cover
Contact Name
Ferawati Suzalin
Contact Email
ferawati@poltekkespalembang.ac.id
Phone
+6281377677902
Journal Mail Official
jpharm@poltekkespalembang.ac.id
Editorial Address
Poltekkes Kemenkes Palembang Jurusan Farmasi Jl. Sukabangun 1 No.1159, Suka Bangun, Kec. Sukarami, Kota Palembang, Sumatera Selatan 30151
Location
Kota palembang,
Sumatera selatan
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Farmasi
ISSN : 28293711     EISSN : 28292162     DOI : https://doi.org/10.36086/jpharm.v4i2.1238
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Kesehatan Farmasi JKPharm diterbitkan oleh Jurusan Farmasi Politeknik Kesehatan Kemenkes Palembang
Articles 136 Documents
FORMULASI DAN EVALUASI SEDIAAN CHEWABLE LOZENGES EKSTRAK DAUN MENGKUDU (Morinda citrifolia L.) DENGAN VARIASI KONSENTRASI GLISERIN - GELATIN SEBAGAI BASIS Marlina, Dewi; Anugrah, Ahmad Guntur; Fadly, Fadly
Jurnal Kesehatan Farmasi Vol 6 No 1 (2024)
Publisher : Jurusan Farmasi, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jkpharm.v6i1.2232

Abstract

Latar Belakang : Chewable lozenges merupakan salah satu tablet hisab yang memiliki bentuk kenyal dan gummy. Chewable lozenges diharapkan dapat memperluas kontak obat pada mukosa mulut. Gliserin dan gelatin berperan penting untuk dapat membuat sediaan menjadi kenyal dan gummy. Ekstrak etanol daun mengkudu (Morinda citrifolia L.) Mengandung zat aktif flavonoid sebagai anti radang, penelitiaan bertujuan untuk mengetahui konsentrasi penggunaan gliserin dan gelatin yang optimal untuk menghasilkan sediaan chewable lozenges yang stabil dan memenuhi persyaratan. Metode : Penelitian ini menggunakan metode eksperimental, dengan ekstrak etanol daun mengkudu (Morinda citrifolia L.) sebagai zat aktif dan memvariasikan konsentrasi gliserin - gelatin sebagai basis dengan konsentrasi 20% : 80% pada formula kontrol dan II, 10% : 90% formula I serta 30% : 70% formula III. Pembuatan chewable lozenges menggunakan metode molding (cetak tuang). kemudian dilakukan evaluasi sediaan selama 28 hari penyimpanan meliputi pH, waktu larut, kadar air, keseragaman bobot, kekerasan, organoleptis serta uji kualitas rasa. Hasil : Hasil evaluasi menunjukan bahwa sediaan chewable lozenges selama masa penyimpanan 28 hari meliputi pH, waktu larut, kadar air, keseragaman bobot, kekerasan dan organoleptis telah memenuhi persyaratan sediaan chewable lozenges yang baik. Ditinjau dari kualitas rasa formula II (gliserin - gelatin 20% : 80%) yang paling disukai dari segi rasa dan tekstur. Kesimpulan : Ekstrak daun mengkudu (Morinda citrifolia L.) dapat di formulasikan menjadi sediaan chewable lozenges yang stabil dan memenuhi persyaratan. Formula chewable lozenges yang paling optimal dengan konsentrasi gliserin - gelatin 20% : 80%.
FORMULASI DAN KARAKTERISASI FISIK SABUN PADAT TRANSPARAN BERBAHAN KULIT LEMON & MINYAK JELANTAH Sholikhah, Mar'atus; Sarmadi, Sarmadi; Suzalin, Ferawati; Mahramka, Salza Cahya; Effendi, Rani Okta
Jurnal Kesehatan Farmasi Vol 6 No 1 (2024)
Publisher : Jurusan Farmasi, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jkpharm.v6i1.2244

