cover
Contact Name
Ferawati Suzalin
Contact Email
ferawati@poltekkespalembang.ac.id
Phone
+6281377677902
Journal Mail Official
jpharm@poltekkespalembang.ac.id
Editorial Address
Poltekkes Kemenkes Palembang Jurusan Farmasi Jl. Sukabangun 1 No.1159, Suka Bangun, Kec. Sukarami, Kota Palembang, Sumatera Selatan 30151
Location
Kota palembang,
Sumatera selatan
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Farmasi
ISSN : 28293711     EISSN : 28292162     DOI : https://doi.org/10.36086/jpharm.v4i2.1238
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Kesehatan Farmasi JKPharm diterbitkan oleh Jurusan Farmasi Politeknik Kesehatan Kemenkes Palembang
Articles 122 Documents
Isolasi Senyawa Flavonoid Ekstrak Bunga Tumbuhan Kelor (Moringa Oleifera L.) Dan Uji Aktivitasnya Terhadap Bakteri Escherichia Coli Mindawarnis Mindawarnis; Nova Rizky Indrawati
Jurnal Kesehatan Farmasi Vol 2, No 1 (2020)
Publisher : Jurusan Farmasi, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jkpharm.v2i1.1767

Abstract

Infeksi bakteri E.coli dapat mengakibatkan diare berdarah dan infeksi saluran kemih. Ekstrak daribunga Moringa oleifera L. dapat menghambat beberapa bakteri salah satunya E.coli. Hal inidikarenakan ekstrak bunga Moringa positif flavonoid. Penelitian ini bersifat deskriptif. Isolasisenyawa flavonoid bunga Moringa dilakukan dengan metode kromatografi kolom yang kemudiandimonitor menggunakan kromatografi lapis tipis. Senyawa murni flavonoid kemudian di ujiaktivitasnya terhadap bakteri E.coli menggunakan metode difusi agar dengan media MuellerHinton Agar. Hasil penelitian didapatkan rendemen hasil maserasi sebanyak 13,23592%. Hasilfraksinasi menunjukkan fraksi etil asetat dan air positif mengandung flavonoid golongan flavononkarena menunjukkan perubahan warna jingga kemerahan saat diuji dg HCl-Mg. Selanjutnyadilakukan proses kromatografi kolom menggunakan eluen B:A:A (3:1:1), kemudian hasilnyadimonitor dengan KLT dan didapatkan harga Rf (0,808; 0,812; 0,8; 0,792) untuk hasil kolomfraksi etil asetat dan Rf (0,589; 0,586; 0,517; 0,467) untuk hasil kolom fraksi aquadest. Ujiaktivitas senyawa flavonoid semua bahan uji menunjukkan positif menghambat pertumbuhanbakteri E.coli dengan daya hambat paling besar vial 13A sebesar 13,2 mm dan daya hambat palingkecil vial 15E sebesar 7,9mm.
Formulasi Tablet Dari Ekstrak Daun Melinjo (Gnetum Gnemon L.) Dengan Variasi Konsentrasi Gelatin Sebagai Pengikat Serta Uji Kestabilan Fisiknya Mona Rachmi Rulianti; Dewi Marlina; Altiana Altiana
Jurnal Kesehatan Farmasi Vol 2, No 1 (2020)
Publisher : Jurusan Farmasi, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jkpharm.v2i1.1768

