cover
Contact Name
Septiana Fathonah
Contact Email
jpkmk@stikes-notokusumo.ac.id
Phone
+6282136407862
Journal Mail Official
jpkmk@stikes-notokusumo.ac.id
Editorial Address
Jl. Bener No.26, Tegalrejo, Yogyakarta 55243
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat: Kesehatan (JPKMK)
ISSN : -     EISSN : 28073134     DOI : 10.53423
Core Subject : Health,
Merupakan jurnal ilmiah dari hasil kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dosen. Jurnal ini dikemas secara padat dan berisi, sehingga mudah dipahami oleh pembaca dari kalangan akademis dan umum. Jurnal ini merupakan implementasi hasil penelitian.
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol. 3 No. 4 (2023): Desember" : 10 Documents clear
Pelatihan Peer Counselor untuk Meningkatkan Efikasi Diri dalam Memberikan Konseling: Peer Counselor Training to Improve Self Efficiency in Providing Counseling Shanti Wardaningsih; Muhammad Arif Rizqi; Annisa Warastri; Deasti Nurmaguphita
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat: Kesehatan Vol. 3 No. 4 (2023): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Notokusumo Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Mahasiswa sebagai generasi muda berpotensi yang kelak akan menggantikan generasi lama, mempunyai hendaknya disiapkan dengan sebaik-baiknya, tidak hanya secara intelektual tetapi juga dalam Kesehatan jiwa. Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) dengan jumlah mahasiswa kurang lebih dari dua puluh ribu lebih, telah banyak mengakses layanan konseling yang disediakan oleh universitas rata-rata orang perbulannya. Angka ini cukup fantastis dan diperkirakan yang belum tercakup dengan maksimal. Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UMY merupakan organisasi otonom yang paling dekat dengan mahasiswa diharapkan dapat menjangkau mahasiswa yang belum dapat terbantu dalam konseling ini. Namun demikian, BEM UMY belum memiliki wadah yang dapat melayani ini, sehingga perlu dibentuk tim Peer Counsellor. Oleh karena itu tim Peer counsellor yang telah terbentuk kemudian diberikan pelatihan selama dua hari secara intensif. Pelatihan dilaksanakan dengan memberikan pelatihan cara melaksanakan konseling dan melakukan psychological first aid (PFA). Pelatihan ini melibatkan 17 orang. Hasil dari pelatihan ini adalah adanya peningkatkan efikasi diri dalam memberikan konseling.   Abstract: Students, as the prospective successors of the older generation, should be adequately equipped, both intellectually and in terms of mental well-being. Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), with a student population of over twenty thousand, avails the university's counselling services for an average monthly rate. This amount is remarkable and is believed to be incompletely accounted for. The UMY Student Executive Board (BEM), as the primary autonomous organization representing students, is anticipated to effectively engage with students who have not yet received assistance from this counselling service. Nevertheless, BEM UMY now lacks a platform capable of offering this service, thus necessitating the establishment of a Peer Counsellor Team. Consequently, the Peer Counsellor Team underwent a rigorous two-day training program. The training includes instruction on conducting counselling sessions and administering psychological first aid (PFA). There were 17 participants in this training. The outcome of this training is a boost in self-efficacy when it comes to delivering counselling.  
