, tactile, gustatory, and olfactory imagery. The analysis results show that the use of figurative language and imagery in this novel is very effective in strengthening the narrative, creating an atmosphere, and describing the characters and setting of the story in a more vivid and immersive way. The use of figurative language helps enhance the aesthetic beauty of the text and conveys meaning indirectly. Imagery enhances the reading experience by arousing the reader's senses through detailed and vivid descriptions. This study also shows that Eka Kurniawan's writing style uniquely combines aesthetic elements and meaning. Figurative language and imagery are used not only as literary ornaments but also as a means to convey complex social, psychological, and cultural messages. By observing how these language styles are used in the novel, readers are invited to better understand the narrative's depth and the characters' inner conflicts. Hopefully, These findings can contribute to literature learning at the high school level, especially in increasing students' appreciation of the richness of language in modern Indonesian literary works.
Pengaruh Tradisi Lisan terhadap Narasi Sastra Modern dalam Laskar Pelangi dan Things Fall Apart: Studi Perbandingan Maulina, Intan; Fardeni, Haekal
JBSI: Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 3 No. 02 (2023): Artikel Riset Periode November 2023
Publisher : Information Technology and Science(ITScience)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/jbsi.v3i02.5789

Abstract

Tradisi lisan merupakan fondasi penting dalam perkembangan sastra modern yang sering kali terpinggirkan di tengah arus globalisasi dan digitalisasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh tradisi lisan terhadap narasi dalam dua karya sastra modern, Laskar Pelangi karya Andrea Hirata dari Indonesia dan Things Fall Apart karya Chinua Achebe dari Nigeria (dalam tradisi sastra berbahasa Inggris). Dengan pendekatan kualitatif deskriptif-komparatif, penelitian ini menganalisis unsur tradisi lisan dalam kedua novel melalui teori intertekstualitas, poskolonial, strukturalisme, dan fungsionalisme sastra. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Laskar Pelangi mengintegrasikan cerita rakyat, peribahasa, dan gaya bertutur khas lisan untuk memperkuat identitas lokal, sedangkan Things Fall Apart menggunakan struktur episodik, peribahasa, dan kisah rakyat Igbo sebagai bentuk resistensi terhadap dominasi kolonial. Simpulan dari penelitian ini adalah bahwa tradisi lisan tetap hidup dan bertransformasi dalam sastra modern, berfungsi sebagai media pelestarian budaya, penanda identitas kolektif, dan perlawanan kultural. Implikasi dari temuan ini memperkuat pentingnya pelibatan tradisi lokal dalam produksi dan apresiasi sastra kontemporer agar tetap relevan dan otentik di tengah tantangan homogenisasi budaya.
Perbandingan Linguistik Historis Bahasa Dayak Ngaju dan Bakumpai: Implikasi terhadap Pelestarian Bahasa dan Budaya Kalimantan: Historical Linguistic Comparison of Ngaju and Bakumpai Dayak Languages: Implications for the Preservation of Kalimantan Languages and Culture Hasby, Nazar; Qalyubi, Imam; Misrita, Misrita; Kodriyah, Lailatul; Angrum, Alna Triskaya; Noor, Pajrian
JBSI: Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 5 No. 01 (2025): Artikel Riset Periode Mei 2025
Publisher : Information Technology and Science(ITScience)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/jbsi.v5i01.5810

Abstract

This study compares the Dayak Ngaju and Bakumpai languages from a historical linguistic perspective to reveal their kinship and phonetic changes that occur. Although they come from the same language family, these two languages show phonological differences due to social, cultural, and contact influences with Banjar Malay and Indonesian. This poses a threat to the sustainability of the Bakumpai language. This study uses a comparative historical linguistic approach with lexicostatistical analysis to measure the level of kinship between the Dayak Ngaju and Bakumpai languages. The data used is basic Swadesh vocabulary consisting of 200 words. In addition, phonetic changes such as apheresis, apocope, and syncope are analysed to identify phonetic change patterns in both languages. The analysis results show that the level of kinship between the Dayak Ngaju and Bakumpai languages reaches 80.5%, indicating the closeness of the two in one language family. Phonetic changes, such as initial (afteresis) and final (apocope) sound deletion, are found in both languages, reflecting phonological evolution influenced by social and cultural factors. This study concludes that despite phonetic differences, the Dayak Ngaju and Bakumpai languages still share significant similarities, indicating a strong kinship. These findings reinforce the importance of preserving the endangered Bakumpai language and contribute to local Kalimantan culture's linguistic understanding and preservation.
Optimalisasi Peran Komunitas Sastra dalam Pendidikan Warisan Budaya Berkeadilan Gender di Sumatera Utara Maulina, Intan; Fardeni, Haekal
JBSI: Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 3 No. 02 (2023): Artikel Riset Periode November 2023
Publisher : Information Technology and Science(ITScience)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/jbsi.v3i02.5811

