cover
Contact Name
Vici Sofianna Putera
Contact Email
schema@unisba.ac.id
Phone
+6281324544980
Journal Mail Official
schema@unisba.ac.id
Editorial Address
Fakultas Psikologi Universitas Islam Bandung Jl. Tamansari No. 1 Gd. K. H. Mutaqien Lt 1 Bandung 40116
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Schema: Journal of Psychological Research
ISSN : 25810723     EISSN : 25810731     DOI : DOI: https://doi.org/10.29313/schema.v0i0
Core Subject : Social,
Schema : Journal of Psychological Research publishes academic research articles on theoretical and applied studies and focuses on Psychology with the following scope : Broken Home, Organizational Culture, Celebrity Worship, Delinquency, Early Adulthood, Work Discipline, Social Support, Health belief, Parasocial Interaction, Early Childhood Independence, Maturity Career, Job Satisfaction, Organizational Commitment, Obesity, Parasocial Relationship, Peak Performance, Character Education, Self Adjustment, Marriage Adjustment, Parenting, Learning Achievement, Psychological Well-Being, Religiosity, Late Adolescence, Self Esteem, Self regulation, Taaruf . This journal is published by UPT Publikasi Ilmiah UNISBA. Articles submitted to this journal will be processed online and using a double blind review by at least two reviewers.
Articles 94 Documents
Efektivitas Media Manipulatif Slime Dalam Mengembangkan Kemampuan Motorik Halus Anak Usia Dini Erhamwilda, Erhamwilda; Rasyid, A Mujahid; Rustini, Rinrin
SCHEMA (Journal of Psychological Research) Volume 7 No. 2 November 2022
Publisher : Universitas Islam Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (313.361 KB) | DOI: 10.29313/schema.v7i2.11036

Abstract

Ditemukan bahwa kemampuan motorik halus anak kelompok A di TK BPP Malati kecamatan Cilaku Kabupaten Cianjur yang masih belum berkembang secara optimal. Hal ini dikarenakan kesadaran orang tua hanya memperhatikan aspek perkembangan kognitif anak saja pada bidang baca,tulis dan hitung. Salah satu bahan bermain yang mainkan otot-otot halus anak adalah slime. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi objektif kemampuan motorik halus anak kelompok A TK BPP Malati dengan media manipulatif slimeJenis penelitian yang digunakan peneliti menggunakan metode kuantitatif kuasi eksperimen. Penelitian dilakukan pada TK BPP Malati di kecamatan Cilaku, Kabupaten Cianjur tahun ajaran 2018-2019. Sampel penelitian ini adalah seluruh siswa siswi kelompok A (usia 4-5 tahun) berjumlah 20 anak. Teknik sampling yang digunakan adalah Random sampling. Hasil penelitian menunjukkan penerapan media manipulatif slime dalam meningkatkan motorik halus anak dapat disimpulkan berhasil, hal tersebut dibuktikan pencapaian setelah dilakukan tes pada saat kegiatan.
Peranan Pola Pengasuhan Dalam Pembentukan Identitas Area Pekerjaan Pada Remaja Akhir Sulisworo Kusdiyati
SCHEMA (Journal of Psychological Research) Volume 1 No.1 Juli 2001
Publisher : Universitas Islam Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3929.588 KB) | DOI: 10.29313/schema.v1i1.2645

Abstract

Diantara keempat tipe pola pengasuhan anak, maka keluarga yang menerapkan pola pengasuhan Authoritative yang kemungkinan besar akan melahirkan individu-individu yang memiliki status identity achievement dalam area pekerjaan. Adapun pola pengasuhan yang lain, seperti pola asuh Authoritarian, Indulgent, dan indifferent  akan menghambat pembentukan identitas diri yang mantap dalam domain pekerjaan. Oleh karena itu, peranan pola pengasuhan dalam pembentukan identitas area pekerjaan pada remaja akhir memiliki peranan yang penting dalam kehidupan seseorang.
RESILIENSI KELUARGA PADA DUAL CAREER FAMILY Vidya Fergilia Hendrayu; Melok Roro Kinanthi; Alabanyo Brebahama
SCHEMA (Journal of Psychological Research) Volume 3 No.2 November 2017
Publisher : Universitas Islam Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (492.132 KB) | DOI: 10.29313/schema.v0i0.3387

