cover
Contact Name
Ferawati Suzalin
Contact Email
ferawati@poltekkespalembang.ac.id
Phone
+6281377677902
Journal Mail Official
jpharm@poltekkespalembang.ac.id
Editorial Address
Poltekkes Kemenkes Palembang Jurusan Farmasi Jl. Sukabangun 1 No.1159, Suka Bangun, Kec. Sukarami, Kota Palembang, Sumatera Selatan 30151
Location
Kota palembang,
Sumatera selatan
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Farmasi
ISSN : 28293711     EISSN : 28292162     DOI : https://doi.org/10.36086/jpharm.v4i2.1238
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Kesehatan Farmasi JKPharm diterbitkan oleh Jurusan Farmasi Politeknik Kesehatan Kemenkes Palembang
Articles 122 Documents
Karakterisasi dan Skrinning Fitokimia Simplisia Sabut Kelapa Muda Reny Salim; Tuty Taslim; Irene Puspa Dewi
Jurnal Kesehatan Farmasi Vol 4, No 2 (2022)
Publisher : Jurusan Farmasi, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (712.734 KB) | DOI: 10.36086/jpharm.v4i2.1449

Abstract

Latar Belakang: Sabut kelapa muda merupakan salah satu simplisia yang telah diuji mempunyai manfaat sebagai antibakteri dan antiseptik. Sabut kelapa muda sebagai salah satu simplisia herbal bagi pengobatan belum pernah dikarakterisasi dan diidentifikasi kandungan metabolit sekunder yang dimiliki. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai parameter standar mutu simplisia serbuk sabut kelapa muda dan kandungan metabolit sekunder yang dimilikinya. Metode: Karakterisasi serbuk simplisia sabut kelapa muda berupa uji organoleptis, kadar air, kadar sari larut air, dan kadar sari larut etanol. Metode penentuan kadar air menggunakan metode destilasi azeotropic kontiniu. Metode uji organoleptis dan kadar sari larut air dan larut etanol sesuai dengan Farmakope Herbal Indonesia. Skrinning fitokimia serbuk simplisia sabut kelapa muda menggunakan uji Mayer, uji Dragendroff, uji Bouchardat, Shinoda test, Liebermann Buchard test, saponin test, polifenol test. Hasil: Serbuk simpilisia mempunyai warna dark salmon pink, berbau khas lemah, kadar air, kadar sari larut air dan sari larut etanol secara berurutan sebesar (6,94; 16,85; 18,35)%. Jenis senyawa metabolit sekunder yang terdapat pada serbuk simplisia sabut kelapa muda adalah alkaloid, flavonoid, tanin, saponin, dan triterpenoid. Kesimpulan:Nilai parameter standar mutu serbuk simplisia sabut kelapa muda adalah warna dark salmon pink, berbau khas lemah, kadar air, kadar sari larut air dan sari larut etanol secara berurutan sebesar (6,94; 16,85; 18,35)% serta jenis senyawa metabolit sekunder yang terdapat pada serbuk simplisia sabut kelapa muda adalah alkaloid, flavonoid, tanin, saponin, dan triterpenoid. Kata kunci : karakterisasi simplisia, skrinning fitokimia simplisia, sabut kelapa muda
Pengaruh Ukuran Partikel dan Lama Penyulingan Terhadap Jumlah Rendemen Minyak Atsiri Serbuk Temulawak (Curcuma xanthorrhiza) Septiana Laksmi Ramayani; Chatarina Hartiningty Ratna Meilyanawati
Jurnal Kesehatan Farmasi Vol 4, No 2 (2022)
Publisher : Jurusan Farmasi, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (659.245 KB) | DOI: 10.36086/jpharm.v4i2.1450