Pendidikan Teman Sebaya Melalui Pemberdayaan Remaja dalam Pencegahan Stunting Sejak Prekonsepsi: Peer Education Through Empowering Adolescents in Stunting Prevention Since Preconception Erna Kusumawati; Rahardjo, Setiyowati; Sistiarani, Colti
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat: Kesehatan Vol. 3 No. 4 (2023): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Notokusumo Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Remaja merupakan salah satu fokus program penurunan stunting, apabila remaja memahami tentang kesehatan reproduksi, tidak menikah dini dan memahami status gizi untuk mencegah anak yang dilahirkan mengalami stunting. Desa Datar merupakan salah satu lokus stunting intervensi spesifik dan sensitive sudah dilakukan pada kelompok risiko stunting yaitu dan masih ditemukan kasus stunting setiap tahunnya dan masih ada pernikahan di usiakurang dari 20 tahun. Pengabdian masyarakat ini menggunakan metode participatory community service yang diikutioleh 32 remaja di Desa Datar Kecamatan Sumbang Kabupaten Banyumas. Alternatif pemecahan masalah melaluipendidikan dan pemberdayaan peran kelompok remaja dalam upaya pencegahan stunting sejak prekonsepsi dengan media modul, poster dan dan pembentukan kelompok sebaya. Hasil pengabdian masyarakat menunjukkan skor pretestpengetahuan sebesar 8,03 dan meningkat pada posttes sebesar 8,84. Ada perbedaan pengetahuan sebelum dan sesudahdiberikan pendidikan teman sebaya melalui pemberdayaan remaja putri dalam pencegahan stunting sejak prekonsepsi, p value = 0,000 < ? (0,05). Pengabdian masyarakat ini memberikan manfaat dalam penyebaran informasi tentangtentang penyiapan kehidupan berkeluarga bagi remaja, penyiapan kesehatan pranikah, kesehatan prakonsepsi, peran remaja dalam mencegah stunting dan pengukuran status gizi untuk deteksi stunting dan diharapkan adanyapemberdayaan kelompok remaja dalam pencegahan stunting.   Abstract: Adolescents are one of the focuses of the stunting reduction program, if adolescents understand reproductive health, do not marry early and understand nutritional status to prevent children born with stunting. Desa Datar is one of the specific and sensitive intervention loci for stunting that has been carried out in the stunting risk group, namely stunting cases are still found every year and there are still marriages at the age of less than 20 years. This service used the participatory community service method which was attended by 32 youths in Datar Village, Sumbang District,Banyumas Regency. Alternative problem solving through education and empowering the role of youth groups in efforts to prevent stunting since preconception with media modules, posters and the formation of peer groups. The results of thecommunity service showed that the knowledge pretest score was 8.03 and increased in the posttest by 8.84. There is adifference in knowledge before and after being given peer education through empowering young women in preventingstunting since preconception, p value = 0.000 < ? (0.05). This community service benefits in disseminating information about preparing for family life for adolescents, preparing premarital health, preconception health, the role ofadolescents in preventing stunting and anthropometric measurements for stunting detection and it is hoped that there will be empowerment of youth groups in stunting prevention.
Peningkatan Kemandirian Keluarga Melalui Pemberdayaan Penanganan Perilaku Agresif Pre Hospital pada Orang Kelainan Jiwa: Enhancement of Family Independence Through Empowerment to Handle Pre Hospital Aggressive Behavior in People Mental Disorders Wittin Khairani; Sri Purwanti, Nunuk; Prabowo, Tri
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat: Kesehatan Vol. 3 No. 4 (2023): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Notokusumo Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Kasus gangguan jiwa berat di Indonesia terdapat di Aceh, Sulawesi Selatan, Bali, dan Jawa Tengah menduduki kasus tertinggi khususnya di Yogyakarta. Tingginya kasus jiwa tersebut tentu membutuhkan penanganan yang terpadu, berkesinambungan dan keterlibatan dari semua pihak. Yang sangat berperan penting adalah keluarga dalam memberikan intervensi pada anggota keluarga dengan kelainan jiwa. Salah satu tindakan yang disarankan untuk mencegah terjadi kelainan jiwa menjadi berat adalah keluarga diberdayakan dalam penanganan perilaku agresif sebelum dibawa ke Rumah Sakit Jiwa. Kegiatan pemberdayaan dilaksanakan selama 4 hari pada tanggal 5 s/d 8 September 2022 di Puskesmas Kasihan I, DI Yogyakarta. Sasaran kegiatan adalah 25 kepala keluarga. Tahapan kegiatan ini meliputi pengumpulan data, menggunakan strategi komunikasi, informasi, edukasi dengan menerapkan pemberdayaan keluarga dengan metode komunikasi dan simulasi dari setiap penanganan yang diberikan pada orang dengan kelainan jiwa. Hasil Kegiatan terdapat peningkatan kemandirian peran aktif kepala keluarga sebesar 72% sampai dengan 96% dari jumlah kepala keluarga sebagai peserta pemberdayaan. Hasil yang didapatkan pemberdayaan keluarga dapat meningkatkan kemandirian keluarga dalam mengurangi perilaku agresif pada orang dengan kelainan jiwa sebelum dibawa ke Rumah Sakit Jiwa.   