cover
Contact Name
Septiana Fathonah
Contact Email
jpkmk@stikes-notokusumo.ac.id
Phone
+6282136407862
Journal Mail Official
jpkmk@stikes-notokusumo.ac.id
Editorial Address
Jl. Bener No.26, Tegalrejo, Yogyakarta 55243
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat: Kesehatan (JPKMK)
ISSN : -     EISSN : 28073134     DOI : 10.53423
Core Subject : Health,
Merupakan jurnal ilmiah dari hasil kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dosen. Jurnal ini dikemas secara padat dan berisi, sehingga mudah dipahami oleh pembaca dari kalangan akademis dan umum. Jurnal ini merupakan implementasi hasil penelitian.
Articles 156 Documents
Pendidikan Teman Sebaya Melalui Pemberdayaan Remaja dalam Pencegahan Stunting Sejak Prekonsepsi: Peer Education Through Empowering Adolescents in Stunting Prevention Since Preconception Erna Kusumawati; Rahardjo, Setiyowati; Sistiarani, Colti
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat: Kesehatan Vol. 3 No. 4 (2023): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Notokusumo Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Remaja merupakan salah satu fokus program penurunan stunting, apabila remaja memahami tentang kesehatan reproduksi, tidak menikah dini dan memahami status gizi untuk mencegah anak yang dilahirkan mengalami stunting. Desa Datar merupakan salah satu lokus stunting intervensi spesifik dan sensitive sudah dilakukan pada kelompok risiko stunting yaitu dan masih ditemukan kasus stunting setiap tahunnya dan masih ada pernikahan di usiakurang dari 20 tahun. Pengabdian masyarakat ini menggunakan metode participatory community service yang diikutioleh 32 remaja di Desa Datar Kecamatan Sumbang Kabupaten Banyumas. Alternatif pemecahan masalah melaluipendidikan dan pemberdayaan peran kelompok remaja dalam upaya pencegahan stunting sejak prekonsepsi dengan media modul, poster dan dan pembentukan kelompok sebaya. Hasil pengabdian masyarakat menunjukkan skor pretestpengetahuan sebesar 8,03 dan meningkat pada posttes sebesar 8,84. Ada perbedaan pengetahuan sebelum dan sesudahdiberikan pendidikan teman sebaya melalui pemberdayaan remaja putri dalam pencegahan stunting sejak prekonsepsi, p value = 0,000 < ? (0,05). Pengabdian masyarakat ini memberikan manfaat dalam penyebaran informasi tentangtentang penyiapan kehidupan berkeluarga bagi remaja, penyiapan kesehatan pranikah, kesehatan prakonsepsi, peran remaja dalam mencegah stunting dan pengukuran status gizi untuk deteksi stunting dan diharapkan adanyapemberdayaan kelompok remaja dalam pencegahan stunting.   Abstract: Adolescents are one of the focuses of the stunting reduction program, if adolescents understand reproductive health, do not marry early and understand nutritional status to prevent children born with stunting. Desa Datar is one of the specific and sensitive intervention loci for stunting that has been carried out in the stunting risk group, namely stunting cases are still found every year and there are still marriages at the age of less than 20 years. This service used the participatory community service method which was attended by 32 youths in Datar Village, Sumbang District,Banyumas Regency. Alternative problem solving through education and empowering the role of youth groups in efforts to prevent stunting since preconception with media modules, posters and the formation of peer groups. The results of thecommunity service showed that the knowledge pretest score was 8.03 and increased in the posttest by 8.84. There is adifference in knowledge before and after being given peer education through empowering young women in preventingstunting since preconception, p value = 0.000 < ? (0.05). This community service benefits in disseminating information about preparing for family life for adolescents, preparing premarital health, preconception health, the role ofadolescents in preventing stunting and anthropometric measurements for stunting detection and it is hoped that there will be empowerment of youth groups in stunting prevention.