Abstract

Background: Java tumeric (Curcuma xanthorrhiza) is a medicinal plant native to Indonesia which has been empirically proven to be efficacious for health to cure various types of diseases. One of the compounds in Java tumeric is essential oil. The purpose of this study was to determine the effect of particle size and distillation time on the yield of Java tumeric essential oil. Method: The extraction method used is hydrodistillation. The variables in this study were particle size (425µm and 250µm) and distillation time (3.4 and 5 hours). The data obtained were analyzed using Kruskal Wallis and followed by Mann Whitney. Results: The results showed that a particle size of 250µm resulted in a greater yield of essential oils than a particle size of 425µm. Distillation time of 5 hours produces a greater yield of essential oils than distillation time of 4 hours or 3 hours. The smaller the particle size and the longer the distillation time, the greater the yield of essential oil produced. Conclusion: Particle size and distillation time affect the yield of java tumeric essential oil.
Pola Peresepan Obat Antihipertensi Pada Pasien BPJS Kesehatan di Apotek Kimia Farma Ahmadyani Faisal Yusuf; Hepni Hepni; Ully Widya Rochmatil Ulla
Jurnal Kesehatan Farmasi Vol 4, No 2 (2022)
Publisher : Jurusan Farmasi, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (665.179 KB) | DOI: 10.36086/jpharm.v4i2.1451

Abstract

Latar Belakang: Hipertensi merupakan “silent killer” ( pembunuh diam-diam) yang secara luas dikenal sebagai penyakit kardiovaskular yang sangat umum. Dengan meningkatnya tekanan darah dan gaya hidup yang tidak seimbang dapat meningkatkan faktor resiko munculnya berbagai penyakit seperti jantung, gagal ginjal dan stroke. Sampai saat ini, hipertensi masih merupakan tantangan besar di Indonesia. Metode: Design penelitian ini bersifat deskriptif dengan pendekatan waktu retrospektif, dengan sampel resep sebanyak 240 resep, dengan tehnik pengambilan sampel simple random sampling. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa antihipertensi yang paling banyak digunakan adalah golongan antagonis kalsium yakni 128 kasus (52,67%), kombinasi antihipertensi yang paling sering diberikan adalah kombinasi ARB dan antagonis kalsium yaitu sebanyak 71 kasus (53,79%). Penderita hipertensi terbanyak berdasarkan usia yaitu usia 66 tahun keatas yaitu 97 kasus ( 39,92%), dan Penderita hipertensi yang berjenis kelamin perempuan lebih dominan terkena hipertensi yakni 138 kasus(56.79%). Kesimpulan: Persentase perbandingan jumlah peresepan obat antihipertensi terapi kombinasi dan terapi tunggal pada pasien BPJS di Apotek Kimia Farma Ahmadyani Pematang Siantar. Jumlah penggunaan obat tunggal yakni 110 kasus (45,27%) dan 133 kasus (54,73%) yang menggunakan obat kombinasi.
Formulasi Sabun Padat dari Biji Kopi Arabika (Coffea arabica L.) Kerinci Dwi Mulyani
Jurnal Kesehatan Farmasi Vol 5, No 1 (2023)
Publisher : Jurusan Farmasi, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jkpharm.v5i1.1452

Abstract

Background: Kerinci coffee that is grown in the traditional way and gets a coffee stamp that applies a sustainable process. The caffeine content in coffee is an antioxidant that can prevent premature aging of the skin, is able to remove dead skin cells, smooth the skin, provide nutrition to the skin, eliminate body odor, remove acne scars and provide protection against ultraviolet rays. This study aims to obtain a good solid soap formula from Kerinci Arabica Coffee. Methods: Solid soap is made by the cold process method using a mixture of fatty oils and sodium hydroxide as the basic ingredients. The fatty oil used is a mixture of olive oil and coconut oil (Formula I/FI) and a mixture of olive oil and VCO (Formula II/FII). Results: Both formulas show good results in the form of solid, coffee-scented, milk chocolate color (FI) dark milk chocolate FII, FI soap has hard texture and FII has soft. The results of the test for water content FI = 11.3% and FII = 10.45%, the conditions according to SNI are less than 15%. The pH of FI soap is 9 and FII is 10, the pH test for 4 weeks shows a stable curve. Conclusion: Kerinci arabica coffee can be formulated into solid soap and meets the requirements for water content and pH
Model Intervensi Kepatuhan Minum Obat dan Kontrol Gula Darah Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 : Systematic Review Nabilla Andasari Putri; Ferawati Suzalin
Jurnal Kesehatan Farmasi Vol 5, No 1 (2023)
Publisher : Jurusan Farmasi, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jkpharm.v5i1.1537