Abstract

Dewasa ini bentuk keluarga tipe dual career family merupakan fenomena yang biasa dijumpai di Indonesia. Dual career family memiliki karaklteristik dan situasi khas yang menantang yang berpotensi menimbulkan tekanan bagi seluruh anggota keluarga. Menjadi penting untuk memastikan bahwa setiap keluarga telah memiliki modal yang baik agar dapat menghadapi berbagai situasi kehidupan yang sulit dan menantang secara adaptif, yakni dengan resiliensi keluarga. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui tingkat resiliensi keluarga pada dual career family, dari perspektif anak. Menggunakan pendekatan kuantitatif, penelitian 66 partisipan yang merupakan individu yang berada dalam tahap remaja akhir (usia 15-18 tahun). Resiliensi keluarga dalam penelitian ini diukur dengan menggunakan Walsh Family Resilience Questionairre yang dikembangkan oleh Walsh (2012). Hasil analisis data dengan menggunakan teknik analisis statistik deskriptif diketahui bahwa tingkat resiliensi keluarga yang diperspesikan oleh partisipan penelitian ini berada dalam kategori sedang. Penelitian ini menekankan pentingnya peran resiliensi keluarga sebagai ketrampilan yang perlu dimiliki oleh dual career family dalam menghadapi situasi menantang yang timbul sebagai konsekuensi dari karakteristik yang dimilikinya.
Efektivitas Cognitive Behavioral Therapy (CBT) Kelompok Untuk Menurunkan Kecemasan Edo Prasatio Grahatama; Dewi Sartika; Suci Nugraha
SCHEMA (Journal of Psychological Research) Volume 6 No. 2 November 2021
Publisher : Universitas Islam Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (325.252 KB) | DOI: 10.29313/schema.v0i0.5737

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapat gambaran mengenai efektivitas pemberian Cognitive Behavior Therapy (CBT) kelompok untuk menurunkan kecemasan pada mahasiswa Fakultas Psikologi Unisba yang melakukan prokrastinasi dalam mengerjakan skripsi. Untuk mengurangi kecemasan yang dialami,, intervensi yang digunakan adalah Cognitive Behavior Therapy (CBT) kelompok yang merupakan model intervensi dari Bieling et. al. (2006). Penelitian ini mengikutsertakan sepuluh mahasiswa sebagai subjek penelitian. Metode quasi eksperiment dengan desain penelitian non-equivalent control group design. Pengumpulan data menggunakan Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS) dari Hamilton (1969)yang digunakan untuk mengukur derajat kecemasan. Hasil penelitian menunjukan Cognitive Behavior Therapy (CBT) kelompok efektif menurunkan kecemasan mahasiswa sebesar 45%. Hal ini juga terlihat dari output uji Paired Sample T-Test 0,000 < 0,05 yang artinya adanya perbedaan derajat kecemasan sebelum dan sesudah diberikan treatment, dan uji Independent Sample T Test 0,004 < 0,05 yang artinya adanya perbedaan derajat kecemasan antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol.
KOMPETENSI SOSIAL DENGAN MELIHAT “OVEREXCITABILITIES” DAN POLA ASUH PADA SISWA CERDAS ISTIMEWA Sulisworo Kusdiyati
SCHEMA (Journal of Psychological Research) Volume 3 No.1 Mei 2017
Publisher : Universitas Islam Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (825.965 KB) | DOI: 10.29313/schema.v0i0.1799