Abstract

ABSTRAK Limbah minyak goreng bekas atau jelantah dapat membahayakan kesehatan dan mencemari lingkungan sehingga perlu dilakukan daur ulang untuk menjadi bermanfaat dan bernilai ekonomis. Selain itu limbah organik seperti kulit lemon selama ini masih belum banyak dimanfaatkan padahal ia memiliki kandungan minyak atsiri, vitamin C, flavonoid, dan saponin yang berperan sebagai antijamur serta antibakteri. Tujuan penelitian ini adalah untuk memformulasi sabun padat transparan dengan memanfaatkan limbah minyak jelantah dan kulit lemon. Sabun padat transparan dioptimasi menggunakan empat formula. Karakterisasi yang dilakukan meliputi uji organoleptis, pH, stabilitas busa, bentuk, dan uji transparansi. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa sabun memiliki warna kekuningan, berbau khas lemon, dan tampak transparan, nilai pH 9-10 serta memiliki busa yang cukup banyak dan stabil. Berdasarkan seluruh karakterisasi yang dilakukan menunjukkan bahwa kulit lemon dapat dimanfaatkan sebagai bahan dasar dalam pembuatan sabun transparan yang berpotensi memiliki kemampuan antibakteri.
LEVEL OF COMPLIANCE WITH THE USE OF ANTI-TUBERCULOSIS DRUGS IN ADULT PULMONARY TUBERCULOSIS PATIENTS AT THE OUTPATIENT PULMONARY POLYCLINIC OF DR. HARJONO S PONOROGO Nasruhan Arifianto; Susilowati Andari; Riza Mazidu; Nabila Sri Andhini
Jurnal Kesehatan Farmasi Vol 7 No 2 (2025): Jurnal Kesehatan Farmasi
Publisher : Jurusan Farmasi, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jkpharm.v7i2.2770

Abstract

Background: Tuberculosis is an infectious disease that causes health disorders and is the leading cause of death worldwide. Adherence to medication is a very important indicator of the successful recovery of tuberculosis patients for 6-9 months where patients have to take medication non-stop. Non-compliance of TB patients causes low patient recovery, high mortality rate, increased recurrence, and more fatal is the occurrence of (immunity) of germ resistance to standard treatment. This study has a formulation of the problem of how the level of compliance with the use of anti-tuberculosis drugs in adult pulmonary TB patients at Dr. Harjono Ponorogo Hospital. Methods: This research is a qualitative descriptive research with a survey method. The instrument used to collect data by providing a closed statement on a questionnaire sheet that has been tested for valdiance and reliability. The research was conducted at the Outpatient Pulmonary Poly of the Dr. Harjono Ponorogo Regional General Hospital in April 2024. The sample in this study was taken from patients who were undergoing advanced phase pulmonary TB treatment at least 4 months after treatment, were over 17 years old, and were willing to be respondents. The sample amounted to 22 respondents with a sampling technique using the purposive sampling technique. The data obtained were analyzed using univariate analysis., Results: Result of the study showed that good compliance amounted to 16 patients (72.7%), moderate compliance amounted to 5 patients (22.7%) and less than 1 patient (4.5%). Conclusion: It was concluded that the compliance rate for the use of anti-tuberculosis drugs at Dr. Harjono Ponorogo Hospital had good compliance of 72.7%.
OPTIMIZATION GEL OF ESSENTIAL OIL OF LEMONGRASS (Cymbopogon nardus) AS A REPELLANT AND ACTIVITY AGAINST Aedes aegypti Aninditha Rachmah Ramadhiani; Galih Pratiwi; Tri Oktarina; Faizah Aulia; Shaum Shiyan
Jurnal Kesehatan Farmasi Vol 7 No 2 (2025): Jurnal Kesehatan Farmasi
Publisher : Jurusan Farmasi, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jkpharm.v7i2.2824

