cover
Contact Name
Ferawati Suzalin
Contact Email
ferawati@poltekkespalembang.ac.id
Phone
+6281377677902
Journal Mail Official
jpharm@poltekkespalembang.ac.id
Editorial Address
Poltekkes Kemenkes Palembang Jurusan Farmasi Jl. Sukabangun 1 No.1159, Suka Bangun, Kec. Sukarami, Kota Palembang, Sumatera Selatan 30151
Location
Kota palembang,
Sumatera selatan
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Farmasi
ISSN : 28293711     EISSN : 28292162     DOI : https://doi.org/10.36086/jpharm.v4i2.1238
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Kesehatan Farmasi JKPharm diterbitkan oleh Jurusan Farmasi Politeknik Kesehatan Kemenkes Palembang
Articles 122 Documents
Formulasi Dan Evaluasi Sediaan Krim Ekstrak Daun Labu Air (Lagenaria Siceraria (Molina) Standl.) Dengan Kombinasi Asam Stearat Dan Trietanolamin Sebagai Emulgator Ratnaningsih Dewi Astuti; Ilham Marsandes
Jurnal Kesehatan Farmasi Vol 2, No 2 (2020)
Publisher : Jurusan Farmasi, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jkpharm.v2i2.1689

Abstract

Daun labu air memiliki aktivitas antioksidan yang tinggi dan dapat mencegah penuaan dini. Secara empiris daun labu air digunakan dengan cara mengaplikasikannya langsung ke kulit wajah. Untuk mengoptimalkan penggunaannya, maka perlu dibuat dalam bentuk sediaan krim. Kombinasi asam stearat dan trietanolamin sebagai emulgator dapat membentuk suatu krim yang lembut dan stabil. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi kombinasi asam stearat dan trietanolamin yang optimal untuk menghasilkan krim yang stabil dan memenuhi syarat. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental, ekstrak daun labu air (Lagenaria siceraria (Molina) Standl.) diformulasikan dalam sediaan krim sebesar 4,1 % dengan kombinasi asam stearat dan trietanolamin (6%:2%) pada formula I, (8%:2%) pada formula II, (10%:2%) pada formula III. Kemudian dilakukan evaluasi sediaan pada suhu kamar dan uji dipercepat (Cycling Test) meliputi pH, viskositas, daya sebar, pemisahan fase, homogenitas, tipe emulsi, warna dan bau serta iritasi kulit. Berdasarkan hasil yang didapat, pH sediaan pada kedua uji penyimpanan mengalami penurunan, dan hasil pengujian viskositas mengalami kenaikan baik pada penyimpanan suhu kamar maupun uji dipercepat, sedangkan daya sebar mengalami penurunan. Ditinjau dari pemisahan fase, homogenitas, tipe emulsi, warna, bau dan iritasi kulit, ketiga formula memenuhi syarat selama penyimpanan suhu kamar dan uji dipercepat. Ekstrak daun labu air dapat diformulasikan menjadi sediaan krim yang stabil dan memenuhi persyaratan. Formula yang paling optimal adalah krim dengan kombinasi asam stearat dan trietanolamin 10%:2%.
Efektivitas Antioksidan Ekstrak Buah Naga Merah (Hylocereus Polyrhizus) Dan Buah Naga Putih (Hylocereus Undatus) Dengan Metode DPPH Secara Spektrofotometri UV-Vis Muhamad Taswin; Ane Oktarida
Jurnal Kesehatan Farmasi Vol 2, No 2 (2020)
Publisher : Jurusan Farmasi, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jkpharm.v2i2.1690