Peningkatan Kemandirian Keluarga Melalui Pemberdayaan Penanganan Perilaku Agresif Pre Hospital pada Orang Kelainan Jiwa: Enhancement of Family Independence Through Empowerment to Handle Pre Hospital Aggressive Behavior in People Mental Disorders Wittin Khairani; Sri Purwanti, Nunuk; Prabowo, Tri
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat: Kesehatan Vol. 3 No. 4 (2023): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Notokusumo Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Kasus gangguan jiwa berat di Indonesia terdapat di Aceh, Sulawesi Selatan, Bali, dan Jawa Tengah menduduki kasus tertinggi khususnya di Yogyakarta. Tingginya kasus jiwa tersebut tentu membutuhkan penanganan yang terpadu, berkesinambungan dan keterlibatan dari semua pihak. Yang sangat berperan penting adalah keluarga dalam memberikan intervensi pada anggota keluarga dengan kelainan jiwa. Salah satu tindakan yang disarankan untuk mencegah terjadi kelainan jiwa menjadi berat adalah keluarga diberdayakan dalam penanganan perilaku agresif sebelum dibawa ke Rumah Sakit Jiwa. Kegiatan pemberdayaan dilaksanakan selama 4 hari pada tanggal 5 s/d 8 September 2022 di Puskesmas Kasihan I, DI Yogyakarta. Sasaran kegiatan adalah 25 kepala keluarga. Tahapan kegiatan ini meliputi pengumpulan data, menggunakan strategi komunikasi, informasi, edukasi dengan menerapkan pemberdayaan keluarga dengan metode komunikasi dan simulasi dari setiap penanganan yang diberikan pada orang dengan kelainan jiwa. Hasil Kegiatan terdapat peningkatan kemandirian peran aktif kepala keluarga sebesar 72% sampai dengan 96% dari jumlah kepala keluarga sebagai peserta pemberdayaan. Hasil yang didapatkan pemberdayaan keluarga dapat meningkatkan kemandirian keluarga dalam mengurangi perilaku agresif pada orang dengan kelainan jiwa sebelum dibawa ke Rumah Sakit Jiwa.   Abstract: Most severe mental disorders in Yogyakarta, Aceh, South Sulawesi, Bali and Central Java. The high number of mental cases certainly requires integrated, continuous handling and involvement from all parties. The family plays a very important role in providing interventions for family members with mental disorders. One of the recommended actions to prevent mental disorders from becoming severe is for the family to be empowered in handling aggressive behavior before being taken to a mental hospital. The empowerment activities were carried out for 4 days from 5 to 8 September 2022 at the Kasihan I Health Center, Special Region of Yogyakarta. The target of the activity is 25 heads of families. The stages of this activity include administration preparation, data collection, using communication strategies, information, education with health education methods in implementing family empowerment with a simulation method of every treatment given to people with mental disorders. The results an increase in the independence of the active role of the head of the family by 72% to 96% of the number of heads of families as empowerment participants. The role of the family through empowerment to reduce aggressive behavior in people with mental disorders before being taken to a mental hospital.
Evaluasi Penerapan PHBS pada Anak-Anak Kampung Babakan Raja Brana RT 003 Cimanggis Depok: Evaluation of Implementation of PHBS for Children in Babakan Raja Brana RT 003 Cimanggis Depok Nur Fatimah, Gefira; Siti Masruroh; Fauziah Apriliani; Alifah Irdanti Syakurli; Muhammad Fuad Iqbal
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat: Kesehatan Vol. 3 No. 3 (2023): September
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Notokusumo Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Kondisi triple burden disease di Indonesia dapat dicegah dengan penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Perilaku dan kebiasaan dibangun saat mereka masih usia anak-anak, terutama kebiasaan mencuci tangan serta memilah dan membuang sampah pada tempatnya. Kampung Babakan Raja Brana sejak tahun 2019 berkomitmen untuk menerapkan konsep kampung sehat dengan melaksanakan kegiatan masyarakat berbasis bersih dan sehat. Kegiatan penyuluhan ini untuk mengevaluasi sejauh mana pemahaman anak-anak terkait cara mencuci tangan dan pemilahan sampah. Metode kegiatan ini adalah ceramah, tanya jawab dan demonstrasi, evaluasi dilakukan dengan tanya jawab dengan hasil seluruh anak-anak belum memahami cuci tangan yang baik dan benar serta belum bisa membedakan sampah organik dan organik, setelah diberikan penyuluhan dan pemberian permainan menyusun puzzle cuci tangan dan demonstrasi pemberian sampah didapatkan hasil bahwa 2 dari 3 kelompok berhasil menyusun puzzle langkah-langkah cuci tangan  sesuai standar WHO dan 100% anak-anak bisa membedakan jenis sampah organik dan anorganik dengan benar.   Abstract: The condition of triple burden disease in Indonesia can be prevented by implementing Clean and Healthy Behavior (PHBS). Behaviors and habits are built when they are still children, especially the habit of hands washing and sorting and disposing of trash in its place. Babakan Raja Brana Village, since 2019 has been committed to implementing the concept of a healthy village by implementing clean and healthy-based community activities. This counseling activity is to evaluate the extent of children's understanding regarding how to wash hands and sort waste. The method of this activity is lecture, question and answer and demonstration, evaluation is carried out by question and answer with the result that all children do not understand proper and proper hand washing and cannot distinguish between organic and organic waste, after being given counseling and giving games to arrange hand washing puzzles and The demonstration of giving garbage resulted in that 2 out of 3 groups succeeded in compiling a puzzle of steps for washing hands according to WHO standards and 100% of the children could distinguish between organic and inorganic waste types correctly.