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh 1) gambaran mengenai kompetensi sosial siswa cerdas istimewa 2) gambaran mengenai overexcitabilities siswa cerdas istimewa, 3) gambaran pola asuh yang diterapkan orang tua terhadap  siswa cerdas istimewa,4) keterkaitan kompetensi sosial, overexitabilities dan pola asuh. Variabel dalam penelitian ini adalah Kompetensi Sosial, Overexcitabilities, dan Pola Asuh. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan 1) Mayoritas  58,33% (14 orang) siswa memiliki kompetensi sosial yang dikategorikan sedang, 2) Tidak semua  siswa cerdas istimewa memiliki ciri overexcitabilities. Hanya 12 orang atau 50 % siswa cerdas istimewa di SMA Negeri 1 Garut  memiliki ciri overexcitabilities yang tinggi, 3) mayoritas 58,33% (14 orang) siswa diasuh orang tua dengan tipe pola asuh authoritative; 25% (6 orang) siswa diasuh orang tua dengan  tipe pola asuh permissive;16,7% (4 orang) siswa diasuh dengan tipe pola asuh neglectful;  4) Ada keterkaitan antara overexitabilities, pola asuh dengan kompetensi sosial siswa cerdas istimewa. Tipe pola asuh Authoritative akan membentuk kompetensi sosial yang tinggi, sedangkan tipe pola asuh Permissive dan Neglectful akan membentuk kompetensi sosial yang sedang.
Pengaruh Teknik Restrukturisasi Kognitif dalam Menurunkan Kecanduan Game Online pada Mahasiswa UNIKOM Annisa Mutohharoh
SCHEMA (Journal of Psychological Research) Volume 5 No. 2 November 2019
Publisher : Universitas Islam Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (559.068 KB) | DOI: 10.29313/schema.v0i0.4994

Abstract

Kebiasaan bermain game online merusak hubungan dengan lingkungan, menurunkan prestasi dalam bidang akademik, dan membuat mahasiswa lupa dengan aktivitas lainnya. Hal ini dikarenakan pikiran irrasional bahwa game online menjadi satu-satunya tempat untuk memperoleh pengakuan dan penghargaan dari orang lain. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui seberapa besar pengaruh teknik restrukturisasi kognitif dalam menurunkan kecanduan game online pada mahasiswa UNIKOM Bandung. Metode yang digunakan Quasi Experiment dengan desain one group pre-test post-test. Alat ukurnya adalah skala kecanduan game online yang didasarkan pada teori Griffith (2005) yang telah dikonstruksi oleh Septi R (2016). Teknik analisis data menggunakan teknik Wilcoxon Signed Rank Test. Hasilnya menunjukkan p value sebesar 0,055 > 0,05 artinya tidak ada perbedaan yang signifikan antara pre-test dan post-test skor kecanduan game online setelah diberikan intervensi restrukturisasi kognitif.
Hubungan Antara Efektivitas Tim Dengan Stress Pada Karyawan Unit Frontline Bank “X” Cabang Jpk Bandung Ali Mubarak; Miki Amrilya
SCHEMA (Journal of Psychological Research) Volume 2 No.2 Juni 2011
Publisher : Universitas Islam Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (6501.902 KB) | DOI: 10.29313/schema.v0i0.2429