Abstract: Most severe mental disorders in Yogyakarta, Aceh, South Sulawesi, Bali and Central Java. The high number of mental cases certainly requires integrated, continuous handling and involvement from all parties. The family plays a very important role in providing interventions for family members with mental disorders. One of the recommended actions to prevent mental disorders from becoming severe is for the family to be empowered in handling aggressive behavior before being taken to a mental hospital. The empowerment activities were carried out for 4 days from 5 to 8 September 2022 at the Kasihan I Health Center, Special Region of Yogyakarta. The target of the activity is 25 heads of families. The stages of this activity include administration preparation, data collection, using communication strategies, information, education with health education methods in implementing family empowerment with a simulation method of every treatment given to people with mental disorders. The results an increase in the independence of the active role of the head of the family by 72% to 96% of the number of heads of families as empowerment participants. The role of the family through empowerment to reduce aggressive behavior in people with mental disorders before being taken to a mental hospital.
Deteksi Dini dan Pencegahan Demensia dengan Senam Otak Lansia di Posyandu Lansia Anggrek : Early Detection and Prevention of Dementia with Elderly Brain Exercises at The Anggrek Elderly Posyandu Nunung Rachmawati; Venny Diana
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat: Kesehatan Vol. 3 No. 4 (2023): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Notokusumo Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki usia harapan hidup penduduk tertinggi. Persentase penduduk lansia di DIY lebih tinggi dari rata-rata penduduk lansia di Indonesia. Salah satu kondisi fisik yang berkaitan dengan lanjut usia adalah kejadian demensia. Pemeriksaan kesehatan bagi lansia di posyandu lansia masih difokuskan pada kesehatan fisik. Kegiatan yang menyasar pada kesehatan kognitif masih dirasakan kurang. Pengabdian kepada msyarakat ini bertujuan untuk mengidentifikasi fungsi kognitif lansia dan meningkatkan kemampuan lansia dalam melakukan pencegahan demensia dengan senam otak. Metode yang digunakan adalah pemeriksaan kognitif dan edukasi pencegahan dimensia melalui senam otak. Sebanyak 25 lansia berpartisipasi dalam kegiatan ini. Deteksi dini dimensia kepada lansia Posyandu Anggrek dilakukan dengan memberikan beberapa pertanyaan berdasar instrumen MMSE,setelah dilakukan deteksi dini dimensia selanjutnya dilakukan senam otak lansia secara bersama-sama dengan media yang digunakan berupa pemutaran video gerakan senam otak lansia.  Hasil yang didapatkan dari kegiatan ini adalah status dimensia pada semua peserta kegiatan PkM dengan hasil normal (skor pada MMSE diantara 25-30). Semua lansia mampu mengikuti gerakan senam otak dari awal hingga akhir.   Abstract:  Indonesia is one of the countries with the highest population life expectancy. The percentage of the elderly population in DIY is higher than the average elderly population in Indonesia. One of the physical conditions related to old age is the incidence of dementia. Health checks for the elderly at the elderly posyandu are still focused on physical health. Activities that target cognitive health are still lacking. This community service aims to identify the cognitive function of thr elderly and improve the ability of the elderly to prevent dementia with brain exercises. The method used is cognitive examination and education on dementia prevention through brain exercises. A total of 25 elderly participated in this activity. Early detection of dementia for the elderly at Posyandu Anggrek is carried out by providing a number of questions based on the MMSE instrument. After early detection of dementia, elderly brain exercises are carried out together with the media used in the form of video playback of elderly brain exercise movements. The results obtained from this activity were dementia status in all elderly participants with normal results (scores on the MMSE between 25-30). All elderly people are able to follow brain gymnastic movements from start to finish.