Abstract

Radikal bebas adalah atom yang memiliki satu atau lebih elektron yang tidak berpasangan. Elektron-elektron yang tidak berpasangan ini menyebabkan radikal bebas menjadi senyawa yang sangat reaktif terhadap sel-sel tubuh dengan cara meningikat elektron molekul sel. Antioksidan merupakan senyawa yang dapat menangkal radikal bebas. Senyawa golongan fenolik dan asam-asam fungsional merupakan jenis antioksidan alami yang secara umum terdapat pada tumbuhan. Oleh karena itu, dilakukan penelitian mengenai efektivitas antioksidan yang terdapat di buah naga. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik. Sampel Buah Naga Merah (Hylocereus polyrhizus) dan Buah Naga Putih (Hylocereus undatus) yang diambil di kebun Agro wisata Rembang jln Raya Rembang no 88, Desa Kemuning Lor. Kecamatan Arjasa, Kabupaten Jember Jawa Timur. Sampel terlebih dahulu di bersihkan, di pisahkan kulit dengan daging buahnya, lalu di keringanginkan kemudian di maserasi dengan pelarut etanol. Kemudian, dibuat larutan uji DPPH untuk mengukur kurva puncak dan larutan vitamin C sebagai baku pembanding . selanjutnya dibuat deret larutan sampel untuk mengukur persen peredaman. Setelah didapatkan % peredaman, dihitung nilai IC50 untuk menyatakan besar aktivitas atioksidannya yang dihasilkan. Randemen yang diperoleh dari masing-masing ekstrak buah naga merah dan buah naga putih sebesar 63,33 % dan 39,50 %. Hasil penelitian menunjukan nilai IC50 ekstrak buah naga merah dan buah naga putih 65,1944 ppm dan 128,9091 ppm. Penelitian ini menunjukan bahwa ekstrak etanol buah naga merah memiliki aktivitas antioksidan terbesar, karena memiliki nilai IC50 lebih kecil dibandingkan dengan buah naga putih.
Efek Penyembuhan Luka Bakar Ekstrak Etanol Daun Katuk (Sauropus androgynous (L.) Merr) Pada Tikus Putih Jantan (Rattus Norvegicus) Sonlimar Mangunsong; Meli Fitriyani
Jurnal Kesehatan Farmasi Vol 2, No 2 (2020)
Publisher : Jurusan Farmasi, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jkpharm.v2i2.1691

Abstract

Luka bakar disebabkan oleh kontak dengan suhu tinggi dan sumber panas seperti api, air panas, bahan kimia, listrik dan radiasi. Tanaman obat yang mengandung senyawa flavonoid, saponin, tannin, sterol, dan polifenol diduga memiliki kemampuan dalam penyembuhan luka bakar. Daun katuk memiliki kandungan alkaloid, triterpenoid, saponin, tanin, polifenol, glikosida dan flavonoid. Oleh karena itu, dilakukan penelitian dengan tujuan mengetahui konsentrasi ekstrak daun katuk yang memberikan efek terbaik terhadap penyembuhan luka bakar pada tikus putih jantan. Penelitian ini merupakan penelitian true-experiment post-test dengan kelompok eksperimen dan kontrol. Pengukuran diameter zona luka bakar hanya dilakukan setelah pemberian perlakuan selesai pada hewan coba tikus putih jantan. Hasil rendemen ekstrak sebesar 21,6412%. Hasil analisa ekstrak daun katuk yang di formulasikan menjadi salep pada hari ke-21, ekstrak I konsentrasi 80% mampu menurunkan diameter luka bakar menjadi 4,047%.Ekstrak II konsentrasi 40% mampu menurunkan diameter luka bakar menjadi 4,738%.Dan ekstrak III konsentrasi 20% mampu menurunkan diameter luka bakar menjadi 62,185%. Persentase kesembuhan semua kelompok berdasarkan uji One Way Anova memiliki perbedaan yang signifikan p=0,000 (p>0,05). Penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak daun katuk memberikan efek dalam proses penyembuhan luka bakar pada tikus putih jantan dengan persentase terbesar pada konsentrasi 80%.
Efek Antidiare Daun Komfrey (Shymphytum Officinale L.) Terhadap Tikus Putih Jantan (Rattus Norvegicus) Dengan Metode Transit Intestinal Sonlimar Mangunsong; Cica Meliza
Jurnal Kesehatan Farmasi Vol 2, No 2 (2020)
Publisher : Jurusan Farmasi, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jkpharm.v2i2.1693

Abstract

Diare adalah suatu gejala klinik gangguan pada saluran pencernaan dimana konsistensi tinja berbentuk cairan atau setengah cairan dan frekuensi terjadinya defekasi lebih sering dari keadaan normal sekitar empat sampai lima kali sehari, dengan demikian kandungan air pada tinja lebih banyak dari normal (200g/hari). Masyarakat Indonesia banyak menggunakan pengobatan secara tradisional, salah satu tanaman yang digunakan adalah Daun komfrey (Shymphytum officinale L.). Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental menggunakan hewan percobaan tikus putih jantan sebanyak 30 ekor tikus yang dibagi menjadi 6 kelompok. Kelompok I (normal), kelompok II (negatif), kelompok III (dosis I 42 mg/200gBB), kelompok IV (dosis II 84 mg/200gBB), kelompok V (dosis III 168 mg/200gBB), kelompok VI (Loperamid). Efek antidiare ditentukan dengan mengukur rasio panjang norit terhadap panjang usus keseluruhan pada tikus dalam waktu 20 menit. Penelitian ini menunjukkan perbedaan bermakna antara kontrol positif dengan kontrol normal, kontrol negatif, dosis I, dan dosis II (p<0,05) namun perbandingan antara dosis III dengan kontrol positif menunjukkan hasil tidak bermakna (p>0,05), yang berarti dosis III yang diberikan mampu memberikan efek antidiare pada tikus. Berdasarkan hasil analisa statistic One Way Anova ekstrak daun komfrey (Shymphytum officinale L.) dosis III (168 mg/200 gBB) adalah dosis yang mampu memberikan efek antidiare.
Hubungan Status Pendidikan Dengan Ketepatan Perilaku Penggunaan Obat Pada Pasien Diabetes Mellitus Di Rumah Sakit Bhayangkara Palembang Sarmalina Simamora; Nisrina Rosyadah
Jurnal Kesehatan Farmasi Vol 2, No 2 (2020)
Publisher : Jurusan Farmasi, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jkpharm.v2i2.1694