Abstract

Latar Belakang: demam berdarah salah satu jenis penyakit yang menular yang diakibatkan gigitan nyamuk pembawa virus dengue. Salah satu tanamaan mempunyai sifat repelan ialah minyak atsiri sereh yang mempunyai kandungan yaitu sitronelal, sitrnelol, dan geraniol. Karbopol merupakan sifat fisik sebagai pengental dan gliserin sebagai humektan. Tujuan: penelitian ini untuk mengoptimalkan gel repelan minyak atsiri sereh metode SLD, mengetahui stabilitas sifat fisik gel, dan uji aktivitas terhadap nyamuk aedes aegypti dan meliputi waktu proteksi. Metode: penelitian ini dilakukan secara eksperimental laboratorium dengan menggunakan pendekatan simplex lattice design. Menggunakan bantuan piranti lunak design expert. Parameter diuji, meliputi uji viskositas, uji daya sebar dan uji viskositas. Stabilitas fisik menggunakan metode T-test. Uji daya tolak nyamuk menggunakan SPSS diuji menggunakan metode kruskall wallis. Kesimpulan: perbandingan konsentrasi karbopol 1.007% dan gliserin 18,993% dan daya tolak pada nyamuk aedes aegypti 98,25% menghasilkan gel minyak atsiri sereh (cymbopogon nardus) dengan sifat gel yang optimum. Uji stabilitas menunjukkan tidak adanya perubahan yang signifikan pada uji organoleptis, gel minyak atsiri variasi konsentrasi carbopol dan gliserin terbukti mempunyai daya tolak nyamuk aedes aegypti sebesar 98,25%.
THE PROCESS OF DRUG RETURN WITH THE DISTRIBUTION SYSTEM BEFORE UDD AND AFTER UDD FOR INPATIENTS AT ST. CAROLUS HOSPITAL Aries Meryta; Fachdiana Fidia; Neneng Arfiah
Jurnal Kesehatan Farmasi Vol 7 No 2 (2025): Jurnal Kesehatan Farmasi
Publisher : Jurusan Farmasi, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jkpharm.v7i2.2926

Abstract

Background: Improper drug distribution system can cause high drug returns. The adverse effects of drug returns, such as in terms of energy when packing drugs, time used for drug dispensing , wasted costs for drug packaging and can make a difference in drug stocks in pharmacies. Sint Hospital Carolus uses the UDD distribution system for inpatients to reduce drug returns in the pharmacy . The purpose of study This is for know the picture drug return with a distribution system before UDD and after UDD in outpatients stay in hospital Sint Carolus. Methods: Method study This is study Which characteristic p tif description that is collect data retrospectively by counting the number of drugs usedreturned with the number of initial prescriptions in the period before UDD and after UDD. Results: Results research before UDD the number of incoming prescriptions 885.355 the number of prescriptions returned was 89,181 with a percentage of 10.07% and the number of drug items returned was 470, after UDD the number of prescriptions received was 639,170 the number of prescriptions returned was 33,307 with a percentage of 5.21% and the number of drug items returned was 273. Conclusion: It was concluded that there was a difference in percentage change before UDD and after UDD. It was concluded that there was a difference in percentage change before UDD and after UDD.
Analisis Tingkat Pengetahuan dan Sikap Pasien Rawat Jalan Terhap Obat Halal Di RS Islam Sultan Agung Semarang Nur hasanah
Jurnal Kesehatan Farmasi Vol 7 No 2 (2025): Jurnal Kesehatan Farmasi
Publisher : Jurusan Farmasi, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jkpharm.v6i2.2934

