cover
Contact Name
Septiana Fathonah
Contact Email
jpkmk@stikes-notokusumo.ac.id
Phone
+6282136407862
Journal Mail Official
jpkmk@stikes-notokusumo.ac.id
Editorial Address
Jl. Bener No.26, Tegalrejo, Yogyakarta 55243
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat: Kesehatan (JPKMK)
ISSN : -     EISSN : 28073134     DOI : 10.53423
Core Subject : Health,
Merupakan jurnal ilmiah dari hasil kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dosen. Jurnal ini dikemas secara padat dan berisi, sehingga mudah dipahami oleh pembaca dari kalangan akademis dan umum. Jurnal ini merupakan implementasi hasil penelitian.
Articles 156 Documents
Pelatihan Pertolongan Pertama pada Kasus Perdarahan Bagi Kader Kesehatan: First Aid Training in Bleeding Cases for Health Assisstant Sugiyarto; Sumardino
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat : Kesehatan Vol. 3 No. 1 (2023): Maret
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) STIKES Notokusumo Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (493.086 KB)

Abstract

Abstrak: Penanganan pertama merupakan tindakan pertolongan yang diberikan kepada korban dengan tujuan mencegah bertambahnya kondisi buruk sebelum perawatan dari tenaga medis. Kemampuan penanganan awal perdarahan juga harus dimiliki oleh masyarakat awam, karena masyarakat awam sering sebagai orang yang pertama kali menemukan kejadian kecelakaan (First Responder) di masyarakat. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk membekali kemampuan kader kesehatan dalam penanganan perdarahan. `Metode yang digunakan dalam pengabdian masyarakat ini adalah dengan penyuluhan kesehatan, yang meliputi ceramah, diskusi, dan praktik. Kegiatan diikuti oleh 45 kader kesehatan.Kegiatan ini berlokasi di Desa Wonokerto, Kecamatan Wonogiri. Didapatkan hasil bahwa terdapat peningkatan pengetahuan kader kesehatan antara sebelum dan sesudah diberikan penyuluhan kesehatan tentang pertolongan pertama pada perdarahan. Penyuluhan penanganan kasus kegawatdaruratan khususnya penanganan peradarahan sangat bermafaat bagi masyarakat sehingga perlu dilanjutkan dengan kegiatan pelatihan kegawtdaruratan lain yang dapat terjadi di tengah masyarakat, seperti penanganan pada fraktur.   Abstract: First aid is an act of assistance given to victims for preventing the worsening conditions. It is performed before the treatment from medical personnel. As the first responders, people in society need the ability to handle early bleeding. this activity aims to train the "kader kesehatan" in order to perform bleeding handling. The method conducted in this community service was health education, which included lectures, discussions, and practices. Total participants were 45. It is located in Wonokerto, Wonogiri Subdistrict. The results showed that there was an increase in the knowledge of health assistant between before and after being given health education about first aid for bleeding. Counseling on handling emergency cases, especially handling bleeding, was very beneficial for the community. This community service is needed to be continued with other emergency training activities, such as handling fractures.
Edukasi Pengenalan Metode Speos Sebagai Upaya dalam Meningkatkan Pengetahuan dan Ketrampilan Ibu Postpartum Mengatasi Menyusui Tidak Efektif di Wilayah Kerja Puskesmas Sungai Rengas: Education Introduction to The Speos Method As An Effort in Increasing The Knowledge and Skills of Postpartum Mothers Overcoming Ineffective Breastfeeding in The Work Area of Rengas River Health Center Hidayah; Uji Kawuryan; Surtikanti; Rikayati; Nuratika; Nadila Fatureisha; Tri Winarni; Yola Kamisa
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat : Kesehatan Vol. 3 No. 1 (2023): Maret
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) STIKES Notokusumo Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (168.448 KB)