Abstract

Latar belakang :Daun Melinjo (Gnetum gnemon L.) digunakan masyarakat untukpengobatan karena terkena gigitan anjing, penyakit mata, dan anemia. Daun melinjo jugaberkhasiat sebagai analgetik. Penelitian ini bertujuan untuk membuat tablet ekstrak daunmelinjo dengan bahan gelatin yang memenuhi persyaratan mutu fisik tablet.Metode : Daun melinjo sebanyak 1,4 kg dimaserasi dengan pelarut etanol 70%, kemudiandidestilasi vakum hingga didapat ekstrak kental. Pembuatan tablet ekstrak daun melinjodibuat dengan tiga formula, menggunakan konsentrasi bahan pengikat yang berbeda antaralain formula I mengandung gelatin sebanyak 1%, formula II sebanyak 2%, dan formula IIIsebanyak 3%. Metode yang digunakan dalam pembuatan tablet ekstrak daun melinjoadalah dengan metode granulasi basah. Granul yang diperoleh diuji sifat fisiknya meliputikecepatan alir, sudut diam, dan kompresibilitas. Tablet yang diperoleh dilakukan uji mutufisik yang meliputi uji keseragaman bobot, uji kekerasan, uji keseragaman ukuran, ujikerapuhan, dan uji waktu hancur.Hasil : Ekstrak kental daun melinjo yang didapat 142,6 gram dan didapatkan rendemen10,18 %. Ditinjau dari uji mutu fisik granul dan uji mutu fisik tablet menunjukkan bahwakadar gelatin 1% tidak memenuhi syarat keseragaman ukuran, kekerasan dan kerapuhan.Pada kadar 2% dan 3% tidak memenuhi uji mutu fisik tablet meliputi kekerasan dankeseragaman ukuran.Kesimpulan : Dari penelitian ini tablet ekstrak daun melinjo pada formula I, II dan IIItidak dapat dibuat tablet yang memenuhi syarat secara fisik. Tetapi Formula II dan IIImemiliki evaluasi fisik tablet yang paling sedikit tidak memenuhi syarat.
Hubungan Edukasi Gema Cermat Terhadap Pengetahuan Masyarakat Tentang Penggunaan Obat-Obat Di Wilayah Kerja Puskesmas Ariodillah Sarmalina Simamora; Verawati Suzalin; Aditya Purwanto
Jurnal Kesehatan Farmasi Vol 2, No 1 (2020)
Publisher : Jurusan Farmasi, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jkpharm.v2i1.1769

Abstract

Pemahaman masyarakat yang kurang tentang penggunaan obat secara rasional berupa penggunaanberlebihan, penggunaan yang kurang dari seharusnya, kesalahan dalam penggunaan resep atau tanpa resep,polifarmasi dan swamedikasi yang tidak tepat. Tujuan dari penelitian ini untuk melihat hubungan edukasi GemaCermat terhadap pengetahuan masyarakat tentang penggunaan obat-obat di wiliyah kerja puskesmasAriodillah. Tujuan dari penelitian ini untuk melihat hubungan edukasi Gema Cermat terhadap pengetahuanmasyarakat tentang penggunaan obat-obat di wiliyah kerja puskesmas Ariodillah. Penelitian ini adalah surveyanalitik dengan pendekatan cross sectional, penelitian ini dilakukan di Puskesmas Ariodillah pada bulan Maretsampai Juni 2019. Data di uji menggunakan metode Chi Square dengan analisi cross tab menggunakan aplikasianalisa statistik. Hasil uji menunjukkan bahwa nilai Assymp sig pearson’s chi square sebesar 0,013 yangmenunjukkan bahwa Ho < 0,05 berarti Ho di tolak yang artinya ada hubungan antara edukasi Gema Cermatterhadap pengetahuan tentangg penggunaan obat-obat di wilayah kerja puskesmas Ariodillah secara signifikan
Hubungan Status Ekonomi Dengan Frekuensi Penggunaan Jarum Insulin Pen Pada Pasien Diabetes Melitus Rawat Jalan Rs. Bhayangkara Palembang Tahun 2019 Tedi Tedi; Siti Siti
Jurnal Kesehatan Farmasi Vol 2, No 1 (2020)
Publisher : Jurusan Farmasi, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jkpharm.v2i1.1770

Abstract

Insulin pen adalah salah satu alat suntik yang cukup populer di kalangan penderitadiabetes melitus. Jarum suntik insulin pen ini di gunakan hanya boleh sekali pakai jikadigunakan berulang jarum akan menjadi tumpul dan menimbulkan rasa sakit saat disuntikkan, serta menyebabkan kadar gula darah sulit dikontrol. Status ekonomibiasanya di ukur dalam konteks penghasilan atau pendapatan. Jumlah pendapatanakan menggambarkan besarnya daya beli seseoarang, dan daya beli akanmempengaruhi banyak nya produk yang bisa dibeli. Tujuan dari penelitian ini untukuntuk melihat hubungan status ekonomi dengan frekuensi penggunaan jarum suntikinsulin pen.Penelitian ini adalah penelitian non eksperimental dengan pendekatansurvey analitik serta menggunakan desain penelitian crossectional, penelitian inidilakukan di Rumah Sakit Bhayangkara Palembang yang dilakukan pada bulan Maretsampai Mei 2019. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 84 respondenberpendapat keberatan menggunakan jarum suntik insulin pen sekali pakai, sebanyak78 responden merasa terbebani dengan biaya yang harus dikeluarkan untuk membelijarum suntik insulin pen, sebanyak 56 responden berpendapat bahwa harga jarumsuntik insulin pen itu mahal, sebanyak 81 responden berpendapat bahwa biaya untukmembeli jarum insulin pen secara terus menerus itu besar dan sebanyak 91 respondentidak pernah mendapat informasi mengenai penggunaan jarum insulin pen yang hanyaboleh sekali. Tidak ada satu pun responden yang menggunakan jarum suntik insulinpen sekali pakai oleh karena itu hubungan antara status ekonomi dengan frekuensipenggunaan jarum insulin pen pada pasien Diabetes Melitus rawat jalan Rumah SakitBhayangkara Palembang tahun 2019 tidak dapat di analisis.
Aktivitas Antioksidan Kulit Buah Mangga Arumanis (Mangifera Indica L. Var. Arumanis) Dengan Metode Dpph M Taswin; Ummul Toyibah
Jurnal Kesehatan Farmasi Vol 2, No 1 (2020)
Publisher : Jurusan Farmasi, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jkpharm.v2i1.1771