Abstract

Penyakit Diabetes Mellitus (DM) merupakan penyakit degeneratif yang memerlukan upaya penanganan yang tepat dan serius. Penyakit diabetes dapat bersifat fatal apabila penggunaan obatnya tidak tepat. Di RS terkadang informasi tentang obat jarang atau bahkan sama sekali tidak diberikan oleh tenaga kesehatan sehingga dapat menyebabkan pasien kurang teapat dalam penggunaan obat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengukiur ketepatan perilaku penggunaan obat pada pasien DM. Hasil uji crosstab menunjukkan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara status pendidikan dengan ketepatan perilaku penggunaan obat pada pasien DM di RS Bhayangkara Palembang dengan nilai p (sig-2-tailed ) 0,242 > 0.05.
Uji Daya Hambat Lendir Bekicot (Achatina fulica) Terhadap Aktivitas Bakteri Mycobacterium tuberculosis dan Staphylococcus aureus Muhammad Nizar; Kirana Aling
Jurnal Kesehatan Farmasi Vol 2, No 2 (2020)
Publisher : Jurusan Farmasi, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jkpharm.v2i2.1695

Abstract

Pemukiman dengan kondisi tidak memenuhi syarat kesehatan dapat memicu penularan penyakit Tuberkulosis. Peningkatan kasus Tuberkulosis dipengaruhi oleh daya tahan tubuh, status gizi dan kebersihan diri individu dan kepadatan hunian lingkungan. Tuberkulosis adalah suatu penyakit infeksi menular yang disebabkan bakteri Mycobacterium tuberculosis yang menyerang berbagai organ, terutama paru-paru. Penyakit ini bila tidak diobati atau pengobatannya tidak tuntas dapat menimbulkan komplikasi berbahaya hingga kematian. Maka dari itu, pengobatan Tuberkulosis dengan bahan alam sangat dicari sebagai alternatif antibiotik. Masyarakat Dinoyo Malang menggunakan Bekicot (Achatina fulica) sebagai obat penyakit pernapasan. Bekicot (Achatina fulica) digunakan sebagai pengobatan Tuberkulosis namun penggunaannya masih menggunakan cara tradisional dan belum terdapat penelitian untuk memastikan kebenarannya. Selain itu, lendir Bekicot (Achatina fulica) juga digunakan sebagai alternatif pengobatan jerawat yang disebabkan oleh bakteri Staphylococcus aureus. Penelitian ini bertujuan mengetahui lendir Bekicot (Achatina fulica) pada konsentrasi 20%, 40%, 60%, 80% dapat menghambat aktivitas pertumbuhan bakteri Mycobacterium tuberculosis dan Staphylococcus aureus. Jenis penelitian ini adalah eksperimental laboratorium. Pengambilan data dilakukan dengan mengukur diameter zona hambat pada sekeliling cawan petri yang telah ditanam pengenceran lendir Bekicot (Achatina fulica). Hasil penelitian menunjukkan bahwa lendir Bekicot (Achatina fulica) tidak dapat menghambat aktivitas bakteri Mycobacterium tuberculosis. Namun lendir Bekicot (Achatina fulica) konsentrasi 80% dapat menghambat aktivitas bakteri Staphylococcus aureus. Hal tersebut ditandai dengan adanya zona hambat yang terbentuk pada sekeliling cawan petri. Dapat diambil kesimpulan bahwa, lendir Bekicot (Achatina fulica) tidak dapat digunakan sebagai alternatif untuk penyakit Tuberkulosis dan dapat menghambat aktivitas bakteri Staphylococcus aureus.
Perbandingan Kadar Vitamin C Pada Buah Asam Gelugur (Garcinia Atroviridis) dengan Metode Spektrofotometri Uv-Vis dan Metode Titrasi 2,6-Diklorofenol Indofenol Sonlimar Mangunsong
Jurnal Kesehatan Farmasi Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Farmasi, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jkpharm.v1i2.1751