Abstract

Abstrak: Menyusui sejak awal masa kelahiran dapat mengurangi risiko kematian bayi hingga 45%. Sebanyak 65% bayi baru lahir menerima makanan selain ASI dalam tiga hari pertama kehidupannya. Bayi yang tidak diberikan ASI akan mudah terserang penyakit, serta menghambat pertumbuhan dan perkembangan intelektualnya karena bayi tidak mendapatkan zat kekebalan tubuh dan makanan bergizi yang cukup. Hasil studi pendahuluan yang dilakukan di wilayah Kerja Puskesmas Sungai Rengas, diperoleh data  pada bulan Mei tahun 2022 terdapat 605 ibu nifas dengan kelengkapan cakupan ASI (0-6 bulan) masih rendah yaitu 278 bayi (36,9%) pada tahun 2021. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan ibu tentang metode SPEOS sebagai alternatif non farmakologi dalam meningkatkan produksi ASI pascapersalinan di Wilayah Kerja Puskesmas Sungai Rengas. Metode yang digunakan berupa pendidikan kesehatan dengan memaparkan dan mendemonstrasikan langkah-langkah metode SPEOS yang melibatkan partisipasi aktif 5 ibu postpartum. Setelah dilakukan kegiatan pendidikan kesehatan dan demonstrasi metode SPEOS, pengetahuan tentang metode SPEOS meningkat baik secara kognitif maupun psikomotorik.   Abstract: Breastfeeding from the start of birth can reduce the risk of infant death by up to 45%. As many as 65% of newborns receive food other than breast milk in the first three days of life. Babies who are not breastfed will be susceptible to disease, as well as hindering their growth and intellectual development because babies do not get enough immune substances and nutritious food. The results of a preliminary study conducted in the Sungai Rengas Health Center Work area, obtained data in May 2022 there were 605 postpartum mothers with complete breastfeeding coverage (0-6 months) which was still low, namely 278 babies (36.9%) in 2021. Community service activities This community aims to increase the knowledge and skills of mothers about the SPEOS method as a non-pharmacological alternative in increasing postpartum milk production in the Work Area of the Sungai Rengas Health Center. The method used was in the form of health education by explaining and demonstrating the steps of the SPEOS method which involved the active participation of 5 postpartum mothers. After carrying out health education activities and demonstrating the SPEOS method, knowledge of the SPEOS method increased both cognitively and psychologically.
Penguatan Anak Mandiri (Anak Mampu Jaga Diri) Sebagai Upaya Pencegahan Kekerasan Seksual di Tk ‘Aisyiyah 05 Ngringo : Strengthening Children Able to Protect Themselves As Sexual Violence Prevention Effort at Tk 'Aisyiyah 05 Ngringo Dyah Rahmawatie Ratna Budi Utami
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat : Kesehatan Vol. 3 No. 1 (2023): Maret
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) STIKES Notokusumo Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1041.754 KB)

Abstract

Abstrak: Kekerasan  seksual  pada  anak  (KSA)  memiliki  dampak  yang  dapat mengganggu  tumbuh  kembang  anak  baik  jangka  pendek  atau  jangka  panjang. Peningkatan kasus  kejadian  KSA  tiap tahun serta tidak  adanya karakteristik  tertentu  anak  yang  menjadi  korban  KSA  mendorong upaya  pencegahan  dini.  Upaya  pencegahan  KSA  dapat  dilakukan  dengan meningkatkan pemahaman anak  usia pra sekolah dalam perlindungan diri dari ancaman kekerasan seksual. Upaya pencegahan KSA berbasis sekolah dapat dilakukan sebagai upaya peningkatan kemandirian siswa manakala peran orang tua belum signifikan. Pemberian edukasi dengan berbagai metode yang menarik mulai diskusi cerita bergambar, menyanyi dan bermain peran yang sesuai dengan tingkat perkembangan anak dapat meningkatkan pengetahuan siswa dalam pencegahan kekerasan seksual sebesar 50 %. Hal ini ditandai dengan anak mampu menjawab pertanyaan yang diberikan dan memperagakan cara memolak jika diberikan sentuhan yang tidak aman saat dilakukan simulasi (role play). Abstract: Children Sexual Abuse (CSA) has an impact that can interfere with the growth and development of children, both in the short and long term. The increase in cases of CSA every year and the absence of certain characteristics of children who are victims of CSA encourage early prevention efforts. Efforts to prevent CSA can be done by increasing the understanding of pre-school age children in protecting themselves from the threat of sexual violence. School-based CSA prevention efforts can be carried out as an effort to increase student independence when the role of parents is not yet significant. Providing education with a variety of interesting methods, starting with discussion of picture stories, singing and role playing in accordance with the child's developmental level, can increase students' knowledge of preventing sexual violence by 50%. This is indicated by the child being able to answer the questions given and demonstrate how to refuse if given an unsafe touch during a simulation.
Pelatihan Kader Posyandu dalam Optimalisasi Pemberian ASI di Kelurahan Wirobrajan: Training of Posyandu Cadre to Optimizing Breast Feeding in Wirobrajan Village Hidayatul Kurniawati; Seshy Tinartayu; Galuh Vela Andrastia
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat : Kesehatan Vol. 3 No. 1 (2023): Maret
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) STIKES Notokusumo Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (148.019 KB)