Abstract

Latar Belakang: Pengobatan oral pada pasien diabetes mellitus tipe 2 berhubungan dengan perilaku kesadaran diri dan peningkatkan kualitas hidup. Namun, ketidakpatuhan terhadap pengobatan diabetes menyebabkan komplikasi penyakit parah hingga kematian. Faktor yang menyebabkan ketidakpatuhan dibagi menjadi 2 yaitu intentional dan unintentional. Intentional adalah kondisi dimana pasien memilih untuk tidak mau patuh, sedangkan untentional adalah kondisi dimana pasien sebenarnya ingin patuh terhadap pengobatan namun tidak bisa. Mayoritas ketidakpatuhan yang terjadi penyebab intentional lebih banyak dibandingkan unintentional. Pendekatan multidisiplin tenaga kesehatan dapat mendukung keberhasilan kepatuhan dan dapat meningkatkan manajemen perawatan diabetes yang lebih efektif. Salah satu pendekatan dalam perawatan diabetes yaitu dengan melibatkan seorang apoteker. Tinjauan skrining penelitian yang dilakukan menggunakan jenis RCT, jurnal yang dipilih menggunakan bahasa Inggris dan bahasa Indonesia. Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis efektivitas intervensi apoteker dalam meningkatkan kepatuhan minum obat oral pada diabetes mellitus tipe 2. Metode: Skrining penelitian di database pubmed, google schoolar, science direct dan jenis penelitian menggunakan randomized controlled trials. Kualitas penelitian dinilai dengan menggunakan CASP Randomised Controlled Trial Standard Checklist. Kriteria inklusi meliputi jurnal diambil tahun 2007-2021, pasien usia (≥18 tahun), intervensi dilakukan oleh farmasi, full text, metode intervensi berupa konseling, terdapat kelompok control dan kelompok intervensi, terdapat hasil laboratorium gula darah, jurnal yang diambil dilakukan di Asia. Kriteria eksklusi meliputi judul tidak berhubungan , duplikasi, tidak terdapat abstrack, tidak full text, metode intervensi tidak berupa konseling, melakukan intervensi bukan seorang farmasi/Apoteker, bukan pasien DM tipe 2, tipe artikel tidak RCT, tidak terdapat kelompok control, populasi anak-anak dan wanita hamil, pasien patuh terhadap pengobatan, pengobatan non oral, penelitian tidak dilakukan di Asia, tidak membahas intervensi, file tidak bisa dibuka. Diikuti pencarian kata kunci menggunakan "Type 2 diabetes mellitus" [All Fields] AND “adherence” [All Fields] AND “pharmacist counseling” [All Fields]. Hasil: Dari 466 jurnal, 8 jurnal dimasukkan dalam systematic review. Delapan jurnal meneliti asalan ketidakpatuhan pasien terkait cek rutin pengobatan dan minum obat. Intervensi Apoteker diberikan dengan berbagai metode yang berfungsi untuk meningkatkan kepatuhan pada pasien. Hasil menunjukan bahwa dari semua jurnal pada kelompok intervensi yang diberikan konseling jauh lebih baik dalam peningkatan pengukuran kulaitas hidup (QoL), pasien lebih mengetahui informasi terkait penyakit dan obat diabetes melitus tipe 2, perubahan gaya hidup dan pola makan, penurunan secara signifikan pada nilai kadar gula darah. Setelah dilakukan skrining, didapatkan hanya 6 jurnal yang hasil metode intervensi dapat diterapkan pada populasi penelitian. Kesimpulan: Intervensi apoteker dengan pemberian konseling berpotensi meningkatkan kepatuhan terhadap pengobatan diabetes mellitus tipe 2 yang ditandai dengan dampak peningkatan persepsi pengetahuan tentang penyakit dan pengobatan diabetes mellitus tipe 2, perubahan gaya hidup, perubahan pola makan, peningkatan kualitas hidup dan pasien bisa lebih mengontrol glukosa darah. Kata kunci : Kepatuhan, Farmasi Konseling, Diabetes Mellitus Tipe 2
Hubungan Komunikasi Efektif Terhadap Kepuasan Pasien di Apotek K24 Vienna Gading Serpong Melizsa Melizsa
Jurnal Kesehatan Farmasi Vol 5, No 1 (2023)
Publisher : Jurusan Farmasi, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jpharm.v5i1.1570

