cover
Contact Name
Ferawati Suzalin
Contact Email
ferawati@poltekkespalembang.ac.id
Phone
+6281377677902
Journal Mail Official
jpharm@poltekkespalembang.ac.id
Editorial Address
Poltekkes Kemenkes Palembang Jurusan Farmasi Jl. Sukabangun 1 No.1159, Suka Bangun, Kec. Sukarami, Kota Palembang, Sumatera Selatan 30151
Location
Kota palembang,
Sumatera selatan
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Farmasi
ISSN : 28293711     EISSN : 28292162     DOI : https://doi.org/10.36086/jpharm.v4i2.1238
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Kesehatan Farmasi JKPharm diterbitkan oleh Jurusan Farmasi Politeknik Kesehatan Kemenkes Palembang
Articles 122 Documents
Studi Penggunaan Obat Antibiotik Pada Pasien Pneumonia di Rumah Sakit Hj. Bunda Halimah Kota Batam Aldhehita Ari Kusumawati
Jurnal Kesehatan Farmasi Vol 4, No 1 (2022)
Publisher : Jurusan Farmasi, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (179.235 KB) | DOI: 10.36086/jpharm.v4i1.1252

Abstract

Latar Belakang : Tingkat resistensi antibiotik secara konsisten yang tertinggi adalah di Asia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis profil terapi antibiotika yang diterima pasien pneumonia dan mengidentifikasi adanya Drug Related Problems yang mungkin terjadi. Metode : Penelitian ini dilakukan secara prospektif-retrospektif dengan metode time limited sampling selama periode 1 Januari - 30 Juni 2021. Kriteria inklusi sampel penelitian ini adalah pasien pneumonia rawat inap baik CAP dan HAP usia ≥ 18 tahun, dengan atau tanpa komplikasi dan komorbid. Hasil : Hasil penelitian dari 73 sampel menunjukkan bahwa pada pasien laki-laki lebih banyak megalamai CAP (53%) dan pada HAP lebih banyak terjadi pada pasien perempuan (60%) dengan distribusi usia tertinggi ≥ 60 tahun pada pasien CAP dan HAP serta lama perawatan CAP < 7 hari dan HAP 7-14 hari. Kesimpulan : Terapi antibiotika tunggal yang sering digunakan adalah seftriakson untuk CAP (47%) dan HAP (40%), sedangkan kombinasi terbanyak pada CAP adalah seftazidim dengan levofloksasin (18%) dan HAP adalah levofloksasin dengan seftazidim atau dengan seftriakson (20%).
Pengaruh Suhu dan Lama Penyimpanan Sediaan Krim Antijerawat Mengandung Antibiotik yang Diracik di Apotek Terhadap Aktivitas Antibakteri Staphylococcus aureus Muhammad Nizar; Tedi Tedi; Sarmadi Sarmadi
Jurnal Kesehatan Farmasi Vol 4, No 1 (2022)
Publisher : Jurusan Farmasi, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (531.193 KB) | DOI: 10.36086/jpharm.v4i1.1254