Abstract

Abstrak: Kader Kesehatan memiliki peranan penting dalam membantu masyarakat mengakses layanan Kesehatan. Salah satu untuk mensukseskan pemberian ASI Eksklusif adalah pemberian penyuluhan kesehatan bagi ibu. Penyuluh kesehatan yang berpartisipasi tidak cukup hanya petugas kesehatan, namun perlu banyak orang sehingga dapat mensukseskan program ASI Eksklusif. Kader posyandu balita merupakan salah satu orang yang dapat berperan dalam hal ini, karena kader posyandu salah satu orang yang sering bersosialisasi dengan warga di desa. Kegiatan berupa penyuluhan online menggunakan media zoom meeting meliputi pretes, materi pengantar menyusui, materi manajemen laktasi, postes. Pretes dan postest sebanyak 5 soal berupa pernyataan benar atau salah. Sejumlah 20 kader mengikuti dengan antusias, mayoritas kader adalah ibu rumah tangga dengan rentang usia antara 28 tahun sampai 65 tahun. Rerata nilai pretes adalah 69,5 sedangkan nilai postes 90. Hal tersebut menunjukkan bahwa terdapat peningkatan pengetahuan kader mengenai manajemen laktasi.   Abstract: Health cadres have an important role in helping the community access health services. One of the successes of exclusive breastfeeding is the provision of health education for mothers. Health educators who participate are not only health workers, but many people are needed so that the Exclusive Breastfeeding program can be successful. Posyandu cadres for toddlers are one of the people who can play a role in this, because posyandu cadres are one of the people who often socialize with residents in the village. Activities in the form of online counseling using zoom meeting media include pretests, introductory breastfeeding materials, lactation management materials, posttests. Pretest and postest as many as 5 questions in the form of true or false statements. A total of 20 cadres participated enthusiastically, the majority of cadres were housewives with ages ranging from 28 to 65 years. The mean pre-test score was 69.5 while the post-test score was 90. This indicated that there was an increase in cadres' knowledge regarding lactation management.
Prenatal Yoga untuk Meningkatkan Kenyamanan Ibu Hamil: Prenatal Yoga for Improving Pregnant Women’s Comfort Monica Kartini
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat : Kesehatan Vol. 3 No. 1 (2023): Maret
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) STIKES Notokusumo Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (890.803 KB)