Abstract

Komunitas sastra memiliki peran strategis dalam membentuk kesadaran masyarakat terhadap nilai-nilai keadilan gender dalam warisan budaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan peran komunitas sastra di Sumatera Utara dalam mengedukasi masyarakat mengenai warisan yang berkeadilan gender. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kualitatif dengan studi kasus pada beberapa komunitas sastra di Sumatera Utara. Teknik pengumpulan data yang digunakan terdiri dari wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunitas sastra memiliki potensi besar dalam menyebarkan nilai-nilai keadilan gender melalui karya sastra, diskusi, serta pelatihan yang melibatkan berbagai kelompok masyarakat. Namun, tantangan yang dihadapi meliputi kurangnya dukungan kebijakan, minimnya literasi gender di kalangan anggota komunitas, serta keterbatasan akses terhadap media publikasi. Oleh karena itu, diperlukan kolaborasi antara komunitas sastra, akademisi, dan pemerintah dalam menyusun program literasi berbasis gender yang lebih efektif. Implikasi penelitian ini menegaskan bahwa penguatan peran komunitas sastra dapat menjadi strategi yang efektif dalam membangun kesadaran dan perubahan sosial menuju masyarakat yang lebih inklusif dan berkeadilan gender.
Kajian Mimetik dan Kepribadian Tokoh pada Novel “Keterasingan” Karya Priska Siagian Serta Implikasinya dalam Pembelajaran: Mimetic Study and Character Personality in the Novel “Keterasingan” by Priska Siagian and Its Implications in Learning Girsang, Lisfa Agustin; Frince S, Monalisa; Gusar, Martua Reynhat Sitanggang
JBSI: Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 5 No. 01 (2025): Artikel Riset Periode Mei 2025
Publisher : Information Technology and Science(ITScience)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/jbsi.v5i01.5824

Abstract

This study aims to describe the mimetic depiction and personality of the characters in the novel Keterasian by Priska Siagian and examine its implications for literature learning in high school. The approach used in this study is qualitative with a descriptive method. The main focus of this study lies in mimetic analysis, namely the depiction of the reality of life reflected in the novel, as well as the analysis of the character's personality based on Sigmund Freud's psychoanalytic theory, which includes three main personality structures: id, ego, and superego. The data collection technique used the reading and note-taking technique, where the researcher marked quotations relevant to the novel's object of study. The study results indicate that the novel Keterasian represents a social reality related to the alienation of individuals from the social and cultural environment. The mimetic depiction is seen in the setting, plot, and conflicts experienced by the main character. In addition, the personality of the main character in the novel can be analyzed through the dynamics between the id, ego, and superego, which influence each other in decision-making, and the character's attitude towards internal and social conflicts. The implications of the results of this study indicate that the novel Keterasingan can be used as teaching material in literature learning in high school, especially in introducing students to the intrinsic elements of literary works and psychological approaches to understanding character. This will improve students' critical and in-depth literary analysis and appreciation skills.
Analisis Kesalahan Berbahasa dalam Keterampilan Menulis Siswa Nida Suksasat School Thailand: Analysis of Language Errors in Writing Skills of Nida Suksasat School Thailand Students Putri, Dilla Eka; Sitepu, Tepu
JBSI: Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 5 No. 01 (2025): Artikel Riset Periode Mei 2025
Publisher : Information Technology and Science(ITScience)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/jbsi.v5i01.5840

Abstract

Writing skills are one of the important competencies in learning Indonesian as a foreign language, especially in international school environments such as Nida Suksasat School, Thailand. This study aims to analyse language errors in grade X students' writing and identify the factors that cause these errors. This study uses a descriptive qualitative approach with data collection techniques through documentation of student writing results, interviews with subject teachers, and observations of learning activities in the classroom. Data were analysed by classifying errors based on linguistic aspects, namely phonology, morphology, syntax, and semantics. The study results showed that the most common errors were related to spelling, sentence structure, and improper punctuation. In addition, errors were found in word choice and paragraph arrangement that were less coherent, thus disrupting the logical flow of the writing. The factors that cause these errors include interference from the mother tongue (Thai), limited mastery of Indonesian vocabulary, and minimal structured writing practice in class. The lack of interactive learning media, varied learning resources, and a less contextual teaching approach also contributes to students' low writing skills. Based on these findings, the researcher recommends strengthening the learning of language basics through directed writing exercises and applying teaching strategies that are more communicative, contextual, and appropriate to the background of foreign students. In conclusion, systematic, sustainable, and student-needs-based pedagogical interventions are needed to improve writing skills in international schools' learning of Indonesian as a foreign language.

Page 9 of 20 | Total Record : 196