Abstract

Latar Belakang: Obat halal merupakan produk farmasi yang sesuai dengan syariat Islam, seperti tidak mengandung unsur haram dan diproses secara higienis. Kesadaran masyarakat muslim terhadap pentingnya obat halal mendorong perlunya evaluasi terhadap pengetahuan dansikappasien. Tujuan penelitian: Menganalisis tingkat pengetahuan dan sikap pasien rawat jalan terhadap obat halal di RS Islam Sultan Agung Semarang. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan rancangan observasional. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling terhadap 83 pasien rawat jalan yang menebus obat di instalasi farmasi RSI Sultan Agung Semarang pada bulan Mei–Juni 2025. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan SPSS versi 22, meliputi uji validitas, reliabilitas, serta regresi sederhana. Hasil: Hasil uji validitas menunjukkan bahwa semua item kuesioner valid (r-hitung > r-tabel = 0,444), dan reliabilitas instrumen sangat tinggi (Cronbach’s Alpha = 0,931). Analisis regresi menunjukkan hubungan yang kuat dan signifikan antara pengetahuan dan sikap pasien terhadap obat halal (R = 0,726; R² = 0,527; p < 0,05). Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dengan sikap pasien terhadap obat halal di RSI Sultan Agung Semarang. Kata kunci : Obat halal, pengetahuan pasien, sikap pasien, rumah sakit Islam, syariah
FORMULATION AND PHYSICAL QUALITY TEST OF LIP BALM AID FROM ROSELLA FLOWER EXTRACT (Hibiscus sabdariffa L.) Cikra Ikhda Safitri; Sheila Kurniawati
Jurnal Kesehatan Farmasi Vol 7 No 2 (2025): Jurnal Kesehatan Farmasi
Publisher : Jurusan Farmasi, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jkpharm.v7i2.2979

Abstract

This project intends to create a new lip balm by utilizing rosella flower extract (Hibiscus sabdariffa) as a natural active ingredient and evaluating its physical quality. Rosella flowers were also chosen because they have potential benefits for lip health. Rosella flowers contain active compounds such as tannins, alkaloids, and flavonoids that function as antioxidants. The quality test of rosella flowers was carried out based on SNI standards, which included testing pH, viscosity, organolepis, homogeneity, spreadability test, and product spreadability. These findings are expected to be an innovative alternative in skin care based on local, natural and environmentally friendly ingredients. As well as increasing the understanding of plant extracts in the cosmetic industry.
BPJS PATIENT SATISFACTION WITH BPJS REFERRAL SERVICES AT KIMIA FARMA PHARMACY 591 ZAMRUD EAST BEKASI Rahmat Widiyanto; M. Fathan Nugrah Utama; Niko Prasetya; Erni Hernawati
Jurnal Kesehatan Farmasi Vol 7 No 2 (2025): Jurnal Kesehatan Farmasi
Publisher : Jurusan Farmasi, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jkpharm.v7i2.3001

Abstract

Background: Pharmaceutical services have undergone changes, that was initially focused on drug management (drug-oriented) to comprehensive services that include medication management and clinical pharmacy services aimed at improving patients' quality of life. As one of the flagship programs to improve the quality of services for BPJS Health participants and facilitate access to healthcare for patients with stable chronic conditions who still require long-term medication or nursing care, the implementation of the Back Referral Program (PRB) has been optimized. This study aims to determine the satisfaction level of BPJS participants with the BPJS back referral service at Kimia Farma Pharmacy 591 Zamrud, as assessed through five dimensions: reliability, responsiveness, assurance, empathy, and tangibles. Method: This study employed a non-experimental method with a quantitative descriptive design. The sample consisted of 143 respondents selected using purposive sampling. The research instrument was a questionnaire that had been validated and tested for reliability. Results: The results of the study indicate that the dimensions of reliability, responsiveness, empathy, and tangibles obtained fairly good average scores, ranging from 3.97 to 3.98, while the assurance dimension showed the lowest score, at 3.20. The assessment of the five dimensions of respondent satisfaction was mostly at the satisfied level, with 117 respondents (81.82%), followed by very satisfied with 15 respondents (10.49%), fairly satisfied with 11 respondents (7.69%), and none who stated they were dissatisfied or very dissatisfied. Conclusion: Based on the research results, it can be concluded that BPJS back referred patients are satisfied with the services at Kimia Farma Pharmacy 591 Zamrud Bekasi Timur.
The UTILIZATION OF MEDICINAL PLANT COLLECTION IN BOGOR BOTANICAL GARDEN FOR WOUND HEALING sakina istiqomah; Asep Roni; Raden Herni Kusriani; Syamsul Hidayat
Jurnal Kesehatan Farmasi Vol 7 No 2 (2025): Jurnal Kesehatan Farmasi
Publisher : Jurusan Farmasi, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jkpharm.v7i2.3007