Aksi Pembagian Nutrisi Protein dan Penyuluhan Stunting Pasanggar, Kecamatan Pegantenan, Kabupaten Pamekasan: The Action of Animal Protein Nutrition Distribution and Stunting in Pasanggar Village, Pegantenan District, Pamekasan Regency Sawilah Rofiq Annur; Dianita Andarini Zahri; Muhammad Edy Setyawan; Desi Syaufira Blessanti; Hanif Yusuf Seputro
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat: Kesehatan Vol. 4 No. 1 (2024): Maret
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Notokusumo Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Angka kejadian stunting di Indonesia saat ini masih di atas standar toleransi maksimal yang ditetapkan WHO yaitu kurang dari 20%. Di Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, angka stunting secara keseluruhan adalah 8%. Angka stunting di Desa Pasanggar relatif kecil, namun masih perlu adanya penyuluhan secara berkala mengenai stunting, karena masyarakat masih tertutup akan minimnya literasi dan pengetahuan tentang pencegahan stunting dengan tujuan agar masyarakat bisa lebih aware perkembangan anak yang sehat. Kegiatan ini dilakukan dengan metode sosialisasi langsung dengan media poster. Kegiatan ini membuktikan bahwa masyarakat harus diberikan penyuluhan secara berkala menganai pola asuh serta perkembangan anak.   Abstract: The incidence of stunting in Indonesia is currently still above the maximum tolerance standard set by WHO, namely less than 20%. In Pamekasan Regency, East Java, the overall stunting rate is 8%. The stunting rate in Pasanggar Village is relatively small, but there is still a need for regular education regarding stunting, because the community is still unaware of the lack of literacy and knowledge about stunting prevention with the aim of making the community more aware of healthy child development. This activity was carried out using the direct socialization method using poster media. This activity proves that the community must be given regular education regarding parenting and child development.