Abstract

Radikal bebas merupakan suatu elektron dalam tubuh yang tidak berpasangan yang akan terus berusahamenyerang dan merusak sel-sel tubuh agar tidak stabil, sehingga dapat menimbulkan berbagai macampenyakit. Antioksidan merupakan senyawa yang dapat menghambat radikal bebas. Senyawa antioksidan alamiadalah senyawa fenolik dan polifenol. Berdasarkan penelitian sebelumnya, kulit buah mangga arumanismemiliki senyawa polifenol berupa flavonoid. Oleh karena itu, dilakukan penelitian untuk menguji besaraktivitas antioksidan yang terdapat pada kulit buah mangga arumanis dengan radikal DPPH. Penelitian inimerupakan penelitian non eksperimen. Yang pertama dilakukan ekstraksi menggunakan metode maserasidengan pelarut etanol. Yang kedua, sampel dibuat infusa dengan pelarut aquades. Kemudian dibuat larutan ujiDPPH untuk mengukur kurva puncak. Lalu dilarutkan vitamin C sebagai kontrol positif. Selanjutnya dibuatsampel dengan deret konsentrasi untuk mengukur persen peredaman. Setelah didapatkan persen peredaman,maka dihitung IC50 untuk menyatakan besar aktivitas antioksidan yang dihasilkan. Hasil penelitianmenunjukkan nilai IC50 ekstrak etanol kulit buah mangga arumanis yaitu 12,46 ppm dan infusa kulit buahmangga arumanis yaitu 46,92 ppm yang menunjukkan bahwa ekstrak etanol dan ekstrak infusa kulit buahmangga arumanis memiliki aktivitas antioksidan.
Efek Laksatif Ekstrak Etanol Daun Keji Beling (Strobilanthes Crispus Bi.) Dengan Metode Transit Intestinal Terhadap Tikus Putih Jantan (Rattus Norvegicus) Yang Diinduksi Dengan Gambir Sonlimar Mangunsong; Resi Sukma Melati
Jurnal Kesehatan Farmasi Vol 2, No 1 (2020)
Publisher : Jurusan Farmasi, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jkpharm.v2i1.1772

Abstract

Konstipasi adalah ketidakmampuan melakukan evaluasi tinja secara sempurna. Penyebab konstipasi seringterjadi karena faktor risiko asupan serat yang rendah. Secara empiris tanaman keji beling dapat digunakansebagai laksatif. Tanaman keji beling mengandung senyawa alkaloid dan saponin yang berkhasiat sebagaidiuretik, emoliens dan laksatif. Menyadari fakta tersebut, peneliti merasa perlu untuk melakukan penelitianmengenai efek laksatif terhadap ekstrak daun keji beling. Penelitian ini bersifat eksperimental menggunakanhewan percobaan tikus putih jantan sebanyak 30 ekor yang dibagi menjadi enam kelompok. Kelompok I(kontrol normal), kelompok II (kontrol negatif), kelompok III (perlakuan suspensi ekstrak dosis I 20 mg/200grBB), kelompok IV (perlakuan suspensi ekstrak dosis II 40 mg/200 grBB), kelompok V (perlakuan suspensiekstrak dosis III 80 mg/200 grBB), dan kelompok VI (kontrol positif, diberi suspensi bisacodyl 0,09 mg/200kgBB). Efek laksatif dibuktikan dengan metode transit instestinal yaitu mengukur rasio panjang lintasan markernorit pada usus terhadap panjang keseluruhan usus tikus. Penelitian ini menunjukkan perbedaan yangsiginifikan antara kontrol positif dengan kontrol negatif, normal, dosis I dan dosis II, namun tidak pada dosisIII (p>0,05) yang berarti dosis III memiliki efek laksatif. Ekstrak etanol daun keji beling (Strobilanthes crispusBI.) yang memiliki efek laksatif secara signifikan (p>0,05) dengan positif yaitu dosis III 80 mg.
Formulasi Dan Evaluasi Emulsi Kombinasi Ekstrak Tomat (Lycopersicum Esculentum) Dan Minyak Zaitun (Olea Europaea) Dengan Variasi Span 80 Dan Tween 80 Sebagai Emulgator Vera Astuti; Ratna Ningsih Dewi Astuti; Cik Ayu
Jurnal Kesehatan Farmasi Vol 2, No 1 (2020)
Publisher : Jurusan Farmasi, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jkpharm.v2i1.1774