Abstract

PT Bank X Persero (Tbk) a company's profit in banking services that focus on services that are consideredimportant in the Success of the company. The unit is responsible for achieving success in providing these services the frontline units. Competence of each employee’s frontline units of course is needed in the process Of achievement. Frontline employees to work as a team unit In the completion of tasks and responsibilities for the achievement of corporate goals is to serve customers with the best – good. The success of frontline units as a team In achieving the goals can not only rely on the capabilities of human resources. but the psychological condition should be good. At Bank X Branch Road Independence Pioneer frontline units indicates a condition that not an effective team. Frontline units consisting of the teller and customer service would require the existence of effective teamwork to achieve common goals Teams that are not effective condition occurs along with the same Symptoms –certain symptoms that describe the condition of stress on employees frontline units PT Bank "X' JPK Branch Bandung. Sources of stress can come from Internal self external and more particularly may come from individuals, groups and organizations where employees work. Stress is the individuals reaction to pressure from within or outside themselves causing a physical reaction. psychological and behavioral changes (Alyssa Abbey & Jane Cranwell in Organizational stress) Conditions of stress on employees Will have an effect on the performance of employees in his company. Based on the results of data processing and discussion, it can be concluded that there is a negative relationship between the effectiveness of Stress on employee teams With frontline units PT Bank X JPK Branch Bandung With a correlation value of -0 746 The lower the effectiveness of the team. the higher the stress on employees frontline units JPK Branch Bandung. From the data obtained a total of seven people working with the effectiveness of low-and high-stress teams. 3 teams of people working high effectiveness and low stress. 2 person teams working With high effectiveness and high stress. although in general the two employees can work with the team's effectiveness high, but they do not have the atmosphere of  informality with his colleagues In addition it also has the experience of conflict is not resolved due to the lack of civilized disagreement with his colleagues. 2 people working With low team effectiveness and low stress. This is because having a relatively long tenure compared with other colleagues. but also the influence of gender. who explains that male employees men will respond to sources stress are more rational and acceptable face Better. Highest correlation in this study on the correlation between the effectiveness of the team aspect of informality With stress. That is equal to -0644 While the lowest correlation exist on the correlation between the effectiveness of the team aspect of clear purpose with stress
PENGARUH MINDFULNESS-BASED COGNITIVE THERAPY TERHADAP PENURUNAN KECEMASAN SOSIAL PADA MAHASISWA KEDOKTERAN Oka Ivan Robiyanto
SCHEMA (Journal of Psychological Research) Volume 5 No.1 Mei 2019
Publisher : Universitas Islam Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (623.976 KB) | DOI: 10.29313/schema.v0i0.4546

Abstract

ABSTRAK Mahasiswa Fakultas Kedokteran dihadapkan untuk dapat memenuhi tugas akademik yang seringkali berhubungan dengan performansi dan relasi dengan situasi sosial. Faktanya, tiga mahasiswa justru memiliki pikiran ruminatif akan dievaluasi buruk oleh orang lain dan cenderung menghindar dari situasi sosial maupun performansi, akibatnya mahasiswa mengalami hambatan dalam relasi sosial dan saat menghadapi ujian terutama ujian lisan, presentasi dan diskusi kelompok.Untuk itu, dibutuhkan intervensi agar dapat membantu mahasiswa mengatasi kecemasan sosialnya, berupa Mindfullness Based Cognitive Therapy (MBCT). Tujuannya melihat pengaruh penerapan MBCT dalam menurunkan tingkat kecemasan sosial pada mahasiswa Fakultas Kedokteran UNISBA. Pelaksanaan penelitian ini menggunakan pendekatan one group pre-test post-test design yang melibatkan ketiga partisipan dalam mengikuti 7 sesi MBCT dengan durasi 60-90 menit setiap pertemuannya. Alat ukurnya berupa kuesioner Liebowitz Social Anxiety Scale versi Bahasa Indonesia dengan tingkat validitas pada domain takut (0.86) dan domain menghindar (0.86).Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan MBCT dapat menurunkan tingkat kecemasan sosial pada mahasiswa Fakultas Kedokteran UNISBA. Melalui teknik pada MBCT yang menekankan kesadaran dan fokus pada kondisi saat ini dapat menghilangkan pikiran ruminatif terkait masa lalu dan masa depan yang terbukti membuat ketiga partisipan dapat lebih tenang menjalankan kegiatan dan menerima segala respon dari hasil usahanya tanpa menilai negatif terhadap dirinya. Ketiga partisipan pun mengetahui tindakan yang bisa dilakukan saat kecemasan tersebut muncul kembali. Faktor penunjang: 1) kontrol terhadap distraksi dari ‘mind wandering’; 2) antusiasme partisipan; 3) komitmen latihan Mindfulness Based Cognitive Therapy (MBCT). Kata Kunci: Mindfulness Based Cognitive Therapy (MBCT), Kecemasan Sosial, Mahasiswa Fakultas Kedokteran UNISBA.
Rancangan Cognitive-Behavioral Therapy (CBT) Untuk Anak Yang Mengalami Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) Dengan Komorbid Oppositional Defiant Disorder (ODD) Di Bandung Hedi Wahyudi
SCHEMA (Journal of Psychological Research) Volume 2 No.1 Januari 2011
Publisher : Universitas Islam Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4799.904 KB) | DOI: 10.29313/schema.v0i0.2416