Abstract

Abstrak: Kondisi kehamilan seringkali menimbulkan masalah ketidaknyamanan pada tubuh ibu, seperti nyeri punggung atau kaki yang ditimbulkan karena adanya perubahan-perubahan fisiologis. Prenatal yoga diyakini memiliki efek penyembuhan pada organ reproduksi, meningkatkan sirkulasi darah, meningkatkan kenyamanan ibu hamil, menurunkan nyeri, kecemasan dan depresi, serta meningkatkan outcomes kehamilan. Kondisi ibu hamil di Desa Gandurejo sebagian besar tidak pernah melakukan aktivitas khusus untuk menjaga kehamilannya, demikian pula tingkat Pendidikan maupun keterpaparan informasi mengenai prenatal yoga untuk meningkatkan outcomes kehamilan juga masih rendah. Kegiatan pengabdian masyarakat prenatal yoga ini bertujuan untuk meningkatkan kenyamanan ibu hamil, khususnya yang mengikuti kelas ibu hamil di Desa Gandurejo. Pelaksanaan kegiatan diawali dengan tahapan perencanaan dan persiapan, selanjutnya tahap pelaksanaan, dan evaluasi. Pelaksanaan prenatal yoga diawali dengan penjelasan dan diskusi mengenai manfaat prenatal yoga, dilanjutkan dengan praktik prenatal yoga. Prenatal yoga dilakukan selama 60 menit diiringi dengan music instrumental, diikuti oleh 13 ibu hamil trimester II-III di Desa Gandurejo, Kecamatan Bulu, Temanggung. Seluruh ibu hamil dapat mengikuti praktik prenatal yoga dengan bimbingan. Setelah latihan yoga, ibu-ibu hamil menyatakan bahwa tubuh terasa lebih nyaman dan lebih rileks/ tenang. Kegiatan prenatal yoga ini dilaksanakan sebanyak satu kali, dan untuk keberlanjutan kegiatan, ibu-ibu hamil diberikan tautan video untuk dapat dipraktikkan secara mandiri. Abstract: Prenatal yoga is believed to have a healing effect on the reproductive organs, increase comfort for pregnant women, reduce pain, anxiety, and also improve pregnancy outcomes. Most of the pregnant women in a village in Temanggung, namely Gandurejo, are never carried out special activities to maintain their pregnancies. Furthermore, their level of education and exposure to information regarding prenatal yoga are also still in low level. This prenatal yoga class was carried out as a community service program to improve pregnant women’s comfort during pregnancy. The method of the program consists of several stages: planning and preparation, implementation, and evaluation. The implementation of prenatal yoga class begins with an explanation and discussion regarding the benefits of prenatal yoga, followed by the practice session. Prenatal yoga was performed for 60 minutes accompanied by instrumental music. The session was conducted in Gandurejo Village and followed by 13 pregnant women who were in their second and third trimester. All expectant mothers can take part in practicing prenatal yoga with guidance. After practicing yoga, the participants stated that they feel more comfortable and more relaxed. There is a need for the continuation of the activity, therefore a video link is given so they could practice it independently.
Edukasi Manfaat Mengonsumsi Ikan Bagi Kesehatan Guna Cegah Stunting Sejak Dini: Education Benefits of Consuming Fish for Health to Prevent Stunting From An Early Age Maulida Nurapipah; Aprilia Lestari
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat : Kesehatan Vol. 3 No. 1 (2023): Maret
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) STIKES Notokusumo Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (184.891 KB)

Abstract

Abstrak: Perkembangan dan pertumbuhan yang baik sangat ditentukan pada saat anak memasuki usia sekolah, untuk itu diharapkan intake pangan yang baik dengan mengonsumsi protein yang cukup. Perbaikan gizi pada anak usia sekolah dasar merupakan upaya yang dapat dilakukan karena gizi yang baik anak membentuk Sumber Daya Manusia yang berkualitas sehingga dapat mencegah stunting sejak dini. Salah satu sumber protein yang bermutu tinggi terdapat pada ikan, ikan termasuk bahan makanan yang mengandung asam lemak omega-3 dan vitamin K dan ikan juga kaya akan protein, lemak sehat dan mineral. Kandungan gizi pada ikan sangat berpengaruh untuk perkembangan dan pertumbuhan pada anak. Tujuan PKM ini adalah memberikan dukungan pengetahuan tentang pentingnya mengonsumsi ikan dalam pencegahan stunting sejak dini. PKM ini menggunakan metode “Edukasi” berbentuk penyuluhan pada anak Sekolah dasar menggunakan leaflet. Hasil PKM ini adalah penambahan pengetahuan tentang pentingnya manfaat mengonsumsi ikan untuk memperbaiki gizi guna cegah stunting sejak dini.   Abstract: Good development and growth are determined when children enter school age, for this reason, good food intake is expected by consuming sufficient protein. Improving nutrition in elementary school-age children is an effort that can be made because good nutrition for children forms quality human resources so that they can prevent stunting from an early age. One source of high-quality protein found in fish, fish including foods that contain omega-3 fatty acids and vitamin K and fish are also rich in protein, healthy fats and minerals. The nutritional content of fish is very influential for the development and growth of children. The purpose of this program is to provide knowledge support about the importance of consuming fish in preventing stunting from an early age. This program uses the "Education" method in the form of counseling for elementary school children using leaflets. The result of this program is to Increased knowledge about the importance of the benefits of consuming fish to improve nutrition to prevent stunting from an early age.
Promosi Pijat Perineum Selama Kehamilan untuk Mencegah Ruptur Perineum Intrapartum : Promotion of Perineal Massage During Pregnancy to Prevent Inrtapartal Perineal Rupter Maria Lupita Nena Meo
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat : Kesehatan Vol. 3 No. 1 (2023): Maret
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) STIKES Notokusumo Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (401.164 KB)