Abstract

Abstrak Latar Belakang : Jerawat merupakan penyakit kulit yang umum terjadi, peradangan dapat dipicu oleh bakteri seperti Propionibacterium acnes, Staphylococcus epidermidis dan Staphylococcus aureus. Sediaan antibiotik topikal seperti neomycin, tetrasiklin, klindamisin, dan kloramfenikol cukup berguna untuk kebanyakan pasien dengan kondisi jerawat ringan hingga parah. Antibiotik topikal dapat berupa salep dan krim yang dapat mengalami perubahan karena dipengaruhi oleh suhu sehingga penyimpanannya harus diperhatikan. Metode : Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimental karena ada perlakuan terhadap sediaan krim antijerawat racikan yang dipengaruhi suhu dan lama penyimpanan terhadap aktivitas antibakteri dengan cara mengukur diameter zona hambat aktivitas antibakteri. Hasil: Berdasarkan hasil pengukuran diameter zona hambat pada sediaan krim antijerawat racikan yang mengandung antibiotik pada penyimpanan hari ke-28 sediaan mengalami penurunan kecuali pada krim A yang mengandung antibiotik klindamisin mengalami kenaikan. Kesimpulan : Adanya pengaruh suhu dan lama penyimpanan sediaan krim antijerawat racikan yang mengandung antibiotik terhadap daya hambat bakteri Staphylococcus aureus dengan adanya penurunan daya hambat sediaan diakhir penyimpanan. Abstract Background : Acne is a common skin disease, inflammation can be triggered by bacteria like Propionibacterium acnes, Staphylococcus epidermidis, and Staphylococcus aureus. Topical antibiotic preparations such as neomycin, tetracycline, clindamycin, and cloramphenicol are quite useful for most patients with mild to severe acne conditions. Topical antibiotics can be in the form of ointments and creams that can experience changes because they are affected by temperature so that storage must be considered. Method : This type of research is an experimental research because there is a treatment of preparations for anti-acne creams which are influenced by temperature and storage time for antibacterial activity by measuring the diameter of the inhibitory zone of antibacterial activity. Results : Based on the measurement of inhibitory zone diameter on antifungal cream preparations containing antibiotics in storage 28 days the dosage decreased except in cream A which contained antibiotic clindamycin increased. Conclusion : The effect of temperature and storage duration of anti-acne cream preparations containing antibiotics on the inhibitory power of Staphylococcus aureus bacteria with a decrease in dosage inhibition at the end of storage.
Hubungan Karakteristik Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 Terhadap Kepatuhan Penggunaan Obat Antidiabetes Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Di Puskesmas Kota Batam Lita Riastienanda Putri; Fifin Oktaviani
Jurnal Kesehatan Farmasi Vol 4, No 1 (2022)
Publisher : Jurusan Farmasi, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (618.37 KB) | DOI: 10.36086/jpharm.v4i1.1269

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang : Tingkat kepatuhan pasien diabetes diketahui sebagai penentu utama keberhasilan terapi. Ketidakpatuhan yang akan berakibat dengan tidak terkontrolnya glukosa darah dapat menyebabkan terjadinya komplikasi. Secara umum, tingkat kepatuhan pasien terhadap obat antidiabetik berkisar antara 36% hingga 93%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan karakteristik pasien diabetes mellitus tipe 2 dengan tingkat kepatuhan penggunaan obat antidiabetes pada pasien DM tipe 2 di Puskesmas Kota Batam. Metode : Penelitian ini menggunakan rancangan observasional dengan pendekatan cross-sectional. Responden adalah pasien diabetes mellitus tipe 2. Jumlah sampel sebanyak 250 pasien diperoleh dengan menggunakan metode convenience sampel dalam jangka waktu 3 bulan. Kuesioner yang digunakan yaitu MMAS 8item versi Indonesia untuk menilai kepatuhan pasien diabetes mellitus tipe 2. Hasil : Hasil analisis dengan Chi square antara usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan,status pekerjaan, durasi minum obat, jenis penyakit penyerta dengan tingkat kepatuhan pengobatan tidak menunjukkan adanya hubungan yang signifikan, sedangkan Hasil analisis Chi square antara status kadar glukosa darah dengan tingkat kepatuhan menunjukkan hubungan yang signifikan. Kesimpulan : Pasien yang patuh dalam minum obat memiliki kadar glukosa darah terkontrol dan pasien yang tidak patuh memiliki kadar glukosa darah yang tidak terkontrol. Kata Kunci : Diabetes melitus tipe 2, kepatuhan, MMAS 8-item
Evaluasi Penerapan Standar Pelayanan Kefarmasian Di Puskesmas Kecamatan Peninjauan Kabupaten Ogan Komering Ulu Berdasarkan Permenkes Nomor 74 Tahun 2016 Fransiska Angelina; Mona Rahmi Rulianti; Lilis Maryanti; Sonlimar Mangunsong
Jurnal Kesehatan Farmasi Vol 4, No 2 (2022)
Publisher : Jurusan Farmasi, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (558.477 KB) | DOI: 10.36086/jpharm.v4i2.1405