Abstract

Background Effective communication is a problem for Indonesians today, there are still many who are unfamiliar with the culture of Effective communication and lack of listening skills in communicating, which causes them to have more opinions to raise problems than to think about solving problems. Patient satisfaction is one of the important indicators that must be considered in health services. Pharmacy is one of the fields of health services that provide satisfaction to customers. Health services are every effort that is carried out alone or simultaneously within an organization to maintain and improve health, prevent and cure diseases and restore the health of individuals, families, groups and or communitie. Research purposes to find out the Relationship of Effective Communication to Patient Satisfaction at Apotek K24 Vienna Gading Serpong. Research methods used in this study is a quantitative method with a cross sectional design, the sampling technique applied is accidental sampling, the population is 5029 patients with a sample of 100 respondents. Research result the value of the effective communication variable obtained 4.04 which means very good and the patient satisfaction variable obtained 4.03 which means very satisfied.There is a significant relationship between effective communication and patient satisfaction (rcount 0.837 > rtable 0.195).Conclusion effective communication variables and patient satisfaction get very good and very satisfied scores, there is a very strong relationship on the variables and indicators of effective communication (affecting attitudes) on patient satisfaction (assurance).
Gambaran Tatalaksana Terapi Anemia Pada Pasien Gagal Ginjal Kronik Di Rumah Sakit Toto Kabila Fenina Asia Mantiri
Jurnal Kesehatan Farmasi Vol 5, No 1 (2023)
Publisher : Jurusan Farmasi, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jkpharm.v5i1.1619