Edukasi Dismenore dan Pelatihan Senam Dismenore Untuk Meredakan Nyeri Haid: Dysmenorrhea Education and Dysmenorrhea Exercise Training to Relieve Menstrual Pain Dwi Hariyanti
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat: Kesehatan Vol. 3 No. 4 (2023): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Notokusumo Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Dismenore merupakan nyeri perut bagian bawah yang dialami pada saat haid. Nyeri haid yang dimaksud dalam kegiatan ini yaitu nyeri haid yang akan segera hilang setelah menstruasi berakhir, berlangsung selama 3 hari, dan tidak disebabkan oleh kondisi medis atau penyakit tertentu. Kondisi tersebut bisa diatasi dan dicegah, salahsatunya dengan pemahaman yang baik terkait dismenore serta melakukan olahraga/aktivitas fisik secara rutin. Sasaran kegiatan ini yaitu remaja putri yang tinggal didusun Balong dan Blado Kelurahan Potorono. Pengabdian dilakukan dengan strategi pemberdayaan remaja, dengan metode edukasi langsung/tatap muka. Dari kegiatan yang telah dilakukan, terdapat peningkatan pengetahuan tentang dismenore yaitu 18,5%. Tingkat dismenore mengalami penurunan setelah rutin melakukan senam dismenore, yaitu 1 remaja mengalami penurunan dari dismenore berat menjadi dismenore sedang, dan 2 remaja dari tingkat dismenore sedang menjadi tingkat dismenore ringan. Kesimpulannya ada peningkatan pengetahuan tentang dismenore dan ada penurunan tingkat dismenore setelah melakukan senam dismenore secara rutin.   Abstract: Dysmenorrhea is a lower abdominal pain experienced during menstruation. The menstrual pain referred to in this activity will disappear immediately after menstruation ends, last for 3 days, and is not caused by a medical condition or certain disease. This condition can be overcome and prevented; one way is by having a good understanding of dysmenorrhea and doing regular exercise or physical activity. The targets of this activity are young women who live in Balong and Blado hamlets, Potorono District. Through youth empowerment strategies, service is carried out using direct or face-to-face education methods. From the activities that have been carried out, there has been an increase in knowledge about dysmenorrhea, namely 18.5%. The level of dysmenorrhea decreased after regularly doing dysmenorrhea exercises; namely, 1 teenager experienced a decrease from severe dysmenorrhea to moderate dysmenorrhea, and 2 teenagers experienced a decrease from moderate dysmenorrhea to mild dysmenorrhea. In conclusion, there is an increase in knowledge about dysmenorrhea and a decrease in the level of dysmenorrhea after doing regular dysmenorrhea exercises.
Penyuluhan Antibiotik dalam Memperingati Pekan Peduli Antimikroba Dunia di Desa Polewali: Antibiotic Counseling in Commemoration of World Antimicrobial Awareness Week in Polewali Village Nur Mahdi; Andi Zsazsa Rafiatul Mukhlis; Raisha Hamiddani Syaiful; Rahmayani Maghfirah
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat: Kesehatan Vol. 3 No. 4 (2023): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Notokusumo Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Angka kematian akibat resistensi antimikroba terus meningkat dari tahun ke tahun. Pentingnya kesadaran akan resistensi antimikroba dan perlunya tindakan pencegahan yang konkret telah mendorong masyarakat global untuk mengambil bagian dalam peringatan Pekan Peduli Antimikroba Sedunia. Penyuluhan ini bertujuan untuk menambah pengetahuan masyarakat terkait pencegahan, penularan infeksi, resistensi mikroba serta DAGUSIBU antibiotik. Pengunjung berasal dari warga yang berada di Desa Polewali sebanyak 19 orang. Dari hasil pretes rata-rata persentasi dengan kategori baik sebesar 5% dan setelah pemaparan menunjukkan peningkatan persentase sebesar 68%. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat peningkatan perbaikan dari sebelumnya, hal ini juga menunjukkan bahwa materi yang disampaikan dapat dipahami oleh masyarakat dengan baik. Kegiatan pengabdian masyarakat di Desa Polewali ini telah memberikan dampak positif dalam peningkatan kesadaran, pengetahuan dan perubahan perilaku masyarakat terkait resistensi antimikroba.   Abstract: The death rate due to Antimicrobial Resistance continues to increase from year to year. The importance of awareness of antimicrobial resistance and the need for concrete preventive measures has encouraged the global community to take part in commemorating World Antimicrobial Awareness Week. This counseling aims to increase public knowledge regarding prevention, infection transmission, microbial resistance, and DAGUSIBU antibiotics. Visitors came from residents who were in Polewali Village as many as 19 people. From the results of the pretest, the average percentage that answered well was 5%, and after the presentation showed an increase to 68%. This shows that there has been an increase in improvement from before, and this also shows that the material presented can be well understood by the public. This community service activity in Polewali Village has had a positive impact in increasing awareness, and knowledge and changing community behavior regarding antimicrobial resistance.