Abstract

Abstrak: Prevalensi dari rupture dan tindakan episiotomi di Indonesia masih tinggi mencapai 33% dari total persalinan. Ruptur perineum maupun luka epsiotomi akibat proses persalinan dapat  menyebabkan perdarahan  dan nyeri pada  perineum. Salah satu tindakan  yang direkomendasikan untuk mencegah rupture perineum adalah pijat perineum yang dilakukan pada   usia kehamilan 35-36 minggu. Pijat Perineum bertujuan  untuk meningkatkan elastisitas perineum. Oleh karena itu perlu dilakukan kegiatan promosi pijat perineum dengan tujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu dalam melakukan  tindakan pijat perineum selama kehamilan   sehingga dapat mencegah ruptur perineum selama persalinan. Kegiatan promosi pijat perineum dilaksanakan selama 2 hari  pada tanggal  14-15 November 2022 di Puskesmas Tuminting Kota Manado. Sasaran kegiatan adalah 20  ibu hamil Trimester 3 yang melakukan kunjungan antenatal care. Tahapan kegiatan ini meliputi  koordinasi dengan mitra mempersiapkan materi dan  menyusun buku saku pijat perineum serta mempersiapkan sarana penunjang, dan pelaksanaan pendidikan kesehatan dan demonstrasi diikuti  dengan pembagian buku saku yang berisikan teknik pijat perineum dan melakukan post test . Hasil pengukuran   nilai rerata menunjukan pengingkatan rerata (mean) pretest dan posttest yaitu dari : 2,8 menjadi  9,8  sehingga dapat disimpulkan bahea promosi pijat perineum dapat meningkatkan pengetahuan dari ibu hamil primipara trimester akhir. Oleh karena itu,petugas kesehatan dapat memasukan infomasi mengenai pijat perineum sebagai salah satu materi edukasi untuk ibu hamil trimester 3.     Abstract: The prevalence of rupture and episiotomy in Indonesia is still high, reaching 33% of total deliveries. PerinealABSTRACT The prevalence of rupture and episiotomy in Indonesia is still high, reaching 33% of total deliveries. Perineal rupture and episiotomy wounds due to the delivery process can cause bleeding and pain in the perineum. One of the recommended actions to prevent perineal rupture is perineal massage performed at 35-36 weeks of gestation. Perineal massage aims to increase the elasticity of the perineum. Therefore, it is necessary to carry out promotional activities for perineal massage with the aim of increasing the knowledge and skills of mothers in performing perineal massage during pregnancy so as to prevent perineal rupture during labour. Perineum massage promotion activities were carried out for 2 days on 14-15 November 2022 at the Tuminting Health Center in Manado City. The target of the activity is 20 third trimester pregnant women who make antenatal care visits. The stages of this activity include coordinating with partners to prepare materials and compiling perineal massage pocket books and preparing supporting facilities, and implementing health education and demonstrations followed by distributing pocket books containing perineal massage techniques and conducting post tests. The results of the mean value measurement show an increase in the mean (mean) pretest and posttest, namely from: 2.8 to 9.8 so it can be concluded that promotion of perineal massage can increase the knowledge of primiparous pregnant women in the final trimester. Therefore, health workers can include information about perineal massage as one of the educational materials for third trimester pregnant women.  
Pengembangan Pusat Informasi Konseling Remaja (PIK-R) dan Bina Keluarga Remaja (BKR): Develop of Youth Counseling Information Centers and Adolescent Family Development Colti Sistiarani; Bambang Hariyadi; Eri Wahyuningsih; Arif Kurniawan
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat : Kesehatan Vol. 3 No. 1 (2023): Maret
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) STIKES Notokusumo Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1165.356 KB)