Abstract

Medicinal plants play an essential role in human health by treating various diseases, including wound healing. Bogor Botanical Gardens (KRB) serve as a conservation site for numerous medicinal plant species. This study aims to explore the use of medicinal plants in KRB for wound healing activities. Using a qualitative descriptive method, data were collected on plant species with known wound-healing properties. The study identified 65 species with potential, predominantly from the Fabaceae family. Notable examples include Archidendron clypearia, Caesalpinia coriaria, Cassia fistula, Peltophorum pterocarpum, Spatholobus littoralis, and Tamarindus indica, each with specific ethnobotanical uses. Among them, Tamarindus indica was found to be the most effective, capable of closing wounds by the fifth day. Plant parts used in treatment include leaves, bark, stems, sap, and others, commonly applied through compression or topical use. This study highlights the significant potential of KRB’s medicinal plant collection in contributing to traditional and scientific approaches to wound healing.
FORMULASI DAN UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI TERHADAP BAKTERI Propionibacterium acnes SEDIAAN KRIM ANTI JERAWAT EKSTRAK ETANOL DAUN KEDONDONG (Spondias dulcis) DENGAN BASIS VANISHING CREAM Erfan Tri Prasongko
Jurnal Kesehatan Farmasi Vol 7 No 2 (2025): Jurnal Kesehatan Farmasi
Publisher : Jurusan Farmasi, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jkpharm.v7i2.3333

Abstract

Latar Belakang: Jerawat merupakan salah satu gangguan kulit yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti genetik, hormonal, pola makan, dan infeksi bakteri. Daun kedondong diketahui mengandung senyawa bioaktif, antara lain saponin, flavonoid, glikosida, alkaloid, karbohidrat, dan steroid yang berpotensi sebagai antibakteri. Bentuk sediaan krim dipilih karena termasuk sediaan topikal setengah padat yang sesuai untuk terapi jerawat. Basis krim tipe minyak dalam air (M/A) dengan vanishing cream lebih disukai karena memberikan sensasi sejuk di kulit, tidak meninggalkan kesan berminyak, serta memiliki daya sebar yang baik. Penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi pengaruh variasi konsentrasi ekstrak etanol daun kedondong dalam sediaan krim terhadap mutu fisik serta aktivitas antibakteri terhadap bakteri Propionibacterium acnes. Metode: Daun kedondong diekstraksi melalui proses maserasi menggunakan etanol 70%, kemudian diformulasikan ke dalam sediaan krim berbasis vanishing cream dengan variasi konsentrasi ekstrak 1,5%, 2,5%, dan 3,5%. Sediaan krim tersebut selanjutnya diuji meliputi mutu fisik serta aktivitas antibakteri terhadap Propionibacterium acnes. Pengujian aktivitas antibakteri dilakukan dengan metode sumuran, sedangkan data hasil penelitian dianalisis menggunakan uji statistik One Way ANOVA Hasil: Hasil penelitian menunjukan bahwa variasi konsentrasi ekstrak daun kedondong 1,5%, 2,5% dan 3,5% pada sediaan krim tidak menunjukkan adanya perbedaan signifikan pada uji homogenitas, pH, daya sebar, daya lekat (p>0,05). Hasil uji organoleptis menunjukkan variasi konsentrasi berpengaruh terhadap warna sediaan. Hasil pengujian iritasi, menunjukkan tidak terdapat pengaruh variasi konsentrasi terhadap pengujian ini. Pada pengujian aktivitas antibakteri, menunjukkan variasi konsentrasi tidak berbeda signifikan terhadap aktivitas antibakteri Propionibacterium acne (p>0,05). Kesimpulan: Pada penelitian ini menunjukkan variasi konsentrasi ekstrak daun kedondong 1,5%, 2,5% dan 3,5% tidak berpengaruh terhadap uji mutu fisik, uji iritasi, serta uji aktivitas antibakteri Propionibacterium acne.