Peningkatan Pengetahuan dan Skrining Penyakit Infeksi dan Degeneratif: Tuberkulosisi dan Diabetes Melitus: Increased Knowledge and Screening of Infectious and Degenerative Diseases: Tuberculosis and Diabetes Mellitus Wijaya, Anas Fadli; Destiawan, Rian Anggia; Agustin, Ayu Tri
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat: Kesehatan Vol. 3 No. 4 (2023): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Notokusumo Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Kabupaten Jember merupakan salah satu kabupaten yang masih memiliki masalah terhadap penyakit tuberkulosis dan diabetes melitus di Indonesia, sehingga perlu adanya edukasi dan pemeriksaan terhadap penyakit tuberkulosis dan diabetes melitus kepada masyarakat.  Pengabdian masyarakat ini  bertujuan  untuk  untuk meningkatkan pengetahuan dan skrining penyakit tuberkulosis dan diabetes melitus. Metode yang digunakan yaitu  metode Participation Action Research  (PAR)  melalui  kegiatan perencanaan, intervensi (ceramah,   diskusi   dan   pemeriksaan)terkait  penyakit tuberkulosis dan diabetes melitus dan evaluasi. Setelah dilakukan pemberian edukasi kepada respondens, terdapat peningkatan pengetahuan masyarakat terhadap penyakit tuberkulosis dan diabetes melitus yaitu mencapai 100% dan dari hasil skrining melalui pemeriksaan darah didapatkaan rerata masyarakat yang memiliki penyakit diabetes melitus sebesar 16,7% dari total responden.   Abstract: Jember Regency is one of the districts that still has problems with tuberculosis and diabetes mellitus in Indonesia, so there is a need for education and examination of tuberculosis and diabetes mellitus to the community.  This community service aims to increase knowledge and screening of tuberculosis and diabetes mellitus. The method used Participation Action Research (PAR) method through planning, intervention (lectures, discussions and examinations) related to tuberculosis and diabetes mellitus and evaluation. After providing education to respondents, there was an increase in public knowledge about tuberculosis and diabetes mellitus, reaching 100% and from the results of screening through blood tests, the average number of people who had diabetes mellitus was 16.7% of the total respondents.