Abstract

Background : For health effort development, the application of pharmaceutical service standards can be one of the supports to rationalize the use of drugs for patient safety. The Puskesmas in Peninjauan District still lacks human resources to carry out pharmaceutical services. Methods : This is a non-experimental research conducted observationally with a descriptive research design based on the guidelines from the Minister of Health Number 74 of 2016. The research subject were Peninjauan Primary Health Care and Lubuk Rukam Primary Health Care. Results : The result of this study indicated that the application of pharmaceutical services standards in 2 Primary Health Care in the Peninjauan Districts from the aspect management drugs and consumables reaches 97,23% from the clinical pharmacy service aspect to 50,60% from equipment and supporting facilities aspect reaches 83,33% and from the aspect of human resources reached 66,66%. Conclusion : From the result of the study, it can be concluded that the application of pharmaceutical service standards at Primary Health Care in the Peninjauan District reaches 74,45% and it’s categorized as pretty good. Keywords : Standards, Pharmaceutical Service, Primary Health Care, Peninjauan
Uji Efek Analgetik Ekstrak Etanol Bunga Kecombrang (Etlingera elatior. jack) Terhadap Mencit Putih Jantan (Mus musculus) Fita Selonni; Tuty Taslim
Jurnal Kesehatan Farmasi Vol 4, No 2 (2022)
Publisher : Jurusan Farmasi, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (434.039 KB) | DOI: 10.36086/jpharm.v4i2.1428

Abstract

Background : Ibuprofen is a drug that is commonly used when the body experiences pain. In this study, the medicinal plant that will be tested for its analgesic effect on mice is Kecombrang flower. Methods: Kecombrang flowers were first used as ethanol extract with two different concentrations, namely 400 mg/kgBb and 800 mg/kgBb. The experimental animals used were 20 male white mice which were divided into 4 groups where each group consisted of 5 mice. Each group of mice was given a dose treatment first, then 30 minutes after that, 1.1% acetic acid solution was given via ip, after that, pay attention to the amount of writhing shown by the mice. Results: From the 2 concentrations of kecombrang flower ethanol extract given, it turned out that the 400 mg/kgBb dose group showed fewer stretches than the 800 mg/kgBb dose group, but the analgesic effect was still low compared to the control group + namely ibuprofen. Key words : Kecombrang flower, analgesic and mice
Profil Peresepan Antivirus Pada Pasien Rawat Inap Terkonfirmasi Covid-19 di Rumah Sakit X Surabaya Vidya Kartikaningrum; Karimah ,; Angga R
Jurnal Kesehatan Farmasi Vol 4, No 2 (2022)
Publisher : Jurusan Farmasi, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (456.561 KB) | DOI: 10.36086/jpharm.v4i2.1429

Abstract

Penyakit COVID-19 disebabkan oleh infeksi virus, oleh karena itu terapi kuratif yang diberikan adalah dengan menggunakan obat antivirus. Di masa pandemi sering terjadi kekosongan stok obat salah satunya antivirus pada pasien COVID-19 akibat kasus COVID-19 yang semakin melonjak. Rumah sakit X Surabaya merupakan rumah sakit swasta yang termasuk dalam daftar rumah sakit rujukan pasien yang terkonfirmasi COVID-19. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui profil peresepan antivirus antivirus pada pasien terkonfirmasi COVID-19 yang dirawat di Rumah Sakit X Surabaya Periode Juni 2021 – Agustus 2021. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian observasional dengan menggunakan analisa deskriptif, pengambilan data dilakukan secara retrospektif yaitu dengan mengambil data sekunder melalui lembar resep pasien COVID-19 yang mengandung antivirus di Rumah Sakit X Surabaya dengan tekinik cluster sampling dari total keseluruhan resep sejumlah 380 lembar . Hasil yang diperoleh dari penelitian yang telah dilakukan didapatkan jumlah sampel resep sebanyak 195 lembar resep. Obat antivirus yang paling banyak diresepkan adalah Remidia dengan persentase sebesar 27,65%. Penggunaan berdasarkan zat berkhasiat yang paling banyak digunakan adalah Remdesivir sebanyak 68,20%. Penggunaan obat yang paling sering diresepkan menggunakan terapi tunggal dengan persentase 88,72% dengan sediaan yang paling banyak digunakan adalah Injeksi sebesar 68,20%, obat yang sering diresepkan adalah obat non generik dengan persentase sebesar 62,21%. Untuk mencegah terjadinya kekosongan stok obat antivirus diperlukan evaluasi terhadap Daftar Obat Standar COVID-19 di Rumah Sakit X Surabaya terhadap ketersediaan obat paten yang sering diresepkan.
Potensi Farmakologis, Toksisitas Dan Farmakokinetik Dari Mangiferin Secara In Silico Dhanang Prawira Nugraha; Ferawati Suzalin; Mar'athus Solikhah
Jurnal Kesehatan Farmasi Vol 4, No 2 (2022)
Publisher : Jurusan Farmasi, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (740.313 KB) | DOI: 10.36086/jpharm.v4i2.1440