Abstract

ABSTRAK Vitamin C merupakan salah satu senyawa organik yang diperlukan oleh tubuh untuk proses metabolisme dan aktivitas khusus lainnya. Oleh karena itu, kebutuhan vitamin C dalam tubuh harus terpenuhi. Vitamin C dapat diperoleh dari asupan makanan sehari-hari berupa sayur-sayuran dan buah. Asam Gelugur merupakan salah satu buah yang mengandung vitamin C. Kandungan vitamin C pada buah asam gelugur perlu diketahui jumlahnya. Untuk itu peneliti melakukan analisis kandungan vitamin C pada buah asam gelugur menggunakan metode Spektrofotometri UV-Vis dan Titrasi 2,6-Diklorofenol Indofenol. Jenis penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan membandingkan kadar rata-rata vitamin C pada buah asam gelugur menggunakan metode spektrofotometri UV-Vis dan metode titrasi 2,6-diklorofenol indofenol. Sampel penelitian ini adalah buah asam gelugur yang ditentukan secara random sampling. Data dianalisis dengan uji Independent sample t-test menggunakan aplikasi analisis statistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar rata-rata vitamin C pada buah asam gelugur menggunakan metode spektrofotometri UV-Vis sebesar 143,85 mg/100 gram buah sedangkan kadar rata-rata vitamin C pada buah asam gelugur menggunakan titrasi 2,6-diklorofenol indofenol sebesar 141,44 mg/100 gram buah. Dari hasil uji Independent sample t- test, diperoleh nilai t hitung < t tabel (0,0939 < 2,048) dan P value (0,356 > 0,05) dimana Ho diterima artinya tidak ada perbedaan kadar vitamin C pada buah asam gelugur (Garcinia atroviridis) menggunakan metode spektrofotometri UV-Vis dan metode titrasi 2,6-diklorofenol indofenol.
Formulasi Tablet Kunyah Ekstrak Daun Stevia (Stevia Rebaudiana Bert.) dan Daun Sambiloto (Andrographis Folium) dengan Variasi Manitol-Sorbitol sebagai Pengisi Ratna Ningsih Dwi Astuti
Jurnal Kesehatan Farmasi Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Farmasi, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jkpharm.v1i2.1752

Abstract

Tablet kunyah diharapkan dapat memberi residu rasa enak dan mudah ditelan sehingga diperlukan pengisi yang manis. Pengisi yang digunakan yaitu manitol dan sorbitol. Kedua pengisi tersebut dapat menutupi rasa pahit dari zat aktif. Zat aktif yang digunakan yaitu daun stevia dan daun sambiloto yang mempunyai kandungan steviosida dan andrografolid yang berkhasiat untuk menurunkan kadar gula darah. Penelitian ini bertujuan untuk membuat tablet kunyah dengan variasi manitol-sorbitol sebagai pengisi. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental. Daun stevia dan daun sambiloto dimaserasi menggunakan etanol 70%. Ekstrak yang telah didapatkan diformulasikan menjadi tablet kunyah dengan variasi manitol-sorbitol (90%:10%), (80%:20%), dan (70%:30%). Metode yang digunakan yaitu granulasi basah. Granul yang diperoleh diuji sifat fisiknya yaitu kecepatan alir, sudut diam dan kompresibilitas. Kemudian diuji sifat fisik tablet meliputi keseragaman bobot, keseragaman ukuran, kekeraasan, kerapuhan, waktu hancur dan kualitas rasa. Berdasarkan hasil uji sifat fisik granul dari ketiga formula memenuhi persyaratan. Sedangkan uji sifat fisik tablet memenuhi persyaratan yang ditinjau dari keseragaman bobot, kerapuhan, dan waktu hancur. Namun, pada keseragaman ukuran ketiga formulasi tidak memenuhi syarat. Pada uji kekerasan dan kualitas hanya formula 1 yang tidak memenuhi syarat karena kekerasannya 3,65 kg dan memiliki rasa yang tidak enak. Ekstrak daun stevia dan daun sambiloto dapat diformulasikan menjadi tablet kunyah yang memenuhi syarat dan stabil secara fisik kecuali keseragaman ukuran yaitu pada formula 2 dan formula 3 dengan konsentrasi manitol:sorbitol (80%:20%) dan (70%:30%).
Efek Antiinflamasi Ekstrak Etanol Daun Asam Jawa (Tamarindus Indica L.) Terhadap Kadar C-Reaktif Protein pada Tikus Putih Jantan (Rattus Novergicus) yang Diinduksi Karagenan Sonlimar Mangunsong; Mona Rachmi Rulianti
Jurnal Kesehatan Farmasi Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Farmasi, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jkpharm.v1i2.1753