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang: Gagal ginjal kronis adalah kondisi klinis yang ditandai oleh penurunan fungsi ginjal yang ireversibel dan membutuhkan terapi pengganti ginjal permanen berupa dialisis atau transplantasi ginjal. Salah satu sindrom klinis yang berhubungan dengan gagal ginjal adalah anemia. Ini karena penurunan fungsi ginjal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran tatalaksana terapi pada pasien gagal ginjal kronik yang dirawat di Rumah Sakit Toto Kabila pada bulan Oktober sampai Desember pada tahun 2022. Metode: Metode pengambilan data berupa mencatat hasil pemeriksaan laboratorium pertama pada pasien penyakit ginjal kronik.. Hasil: Berdasarkan hasil, ditemukan pasien gagal ginjal dengan anemia renal sebanyak 10 pasien atau 62,5% lebih banyak terjadi pada pasien laki-laki. Dari hasil tatalaksana terapi pada pasien yang menjalani hemodialisa yaitu sebanyak 12 pasien atau sebanyak 80% dan pasien yang tidak diberikan tindakan hemodialisa yaitu sebanyak 3 pasien atau sebanyak 20%. Kesimpulan: Dari hasil analisis data yang didapatkan pasien yang menjalani hemodialisa yaitu sebanyak 12 pasien atau 80% dan pasien yang tidak diberikan tindakan hemodialisa yaitu sebanyak 3 pasien atau 20%. Penggunaan antianemia di Rumah Sakit Toto Kabila yaitu transfusi darah sebanyak 5 pasien atau 33,3%, penggunaan obat sofero sebanyak 1 pasien atau 6,66%, transfusi darah di sertai penggunaan asam folat sebanyak 5 pasien atau 33,3%, Transfusi darah disertai penggunaan obat Ferro fumarate sebanyak 3 pasien atau 20%, penggunaan vip albumin dan Ferro fumarate sebanyak 1 pasien atau 6,66%. Kata kunci : Gagal Ginjal Kronik, Anemia, Hemodialisa ABSTRAK Latar Belakang: Gagal ginjal kronis adalah kondisi klinis yang ditandai oleh penurunan fungsi ginjal yang ireversibel dan membutuhkan terapi pengganti ginjal permanen berupa dialisis atau transplantasi ginjal. Salah satu sindrom klinis yang berhubungan dengan gagal ginjal adalah anemia. Ini karena penurunan fungsi ginjal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran tatalaksana terapi pada pasien gagal ginjal kronik yang dirawat di Rumah Sakit Toto Kabila pada bulan Oktober sampai Desember pada tahun 2022. Metode: Metode pengambilan data berupa mencatat hasil pemeriksaan laboratorium pertama pada pasien penyakit ginjal kronik.. Hasil: Berdasarkan hasil, ditemukan pasien gagal ginjal dengan anemia renal sebanyak 10 pasien atau 62,5% lebih banyak terjadi pada pasien laki-laki. Dari hasil tatalaksana terapi pada pasien yang menjalani hemodialisa yaitu sebanyak 12 pasien atau sebanyak 80% dan pasien yang tidak diberikan tindakan hemodialisa yaitu sebanyak 3 pasien atau sebanyak 20%. Kesimpulan: Dari hasil analisis data yang didapatkan pasien yang menjalani hemodialisa yaitu sebanyak 12 pasien atau 80% dan pasien yang tidak diberikan tindakan hemodialisa yaitu sebanyak 3 pasien atau 20%. Penggunaan antianemia di Rumah Sakit Toto Kabila yaitu transfusi darah sebanyak 5 pasien atau 33,3%, penggunaan obat sofero sebanyak 1 pasien atau 6,66%, transfusi darah di sertai penggunaan asam folat sebanyak 5 pasien atau 33,3%, Transfusi darah disertai penggunaan obat Ferro fumarate sebanyak 3 pasien atau 20%, penggunaan vip albumin dan Ferro fumarate sebanyak 1 pasien atau 6,66%. Kata kunci : Gagal Ginjal Kronik, Anemia, Hemodialisa
Uji Aktivitas Antijamur Fraksi N-Heksana, Etil Asetat, dan Air Ekstrak Metanol Kulit Batang Jambu Mete (Anacardium occidentale L.) Terhadap Candida albicans ATCC 10231 Destik wulandari
Jurnal Kesehatan Farmasi Vol 5, No 1 (2023)
Publisher : Jurusan Farmasi, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jkpharm.v5i1.1630

Abstract

The bark of cashew nuts (Anacardium occidentale L.) contains compounds such as alkaloids, flavonoids, tannins and saponins which have the potential to inhibit the growth of fungi. The purpose of this study was to determine the antifungal activity of the extract, the n-hexane fraction, ethyl acetate, water and to determine the Minimum Inhibitory Concentration (MIC) and Minimum Killing Concentration (MBC) of the most active fractions of the methanol extract of cashew nut bark against the fungus Candida albicans ATCC 10231.
Uji Toksisitas Neutraseutikal Jelly Drink Putri Malu dan Secang Terhadap Mencit Imro'atul Munawaroh
Jurnal Kesehatan Farmasi Vol 5, No 1 (2023)
Publisher : Jurusan Farmasi, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jkpharm.v5i1.1645