Upaya Pencegahan Infeksi Penyakit Tropis Melalui Penyuluhan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat pada Anak : Efforts to Prevent Infections of Tropical Diseases Through Counseling on Clean and Healthy Living Behaviors to Children Irma; Yusuf Sabilu; Harleli; Sitti Farida; Nur Syawaliyah Zahrah
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat: Kesehatan Vol. 3 No. 4 (2023): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Notokusumo Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Indonesia sebagai salah satu negara berkembang memiliki masalah serius terhadap berbagai penyakit menular termasuk kelompok penyakit tropis. Penyakit tropis seperti infeksi cacing, DBD, diare dan infeksi saluran pernapasan atas (ISPA) merupakan penyakit infeksi yang paling rentan pada anak – anak. Pengabdian ini bertujuan memberikan pengetahuan kepada anak sekolah dasar tentang pencegahan penyakit tropis melalui perlaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Strategi yang digunakan dalam kegiatan pengabdian ini adalah penyuluhan dengan metode ceramah, diskusi dan tanya awab. Secara garis besar kegiatan pengabdian ini dilaksanakan dalam tiga tahapan yaitu persiapan, pelaksanaan dan evaluasi. Hasil kegiatan menunujukkan bahwa skor rata – rata pengetahuan responden sebelum penyuluhan masih kurang (48,75) dan setelah penyuluhan meningkat (65,83).Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penyuluhan berpengaruh terhadap pengetahuan anak usia sekolah dasar tentang infeksi penyakit tropis dan pencegahannya.   Abstract: Indonesia, as a developing country, has serious problems with various infectious diseases, including groups of tropical diseases. Tropical diseases such as worm infections, dengue fever, diarrhea and upper respiratory tract infections (ARI) are the infectious diseases that children are most susceptible to. This service aims to provide knowledge to elementary school children about preventing tropical diseases through clean and healthy living practices (PHBS). The strategy used in this service activity is counseling using lecture, discussion and question-and-answer methods. In general, this service activity is carried out in three stages, namely preparation, implementation and evaluation. The results of the activity showed that the average score of respondents' knowledge before counseling was still lacking (48.75) and after counseling increased (65.83). Thus, it can be concluded that counseling has an influence on elementary school age children's knowledge about tropical disease infections and their prevention.
Pendidikan Kesehatan Senam Kaki Sebagai Upaya Pencegahan Ulkus Kaki Diabetik: Health Education on Foot Exercises As An Effort to Prevent Diabetic Foot Ulcers Sangadji, Faisal
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat: Kesehatan Vol. 3 No. 4 (2023): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Notokusumo Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Diabetes melitus (DM) adalah kondisi seumur hidup yang dapat menyebabkan ulkus kaki diabetik. Ulkus kaki diabetik dapat dicegah jika pasien mempelajari langkah-langkah perawatan kaki dan mempraktikkannya setiap hari. Senam kaki diabetik termasuk perawatan kaki yang dilakukan pada pasien DM. Penderita diabetes melitus dianjurkan untuk melakukan senam kaki, karena berpengaruh terhadap perubahan kadar gula darah, khususnya pada otot-otot yang bergerak aktif dapat meningkatkan kontraksi sehingga permeabilitas membran sel terhadap peningkatan gula darah, resistensi insulin berkurang dan sensitivitas insulin meningkat. Hal ini dapat meningkatkan sirkulasi darah dan terjadi penurunan kadar gula darah pada pasien dengan diabetes. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan pasien masyarakat tentang senam kaki diabetik sehingga dapat mencegah terjadinya ulkus kaki diabetik. Metode yang digunakan adalah dengan memberikan Pendidikan Kesehatan kepada masyarakat Dusun Kradenan Nyamplung Srimulyo sebanyak 20 orang. Penilaian dilakukan dengan menggunakan instrument kuesioner pre test dan post test. Sesudah penyampaian pendidikan kesehatan, didapatkan adanya peningkatan nilai rata-rata pengetahuan, dengan nilai rata-rata pre test 41,68, dan post test menjadi 54,89, serta nilai p-value 0,0005. Setelah diberikan pendidikan kesehatan, diharapkan masyarakat konsisten melakukan senam kaki diabetik sebagai upaya pencegahan terjadinya ulkus kaki diabetik.   Abstract: Diabetes mellitus (DM) is a lifelong condition that can cause diabetic foot ulcers. Diabetic foot ulcers can be prevented if patients learn foot care steps and practice them every day. Diabetic foot exercises include foot care performed on DM patients. Diabetes mellitus sufferers are advised to do foot exercises, because it affects changes in blood sugar levels, especially in actively moving muscles which can increase contraction so that the permeability of cell membranes to blood sugar increases, insulin resistance is reduced and insulin sensitivity increases. This can improve blood circulation and reduce blood sugar levels in patients with diabetes. The aim of this community service is to increase community patients' knowledge about diabetic foot exercises so that they can prevent the occurrence of diabetic foot ulcers. The method used was to provide Health Education to the 20 people of Kradenan Nyamplung Srimulyo Hamlet. The assessment was carried out using pre-test and post-test questionnaire instruments. After the delivery of health education, it was found that there was an increase in the average knowledge score, with the average pre-test score being 41.68, and the post-test being 54.89, and a p-value of 0.0005. After being given health education, it is hoped that people will consistently do diabetic foot exercises as an effort to prevent diabetic foot ulcers.