Skrining Sebagai Upaya Peningkatan Kesehatan pada Lansia di Dusun Mlagi Kecamatan Tanggulangin Kabupaten Sidoarjo: Screening As An Effort to Improve Health in The Elderly in Mlagi Village, Tanggulangin District, Sidoarjo District Resta Dwi Yuliani
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat: Kesehatan Vol. 3 No. 3 (2023): September
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Notokusumo Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Penyakit tidak menular yang sering di derita oleh lansia antara lain adalah hipertensi dan hiperurisemia. Prevalensi hipertensi mencapai 22% dari populasi di dunia, sedangkan hiperurisemia berdasarkan Riskesdas 2018 sebesar 7,3%. Jawa timur dengan presentase 6,72% dari penduduk di atas usia 15 tahun. Tujuan dari pengabdian kepada masyarakat ini adalah sebagai skrining kesehatan dengan melakukan pemeriksaan tekanan darah dan tes kadar asam urat yang dilakukan di masjid Al-Ikhlas Dusun Mlagi Kabupaten Sidoarjo dengan peserta sebanyak 35 orang usia 45 tahun ke atas. Berdasarkan hasil pemeriksaan yang telah dilakukan bahwa lansia di Dusun Mlagi, Kabupaten Sidoarjo menderita hipertensi sebanyak 11,4% memiliki tekanan darah normal, 37,1% menderita prehipertensi, 42,9% hiperetensi tingkat I dan 8,6% menunjukkan hipertensi tingkat II. Berdasarkan observasi dan wawancara kepada peserta mengeluhkan pusing, jantung berdebar-debar, dan mudah lelah. Selain, itu berdasarkan hasil pemeriksaan terdapat 54,3% lansia memiliki kadar asam urat normal dan 45,7% lansia memiliki kadar asam urat tinggi. Berdasarkan hasil pemeriksaan dan observasi yang telah dilakukan peserta mengeluhkan nyeri pada bagian tengkuk leher, jari-jari tangan dan juga pada bagian lutut.   Abstract: Non-communicable diseases that are often suffered by the elderly include hypertension and hyperuricemia. The prevalence of hypertension reaches 22% of the world's population, while hyperuricemia based on Riskesdas 2018 is 7.3%. East Java with a percentage of 6.72% of the population over the age of 15 years. The purpose of this community service is as a health screening by carrying out blood pressure checks and uric acid level tests carried out at the Al-Ikhlas mosque in Mlagi Hamlet, Sidoarjo Regency with 35 participants aged 45 years and over. Based on the results of examinations that have been carried out, 11.4% of the elderly in Mlagi Hamlet, Sidoarjo Regency suffer from hypertension and have normal blood pressure, 37.1% suffer from prehypertension, 42.9% have grade I hypertension and 8.6% have grade II hypertension. Based on observations and interviews, participants complained of dizziness, heart palpitations and fatigue. Apart from that, based on the results of the examination, 54.3% of elderly people had normal uric acid levels and 45.7% of elderly people had high uric acid levels. Based on the results of examinations and observations made, participants complained of pain in the nape of the neck, fingers and also in the knees.
Edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) pada Siswa SD Negeri 1 Waelata: Education Behavior Clean and Helathy Lifestyle for Student of SD Negeri 1 Waelata Fatimah, Wahyu Dwi; Fuadah Fahrudiana
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat: Kesehatan Vol. 3 No. 3 (2023): September
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Notokusumo Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) merupakan salah satu upaya kesehatan yang dilakukan untuk meningkatkan kesadaran dan kebiasaan individu dalam mewujudkan derajat hidup yang optimal. Upaya ini dapat dilakukan salah satunya melalui instansi pendidikan tingkat dasar. Terdapat 8 pilar utama PHBS yang ada di sekolah. SD Negeri 1 Waelata merupakan sekolah dasar yang berada di Kabupaten Buru, Provinsi Maluku. Setelah dilakukan survey awal melalui wawancara, diketahui bahwa siswa kelas 6 belum mendapatkan edukasi PHBS dan siswa belum mengetahui apa itu PHBS. Tujuan dilakukan pengabdian masyarakat ini yaitu untuk memberikan pemahaman kepada siswa tentang pentingnya PHBS. Pengabdian Masyarakat ini menggunakan metode “Edukasi” berupa penyuluhan tentang pentingnya PHBS dan praktik mencuci tangan yang baik dan benar. Hasil dari 12 siswa saat awal penyuluhan belum mengetahui apa itu PHBS, setelah dilakukan edukasi semua siswa mampu menyebutkan setiap pilar PHBS, serta mampu mempraktikkan cara mencuci tangan yang baik dan benar. Diharapkan edukasi PHBS ini menjadi salah satu kegiatan rutin yang diadakan di sekolah sebagai salah satu upaya kesehatan.   Abstract: Behavior Clean and Healthy Lifestyle is one of the health efforts carried out to increase individual awareness and habits in realizing an optimal degree of life. One of these efforts can be done through elementary-level educational institutions. There are at least 8 pillars of PHBS in the school. SD Negeri 1 Waelata is an elementary school located in Pulau Buru, Maluku Province. After conducting an initial survey through interviews, it was found that grade 6 students had not received PHBS education and students did not know what PHBS was. This community service aims to provide students with an understanding of the importance of PHBS. This Community Service uses the "Education" method in the form of counseling about the importance of PHBS and good and correct hand washing practices. The results of 12 students at the beginning of counseling did not know what PHBS was, after education all students were able to name each pillar of PHBS, and were able to practice good and correct hand washing. It is hoped that PHBS education will become one of the routine activities held in schools as one of the health efforts.