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang: Kesehatan mental menjadi bagian penting dalam tercapainya suatu kondisi sehat dalam setiap kebutuhan manusia. Tumbuhan putri malu dan kayu secang bermanfaat juga sebagai antioksidan (Abdel-Aal et al., 2006), antidepresan (Molina dkk, 1999), antibakteri (Jaya, 2010). Banyaknya manfaat dari Mimosa (Putri malu) dan Caesalpinia sappan (Secang) ini sehingga perlu dilakukan uji toksisitas untuk menjamin keamananya. menghitung LD50 menggunakan cara Thomson dan Weil. Mencit banyak digunakan sebagai hewan laboratorium karena memiliki kelebihan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui apakah neutrasetikal putri malu dan secang memiliki sifat toksik dan berapa nilai LD50 neutrasetikal putri malu dan secang. Metode:Penelitian yang digunakan adalah original reaserch yang bersifat eksperimental dengan desainpre post control. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam pembuatan sampel ini menggunakan teknik purposive sampling. Hasil: Pada penelitian ini menunjukkan bahwa pemberian dosis hingga 1000mg/BB tidak menimbulkan gejala toksik dan tidak ditemukan adanya kematian pada hewan uji, sehingga dapat dinyatakan bahwa daun putri malu dan kayu secang cukup aman untuk dikonsumsi. Kesimpulan:Bahan ekstrak daun putri malu dan daun secang tidak toksik meskipun dosis terbesar pemberian 1000mg/kgBB.
Formulasi Dan Evaluasi Uji Mutu Fisik Body Scrub dari Ekstrak Bunga Kecombrang (Etlingera elatior) Wulan Hidayati
Jurnal Kesehatan Farmasi Vol 5, No 1 (2023)
Publisher : Jurusan Farmasi, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jkpharm.v5i1.1654

Abstract

Latar Belakang: Kecombrang merupakan salah satu keluarga Zingiberaceae. Bunga kecombrang bahwa adanya kandungan senyawa fitokimia alkaloid, saponin, tanin, fenolik, flavonoid, triterpenoid, steroid, dan glikosida yang berperan aktif sebagai antibakteri dan antioksidan. Tujuan penelitian ini adalah menformulasikan ekstrak bunga kecombrang (Etlingera elatior) menjadi sediaan body scrub dan mengevaluasi mutu fisik dari sediaan body scrub. Metode: Ekstrak bunga kecombrang di dapat dengan cara metode maserasi. Timbang simplisia bunga kecombrang sebanyak 250 gram, di maserasi menggunakan etanol 70%. Formulasi sediaan body scrub dibuat dengan konsentrasi ekstrak bunga kecombrang (Etlingera elatior) 0 % (F0), 0,5% (F1), 1% (F2), 1,5% (F3) dengan basis body scrub yang seragam. Evaluasi sediaan body scrub meliputi uji homogenitas, uji organoleptis, Ph, daya sebar, daya lekat, dan stabilitas. Hasil: Hasil uji dari keempat formulasi sediaan body scrub menunjukkan bahwa keempat formula homogen, tidak terjadi perubahan organoleptis, rentang rata-rata pH body scrub 7,76 – 7,83 yang memenuhi syarat pH menurut SNI 16-4399-1996 yaitu 4,5 – 8,0, rentang rata-rata uji daya sebar sediaan 5,26–5,58 cm, rentang rata-rata uji daya lekat 12,59-29,50 detik serta Body scrub ekstrak temu putih stabil dalam penyimpanan suhu (25-30°C) selama 4 minggu. Kesimpulan: Hasil uji mutu fisik selama 4 minggu tidak mengalami perubahan bau, bentuk, dan warna. Semua sediaan tidak terjadi perubahan homogenitas dan tidak terdapat pertumbuhan jamur. Memenuhi rentan pH antara 4,5-8 pH kulit. Memenuhi rentan daya sebar berkisar 5-7 cm pada F0,F1, dan F2 sedangkan F3 rata-rata daya sebarnya lebih dari 5 cm . memenuhi daya lekat yaitu lebih dari 4 detik. Semua formulasi memiliki hasil yang baik dan stabil.. Kata kunci : Body scrub, bunga kecombrang (Etlingera elatior), uji mutu fisik

Page 5 of 13 | Total Record : 122