Abstract

Abstrak: Pusat Informasi Konseling Remaja (PIK-R) salah satu kegiatan yang menjangkau sasaran remaja. Kegiatan yang dilakukan ini menjadi hal yang penting untuk memberikan informasi kepada remaja agar remaja memahami permasalahan remaja terkait kesehatan reproduksi. Tujuan kegiatan ini yaitu memberikan pengenalan dan upaya pengembangan kegiatan PIK-R di Desa datar. Kegiatan yang dilakukan antara lain menilai assessmentkagiatan BKR serta memberikan KIE menggunakan metode ceramah kepada remaja sehingga remaja dapat memahami tentang pentingnya pengembangan PIK-R serta mengimplementasikan rencana tindak lanjut dalam kegiatan PIK-R di desa. Remaja yang teribat dalam kegiatan ini sebanyak 24 orang. Remaja memiliki pengetahuan baik tentang pengembangan PIK-R, namun memiliki peran yang masih kurang dalam kegiatan PIK-R. Pengembangan PIK-R melalui rencana tindak lanjut akan dikembangkan dengan pembentukan pengurus dan rencana program kegiatan yang tersusun untuk jangka waktu pelaksanaan di tahun berikutnya.   Abstract: The Youth Counseling Information Center is one of the activities that reaches the youth target. This activity is important to provide information to adolescents so that they understand adolescent problems related to reproductive health. The purpose of this activity is to introduce and make efforts to develop youth counseling information center activities in Flat Village. Activities carried out include giving lectures to youth so that youth can understand the importance of developing youth counseling information centers and implementing follow-up plans in youth counseling information center activities in the village. There were 30 adolescents involved in this activity. Adolescents have good knowledge, attitudes, and roles regarding youth counseling information center development. Youth counseling information center development through follow-up plans will be developed with the formation of administrators and planned activity programs for the implementation period in the following year.
Pemberdayaan Kader Posbindu dalam Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular di Wilayah Kerja Puskesmas Negara Ratu Kabupaten Lampung Utara: Posbindu Cadre Empowerment in The Prevention and Control of Non-Communicable Diseases in The Working Area of The Negara Ratu Puskesmas North Lampung District Heni Apriyani; Ihsan Taufiq; Sono; Amrul Hasan
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat : Kesehatan Vol. 3 No. 1 (2023): Maret
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) STIKES Notokusumo Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (445.03 KB)