Pemberdayaan Kader Posyandu Remaja dalam Tatalaksana Keluarga dengan Hipertensi : Empowerment of Youth Posyandu Cadres in The Management of Families With Hypertention Tunik, Tunik; Mimik Christiani; Edi Yuswantoro
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat: Kesehatan Vol. 3 No. 3 (2023): September
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Notokusumo Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Hipertensi adalah penyakit kronis yang membutuhkan penanganan rutin dalam tatalaksananya, sehingga perlu melibatkan kader posyandu remaja dalam upaya deteksi dini melalui program Program Posyandu Remaja yang sudah terbentuk. Program Posyandu Remaja di Kelurahan Kelutan perlu terus diberdayakan dalam mengembangkan perannya di masyarakat, Dengan meningkatnya Kasus Penyakit Tidak Menular khususnya Penyakit Hipertensi di Kelurahan Kelutan tercatat 190 KK dari data Puskesmas Trenggalek sampai bulan Juli 2022 yang akan terus bertambah . Deteksi Dini Hipertensi pada Kelompok resiko  sangat diperlukan untuk mencegah terjainya komplikasi. Pelaksanaan Deteksi Dini Hipertensi sangat diperlukan dengan melibatkan peran serta kader Posyandu remaja. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah meningkatkan peran serta masyarakat melalui Kader Posyandu Remaja dalam pelaksanaan Deteksi Dini Hipertensi pada masyarakat kelompok resiko di Kelurahan Kelutan Wilayah Kerja Puskesmas Trenggalek. Metode pengabdian masyarakat adalah pelatihan Ketrampilan dalam Mendeteksi Dini Hipertensi sesuai dengan Panduan, dengan memeriksa Tekanan Darah, memberi penyuluhan dan menganjurkan untuk periksa lebih lanjut ke Puskesmas untuk mendapatkan pengobatan lebih lanjut. Hasil menunjukan peningkatan signifikan pengetahuan tentang Deteksi Dini Hipertensi dengan Kategori baik 60% dari yang sebelumnya 20% , termasuk Ketrampilan dalam pemeriksaan juga mengalami peningkatan, Dalam kegiatan pelaksanaan Deteksi Dini Hipertensi dari 21 orang  yang diperiksa ditemukan 14 mengalami Hipertensi ( 66,6 %).   Abstract: Hypertension is a chronic disease that requires regular treatment, so it is necessary to involve the cadres in early detection efforts. The Youth Integrated Service Post (Posyandu Remaja) program in Kelutan Village needs to continue to empower them to develop their role in society, with increasing disease cases of non-infectious diseases, especially hypertension. There were recorded from Puskesmas Trenggalek in 190 families until July 2022 that the cases are increasing. Early Detection of Hypertension in risk groups is important to prevent complications. It is very needed by involving the participation of The Youth Integrated Service Post Cadres. This community service aims to increase the participation of the cadres in implementing Early Detection of Hypertension in risk group communities in Kelutan of Puskesmas Trenggalek authority. The community service method is skills training in the early detection of hypertension according to the guidebook prepared by checking blood pressure, providing counseling, and recommending further examination in Puskesmas to obtain further treatment. The results showed a significant increase in knowledge about Early Detection of Hypertension from 20% to 60%, including skills in examinations which have also increased. In the implementation of Early Detection of Hypertension, of the 21 people examined, 14 people were found to have hypertension (66.6%).