Abstract

The aim of this study was to make a design of Cognitive Behavioral Therapy (CBT) with a focus on Attention Deficit and Hiperactivity children with Oppositional Defiant Disorder (ODD) as a comorbid to increase childrens educational skills in managing aggressive and oppositional behavior with support from parents and environment.  For this purpose 3 children with a diagnosisi of ADHD combined type participated in the study. Core symptoms of ADHD and Oppositional Defiant Disorder (ODD) individual problem behavior were assessed by parent and teacher from questionnaires, interviewed and observed each child. The results of a case study indicate that the 3 children with ADHD and ODD showed the lack of emphaty, negative self-esteem and self concept, so they can’t regulate their self to act in social interaction. They don’t understand how to generated rules that the therapies and parents taught them in other situations eventhough they are more attentive, less hyperactive, and more thinkfull before act. To make them more adaptive in social life, they need to change their way to think about their self, their schemata, and they must have base skills to socialize. This can do through counseling to give insight and modeling behavior problem solving. We conclude that CBT may be a promising component in the treatment of ADHD providev that aspects of generalization are considered during the traetment that reduce problems of self-guidance.
EFEKTIVITAS PELATIHAN “HAPPINESS PROGRAM” DALAM MENINGKATKAN HAPPINESS PADA MAHASISWA Sarah Sartika
SCHEMA (Journal of Psychological Research) Volume 4 No. 1 Mei 2018
Publisher : Universitas Islam Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (830.647 KB) | DOI: 10.29313/schema.v4i1.4594

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan data empirik uji coba efektifitas pelatihan “Happiness Program” dalam meningkatkan Happiness. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah evaluasi program yang melibatkan lima (5) peserta program.Data diperoleh dengan menggunakan metode wawancara, observasi, kuesioner, dan lembar evaluasi. Kuesioner yang digunakan dalam penelitian ini adalah Oxford Happiness Questionnaire (OHQ) untuk mengukur skor happiness dan Major Depression Inventory (MDI) untuk mengukur simptom depresi. Kedua kuesioner diadaptasi oleh peneliti ke dalam bahasa Indonesia. Program berlangsung selama satu (1) bulan. Data dianalisis dengan menggunakan teknik uji hipotesis, content analysis, dan analisa deskriptif.Pelatihan Happiness Program: Create Happiness efektif dalam meningkatkan happiness karena memenuhi tiga kriteria efektivitas yang telah ditentukan, yakni tercapainya tujuan pembelajaran program, terjadinya peningkatan skor happiness secara signifikan, dan terjadinya penurunan simptom depresi secara signifikan pada peserta program.Rancangan program pelatihan Happiness Program yang disusun sudah sesuai sebagai rancangan program untuk mengukur pada tahap perilaku atau behavior level, karena setelah selesai mengikuti program, keseharian peserta menjadi lebih diisi oleh kegiatan-kegiatan yang dapat meningkatkan kebahagiaan yang telah mereka pelajari sebelumnya melalui program. Dengan kata lain peserta berhasil mentransfer hal-hal yang mereka pelajari di dalam program ke dalam kehidupan sehari-hari mereka. Kata kunci: Happiness, Happiness Program

Page 2 of 10 | Total Record : 94