Abstract

Emulsion is a pharmaceutical preparation in the form of a liquid that combines two substances that are notmixed, usually aqueous and oil. Olive oil and tomatoes are efficacious as antihypertensive.The purpose of thisresearch is formulate tomatoes (Lycopersicum esculentum ) extract and olive oil (Olea europaea) becomes O/Wemulsion. O/W emulsion more stable using a combination emulgator as span 80 and tween 80, because it hasbalance between hydrophilic and lipophilic substances so that it can unite all types of solutions. This study wasa experimental.Variation of span 80 and tween 80 concentrations is 3%:5% formula I, 3,36%:5,64% formula II,3,74%:6,26% formula III. After that, it is evaluated at room temperature storage for 28 days, that are pH,viscosity, specific gravity, homogenity, phase separation, emulsion type, color, odor and taste.Based on theresults obtained, both pH, viscosity and specific gravity are decrease. For evaluasion of phase separation, onlyformula I does meet the requirements. Based on evaluation homogenity, emulsion type, color, odorl and taste allformulas meet the requirements during storage28 days. Tomatoes (Lycopersicum esculentum ) extract and oliveoil (Olea europaea) can formulate becomes stable and eligible emulsion. The most optimal formula is formulaIII with concentration 3,74% of span 80 and 6,26% of tween 80.
AKTIVITAS ANTIOKSIDAN PARTISI CAIR-CAIR EKSTRAK BIJI PINING BAWANG (Hornstedtia alliacea) MENGGUNAKAN METODE DPPH Abdullah, Abulkhair; Nurfadilah, Nadia; Marwati, Eri
Jurnal Kesehatan Farmasi Vol 6 No 1 (2024)
Publisher : Jurusan Farmasi, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jkpharm.v6i1.2360

Abstract

Latar Belakang: Terjadinya penyakit degeneratif berhubungan erat dengan radikal bebas karena ketidakseimbangan sistem kekebalan tubuh. Senyawa yang mampu melindungi kerusakan sel-sel akibat radikal bebas adalah antioksidan. Beberapa penelitian sebelumnya menunjukkan tanaman pining bawang memiliki aktivitas antioksidan. Penelitian ini bertujuan mengetahui aktivitas antioksidan dan perbedaan nilai IC50 partisi cair-cair ekstrak biji pining bawang. Metode: Metode pemisahan yaitu partisi cair-cair. Aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH dengan spektrofotometer UV-Vis. Analisis statitistik yaitu metode one-way ANOVA. Hasil: Hasil dari aktivitas antioksidan dari vitamin C 6,526 ppm, fraksi n-heksan 35,502 ppm, fraksi air 33,995 ppm, dan fraksi etil asetat 47,507 ppm dapat dikategorikan sebagai antioksidan sangat kuat. Hasil uji statistik SPSS uji normalitas dan uji homogenitas p value >0,05, uji one-way Anova p value <0,05, uji post hoc vitamin C dengan ketiga fraksi p value <0,05 dan antara fraksi p value >0,05. Kesimpulan: Aktivitas antioksidan masing-masing fraksi menunjukkan nilai IC50 <50 ppm dikategorikan antioksidan sangat kuat. Dari hasil uji statistik SPSS tidak ada perbedaan yang nyata dari ketiga fraksi.
POTENSI PATI PISANG MULU BEBE SEBAGAI EKSIPIEN FARMASI: SIFAT FISIKOKIMIA DAN CEMARAN MIKROBA Mutmainnah, Mutmainnah; Mala, Cindhany D. F. U.; Abdullah, Abulkhair
Jurnal Kesehatan Farmasi Vol 6 No 1 (2024)
Publisher : Jurusan Farmasi, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jkpharm.v6i1.2428