Edukasi Jajanan Sehat pada Anak Usia Dini (Prasekolah) di PAUD Firdaus Bandung: Health Education of Healthy Snack Education Among Preschool Children in PAUD Firdaus Bandung Dwi Pratiwi, Gilang
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat: Kesehatan Vol. 3 No. 3 (2023): September
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Notokusumo Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Salah satu bentuk dukungan penting terhadap tumbuh kembang anak usia prasekolah yaitu dengan memberikan makanan atau jajanan sehat bergizi. Lingkungan sekitar sekolah merupakan tempat umum dimana anak dapat membeli jajanan penjual makanan. Namun kenyataannya, tidak semua jajanan dapat dikategorikan sebagai jajanan sehat dan aman bagi anak-anak. Pencegahan terjadinya keracunan atau penyakit pada anak akibat konsumsi jajanan tidak sehat perlu dilakukan sejak dini. Cara yang dapat dilakukan sebagai pencegahan adalah edukasi kepada anak-anak mengenai jajanan sehat dan aman untuk dikonsumsi sesuai usia mereka. Metode yang digunakan sebagai sarana edukasi adalah dengan menggunakan poster bergambar dan tanya jawab. Anak-anak diberikan materi mengenai jajanan sehat menggunakan poster bergambar, selanjutnya dilakukan tanya jawab dengan menggunakan iringan lagu agar anak-anak lebih mudah mengingat dan memahami. Pengukuran skor pengetahuan dilakukan sebelum dan setelah kegiatan dengan memberi pertanyaan secara lisan dengan menggunakan Bahasa yang sederhana. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan skor pengetahuan anak-anak terhadap jajanan sehat dibandingkan sebelum diberikan edukasi jajanan sehat.          Abstract: Providing nutritious healthy food or snacks is an important support for the growth and development of preschool-age children. The environment around the school is a public place where children can buy snacks from food vendors. However, not all snacks can be categorized as healthy and safe for children. Prevention of poisoning or illness in children due to the consumption of unhealthy snacks needs to be done early. The way that can be done as prevention is by educating children about healthy and safe snacks to consume according to their age. The method chosen for educating preschool-age children is by using posters and conducting feedback and discussion. Children were given knowledge about healthy snacks using illustrated posters, debriefing was carried out by using an interactive song to make it easily remembered and understandable. The knowledge score was taken by using the question-and-answer method. The educational activities showed an increase in children's knowledge scores on healthy snacks compared to before they were given healthy snack education.
Memahamkan Remaja Putri Tentang Dismenorea serta Penanganannya Secara Nonfarmakologis: Understanding Adolescent Girls About Dysmenorrhea and Its Nonpharmacological Treatment Eka Oktavianto; Endar Timiyatun; Sri Nur Hartiningsih
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat: Kesehatan Vol. 3 No. 3 (2023): September
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Notokusumo Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak:  Permasalahan nyeri haid atau dismenorea banyak dialami oleh para remaja putri. Sifat dan tingkat rasa nyeri dismenorea bervariasi, mulai dari  yang ringan hingga yang berat dapat mengganggu aktivitas sehari-hari.Permasalahan tersebut perlu untuk diatasi sehingga tidak menyebabkan terganggunya aktivitas remaja terutama aktifitas saat belajar. Salah satu tindakannya adalah dengan melakukan kegiatan pendidikan kesehatan kepada remaja mengenai dismenorea dan penanganan nyeri dismenore secara nonfarmakologi. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memberikan pendidikan kesehatan kepada remaja putri yang mengalami dismenore mengenai terapi nonfarmakologi sebagai upaya meningkatkan pengetahuan remaja dalam mengatasi nyeri dismenorea. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan dengan menggunakan prinsip community-based research. Tindakan pengabdian yang dilakukan dengan melakukan pendidikan kesehatan menggunakan metode ceramah tanya jawab. Media pengabdian yang digunakan adalah buku modul. Sasaran dari kegiatan ini adalah remaja putri di Dukuh Wijilan, Wijimulyo, Nanggulan, Kulonprogo. Jumlah peserta sebanyak 17 remaja. Metode evaluasi dengan menggunakan pre dan postest. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan kategori pengetahuan dari awalnya mayoritas kategori “kurang” menjadi kategori “baik”. Setelah dilakukan kegiatan pengabdian masyarakat, semua remaja (100%) memiliki pengetahuan dalam kategori “baik”. Hasil uji komparasi pengetahuan sebelum dan sesudah dengan menggunakan uji Wilcoxon didapatkan nilai p=0,000 (nilai p < 0,05). Kesimpulannya adalah kegiatan pengabdian masyarakat dengan melakukan pendidikan kesehatan menggunakan modul efektif meningkatkan pengetahuan remaja.   