Abstract

Latar Belakang :Telah dilakukan penelitian efek antiinflamasi ekstrak daun asam jawa (Tamarindus indica L.) yang memiliki kandungan flavonoid dan tanin yang menunjukan efek antiinflamasi pada tikus putih jantan (Rattus novergicus) setelah diinduksi karagenan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dosis ekstrak daun asam jawa yang menunjukan efek antiinflamasi serta mengevaluasi peningkatan kadar C-Reaktif Protein (CRP). Metode : Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan mengukur kadar C-Reaktif protein dalam darah dan hewan percobaan tikus putih jantan sebanyak 24 ekor dan di bagi menjadi 6 kelompok yaitu kelompok normal, kelompok negatif (hanya diinduksi karagenan), kelompok positif (diberi Na diklofenak), kelompok dosis I (13,4 mg/200 g BB), kelompok dosis II (26,8 mg/200 g BB), kelompok dosis III (53,6 mg/200 g BB). Data yang didapatkan kemudian di analisis secara statistik menggunakan uji kruskal-Wallis dan di dapatkan hasil p<0,05 Hasil : Hasil pengukuran kadar CRP kelompok normal (negatif), kelompok yang diinduksi karagenan (positif), kelompok yang diberi Na diklofenak (negatif), kelompok dosis I (negatif), kelompok dosis II (negatif), kelompok dosis III (negatif). Hasil penelitian kemudian dianalisis dengan Kruskal-Wallis menunjukan pengaruh pemberian ekstrak daun asam jawa yang secara signifikan terhadap efek antiinflamasi dan penurunan kadar CRP pada serum darah tikus putih jantan. Kesimpulan : Ekstrak daun asam jawa (Tamarindus indica L.) mempunyai efek antiinflamasi dan mampu menurunkan kadar CRP pada tikus putih jantan setelah diinduksi karagenan
Formulasi dan Evaluasi Krim Ekstrak Kulit Mangium (Acacia Mangium W.) dengan Variasi Tween 80 dan Span 80 sebagai Emulgator Ayu Septi Pratama; Ratna Ningsih Dwi Astuti
Jurnal Kesehatan Farmasi Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Farmasi, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jkpharm.v1i2.1754

Abstract

Kulit mangium (Acacia mangium W.) positif mengandung senyawa fenolik (fenol hidrokinin, flavonoid, dan tanin) serta alkaloid. Ekstrak Kulit mangium (Acacia mangium W.) mampu menghambat aktivitas enzim tirosinase. Pengembangan kulit mangium menjadi sediaan krim dianggap perlu sehingga penggunaannya lebih efektif. Penelitian dilakukan untuk memformulasikan ekstrak kulit mangium sebagai sediaan krim yang stabil secara fisik. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental. Ekstrak diformulasikan dalam sediaan krim sebesar 2,2% dengan variasi tween 80 dan span 80 sebagai emulgator dengan konsentrasi (3,43%:0,56% ; 6,01%:0,98% ; 8,58%:1,41%) pada tiap formula. Selajutnya dilakukan uji kestabilan fisik selama 28 hari penyimpanan suhu kamar dan uji dipercepat (cycling test) meliputi pH. Viskositas, daya sebar, pemisahan fase, homogenitas, tipe emulsi, warna, bau dan uji iritasi. Rendemen ekstrak kulit mangium diperoleh sebesar 6,25%. Berdasarkan hasil pengukuran pH dan viskositas formula I, II dan III cenderung meningkat, sedangkan pengukuran daya sebar formula I,II dan III cenderung menurun pada pengujian suhu kamar tetapi masih memenuhi syarat. Hasil Uji dipercepat cenderung berbanding terbalik dengan pengujian suhu kamar. Ditinjau dari tipe emulsi, homogenitas, warna, bau dan iritasi kulit, ketiga formula memenuhi syarat selama penyimpanan 28 hari. Ditinjau dari pemisahan fase hanya formula III yang memenuhi syarat. Ekstrak kulit mangium (Acacia mangium W.) hanya dapat diformulasikan menjadi sediaan krim mengunnakan formula III yang stabil dan memenuhi persyaratan. Formula yang paling optimal dengan variasi kombinasi tween 80 dan span 80 dengan konsentrasi (8,58%:1,41%).

Page 6 of 13 | Total Record : 122