Pemberdayaan Pengolahan Sampah Melalui Pelatihan Sampah Plastik Pada Warga Desa di Lingkungan Wisata Bendungan Tirta Shinta, Lampung Utara: Empowering Waste Processing Through Training Plastic Waste Among Villagers in The Tirta Shinta Dam Tourist Environment, North Lampung Deni Metri; Bambang Murwanto; Zenni Puspitarini
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat: Kesehatan Vol. 3 No. 4 (2023): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Notokusumo Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Sampah selalu menjadi masalah dimana-mana, dibeberapa tempat mejadi darurat sampah dan menjadi salah satu “trending” di media sosial. Hal tersebut diakibatkan  dari kurang perhatian dan konsistensi pemerintah termasuk pemerintah daerah dalam hal pengolahan sampah dan kurang melibatkan masyarakat dalam berpartisipasi dalam pengelolaan sampah. Sebagai salah satu upaya pengurangan sampah dengan metode “recycling” atau mendaur ulang sampah melalui pemberdayaan masyarakat adalah tepat. Sehubungan dengan hal tersebut maka beberapa dosen Politeknik Kesehatan Tanjungkarang melaksanakan pemberdayaan masyarakat pengelolaan sampah melalui pelatihan pemanfaatan sampah kembali dari sampah plastik seperti bekas saset bungkus berbagai minuman, seperti kopi. Dengan tujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan oleh  warga desa Wonomarto dalam mendaur ulang sampah. Pelatihan tersebut diikuti oleh 30 orang oleh  warga desa Wonomarto, Kecamatan Kota Bumi Utara, Lampung Utara. Kegiatan tersebut diakomodir program Pemberdayaan kepada Masyarakat para dosen Politeknik Kesehatan Tanjungkarang, melalui skema Program Kemitraan Masyarakat (PKM) tahun 2023. Kegiatan tersebut dibantu oleh 3 orang mahasiswa Prodi Keperawatan Kota Bumi dan beberapa petugas Puskesmas Madukoro, Kota Bumi Utara, Lampung Utara. Dari hasil upaya kegiatan tersebut terjadi peningkatan pengetahuan, pesesepsi dan keterampilan pengeloahan sampah platik, khususnya saset bekas bungkus kopi. Dari hasil monitoring ditemukan 2 orang yang mengikutipelatihan tersebut menindaklanjuti kegiatan pengolahan sampah plastik tersebut.   Abstract: Waste is always a problem everywhere, in some places it has become a waste emergency and has become one of the "trending" items on social media. This is the result of a lack of attention and consistency from the government, including regional governments, in terms of waste processing and a lack of involvement of the community in participating in waste management. As an effort to reduce waste, the "recycling" method or recycling waste through community empowerment is appropriate. In connection with this, several lecturers at the Tanjungkarang Health Polytechnic implemented community waste management empowerment through training in reusing waste from plastic waste such as used sachets for various drinks, such as coffee. To increase the knowledge and skills of Wonomarto village residents in recycling waste. The training was attended by 30 people from Wonomarto village, Kota Bumi Utara District, North Lampung. This activity was accommodated by the Community Empowerment program for Tanjungkarang Health Polytechnic lecturers, through the 2023 Community Partnership Program (PKM) scheme. This activity was assisted by 3 students from the Bumi City Nursing Study Program and several officers from the Madukoro Health Center, Bumi Utara City, North Lampung. As a result of these activities, there was an increase in knowledge, perception, and skills in managing plastic waste, especially used coffee sachets. From the monitoring results, it was found that 2 people who took part in the training followed up on the plastic waste processing activities.  

Page 1 of 1 | Total Record : 10