Abstract

Abstrak:     Badan kesehatan dunia (WHO) tahun 2022 melaporkan bahwa 74% penyebab kematian semua umur di dunia adalah karena penyakit tidak menular. Prevalensi penyakit tidak menular masuk ke dalam 10 macam penyakit tertinggi, dimana Hipertensi menempati urutan 5 sedangkan Diabetes Mellitus pada urutan ke 10 (Profil Puskesmas Negara ratu 2019). Desa Padang Ratu dan Desa Hanakau Jaya merupakah wilayah kerja Puskesmas Negara Ratu memiliki lanssia yang aktif mengikuti kegiatan Posbindu. Peran aktif Kader Posbindu menjadi sangat penting dalam pengendalian dan deteksi dini Hipertensi dan DM. Tujuan kegiatan adalah meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan Kader Posbindu dalam pengendalian Hipertensi dan DM. Metode pelaksanaan melalui kegiatan Penampingan  Kader Posbindu di Desa Hanakau Jaya dan Padang Ratu, Kecamatan Sungkai Utara Kabupaten Lampung Utara, diskusi dan demonstrasi yang dilaksanakan pada tahun 2022.  Hasil dan Simpulan menunjukkan bahwa 100% Kader Posbindu memiliki pengetahuan dan ketrampilan dalam melakukan deteksi dini Hipertensi dan DM dan memiliki ketrampilan untuk mengukur Indeks Massa Tubuh, Mengukur Tekanan Darah dan Mengukur Kadar Gula Darah Sewaktu.   Abstract: The World Health Organization (WHO) in 2022 reported that 74% of the causes of death for all ages in the world are due to non-communicable diseases. The prevalence of non-communicable diseases is included in the 10 highest types of diseases, where hypertension ranks 5th while Diabetes Mellitus ranks 10th (Profile of the Queen's National Health Center 2019). Padang Ratu Village and Hanakau Jaya Village are working areas of the Negara Ratu Health Center, which have elderly people who actively participate in Posbindu activities. The active role of Posbindu cadres is very important in the control and early detection of hypertension and DM. The purpose of the activity is to increase the knowledge and skills of Posbindu cadres in controlling hypertension and DM. The implementation method is through the Posbindu Cadre Assistance activities in Hanakau Jaya and Padang Ratu Village, Sungkai Utara District, North Lampung Regency, discussions and demonstrations which will be held in 2022. The results and conclusions show that 100% of Posbindu Cadres have knowledge and skills in early detection of hypertension and DM and have the skills to measure Body Mass Index, Measuring Blood Pressure and Measuring Current Blood Sugar Levels.
Penyuluhan Tentang DM pada Lansia di Kampung Sukasari 1 RW. 01 Sekeloa Bandung: Education About DM to The Elderly in Kampung Sukasari 1 RW. 01 Sekeloa Bandung Ferdinan Sihombing
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat : Kesehatan Vol. 3 No. 1 (2023): Maret
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) STIKES Notokusumo Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1099.137 KB)

Abstract

Abstrak: Dengan bertambahnya umur, fungsi fisiologis mengalami penurunan akibat proses penuaan sehingga penyakit tidak menular dapat muncul pada usia lanjut. Survei Riskesdas 2018 menemukan penyakit terbanyak pada lansia salah satunya adalah DM  (DM). WHO memberikan data bahwa 8 - 9 dari 100 lansia di seluruh dunia memiliki DM dan jumlah ini diprediksi akan terus meningkat. Mengejutkan, hasil pendataan yang dilakukan di Kampung Sukasari 1 RW. 01 Sekeloa Kota Bandung menemukan 42,3% lansia mengalami DM. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk memberikan informasi kepada lansia mengenai DM. Sasaran program pengabdian masyarakat ini adalah para lansia di wilayah RW tersebut dengan tujuan meningkatkan pengetahuan sehingga mengubah perilaku lansia agar mampu melaksanakan upaya promotif dan preventif DM. Penyuluhan dilakukan kepada 60 orang peserta dengan topik mengenali, mencegah, dan mengelola DM. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa penyuluhan DM pada pengetahuan lansia. Pengetahuan yang baik dapat membantu lansia dalam mencegah DM, serta bagi lansia yang telah DM dapat mengelola penyakitnya dengan lebih baik. Kepada lansia dapat dilakukan edukasi dalam bentuk-bentuk yang lain serta pendampingan dari keluarga dan kader posbindu, selain hanya penyuluhan dengan ceramah tanya jawab.   Abstract: With increasing age, physiological functions decrease due to the aging process so that non-communicable diseases can appear in old age. The 2018 Riskesdas survey found the most common disease in the elderly, one of which is DM  (DM). WHO provides data that 8-9 out of 100 elderly worldwide have DM and this number is predicted to continue to increase. Surprisingly, the results of data collection carried out in Kampung Sukasari 1 RW. 01 Sekeloa City of Bandung found 42.3% of the elderly had DM. The purpose of this community service activity is to provide information to the elderly about DM. The target of this community service program is the elderly in the RW area with the intention of increasing knowledge so as to change the behavior of the elderly so that they are able to carry out DM promotive and preventive efforts. Education was carried out to 60 participants on the topic of recognizing, preventing and managing DM. Community service activities in the form of DM education on the knowledge of the elderly. Good knowledge can help the elderly in preventing DM, as well as for the elderly who have DM can manage their disease better. Education for the elderly can be carried out in other forms as well as assistance from the family and posbindu cadres, apart from just counseling with question and answer lectures.

Page 7 of 16 | Total Record : 156