Abstract

Latar Belakang: Mangiferin adalah senyawa yang terdapat pada daun mangga yang secara empiris memiliki banyak khasiat. Pendekatan in silico memungkinkan untuk menguji senyawa secara mudah, murah dan singkat selain menguji potensi farmakologisi pendekatan in silico juga dapat menguji tokisistas serta farmakokinetik dari senyawa yang ada. Sehingga tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat potensi farmakologis, toksisitas serta farmakokinetik dari mangiferin Metode: Alat yang digunakan pada penelitian ini adalah seperangkat komputer serta koneksi internet dan program komputer sepert chemoffice, pass-online, protox, pkCSM Hasil: Hasil dari penelitian ini menujukkan bahwa mangiferin memiliki banyak potensi farmakologis seperti antineoplastik, antidiabetes, antioksidan, protektan serta antimikrobia. Untuk toksistasnya memiliki LD50 sebesar 2 mg/kg serta memiliki mutagenisitas serta imunotoksisitas untuk parameter farmakokinetiknya mangiferin diabsorbsi dengan baik di saluran cerna, didistribusikan melalui ikatan dengan albumin serta tidak dimetabolisme di liver dan memiliki clearance yang baik. Kesimpulan: Mangiferin memiliki potensi untuk dikembangkan lebih lanjut sebagai bahan baku obat yang berasal dari tanaman . Kata kunci : Mangiferin, Farmakologis, Toksisitas, Farmakokinetik, In silico
Profil Peresepan Off-Label Pada Pasien Pediatrik Diagnosa ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut) Periode Juni-Agustus 2021 Di Rumah Sakit B Surabaya Andita Nur Wijayanti; Ayu Ikarnia Firmantie
Jurnal Kesehatan Farmasi Vol 4, No 2 (2022)
Publisher : Jurusan Farmasi, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (375.856 KB) | DOI: 10.36086/jpharm.v4i2.1443

Abstract

Penggunaan obat secara off-label merupakan penggunaan obat diluar indikasi resmi yang tertulis pada leaflet pada saat obat didaftarkan untuk mendapatkan izin edar dari lembaga yang berwenang. Obat-obat off-label untuk tujuan terapi harus terbukti efikasinya dan dapat dipertanggungjawabkan dari segi risiko efek samping, sehingga aman untuk digunakan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana pola peresepan off-label kepada pasien anak dengan diagnosa ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut) di klinik anak Rumah Sakit B Surabaya pada bulan Juni hingga Agustus 2021. Metode penelitian dilakukan dengan cara menyesuaikan terapi dokter dalam 155 rekam medis pasien (sampel) dengan literatur dosis anak, sampel diambil menggunakan metode simple random sampling dengan memasukkan rumus =RANDBETWEEN,(bottom,top) pada program Microsoft excel Windows 8,. Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan sebanyak 75 (48,39%) rekam medis pasien terindikasi terapi off-label dari total 155 sampel, dan dari 794 obat yang diresepkan oleh dokter spesialis anak, terdapat 99 item obat (12,47%) yang masuk dalam kategori off-label, dengan rincian: 1 item obat (0,13%) termasuk kategori off-label kontraindikasi; 4 item obat (0,50%) termasuk kategori off-label indikasi; 30 item obat (3,78%) kategori off-label usia; dan 64 item obat (8,06%) kategori off-label dosis. Penggunaan obat terbanyak pada kategori off-label ini adalah dari kelas antibiotik yakni Cefixime sebanyak 33 item (4,16 %).
Standarisasi Simplisia Kayu Bidara Laut (Strychnos Ligustrina Blume) Misgiati Misgiati
Jurnal Kesehatan Farmasi Vol 4, No 2 (2022)
Publisher : Jurusan Farmasi, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (552.732 KB) | DOI: 10.36086/jpharm.v4i2.1444