Abstract: The problem of menstrual pain or dysmenorrhea is experienced by many young women. The nature and level of dysmenorrhea pain varies, ranging from mild to severe which can interfere with daily activities. These problems need to be addressed so that they do not disrupt adolescent activities, especially activities while studying. One of the actions is to carry out health education activities for teenagers regarding dysmenorrhea and non-pharmacological treatment of dysmenorrhea pain. The purpose of this activity is to provide health education to young women who experience dysmenorrhea regarding non-pharmacological therapy as an effort to increase adolescents' knowledge in dealing with dysmenorrhoea pain. The community-based research concept was applied in the execution of this community service project. The health education was delivered via a question-and-answer lecture format as part of the act of service. A module book was used as media in this activity. The target of this activity was young women in Wijilan Hamlet, Wijimulyo, Nanggulan, Kulonprogo. The number of participants was 17 teenagers. Evaluation method using pre and posttest. The evaluation results show an increase in the category of knowledge from the initial majority category of "less" to the category of "good". After the community service activities were carried out, all youth (100%) had knowledge in the "good" category. The results of the comparative test of knowledge before and after using the Wilcoxon test obtained a value of p = 0.000 (p value <0.05). The conclusion is that community service activities by conducting health education using modules effective to increasing adolescent knowledge.
Deteksi Dini dan Pencegahan Demensia dengan Senam Otak Lansia di Posyandu Lansia Anggrek : Early Detection and Prevention of Dementia with Elderly Brain Exercises at The Anggrek Elderly Posyandu Nunung Rachmawati; Venny Diana
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat: Kesehatan Vol. 3 No. 4 (2023): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Notokusumo Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki usia harapan hidup penduduk tertinggi. Persentase penduduk lansia di DIY lebih tinggi dari rata-rata penduduk lansia di Indonesia. Salah satu kondisi fisik yang berkaitan dengan lanjut usia adalah kejadian demensia. Pemeriksaan kesehatan bagi lansia di posyandu lansia masih difokuskan pada kesehatan fisik. Kegiatan yang menyasar pada kesehatan kognitif masih dirasakan kurang. Pengabdian kepada msyarakat ini bertujuan untuk mengidentifikasi fungsi kognitif lansia dan meningkatkan kemampuan lansia dalam melakukan pencegahan demensia dengan senam otak. Metode yang digunakan adalah pemeriksaan kognitif dan edukasi pencegahan dimensia melalui senam otak. Sebanyak 25 lansia berpartisipasi dalam kegiatan ini. Deteksi dini dimensia kepada lansia Posyandu Anggrek dilakukan dengan memberikan beberapa pertanyaan berdasar instrumen MMSE,setelah dilakukan deteksi dini dimensia selanjutnya dilakukan senam otak lansia secara bersama-sama dengan media yang digunakan berupa pemutaran video gerakan senam otak lansia.  Hasil yang didapatkan dari kegiatan ini adalah status dimensia pada semua peserta kegiatan PkM dengan hasil normal (skor pada MMSE diantara 25-30). Semua lansia mampu mengikuti gerakan senam otak dari awal hingga akhir.   Abstract:  Indonesia is one of the countries with the highest population life expectancy. The percentage of the elderly population in DIY is higher than the average elderly population in Indonesia. One of the physical conditions related to old age is the incidence of dementia. Health checks for the elderly at the elderly posyandu are still focused on physical health. Activities that target cognitive health are still lacking. This community service aims to identify the cognitive function of thr elderly and improve the ability of the elderly to prevent dementia with brain exercises. The method used is cognitive examination and education on dementia prevention through brain exercises. A total of 25 elderly participated in this activity. Early detection of dementia for the elderly at Posyandu Anggrek is carried out by providing a number of questions based on the MMSE instrument. After early detection of dementia, elderly brain exercises are carried out together with the media used in the form of video playback of elderly brain exercise movements. The results obtained from this activity were dementia status in all elderly participants with normal results (scores on the MMSE between 25-30). All elderly people are able to follow brain gymnastic movements from start to finish.

Page 9 of 16 | Total Record : 156