Abstract

Latar Belakang: Pati merupakan biopolimer alam yang mudah terdegradasi dan relatif tidak mahal serta secara luas dapat digunakan pada industri makanan dan farmasi. Pisang mulu bebe (Musa sp) adalah pisang khas dari Maluku Utara, yang secara potensial dapat juga dimanfaatkan patinya sebagai eksipien dalam formulasi sediaan. Metode: Sifat fisikokimia dan cemaran mikroba dari pati pisang mulu bebe (PPMB) dianalisis. Sifat fisikokimia yang diuji meliputi organoleptik, mikroskopis, keasaman, susut pengeringan, kadar abu, kelarutan, dan kandungan logam. Cemaran mikroba yang diuji meliputi angka lempeng total, angka kapang khamir, dan cemaran E. coli. Hasil: Hasil SEM menunjukkan PPMB berbentuk oval, tunggal, dan hilus di tengah; kadar abu 0,0023%; tidak larut dalam air dan etanol; susut pengeringan 10,79%; tidak mengandung logam Pb (timbal) dan Cd (kadmium); ALT 2x102 koloni/g; AKK 1,7x102 koloni/g; dan cemaran E. Coli negatif. Kesimpulan: PPMB memenuhi persyaratan sifat fisikokimia dan cemaran mikroba dan berpotensi menjadi polimer (eksipien farmasi). Kata kunci : Pati, Pisang mulu bebe, Sifat fisikokimia, Cemaran mikroba
The EFFECT DEURETIC of EXTRACT KERSEN LEAVES IN MALE RATS of THE WISTAR STRAIN (Rattus norvegicus sp.) Wilsya, Mayaranti; Agustin, Yeni; An, Fellin Rianti
Jurnal Kesehatan Farmasi Vol 6 No 2 (2024)
Publisher : Jurusan Farmasi, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jkpharm.v6i2.2605

Abstract

Daun kersen (Muntingia calabura L.) merupakan salah satu obat tradisional yang berpotensi sebagai obat diuretik. Senyawa metabolit yang terkandung didalam daun kersen (Muntingia calabura L.) yaitu flavonoid, tanin, alkaloid, saponin dan steroid. Senyawa flavonoid memiliki efek diuretik dengan cara meningkatkan laju kecepatan glomerulus dan menghambat reabsorbsi Na+ dan Cl- sehingga menyebabkan peningkatan Na+ dan air dalam tubulus. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektivitas diuretik dari ekstrak n-Heksan, etil asetat dan etanol daun kersen (Muntingia calabura L.) pada tikus jantan galur wistar (Rattus norvegicus sp.). Metode penelitian ini yaitu eksperimental dengan uji diuretik pada hewan uji dengan pemberian sampel pada tikus jantan galur wistar yang dibagi menjadi 11 kelompok dan dilakukan 3 replikasi hewan uji pada masing masing kelompok yaitu kelompok positif menggunakan Furosemid 0,72mg/200gr , kelompok negatif menggunakan Tween 80 dan Na-CMC 0,5%, dan ekstrak N-Heksan, Etil Asetat dan Etanol dengan dosis masing-masing 250mg/KgBB, 500MG/KgBB dan 750 mg/KgBB, Pengukuran volume urine dilakukan selama 5 jam. Data yang diperoleh dianlisis dengan uji ANOVA one way SPSS 26 yang dilanjutkan dengan uji post Hoc LSD yang diperoleh nilai sig. 0.002 (p<0,05), Hal ini menunjukan adanya perbedaan yang signifikan pada kelompok uji. Sedangkan pada hasi uji LSD Furosemid tidak memiliki perbedaan bermakna pada ekstrak etanol dengan dosis 500mg/KgBB dan 750mg/KgBB. Dapat disimpulkan bahwa kemampuan ekstrak etanol pada dosis 500mg/KgBB dan 750mg/KgBB memiliki kemampuan yang hampir sama dengan furosemide sebagai diuretik

Page 8 of 13 | Total Record : 122