Abstract

Latar Belakang: Kayu Bidara Laut (Strychnos ligustrina Blume) memiliki banyak efek farmakologis sebagai obat tradisional. Standarisasi simplisia kayu bidara laut diperlukan untuk penyediaan bahan baku sediaan obat tradisional.Tujuan untuk mengetahui simplisia kayu bidara laut memenuhi standar mutu fisik dan skrining sesuai Farmakope Herbal Indonesia edisi II. Penelitian ini termasuk jenis penelitian deskriptif. Metode: Metode penelitian secara deskriptih. Langkah-langkah yang dilakukan adalah: (1) determinasi tanaman, (2) Pembuatan simplisia kayu bidara laut, (3) pengujian makroskopis simplisia, (4) pengujian mikroskopis dan mikroskopis, (5) krining fitokimia, dan (6) pengujian mutu fisik. Hasil: Determinasi menunjukkan familia loganiaceae, marga Strychnos. Hasil makroskopis dan mikroskopis sesuai dengan FIH II. Kandungan metabolit skunder golongan senyawa alkaloid, flavonoid, saponin, terpenid, dan tannin. Mutu fisiknya berupa kadar air dan susut penegeringan 7,56%±0,02; kadr abu total 3,47±0,002; kadar abu tidak larut asam 0,05%±0,0001.
Interval Ketepatan Waktu Pemberian Obat Pada Pasien Bpjs Rawat Inap Di Rumah Sakit Hkbp Balige Hepni Bagariang
Jurnal Kesehatan Farmasi Vol 4, No 2 (2022)
Publisher : Jurusan Farmasi, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (316.61 KB) | DOI: 10.36086/jpharm.v4i2.1447

Abstract

Latar Belakang: Pelayanan kefarmasian di rumah sakit merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari sistem pelayanan kesehatan rumah sakit yang berorientasi kepada pengelolaan sediaan farmasi, alat kesehatan, dan bahan medis habis pakai yang bermutu dan terjangkau bagi semua lapisan masyarakat termasuk pelayanan farmasi klinik. Pengelolaan sediaan farmasi salah satunya adalah pendistribusian.Metode: Penelitian ini dilakukan dengan cara mengamati ketepatan waktu pendistribusian obat dimulai dari penyiapan dan pengemasan obat dari perawat untuk dihantarkan ke ruangan rawat inap untuk pasien penyakit dalam.Hasil : Data yang diperoleh dari pengamatan kepada pasien dengan mencatat frekuensi ketepatan waktu pemberian obat pada pasien penyakit dalam Rumah Sakit HKBP Balige dapat dilihat bahwa ketepatan waktu pemberian obat sebanyak 313 frekuensi dengan persentase 90 % dan yang tidak tepat sebanyak 34 frekuensi dengan persentase 10 %.Kesimpulan: Pelaksanaan sistem distribusi obat rawat inap pada pasien penyakit dalam di Rumah Sakit HKBP Balige sudah tepat waktu dan ketepatan waktu pemberian obat di Rumah Sakit HKBP Balige sudah terlaksana dengan baik.

Page 4 of 13 | Total Record : 122